BAB V KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
B. Saran-saran
1. Pihak pengelola sekolah perlu melakukan transformasi akademik secara intens dengan masyarakat secara kelembagaan melalui organisasi komite sekolah sehingga pemahaman masyarakat terhadap tanggung jawab keberhasilan sekolah dapat berjalan maksimal.
2. Dalam upaya untuk meningkatkan kinerja guru agar menjadi lebih profesional sesuai perkembangan tuntutan pendidikan maka pelaksanaan manajemen berbasis sekolah yang lebih mengedepankan kemandirian pengelolaan sekolah maka pengembangan tugas dan tanggung jawab guru menjadi suatu kebutuhan mendesak dengan terus memberikan pendidikan dan latihan atau bentuk kegiatan lainnya dalam rangka pengembangan profesionalisme guru.
3. Lebih memberikan peluang lebih nyata kepada wakil masyarakat dalam komite sekolah untuk lebih optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya baik secara teknis maupun secara konseptual sehingga pelaksanaan manajemen berbasis sekolah mencerminkan demokratisasi di bidang pendidikan.
4. Hendaknya dalam meningkatkan efisiensi MBS, analisis serta pengkajian data dan informasi perlu dilakukan secara terus menerus dan mendalam agar setiap unit kerja di sekolah dapat melaksanakan MBS yang efisien.
5. Agar analisis pengimplementasian MBS menjadi lebih sempurna pada sekolah tingkat dasar, menengah dan lanjutan diharapkan kepada peneliti lain dapat melakukan pengkajian secara mendalam pada dimensi lain dalam MBS, sehingga pelaksanaan MBS tidak lagi menemui kendala di lapangan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman. 1987. Beberapa Pemikiran Tentang Otonomi Daerah. Jakarta : Media Sarana Press
Abidin, Said Zainal. 2006. Kebijakan Publik. Jakarta. Suara Bebas
Abustam, Idrus, Djaali dan Rahman Asfah, M. 1996. Pedoman Praktis Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Ujung Pandang Lembaga Penelitian IKP Ujung Pandang.
Arikunto, Suharsimi, 2002 Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta:Rineka Cipta, Cet ke-12.
Bastian, Reza Aulia. 2002. Reformasi Pendidikan. Yogyakarta : Lappera Pustaka Utama. Berkepanjangan, ICW, 2004
Burhanuddin, 1998. Desentralisasi Manajemen Pendidikan. Malang : UNM
Danuredjo. 1977. Otonomi Indonesia Ditinjau dalam Rangka Kedaulatan. Jakarta : Penerbit Laras
Depdiknas, 2001 MPMBS, Konsep & Pelaksanaan, Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
Depdiknas. 2001. Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. Jakarta Depdiknas. Dunn, William N. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Jogjakarta. Gajah Mada
University Press
Fatah, Nanang, 2003 Konsep Management Berbasis Sekolah dan Dewan Sekolah, Bandung Pustaka Bani Quraisy.
Fattah, Nanang, 2000, Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
Fiske, Edward. B. 1998. Desentralisasi Pengajaran. (Terjemahan Ahli Bahasa Basillius Bengoteku). Jakarta: Grasindo.
Hasbullah, 2006. Otonomi Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Imron , Ali. 1995. Kebijakan Pendiikan Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara
Jalal, Fasli, Supriadi dan Dedi. 2001. Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta : Adi Cita.
Kalster, Wayang. 2000. Restrukturisasi Penyelenggaraan Pendidikan (Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Oktober No. 26) Jakarta : Badan penelitian dan Pengembangan Depdiknas.
Koesoemahatmadja. 1979. Pengantar ke Arah Sistem Pemerintahan di Daerah di Indonesia. Bandung : Binacipta
Lexy J. Moleong, 2002, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mantja, W. 1990. Manajemen Pendidikan dan Supervisi Pengajaran. Malang: Wineka Media
Mantja. W. dan Imron. AH. 1998. Manajemen Peserta Didik. Malang, Depdikbud Mardalis, 1993, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, Jakarta: Bumi Aksara. Margono, S. 2000. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta Rineka Cipta
Mohrman Susan Albert and Wohlstette Priccilla (1994). School-Based Management, Organizing for High Performance, San Fransisco: Jossey-Bass Publisher.
Muhdi, Ali. 2007. Konfigurasi Politik Pendidikan Nasional. Yogyakarta. Pustaka Fahima.
Mulyasa, E. 2004. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep, Strategi dan Implementasi) Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. 2011. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep, Strategi dan Implementasi) cetakan ketigabelas, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nasution, S dan Thomas. M. 2001. Buku Penuntun Membuat Tesis, Skripsi Disertasi Makalah. Jakarta: Bumi Aksara.
