• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

7.2.3. Saran Penelitian Berikutnya

7.2.3.1. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kelembaban yang terdapat pada pekerjaan laundry Rumah Sakit.

7.2.3.2. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui partikel dust yang terdapat pada pekerjaan laundry Rumah Sakit.

Achmadi, Umar Fahmi. 1985.Strategi Pengamanan Keracunan Pestisida. Jakarta : UI. Adenan, S. 1986. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemakain APD pada Pekerja

Tukang LAS Terhadap Sinar Ultraviolet pada PT. Bukaka Teknika Utama di

Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat”. Tesis. Jakarta : FKM – UI.

Adryanto, Michael dan Savitri Soekrisno. 1985. “Psikologi Sosial “. Jakarta : Erlangga. Anizar. 2009. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di Industri. Yogyakarta :

Graha Ilmu.

Australian/New Zealand Standard, AS/NZS 4360. 2004. Risk Management Standards. Australia

Badrujaman, Aip. 2008. Sosiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : Trans Info Media.

Bainar, Hajar dkk. 2006. Ilmu Sosial, Budaya dan Kealaman Dasar. Jakarta: Jenki Satria.

Bandjar, Mukri Edwin. “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan

Penggunaan APD Pekerja Bagian Produksi Kulkas di PT. LG Tangerang Tahun

2005”. Tesis. Jakarta : FKM – UI.

Bart, Smet. 1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta : PT Grasindo.

Basleti, Reni. 2004. Tinjauan Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri Di Laundry Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita Jakarta Tahun 2004. Skripsi. FKM : UI.

Basuki, Widya. “ Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Persepsi Pekerja Terhadap

Penggunaan APD di Laboratorium Patoligi Klinik Rumah Sakit Husada “.

Jakarta : FKM-UI.

Bird, Frank E. And Germain, George L. 1990.Practical Loss Control Leadership. Atalanta USA.

Budiono, Sugeng A. M (dkk). 2003. Bunga Rampai Hiperkes dan Keselamatan Kerja Edisi ke 2. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Geller E.S. 2001. Keys to Behavior – Based Safety. Printed in The United Startes of America.

Geller E.S. 2001. The Psychology of Safety Handbook. Boca Raton, FL : CRC Press. Gibson, James L. Jhon M. Ivancevich. James H. Donnely, Jr. 1993. Organisasi Dan

Manajemen Perilaku Struktur Proses. Edisi ke empat. Terbitan Erlangga: Jakarta.

Hendriawati, Elisabeth Dianingtyas. 2012. Penggunaan APD Ditinjau dari Persepsi Terhadap Risiko Kecelakaan Kerja pada Karyawan PT Bama Prima Textile Pekalongan. Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Himawary. 2011. Alat Pelindung Diri Di Laboratorium. Semarang : Kompas.

http://www.bpmigas.go.id/wp-content/uploads/2011/02/PTK-013-II-2007.pdf Diakses: 2 Januari 2013 pukul 17.05 WIB.

Kartika, Ika. 2000. Tinjauan Persepsi Pekerja Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Pekerja Di Bagian Laundry RSPP Jakarta Tahun 2000. Skripsi, Jakarta : FKM – UI.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 432/MENKES/SK/IV/2007 tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Di Rumah Sakit.

Lina, Made. 2004. Gambaran Perilaku Pekerja Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri Di Workshop Divisi A & C PT Siemens Indonesia Jakarta Tahun 2004. Skripsi. Jakarta : FKM – UI.

Mokhtar. 1992. Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja. Bandung : CV Medika.

Moleong, Lexy J. 1991. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Nedved, Milos. 1991. Dasar-dasar Keselamatan Kerja Biokimia dan Pengendalian Bahaya Besar. Editor Soemanto Imam Hanafi. Jakarta: ILO

Neldi, Mellysa Putri. 2011. Analisis Pelaksanaan JSA Pada Pekerjaan Wellwork dan Initial Completion yang Dilakukan Kontraktor MIGAS Berdasarkan Teknik

Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. “ Pendidikan dan Perilaku Kesehatan”. Jakarta : Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2007.Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010.Etika dan Hukum Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Omeh. 2007. Tinjauan Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Penggunaan Alat

Pelindung Diri di Unit Kerja Laundry Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo Tahun 2007. Jakarta : FKM – UI.

OSHA. 2000. Assesing the need for personal protective equipment a guide for small business employers. Occupational Safety and Health Administration : U.S Departemen Of labour.

Ocupational Safety and Health Administration (OSHA). 2003. Personal Protective Equipment. Artikel diakses pada tanggal 11 Desember 2012 dari www.osha.gov Pareek, Udai. 1996. PerilakuOrganisasi. Jakarta: IkrarMandiriabadi.

