• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : PENUTUP

C. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi yang sudah dijelaskan maka, peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Untuk para guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 3 Tangerang Selatan lebih memperhatikan lagi pelaksanaan penilaian sikap dengan membuat sendiri instrument penilain sikap pada kurikulum 2013, menyusun profil kemajuan belajar peserta didik agar guru dapat mengidentifikasi kembali kelemahan dan kekuatan komponen penilaian, dan juga dengan membantu para siswa dalam memeberikan arahan cara penilaian sikap kurikulum 2013 yang benar.

2. Dalam evaluasi pembelajaran, guru sebagai evaluator sudah seharusnya dapat melaksanakan proses evaluasi atau penilaian dengan baik, oleh karena itu, guru diharuskan lebih memperkaya skill kompetensinya dalam evaluasi dengan lebih memahami lagi tentang teknik dan prosedur penilaian sikap pada kurikulum 2013 hingga menafsirkan hasil dari pelaksanaan evaluasi tersebut dan didapatkan hasil yang tepat demi tercapainya tujuan pembelajaran.

3. Untuk Sekolah diharapkan dapat memberi berbagai fasilitas dan pelatihan yang lebih maksimal lagi terkait tata cara pelaksanaan penilaian kurikulum 2013 untuk menghasilkan penilaian yang benar.

4. Untuk Kepala Sekolah harus lebih meningkatkan pengawasan kepada tenaga pengajar mata pelajaran pendidikan agama islam dalam melakukan penilaian sikap pada kurikulum 2013.

5. Untuk siswa, dengan adanya penilaian sikap pada kurikulum 2013, diharapkan dapat menunjukkan peningkatan tingkah laku yang selalu mengarah pada hal yang positif dan sesuai dengan standart penilaian sikap pendidikan agama islam.

67

Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, Semarang, 2010. Allson, Pengantar Umum Silabus PAI 3 Mei 2013.

Arifin, Zainal. Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya, cet.1, 2011. - - - - -. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja rosdakarya, 2009.

- - - Aplikasi Konsep Evaluasi dalam Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar, 2015. (http://file.upi.edu/Direktori/fip/jur._kurikulum_dan_tek._pendidikan/196105 011986011ZAINAL_arifin/silabus_evaluasi_pembelajarahbjn/Artikel_Aplika si_Konsep_Evaluasi_Dlm_PAI.pdf)

Badudu, J.S. Kamus Serapan Kata-Kata Asing dalam Bahasa Indonesia, Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2003.

Dimyati, Jhoni. Metodologi Penelitian Pendidikan Dan Aplikasinya Pada Pendidikan Anak Usia Dini Paud. Jakarta: Kencana. cet. 1, 2013.

Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: Raja Grafindo Persada. cet.2, 2011.

- - - -Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif Dan Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008.

Gunawan, Imam Metode Penelitian Kualitatif Teori Dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara. cet., 1. 2013.

Lubis, Hanifah. Studi Kompetensi Guru Agama Islam Dalam Pelaksanaan Evaluasi

Pembelajaran di SMA Negeri 88 Jakarta, 2015.

(http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/89/jtptiain-gdl-moharifin3-4423-1-sekripsi-p.pdf)

Hartati, Muchtar. Penerapan Penilaian Autentik dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan, 2010.

Kemendigbud, Kompetensi Dasar Sekolah Menengah Atas (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTS), 2013.

Kusairi dan suprananto, Pengukuran Dan Penilaian Pendidikan. yogyakarta: Graha ilmu, 2012.

Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, cet. 6, 2007. Moh. Arifin, Evaluasi Pembelajaran Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas IX di SMP

Islam Sultan Agung Sukolilo,2015,

(http://www.academia.edu/3211522/studi_kompetensi_guru_pendidikan_aga ma_islam_dalam_pelaksanaan_evaluasi_pembelajaran_di_sma_negeri_88_jak arta)

Moqowim, Modul Pengembangan Soft Skill Guru PAI. ( Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam, Direktorat Jendral Pendiidkan Agama Islam. Kementerian Agama Repoblik Indonesia, cet.1, 2011.

