• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 KESIMPULAN

6.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka dapat diajukan beberapa saran, yaitu:

1. Penelitian selanjutnya untuk melihat laju alir saliva, pH saliva, total protein saliva, dan lisozim saliva dipengaruhi oleh kondisi seperti tingkat stress dan asupan makanan.

2. Penelitian untuk melihat efek teh hitam sidamanik terhadap jenis-jenis protein lain pada saliva dan dihubungkan dengan bakteri Streptococcus mutans.

3. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak.

DAFTAR PUSTAKA

1. Astannudinsyah, Ruwanda RA, Basid A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan status karies gigi pada anak sekolah Min1 Kota Banjarmasin. Jurnal Kesehatan Indonesia. 2019;IX(3):149–56.

2. Tim Riskesdas 2018. Laporan provinsi Sumatera Utara RISKESDAS 2018.

Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Litbang Kesehatan; 2019.

3. Bebe ZA, Susanto HS, Martini. Faktor risiko kejadian karies gigi pada orang dewasa usia 20-39 tahun di Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018;6(1):365–74.

4. Armidin RP, Yanti GN. Effectiveness of rinsing black tea compared to green tea in decreasing streptococcus mutans. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences. 2019;7(22):1–4.

5. Zakwan Qalbi M, Irramah M. Perbedaan derajat keasaman (pH) saliva antara perokok dan bukan perokok pada siswa SMA PGRI 1 Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2018;7(3):358–63.

6. Shalal P. Effects of black tea on salivary pH and flow rate. International Journal of Innovative Research in Medical Science (IJIRMS). 2017;02(09):1272–5.

7. Octiara E, Siregar Y, Sutadi H, Primasari A. sIgA and lisozim as biomarker of early childhood caries risk. Advances in Health Science Research. 2018;8:96–

101.

8. Illahi GN, Tamril R, Samad R. Concentration of total protein and degree of acidity (pH) of saliva when fasting and after breakfasting. Journal of Dentomaxillofacial Science. 2016;1(1):36–8.

9. Hamzah Z, Indriana T, Indahyani DE, Barid I. Sistem stomatognati (pengunyahan, penelanan dan bicara). Yogyakarta: Deepublish; 2020. 115.

10. Indriana T. Laporan penelitian perbedaan laju aliran saliva dan pH karena pengaruh stimulus kimiawi dan mekanis. J Kedokt Meditek. 2011;17(44):1–5.

11. Dodds M, Roland S, Edgar M, Thornhill M. Saliva A review of its role in maintaining oral health and preventing dental disease. BDJ Team. 2015;2:11–3.

12. de Almeida PDV, Greigo AMT, Machado MAN, de Lima AAS, Azevedo LR.

Saliva Composition and Functions: A Comprehensive Review. The Journal of Contemporary Dental Pratice. 2008;9(3):72–80.

13. Savitri KAM, Widarta IWR, Jambe AAGNA. Pengaruh perbandingan teh hitam (Camellia sinensis) dan jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap karakteristik teh celup. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan. 2019;8(4):419–29.

14. Suma FPA, Dewi N, Adhani R. Efektivitas seduhan teh hitam (Camellia sinensis) dalam penurunan indeks plak gigi (Tinjauan pada siswa SMP 2 Banjarbaru). Dentino (Jurnal Kedokteran Gigi). 2016;I(2):186–90.

15. Damanik DA. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi teh (Studi kasus: PTPN IV Bahbutong, Kec. Sidamanik, Kab. Simalungun Sumatera Utara). Jom FEKON. 2015;2(2):1–15.

16. Dias T, Tomás G, Teixeira NF, Alves MG, Oliveira PF, Silva BM. White tea (Camellia sinensis (L.): Antioxidant properties and beneficial health effects.

International Journal of Food Science. 2013;2(2):19–28.

17. Walker-Harding LR, Christie D, Joffe A. Young adult health and well-being: A position statement of the society for adolescent health and medicine. Journal of Adolescent Health. 2017;60(6):758–9.

18. Merugu M, Kodali S, Cherian R, Kishan P, Bds S. European journal of molecular & clinical medicine effect of sugar sweetened beverages on dental caries among adults: A systematic review. European Journal of Molecular &

Clinical Medicine. 2020;07(10):2051–65.

