1. Selaku penulis yang melakukan penelitian yang berkaitan dengan strategi dakwah melalui musik, Aleehya harus tetap
mempertahankan eksistensinya dalam dunia Nasyid, yaitu berdakwah sesuai dengan apa yang diperintahkan agama, saling mengingatkan dan mengajak banyak orang untuk tetap melakukan kebaikan. Dan semoga di video-video selanjutnya mencantumkan arti shalawat yang dibawakan.
2. Kepada penggemar musik nasyid Aleehya tetap menjadikan nasyid sebagai media untuk tetap mensyiarkan islam dan saling mengingatkan satu sama lain agar tetap selalu berada di jalan Allah.
75
Padjajaran, 2009. Arifin, Anwar. Komunikasi Politik. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.
Arikunto, Suharsini. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Bina Usaha, 1989.
Aziz, Ali Moh. Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana, 2009.
Bachtiar, Wardi. metedologi Penelitian Ilmu Dakwah, Ciputat: Logos Wacana Ilmu, 1997.
Budianta, Melani. Membaca Sastra, (Pengantar Mehami Sastra Untuk
Perguruan Tinggi), Jakarta: Indonesia Tera, 2008.
Cangra, Hafied. Perencanaan Strategi Komunikasi, Jakarta: Rajawali Press, 2013.
Efendy, Onong Uchajana Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Jakarta: Remaja Rosdakarya, 2007.
Fred R, David, Management Strategi Konsep. Jakarta: Prenhallindo, 2002.
Ghazali, M. Bahri. Da’wah Komunikatif: Membangun Kerangka Dasar
Gunawan, Imam. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2013
Hasnuddin, Hukum Dakwah Tinjauan Aspek Hukum dalam Berdakwah
di Indonesia, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1996.
Hafidudin, M. Didin. Dakwah Aktual, (Jakarta: Gema Insani Press). 1998.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdikbud. Jakarta: Balai Pustaka, 1998.
Kusnawan, Asep. Ilmu Dakwah, (Kajian Berbagai Aspek), Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004
Mardalis. metode Penelitian; Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
Mulyana, Dady. Metode Penelitian Kualitatif; Paradigma Baru Ilmu
Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2004.
Munir, M. Metode Dakwah. Jakarta: Prenada Media, 2003.
Munzier, Suparta. Metode Dakwah. Jakarta: Prenada Media, 2006
Poetra, Adjie Wssa. 1001 Jurus Mudah Bernyanyi, Bandung: Mizan, 2008.
Rafi’udin dan Maman Abdul Djaliel. Prinsip dan Strategi Dakwah, Bandung: Pustaka Setia, 1997.
Sa’id bin Ali bin Wahif Al- Qahthani, Dakwah Islam Dakwah Bijak, Jakarta: Gema Insani Press. 1994.
Saefulah, Saad. “Apa Itu Nasyid?, artikel ini diakses pada 26 Agustus 2016 dari https://www.islampos.com/apa-itu-nasyid-79315/
Saputra, Wahidin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: PT Rajagrfindo Persada, 2011
Sasongko, Agung. “Nasyid Berperan Pada Penyebaran Islam Di
Indonesia”, Artike; ini diakses pada 20 Maret 2018 dari
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam- digest/17/04/01/onq3zc313-naysid-berperan-pada-penyebaran-islam-di -indonesia
Suhandang, Kustadi. Strategi Dakwah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014
Sukir, Asmuni. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya: Al-ikhlas, 1983
Wahyu Ilahi, Wahyu. Komunikasi Dakwah, Surabaya: Remaja Rosda Karya, 2010
HASIL WAWANCARA
Narasumber: Grup Nasyid Aleehya Tempat: Sekolah Cita Mulia Pamulang Tanggal: 03, Desember 2019
Pukul: 10.00 WIB
Keterangan: Wawancara Penelitian Strategi Dakwah Melalui Musik Nasyid Aleehya Dalam Mensosialisaikan Shalawat
1. Kapan terbentuknya Aleehya?
Jawab: Aleehya terbentuk pada bulan januari 2017 awal 2. Kenapa memlihi nama nasyidnya Aleehya?
