• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Dakwah

Dalam dokumen Oleh: Bibah NIM (Halaman 66-78)

Berdasarkan hasil pengamatan, strategi dakwah startegi dakwah yang biasa dilakukan oleh Nasyid Aleehya, ialah strategi dakwah yang dikemukakan oleh Al-Bayanuni yaitu strategi dakwah dengan pendekatan sentimentil, rasional, dan indriawi. 12

Penyampaian nasihat melalui lagu-lagu dan gubahan shalawat yang mereka bawakan dapat dirasakan oleh Desty Sri Lestari yang merupakan mashiswi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang juga salah satu pendengar dan penikmat lagu –lagu dan gubahan shalawat Nasyid Aleehya. Menurut Desty, Aleehya adalah nasyid dengan terobosan baru. Ia menyatakan

"Aleehya itu kalau bawain lagu ataupun gubahan shalawat tuh asik banget, jadi bikin yang dengerinnya tuh enak kebawa asik aja gitu, dan jadi lebih sering dengerin lagu-lagu yang lagi hits tapi versi shalawat Aleehya.”13

Bukan hanya Desty saja yang merasakan hal tersebut, Ridwan mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta pun merasakan apa yang dirasakan oleh Desty, Ridwan menyatakan: Aleehya itu pembawaan

lagu dan shalawatnya asik banget, dan di bagian rapnya itu saya suka karena menggunakan bahasa yang ringan, jadi mudah dipahami.

11 Wawancara Pribadi dengan Aleehya, Wawancara Pribadi dengan Aleehya, Bogor, 03 Desember 2019

12 Muh. Ali Aziz, M. Ag. Ilmu Dakwah, (Jakarta: Kencana, 2009). h 204-219

13 Wawancara pribadi dengan Ridwan sebagai pendengar Aleehya, Ciputat, 20 Desember 2019

Kemudian strategi yang digunakan oleh Nasyid Aleehya adalah strategi rasional (al-manhaj al-aqli). Strategi rasional adalah dakwah yang memfokuskan pada aspek akal pikiran.

Strategi rasional yang dilakukan oleh nasyid Aleehya terdapat pada video klip shalawat “shalli wa salim daiman”. Video ini membuat masyarakat yang tidak mengerti dengan video klipnya mewajibkan masyarakat yang menonton untuk berpikir apa maksud dari video tersebut.

Dalam video tersebut diawali dengan adegan seorang laki-laki yang sedang duduk dan menangis karena kehilangan pekerjaannya, dan dia merasa kesal tak lama kemudian dompetnya dicopet. Dan dia selalu terbayang-bayang tiga orang laki-laki yang selalu menghampirinya untuk mengingat Allah, bershalawat dan sedekah. Maksud video tersebut jika kita mendapatkan musibah harus tetap sabar dan selalu bersyukur dan tetap bersedekah.

Strategi indrawi (al-manhaj al-hissi) yang dilakukan oleh Nasyid Aleehya dalam kegiatannya selain mengisi acara di berbagai kota, mereka juga sudah sering mengikuti kegiatan konser amal yaitu kegiatan aksi sosial. Ari menyatakan “Alhamdulillah dan sering

contohnya di Lombok waktu gempa bumi itu dan di palu. Sering kita bekerjasama sama dompet dhuafa banyaklah termasuk sama lembaga palestina. Yang paling berkesan sih waktu kita ke Lombok kita datang kesana langsung kita menghibur korban disana di tenda-tenda gitu jadi relawan dan nyanyi disana lebih healing action biar mereka merasa tenang”

Adapun beberapa foto kegiatan flyer konser amal Nasyid Aleehya, yaitu:

