BAB V PENUTUP
B. Saran
Saran untuk penelitian ini adalah sebagai berikut
1. Melanjutkan penelitian ke siklus 3 berdasarkan hasil refleksi pada siklus 2 2. Untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa, perlu mempertimbangkan
untuk mengganti model pembelajaran yang lebih tepat.
67
DAFTAR PUSTAKA
Arra, T. C., D’A to io, D. M., & D’A to io M. . Introduction to research in education. (Terjemahan Arif Furchan). New York, NY: Holt, Rinehart and Winston. (Buku asli diterbitkan tahun 2007).
Arends, R. (2008). Learning to teach. McGraw-Hill Higher Education.
Arends, D., & Kilcher, A. (2010). Teaching for student learning: Becoming an accomplished teacher. Routledge.
Davi, Umra Iwa. (2012). Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar pada materi aljabar bagi siswa kelas VIII-B SMP Negeri 10 Malang. Malang: Universitas Negeri Malang Elliot, A. J., & Dweck, C. S. (2005). Competence and motivation. Handbook of competence and motivation, 3-12. Djaali. (2008). Psikologi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Eggen, P., & Kauchak, D. (2012). Strategi dan model pembelajaran: mengajar konten dan keterampilan berpikir.(Terjemahan Satrio Wahono).
Elliott, S.N., Kratochwill, T.R., Cook, J.L., et.al.(2000). Educational psychology: effective teaching, effective learning (3rd ed).Boston: Mc Graw Hill.
Gagne, R.M. & Briggs, L.J. (1979). Principle of instructional design. The United Stated Of America: Holt, Rinehart and Winston
Githua, B. N., & M a gi, J. G. . “tude ts’ athe ati s self-concept and motivation to learn mathematics: relationship and gender differences among Ke ya’s se o dary-school students in Nairobi and Rift Valley provinces. International Journal of Educational Development, 23(5), 487-499. Hopkins, D. (2014). A teacher's guide to classroom research. McGraw-Hill Education
(UK).
Hudojo, Herman. (1988). Mengajar belajarmatematika. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Jakarta.
Kemendikbud. (2013). Permendikbud Nomor 32, Tahun 2013, tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Kurniawan, H., & Istiningrum, A. A. (2012). Penerapan metode pembelajaran kooperatif teknik think pair share untuk meningkatkan motivasi belajar akuntansi kompetensi dasar menghitung mutasi dana kas kecil siswa kelas X
68
Akuntansi 2 SMK Negeri 7 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 10(1).
Kurniawan, R. (2010). Peningkatan Kemampuan Pemahanan dan Pemecahan Masalah matematis melalui pembelajaran dengan pendekatan kontektual pada siswa SMK. Disertasi pada SPS UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Lie, A. (2002). Cooperative learning: Mempraktikkan cooperative learning di ruang-ruang kelas. Jakarta: Gramedia.
Mappaita, Muhkal. (1993). Hubungan Antara Konsep Diri Matematika dan Motivasi Berprestasi Belajar Matematika Siswa Kelas I SMA Negeri di Kota Administratif Kendari. Tesis PPS IKIP Malang.
Nitko, N & Brookhart, S. M. (2007). Educational assesment of student (5th ed.). Ohio: Pearson
Ormrod, Jeanne, E. (2003). Educational psychology developing learners (4th ed.).New Jersey: Merril Prenticehall
Purwanto, Ngalim. (2004). Psikologi pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Santrock, John W. (2010). Psikologi pendidikan edisi kedua. Jakarta: Kencana. Schunk, D.H., Pintrich., P.R., & Mecee, J.L. (2010). Motivation in education
theory, research, and Applications (3rd ed.). New Jersey: Pearson Education.
Setiawan, I. (2010). Conte tual Teaching and Learning: hat it is and h it’s here to stay (Elaine B. Johnson. Terjemahan).
Slavin, R. E. (2005). Cooperative learning: Theory, research, and practice. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall,.
Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Landasan psikologi proses pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Suprijono, A. (2009). Cooperative learning teori & aplikasi paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Trianto, M. P., & Pd, M. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. konsep, landasan, dan implementasinya pada KTSP. Jakarta: Kencana.
69
Zakaria, E., Chin, L. C., & Daud, M. Y. (2010). The effects of cooperative learning on stude ts’ athe ati s achievement and attitude towards mathematics. Journal of social sciences, 6(2), 272-275.
