BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Diharapkan ketegasan lebih oleh para Tim Penaganan Konflik Sosial agar proses penyelesaian tidak terlalu panjang dalam artian menggunakan semua tahap penyelesaian yang memakan waktu relatif lama.
2. Para pelaku yang terlibat konflik umunya disebabkan karena minuman keras. Jadi ini menjadi catatan untuk lebih tegas dalam pelarangan minuman keras untuk anak di bawah umur. Dan akses minuman keras yang lebih dibatasi penggunaannya.
79
3. Pelaku konflik adalah kebanyakan remaja dibawah umur 17 tahun yang masih tergolong anak di bawah umur, sehingga tidak di proses oleh kepolisisan. Hal ini menjadi catatan untuk lebih tegas terhadap remaja ini, untuk menimbulkan efek jera. Apabila anak dibawah umur tak dapat diproses secara hukum maka sebaiknya diberikan sanksi sosial berupa pengabdian di masyarakat atau lainnya.
Berikut daftar kasus yang terjadi pada tahun 2017 hingga 2019 yang melibatkan konflik antara Kelurahan Tarafu dan Kelurahan Bone-bone.
Tabel 4.5.
Konflik Wilayah Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu
No Kronologi Kejadian Akibat Kejadian
1. Pada tanggal 1 September 2017 sekitar pukul 21.30 Wita bertempat di Jl Erlangga Kelurahan Tarafu Kec. Batupoaro Kota Baubau telah terjadi penyerangan oleh sekolompok pemuda tidak dikenal yang diduga berjumlah lebih dari 20 orang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan bersenjata tajam jenis parang dan pisau. Kelompok pemuda tersebut datang dan langsung menyerang warga di TKP sehingga wara melarikan diri karena ketakuan, para pelaku juga bahkan sampai masuk ke rumah
Akibat kejadian tersebut : 1. Korban jiwa nihil
2. Runah milik warga yang bernama Faradila mengalami kerusakan pada bagian jendela bagian dalam, sebanyak 7 kaca pecah akibat dihantam oleh pelaku berjumlah sekitar 10 orang yang masuk
warga untuk melakukan pengrusakan dan pengancaman.
melakukan pengejaran sampai ke dalam rumah. 2.. Pada 4 Juli 2018 terjadi aksi penyerangan,
pengecaman serta pengrusakan terhadap diri dan rumah An. Herman Bin La Maini, 28 Tahun di Jl. Hayamwuruk Kel. Tarafu, Kec. Batupoaro yang dilakukan oleh 3 orang pelaku yaitu Darlin alias La Ingke, Herman alias Eman, dan Fandi. Awalnya sekitar pukul 24.00 korban bersama rekannya Awaluddin Novis (saksi) sedang duduk dihalaman rumah, tiba-tiba pelaku Darlin Cs datang dari arah Bonebone langsung menghampiri korban dan saksi dengan sebilah parang kemudian mengarahkan ke saksi, melihat hal tersebut korban lari ke dalam rumah namun tetap dikejar oleh pelaku dan pelaku sempat memecahkan jendela.
Setalah kejadian tersbut pada pukul 24.30 wita, personil Polsek Wolio yang dipimpin oleh IPTU SYUKRI MASEE langsung ke TKP untuk melerai dan mengamankan para pelaku setelah mendapatkan laporan dari warga Kelurahan Tarafu.
Situasi kembali kondusif dan terkndali di sekitar perbatasan Bone-bone dan Kel. Tarafu.
b.Pada 31 Juli 2018 sekitar pukul 02.00 wita tepatnya Jl Cakalang perbatasan Kel. Tarafu melawan kelompok remaja gabungan dari Kel. Wameo dan Kel. Tarafu melawan kelompok remaja dari Kel. Bonebone, kedua kelompok masing-masing yang berjunlah sekitar 30 orang
Akibat bentrokan tersebut 2 orang remaja Kel. Wameo dan Kel. Tarafu menjadi korban terkena busur panh, adapun identitas masing sbb :
81
saling lempar batu dan menggunakan busur panah.
Penyebab bentrokan yaitu persoalan lama antar kedua kelompok remaja yang sudah sering terlibat bentrokan antar dua kelurahan, dimana miras menjadi pengaruh utama bentrokan
4. Faturahman Alias La Engge 17 tahun, pelajar Alamat Kel. Wameo, terkena bususr panah di bagian dagu. 5. Dika, 23 tahun, Mahasiswa
PGSD Unismuh Buton, Kel. Tarafu, terkena bususr panah di paha sebelah kiri.
Kedua korban selanjutnya dibawa ke RS. Muhrum untuk pertolongan dan perawatan medis.
c.Pada 5 Agustus 2018 sekita pukul 01.00 wita bertempat di perbatasan Kel. Bonebone dan Tarafu Kec. Batupoaro kota Baubau, telah terjadi aksi pelemparan batu yang dilakukan OTK dari arah Bone bone ke arah warga Tarafu.