Gambar: 4. 2

Sumber: Akun Instagram Aleehya

Gambar: 4. 3

59

PEMBAHASAN

A. Strategi Dakwah Melalui Musik Nasyid Aleehya Dalam Menyosialisasikan Shalawat

Aleehya merupakan grup nasyid bergenre hiphop dan rap dengan nuansa Islami. Aleehya terbentuk oleh kecintaan personilnya terhadap shalawat dan lagu dengan lirik Islami. Setiap muslim dianjurkan untuk membaca shalawat untuk Nabi tercinta. Sahalawat adalah do’a yang ditujukan pada rasulullah SAW sebagai bukti rasa cinta dan hormat kita kepadanya, yaitu umatnya. Ia juga do’a dari para malaikat, bahkan Allah SWT memerintahkan malaikat untuk mendoakan mereka yang bershalawat.

Shalawat adalah jalinan hembusan Rasulullah kepada Allah SWT dan rasa terimakasih kita kepada Rasulullah SAW. Semakin banyak kita bershalawat, semakin bertambah cinta kita kepadanya, dan Allah SWT pun akan mencintai kita.1

Dakwah dapat dikatakan sebagai proses ajakan atau penyampaian nilai-nilai keislaman. Dalam berdakwah, strategi juga merupakan hal yang sangat penting.2 Strategi dibutuhkan agar tujuan dakwah dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Strategi juga digunakan untuk menjangkau sasaran dakwah yang telah ditentukan dengan adanya strategi dapat menjadi acuan agar proses penyampaian berjalan dengan baik.3

1 Habib Abdullah Assegaf, Hj. Indriya R. Dani, Mukjizat, (Jakarta: Qultum Media, 2009) h. 9

2 Anwar Arifin, Dakwah Kontemporer Sebuah Studi Komunikasi, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011), h. 36.

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh Nasyid Aleehya sehingga dapat di terima oleh masyarakat. Peniliti menggunakan konsep Fred R. David yang mengemukakan bahwa proses strategi memiliki tiga tahap yaitu perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Peniliti menggunakan tahapan-tahapan tersebut bermaksud untuk meninjau kembali bagaimana strategi yang digunakan oleh Aleehya sudah cukup efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

1. Perumusan Strategi Dakwah Melalui Musik Nasyid Aleehya Dalam Menyosialisasikan Shalawat

Perumusan strategi merupakan tahapan pertama, Dengan adanya perumusan atau perencanan, maka kegiatan dakwah dapat berjalan secara terarah dan teratur. Hal ini dapat terjadi karena dengan pemikiran yang matang mengenai hal-hal apa saja yang akan dilaksanakan dan bagaimana cara dalam melakukannya, maka dapat dipertimbangkan apa saja yang harus dilakukan.4 Hal tersebut juga dilakukan oleh grup nasyid Aleehya untuk menghasilkan karya-karya yang dapat diterima oleh semua kalangan terutama dikalangan anak muda dan anak-anak. Perumusan strategi yang dilakukan grup nasyid Aleehya sebelum menggubah lagu atau saat ingin tampil selalu memperhatikan siapa pendengarnya dan lagu apa yang sedang populer, agar lagu yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan berdampak positif bagi pendengarnya.

4 Fred R. David, Manajemen Strategis Konsep, (Jakarta: Salemba Empat, 2002). H.6-7

Sebelum menciptakan atau menggubah lagu, berdasarkan hasil wawancara peneliti. Awalnya mereka hanya menciptakan lagu-lagu religi yang bernafasakan Islam yang berjudul “apa kabar Asslamu’alaikum”. Kemudian mereka menggubah lagu-lagu yang sedang populer, dan seteah mempublikasikan di akun sosial media Aleehya ternyata banyak yang menyukai lagu mereka dan menjadi viral, barulah mereka tau bahwa Shalawat adalah ciri khas Aleehya. Sebelum mereka ingin menggubah Shalawat mereka selalu menyesuaikan lagu apa saja yang tengah hits dipasaran dan shalawat apa yang pas untuk lagu tersebut. Jadi pesan yang ingin disampaikan melalui lagu mereka mudah diterima dengan baik dan berdampak efektif bagi yang mendengarkannya. Bershalawat merupakan salah satu dalam perencanaan strategi dakwah Nasyid Aleehya dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Dengan menggubah lagu-lagu yang tengah populer dengan shalawat, mereka mengajak masyarakat untuk mencintai shalawat dengan alunan musik yang sedang populer merupakan cara baru yang menarik untuk lebih mudah membiasakan banyak orang untuk melantunkan shalawat.