71 Lampiran 1 Angket Motivasi Siswa
Angket motivasi yang digunakan mengadopsi angket motivasi yang dikembangkan oleh oleh Burden dengan aspek interest, relevance, perceived probability of success, dan satisfaction (Githua & Mwangi, 2003). Interest merupakan minat atau rasa ingin tahu siswa yang muncul sehingga terdorong untuk belajar. Relevance berkaitan dengan perasaan siswa terhadap signifikansi dan keberartian materi pelajaran bagi kehidupan mereka. Artinya, siswa yang menganggap Matematika itu relevan bagi kehidupannya akan mempelajari Matematika. Perceived probability of success, yakni keyakinan siswa dalam mengendalikan perilakunya untuk mencapai kesuksesan belajar. Artinya siswa akan berusaha dengan keras dalam belajar dan mengerjakan soal jika mereka yakin mampu menyelesaikannya. Satisfaction, yakni kondisi keseimbangan psikologi antara pengalaman atas penghargaan esktrinsik dan kesadaran atas kepentingan untuk terus berkembang.
Aspek Butir Pernyataan Positif Butir Pernyataan Negatif
Interest 1, 3, 4 2, Satisfaction 5, 6 7, 8, 9 Relevance 10, 12, 13, 14, 15, 16 11, 17 Perceived probability of success 23, 24, 25, 26 18, 19, 20, 22
72
Angket Motivasi Siswa
1. Mulailah dengan membaca Basmalah
2. Bacalah setiap isi angket dengan baik sebelum menjawabnya. 3. Berilah tanda centang (√) pada pilihan jawaban yang anda pilih
sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
4. Untuk arti pilihan jawaban adalah sebagai berikut: SS : Sangat Setuju
S : Setuju
R : Ragu-Ragu
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
5. Hal yang kurang dipahami silahkan ditanyakan kepada guru/petugas.
6. Setelah selesai dimohon untuk menyerahkan kembali kepada guru /petugas.
7. Angket ini tidak akan berpengaruh terhadap nilai yang anda peroleh.
No Pernyataan Pilihan Jawaban
SS S R TS STS
1 Saya suka belajar Matematika
2 Belajar Matematika membuat saya frustasi 3 Waktu-waktu dengan Matematika merupakan
waktu yang paling saya nikmati
4 Saya sangat termotivasi dalam belajar Matematika 5 Belajar Matematika merupakan kepuasan
tersendiri
6 Saya merasa puas dengan cara saya dalam belajar Matematika
73
No Pernyataan
Pilihan Jawaban
SS S R TS STS
7 Saya tidak puas dengan partisipasi saya selama pembelajaran Matematika
8 Saya merasa cukup dengan pembelajaran Matematika di kelas
9 Saya merasa cukup dengan hasil tugas dan ulangan Matematika saya
10 Saya bercita-cita untuk mempelajari Matematika lebih lanjut
11 Saya ragu apakah perlu mempelajari Matematika lebih lanjut
12 Pembelajaran Matematika di kelas sangat bermakna bagi saya
13 Materi Matematika yang dipelajari berhubungan erat dengan pengalaman sehari-hari saya
14 Matematika sesuai dengan kebutuhan dan tujuan saya baik untuk di rumah maupun di sekolah. 15 Matematika memberikan kesempatan kepada saya
untuk membentuk sikap bertanggungjawab 16 Pembelajaran Matematika memberikan saya