Jawab: awalnya sih sebenernya bukan aleehya namanya, waktu itu sempet beberapa nama lah, tapi nama ini tuh dikasih sebenernya sama Pembina yayasan rumah Amalia di tangerang namanya ust Agus Syafi’i, beliau itu punya kaya rumah untuk anak yatim, akhirnya sering dateng kesitu untuk menghibir mereka dengan lagu-lagu religi dengan rep hip hop gitu cikal bakal aleehya lah yaa gitu. Cuma namanya waktu itu dikasihnya Alihya bukan Aleehya seperti sekarang, beliau bilang sih biar semangatnya seperti buku ihya ulumuddin yang karangan imam al-ghazali bahwa disitu buku itu bisa membuat anak muda semangat dan juga dari segi bahasa ihya itu dari kata hayatun artinya hidup atau menghidupkan, ya semoga dengan aleehya ini bisa menghidupkan dunia dakwah lewat segi musik.
3. Bagaimana latar belakang berdirinya aleehya?
Jawab: jadi gini awal muasalnya itu sebenernya kami aleehya ini kebanyakan memang sudah lama didunia nasyid, kang dian sering jadi
juri diacara-acara nasyid saya juga sering jadi juri diacara nasyid begitupun kang dan peru. kita sering melihat acara-acara nasyid itu kita merasa nasyid itu butuh sesuatu yang fresh . kan kebanyakan nasyid itu ya 4 orang 5 orang tanpa alat musik ataupun pake musik tapi lebih ke beatbox main-main suara, nah kita berpikir kenapa ngga bikin sesuatu yang beda gitu, terutama sih waktu itu saya lebih mengawali mengisiasi itu lalu nanya ke danu, “danu kita coba bikin yuk grup nasyid tapi yang bedalah begitu ada reppernya ada nyanyinya tapi ada juga unsur-unsur elektronik gitu hip hop lah yaa. Danu setuju “oke baik yuk kita coba, nah ini kita ketemu lah ni dengan format repper lead vokal sama saya aransemen dari sisi musik yang lebih cenderung digital. Nah akhirnya terbentuklah aleehya itu cikal bakal aleehya sekarang, tapi dulu belum membawakan shalawat baru lagu-lagu religi aja sih, jadi latar belakangnya itu dari keresahan melihat acara-acara nasyid, dimana dakwah itu kok kita resah gitu apa bisa lebih di explor lagi diperluas gitu, karna kalau dengan dunia musik yang cenderung konvensional nasyid sekarang itu, nasyid-nasyid biasanya nanti yang nontonpun akan area-area orang menyukai nasyid aja kan, tapi kalau kita bungkus kemasannya itu dengan musik-musik yang atau hal-hal yang modern semoga bisa expan bisa dikenal lebih luas, ga hanya di kalangan dunia nasyid atau orang-orang yang sudah tertarik oleh dakwah nasyid itu. Siapa tau yang belum tertarik menjadi tertarik dengan aleehya dan Alhamdulillah metode ini meskipun pada awalnya belum di terima akhirnya di 2018 itu diterima oleh masyarakat viral. 4. Bagaimana awal terbentuknya aleehya?
Jawab: Kami berteman sudah lama, meskipun dian secara official baru masuk itu di 2017 akhir tapi memang sudah kenal lama, dulu itu
rappernya bukan dian tapi bayu namanya tapi karna bayu itu nikah muda jadi pindah di kota medan nah kita kan Cuma berdua jadi akhirnya kang Dian masuk. Dian ini tadinya dari grup the jenggot, karna the jenggot bubar jadilah masuk ke aleehya.
5. Kenapa untuk tulisan aleehya dirubah dari alihya menjadi aleehya? Jawab: Aslanya alihya tapi karna kita pengen jadi lebih menarik lebih kekinia, tidak seperti yayasan atau lembaga Islam. Jadi kita pake dobel e. lagian di google itu belum ada dobel e, kayak penulisan barat kan begitu tauhid jadi dobel e Tauheed nah aleehya pun seperti itu.