a. Pengembangan tujuan

Dalam pengembangan tujuan Aleehya mengadakan rapat dengan tim mereka, apa saja yang harus dilakukan saat ingin membuat lagu.

b. Penentuan dan segmentasi peluang

Alasan Aleehya memilih musik nasyid karena faktor lingkungan yaitu melihat anstusias masyarakat terhadap mussik nasyid yang sudah sangat berkurang. Bukan hanya musik nasyid saja tapi mereka juga ingin masyarakat tetap

mencintai shalawat tetapi pada zaman sekarang ini banyak masyarakat yang justru menyukai lagu-lagu luar dan pop seperti lagu-lagu cinta. Dalam pembuatan lagu-lagu Aleehya tersebut dengan cara menggubah lirik lagu yang sedang populer tersebut dengan shalawat sehingga dapat mengajak masyarakat untuk bershalawat dengan versi lagu-lagu yang sering mereka dengarkan dan sudah tidak asing lagi untuk di dengar dan ditiru.

c. Peluang dan ancaman dari luar

Dalam hal ini Aleehya melihat peluang untuk berdakwah melalui musik nasyid dengan bergenre rap dan hiphop dengan menggunakan alat musik elektronik. Karena pada dasarnya musik nasyid hanya dengan menggunakan harmonisasi suara dan accapella.

Dengan hadirnya Nasyid Aleehya memberi warna baru dalam dunia nasyid, mereka mengajak masyarakat untuk tetap menyukai nasyid dengan pembawaan yang santai dan kekinian dan mengajak banyak masyarakat tetap mencintai shalawat dengan cara yang baru yaitu gubahan mereka yang menggunakan lagu-lagu yang sedang trend.

Dalam hal ini Nasyid Aleehya tidak begitu memikirkan adanya ancaman dari luar, mereka tetap fokus dan berkarya, mereka tidak menggap grup nasyid lain sebagai pesaing akan tetapi mereka saling mendukung karena sama-sama menyebarkan kebaikan bahkan mereka sempat kolaborasi dengan Snada dan grup lainnya.

Pada penetapan kekuatan dan kelemahan internal ini Aleehya beruasaha untuk tetap konsisten dalam berdakwahnya dan saling memotivasi satu sama lain.

e. Menghasilkan stratgi alternatif serta memilih strartegi untuk dilaksanakan

Pada hal ini memang sangat penting bagi suatu organisasi yaitu memiliki strategi alternatif, karena apa yang sudah direncanakan terkadang tidak sesuai dengan keadaan di lapangngan.

2. Implementasi Strategi Dakwah Melalui Musik Nasyid Aleehya Dalam Menyosialisasikan Shalawat

Menurut Fred R. David setelah merumuskan dan memilih strategi yang telah ditetapkan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan implementasi strategi. Implementasi adalah proses penerapan strategi yang telah dirumuskan.5

Dalam pelaksanaannya ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Nasyid Aleehya untuk bisa mengimplementasikan rumusan strategi yang sudah mereka rencanakan, yaitu sebagai berikut:

a. Memfokuskan menggubah lagu yang sedang populer

Hal pertama yang dilakukan oleh Nasyid Aleehya dan tim dalam menyebarkan dakwahnya melalui musik adalah melihat lagu-lagu apa saja yang sedang banyak disukai masyarakat terutama anak muda. Dan mereka akan memilih lagu-lagu yang pas dari lagu-lagu yang sedang pupuler itu

5 Fred R. David, manajemen Strategi Konsep, (Jakarta: Salemba Empat, 2002) h. 6-7

untuk digubah menjadi shalawat. Setelah memilih lagu dan shalawat yang akan digubah Ari, sebagai music director akan menciptakan musik menggunakan Electronic Dance Music.