kesempatan untuk berinteraksi sosial 17 Saya akan mencari pekerjaan yang tidak
memerlukan kemampuan Matematika
18 Saya pikir sulit mengerjakan Matematika secara mandiri
19 Saya ragu mampu menerapkan Matematika dalam kehidupan sehari-hariI
20 Saya ragu berhasil menyelesaikan tugas Matematika yang diberikan guru.
21 Saya memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan Matematika
74
No Pernyataan
Pilihan Jawaban
SS S R TS STS
22 Saya ragu memperoleh hasil yang baik dalam mata pelajaran yang berkaitan dengan Matematika 23 Saya yakin mampu menyelesaikan soal
Matematika
24 Saya yakin mampu menyelesaikan tugas
Matematika secara mandiri baik di dalam maupun di luar sekolah
25 Saya yakin dapat meraih skor yang tinggi dalam ujian Matematika
26 Saya yakin dapat menerapkan Matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah
75 Lampiran 2 Perangkat Pembelajaran Siklus 1 a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMP/MTs Kelas/Semester : VII/1
Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 8 JP (3 pertemuan) A. Standar Kompetensi
2. Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 2.3 Menyelesaikan
persamaan linier satu variabel
1. Menyebutkan contoh kalimat pernyataan 2. Menyebutkan contoh kalimat terbuka 3. Menentukan kebenaran suatu kalimat
pernyataan
4. Menyebutkan contoh persamaan 5. Menyebutkan sifat persamaan
6. Mengubah bentuk kalimat verbal menjadi bentuk persamaan
7. Menentukan penyelesaian suatu persamaan 8. Menyebutkan contoh persamaan linier satu
variabel (PLSV)
9. Menggunakan sifat penjumlahan pada persamaan untuk menyelesaikan PLSV 10. Menggunakan sifat pengurangan pada persamaan untuk menyelesaikan PLSV 11. Menggunakan sifat perkalian pada
persamaan untuk menyelesaikan PLSV 12. Menggunakan sifat pembagian pada
persamaan untuk menyelesaikan PLSV 13. Menggunakan beberapa sifat persamaan
untuk menyelesaikan PLSV
14. Menyelesaikan PLSV yang berupa kalimat verbal
15. Menyelesaikan PLSV yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
16. Menyelesaikan PLSV yang berkaitan dengan disiplin ilmu lainnya
76 C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
1. Diberikan contoh kalimat pernyataan dan contoh bukan kalimat pernyataan (kalimat terbuka, larangan, perintah), siswa dapat menyebutkan contoh kalimat pernyataan secara tertulis.
2. Diberikan contoh kalimat terbuka dan contoh bukan kalimat terbuka (kalimat pernyataan, larangan, perintah), siswa dapat menyebutkan contoh kalimat terbuka secara tertulis.
3. Diberikan contoh kalimat dan penilaian kebenarannya, siswa dapat menentukan kebenaran suatu kalimat pernyataan secara tertulis.
4. Diberikan contoh persamaan dan contoh bukan persamaan (kesamaan dan pertaksamaan), siswa dapat menyebutkan contoh persamaan secara tertulis.
5. Diberikan contoh persamaan yang dimanipulasi, siswa dapat menyebutkan sifat persamaan secara tertulis.
6. Diberikan contoh kalimat verbal dan cara mengubahnya menjadi bentuk persamaan, siswa dapat mengubah kalimat verbal menjadi bentuk persamaan secara tertulis.
7. Dijelaskan cara substitusi suatu bilangan ke dalam variabel persamaan, siswa dapat menentukan penyelesaian persamaan secara tertulis.
Pertemuan 2
8. Diberikan contoh persamaan linier satu variabel (PLSV) dan contoh bukan PLSV (persamaan kuadrat atau persamaan dua variabel), siswa dapat menyebutkan contoh PLSV.
9. Diberikan contoh, siswa dapat menggunakan sifat penjumlahan pada persamaan untuk menyelesaikan PLSV secara tertulis
10. Diberikan contoh, siswa dapat menggunakan sifat pengurangan pada persamaan untuk menyelesaikan PLSV secara tertulis
11. Diberikan contoh, siswa dapat menggunakan sifat perkalian pada persamaan untuk menyelesaikan PLSV secara tertulis
12. Diberikan contoh, siswa dapat menggunakan sifat pembagian pada persamaan untuk menyelesaikan PLSV secara tertulis
Pertemuan 3
13. Diberikan contoh, siswa dapat menggunakan beberapa sifat persamaan untuk menyelesaikan PLSV secara tertulis
14. Diberikan contoh, siswa dapat menyelesaikan PLSV yang berupa kalimat verbal secara tertulis
15. Diberikan contoh, siswa dapat menyelesaikan PLSV yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari secara tertulis
16. Diberikan contoh, siswa dapat menyelesaikan PLSV yang berkaitan dengan disiplin ilmu lainnya secara tertulis
D. Materi Pembelajaran Pertemuan 1
77
1. Kalimat Pernyataan dan Kalimat Terbuka 2. Persamaan dan Sifatnya
Pertemuan 2
Menyelesaikan Persamaan Linier Satu Variabel Pertemuan 3
Menyelesaikan Masalah yang Berkaitan dengan Persamaan Linier Satu Variabel E. Alokasi Waktu
Pertemuan 1: 3 x 40 menit Pertemuan 2: 2 x 40 menit Pertemuan 3: 3 x 40 menit F. MetodePembelajaran
Model Pembelajaran Kooperatif tipe TPS dengan pendekatan Kontekstual G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi salam, mengajak siswa erdo’a da e ge ek kehadira sis a 2. Guru mengondisikan suasana belajar yang
menyenangkan
3. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan mendiskusikan tentang bentuk aljabar, unsur dan operasinya. Misalnya,
“iapa ya g isa e erika o toh e tuk alja ar?
