BAB IV PENUTUP
B. Saran
Setelah melakukan penelitian dan menganalisa hasil yang didapatkan melalui wawancara, penulis bermaksud memberikan saran bagi orang tua dalam keluarga disharmoni, anak dalam keluarga disharmoni dan peneliti selanjutnya yaitu sebagai berikut:
a. Bagi orang tua dalam keluarga disharmoni
Dalam menanamkan pendidikan karakter kepada anak hendaknya diimbangi dengan perilaku yang baik sehingga menjadi teladan yang baik bagi anak, meskipun menjadi orang tua tunggal yang berjuang mencari nafkah seorang diri, luangkanlah waktu untuk memperhatikan anak dan tetap menjaga komunikasi dengan anak.
b. Bagi anak dalam keluarga disharmoni
Anak hendaknya tetap patuh kepada nasihat orang tua, karena kondisi keluarga disharmoni bukan menjadi alasan untuk tidak memiliki nilai-nilai pendidikan karakter yang baik.
c. Bagi masyarakat
Masyarakat hendaknya tidak menganggap anak dalam keluarga disharmoni tidak baik atas kondisi keluarga tersebut, karena masyarakat juga ikut berperan dalam membimbing dan mengarahkan anak dengan
membantu memberikan pendidikan karakter pada anak agar terbentuk generasi muda yang berkarakter.
d. Bagi peneliti selanjutnya
Diharapkan penelitian ini dapat menjadi kontribusi bagi peneliti selanjutnya, untuk meneliti dan mengembangkan penelitian ini dengan fokus yang berbeda agar lebih kreatif dan inovatif sekaligus menambah khazanah wawasan serta pengetahuan bagi masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Ahid, Nur. 2010. Pendidikan Keluarga dalam Prespektif Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Astorini, Endang. 2014. Hubungan Antara Keluarga Disharmonis Dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas X dan XI SMA N 1 Kutorejo. Jurnal BK UNESA, 4: 187-193.
Aziz, Safrudin. 2015. Pendidikan Keluarga: Konsep Dan Strategi. Yogyakarta: Gava Media.
Baiquni, Ahmad Nizar. 2016. Jika Salah Mengasuh Dan Mendidik Anak. Yogyakarta: Sabil.
Dagun, Save M. 1990. Psikologi Keluarga (Peranan Ayah Dalam Keluarga). Jakarta: Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Echols, John M, Hasan Shadily.1992. Kamus Inggris Indonesia: An English- Indonesian Dictionary. Jakarta: PT Gramedia.
Fauziah, Nailul, Yolanda Candra A. 2015. Keharmonisan Keluarga Dan Kecenderungan Berperilaku Agresif Pada Siswa SMK. Jurnal Empati, 4: 208-212.
Hasbullah. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Kesuma, Dharma, dkk. 2012. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di
Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Lickona, Thomas. 1991. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Terjemahan oleh Lita S. 2013. Bandung: Nusa Media.
Mathlub, Abdul Majid M. 2005. Panduan Hukum Keluarga Sakinah. Solo: Era Intermedia.
Mulyana, Deddy. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa. 2014. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Muslich, Mansur. 2011. Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.
Nata, Abuddin. 2013. Kapita Selekta Pendidikan Islam: Isu-Isu Kontemporer Tentang Pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
Rasjid, Sulaiman. 2009. Fiqh Islam: Hukum Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Rohman, Arif. 2013. Memahami Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: CV Aswaja Pressindo.
Samani, Muchlas, Hariyanto. 2013. Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sari, Kusmaya. 2013. Dinamika Psikologis Anak Amplang Dengan Disharmoni Keluarga: Sebuah Autobiografi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2: 1-9.
Sarosa, Samiaji. 2012. Penelitian Kualitatif: Dasar-Dasar. Jakarta: PT Indeks. Syarbini, Amirullah. 2016. Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga: Studi Tentang
Model Pendidikan Karakter Dalam Keluarga Berbasis Islam. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Syarifuddin, Ahmad. 2004. Mendidik Anak: Membaca, Menulis, dan Mencintai Al- Quran. Jakarta. Gema Insani Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi Dan Aplikasinya Dalam Lembaga Pendidikan Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Zuchdi, Darmiyati. 2011. Pendidikan Karakter Dalam Prespektif Dan Teori Praktik. Yogyakarta: UNY Press.