Nugroho, D. Riant. 2000. Otonomi Daerah, Desentralisasi Tanpa Revolusi. Jakarta : PT Elex Media Computindo
Nurkholis, Manajemen Berbasis Sekolah, 2004 Teori dan Praktek Bandung: Rosda Pongtuluran, Aris. 1995. Kebijakan Organisasi dan Pengambilan Keputusan
Manajerial. Jakarta. LPMP
Rutmini dan Juyono. 1999. Manajemen Berbasis Sekolah, Konseptual danKemungkinan Strategi Pelaksanaan. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas. Saleh, Syarif. 1963. Otonomi dan Daerah Otonom. Jakarta : Penerbit Endang
Sidi Indra. Djati. 2000. Kebijakan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Bidang Pendidikan. Bandung: PPS UPI.
Slamet PH. (2005). Handout Kapita Selekta Desentralisasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Depdiknas RI.
Slamet PH. (2005). Handout Kapita Selekta Desentralisasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Depdiknas RI
Sujanto, Bedjo, Mensiasati Manajemen Berbasis Sekolah Di Era Krisis Yang
Suparno, Paul. SJ. 2002. Reformasi Pendidikan (Sebuah Rekomendasi). Yogyakarta: Kanisius
Suryono, Yoyon. 2000. Arah Kebijakan Otonomi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta. FIP UNY
Sutrisno Hadi, 1993 Metodologi Research Jilid I, Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.
Syafaruddin. 2008. Efektivitas Kebijakan Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta Thoha, Miftah. 1995. Kepemimpinan Dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Tilaar H.A.R. 2002. Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta . Rineka Cipta.
Tisna. Amidjaja. D.A. 1989. Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia dan Pedoman Pelaksanaannya Jakarta Depdikbud. Umiarso dan Imam Gojali, 2010, Manajemen Mutu Sekolah di Era Otonomi
Pendidikan,Jogjakarta.
Undang-Undang No. 2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta Sinar Grafika.
Undang-Undang No. 22 Tahun 1999. Tentang Otonomi Daerah. Jakarta Sinar Grafika. Uno, B, Hamzah.2006, Teori Motivasi dan Pengukurannya. Analisis di Bidang
Pendidikan, Jakarta: PT Bumi Aksara
Wayong J. 1979. Asas dan Tujuan Pemerintahan Daerah. Jakarta:Penerbit Djambatan Zamroni. (2008). School Based Management. Yogyakarta: Pascarsarjana Universitas
Negeri Yogyakarta.
JUDUL
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
pada SMP Negeri 4 Khusus Kabupaten Umum
ABSTRAK
Manajemen berbasis sekolah merupakan usaha untuk menumbuhkan pendidikan dari bawah, yakni berakar dari masyarakat, atas inisiatif masyarakat, dikelola masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat. Dengan adanya manajemen berbasis sekolah ini memberikan kewenangan sekolah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh lembaga yang bersangkutan. Dari studi langsung di lapangan, ada tiga faktor sebagai penyebab mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata. Ketiga faktor itu antara lain bahwa kebijakan pendidikan kurang memperhatikan proses pendidikan, penyelenggaraan pendidikan secara sentralistik, dan peran serta masyarakat terutama orang tua hanya terbatas pada dukungan dana. Dalam MBS, sekolah memiliki kewenangan yang lebih besar dalam pengelolaan sekolah. Secara filosofis sekolah yang lebih memahami bagaimana situasi atau kondisi sekolah serta harapan apa yang akan dicapai. Tujuan progam MBS adalah peningkatan mutu pendidikan yang meliputi manajemen sekolah, pembelajaran aktif kreatif efektif, dan menyenangkan (PAKEM) dan peran serta masyarakat (PSM). Penelitian ini ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara umum tentang implementasi manajemen berbasis sekolah di SMP Negeri 4 Khusus, termasuk faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Fokus penelitian MBS di SMP Negeri 4 adalah untuk mengetahui implementasi MBS dari pihak manajemen sekolah dalam hal ini kenerja kepala sekolah, kinerja guru dan peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriftif kualitatif. Sumber data utama adalah kata-kata dan tindakan dari kepala sekolah, Wakil kepala sekolah, guru, pengurus komite sekolah, serta tata usaha. Teknik dalam menggali data adalah melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dari tiga unsur pokok menunjukkan, Pertama, bahwa pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dilihat dari kinerja kepala sekolah berbagai tugas dan fungsinya seperti sebagai manajer, administrator, supervisor, pemimpin, innovator, dan motivator dapat berjalan cukup baik. Kedua, bahwa kinerja guru dinilai melalui aspek-aspek seperti kelengkapan program mengajar, penyajian materi pelajaran, evaluasi dan analisis hasil belajar murid serta program perbaikan dan pengayaan dan Ketiga, bahwa partisipasi masyarakat belum sepenuhnya menunjukkan kerjasama yang baik dengan pihak pengelola sekolah. Hal tersebut lebih banyak disebabkan oleh rendahnya kemampuan masyarakat berorganisasi (komite sekolah) sehingga memiliki keterbatasan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti, perumusan misi, visi dalam perencanaan dan pengawasan.