19. Benyamin B, Subekti A, Sukendro SJ. Konsumsi minuman rich sugar tea dan less sugar tea terhadap perubahan pH saliva. Jurnal Kesehatan Gigi.

2017;04(1):7–12.

20. Amalia N, Kaidah S, Widodo. Perbandingan efektivitas berkumur larutan teh putih (Camellia sinensis L.) seduh konsentrasi 100 % dengan 50 % dalam meningkatkan pH saliva. Dentino (Jurnal Kedokteran Gigi). 2014;II(1):29–33.

21. Chong PH, He Q, Rao P, Li L, Ke L. The interindividual variation of salivary flow rate and biochemistry in healthy adults: Influence of black tea consumption. Journal of Functional Foods. 2021 Jul 1;82:1–13.

22. Nasution M. Peranan mikroorganisme infeksi rongga mulut. Medan: USU Press;

2017. 17.

23. Simaremare AB, Siregar R. Gambaran karies yang tidak dirawat dengan kualitas hidup pada siswa/i kelas VII SMP Negeri 31 Medan. Jurnal Ilmiah PANNMED.

2017;12(2):107–10.

24. Primasari A. Kelenjar ludah dan cairan rongga mulut. 2021. 46–7.

25. Guzmán-Armstrong S, Fontana M, Nascimento M, Zandona A. Caries management, an issue of dental clinics of North America. Vol. 63. Philadelphia:

Elsevier; 2019. 583.

26. Listrianah, Zainur RA, Hisata SL. Gambaran karies gigi molar pertama permanen pada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 13 Palembang tahun 2018.

Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang. 2018;13(2):136–49.

27. Pintauli S, Hamada T. Menuju gigi & mulut sehat. Medan: USU Press; 2017. 6–

17.

28. Ramayanti S, Purnakarya I. Peran makanan terhadap kejadian karies gigi. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2013;7(2):89–93.

29. Listrianah. Indeks karies gigi ditinjau dari penyakit umum dan sekresi saliva pada anak di Sekolah Dasar Negeri 30 Palembang 2017. JPP (Jurnal Kesehatan Palembang). 2017;12(2):136–48.

30. Ramadan ARM, Bakeer HA, Mahrous MS, Hifnawy TM. Influence of black tea on Streptococcus mutans and Lactobacillus levels in saliva in a Saudi cohort.

Journal of Taibah University Medical Sciences. 2019;14(2):179–86.

31. Syafriza D, Sutadi H, Primasari A, Siregar Y. Anti-Biofilm of Various Histatin 5 Concentrations Against Streptococcus Mutans From Salivary Isolate. Nature And Material Science Development. 2019;32:22–6.

32. Panjaitan M. Etiologi karies gigi dan penyakit periodontal. 2nd ed. Medan: USU Press; 2018. 25.

33. Marya C. A textbook of public health dentistry. 1st ed. India: Jaypee Brothers Medical Publisher; 2011. 307.

34. Saputri D, Novita CF, Zakky M. Perbandingan tindakan menjaga kebersihan rongga mulut dan status oral hygiene pada anak usia sekolah dasar di daerah perkotaan dan pedesaan. J Syiah Kuala Dent Soc. 2017;2(2):90–6.

35. Agung Penda PC, M Kaligis SH. Perbedaan indeks plak sebelum dan sesudah pengunyahan buah apel. Jurnal e-GiGi . 2015;3(2):380–6.

36. Mardiati E, Prasko. Perbedaan perubahan pH saliva antara berkumur teh celup dan teh tubruk pada ibu PKK Kelurahan Muktiharjo Kidul. Jurnal Kesehatan Gigi. 2017;04(2):40–5.

37. Lesmana D, Tjahajawati S, Lubis VT. Saliva sebagai biomarker potensial diagnostik penyakit rongga mulut dan sistemik. Dentika Dental Journal.

2016;19(2):160–7.

38. Sutanti V, Fuadiyah D, Prasetyaningrum N, Pratiwi AR, Kurniawati CS, Nugraeni Y, et al. Kariologi dan manajemen karies. Malang: UB Press; 2021.