Mudlofir, Ali. Pendidikan professional, konsep strategi dan aplikasinya dalam peningkata mutu pendidikan di indonesia. Jakarta: Raja Grafindo persada, 2012.

Muhaimin. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Rajawali Pers, 2009.

Mulyasa. Standar Kompetensi Dan Sertiikasi Gur. Bandung: Remaja Rosdakarya, cet.6, 2012.

Musfah, Jejen. Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik. Jakarta:Kencana Perdana Media Group, 2011.

Muslich, Masnur. Authentic Assessment Penilaian Berbasis Kelas Dan Kompetensi. Bandung: Refika Aditama, cet.1, 2011.

Nuraida. Metodologi Penelitian Pendidikan. Tangerang: Islamic Resarch Publishing, cet.1, 2009.

Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No.16 Tahun 2007 Standar Kualifikasi Dan Kompetensi Guru.

Peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan No. 68 tahun 2013 tentang kurikulum SMP-MTS

Peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan No.54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan.

Peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendiidkan Dasar Dan Menengah.

Putra, Nusa. Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, cet.1, 2012.

Samana, Profesionalisme Keguruan. Yogyakarta: Kanisius, 1994.

Saudagar. Fachruddin, Ali Idrus, Pengembangan Profesionalitas Guru. Jakarta:Persada Pers, 2011.

Setia bakti, Andra, sentot kusairi, dan muhardjito. Pengembangan Model Penilaian Autentik Berbasis Kurikulum 2013.

Sudaryono. Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajran. Yogyakarta: Graha ilmu, 2012 Sugiyono. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D.

Bandung: Alfabeta. cet.8, 2009.

Sukardi. Evaluasi Pendidikan. Jakarta Timur: Bumi Aksara. cet., 1, 2008.

Sunarti dan Selly Rahmawati. Penilaian Dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta. 2014

Usman. Basyiruddin. Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta: Ciputat Pers, 2002.