DOKUMENTASI
Gambar 1. Mengurus ijin penelitian dengan Kepala Desa Kecandran Salatiga Bapak Hari Bejono, SH
Gambar 3. Wawancara dengan informan RZ
Gambar 5. Wawancara dengan informan RH (baju biru garis-garis)
PEDOMAN WAWANCARA
A. Narasumber : orang tua dari anak dalam keluarga disharmoni
1. Salah satu tujuan orang tua dalam mendidik karakter yaitu agar anak menjadi saleh dan salehah sesuai dengan firman Allah surat Luqman ayat 13 dan 14. Apa tujuan atau harapan anda menanamkan karakter pada anak?
2. Materi-materi apa saja yang anda berikan kepada anak terkait pendidikan karakter dalam keluarga?
3. Apakah anda pernah memberikan evaluasi terkait pendidikan karakter kepada anak anda, misalnya dengan mengujinya? Apabila pernah, bagaimana caranya? 4. Apa kendala-kendala atau hambatan dalam mendidik karakter anak sebagai
single parent atau orang tua tunggal akibat dari disharmoni keluarga serta bagaimana solusinya?
5. Bagaimana cara mendidik anak sesuai dengan nilai pendidikan karakter dalam keluarga yang dikemukakan oleh Aziz (2015:143) yang terurai menjadi 16 poin?
No Nilai-Nilai Karakter Pertanyaan Indikator
1. Religius Bagaimana cara
menanamkan agar ada rasa takut apabila tidak beribadah?
Ibadah meliputi solat 5 waktu, mengaji, TPQ.
menanankan ada rasa takut bila berbohong dan terbuka pada orang tua?
tidak berbohong dan terbuka mau bercerita pada keluarga.
3. Toleransi Bagaimana cara
menanamkan agar anak bisa menghargai orang lain baik sikap, pendapat dalam keluarga? Menghargai sikap dan pendapat, tidak marah dengan anggota keluarga
4. Disiplin Bagaimana cara
menanamkan agar anak patuh pada aturan dalam keluarga?
Aturan-aturan keluarga seperti bangun pagi.
5. Kerja keras Bagaimana cara
menanamkan agar ada rasa sungguh-sungguh dalam mengejar impian?
Bersungguh- sungguh
misalnya dengan giat belajar.
6. Kreatif Bagaimana cara
menanamkan agar anak mempunyai ide baru untuk menyelesaikan atau
Memperbaiki barang yang telah rusak.
memperbaiki sesuatu?
7. Mandiri Bagaimana cara
menanamkan agar anak tidak manja dan bergantung dengan anggota keluarga lain?
Tidak manja dan bergantung pada anggota keluarga lain.
8. Demokratis Bagaimana cara
menanamkan agar anak memiliki sikap atau perilaku yang tidak membeda-bedakan orang lain? Tidak membeda- bedakan orang lain dan berteman dengan siapa saja.
9. Rasa ingin tahu Bagaimana cara menanamkan agar anak memiliki rasa ingin tahu lebih mendalam tentang apa yang dipelajarinya?
Belajar dengan sungguh-
sungguh.
10. Menghargai prestasi Bagaimana cara menanamkan agar punya rasa menghargai keberhasilan orang lain?
Menghargai keberhasilan orang lain misalnya prestasi
akademik. 11. Bersahabat atau
komunikatif
Bagaimana cara
menanamkan agar anak mudah bergaul dan bekerjasama dengan anggota keluarga atau orang lain?
Bergaul dengan teman dan tidak memilih-milih teman.
12. Cinta damai Bagaimana agar anak punya rasa ingin menyenangkan orang lain dan tidak menyakiti orang lain?
Menyenangkan orang lain misalnya tidak berkata kasar.
13. Gemar membaca Bagaimana agar anak mempunyai rasa senang terhadap buku?
Membaca buku baik novel, komik dll.
14. Peduli lingkungan Bagaimana cara menanamkan agar ada rasa cinta lingkungan?
Cinta lingkungan seperti
membantu orang tua menyapu. 15. Peduli sosial Bagaimana cara
menanamkan agar ada
Tolong
rasa tolong-menolong pada anak?
orang lain atau anggota keluarga misalnya
membantu pekerjaan rumah. 16. Tanggung jawab Bagaimana cara
menanamkan agara ada rasa untuk selalu melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pelajar? Tugas dan kewajibannya sebagai pelajar yaitu belajar yang rajin.
