• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan, penulis mengajukan beberapan saran yaitu:

1. Novel Opera Van Gontor karya Amroeh Adiwijaya dapat dijadikan sumber pembelajaran apresiasi sastra di sekolah.

2. Nilai-nilai religius yang terkandung dalam novel Opera Van Gontor dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran sastra dan dapat dimaknai dalam tindakan nyata oleh peserta didik.

3. Sekolah hendaknya memperhatikan dan mendukung pembelajaran sastra disekolah dengan cara menyediakan novel-novel kontemporer yang bernuansa religius tanpa mengabaikan novel lama.

70

DAFTAR PUSTAKA

Abrams, M. H. A Glosaary of Literaty Terms. New York: Holt, Rinehart and Winston. 1981.

Adiwijaya, Amroeh. 2010. Overa Van Gontor. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum. Aminuddin. Pengantar Apresiasi Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 2002. Arsyad, M., dkk. Buku Materi Pokok Kesusastraan. Jakarta: Karunika. 1986. Atmosuwito, Subijantoro. Perihal Sastra dan Religiusitas dalam Sastra.

Bandung: Sinar Baru. 1989.

Bertens, K. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2011.

Jauhari, Hari. Cara Memahami Nilai Religius dalam Karya Sastra. Bandung: Arfino Raya. 2010.

Kenney, W. How to Analyze Fiction. New York: Monarch Press. 1966.

Koentjaraningrat. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia. 1977.

Luxemburg, Van Jan. Pengantar Ilmu Sastra (diindonesiakan oleh Dick Hartoko). Jakarta: PT Gramedia. 1992.

Mangunwijaya, Y.B. Sastra dan Religiositas. Yogyakarta: Kanisius. 1992.

Mubarok. Membumikan Pendidikan Nilai: Mengumpulkan yang Terserak,

Menyambung yang Terputus, dan Menyatukan yang Tercerai. Bandung: Alfabeta. 2008.

Nurgiyantoro, Burhan. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2009.

Rahmanto B. Metode Pengajaran Sastra cet, ke.1. Yogyakarta: Kanisius. 1988. Ratna, Nyoman Kutha. Sastra dan Cultural Studies: Representasi Fiksi dan

Fakta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2007.

_____. Stilistika Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2009.

Rusyana, Yus. Metode Pengajaran Sastra. Bandung: Gunung Larang. 1982. Sarumpaet, Riris K. Toha (ed.). Sastra Masuk Sekolah. Magelang: Indonesia Tera.

2002.

Sitanggang, S.R.H., Joko Adi S., dan Maini Trisna J. Religiusitas dalam Tiga

Novel Modern: Kemarau, Khotbah di Atas Bukit, dan Kubah. Jakarta: Pusat Bahasa. 2003.

Stanton, Robert. Teori Fiksi. Terjemahan dari An Introduction to Fiction oleh Sugihastuti dan Rossi Abi Al Irsyad. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2007. Sudjiman, P. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya. 1998.

_____. Bunga Rampai Stilistika. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. 1993.

Sukmadinata, Nana S. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja. 2010. Sumarjo, Yakob dan Saini KM. Apresiasi Kesusastraan cet. ke-1. Jakarta:

Gramedia. 1986.

Suseno, Franz Magnis. 12 Tokoh Etika Abad ke-20. Yogyakarta: Kanisius. 2009. Tarigan, Henry Guntur. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa. 1985. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Edisi Keempat. Jakarta: Pusat Bahasa. 2008.

Wellek, Rene & Austin W. Teori Kesusastraan (Terj. Melani Budianta) cet. ke-3. Jakarta: Gramedia. 1993.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BERKARAKTER

Nama Sekolah : SMA/ MA

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/ Semester : XI/ I

Aspek Pembelajaran : Membaca

Standar Kompetensi : Memahami berbagai hikayat, novel Indonesia/ novel terjemahan.

Kompetensi Dasar :

Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dalam novel Indonesia

Menemukan nilai-nilai religius dalam novel

Indikator :

Siswa mampu menjelaskan unsur-unsur intrinsik dalam novel

Siswa mampu menemukan nilai-nilai positif dalam novel Alokasi Waktu : 2x45 menit (1 kali pertemuan)

A.Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat:

 Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dalam novel  Menemukan nilai-nilai religius dalam novel Karakter siswa yang diharapkan:

 Religius  Mandiri  Kreatif  Komunikatif  Bekerja sama

B.Materi Pokok Pembelajaran

Menjelaskan unsur-unsur intrinsik yang ada dalam novel dan nilai religius yang terdapat dalam novel.