Dalam pelaksanaannya, mereka mengajak orang-orang untuk bershalawat melalui karya mereka. Dengan harapan, banyak anak muda tetap menyukai shalawat. Sebagai penerus bangsa dan agama anak muda sekarang harus tetap menanamkan nilai-nilai dakwah di era sekarang ini. Dalam pelaksanaan dakwahnya yang bergenre hiphop dan rap merupakan ciri khas mereka dalam menyampaikan dakwah. b. Pembuatan Video clip

Pada tahap pembuatan video klip Aleehya dibantu oleh beberapa sahabatnya yang memang berkompeten dalam pembuatan video klip. Mereka membutuhkan waktu selama 1 hari untuk pengambilan gambar, dan untuk pengeditan video mereka membutuhkan waktu selama 1 minggu.

c. Promosi

Promosi adalah hal terakhir yang dilakukan setelah pembuatan musik dan lirik, rekaman dan pembuatan video klip. Untuk mencapai tujuan Aleehya harus mempromosikan karyanya yaitu mengunggah video klip di beberapa media sosial Aleehya, seperti akun youtube, Instagram, dan facebook. d. Ciri khas dan Karakter Musik Nasyid Aleehya

Dalam melaksanakan kegiatan dakwahnya melalui musik Aleehya memiliki ciri khas dan karakter yang berbeda dengan nasyid-nasyid yang lain. Aleehya menyampaikan dakwahnya dengan santai dan lebih kekinian dengan ciri khas dan karakter dalam bermusik menggunakan Electronic Dance

Music (EDM). Menyampaikan pesan singkat di bagian rap lagu dengan menggunakan kata-kata yang ringan sehingga dapat mudah dipahami oleh masyarakat.

e. Aksi Sosial

Dalam implementasi kegiatan dakwahnya melalui musik aksi sosial juga menjadi dasar Aleehya untuk berdakwah, pada hakikatnya dakwah mengajak untuk melakukan kebaikan. Dengan aksi sosial ini Aleehya bisa berdakwah dan merubah kehidupan manusia menjadi lebih baik lagi. Aleehya sudah sering mengikuti aksi sosial seperti mengisi acara konser amal, mereka bekerjasama dengan dompet Dhuafa dan lembaga Palestina. Bukan hanya mengadakan konser amal saja Aleehya pun ikut ke tempat kejadian yang terkena musibah mengisi acara disana untuk menghibur masyarakat yang terkena musibah.

f. Berdakwah Melalui Media

Dalam dakwahnya Aleehya menyesuaikan kondisi dan efek bagi pendengarnya yaitu Aleehya mengikuti perkembangan zaman saat ini, berdakwah dengan cara yang lebih modern. Mereka memanfaatkan adanya media sosial seperti facebook, instagram, youtube. media sosial tersebut digunakan Aleehya untuk menyiarkan lagu-lagu mereka agar pendengarnya bisa dengan mudah untuk menikmati lagu-lagu mereka.

3. Evaluasi Strategi Dakwah Melalui Musik Nasyid Aleehya Dalam Menyosialisasikan Shalawat

Dengan berkarya melalui musik dakwah dengan tujuan mengajak banyak orang agar pendengar lagu-lagunya menerima pesan dakwah yang mereka sampaikan dengan baik. Melakukan

perencanaan berdakwah dengan mengajak orang-orang

bershalawat dan mengimplementasikannya kepada masyarakat merupakan rancangan dan karya yang telah berhasil dilakukan untuk menyampaikan pesan dakwahnya kepada orang-orang. Setelah merumuskan dan mengimplementasikan strategi yang digunakan untuk berdakwah, tahap ketiga yang harus dilakukan dalam proses strategi adalah evaluasi. Menurut Fred R. David evaluasi strategi adalah proses perbandingan antara hasil yang diperoleh dengan tingkat pencapaian tujuan.6 Dalam penialaian strategi terdapat tiga aktivitas penilaian, yaitu:

a. Peninjuan ulang faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi landasan strategi.