B. Narasumber : Anak dalam keluarga disharmoni
NO Nilai-Nilai Karakter Pertanyaan Indikator 1. Religius Apakah anda selalu rajin
pergi TPQ atau ngaji?
Ibadah
2. Jujur Apakah anda pernah
bohong kepada ibu/ayah dan terbuka pada ibu/ayah?
Bohong dan terbuka misalnya cerita dengan orang tua
3. Toleransi Bagaimana anda
menghargai pendapat
Pendapat anggota keluarga
anggota keluarga lain? lain/tidak marah. 4. Disiplin Jam berapa anda bangun
apakah masih
dibangunkan atau bangun sendiri?
Bangun pagi
5. Kerja keras Apakah anda selalu belajar sungguh-sungguh untuk mendapatkan rangking dikelas?
Belajar sungguh- sungguh
6. Kreatif Apakah anda selalu
memperbaiki barang adek yang rusak?
Memperbaiki barang
7. Mandiri Apakah anda kalau
sekolah diantar atau berangkat sendiri?
Diantar sekolah
8. Demokratis Apakah anda berteman dengan siapa saja?
Pertemanan
9. Rasa ingin tahu Apakah anda mempunyai rasa ingin tahu terhadap hal yang baru?
Hal yang baru (inovasi baru)
teman anda yang berhasil menandapatkan rangking? rangking 11. Bersahabat atau komunikatif
Apakah anda selalu berbagi makanan dengan temannya?
Berbagi makanan
12. Cinta damai Apakah teman-teman anda senang ketika anda ikut bermain?
Merasa senang atas kehadiran dirinya
13. Gemar membaca Apakah anda suka
membaca buku
pelajaran?
Membaca buku
14. Peduli lingkungan Apakah anda selalu membantu orang tua membersihkan rumah?
Membantu orang tua
membersihkan rumah
15. Peduli sosial Bagaimana ketika ada teman yang butuh pertolongan?
Tolong- menolong
16. Tanggung jawab Apakah anda selalu mengerjakan PR dengan
VERBATIM WAWANCARA Kode : W1 SF
Hari/Tanggal :Kamis, 2 November 2017 Tempat : Konter depan rumah SF Pukul : 14.26
Informan : SF
Keterangan : 1. SF adalah ayah dari anak dalam keluarga disharmoni 2. Peneliti (P)
3. Informan (I)
Tema/Topik Baris Dialog Interprestasi
Meminta ijin melakukan penelitian
1
14
P: Assalamualaikum pak, nyuwun sewu
pak..niki saya Nur Zumrotus dari IAIN Salatiga, ini tadi saya dari kelurahan
dapet data kalo panjenengan termasuk subyek dari penelitian saya, niki saya kan lagi menyelesaikan skripsi dengan judul
“Pendidikan Karakter Anak Dalam
Keluarga Disharmoni”, saya minta tolong
sekali pak dengan kerelaan hati
panjenengan kira-kira panjenengan purun saya wawancara pak? (sambil menperlihatkan surat penellitian dari kampus)
I: Wahh gimana ya mba, sebenarnya saya juga mau membantu tapi sekarang lagi gak selo mbak lagi nata dagangan mba.. (sambil membaca surat penelitian dari kampus) P: Mboten napa-napa pak, ini saja juga tidak kesusu, saya nunggu panjengan selo mawon pak, bagaimana?
I: Waduh mba, yasudah besok saja kesini lagi mba..
P: Njih pak, matursuwun saestu pak, mohon maaf sebelumnya kira-kira besuk
jam berapa njih?
Menanggapi dengan respon baik, artinya bapak SF setuju dengan penelitian yang akan saya lakukan.
27
I: Ya kira-kira jam setengah 2nan aja mba.. P: Oh injih pak, besuk saya kesini lagi pak sebelumnya matursuwun pak. Mangga..