56–7.

39. Tamin S, Yassi D. Penyakit kelenjar saliva dan peran sialoendoskopi untuk diagnostik dan terapi. ORLI. 2011;41(2):95–104.

40. Boesoirie SF, Mahdiani S, Yunard A, Aziza Y. Sistem indra T.H.T.K.L dan mata. 1st ed. Singapore: Elsevier; 2020. 33–4.

41. Bradley PJ, Guntinas-Lichius O. Salivary gland disorders and diseases:

diagnosis and management. New York: Thieme; 2011.

42. Kessler AT, Bhatt AA. Review of the major and minor salivary glands, part 1:

anatomy, infectious, and inflammatory processes. Journal of Clinical Imaging Science. 2018 Nov 15;8(47):1–8.

43. Sembulingam K, Sembulingam P. Essentials of medical physiology. 6th ed.

New Delhi: Jaypee Brother Medical; 2012. 225–7.

44. Putri MH. Mikrobiologi keperawatan gigi. 1st ed. Pekalongan: Nasya mellitus patients. Indian Journal of Dental Research. 2015;26(3):271–5.

47. Devi NR, Singh PH, Singh NS, Naorem H. Association between salivary total protein and dental caries in young adults - A case control study. International Journal of Recent Scientific Research. 2021;12(03):41238–9.

48. Zin TH, Soe O, Thet YM, Tun S, Hein YM, Thiha K. Salivary total protein levels among healthy controls, chronic gingivitis patients and chronic periodontitis patients. Journal of Oral Research and Review. 2021;12(1):18–24.

49. Astuti ESY. Beberapa penanda (marker) pada early childhood caries (ECC) dan severe early childhood caries (S-ECC). Interdental Jurnal Kedokteran Gigi.

2020;16(1):24–7.

50. Lertsirivorakul J, Petsongkram B, Chaiyarit P, Klaynongsruang S, Pitiphat W.

Salivary Lysozyme in Relation to Dental Caries among Thai Preschoolers.

Journal of Clinical Pediatric Dentistry. 2015;39(4):343–7.

51. Nireeksha, N Hegde M, Kumari N S, Ullal H, Kedilaya V. Salivary proteins as biomarkers in dental caries: In vivo study. Dental, Oral and Craniofacial Research. 2017;3(2):1–7.

52. R R, Krishnan R, Kumar S, Priya.k.dhas. A comparison of salivary calcium and total protein levels in caries free and caries active children - an invitro study.

International Journal of Current Advanced Research. 2017;6(7):4854–7.

53. Muhammad M, Tonnie KM, Evelyn W. Salivary flow rate in adult Kenyans and its relationship with chronic periodontitis. Journal of Dentistry and Oral Hygiene. 2016;8(7):37–42.

54. Andayani R, Sholiha A, Sunnati. Perbedaan laju aliran saliva terstimulasai antara pengunyahan parafin wax dengan permen karet xylitol pada pasien terindikasi GERD. ODONTO Dental Journal. 2016;3(2):105–10.

55. Pannunzio E, Amancio OMS, Vitalle MS de S, de Souza DN, Mendes FM, Nicolau J. Analysis of the stimulated whole saliva in overweight and obese school children. Revista da Associação Médica Brasileira. 2010;56(1):32–6.

56. Sa’diah K, Hayati M. Pengaruh konsumsi kopi (Coffea sp) terhadap pH, laju alir dan viskositas saliva pada pecandu kopi (Coffee Holic). Jurnal B-Dent.

2018;5(1):78–82.

57. Primasari A, Perlindungan Hulu K. Dryness of the oral cavity in the salivary status of overweight women. International Journal of Homeopathy & Natural Medicines. 2019;5(2):50.

58. Andriany P, Fanani Hakim R, Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran M, Syiah Kuala U, Banda Aceh Jl Tgk Tanoh Abe D, Selatan S.

Pengaruh Konsumsi Kopi Ulee Kareng (Arabika) Terhadap pH Saliva Pada Usia Dewasa Muda. dentika Dental Journal. 2012;17(2):150–2.