6. Bagaimana awal mula menyebarkan dakwah di Indonesia?
Jawab: Kalau aleehya awalnya kita bergerak di komunitas namanya nasyid Indonesia kita bergerak di komunitas anak-anak nasyid dan abis itu ketika shalawat kita viral itu banyak yang mulai mengundang mulai dari komunitas juga, kaya pesantren kaya anak sekolah gitu nah awal-awalnya dari situ anak-anak dulu. Lama kelamaan mulai berkembang ke anak SMA terus ke perguruan tinggi jadi akhirnya dari awal perjalanan yang kecil itu ternyata yang kata orang viral itu dan banyak yang mendengarkan aleehya bisa banyak dikenal banyak orang disitu mulai lah perjalanan kita, kemana-manannya dari situ.
Kita juga membentuk manajemen yang baik agar teratur semua jadwal semua kemungkinan-kemungkinan diundang dari mana itu ada manajemennya yaitu mas ipung mba aga dan feri. Dulu tuh bertiga. Mas ipung yang mengurus semua jadwal sehingga kita bisa menyebarkan dakwah kita lebih luas, mba aga yang ngurusin manajemen sehingga kita bisa ngatur keuangan finansial semuanya dan feri lebih ke road menejer lebih ke lapangan, jadi dia yang ngurusin semua kebutuhan kita saat ingin tampil, diperjanan kita tambah 1 orang
namanya pak asep dia driver. Dari situlah titik dakwah qadarullah Allah yang ngasih ya dimana-mananya kemana-mananyakita jalanin kita yakin bahwa kalau bener ini Allah ridhain kalau ini ga bener pasti Allah berentiin, tapi Alhamdulillah sampai sekarang ternyata Allah masih memberikan jalan. Dan itu memang tolak ukurnya kita keliling Indonesia itu setelah mengalami viral itu dimana kita waktu awal viral membawakan shalawat dengan gubahan lagu jaran goyang dan Havana camila cabelo, kita gubah dengan lirik Shalawat nah setelah momentum viral itu otomatis banyak undangan dimulai dari Sumatra banyaklah udah semua pakan baru dari Sumatra sampai papua kita udah pernah show Alhamdulillah, Kalimantan Sulawesi bali nusa tenggara jawa apalagi Lombok, dan Aceh belum malah pengen banget waktu itu pernah gajadi. Jadi momentumnya itu si sejak viral itu. Awal viral itu di facebook, jadi gini kisah viral itu sebenernya ada wasilahnya namanya mas Halim temen saya beliau punya komunitas di facbook namanya tasawuf underground anggotanya udah dua ratus ribuan waktu itu nah beliau coba bantu video itu blast di grupnya di komunitas difacebook dan ternyata meledak dari situ akhirnya merembet ke instagram ke youtube dan di wa pun banyak orang-orang yang merepost-repost lagu itu yang jaran goyang dan Havana nah sebenerbya lewat situ wasilahnya, lewat facebook dulu lewat akun orang lain baru naik ke instagran ke akun-akun viral.
7. Apakah ada keunggulan lebih dari berdakwah lewat musik yang di padupadankan dengan musik hiphop dibanding dengan musik lainnya? Jawab: Keunggulannya sebenernya namanya musik itu sama ya artinya yaitu ekspresi dari dari sebuah ungkapan melalui karya musik. Tapi kenapa hiphop ini terkesan Aleehya akhirnya bisa diterima, mungkin
ya hiphop inikan representatif dari semangat anak-anak muda, hiphop itu memang berasal dari amerika ya, jadi kami ini ingin mengeksplor ingin mengeluarkan unek-unek dan disitu dikenal kebanyakan dikalangan anak-anak muda EDM pun seperti itu, musik EDM lebih dikenal di anak-anak muda sehingga kemasan lagu-lagu hiphop EDM itu mungkin secara ga langsung ya diminati oleh anak-anak muda saat ini. Dan musik hiphop ini lebih masuk ditelinga dibanding dengan jazz atau pop dangdut. Tapi lebih cocok mungkin bagi target pasar kita dimana anak-anak milenial ini kan pasti berubah juga kan ya, zaman berubah maka selera musik pun berubah yang tadinya pada zaman bapak kita senengnya dangdut pop nah zaman sekarang EDM.
