IX. KESIMPULAN DAN SARAN
9.3. Saran Penelitian Lanjutan
1. Untuk penelitian lanjutan, perlunya penelitian di provinsi lainnya pada sentra jagung di luar Jawa agar memperoleh alternatif kebijakan pengembangan jagung sebagai substitusi impor. Pada analisis keunggulan komparatif dan kompetitif tidak hanya membandingkan Jawa dan luar Jawa, akan tetapi perlu menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif tingkat nasional. Pada penelitian lanjutan juga disarankan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana peranan kebijakan subsidi harga output dan modal kredit pinjaman pada usahatani jagung.
2. Penelitian lainnya yang juga dapat dilakukan untuk meningkatkan peran jagung sebagai komoditas industri (industrial crop) dalam pengembangan ekonomi rumah tangga tani (farm household economic) adalah empat keterkaitan dalam bisnis jagung, yaitu: (1) keterkaitan vertikal yaitu pengembangan ekonomi nilai tambah, (2) keterkaitan horizontal (pengembangan diversifikasi usaha berbasis jagung), (3) keterkaitan regional ekonomi jagung melalui pewilayahan komoditas, dan (4) keterkaitan institusional dalam pengembangan jagung pada daerah-daerah sentra produksi.
Adeleke, H., M. Mattanmi and L.T. Ogunniyi. 2008. Application of the Nor-malized Profit Function in the Estimation of the Profit Efficiency Among Smallholder Farmers in Atiba Local Government of Oyo State. Journal of Economic Theory, 2(3): 71-76.
Adnyana, M. O. 2008. Lintasan dan Marka Jalan Menuju Ketahanan Pangan
Terlanjutkan dalam Era Perdagangan Bebas. Pengembangan Inovasi
Pertanian, 1(1): 17-46.
Bahtiar, S. Pakki dan Zubachtirodin. 2007. Sistem Perbenihan Jagung. Dalam Sumarno, et.al. (Editor). Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan: 177-191. Puslitbang Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian, Bogor. Badan Litbang Pertanian. 2005. Prospek dan Arah Pengembangan Komoditas
Jagung di Indonesia. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.
Badan Litbang Pertanian. 1985-2009. Data Anggaran Penelitian. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.
Bank Indonesia. 2010. Statistik Bank Indonesia, Jakarta.
Barbaros, R.F., S. Akgungor and O. Aydoguş. 2007. Competitiveness of Turkey’s Organic Exports in the European Union Market. Contributed Paper Prepared for presentation at the 105th
Batra, A. and Z. Khan. 2005. Revealed Comparative Advantage: An Analysis for India and China. Working Paper No. 168. Indian Council For Research on International Economic Relations, New Delhi.
EAAE Seminar International Marketing and International Trade of Quality Food Products, March 8-10, 2007, Bologna.
Breirova, L. and M. Choudhari. 2001. An Introduction to Sensitivity Analysis. The Massachusetts Institute of Technology, Massachusetts.
Bisnis Indonesia. 2010a. Permintaan Benih Jagung Bakal Naik. Bisnis Indonesia 24 Desember 2010, Jakarta.
_____________. 2010b. Penggunaan Benih Jagung Hibrida Meningkat. Bisnis Indonesia 17 September 2010, Jakarta.
BPS. 1985-1999. Struktur Ongkos Usahatani Padi dan Palawija di Indonesia. Badan Pusat Statistik, Jakarta.
____. 2003-2004. Hasil Survei Pertanian. Badan Pusat Statistik, Jakarta.
____. 1985-2009. Statistik Harga Produsen Pertanian. Badan Pusat Statistik, Jakarta.
_____. 1985-2009. Statistik Upah Buruh Tani di Pedesaan. Badan Pusat Statistik, Jakarta.
_____. 2009. Statistik Indonesia. Badan Pusat Statistik, Jakarta.
_____. 2010. Data Produksi Pertanian.
BPS Jawa Timur. 2010. Jawa Timur Dalam Angka 2009. BPS Jawa Timur, Surabaya.