Responden : Drs. Anwarudin

No Aspek Yang Diamati

Kriteria

Ya Tidak

1 Penentuan tujuan penilaian sudah sesuai dengan SK/KD

pendidikan agama islam

2 Identifikasi kompetensi dan hasil belajar sudah sesuai

dengan penilaian

3 Penyusunan kisi-kisi sudah sesuai dengan Kompetensi

Dasar

4 Pengembangan draf instrumen sudah sesuai dengan

kisi-kisi

5 Uji coba dan analisis instrument sudah dilakukan

6 Revisi dan perakitan instrument penilaian baru sudah

dilaksanakan dengn tepat

7 Observasi penilaian sikap sudah dilaksanakan

sebagaimana ketentuan observasi

8 Penilaian sikap melalui teknik penilaian diri sendiri sudah

dilakukan dengan tepat

9 Penilaian sikap melalui teknik penilaian antar peserta didik

sudah dilakukan dengan tepat

10 Penilaian sikap melalui teknik penilaian jurnal sudah

dilakukan dengan tepat

11 Pemberian skor sudah sesuai prosedur

12 Analisis hasil penilaian sikap sudah benar

13 Penafsiran hasil penilaian sikap sudah sesuai

14 Penilaian pencapaian sikap siswa sudah dijelaskan dengan

17 Penilaian untuk Keperluan seleksi sudah digunakan

dengan benar

18 Penilaian untuk Keperluan promosi siswa sudah digunakan

dengan benar

19 Penilaian untuk Keprluan diagnosis siswa dari hasil

penilaian sudah digunakan dengan tepat

20 Penilaian dalam urusan Prediksi masa depan peserta didik

Responden : Chairunnisa S.Pd

No Aspek Yang Diamati

Kriteria

Ya Tidak

1 Penentuan tujuan penilaian sudah sesuai dengan SK/KD

pendidikan agama islam

2 Identifikasi kompetensi dan hasil belajar sudah sesuai

dengan penilaian

3 Penyusunan kisi-kisi sudah sesuai dengan Kompetensi

Dasar

4 Pengembangan draf instrumen sudah sesuai dengan

kisi-kisi

5 Uji coba dan analisis instrument sudah dilakukan

6 Revisi dan perakitan instrument penilaian baru sudah

dilaksanakan dengn tepat

7 Observasi penilaian sikap sudah dilaksanakan

sebagaimana ketentuan observasi

8 Penilaian sikap melalui teknik penilaian diri sendiri sudah

dilakukan dengan tepat

9 Penilaian sikap melalui teknik penilaian antar peserta didik

sudah dilakukan dengan tepat

10 Penilaian sikap melalui teknik penilaian jurnal sudah

dilakukan dengan tepat

11 Pemberian skor sudah sesuai prosedur

12 Analisis hasil penilaian sikap sudah benar

13 Penafsiran hasil penilaian sikap sudah sesuai

14 Penilaian pencapaian sikap siswa sudah dijelaskan dengan

diarsipkan dan diperlihatkan pada bagian terkait

17 Penilaian untuk Keperluan seleksi sudah digunakan

dengan benar

18 Penilaian untuk Keperluan promosi siswa sudah digunakan

dengan benar

19 Penilaian untuk Keprluan diagnosis siswa dari hasil

penilaian sudah digunakan dengan tepat

20 Penilaian dalam urusan Prediksi masa depan peserta didik

Responden : Rendra Mubarok, S.Ei

No Aspek Yang Diamati

Kriteria

Ya Tidak

1 Penentuan tujuan penilaian sudah sesuai dengan SK/KD

pendidikan agama islam

2 Identifikasi kompetensi dan hasil belajar sudah sesuai

dengan penilaian

3 Penyusunan kisi-kisi sudah sesuai dengan Kompetensi

Dasar

4 Pengembangan draf instrumen sudah sesuai dengan

kisi-kisi

5 Uji coba dan analisis instrument sudah dilakukan

6 Revisi dan perakitan instrument penilaian baru sudah

dilaksanakan dengn tepat

7 Observasi penilaian sikap sudah dilaksanakan

sebagaimana ketentuan observasi

8 Penilaian sikap melalui teknik penilaian diri sendiri sudah

dilakukan dengan tepat

9 Penilaian sikap melalui teknik penilaian antar peserta didik

sudah dilakukan dengan tepat

10 Penilaian sikap melalui teknik penilaian jurnal sudah

dilakukan dengan tepat

11 Pemberian skor sudah sesuai prosedur

12 Analisis hasil penilaian sikap sudah benar

13 Penafsiran hasil penilaian sikap sudah sesuai

14 Penilaian pencapaian sikap siswa sudah dijelaskan dengan

17 Penilaian untuk Keperluan seleksi sudah digunakan

dengan benar

18 Penilaian untuk Keperluan promosi siswa sudah digunakan

dengan benar

19 Penilaian untuk Keprluan diagnosis siswa dari hasil

penilaian sudah digunakan dengan tepat