(Menuliskan 5m + 7)
“e utka aria el dari e tuk alja ar terse ut
“e utka koefisie ya
Apakah ada ko sta ta? “e utka (menuliskan 5a dan 7a)
“iapa ya g isa e e tuka hasil pe ju laha da pe gura ga ya?
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
5. Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan
10 menit
Inti 1. Siswa duduk secara berpasangan.
2. Siswa menyimak penyajian permasalahan kontekstual oleh guru
78
3. Siswa mengikuti kegiatan pada LKS secara mandiri.
4. Siswa berdiskusi dengan pasangannya tentang kegiatan yang telah mereka lakukan dan guru berkeliling untuk membantu kesulitan siswa
5. Beberapa siswa menyampaikan hasil diskusinya dalam forum kelas.
6. Siswa lainnya memberikan tanggapan dan pertanyaan.
7. Siswa mencoba menyelesaikan permasalahan kontekstual yang disajikan di awal
8. Perwakilan siswa menyajikan solusi permasalahan.
9. Guru menganggapi jawaban siswa
Penutup 1. Guru bersama siswa menyimpulkan kalimat terbuka, pernyataan dan persamaan. 2. Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan
yang telah dilakukan
3. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar
4. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan selanjutnya agar siswa dapat belajar sebelumnya,kemudian berdoa.
10 menit
Pertemuan 2
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi salam, mengajak siswa erdo’a da e ge ek kehadira sis a 2. Guru mengondisikan suasana belajar yang
menyenangkan.
3. Guru mengecek pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya tentang bentuk persamaan. Misalnya,
“iapa ya g isa e ye utka o toh kalimat terbuka da per yataa ?
79
(Menuliskan beberapa bentuk aljabar) Te tuka , a akah ya g erupaka persa aa
4. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
5. Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. Inti 1. Siswa duduk secara berpasangan.
2. Siswa menyimak penyajian permasalahan kontekstual oleh guru
3. Siswa mengikuti kegiatan pada LKS secara mandiri.
4. Siswa berdiskusi dengan pasangannya tentang kegiatan yang telah mereka lakukan dan guru berkeliling untuk membantu kesulitan siswa
5. Beberapa siswa menyampaikan hasil diskusinya dalam forum kelas.
6. Siswa lainnya memberikan tanggapan dan pertanyaan.
7. Siswa mencoba menyelesaikan permasalahan kontekstual yang disajikan di awal
8. Perwakilan siswa menyajikan solusi permasalahan.
9. Guru menganggapi jawaban siswa
60 menit
Penutup 1. Guru bersama siswa menyimpulkan tentang PLSV dan penyelesaiannya
2. Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan
3. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar
4. Guru menyampaikan rencana pembelajran pada pertemuan selanjutnya agar siswa dapat belajar sebelumnya kemudian berdoa.
80 Pertemuan 3
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi salam, mengajak siswa erdo’a dan mengecek kehadiran siswa 2. Guru mengondisikan suasana belajar yang
menyenangkan.
3. Guru mengecek pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya tentang penyelesaian SPLV. Misalnya,
(Menuliskan beberapa SPLV)
“iapa ya g dapat e yelesaika ya? 4. Guru menyampaikan kompetensi yang akan
dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
5. Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 6. Guru menyampaikan lingkup dan teknik
penilaian yang digunakan.
10 menit
Inti 1. Siswa duduk secara berpasangan.