Kejadian tersebut membuat kdua warga Bone-bone Tarafu langsung melaksanakan siaga dan berjaga-jaga di lingkungannya masing-masing.
d.Pada 13 Agustus 2018 pukul 09.30 wita telah terjadi pengrusakan Kantor Kelurahan Tarafu Jl. Hayamwuruk Kel. Tarafu Kec. Batupoaro Kota Baubau oleh Masyarakat Kel Tarafu yang berjumlah kurang lebih100 orang.
Akibat kejadian tersebut sebanyak 12 kaca yang terdiri dari 8 kaca jendela dan 4 kaca ventilasi bagian depan kantor pecah.
Pengrusakan dipicu akibat kemarahan masyarakat terkait pembuatan pos jaga di perbatasan kel Bone-bone Tarafu serta permasalahan bentrokan yang terjadi antar dua kelurahan dan korban terus berjatuhan.
e.Pada 25 November 2018 sekitar 00.30 wita daerah perbatasan terjadi bentrokan yang melibatkan 30 orang pemuda saling lempar batu. Kronologis kejadian sebagai berikut :
• Ada 2 orang yang melintas di Bone-bone berboncengan melakukan pelemparan batu dan menyebabkan rumah warga Bone-bone pecah pada kaca jendela. Kemudian pelaku melarikan diri.
• Kelompok Tarafu Wameo : kelompok pemuda Bone-bone telah melakukan provokasi dengan tindakan pelemparan terhadap rekan mereka yang melintas di Kel Bone-bone sehingga direspon oleh rekan-rekan lainnya dengan mencoba mendatangi kelompok pemuda Kelurahan Bone-bone disambut dengan
Akibat kejadian tersebuttersebut dilaporkan kerugian materil yaitu:
1. Satu buah gerobak dagangan mengalami kerusakan pada bagian kaca akibat dibanting ketengah jalan.
2. Satu rumah milik Bustanul Unul warga Kelurahan Tarafu mengalami kerusakan padakaca jendela yang pecah akibat lemparan batu.
83
pelemparan terhadap kelompok pemuda Tarafu dan Wameo.
• Warga Kel Tarafu : Tidak mengetahui penyebab bentrokan sebab karena saat itu dilokasi sudah sepi, warga terbangunkarena mndengar kelompok pemuda dari Kel Bone-bone berteriak sambil melakukan pengrusakan dan melempari rumah warga Tarafu dengan batu.
3 Tahun 2019 8 Februari pada pukul 10.55 wita di Jl Hayam Wuruk perbatasan Kel Bone-Bone dan Kel Tarafu, Kec. Batupoaro Kota Baubau. Aksi bentrokan antara pemuda Kel Bone-Bone dan Kel Tarafu saling lempar batu. Bentrokan terjadi setelah dinihari terjadi kebakaran rumah warga Bone-Bone yang diduga dilakukan oleh Kelompok pemuda Tarafu.
Akibat bentrokan tersebut kerugian materil berupa 1 unit sepeda motor milik warga Kelurahan Tarafu dibakar dan sejumlah rumah terkena lemparan batu, serta kerugian personil 1 orang terkena busur. Bentrokan dapat dihentikan setelah ratusan personil dari Polres Baubau tiba di lokasi bentrokan. Sumber : Kesbangpol Kota Baubau
Berikut strategi pemerintahan dalam penanganan Konflik Masyarakat Antar Dua Kelurahan yaitu sebagai berikut :
Tabel 4.6.
Strategi Penanganan Konflik
No Strategi Keterangan
1. Pencegahan Konflik a. Melakukan pemetaan wilayah yang rawan konflik.
b. Melakukan sosialisasi hukum tentang akibat yang ditimbulkan dalam konflik dan akan terkena sanksi pidana yang keras
c. Melakukan pencerahan dengan tausiyah keagamaan.
d. Melakukanpendekatan dalam kegiatan seni dan olahraga.
2. Penghentian Konflik a. Pengawasan keamanan di setiap RT dan RW.
b. Sosialisasi dan himbauan tentang keamanan dan ketertiban bersama. c. Penyelesaian konflik dalam
kesepakatan bersama stakeholder. 3. Pemulihan PascaKonflik a. Melaksanakan rekonsiliasi dalam
85
b. Pendirian posko keamanan bersama.
c. Melaksanakan gotong royong dalam kerja bakti bersama dan nonton bareng.
86
DAFTAR PUSTAKA
Arfani, R. N. (2005). 'Governance'sebagai Pengelolaan Konflik. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 8(3), 309-330.
Alfitra. 2017. Konflik Sosial Dalam Masyarakat Moderen. Ponorogo:Wade group.