59. Putri FM, Kasuma N, Ramadani M. Perbandingan draining method dengan spitting method terhadap volume saliva mahasiswa fakultas kedokteran gigi Universitas Andalas angkatan 2011 dengan stimulasi aroma makanan. Andalas Dental Journal. 2015;3(1):50–7.

60. Fatima M, Rizvi SI. Health beneficial effects of black tea. Biomedicine.

2011;31(1):3–8.

61. Paramita N, Andari N, Andani N, Susanti N. Penetapan kadar fenol total dan katekin daun teh hitam dan ekstrak aseton teh hitam dari tanaman Camellia sinensis var. assamica. Jurnal Kimia. 2020;14(1):43–50.

62. Ravikumar Ss, Devika K, Saranya V, Vasupradha G, Dhivya K, Dinakaran J.

Effect of different types of tea on salivary pH - An in vitro study. Journal of Dr NTR University of Health Sciences. 2020;9(3):172–7.

63. Winarno F, Kristiono L. Green tea & white tea. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2016. 19.

64. Sharma VK, Bhattacharya A, Kumar A, Sharma HK. Health benefits of tea consumption. Tropical Journal of Pharmaceutical Research. 2007;6(3):785–92.

65. Mardiati E, Aryati E, Wiradona I, Santoso B. The effect of black coffee and tea consumption to saliva degree of acidity in preventing tooth decay. ARC Journal of Dental Science. 2017;2(3):11–3.

66. Sai V, Chaturvedula P, Prakash I. The aroma, taste, color and bioactive constituents of tea. Journal of Medicinal Plants Research. 2011;5(11):2110–24.

67. Chismirina S, Safrianda CM. Perbandingan kecepatan laju aliran saliva sebelum dan sesudah konsumsi kopi robusta (Coffea cannephora). Cakradonya Dent J.

2016;8(2):88–91.

68. Gargi S, Nilanjan S, Moutusi N, Subhasis M. Bioactive components of tea.

Archive of Food and Nutritional Science. 2020;4(1):001–9.

69. Kharouf N, Haikel Y, Ball V. Polyphenols in dental applications.

Bioengineering. 2020;7:1–27.

70. Chen D, Milacic V, Chen MS, Biao Wan S, Lam WH, Huo C, et al. Tea polyphenols, their biological effects and potential molecular targets. Histol Histopathol. 2008;23(4):487–96.

71. Towaha J, Balittri. Kandungan senyawa kimia pada daun teh (Camellia sinensis). Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri.

2013;19(3):12–6.

72. Sharangi A. Bioactive compounds and antioxidant properties of tea: Status, global research and potentialities. Journal of Tea Science Research.

2015;5(11):1–13.

73. Kodagoda KHGK, Wickramasinghe I. Health benefits of green and black tea: A review. International Journal of Advanced Engineering Research and Science.

2017;4(7):107–12.

74. Sanchez JM. Methylxanthine content in commonly consumed foods in spain and determination of its intake during consumption. Foods. 2017;6(12):1–13.

75. Ghanim A, Mariño R, Morgan M, Bailey D, Manton D. An in vivo investigation of salivary properties, enamel hypomineralisation, and carious lesion severity in a group of Iraqi schoolchildren. International Journal of Paediatric Dentistry.

2013;23(1):2–12.

76. A’yun Q, Widyasari R, Purwati DE, Purnama T. Gargling with black tea as an effort to increase saliva pH in elementary school students. Journal of Drug Delivery and Therapeutics. 2021;11(6):173–5.

77. Ganesan S, Jayaraj D. Salivary pH and buffering capacity as risk markers for early childhood caries: A clinical study. International Journal of Clinical Pediatric Dentistry. 2015;8(3):167–71.

78. Pyati SA, Naveen Kumar R, Kumar V, Praveen Kumar NH, Parveen Reddy KM.

Salivary flow rate, pH, buffering capacity, total protein, oxidative stress and antioxidant capacity in children with and without dental caries. The Journal of clinical pediatric dentistry. 2018;42(6):445–9.

79. Brandão E, Soares S, Mateus N, de Freitas V. Human saliva protein profile:

Influence of food ingestion. Food Research International. 2014;64:508–13.