C.Metode Pembelajaran a) Unjuk Kerja b) Diskusi c) Tanya jawab d) Demonstrasi/pemeragaan model e) Penugasan

D.Uraian Materi Pokok

Terlampir

E.Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan awal Apersepsi:

a) Guru mengucapkan salam b) Guru mengondisikan kelas

c) Guru memulai pelajaran dengan bertanya jawab tentang sebuah novel.

Motivasi:

a) Guru menjelaskan secara singkat materi pokok yang akan disampaikan.

b) Guru menjelaskan secara singkat tujuan pembelajaran.

2. Kegiatan Inti Eksplorasi:

a) Guru menjelaskan unsur-unsur intrinsik dalam novel b) Guru menjelaskan pengertian nilai religius dalam novel

c) Guru menggunakan sumber belajar berupa modul buku Bahasa Indonesia yang diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi yang dipelajari.

d) Guru memfasilitasi terjadinya interaksi, baik antara siswa dengan guru, maupun siswa dengan siswa.

e) Guru membagikan bahan ajar berupa novel dengan judul Opera Van Gontor kepada seluruh siswa

Elaborasi:

a) Guru memfasilitasi siswa melalui tanya jawab, diskusi, dll. untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. b) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan

unsur-unsur intrinsik novel serta nilai religius yang ada dalam novel tersebut.

c) Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan gagasan/komentar terhadap jawaban siswa dalam menentukan unsur-unsur intrinsik dan nilai religius dalam novel. Konfirmasi:

a) Guru memberikan umpan balik yang positif dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa.

b) Guru memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar.

3. Kegiatan Akhir

a) Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan tentang materi yang disampaikan

b) Guru merefleksi materi tersebut untuk kehidupan sehari-hari c) Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan

berikutnya.

F. Sumber Belajar

a) Pustaka rujukan, menggunakan buku Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA Kelas XI. penulis Alex

Suryanto dan Agus Haryanta. Penerbit Erlangga. 2007 Media visual (Power point)

b) Model peraga G. Penilaian a) Instrumen Penilaian Indikator Pencapaian Teknik Penilaian Bentuk

Instrumen Contoh Instrumen  Siswa dapat menentukan unsur intrinsik dalam novel  Siswa dapat menuliskan bukti bagian unsur intrinsik  Siswa mampu mempresentasi kan unsur intrinsik di dalam novel yang dibaca  Siswa mampu menentukan nilai-nilai religius dalam novel  Lisan.  Tertulis  Lembar penilaian  Produk  Tentukanlah unsur-unsur pembangun (unsur intrinsik) dalam novel Opera Van Gontor

 Tulislah bukti pendukung unsur intrinsik pada novel yang telah dibaca.  Presentasikan kembali hasil diskusi mengenai unsur intrinsik novel tersebut.  Tentukan

nilai-nilai religius dalam novel

b) Produk (Hasil yang diperoleh)

No. Aspek Kriteria Skor

1. Konsep * semua benar

* sebagian besar benar * sebagian kecil benar * semua salah 4 3 2 1 c) Performansi

No. Aspek Kriteria Skor

1. 2. 3. Pengetahuan Praktik Sikap * menguasai * kurang menguasai * tidak menguasai * aktif Praktik * kadang-kadang aktif * tidak aktif * sopan * kurang sopan * tidak sopan 4 2 1 4 2 1 4 2 1 d) Lembar Penilaian No. Nama Siswa Performansi Produk Jumlah Skor Nilai Pengetahuan Praktik Sikap

1. 2. 3.

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Catatan :

Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.

Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

Jakarta, Maret 2013

Mengetahui,

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Ariyadih

Lampiran

Uraian Materi Pokok

1. Pembacaan Novel

a. Menjelaskan Unsur-unsur Intrinsik dalam Novel Unsur-unsur intrinsik dalam novel antara lain: 1) Tema

Tema adalah kandungan umum dari isi yang ada di dalam karya sastra tersebut atau juga disebut dengan ide dari cerita yang dimaksud. Tema dalam novel Opera Van Gontor adalah niat yang baik dalam menggapai sesuatu apabila dijalankan dengan penuh keihlasan dan kesungguhan pasti akan memperoleh hasil yang maksimal.