Analisis isi tata kelola pencegahan konflik di Indonesia.
https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/7844/15.%2 0Surwandono.pdf?sequence=1&isAllowed=y. Diakses 20 Januari 2020
Cegah aksi tawuran, polsek standby di bobota.
https://tribratanews.baubau.sultra.polri.go.id/. Diakses 1 september 2020
Fera Nugroho, M. A, (dkk), Konflik dan Kekerasan pada Aras Lokal, Turusan Salatiga: Pustaka Percik, 2004, hal. 22
Dasar, A. K., & Operasional, B. (1988). A. Metode Penelitian.
Haryanto, S. (2012). Konflik Sosial di Era Reformasi. Masyarakat, Kebudayaan, Politik, 25(4), 299-308.
Hidayat, T. Peran Pemerintahan Daerah Dalam Penanganan Konflik Antar
Warga Di Kabupaten Kolaka Utara. Journal Of Government, 3(1)
Janu, L. (2016). Identifikasi Dan Analisis Konflik Sosial Di Kota Bau-Bau. Etnoreflika: Jurnal Sosial dan Budaya, 5(2), 101-114.
Jumlah penduduk dan rasio jelnis kelamin menurut kecamatan di Kota Baubau.https://baubaukota.bps.go.id/statictable/2016/08/08/58/jumlah -penduduk-dan-rasio-jenis-kelamin-menurut-kecamatan-di-kota-baubau-2015.html. diakses 5 september 2020.
Kota Baubau dalam angka 2020.
https://baubaukota.bps.go.id/publication/2020/04/27/8526584e7896fa 00f654b88d/kota-baubau-dalam-angka-2020.html. Diakses 5 september 2020.
Kecamatan Batupoaro dalam angka 2018.
https://baubaukota.bps.go.id/publication/2018/09/26/569f4f23b361a6e 7ab982d0f/kecamatan-batupoaro-dalam-angka-2018.html. Diakses 5 september 2020.
Koransultra.com
Lengkey, F. F., Gosal, R., & Kimbal, A. (2019). Peranan Badan Kesatuan Bangsa
87
Penanganan Konflik (Studi Kasus Di Kantor Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Minahasa Tenggara). Jurnal Eksekutif, 3(3).
Lumi, H, (Peranan Pemerintah Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Konflik
antar Kelompok (Suatu Study Di Kelurahan Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado). Jurnal Politico,4(1)
Maulana, A. (2014). Kajian Terhadap Keterampilan Tokoh-Tokoh Dalam
Menyelesaikan Konflik Masyarakat Desa Pegagan Lor Ditinjau Dari PerspektiF PKN (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan
Indonesia).
Oktavia, R., KY, I. G. S., & Hidayat, E. (2019). Peran Pemerintah Daerah Dalam Penyelesaian Konflik Antarwarga Di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Damai dan Resolusi Konflik, 5(3).
Pemkot Baubau antiipasi masuknya orang asing berkedok pengungsi wamena.https://portal.baubaukota.go.id/?mod=berita_detail&id=2019
1024-095021pemkot-baubau-antisipasi-masuknya-orang-asing-berkedok-pengungsi-wamena. Diakses 4 September 2020.
Puspita, W. (2018). Manajemen Konflik: Suatu Pendekatan Psikologi,
Komunikasi, dan Pendidikan. Deepublish.
Soekanto, Soerjono.2013.Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:
Alfabeta.
Suparlan, P. (2014). Konflik Sosial dan Alternatif Pemecahannya. Antropologi Indonesia.
Susan, N. Tata Kelola Konflik Demokratis: Kasus Tata Kelola Konflik di Aceh. Setiyani, W. (2016). Tipologi dan Tata Kelola Resolusi Konflik Ditinjau dari
Perspektif Teori Sosial Konflik. TEOSOFI: Jurnal Tasawuf Dan
Pemikiran Islam, 6(2), 275-299.
DAN, K. P., & RI, K. (2004). Resolusi Konflik. Bandung: Bip Gramedia.
Dokumen :
UU Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah
86
L
A
M
P
I
R
A
N
87
❖ Wawancara Bersama Sekretaris Badan Kesbangpol
❖ Wawancara Bersama Kasi Trantib Kelurahan Bone-bone
89
❖ Wawancara Bersama Tokoh Masyarakat Kelurahan Tarafu
❖ Wawancara Bersama Tokoh Pemuda Kelurahan Bone-Bone
91
93
95
99
RIWAYAT HIDUP
Ibink Suhfien, lahir di Mataompana pada tanggal 05 November 1998. Anak Pertama dari pasangan Ayah Hasrun dan Ibu Salfina. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 03 Baubau tahun 2010. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Baubau hingga tamat pada tahun 2013. Kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Baubau dengan mengambil program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Selanjutnya pada tahun 2016 penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan mengambil program studi Ilmu Pemerintahan. Pada tahun 2020 ini akan mengantarkan penulis untuk meraih gelar Sarjana Strata Satu (S1) dengan menyusun karya ilmiah dengan judul “Tata Kelola Konflik Sosial Antar Kelompok Masyarakat Di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara”.