80. Matos-Gomes N, Katsurayama M, Makimoto FH, Santana LLO, Paredes-Garcia E, Becker MADÁ, et al. Psychological stress and its influence on salivary flow

rate, total protein concentration and IgA, IgG and IgM titers.

Neuroimmunomodulation. 2010;17(6):396–404.

81. Simões C, Caeiro I, Carreira L, Silva FC e., Lamy E. How different snacks produce a distinct effect in salivary protein composition. Molecules. 2021;26(9).

82. Ahmadi-Motamayel F, Goodarzi MT, Hendi SS, Abdolsamadi H, Rafieian N.

Journal of Dentistry and Oral Hygiene Evaluation of salivary flow rate, pH, buffering capacity, calcium and total protein levels in caries free and caries active adolescence. Journal of Dentistry and Oral Hygiene. 2013;5(4):35–9.

83. Goswami P, Kalita C, Bhuyan AC. Antibacterial activity of black tea extract against S. mutans, S. aureus, L. acidophilus, Klebsiella and E. coli. Journal of Evolution of Medical and Dental Sciences. 2020;09(01):18–22.

84. Moslemi M, Sattari M, Kooshki F, Fotuhi F, Modarresi N, Khalili Sadrabad Z, et al. Relationship of salivary lactoferrin and lysozyme concentrations with early childhood caries. Journal of Dental Research, Dental Clinics, Dental Prospects.

2015;9(2):109–14.

85. Roa NS, Chaves M, Gómez M, Jaramillo LM. Association of salivary proteins with dental caries in a Colombian population. 2008;21:69–75.

86. Felizardo KR, Goncalves RB, Schwarcz WD, Maciel SM, de Andrade FB. An evaluation of the expression profiles of salivary proteins lactoferrin and lysozyme and their association with caries experience and activity. Rev odonto ciênc. 2010;25(4):344–9.

Lampiran 1. Skema Alur Pikir

1. Permasalahan gigi dan mulut yang dialami masyarakat Indonesia masih tinggi, terutama penyakit karies gigi. Sebesar 72,3% penduduk Indonesia mengalami karies gigi dan salah satu faktor yang memengaruhinya adalah saliva.

2. Saliva merupakan salah satu faktor yang berperan dalam pencegahan karies, karena saliva memiliki fungsi perlindungan terhadap rongga mulut.. Saliva memberikan perlindungan dari mikroorganisme yang dapat menyebabkan permasalahan pada rongga mulut, salah satu komposisi saliva yang berperan dalam perlindungan rongga mulut adalah protein.

3. Protein saliva merupakan makromolekul yang berfungsi untuk membersihkan perlekatan mikroorganisme rongga mulut yang berkontribusi pada pembentukan plak gigi, melindungi gigi dari karies dan erosi, serta menjaga lingkungan di sekitar gigi agar tetap stabil. Aksi antibakteri tersebut diperoleh dari immunoglobulin, protein dan enzim. Komponen tersebut terdapat dalam jumlah kecil dan bervariasi sesuai dengan perubahan laju alir saliva. Laju alir saliva juga memengaruhi pH saliva.

4. Teh hitam memiliki rasa pahit. Rasa pahit dari teh hitam akan diproses di dorsum lidah dan kemudian mengaktifkan reseptor rasa, lalu merangsang sekresi saliva. Teh juga dapat digunakan sebagai upaya dalam pencegahan terjadinya karies.

Teh mengandung senyawa yang dapat mencegah timbulnya penyakit gigi dan mulut dengan menghambat pembentukan plak gigi.

5. Teh hitam merupakan teh yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena ketersediaanya yang melimpah dan mudah dalam pengolahan . Di Sumatera Utara, terdapat teh hitam yang cukup dikenal oleh masyarakat, yaitu teh hitam yang berasal dari perkebunan di kecamatan Sidamanik

1. Apakah laju alir saliva berbeda sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik pada penderita karies dan bebas karies?

2. Apakah pH saliva berbeda sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik pada penderita karies dan bebas karies?