Kode : W2 SF
Hari/Tanggal :Jumat, 3 November 2017 Tempat : Konter depan rumah SF Pukul : 13. 37
Informan : SF
Keterangan :1. SF adalah ayah dari anak dalam keluarga disharmoni 2. Peneliti (P)
3. Informan (I)
Tema/ Topik Baris Dialog Interpretasi
Peneliti bertemu lagi dengan bapak SF dikonter depan rumahnya (melakukan wawancara depth interview) Penelilti menanyakan Riwayat 6 18 25
P: Assalamualaikum pak, ini saya yang kemarin ajeng wawancara, kira-kira bapak nembe sibuk
mboten?
I: Iya mba, oke kalau boleh tahu wawancara apa ya mba?
P: Ini pak pertanyaannya seputar budi pekerti adeknya, bagaimana bapak menanamkannya seperti itu kira-kira pak, soalnya saya
bener-bener butuh informasi mendalam dari panjenengan pak. (sambil memperlihatkan pedoman wawancara kepada informan)
I: Owalaa. Iya mba.. bertanya aja gak papa nanti lagsung saya jawab. P: Langsung saja njih pak
nyuwun sewu, bapak itu umurnya berapa? ini sambil saya rekam ya pak soalnya takut ada yang lupa hehe, dan saya catat juga.
I: Saya 34 mba.
P: Kalau adeknya namanya siapa pak? Dan kelas berapa?
I: Namanya RZ mba sekarang kelas
Menanyakan lagi apakah SF bersedia untuk wawancara. Menjelaskan pertanyaan wawancara yaitu terkait budi pekerti anak.
Hidup? Tujuan/Harapan orang tua kepada putra? 30 50 4 MI Pulutan mba.
P: njih pak, jadi kira-kira umurnya 10 tahunan njih pak.
nyuwun sewu, dek RZ kadang- kadang ndak masih nanyain ibue
pak dan waktu bapak pisah dengan ibue, adek RZ umur berapa pak?
I: Dulu iya, tapi sekarang udah gak pernah, saya larang soalnya kan ibunya juga udah menikah lagi, udah pindah agama juga gak Islam. Nanti takute kalau ikut ibue pindah agama lain dan sekarang juga udah gak pernah kesini juga kan udah sibuk dengan keluarganya yang baru. Lha kan dulu pisahnya juga gara-gara perbedaan pendapat dan sering cek-cok juga dengan ibunya. Umur RZ waktu saya pisah dia masih kecil masih 2 tahun.
P: Masuk pada inti njih pak, tujuan/ harapan panjenengan dateng putranipun itu apa ya pak? I: Ya misalkan yang paling inti aja masuk rumah harus salam, dengan orang tua harus cium tangan yang pasti pengennya anak saya tetep pada ajaran Islam, bukan memaksakan, tapi nanti kalau dia udah gede juga dia bebas mau pilih agama apa yang jelas sekarang ditekankan agama Islam itu seperti ini mengajarkan kebaikan, kedamaian. Kadang bertanya “agama lain juga gitu pah” saya menjawab iya sama dan dia juga harus tahu kenapa harus memilih Islam, dengan pengaruh-pengaruh TV kan ada yang bilang orang kafir halal dibunuh itu tidak boleh dan tidak benar. Ya kalau bertemu
Disekolahkan di MI yaitu salah satu sekolah tingkat SD berbasis Islam. Dilarang bertemu ibunya, karena ibunya sudah menikah lagi dan punya anak serta sudah pindah agama non Islam. Harapan tetap pada ajaran Islam yang mengajarkan kebaikan dan kedamaian.
Materi-materi apa saya yang diberikan orang tua kepada putranya? Memberikan evaluasi terkait budi pekerti? Kendala- kendala yang 79 90 101
dengan orang beragama lain juga harus baik. Apalagi dengan tamu harus baik itu kan berkah buat kita,bocahe juga gak manja RZ itu mba, jadi enak.
P: njih pak jadi intinya tetap pada ajaran Islam, lha kalau materi-materi apa saja yang
panjenengan berikan terkait dengan budi pekerti?
I: Ya sesuai dengan ajaran Islam dan tetap pada ajaran Islam, karena agamanya kan sekarang Islam. harus mengucap salam kalau masuk rumah, harus memuliakan tamu. P: Apakah panjenengan pernah memberikan evaluasi, misale di tes ketika disuruh membelikan sesuatu gitu pak?