8. Apakah punya target pendengar?
Jawab: Target kita memang anak-anak milenial meskipun nyatanya banyak anak-anak kecil yang suka menyanyikan lagu-lagu kami. 9. Apakah ada hambatan dalam berdakwah?
Jawab: Hambatannya si ya itu kalau di awal-awal sih kantong kering, jadi ternyata berdakwah melalui musik butuh dana, kita tidak munafik bahwa kemana-mana butuh ada perjuangannya ya, ada biaya yang dikeluarkan, ada waktu yang dikeluarkan tapi itu sebetulnya selama dijalani dengan ikhlas Allah akan bales, kalo kendala yang paling sering mucul sih sebenernya kendala mah lebih ke waktu, sinkronisasi waktu bentrok dengan kegiatan, karna kang dian dan danu mengajar mereka harus mengorbankan waktunya begitupun saya jadi butuh pengorbanan waktu, susah itu ketika nominalnya tidak sesuai kalo nominalnya sesuai kita siap berkorban yang kedua hambatannya paling ya kontroversial dakwah melalui musik nah wajarlah kalau kaya gitu kontroversi ada yang bilang itu boleh ada yang bilang itu boleh
namanya juga agama ya kita juga ingin semua terangkul dengan baik menjalaninya dengan baik, jadi kita menyikapi perbedaan pendapat dalam hal-hal seperti itu kita cukup menghormati perbedaan kita tidak akan pernah menyalahkan siapapun, kita tidak pernah merendahkan siapapun kita jalanin aja. Itukan masalah furuiyah masalah yang sifatnya duniawi, kita aleehya yakin kalau semua hal yang ada di dunia ini mubah sebetulnya boleh nah tinggal mengarahkannya. Kalau musik itu bagi kita bisa mengarahkan kepada yang baik maka kita akan coba gitu seperti apa yang saya bilang tadi kalau memang Allah ridha dengan apa yang kita lakukan ini InsyaAllah akan terus berjalan tapi kalau Allah udah ga ridha pasti Allah berhentikan gitu dan sampe sekarang masi kita jalani dan Alhamdulillah berkahnya makin besar kerasa juga ke kitanya begitu banyak hal-hal baik yang Allah berikan pengalaman-pengalaman dan kita makin yakin bahwa ini jalan yang benar kalaupun ini salah in berarti kesalahan kita dan kalau benar semuanya dari Allah, itu aja si yang kita pegang sampai hari ini. 10. Bagaiman proses perencanaan nasyid Aleehya?
Jawab: Kami selalu melihat terlebih dahulu lagu-lagu apa yang sedang banyak digemari atau sering dinyanyikan oleh orang-orang. Barulah disitu kami menggubah lagu-lagu tersebut dengan shalawat. Soalnya biar lebih mudah ditiru sama orang-orang terutama anak milenial karena lagunya udah ga asing lagi ditelinga jadi gampang buat ditiru. 11. Mengapa lebih memilih untuk menggubah lagu?
Jawab: Kami ingin memberikan sesuatu yang baru untuk masyarakat terutama untuk anak muda sekarang, kami ingin mereka tetap mencintai shalawat. makanya kami menggubah shalawat-shalawat dengan lagu yang populer dan harapan kami semoga karya kami dapat menginspirasi banyak orang.