20 Penilaian dalam urusan Prediksi masa depan peserta didik

Responden : H. M. Nasir Rinun, S.Pd

No Aspek Yang Diamati

Kriteria

Ya Tidak

1 Penentuan tujuan penilaian sudah sesuai dengan SK/KD

pendidikan agama islam

2 Identifikasi kompetensi dan hasil belajar sudah sesuai

dengan penilaian

3 Penyusunan kisi-kisi sudah sesuai dengan Kompetensi

Dasar

4 Pengembangan draf instrumen sudah sesuai dengan

kisi-kisi

5 Uji coba dan analisis instrument sudah dilakukan

6 Revisi dan perakitan instrument penilaian baru sudah

dilaksanakan dengn tepat

7 Observasi penilaian sikap sudah dilaksanakan

sebagaimana ketentuan observasi

8 Penilaian sikap melalui teknik penilaian diri sendiri sudah

dilakukan dengan tepat

9 Penilaian sikap melalui teknik penilaian antar peserta didik

sudah dilakukan dengan tepat

10 Penilaian sikap melalui teknik penilaian jurnal sudah

dilakukan dengan tepat

11 Pemberian skor sudah sesuai prosedur

12 Analisis hasil penilaian sikap sudah benar

13 Penafsiran hasil penilaian sikap sudah sesuai

14 Penilaian pencapaian sikap siswa sudah dijelaskan dengan

17 Penilaian untuk Keperluan seleksi sudah digunakan

dengan benar

18 Penilaian untuk Keperluan promosi siswa sudah digunakan

dengan benar

19 Penilaian untuk Keprluan diagnosis siswa dari hasil

penilaian sudah digunakan dengan tepat

20 Penilaian dalam urusan Prediksi masa depan peserta didik

(Guru pendidikan Aagama Islam kelas IX) 1. Bagaimana Bapak/Ibu menentukan tujuan penilaian sikap?

Jawab: untuk menentukan tujuan otomatis saya mengacu pada SK/KD.

2. Bagaimana cara Bapak/Ibu mengidentifikasi kompetensi dalam penilaian sikap? Jawab: dengan melihat 7 aspek yang telah di tentukan pada penilaian kurikulum 2013 yang didasarkan pada sikap yang akhlakul karimah.

3. Bagaimana Bapak/Ibu menyusun kisi-kisi penilaian sikap?

Jawab: untuk kisi-kisi saya tidak menyusun sendiri, yang pastinya sesuai dengan materi pelajaran.

4. Bagaimana Bapak/Ibu membuat pengembangan draf instrumen penilaian sikap? Jawab: untuk istrumen sendiri sudah ada di buku penilaian sikap yang sudah disediakan.

5. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan uji coba dan menganalisis instrumen penilaian sikap?

Jawab: melihat kekurangan dan kelebihan setelah digunakan, tapi saya sendiri belum pernah melakukan uji coba.

6. Bagaimana Bapak/Ibu merivisi dan merakit instrumen baru penilaian sikap? Jawab: untuk perakitan revisi instrumen baru tidak saya lakukan, karena sudah tersedia pada buku penilaian sikap.

7. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan penilaian sikap dengan menggunakan teknik penilaian observasi?

Jawab: saya langsung mengamati siswa satu persatu saat proses belajar mengajar di kelas.

8. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan penilaian sikap dengan menggunakan teknik penilaian diri sendiri?

Jawab: untuk penilaian antar teman lebih kepada memberi arahan untuk menilaia temannya secara objektif dan mengisi buku penilaian sikap dengan saling bertukar buku.

10.Bagaimana Bapak/Ibu melakukan penilaian sikap dengan menggunakan teknik penilaian jurnal?

Jawab: untuk jurnal lebih pada tanggung jawab terhadap nilai siswa dengan kejadian sesungguhnya dan sikap sesungguhnya.

11.Bagaimana Bapak/Ibu memberi skor penilaian sikap?

Jawab: untuk pemberian skor ada di buku penilaian dan untuk skornya itu angkanya 4, 3, 2 dan 1

12.Bagaimana Bapak/Ibu menganalisis hasil penilaian sikap siswa?

Jawab: dilihat dulu hasil penilaiannya, kemudian di berikan uraian dalam bentuk kata-kata.

13.Bagaimana Bapak/Ibu menafsirkan hasil penilaian sikap?

Jawab: untuk menafsirkan lebih pada uraian yang dideskripsikan pada nilai. 14.Bagaimana Bapak/Ibu menlai pencapaian sikap siswa?

Jawab: kalau pencapaian sikap lebih pada tanggung jawab siswa pada mata pelajaran untuk menghasikan sikap dalam bentuk perubahan tingkah laku yang lebih baik.

15.Bagaimana Bapak/Ibu melihat prestasi mata pelajaran berdasarkan hasil penilaian sikap?