Evaluasi dilakukan dengan pihak internal yang terkait seperti manager, road manager dan anggota-anggota Aleehya. Dalam evaluasi strategi ini Aleehya memperhatikan apakah strategi yang dilakukan efektif dan efisien atau belum dalam mencapai tujuan dakwah.

b. Pengukuran kinerja

Pengukuran kinerja Aleehya bisa dilihat dari berhasil atau tidak strategi yang mereka lakukan. Dan Aleehya berhasil mengajak masyarakat untuk mencintai shalawat dan bershalawat.

c. Pengambilan langkah korektif

Evaluasi strategi memang penting untuk dilakukan, karena hal ini dapat memperbaiki apa saja yang kurang dari yang sebelumnya agar diperbaiki di masa yang akan datang. Selain melihat kekurangan evaluasi juga dapat menunjukkan kelebihan apa saja yang menarik perhatian pendengar Aleehya agar tetap untuk di pertahankan.

Evaluasi yang dilakukan adalah dengan melihat minat anak muda dalam menyukai musik. Pada awalnya Aleehya hanya menciptakan lagu-lagu religi saja, akan tetapi melihat minat anak muda saat ini lebih menyukai lagu-lagu barat dan sudah sangat menurun minat anak muda untuk mencintai shalawat. Akhirnya Aleehya memilih untuk membawakan nasyid dengan pembawaan yang berbeda yaitu dengan menggubah lirik lagu-lagu yang sedang populer menjadi shalawat.

B. Tujuan Dakwah Melalui Musik Nasyid

Berdakwah melalui musik nasyid merupakan suatu penyuaraan dakwah dengan gaya seni. Nasyid adalah wadah untuk menggumpulkan semua karya musik yang berhubungan dengan keislaman.

Berdakwah melalui musik adalah salah satu cara berdakwah yang cukup ringan, karena hampir semua orang pasti menyukai musik. Selain itu musik lebih mudah diingat

Ada beberapa tujuan dakwah nasyid Aleeehya melaui musik religi, yaitu:

1. Ingin anak muda saat ini tetap mencintai shalawat dan Rasulullah.

2. Melihat anak muda saat ini yang sudah kurang antusias pada shalawat dan musik-musik religi merupakan salah satu alasan dan tujuan Nasyid Aleehya untuk berdakwah melalui musik nasyid dengan bergenre hiphop, upaya anak muda bisa menerima karya mereka.

3. Ia memilih berdakwah melalui audio, yaitu musik. Lagu-lagu dengan lirik yang mengingatkan kita kepada kebaikan untuk taat kepada Allah dan mencintai rasulnya. Dengan musik biasanya orang-orang lebih mudah mengingat, mencerna dan memahami dan merasa mudah untuk mengikuti pesan dakwah yang dilantunkan.

4. Berkaya untuk berdakwah, musik juga bisa menjadi ruang untuk kita bisa menyampaikan sesuatu kepada orang banyak, termasuk menyampaikan pesan dakwah. Ketika yang diampaikan itu adalah kebaikan-kebaikan, kecintaan kita kita kepada Rasulullah, ketaatan kita kepada Allah, atau menyeru kita untuk patuh kepada perintah Allah dan misi-misi lainnya yang mengandung kebiakan-kebaikan maka hal itu juga bisa disebut dakwah.

Dalam dokumen Oleh: Bibah NIM (Halaman 66-78)

Dokumen terkait