BPS Jawa Barat. 2010. Jawa Barat Dalam Angka 2009. BPS Jawa Barat, Bandung.
Chand, R. and J. L. Kaul. 1986. A Note on the Use of the Cobb-Douglas Profit Function. American Journal Agricultural Economics, 68(1): 162-164. Chaudary, M.A., M.A. Khan and K.H. Naqvi. 1998. Estimated of Farm Output
Supply and Input Demand Elasticities: Translog Profit Function Approach.
The Pakistan Development Review, 37(4): 1031-1050.
Daryanto, A. 2009. Posisi Daya Saing Pertanian Indonesia dan Upaya Peningkatan Daya Saing Agribisnis Berorientasi Kesejahteraan Petani. Makalah Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, September 2009. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor.
Darmansyah, S. 2003. Dampak Kebijakan Ekonomi Terhadap Kinerja Ekonomi Tanaman Pangan Indonesia: Suatu Pendekatan Multi Komoditi. Disertasi Doktor. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Datacon. 2008. Market Intelligence Report on Perkembangan Industri Pakan di Indonesia.
Debertin, D. L. 1986. Agricultural Production Economics. Second Edition. Macmilan Publishing Company 866 Third Avenue New York, New York. Delis, A. 2011. Dampak Alokasi Dana Pembangunan Infrastruktur terhadap
Kinerja Ekonomi Sektoral dan Regional di Indonesia: Suatu Pendekatan Model Ekonomi Keseimbangan Umum. Abstrak Laporan Penelitian Universitas Indonesia. [21 Agustus 2011].
Departemen Pertanian. 2005. Visi dan Arah pembangunan Pertanian Jangka Panjang, 2005-2025. Departemen Pertanian, Jakarta.
Destiana, M. 2010. Prospek Industri Pakan Nasional. Economic Review (219):1-10.
Dhakal, N. 2009. Impact of Road Accessibility on Agricultural Production: Evidence from Mati, Davao Oriental Philippines: Abstract Dissertations. U.P. School or Urban and Regional Planning. www.upd. edu.p/ surp/2009.NDhakal.pdf
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat. 2001-2009. Laporan Tahunan. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat, Bandung.
[25 Oktober 2010].
_______________________________________. 2001-2008. Data Analisis Usahatani Jagung. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat, Bandung.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Timur. 2003-2009. Laporan Tahunan. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Timur, Surabaya.
_______________________________________. 2003-2009. Data Analisis Usahatani Jagung di Jawa Timur. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Timur, Surabaya.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Departemen Pertanian. 2008. Laporan Bulanan Januari 2008. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Jakarta. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Departemen Pertanian. 2010. Road Map
Swasembada Jagung 2010-2014. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Jakarta.
Direktorat Jenderal Peternakan. 2009. Statistik Peternakan. Direktorat Jenderal Peternakan, Jakarta.
Djulin, A. M., N. Syafaat dan F. Kasryno. 2005. Perkembangan Sistem Usahatani Jagung. Dalam Kasryno, et.al. (Editor). Ekonomi Jagung Indonesia: 73-99. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.
Ekonomi dan Bisnis. 2008. Departemen Pertanian (Deptan) Akan Menghentikan Impor Jagung pada Tahun 2009. Antara News Oktober 2010].
________________. 2009. Indonesia Sudah Swasembada Jagung. Antara News.
Ellis, F. 1992. Agricultural Policies in Developing Countries. Cambridge University Press, London.
Fan, S. 1991. Effect of Technological Change and Institutional Reform on Production Growth. American Journal of Agricultural Economics, 73 (1): 266-275.
FAO. 2009. Data Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Jagung. [20 Oktober 2011].
Fulginiti, L. E. and R. K. Perrin. 1990. Argentine Agricultural Policy in Multiple-Input Multiple-Output Framework. American Journal of Agricultural Economics, 72(2): 279-288.
Gittinger, J.P. 1986. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Terjemahan. Edisi kedua. UI-Press dan John Hopkins, Jakarta.
Gujarati. D. 1997. Ekonometrika Dasar. Terjemahan. Erlangga, Jakarta.