Jawab: prestasi siswa dilihat dari sikap yang ditunjukkan apakah memang benar-benar baik atau kurang baik.

Jawab: pada aseleksi pada saat ingin naik kelas, dilihat nilainya bagaimana bisa atau tidak naik kelas.

18.Bagaimana Bapak/Ibu menggunakan hasil penilaian sikap untuk keperluan promosi siswa?

Jawab: untuk promosi tidak beda jauh dengan keperluan seleksi ini juga digunakan untuk siswa yang sudah menamatkan sekolah biasanya tertera di ijazah, begitupun yang akan naik kelas.

19.Bagaimana Bapak/Ibu menggunakan hasil penilaian sikap untuk keperluan diagnosis siswa?

Jawab: untuk diagnosis memberikan solusi ataupun arahan agar penilaian sikap lebih baik lagi atau ada ynag ingin ditingkatkan lagi.

20.Bagaimana Bapak/Ibu menggunakan hasil penilaian sikap untuk keperluan prediksi masa depan siswa?

Jawab: untuk prediksi memberikan arahan-arahan berdasarkan minat dan bakatnya, sehingga ketika sudah SMA bisa menentukan jurusan yang memang benar-benar sesuai dengan dirinya, hal itupun bisa dilihat dari sikap siswa.

Mengetahui,

Responden Pewawancara

Jawab: untuk menentukan tujuan penilaian saya mengacu pada SK/KD mata pelajaran pendidikan agama islam.

2. Bagaimana cara Bapak/Ibu mengidentifikasi kompetensi dalam penilaian sikap? Jawab: dengan melihat 7 aspek yang telah di tentukan pada penilaian kurikulum 2013.

3. Bagaimana Bapak/Ibu menyusun kisi-kisi penilaian sikap?

Jawab: untuk kisi-kisi saya susun berdasarkan SK/KD dan materi pembelajaran yang akan diajarkan.

4. Bagaimana Bapak/Ibu membuat pengembangan draf instrumen penilaian sikap? Jawab: untuk pengembangan draf instrumen penilaian sikap tidak pernah saya lakukan , dan jarang memang digunakan karena keterbatasan waktu serta belum terlalu mahir dalam pembuatan instrumen evaluasi.

5. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan uji coba dan menganalisis instrumen penilaian sikap?

Jawab: melihat lagi instrumen yang sebelumnya, kekurang maupun kelebihannya.

6. Bagaimana Bapak/Ibu merivisi dan merakit instrumen baru penilaian sikap? Jawab: saya sendiri tidak melakukan perakitan instrumen, langsung saja menggunakan instrumen pada penilaian sikap.

7. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan penilaian sikap dengan menggunakan teknik penilaian observasi?

Jawab: saya langsung mengamati siswa satu persatu saat proses belajar mengajar di kelas dan di luar kelas.

8. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan penilaian sikap dengan menggunakan teknik penilaian diri sendiri?

Jawab: untuk penilaian antar teman terkadang setiap anak memiliki kejujuran dan kemampuan yang berbeda sehingga tetap saya lihat tetapi tidak langsung percaya begitu saja.

10.Bagaimana Bapak/Ibu melakukan penilaian sikap dengan menggunakan teknik penilaian jurnal?

Jawab: untuk jurnal sendiri saya menggabungkan keseluruhan dari nilai-nilai yang sudah dikumpulkan.

11.Bagaimana Bapak/Ibu memberi skor penilaian sikap?

Jawab: untuk skor sudah ada di dalam buku penilaian sehingga masing-masing dari siswa langsung menghitung sendiri.

12.Bagaimana Bapak/Ibu menganalisis hasil penilaian sikap siswa?

Jawab: untuk analisis setelah semua nilai sudah terkumpul baru saya gabungkan secara keseluruhan.

13.Bagaimana Bapak/Ibu menafsirkan hasil penilaian sikap?

Jawab: untuk menafsirkan mungkin lebih kepada uraian yang akan saya tulis berdasarkan skor atau nilai yang sudah ada.