PeraturanMenteri Tenaga Kerja Nomor PER 03/MEN/Tahun 1994 tentang Program JAMSOSTEK.

Pickett G, Hanlon JJ. 1995. Kesehatan Masyarakat Administrasi dan Praktik 9th ed. Trans. Mukti AG. Jakarta : EGC.

Raharjo, Mudjia. Jenis dan Metode Penelitian Kualitatif. Diakses pada 1 April 2013,Tersedia di: <www.mudjiraharjo.com/materi-kuliah/215-jenis-dan metodepenelitian-kualitatif.html >.

Raharjo. 2010. Content Analysis Sebagai Metode Tafsir Teks : Akar Sejarah dan

Penggunaannya. Diunduh tanggal 2 Mei 2013 pada

http://www.mudjiarahardjo.com/materi-kuliah/286-content-analysis-sebagai-metode-tafsir-teks-akar-sejarah-dan-penggunaannya.html .

Ramli, Soehatman. 2010. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001. Dian Rakyat : Jakarta.

Reason’s. 1997. Achieving a Safe Culture : Theory and Pratice Department of Psychology. University of Manchester. Manchester.

Sarina, M. 2012. Hubungan Persepsi Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Sarwoto. 1991. Dasar-Dasar Organisasi dan Manajemen. Jakarta : Ghalia Indonesia. Skiner B. F. 1938. The Behavior of Organisms : An Experimental Analysis. New York :

Appleto Century.

Stranks Jeremy. Health & Safety at Work. Ninth Edition India by Replika Press Pvt Ltd. Printed and Bound in India by Replika Press Pvt Ltd.

Sugianti, Erna. (2005). Study Pengelolaan Linen Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2005. Tesis. Universitas Diponegoro.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumamur P.K., 1984. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : Gunung Agung.

Sutrinowati. 2004. “Pengelolaan Limbah Infeksius Rumah Sakit (Studi Kasus Di Rumah

Sakit PT. Pupuk Kaltim)”. Tesis. Semarang : Universitas Diponegoro.

Terry E Mc Sween. 2003. Improving Your Safety Culture With Behavior Based Safety. Printed in The United States of America.

Tresnaningsih, Erna. 2012. Kesehatan dan Keselamatan Kerja Laboratorium Kesehatan. Pusat Kesehatan Kerja Sekretaris Jenderal Depkes RI.

Undang-undang nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 1992 tentang Kesehatan. www.balitbangham.go.id/perangkatuuterkait/UU.23.pdf.Diakses: 2 Januari 2013 pukul 17.05 WIB.

Vredenbregt, Jacob.1984. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia.

Winardi. 2004. Manajemen Perilaku Organisasi.Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. Witherington H.C. 1984. Educational Psychology, terjemahan M Buchori. Jakarta :

No. Subtansi Informan Utama Subtansi Informan Kunci Informan Pendukung 1. Langkah-Langkah Pekerjaan laundry RSAB a. Bagaimana tahapan dari pekerjaan di laundry Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta?

- -

IP : “…dimulai dari pengambilan linen kotor dari setiap ruangan, lalu ditimbang, dipilih mana yang infeksius mana yang nggak, lalu ditimbang lagi masuk ke mesin cuci, dikeringkan dilipat, pas dilipat masih ada yang kotor balik lagi untuk ditaro disini untuk dicuci lagi, yang bersih lanjut untuk pengerolan untuk sprei untuk baju di platpress dilipat disimpan terakhir didistribusikan

a. Menurut anda bahaya apa saya yang terdapat pada pekerjaan ini?

gara-gara buru-buru karena udah

mau waktunya untuk

penimbangan…bisa juga kena bekas

feses atau yang lainnya kalau kita gak pake APD...Saya si pakai APD, tapi dulu ada temen saya bagian ini

juga penimbangan sama

penghitungan kena hepatitis soalnya

emang dia gak pakai APD…” 2 : “…kena detergennya, ini panas kalau kena ketangan…pakai APD

soalnya pernah mau masukin pakaian kotor kena kaya ada

kotorannya…”

7 : “…tuh debunya dibawah liat…jadi disini banyak debu…”

a. Bagaimana kesediaan alat pelindung diri pada saat ini? Sudah layak dan cukup?