2. Siswa menyimak penyajian permasalahan kontekstual oleh guru
3. Siswa mengikuti kegiatan pada LKS secara mandiri.
4. Siswa berdiskusi dengan pasangannya tentang kegiatan yang telah mereka lakukan dan guru berkeliling untuk membantu kesulitan siswa
5. Beberapa siswa menyampaikan hasil diskusinya dalam forum kelas.
6. Siswa lainnya memberikan tanggapan dan pertanyaan.
7. Siswa mencoba menyelesaikan permasalahan kontekstual yang disajikan di awal
8. Perwakilan siswa menyajikan solusi permasalahan.
9. Guru menganggapi jawaban siswa
100 menit
Penutup 1. Guru bersama siswa menyimpulkan tentang operasi menyelesaikan SPLV dalam kehidupan sehari-hari
81
2. Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan
3. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar
4. Guru menyampaikan pertemuan berikutnya akan dilaksanakan ulangan harian.
H. Penilaian
Bentuk instrumen penilaian: Pilihan ganda I. Media/Alat, Bahan dan Sumber Belajar
Media/Alat : Papan tulis, LCD
Bahan : LKS
Sumber Belajar : Manik, Dame Rosida. 2009. Penunjang belajar Matematika untuk SMP/MTs Kelas 7. Jakarta: Erlangga.
Yogyakarta, November 2016 Mengetahui,
Guru Mata Pelajaran
Ratnaningsih, S.Pd NBM. 1009756
Peneliti
Anwaril Hamidy NIM. 15709251018
82 b. Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1
Fitrah dan Hamid memiliki tabungan sebesar Rp1.500.000,-. Mereka ingin berqurban satu ekor kambing seharga Rp2.500.00,-. Berapa rupiah lagi uang yang mesti mereka kumpulkan agar dapat berqurban? Dapatkah kamu membuat persamaannya?
Untuk dapat menjawab pertanyaan di atas, kita akan mempelajari tentang persamaan. Tapi sebelumnya kita akan mengenal kalimat pernyataan dan kalimat terbuka
KEGIATAN 1.1 Kalimat Pernyataan
Kalimat pernyataan adalah kalimat yang dapat ditentukan kebenarannya. Perhatikan tabel contoh kalimat pernyataan dan bukan kalimat pernyataan. Kemudian, lengkapilah dengan membuat contoh kalimat pernyataan dan bukan kalimat pernyataan lainnya.
No Kalimat Pernyataan Bukan Kalimat Pernyataan
1 Ibu kota Indonesia adalah
Yogyakarta Yogyakarta kota yang menyenangkan 2 1 jam setara dengan 60 menit Gunakanlah waktu dengan baik 3 Hasil kali 5 dan 2 adalah 10 Hasil kali dua bilangan adalah 32
4 1 kg besi lebih berat dari 1 kg kapas
Lebih mudah menyelesaikan soal perpangkatan daripada soal bentuk akar pangkat
5
6
Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Hari/Tanggal : _______________________________ Alokasi Waktu : 100 menit
Nama : _______________________________ Kelas : VII ___
Materi : 1.Kalimat Pernyataan dan Terbuka 2. Persamaan
83 KEGIATAN 1.2 Kalimat Terbuka
Kalimat terbuka adalah kalimat yang memiliki variabel sehingga belum bisa ditentukan kebenarannya.
Perhatikan tabel contoh kalimat terbuka dan bukan kalimat terbuka. Kemudian, lengkapilah dengan membuat contoh kalimat terbuka dan bukan kalimat terbuka lainnya.
No Kalimat Terbuka Bukan Kalimat Terbuka
1 Tinggi gedung itu ditambah 500 m
sama dengan tinggi Tugu Jogja Hari ini adalah hari Sabtu 2 Umur Dani lebih tua 4 tahun dari
umur Dina Dilarang menyontek ketika ulangan 3 Hasil bagi suatu bilangan oleh 4
adalah 92 Hasil kali 7 dan 2 adalah 21 4 Hasil penjumlahan dua bilangan
lebih dari 15
Membaca lebih mengasyikkan daripada menulis
5
6
7
Dapatkah kamu menentukan variabel pada kalimat terbuka? Sebutkan
1. Variabel kalimat terbuka 1: Tinggi gedung (Tinggi Tugu Jogja bukan variabel karena ketinggiannya bisa dicari tahu)
2. Variabel kalimat terbuka 2: Umur Dani dan Umur Dina
3. Variabel kalimat terbuka 3: Bilangan yang dibagi oleh 4
4. Variabel kalimat terbuka 4: ________________________________________________________
5. Variabel kalimat terbuka 5: ________________________________________________________
6. Variabel kalimat terbuka 6: ________________________________________________________
7. Variabel kalimat terbuka 7: _______________________________________________________
KEGIATAN 1.3 Kebenaran Kalimat Pernyataan
Kalimat pernyataan dapat ditentukan nilai kebenarannya, yaitu benar atau salah.