Kata kunci : implementasi, kebijakan, Managemen Berbasis Sekolah.
ABSTRACT
School based management is an effort to foster the education of, the roots of the community, the community initiative, managed for the benefit of the community and society. With a school-based management gives schools the authority to develop the potential of the institution concerned. Of studies in the field, there are three factors as the cause of the quality of education does not increase uniformly. These three factors, among others, that the lack of attention to education policy education process, education is centralized, and the role of the community especially the elderly is limited to financial support. In MBS, the school has greater authority in managing the school. In philosophical schools better understand how the situation or condition of the school and what expectations will be achieved. MBS program goal is to improve the quality of education, including school management, effective creative active learning, and fun (Active Learning) and community (PSM). This study aims to gather information about the implementation of school based management at SMP Negeri 4 Khusus, including the factors supporting and inhibiting factors. MBS research focus in at SMP Negeri 4 Khusus is to investigate the implementation of MBS from management in this kenerja school principal, teacher performance and community participation in improving the quality of education. This study is classified as a descriptive qualitative research. The main data sources are the words and actions of principals, vice principals, teachers, administrators of the school committee and administration.Techniques in exploring the data is through observation, interviews, and documentation. The results of three main elements indicate, first, that the implementation of school-based management be seen from the performance of the principal tasks and functions such as a manager, administrator, supervisor, leader, innovator, and can run pretty good motivator. Second, that assessed the performance of teachers through such aspects as completeness of the teaching program, presentation of subject matter, evaluation and analysis of student learning outcomes and program improvement and enrichment and Third, that public participation has not been fully demonstrated good cooperation with the school management. It is more often caused by poor ability to organize the community (school committee) so it has limited participation in such activities, the formulation of the mission, vision in the planning and supervision.
Keywords: implementation, policy, school based management.
DAFTAR ISI vi
Halaman HALAMAN SAMPUL ... i HALAMAN PENGESAHAN ... ii PRAKATA ... iii ABSTRAK ... v ABSTRACT ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 8
D. Manfaat Penelitian ... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10
A. Desentralisasi Pendidikan... 10
B. Kebijakan Publik Dalam Dimensi Akuntabilitas ... 21
C. Manajemen Pendidikan ... 34
D. Manajemen Berbasis Sekolah ... 35
E. Kinerja Kepala Sekolah ... 48
F. Kinerja Guru Dalam Proses Belajar Mengajar... 49
G. Partisipasi Masyarakat ... 51
H. Kerangka Pikir 52
BAB III METODE PENELITIAN ... 56 vii
A. Jenis dan Lokasi Penelitian ... 56
B. Defenisi Operasional Variabel... 56
C. Variabel Penelitian ... 58
D. Instrumen Penelitian ... 58
E. Populasi dan Sampel ... 59
F. Metode Pengumpulan Data ... 60
G. Teknik Analisis Data ... 62
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 64
A. Identitas Responden ...
64 B. Responden Masyarakat ...
67 C. Kinerja Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan MBS pada SMP Negeri 4 Khusus Kabupaten Umum...
70...
D. Kinerja Guru dalam Pelaksanaan MBS pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Watampone...
86 E. Peran Serta Masyarakat dalam Pelaksanaan MBS pada SMP Negeri 4 Khusus Kabupaten Umum...
98 F. Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi MBS di SMP Negeri 4 Khusus ... 113
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN ... 121
A. Kesimpulan ... 121
B. Saran-saran ... 122
DAFTAR PUSTAKA ... 124
DAFTAR TABEL Tabel 4.1. Karakteristik responden guru berdasarkan pangkat/golongan.... 64
Tabel 4.2. Penyebaran responden guru menurut kelompok umur... 65
Tabel 4.3. Penyebaran responden guru menurut tingkat Pendidikan... 66
Tabel 4.4. Penyebaran responden masyarakat menurut tingkat pendidikan. 68 Tabel 4.5. Penyebaran responden menurut tingkat pendapatan... 69
Tabel 4.6. Penyebaran responden masyarakat menurut latar belakang pekerjaan... 69
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Sketsa Kerangka Pikir ... 55 ix