2) Alur

Alur merupakan peristiwa yang tidak bersifat sederhana, berdasarkan hubungan sebab-akibat yang ditampilkan pengarang dalam cerita.. Alur meliputi beberapa tahapan, yaitu:

a) Pengenalan

Pengenalan dalam novel Opera Van Gontor dimulai dengan pengenalan tokoh Aku (Amroeh).

b) Konflik, merupakan bagian yang menceritakan persoalan yang dihadapi pelaku cerita.

Konflik muncul ketika tokoh Aku melanggar peraturan pondok, tokoh Aku disidang dan dihukum dengan diplontos rambutnya lantaran terlambat kembali setelah pulang ke desa.

c) Klimaks adalah masalah dalam cerita yang sudah sangat gawat, atau konflik telah memuncak.

Klimaks dalam novel Opera Van Gontor adalah konflik batin tatkala tokoh Aku merasa tidak mempunyai sahabat untuk berkeluh kesah.

d) Antiklimaks, merupakan masalah telah berangsur-angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.

Dalam novel ini konflik mulai turun ketika tokoh Aku menyadari bahwa Allah lah yang senantiasa dekat dengan kita.

e) Penyelesaian merupakan masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.

Dalam novel Opera Van Gontor, pada akhir cerita berkat kesabaran tokoh Aku dalam menjalankan kehidupan di Gontor, akhirnya ia berhasil menyelesaikan studinya.

3) Perwatakan

Perwatakan adalah karakter atau sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku tokoh dalam cerita.

Dalam novel OperaVan Gontor tokoh utamanya adalah Aku (Amroeh). Selain itu, didukung juga oleh kehadiran tokoh-tokoh tambahan, di antaranya Najib, Ayah, Ibu, Pak Zar, dan Pak Sahal.. 4) Latar

Latar adalah penggambaran situasi tempat dan waktu serta suasana terjadinya peristiwa. Latar berfungsi sebagai pendukung alur dan perwatakan.

Latar tempat dalam novel Opera Van Gontor menceritakan kehidupan para santri di Pondok Modern Gontor, sedang latar waktu yang terjadi adalah tahun 1970an.

5) Sudut pandang

Sudut pandang merupakan kedudukan atau posisi pengarang dalam cerita tersebut. Dengan kata lain, posisi pengarang menempatkan dirinya dalam cerita tersebut.

Dalam novel Opera Van Gontor, sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama akuan.

6) Gaya bahasa

Gaya bahasa merupakan cara khas pengungkapan seorang pengarang dalam karya. Hal ini dapat terlihat dari bagaimana pengarang memilih kata-kata dan mengolahnya menjadi rangkaian kalimat yang indah.

Gaya bahasa yang digunakan dalam novel Opera Van Gontor adalah personifikasi.

7) Amanat

Amanat adalah pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui isi cerita yang dikarangnya.

Pesan yang disampaikan dalam novel Opera Van Gontor adalah bersungguh-sungguh dalam mencapai cita-cita.

b. Menemukan Nilai-nilai Religius dalam Novel

Sebuah karya sastra yang baik tentu mengandung nilai-nilai yang dapat diambil manfaatnya bagi para pembaca. Nilai religius yang terdapat dalam novel Opera Van Gontor adalah penyerahan diri, tunduk, dan taat, kehidupan yang penuh kemuliaan, perasaan batin yang ada hubungannya dengan Tuhan, perasaan takut dan berdosa, dan mengakui kebesaran Tuhan.

ARIYADIH lahir di Jakarta pada tanggal 6 Agustus 1988. Menyelesaikan pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Ad-da’wah I Jakarta. Kemudian, melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Jakarta. Setelah itu, melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 56 Jakarta. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan, meneruskan pendidikan di Perguruan Tinggi Islam Negeri, yaitu Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2008 pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

Mahasiswa yang gemar membaca dan berkaraoke ini aktif mengajar privat untuk mata pelajaran bahasa Indonesia dan matematika. Baginya, ilmu pengetahuan sangatlah penting, pengetahuan manusia berasal dari segala sesuatu yang bereksistensi, sedangkan eksistensi berasal dari pengetahuan yang tidak terbatas. Dunia kita laksana rumah kita sendiri. Meskipun kita telah menempatinya selama bertahun-tahun, tetapi kita tidak menyadari pengetahuan yang tersembunyi didalamnya. Pengetahuan kita hanyalah sebatas permukaan dari segelintir hal. Bila kita mencoba melihat ke bawah permukaan itu maka yang akan kita lihat adalah ketidakberdayaan kita.

Dokumen terkait