Perhatikan kalimat pernyataan berikut beserta nilai kebenarannya. Kemudian tentukan kebenaran untuk kalimat pernyataan lainnya.
84
No Kalimat Pernyataan Benar/Salah Alasan
1 Ibu kota Indonesia adalah
Yogyakarta Salah
Ibu kota Indonesia adalah Jakarta
2 1 jam setara dengan 60 menit Benar
3 Hasil kali 5 dan 2 adalah 10 Benar 5 x 2 =10
4 3 merupakan bilangan genap Salah
3 merupakan bilangan ganjil, karena 3 tidak habis dibagi 2
5 1 kg besi lebih berat dari 1 kg
kapas Salah
Karena sama-sama 1 kg, maka beratnya sama 6 Kuadrat dari 3 adalah 6
7 Hasil kali 2 dan 3 lebih dari hasil penjumlahannya 8 11 habis dibagi oleh 3
KEGIATAN 1.4 Persamaan
Persamaan adalah kalimat terbuka dalam bentuk aljabar yang memiliki tanda hubung sama dengan =
Perhatikan tabel contoh persamaan dan bukan persamaan. Kemudian, lengkapilah dengan membuat contoh persamaan dan bukan persamaan lainnya.
No Persamaan Bukan Persamaan
1 3p = 0 3 = 7 – 4 2 − + = 3p + 5 > 10 3 = + + + 4 − = + + 5 6 7
KEGIATAN 1.5 Sifat Persamaan
Persamaan terdiri dari ruas kiri, ruas kanan dan tanda = . Contohnya persamaan + = , maka ruas kirinya adalah 5p + q dan ruas kanannya adalah 3. Agar selalu sama , setiap operasi yang dilakukan pada ruas kanan, harus dilakukan pula pada ruas kiri, begitu pula sebaliknya.
Perhatikan contoh berikut. + =
85
↔ + − = − (tanda ↔ : persamaan tersebut senilai dengan persamaan sebelumnya)
↔ + + = +
↔ + =
↔ + =
↔ + =
Sekarang lengkapilah persamaan berikut
− = +
↔ − − = ________________________________________________________________ ↔_______________________________________________________________________= + ↔ − + = ______________________________________________________________________ ↔________________________________________________________________________
=
+KEGIATAN 1.6 Mengubah Bentuk Kalimat Terbuka ke Bentuk Persamaan Suatu kalimat terbuka yang berkaitan dengan Matematika, dapat diubah ke bentuk persamaan sehingga dapat dicari penyelesaiannya.
Perhatikan cara mengubah bentuk kalimat menjadi bentuk aljabar. Lengkapilah.
No Kalimat Terbuka Permisalan Bentuk aljabar
1 Umur Dani lebih tua 4 tahun dari umur Dina
D = Umur Dani I = Umur Dina
D = 4 + I
2 Hasil bagi suatu bilangan oleh 4 adalah 92
x = suatu bilangan 4x = 92
3 Hasil penjumlahan dua bilangan adalah 15
a = bilangan pertama b = bilangan kedua
a + b = 15
4 5 kali dari penjumlahan dua bilangan adalah 32
p = bilangan pertama q = bilangan kedua
5(p + q) = 32
5 45 ditambah dua kali suatu bilangan adalah 100
s = suatu bilangan 45 + 2s = 100
6 Kuadrat suatu bilangan adalah
64 r = suatu bilangan
7
Selisih dua bilangan sama dengan setengah dari salah
satu bilangan itu − =
8
Dua per tiga suatu bilangan sama dengan penjumlahan bilangan tersebut dengan 10
86 KEGIATAN 1.7 Penyelesaian Suatu Persamaan
Jika suatu bilangan disubstitusikan (digantikan) ke variabel pada persamaan sehingga persamaan tersebut bernilai benar, maka bilangan tersebut merupakan penyelesaian dari persamaan.
Perhatikan contoh berikut.
Diketahui persamaan = + .
a. Untuk x = 1, disubstitusi ke = +
= −
↔ = − (Salah)
Maka x = 1 bukan penyelesaian dari = + b. Untuk x = 2, = +
↔ = (Benar)
Maka x = 2 penyelesaian dari = + c. Untuk x = 3, = +
↔ = (Salah)
Maka x = 3 bukan penyelesaian dari = + d. Untuk x = 4, = +
↔ = (Benar)
Maka x = 4 penyelesaian dari = +
Diketahui persamaan + = . Manakah yang merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut.
a. = − b. = c. = − d. = −
87
Sekarang, dapatkah kamu menyelesaikan permasalahan Fitrah dan Hamid di awal?