I: iya pernah, anakku tak kasih uang untuk beli teh botol, berarti anakku boleh beli satu lagi dan harus bilang “pah ini tak beliin ini uange tadi sisa segini dan tak beliin ini satu” dan yang pasti harus bilang jujur pada papanya.
P: owh njih pak, kalau kendala- kendala dalam menanamkan budi pekerti pada anak apa, kan sebagai orang tua tunggal pasti ada hehe
I: Anakku pelupa orange, jadi kendala-kendalane itu, masih kecil tapi harus selalu diingetke, belajarnya agak susah masuk kalau gak diingetke gak belajar. jan anake lalinan mba. Prestasinya dalam sekolah sedang soalnya anaknya pelupa, dan saya cuek saja kalau udah tak ingetin gak mau yasudah. Yang penting diingetin dan tidak saya leskan juga. Belajarnya sama
Sesuai dengan ajaran Islam, harus mengucap salam dan harus memulilakan tamu yang datang. Pernah memberikan evaluasi dan kalau pengen jajan harus jujur dan bilang papanya.
Anaknya pelupa dan harus selalu di ingetkan, belajarnya juga agak susah masuk dan prestasinya juga sedang.
dihadapi? Menyampaikan keinginan peneliti untuk wawancara lagi dengan SF dan putranya. 118
saya, kalau gak sama tantenya. P: Ngaten pak, matursuwun sanget pak informasinya. Kapan- kapan saya kesini lagi buat wawancara sama adeknya dan wawancara sama bapak terkait nilai-nilai budi pekerti.
Berterimakasih dan menyampaikan niat untuk wawancara lagi dengan SF dan putranya.
Kode : W3 SF
Hari/Tanggal :Minggu, 5 November 2017 Tempat : Konter depan rumah SF Pukul : 10.33
Informan : SF
Keterangan : 1. SF adalah ayah dari anak dalam keluarga disharmoni 2. Peneliti (P)
3. Informan (I)
Tema/Topik Baris Dialog Interpretasi
Nilai karakter religius
Nilai
22
P: Assalamualaikum pak, nembe sibuk mboten pak. nyuwun sewu bade
wawancara lagi pak? kira-kira bisa pak?
I: iya mba, mau tanya apa lagi??
P: ini pak mau tanya-tanya tentang nilai-nilai budi pekerti, adek RZ dirumah kan pak, kan hari minggu hehe niatnya juga mau tanya-tanya sama adenya mumpung libur sekolah.. I: iya dirumah, itu lagi mandi Rznya.. P: njih pak, langsung saja dek RZ itu ikut TPQ mboten pak? solat e gimana
bolong-bolong mboten?
I: Dulu TPQ sekarang sudah tidak, saiki ora gelem sok wegah kalau disuruh TPQ dan kadang-kadang ngajinya sekarang sama saya. Kalau mengenai solat ya namanya anak kecil kalau gak diingetke lupa dan harus saya ingetke, tapi solat mahghrib yang selalu solat.
P: ohh njih pak, kalau agar anak itu
terbuka dan gak berani bohong itu bagaimana caranya pak?
I: Carane di tanya-tanya istilah jawane didedes, diawasi. Saya cukup tegas mba
Dulunya TPQ, tapi sekarang tidak dan ngajinya kadang sama papahnya. Caranya
karakter jujur Nilai karakter toleransi. Nilai karakter disiplin. Nilai karakter kerja keras. 31 43 53 65
jadi orang tua, “kalau kamu gak terbuka sering bohong, nanti tak kasike ke mamamu ben ikut agamane mamamu “ gitu mba. Dia udah takut..
P: ngaten, yang ketiga itu bagaimana caranya agar anak panjenengan saget
menghargai anggota keluarga lain pak? I:Kadang ada halangan, kan serumah ini sama neneke, kadang neneke kan sering marahin dia. Tapi kalo udah gitu tak suruh pergi aja RZ mungkin main atau kerumah temene. Namanya neneke udah pikun, udah sepuh juga. Saya mengajarkan untuk menghormati sama orang tua.
P: Njih pak, kalau tentang disiplin bagaimana pak carane mungkin bangune harus jam berapa gitu pak dan
kalo bermain harus pulang jam berapa? I: Kalo masalah bangun ya tak bangunin tapi susah, kalo sekolah aja kadang suka telat karena bangune kesiangan, kalo dalam bermain sih saya tegas harus pulang jam 4 mandi gitu mba.