14.Bagaimana Bapak/Ibu menlai pencapaian sikap siswa?

Jawab: kalau pencapai melihat pada skor, karna untuk nilai 4 itu sangat baik, untuk nilai 3 itu baik, dan untuk 2 atau satu itu kurang.

15.Bagaimana Bapak/Ibu melihat prestasi mata pelajaran berdasarkan hasil penilaian sikap?

Jawab: untuk prestasi kebanyakan kalau sikap anaknya baik insyaallah nilainya juga baik.

Jawab: yang pastinya dengan selalu menyimpan hasil penilaian sikap karena untuk keperluan masuk ke jenjang berikutnya.

18.Bagaimana Bapak/Ibu menggunakan hasil penilaian sikap untuk keperluan promosi siswa?

Jawab: untuk promosi tidak beda jauh dengan keperluan seleksi ini juga digunakan untuk siswa yang sudah menamatkan sekolah biasanya tertera di ijazah, begitupun yang akan naik kelas.

19.Bagaimana Bapak/Ibu menggunakan hasil penilaian sikap untuk keperluan diagnosis siswa?

Jawab: untuk diagnosis mungkin lebih kepada bagaimana kita sebagai guru membantu memberi solusi kalau saja siswa memang dalam sikap masih harus ditingkatkan.

20.Bagaimana Bapak/Ibu menggunakan hasil penilaian sikap untuk keperluan prediksi masa depan siswa?

Jawab: untuk prediksi ini sendiri lebih kepada memberikan arahan atau terkait kemampuan atau minat setiap siswa agar bener-benar tahu kemampuannya dimana, tapi ini juga jarang dilakukan karena saya pikir setiap siswa masih bisa mengembangkan kemampuannya lagi.

Mengetahui,

Responden Pewawancara

Jawab: menyesuaikan dengan indikator yang sudah tersusun.

2. Bagaimana cara Bapak/Ibu mengidentifikasi kompetensi dalam penilaian sikap? Jawab: dengan menyesuaikan standar/aspek kurang lebih ada 7 aspek yang telah di tentukan pada penilaian kurikulum 2013.

3. Bagaimana Bapak/Ibu menyusun kisi-kisi penilaian sikap?

Jawab: kisi-kisa untuk penilaian sikap kurikulum 2013 tidak dibuat langsung oleh guru, tapi memang sudah ada kisi-kisi dan instrumennya sendiri dari pusat. 4. Bagaimana Bapak/Ibu membuat pengembangan draf instrumen penilaian sikap?

Jawab: untuk istrumen sendiri berhubung sudah disediakan di dalam buku berdasarkan kesepakatan, itu juga tergantung pada materi pelajaran dan indikator yang ingin dicapai.

5. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan uji coba dan menganalisis instrumen penilaian sikap?

Jawab: sejauh ini saya tidak menggunakan uji coba menganalisis instrumen penilaian yang akan saya berikan kepada siswa.

6. Bagaimana Bapak/Ibu merivisi dan merakit instrumen baru penilaian sikap? Jawab: begitupun revisi, saya tidak melakukannya.

7. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan penilaian sikap dengan menggunakan teknik penilaian observasi?

Jawab: saya melakukan penilaian yang objektif, melihat sikap siswa baik di dalam maupun di luar pembelajaran.

8. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan penilaian sikap dengan menggunakan teknik penilaian diri sendiri?

penilaian antar peserta didik?

Jawab: untuk penilaian antar peserta didik juga sama subjektif, jadi tetap akan melihat kembali pada hasil observasi.

10.Bagaimana Bapak/Ibu melakukan penilaian sikap dengan menggunakan teknik penilaian jurnal?

Jawab: untuk jurnal itu adalah pengumpulan semua aspek yang terjadi pada siswa tertentu, jadi guru mengumpulkan apa saja yang telah siswa lakukan berdasarkan sikap itu sendiri.