3. Apakah terdapat perbedaan konsentrasi total protein saliva sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik pada penderita karies dan bebas karies?

4. Apakah terdapat perbedaan konsentrasi lisozim saliva sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik pada penderita karies dan bebas karies?

1. Untuk mengetahui perbedaan laju alir saliva sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik pada penderita karies dan bebas karies.

2. Untuk mengetahui perbedaan pH saliva sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik pada penderita karies dan bebas karies.

3. Untuk menganalisis perbedaan konsentrasi total protein saliva sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik pada penderita karies dan bebas karies.

4. Untuk menganalisis perbedaan konsentrasi lisozim saliva sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik pada penderita karies dan bebas karies.

Lampiran 2. Skema Alur Penelitian

Pembuatan teh sidamanik Meminum teh sidamanik

Istirahat 30 menit Pengumpulan saliva

terstimulasi dengan metode draining Pemeriksaan pH dan laju alir saliva

Lampiran 3. Kuesioner

DEPARTEMEN BIOLOGI ORAL FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Pengaruh Teh Sidamanik terhadap Laju Alir, pH, Total Protein serta Lisozim Saliva pada Penderita Karies dan Bebas Karies.

No. Responden : 3. Apakah anda mengonsumsi obat-obatkan

secara rutin (mis: obat antihistamin, antihipertensi, antidepresan, antidiabetik)?

Ya Tidak

4. Apakah anda memiliki kebiasaan diet tertentu seperti diet protein (daging, telur, susu, dsb)?

Ya Tidak

8. Apakah ada gigi yang berlubang? Ya Tidak Jika ada, berapa gigi yang

berlubang?____________

9. Apakah ada gigi yang ditambal? Ya Tidak Jika ada, berapa gigi yang ditambal?____________

10. Apakah ada gigi yang dicabut/hilang? Ya Tidak Jika ada, berapa gigi yang dicabut atau hilang?

____________

11. Apakah dalam 14 hari terakhir pernah melakukan tes covid-19? Bagaimana hasilnya?

____________

Berdasarkan jawaban dari pernyataan diatas, maka subjek dapat dijadikan sebagai sempel penelitian. (Ya/Tidak)

Lampiran 4. Lembar Penjelasan

LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN

Kepada Yth:

Saudara/i,

Perkenalkan saya adalah mahasiswa yang sedang menjalani program pendidikan sarjana pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, memohon kesediaan Saudara/i untuk berpartisipasi sebagai subjek penelitian saya yang berjudul “PENGARUH TEH SIDAMANIK TERHADAP LAJU ALIR, pH, TOTAL PROTEIN SERTA LISOZIM SALIVA PADA PENDERITA KARIES DAN BEBAS KARIES”.

Tujuan penelitian ini, yaitu:

1. Untuk mengetahui rata-rata laju alir saliva sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik pada penderita karies dan bebas karies.

2. Untuk mengetahui rata-rata pH saliva sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik pada penderita karies dan bebas karies.

3. Untuk menganalisis perbedaan konsentrasi total protein saliva sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik antara penderita karies dengan bebas karies.

4. Untuk menganalisis perbedaan konsentrasi lisozim saliva sebelum dan setelah minum teh hitam sidamanik antara penderita karies dengan bebas karies.

Proses penelitian ini memerlukan kerjasama yang baik dari Saudara/i untuk meluangkan sedikit waktunya. Pertama saudara akan dilakukan tes covid-19 dengan menggunakan saliva, apabila hasilnya negatif maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan gigi geligi. Selanjutnya, saya akan menginstruksikan saudara mengumpulkan saliva, kemudian dilanjutkan dengan meminum seduhan teh hitam.

Setelah 30 menit, dikumpulkan kembali saliva saudara. Untuk penelitian ini, Saudara tidak dikenakan biaya apapun.