Fitrah dan Hamid memiliki tabungan sebesar Rp1.500.000,-. Mereka ingin berqurban satu ekor kambing seharga Rp2.500.00,-. Berapa rupiah lagi uang yang mesti mereka kumpulkan agar dapat berqurban? Dapatkah kamu membuat persamaannya?
Langkah-langkah penyelesaian
1. Menuliskan apa saja yang diketahui 2. Menentukan variabel
3. Membuat permisalan 4. Menyusun persamaannya 5. Menentukan penyelesaiannya
1. Mendaftar yang diketahui
2. Menentukan variabel
3. Membuat permisalan
4. Menyusun persamaannya
88 c. Lembar Kerja Siswa Pertemuan 2
Fitrah dan Hamid masih kekurangan
Rp1.000.000,- untuk dapat membeli seekor kambing untuk qurban. Jika mereka menabung Rp25.000,- setiap pekan, berapa pekan mereka harus menabung sehingga dapat membeli seekor kambing?
Dapatkah kamu membuat persamaannya? Bagaimana cara penyelesaiannya?
Permasalahan di atas merupakan contoh dari penerapan persamaan linier satu variabel.
KEGIATAN 1.1 Persamaan Linier Satu Variabel
Persamaan linier satu variabel adalah persamaan yang memuat tepat satu variabel yang berpangkat satu. Persamaan linier satu variabel dapat disingkat PLSV.
Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
Hari/Tanggal : _______________________________
Alokasi Waktu : 60 menit
Nama : _______________________________
Kelas : VII ___
89
Perhatikan tabel contoh PLSV dan bukan PLSV.
No PLSV Bukan PLSV
1 3k = 10 − + =
2 21 + m = 2 3p + 5 = 10q
3 = + − = +
4 = + = +
Kemudian, lengkapilah tabel dengan pilihan-pilihan berikut
A. − = + C. = B. − = D. − = No PLSV Bukan PLSV 1 2 KEGIATAN 1.2 Menyelesaikan PLSV
Menyelesaikan PLSV adalah menentukan penyelesaian dari PLSV, atau menentukan bilangan yang memenuhi persamaan sehingga bernilai benar. Menyelesaikan PLSV juga berarti menentukan nilai variabel sehingga persamaan bernilai benar.
Salah satu cara menyelesaikan PLSV adalah dengan membuat tepat satu ruas persamaan hanya terdapat variabel dengan koefisien satu.
Untuk menyelesaikan PLSV, kita akan menggunakan sifat-sifat dari persamaan.
A. Sifat Penjumlahan
m – 48 = 29 (agar ruas kanan hanya memuat variabel m, kedua
ruas ditambah 48)
m – 48 + 48 = 29 + 48 (-48 + 48 = 0)
m = 77
90
Coba tentukan penyelesaian dari -17 + n = 31
B. Sifat Pengurangan
142 + d = 97 (agar ruas kanan hanya memuat variabel d, kedua
ruas dikurangi 142)
142 + d -142 = 97 – 142 (142-142 = 0)
d = -45
Jadi, penyelesaian dari 142 + d = 97 ada;ah -45
Coba tentukan penyelesaian dari q + 21 = 50
C. Sifat Perkalian
�= (agar ruas kanan hanya memuat variabel t,
91 �
× = × �=
=
Jadi, penyelesaian dari � = adalah 21
Coba tentukan penyelesaian dari �
=
D. Sifat Pembagian
= (agar ruas kanan hanya memuat variabel p,
kedua ruas dibagi 4)
�
= � =
=
Jadi, penyelesaian dari = adalah 4
92
Sekarang, dapatkah kamu menyelesaikan permasalahan Fitrah dan Hamid di awal?
Fitrah dan Hamid masih kekurangan Rp1.000.000,- untuk dapat membeli seekor kambing. Jika mereka menabung Rp25.000,- setiap pekan, berapa pekan mereka harus menabung sehingga dapat membeli seekor kambing?
93 d. Lembar Kerja Siswa Pertemuan 3
KEGIATAN 1.1 Menyelesaikan Persamaan Linier Satu Variabel