12. Bagaimana proses perencanaan nasyid Aleehya, missal seperti saat ingin show?
Jawab: Pertama tentunya kita ini dulu ya ada undangan dulu yang resmi yang melalui car-cara yang jelas gitu pertama jadi ada komitmen yang pertama itu dulu akhirnya menjadi sebuah jadwal di hari H kita datang kalau lokasinya jauh kita datang sehari sebelumnya akomodasi transportasi segala macem dari panitia ketika tiba di lokasi kita istirahat na ada tim yang namanya rot manejer namanya mas fery dia yang cek sound ke pangung untu menyiapkan segala sesuatunya dari mulai suara, nanti mike nya gimana. Nanti fery itu dulu yang cek dulu, disiapkan dulu, baru kita kalau ada waktu kita coba ke panggung cek sound tes coba nyanyi satu lagu kalau sudah oke itu di lock semua sudah tidak boleh diganggu settingan Aleehya. Nah kita istirahat pulang besoknya pas acara nanti kita balik lagi ke panggung sesuai rundown mc kita naik panggung, yaa itu langsung show itu berlangsung.
13. Sebelum show biasanya ada latihan atau tidak?
Jawab: Latihan pasti ada tapi sebenernya kalau di Aleehya sendiri latihan itu cukup jarang, karna begini ketika kita sudah hafal satu lagu kita gaperlu latihan lagi berikutnya karna dipanggung sendiri kadang-kadang atau di cek sound tadi itu bisa sekaligus latihan, jadi kan kita dikasih kesempatan untuk cek sound, nah itu kan dikasih waktu nah disitu kita latihan dulu dan penonton pun kan belum ada disitu kita sambil latihan. Dan sebetulnya latihan aleehya itu ketika rekaman, ketika rekaman terus diulang tuh lagunya samapi akhirnya kita hafal masing-masing nah disitu nanti pas ketemu pas acara kita udah posisi masing-masing. Jadi seperti itu proses latihannya sebetulnya kalau
sengaja ngumpul untuk latihan itu jarang karna memang sudah digembleng diawal jadi pas mau tampil tinggal jalan aja.
14. Jadi berarti memang tidak ada latihan khusus?
Jawab: Tidak ada, kita kumpul rutin ada, ya membuat karya.
15. Bagaiamana proses pelaksanaan nasyid, misal pada saat dipanggungnya?
Jawab: Sebetulnya itu lebih ke ranah panitia sih ya, persiapan kita biasanya nge list lagu kita sesaui dengan siapa yang kita hadepin atau sesuai dengan requestan. Kalau sudah di panggung sebetulnya kita berbagi peran, kaya saya itu pengumpan saya bagian memberikan celetukan memberikan arahan nanti danu yang nanggep kang ari yang wise-wise gitu karena kang Ari kan gabisa bergerak banyak karena terpaku dengan alat musiknya. Kalau kang dian sama Danu kan fleksibel bisa jalan kemana-mana, kang Dian yang lemparkan isu danu yang menangkap dan menambahkan kang ari yang merapihkan bagi tugasnya ya seperti itu.
16. Apa harapan anda kepada anak muda sekarang dengan karya anda? Jawab: Shalawat dikemas dengan lagu populer sehingga mudah diikuti oleh anak muda sekarang. Semoga bisa menambahkan kecintaan kepada nabi Muhammad SAW, dan anak muda sekarang terinspirasi dengan kami untuk bershalawat.
17. cara mempromosikan Aleehya?
Jawab: Yang paling efektif sih lewat sosmed kaya instagram dan youtube dan yang paling efektif itu youtube karna anak-anak sekarang generasi milenial ini kebanyakan ngeliatnya instagram dan youtube. Dan itu kita ngeiklan itu bayar loh, jadi kita ke instagram itu ngeblush,
ga Cuma sekedar posting dibiarkan aja gitu nggak, jadi kita membuat akun bisnis karna kalau ga gitu kita gaakan pernah menembus area-area luar diluar followers.