Hadi, P.U., A. Agustian, A.H. Malian, A. M. Djulin dan S.H.Suhartini. 2002. Kajian Perdagangan Internasional Komoditas Pertanian Tahun 2001. Proyek ARMP II dan Puslitbang Sosek Pertanian, Bogor.
Hadi, P.U. dan B. Wiryono. 2005. Dampak Kebijakan Proteksi terhadap Ekonomi Beras di Indonesia. Jurnal Agroekonomi, 23 (2): 159-175.
Hartoyo, S. 1994. Pengaruh Infrastruktur Terhadap Penawaran Tanaman Pangan di Jawa. Pendekatan Multi-Input Multi-Output. Disertasi Doktor. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Hanke, J.E., A.G. Reitsch and D.W.Wichern. 2001. Business Forecasting. Seventh Edition. Prentice –Hall, Inc. Upper Saddle River, New Jersey.
Henderson, J.M. and R. E. Quant. 1980. Microeconomic Theory: A Mathematical Approach. McGraw-Hill Book Co., Singapore.
Hutabarat, B., A. Djauhari, A. Agustian, T.D. Permata, B. Rachman, I. Sadikin dan J. Situmorang. 1997. Potensi dan Peluang Pemanfaatan Sumber Pertumbuhan Produksi Tanaman Pangan di Luar Jawa. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Bogor.
Ilham, N. dan I.W. Rusastra. 2009. Daya Saing Komoditas Pertanian: Konsep, Kinerja dan Kebijakan Pengembangan. Pengembangan Inovasi Pertanian,
3 (1): 38-51.
Imron, A. 2007. Dampak Kebijakan Ekonomi dan Perubahan Faktor Eksternal Terhadap Kinerja Pasar Jagung dan Produk Turunannya di Indonesia. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Just, R.R., D.L. Hueth and A. Schmitz. 1982. Applied Welfare Economics and
Public Policy. Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs, N.J.07632.
Kasryno, F., E. Pasandaran, Suyamto dan M. O. Adnyana. 2007. Gambaran Umum Ekonomi Jagung Indonesia. Dalam Sumarno, et.al. (Editor). Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan: 474-497. Puslitbang Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian, Bogor.
Khatri, Y. and C. Thirtle. 1996. Supply and Demand Function for UK Agricultural: Biases of Technical Change and the Return to Public Researh and Development. Journal of Agricultural Economic, 47(3): 338-354. Kompas online. 2011. Impor Jagung Tembus 2,2 Juta Ton. Senin, 10 Oktober
2011. www. kompasonline.com
Kontan Online. 2010. Impor Jagung 2010 Naik 275% Dibanding Tahun Lalu. Desember 2010.
[10 Oktober 2011].
www. kontanonline.com
Krugman, P. and M. Obstfeeld. 2000. Ekonomi Internasional: Teori dan Kebijakan. Jilid 1. Terjemahan. Indeks, Jakarta.
[15 Agustus 2011].
Lau, L. J. and P.A. Yotopoulos. 1972. Profit, Supply, and Factor Demand Function. American Journal of Agricultural Economic, 54(1): 11-18. Lipsey, G., P.O. Steiner and D.D. Purvis. 1984. Economics. Seven Edition.
Harper and Row Publishers, New York.
Mantau, Z. 2009. Analisis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Usahatani Jagung dan Padi di Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara. Tesis Magister Sains. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Mankiw, N. G. 2008. Makro Ekonomi. Terjemahan. Erlangga. Jakarta.
Monke, E.A. and S.R. Pearson. 1995. The Policy Analysis Matrix for Agricultural Development. Cornell University Press, Ithaca.
Martin, X. S., J. Blanke, M. D. Hanouz, T. Geiger, I. Mia and F. Paua. 2008. The Global Competitiveness Index: Prioritizing the Economic Policy Agenda. The Global Competitiveness Report2008-2009. Word Economic Forum.
Mubyarto. 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. Edisi III. LP3ES, Jakarta. Morlok, E. K. 1988. Pengantar Teknik dan Perencanaan. Erlangga, Jakarta.