P: Kalo boleh tahu dek RZ itu dalam mengejar suatu itu kerja kerasnya bagaimana pak kan sekarang masih siswa jadi tugase cuman belajar njih dan carane jenengan menenamkan agar mau kerja keras pripun pak?
I: Susah orange mba, dalam belajar dia masih susah. Ya caranya saya ingetke ada PR gak yang harus dikerjakan gitu aja mba sama belajarnya sama saya kalo gak sama tantenya mba, gak saya leskan juga mba. P: Adeke niku kreatif mboten pak sering ngutek-utek mainane gitu mboten
pak? agar dek RZ kreatif niku carane
gimana pak?
I: Belum ada, tapi dia rasa ingin tahunya tinggi kan disini ada komputer ya dia sukane kan ngegame mainan perang- perangan dan sering tanya-tanya “ itu alat
diawawsi dan ditanya-tanya mendalam agar tidak bohong. Mengajarkan untuk mengalah dengan neneknya dan menghormatinya. Belum bisa disiplin karena masih susah dibangunkan dan masih terlambat berangkat sekolah. Susah orangnya dalam belajar dia masih susah.
Nilai karakter kreatif dan rasa ingin tahu. Nilai karakter komunikatif dan demokratis. Nilai karakter mandiri. Nilai karakter gemar membaca. 77 83 87 97 107
perang negara mana pah” seperti itu mba. Bocahe sekarang juga gak tak pegangin hp mba. Pokoe ada rasa ingin tahu tentang bahasa inggris. Carane ya diberitahu untuk memperbaiki gitu aja.
P: Kalau cara agar RZ memiliki keingintahuan yang tinggi bagaimana pak?
I: Caranya diajarkan tentang hal-hal yang baru dan diajak ngobrol juga tentang hal- hal yang ia sukai gitu biasanya mba.. P: Adeke itu temene banyak pak,
panjenengan caranya gimana agar
adeke gak beda-bedain temen, terus dia itu sukane lagu bahasa inggris.
I: Temene banyak mba dia, bocae gampang terbuka sama temen-temene, pas mbae kemarin kesini kan dia juga banyak temene seng kesini. Ya saya ngajarin agar dia gak beda-bedain temen, semua kan tetep temene.
P: Owh njih pak, jadi orange komunikatif dan demokratis njih pak
adeke. Kalau sekolah masih dianter apa berangkat sendiri pak?
I: Dulu berangkat sendiri pake sepeda, tapi jalan kan rame sekarang nyebrang jalan raya juga. Jadi sekarang dianter. Dia termasuk anak gak manja mbk soalnya saya latih untuk gak manja.
P: Adeke itu termasuk orang yang gemar membaca mboten pak dirumah,
panjenengan carane gimana pak agar anak itu mau membaca misale buku pelajaran dan prestasinya gimana pak? I: Jarang mba dalam belajar dan baca-baca masih susah anakku itu, ya seperti tadi cukup diingetin dulu aja, tapi tertariknya dengan bacaan perang-perang soale game nya perang, kalau prestasi ya lumayan.. P: Owalah njih pak, dia kalau ada temene rangking 1 gitu sering ngucapin
Belum ada kreatifnya tetapi rasa ingin tahunya tinggi. Anaknya bersahabat dan temannya banyak serta tidak membeda- bedakan teman. Cukup mandiri akan tetapi karena jalan yang rame maka sekarang berangkat sekolahnya diantar. Jarang dalam membaca akan tetapi lebih tertarik dengan bacaan perang- perang.
Nilai karakter menghargai prestasi. Nilai karakter peduli sosial. Nilai karakter cinta damai. Nilai karakter peduli lingkungan. 117 131 142 155
gak pak? dan carane jenengan gimana pak agar anak mau menghargai prestasi
temen?
I: Kalau disekolah saya kurang tahu, yang pasti ya mungkin ada. Ya saya nasehati untuk menghargai orang lain dengan saya contohi.
P: Temene kan tadi banyak ya pak,
adeke itu sering nolongin temen gak pak kira-kira. Bagaimana carane jenengan
menanamkan tolong-menolong kepada