Manfaat menjadi subjek penelitian ini yaitu mengetahui efek sebelum dan setelah meminum teh hitam terhadap laju alir, pH, konsentrasi total protein serta lisozim saliva Saudari/i. Untuk penelitian ini, Saudara/i tidak dikenakan biaya apapun. Bila saudari membutuhkan penjelasan, maka dapat menghubungi saya:

Nama : Jenni Wirda Melani Alamat : Jl. Nusa Indah No.Aa17 No. Hp : 081360204007

Jika Saudara/i bersedia, Surat Pernyataan Kesediaan menjadi Subjek Penelitian harap ditanda tangani dan dikembalikan kepada peneliti. Perlu Saudara/i ketahui bahwa surat ketersediaan tersebut tidak mengikat Saudara/i untuk mengundurkan diri dari penelitian ini kapan saja selama penelitian berlangsung.

Terimakasih saya ucapkan kepada saudari yang telah ikut berpartisipasi pada penelitian ini. Keikutsertaan saudari dalam penelitian ini akan menyumbangkan sesuatu yang berguna bagi ilmu pengetahuan.

Medan, 2021 Peneliti

Jenni Wirda Melani

Lampiran 5. Lembar Persetujuan

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : Umur : Jenis Kelamin : Alamat :

Setelah mendapatkan penjelasan tentang penelitian ini:

Judul penelitian : Pengaruh Teh Sidamanik terhadap Laju Alir, pH, Total Protein serta Lisozim Saliva pada Penderita Karies dan Bebas Karies.

Nama Peneliti : Prof. Dr. Ameta Primasari, drg.,MDSc., M.Kes., Sp.PMM Jenni Wirda Melani

NIM : 180600227

Fakultas : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara

Dengan ini saya menyatakan bahwa saya memahami sepenuhnya tentang penelitian ini, dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini secara sukarela, tanpa paksaan. Saya mengerti bahwa saya telah dijamin terhadap setiap kerugian yang timbul. Nama saya tidak akan diumumkan dan akan diperlakukan secara rahasia oleh peneliti.

Demikianlah surat pernyataan ini untuk dapat digunakan sepenuhnya.

Medan, 2021 Yang Menyetujui,

(……….)

Lampiran 6. Lembar Observasional

PENGARUH TEH SIDAMANIKTERHADAP LAJU ALIR, pH, TOTAL PROTEIN SERTA LISOZIM SALIVA PADA

PENDERITA KARIES DAN BEBAS KARIES

No. Responden : Hari/ Tanggal : Nama Peneliti : A. Data Responden

Nama Pasien : Umur :

Jenis kelamin : Laki-laki/ Perempuan No. Telpon/HP :

B. Pemeriksaan COVID-19 Positif

Negatif

C. Pemeriksaan Karies

17 16 15 14 13 12 11 21 22 23 24 25 26 27 47 46 45 44 43 42 41 31 32 33 34 35 36 37

D = decay ∑ DMF = ∑D +∑M +∑F

M = missing ∑DMF =

F = filling

D. Pemeriksaan Saliva

1. pH Saliva : _____ Kriteria pada sampel : a. Asam : <7

b. Netral : 6,0-7,0 c. Basa : >7

2. Laju Alir Saliva : ___ mL/min 3. Konsentrasi Total Protein : ___ µg/ml 4. Konsentrasi Lisozim : ___ ng/ml

Lampiran 7: Surat Persetujuan Komisi Etik

Lampiran 8: Lembar Hasil Pemeriksaan

Lampiran 9. Lembaran Pengolahan Data (Hasil Statistik)

Uji Normalitas 1. Kelompok Karies

2. Kelompok Bebas Karies

Hasil Rata-Rata Nilai Laju Alir pH, Total Protein dan Lisozim Saliva Sebelum dan Setelah Minum Teh Hitam Sidamanik

1. Kelompok Karies

2. Kelompok Bebas Karies

Perbedaan Nilai Laju Alir pH, Total Protein dan Lisozim Saliva Sebelum dan Setelah Minum Teh Hitam Sidamanik

1. Kelompok Karies a. Laju Alir

b. pH

c. Total Protein

d. Lisozim

2. Kelompok Bebas Karies a. Laju Alir

b. pH

c. Total Protein

d. Lisozim

Perbedaan Nilai Laju Alir pH, Total Protein dan Lisozim Saliva antara Penderita Karies dan Bebas Karies

1. Laju Alir

2. pH

3. Total Protein

4. Lisozim