18. Untuk perencaan yang tadi itu ada evaluasi atau tidak?
Jawab: Beberapa ada evaluasi biasanya lebih banyak evaluasinya dari manager kita dari mas Ipung kaya misalkan kita kan tampil sering ada becandananya, kaya ngeluarin becandaan, nah ketika ternyata candaan tidak sesuai di lokasi maksudnya ini yang kita hadepin siapa biasanya mas Ipung lebih ke nanti dibatesin kalau ketemu sama klien yang ini candaannya yang begini, kalau klayennya gini harus gitu jadi harus menyesuaikan atau kan kadang saya lupa lirik, tapi evaluasinya ga yang begitu serius ya santai aja gitu. Tapi kita juga sadar yang dievaluasi itu ya kesalahan ya kita juga manusia kadang salah disini kita saling melengkapi dan menghargai mudah-mudahan selanjutnya tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan evaluasi untuk menuju lebih baik.
19. Siapa saja orang yang terlibat saat evaluasi?
Jawab: Yang terlibat itu mas Ipung sebagai general menejernya, jadi mas Ipung itu biasanya mantau dari jauh, bagaimana pergerakan Aleehya, terus kita meeting evaluasi. Itu lebih ke jangkauan pandangan luar dari mas ipung. Karna kalau kita sendiri yang turun ke lapangan kadang-kadang kita ga sadar apa yang harus kita lakukan tapi kalau orang lain yang lihat itu lebih bisa mengontrol apa saja yang harus di evaluasi.
20. Bagaimana pandangan anda terhadap anak muda saat ini?
Jawab: Sebetulnya anak muda sekrang itu kreatif tanpa batas tapi karna tanpa batas jadi kelewat batas, sebetulnya itu yang jadi masalah yang harus kita hadapi , kaya gini saking bebasnya kan kita bisa bikin konten
apapun di youtube sekarang gitu yaa bahasa apapun boleh dikeluarkan di youtube tanpa ada sensor dan sebagainya karena kebablasan itu akhirnya muncullah sebuah pergerakan yang “yaudahlah gue bisa bebas” jadi semua merasa yaudahlah semuanya bebas dengan semuanya kumaha gue (gimana gue) akhirnya jadi kebablasan dan berlebihan. Api disisi lain banyak juga pemuda-pemuda yang kreatif gelombangnya positif dan terarah. bahkan muncul komunitas-komunitas anak muda tidak hanya kreatif tapi mendekatkan diri pada Allah kaya pemuda hijrah, dimana-mana ada pergerakan seperti itu, ada muslim united ada pejuang subuh, sedekah rombongan anak muda semua. Jadi kayak di balancing sama Allah gitu, yang buruknya banyak dan yang baiknya juga makin banyak, mudah-mudahan sih jadi penyeimbang ya dan lebih banyak si yang baiknya gituu. Pesan juga buat anak muda nih ya gini kalau saya melihat, jadi ekspresi karya itu kadang-kadang di anak muda ini kang dian bilang kebablasan itu karna itu tidak mengindahkan aspek budaya, aspek agama itu di dobrak, meskipun tujuannya viral ya tercapai juga viralnya cuma memang pada akhirnya kita harus punya peranan juga untuk melakukan hal yang baik, karna sosmed ini terlalu bebas, ini media sarana yang siapapun bisa menggunakan, ajdi anak muda itu kebanyakan sekrang yang saya lihat itu kreatifnya itu tidak terarah ada juga memang yang terarah tapi ada juga yang memang kebingungan saking kebingungannya apapun di posting gajelas gitu tidak bermanfaat.
21. Untuk Aleehya sendiri punya fanbase ga?
Jawab: Ada namanya bukan fanbase sih tapi keluarga Aleehya namanya saleeh (sahabat Aleehya)
Jawab: Single banyak di youtube juga bisa dilihat ada beberapa yang memang single Aleehya dan memang ada beberapa yang gubahan, kalau cover itu kan membawakan ulang persis hanya mengganti kemasan tapi kalau gubahan itu meminjam nada tapi lirik dirubah gitu dan aransemen juga dirubah.
23. Kalau album sudah punya atau belum?
Jawab: Ada sih rencana Cuma gini melihat efektivitas album zaman sekarang kayanya sangat lemah gitu loh kesempatannya, tapi digital memang ada juga bisa kaya di spotify di joox itu bisa bikin album tapi