1 : “Mudahlah, heem sesusai kebutuhannya”

2 : “Kadang-kadang gampang kadang-kadang susah, kalau ada ya

gampang kalau belum beli ya susah gitu, banyakan gampangnya, ketersediannya cukup ya, disimpan di belakang yang

kotor”

3 : “Ya gampang si kalau kita mau ngomong dapet untuk kebutuhan, cukup”

4 : “Mudah sii untuk masker kan disini pakenya yang kain ya, terkadang kan bulu-bulu kan, kita kan maunya disposible yaa,kalau pake buang, kalau pakai kain alergi gatel-gatel hidung pakai yang kain”

5 : “Kadang gampang kadang susah kadang dari gudangnya aja ini kehabisan, biasanya sii gampang”

6 : “Gampang si”

7 : “Gampan”

8 : “Tersedia terus , stand by, udah rusak ganti, masker ganti setiap hari, masker kita pakai kain kita cuci, disimpan diloker langsung, layak , cukup” APD a. Bagaimana Rumah Sakit menyediakan alat pelindung diri?

APD si lengkap kita, itu baju kerja aja dobel-dobel berapa stel kemudian masker-masker kita lengkap topi lengkap sepatu boat lengkap semua lengkap google earmuff aja kita punya, tapi mereka kadang-kadang mending dengerin musik. Pengadaan ada di RBA diajukan ke bagian rumah tangga setiap tahun baru kita udah ngadain, APD jelas lengkap”

APD ada sebagian sudah diminta ada sebagian susah karena alasan itu gak penting sekali kadang suka ketunda, ada

sementara beli sendiri sementara beli sendiri ada penggantian karena ada kwitansi, dibagian rumah tangga minta gantinya”

11. Kesimpulan 1 : “menggunnakan APD saat pengambilan,

tidak ada hambatan nyaman digunakan”

2 : “Setiap hari pakai APD saat kita bekerja,

APD penting, gak mengganggu, gak menyulitkan menyamankan bisa emang

kepentingan kita kok”

3 : “Menggunakan keadaan kita bekerja,

merasa nyaman, terlindungi, menyulitkan aktivitas nggak”

4 : “Kalau kontak dengan pakaian, kalau pakai kain

pengep juga ya, menimbulkan bahaya

lain”

5 : “Sesuai si sesuai kurang nyaman sedikit, kebiasaan lepas gak pake, pake APD

penghitungan, pencucian”

6 : “Begitu masuk kesini harus pake APD,

merasa kesempitan, tidak menggangu APD, kalau disana selalu pake soalnya

kan kotor banget disana”

7 : “Males gak make batuk gak

sembuh-sembuh…”

8 : “Saya gak kuat lama kalau pake APD, kalau udah basah bau, bisa memperberat pilek saya, menimbulkan bahaya lain

memang APD penting”

IK : “APD digunakan ketika

saat melaksanakan

tugas…patuh sekali di

bagian pengambilan, penghitungan dan

pencucian”

IP : “Sesuai, cuma dari

ketaatan kita,

sebenernya melindungi Cuma kendala

dimasker, sebenernya

Pertanyaan Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Ketersediaan Alat Pelindung Diri

Bagaimana kesediaan alat pelindung diri pada saat ini? Sudah layak dan cukup? Mudah didapatkan dan telah sesuai dengan kebutuhan Kadang-kadang gampang, kadang-kadang susah, kenayakan gampang-nya, ketersediaan nya cukup Kalau minta gampang, kebutuhan APD telah cukup Mudah didapatkan Kalau dari gudang habis susah tapi kebiasaan mudah didapatkan Mudah didapatkan Mudah didapatkan Tersedia terus rusak akan segera diganti telah layak dan cukup

Kesimpulan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Perilaku pekerja laundry terhadap penggunaan alat pelindung diri Pekerja tidak mengguna-kan alat pelindung diri secara lengkap Pekerja tidak mengguna-kan alat pelindung diri secara lengkap Pekerja tidak mengguna-kan alat pelindung diri secara lengkap Pekerja tidak mengguna-kan alat pelindung diri secara lengkap Pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri secara lengkap Pekerja tidak mengguna-kan alat pelindung diri secara lengkap Pekerja tidak mengguna-kan alat pelindung diri secara lengkap Pekerja tidak mengguna-kan alat pelindung diri secara lengkap

pelindung diri? karena telah dibuat anggarannya, anggaran yang dibuat diajukan ke bagian rumah tangga

sulit beli sendiri kemudian kwitansi diberikan ke bagaian rumah tangga

Pertanyaan Informan Kunci Informan Pendukung

Kesimpulan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Perilaku pekerja laundry terhadap

penggunaan alat pelindung diri

Pekerja menggunakan alat pelindung diri hanya saat dibagian pengambilan linen kotor, penghitungan dan pencucian sedangkan pekerja

bagian pengeringan, pelipatan, roll press, plat press sebagian besar tidak mengguna-kan alat

pelindung diri

Pekerja menggunakan alat pelindung diri hanya saat dibagian pengambilan linen

kotor, penghitungan dan pencucian sedangkan pekerja bagian pengeringan, pelipatan, roll press, plat press sebagian besar tidak mengguna-kan alat pelindung