Nagy, J.G. and M. F. Alam. 2000. The Impact of Agricultural Research in Bangladesh: Productivity, Economic Returns and Varietal Replacement Issues. Paper Internastional Conference on Impact of Agricultural Research and Development, Feb 4-7, San Jose.
Nicholson, W. 1991. Micro Economic Theory : Basic Principle and Extensions.
Fourth Edition. The Dryden Press Hindsdale, Illinois.
Nuryartono, N. 2009. Subsidi Pupuk dan Permasalahannya. International Center For Applied Finance and Economics (InterCAFE), Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Nwachukwu, I. N. and C.E. Onyenweaku. 2005. Economic Efficiency of Fadama Telfaira Production in Imo State Nigeria: A Translog Profit Function Approach. 2010].
Ogundari, K. and S. O. Ojo. 2006. An Examination of Technical, Economic and Allocative Efficiency of Small Farm: The Case Study of Cassava Farmers in Osun State of Nigeria. Journal Central European Agricultural, 7(3): 423-432.
Okuruwa, A., O. Akindeinde and K.K. Salimonu. 2009. Relatif Economic Efficiency of Farms in Rice Production: A Profit Function Approach in North Central Nigeria. Journal Tropical and Subtropical Agroecosystem, 10 (2009): 279-286.
Pannell, D. J. 1997. Sensitivity Analysis of Normative Economic Models: Theo-ritical Framework and Practical Strategies. Journal of Agricultural Economics, (16): 139-152.
Pearson, S., C. Gotsch dan S. Bahri. 2005. Aplikasi Policy Analysis Matrix pada Pertanian di Indonesia. Terjemahan. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
Purba, H.J. 1999. Keterkaitan Pasar Jagung dan Pasar Ternak Ayam Ras di Indonesia: Suatu Analisis Simulasi. Tesis Magister Sains. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Pindyck, R. S. and D. L. Rubinfeld. 2005. Microeconomics. Sixth Edition. Perason Education, Inc. Upper Sadle River, New Jersey.
Purwanto, S. 2007. Perkembangan Produksi dan Kebijakan dalam Peningkatan Produksi Jagung. Dalam Sumarno, et.al. (Editor). Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangannya: 456-473. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian, Bogor.
Purwoto, A. 1990. Analisis Skala Usaha, Permintaan Masukan dan Penawaran Hasil Industri Tahu dan Tempe di Lampung dan Jawa Barat. Dalam Simatupang, et.al. (Editor). Agroindustri Faktor Penunjang Pembangunan Pertanian di Indonesia: 58-74.. Pusat Penelitian Agroekonomi, Badan Litbang Pertanian, Bogor.
Puerta, J. 2009. Profit Maximization and Profit Function. www.personal.eeu.hu/ Puerta/chapter3.pdf
Pusat Data dan Informasi Pertanian. 2009. Outlook Komoditas Pertanian Tanaman Jagung. Kementerian Pertanian, Jakarta.
[5 Oktober 2010].
_______________________________. 2002-2005. Data Hasil Survey Komoditas Jagung. Kementerian Pertanian, Jakarta.
Rachman, B., Tj. Nurasa, J. Situmorang, F. Sulaeman, A.M. Djulin dan V. Darwis. 2002. Studi Pengembangan Sistem Agribisnis Perkebunan Rakyat Dalam Perspektif Globalisasi Ekonomi. Makalah Seminar Hasil Penelitian Puslitbang Sosek Pertanian, Bogor.
Rosegrant, M.W., F. Kasryno, L.A. Gonzales, C.A. Rasahan dan Y. Saefudin. 1987. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. International Food Policy Research Institute, Washington D.C. and Center for Agro Economic Research, Bogor.
Rusastra, I.W. dan F. Kasryno. 2005. Analisis Kebijakan Ekonomi Jagung Nasional. Dalam Kasryno, et.al (Editor). Ekonomi Jagung Indonesia: 256-288. Badan Litbang Pertanian, Jakarta
Sadoulet, E. and A. De Janvry. 1995. Quantitative Development Policy Analysis. The Johns Hopkins University Press, London.