11.Bagaimana Bapak/Ibu memberi skor penilaian sikap?

Jawab: untuk skor saya memeberikan sesuai dengan penskoran yang memang sudah ada ketentuannya dari 1 sampai dengan 4, dan pada buku sikap masing-masing siswa sudah tertera cara menghitungnya.

12.Bagaimana Bapak/Ibu menganalisis hasil penilaian sikap siswa?

Jawab: lebih kepada penyatuan semua nilai siswa kemudian saya akan menganalisis dengan membandingkan antara observasi, penilaian diri seendiri, maupun penilaian antar peserta didik.

13.Bagaimana Bapak/Ibu menafsirkan hasil penilaian sikap?

Jawab: untuk menafsirkan saya lakukan sedetailmungkin terkait sikap siswa sesuai dengan progres yang terlihat pada siswa, apakah siswa sudah menunjukkan sikap yang baik atau masih sama atau tidak ada perubahan.

14.Bagaimana Bapak/Ibu menlai pencapaian sikap siswa?

Jawab: pencapaian sikap dilihat dari hasil perkembangan atau perubahan sikap yang ditimbilkan siswa sendiri.

15.Bagaimana Bapak/Ibu melihat prestasi mata pelajaran berdasarkan hasil penilaian sikap?

Jawab: pertanggung jawaban melalaui pengumpulaian nilai yang di input kedalam format penilaian pada kurikulum 2013 untuk keperluan raport siswa. 17.Bagaimana Bapak/Ibu menggunakan hasil penilaian sikap untuk keperluan

seleksi siswa?

Jawab: dilihat secara objektif, kalau memang sudah sesuai baru bisa dikatakan bisa lanjut kejenjang selanjutnya atau tidak.

18.Bagaimana Bapak/Ibu menggunakan hasil penilaian sikap untuk keperluan promosi siswa?

Jawab:karena kurikulum 2013 memang yang diutamakan adalah adanya perubahan pada afektif siswa selain pengetahuan dan keterampilan, otomatis sikap sangat berperan dalam kelanjutan prestasi maupun keperluan sikap siswa ketika dihadapkan pada kompetisi tertentu.

19.Bagaimana Bapak/Ibu menggunakan hasil penilaian sikap untuk keperluan diagnosis siswa?

Jawab: sangat diperlukan untuk melihat perkembangan sikap siswa, sehingga ketika ingin memberikan arahan kita bisa mengacu pada perkembangan sikapnya yang terlihat setelah melalui proses pembelajaran, baik itu di dalam maupun yang terlihat di luar ketika bergaul dengan teman-temannya.

20.Bagaimana Bapak/Ibu menggunakan hasil penilaian sikap untuk keperluan prediksi masa depan siswa?

Jawab: penilaian sikap untuk prediksi masa depan, agak sedikit sulit melihat jumlah anak dalam satu kelas ada 40 anak dan memiliki kepribadian berbeda, namun beberapa dari siswa yang memang menonjol bisa terprediksi masa depannya karena memang terlihat sikap yang baik ataupun buruk , mungkin

Mengetahui,

Responden Pewawancara

Jawab: pada tujuan penilaian saya mengacu pada SK/KD dan standart yang sudah ditentukan oleh pusat terutama untuk kurikulum 2013 memang telah ada dari pusat.

2. Bagaimana cara Bapak/Ibu mengidentifikasi kompetensi dalam penilaian sikap? Jawab: mengidentifikasi dengan melihat materi-materi pendidikan agama islam lalu menyesuaikan dengan buku penilaian yang sudah ada.

3. Bagaimana Bapak/Ibu menyusun kisi-kisi penilaian sikap?

Jawab: untuk kisi-kisi saya tidak menyusun sendiri, yang pastinya sesuai dengan materi pelajaran.

4. Bagaimana Bapak/Ibu membuat pengembangan draf instrumen penilaian sikap? Jawab: untuk penilaian sikap sudah ada pada buku penilaian sikap yang diberikan

Dokumen terkait