Salvatore, D. 1997. Ekonomi Internasional. Jilid 1. Terjemahan. Erlangga, Jakarta. Sidhu, S.S. and C.A. Baanante. 1981. Estimating Farm–Level Input Demand and Wheat Supply in The Punjab Using a Translog Profit Function. American Journal of Agricultural Economics, 63(2): 237—246.
Siero, C.A.S. 1991. Profit Maximization And Price Responsiveness Among Guatemalan Corn Producers: Findings And Implication. Developing Economics, 29 (1): 19-39.
Simatupang, P. 1988. Penentuan Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan: Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb Douglas dan Translog.
Journal Agroekonomi, 7(1): 1-16.
____________. 1991. The Conception of Domestic Resource Cost and Net
Economic Benefit for Comparative Advantage Analysis. Agribusiness
Division Working Paper No. 2191. CASER, Bogor.
____________. 2002. Subsidi Gas Bagi Pabrik Pupuk Vs Subsidi Pupuk Bagi Petani. Kompas, Kamis 19 Juli 2002. Oktober 2010].
____________. 2005. Daya Saing dan Efisiensi Usahatani Jagung Hibrida di Indonesia. Dalam Kasryno, et.al. (Editor). Ekonomi Jagung Indonesia: 165-178.Badan Litbang Pertanian, Jakarta.
Sinaga, B. M. 2004. Metode Pengumpulan Data. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sinar Tani. 2011. Pengelolaaan Infrastruktur Pedesaaan. Edisi keempat. Duta Karya Swasta, Jakarta.
Siregar, H. 2007. Elasticities of Output Supply and Input Demand of Indonesian Foodcrops and Their Implications: Multi-Input Multi-Output Framework.
Jurnal Sosial-Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 7(2): 205-211.
Soekartawi. 1990. Teori Ekonomi Produksi Dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Produksi Cobb Douglas. Rajawali Pers, Jakarta.
Sumaryanto. 2005. Usahatani Jagung di Lahan Sawah Beririgasi. Dalam Kasryno,
et.al. (Editor). Ekonomi Jagung Indonesia: 101-121. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.
Sudaryanto, T. 2001. Perkembangan Industri Pupuk, Investasi Irigasi dan Konversi Lahan. Bunga Rampai Ekonomi Beras. LPEM-UI, BPKP-Deptan dan Bappenas, Jakarta.
Sudaryanto, T., D.K.S. Swastika dan A. Agustian. 2010. Analisis Kebijakan: Analisis Penawaran dan Permintaan Jagung Untuk Pakan di Indonesia. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor.
Suroso, A. I. 2008. Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Ekonomi Regional Pengembangan Kelapa Sawit di Kabupaten Siak. Disertasi Doktor.
Swastika, D.K.S. 2006. The Four Decades Journey and Future Prospect of Indonesia to Meet Its Demand For Maize. Economics And Finance In Indonesia, 54(1): 25-48.
Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
_____________. 2004. Prospek Pengembangan Jagung di Indonesia Ditinjau dari Daya Saing di Pasar Global. Dalam Saliem, et.al. (Editor).Prospek Usaha dan Pemasaran Beberapa Komoditas Pertanian, (24): 55-65. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor.
Tangendjaya, B., Y. Yusdja dan N. Ilham. 2005. Analisis Ekonomi Permintaan Jagung Jagung Untuk Pakan. Ekonomi Jagung Indonesia: 229-255. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.
Wahab, A. 2009. Dampak Peningkatan Kualitas Jalan Lingkar Barat Enrekang Terhadap Pengembangan Kawasan Pertanian. Tesis Magister Teknik. Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang.
Weaver, R.D. 1983. Multiple-Input Multiple- Output Production Choices and Technology in the U.S. Wheat Region. American Journal of Agricultural Economics, 65(1): 45-55.
Yotopoulos, P.A. and L.J. Lau. 1971. A Test for Relative Efficiency and Application to Indian Agriculture. American Economic Review, 61(1): 94-109.