REFLEKSI DIRI
G. Saran Pengembangan bagi Sekolah dan UNNES
Praktikan hanya dapat menyampaikan kepada pihak sekolah untuk dapat membantu siswa dalam mengembangkan potensi diri. Selain itu diperlukan pengadaan sarana prasarana yang memadai sebagai penunjang PBM sehingga pembelajaran bisa lebih bermanfaat dan bermakna untuk para siswa. Dengan adanya sarana prasarana tersebut diharapkan pembelajaran bisa lebih inovatif, kreatif dan aktif. Diharapkan juga SMA Negeri 1 Batang bisa dengan solid menjalin hubungan kerja sama dengan Unnes untuk dapat saling mengembangkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
Chela Zumrotul Arfiyah NIM. 4201413006
44
REFLEKSI DIRI
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan wajib yang dilakukan seluruh mahasiswa Universitas Negeri Semarang program kependidikan. Hal ini terkait dengan peraturan rektor nomer 28 tahun 2015 tentang pedoman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Semarang. Sebagai lembaga pendidikan tinggi menyiapkan calon guru yang diharapkan dapat menjadi sosok guru dengan kriteria dan ahli dalam bidangnya. Memiliki pribadi disiplin, penuh tangung jawab sanggup menerima konsekuensi dan professional. Menjadi contoh yang baik bagi peserta didik, lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Kegiatan PPL terbagi menjadi dua periode, yaitu PPL I dan PPL II. PPL I merupakan kegiatan praktikan sebelum memasuki sekolah praktikan, selama diperguruan tinggi calon guru diberi pembekalan sebelum terjun kesekolah berupa
peerteaching dan pembekalan PPL. Pada PPL I dilaksanakan untuk mengumpulkan data
dengan cara observasi, dokumentasi, wawancara terhadap kepala sekolah, guru, staf TU, siswa, komite sekolah dan dengan masyarakat sekitar.
Data yang diambil meliputi keadaan fisik sekolah, lingkungan sekolah, fasilitas sekolah, penggunaan sekolah, keadaan guru dan siswa, interaksi social, tata tertib, bidang pengelolaan dan administrasi. Pada tahap PPL II melakukan pengajaran terbimbing atas bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing.
Kegiatan PPL dilaksanakan sebagai upaya menerapkan teori yang selama ini telah diperoleh di kampus sehingga mahasiswa praktikan memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Kegiatan PPL I ini memberikan manfaat yang besar kepada praktikan sebagai bekal ketika terjun dalam masyarakat, terutama dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Hasil dari pelaksanaan PPL I yang telah dilakukan oleh praktikan adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Fisika.
a. Kelebihan KBM
Pembelajaran fisika di SMA N 1 Batang khususnya XI MIPA berjalan dengan baik dan kondusif. Ini terjadi karena adanya interaksi yang baik antara siswa dan guru fisika yang mengampu. Keaktifan siswa membuat kegiatan belajar siswa semakin menarik karena guru pengampu sudah mencoba menerapkan pembelajaran Kurikulum 2013 serta menggunakan fasilitas LCD untuk menyampaikan pelajaran. Selain itu guru pengampu juga mencoba memberikan stimulus agar siswa lebih tertarik dengan mata pelajaran yang disampaikan
b. Kekurangan KBM
Penggunaan sistem moving class kurang efektif karena siswa lebih cenderung jalan-jalan keliling sebelum sampai di kelasnya. Hal ini dapat menyebabkan sesekali perhatian siswa yang sedang belajar menjadi kurang terfokus pada pembelajaran yang dapat mengakibatkan kelas menjadi gaduh. Selain itu siswa lebih cenderung diminta aktif sehingga dalam proses belajar mengajar, guru lebih aktif untuk meningkatkan semangat belajar siswa.
45
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana KBM di Sekolah
Secara umum SMA N 1 BATANG sudah sangat memperhatikan sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar pengembangan sekolah. Hal ini dapat dilihat dari ruangan-ruangan yang disediakan untuk menunjang KBM seperti fasilitas LCD, untuk membantu guru dalam menerangkan materi, maupun fasilitas free hot spot yang dapat diakses setiap siswa di lingkungan sekolah untuk menambah referensi, ruang laboratorium Fisika, Biologi, Kimia, komputer dan ruang multi media juga telah tersedia. Sarana penunjang untuk mata pelajaran olahraga telah tersedia lapangan voli dan lapangan basket.
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
a. Guru Pamong
Dalam ppl di SMA N I Batang ini saya bersama guru pamong yang mengampu mata pelajaran fisika di kelas XI MIPA. Beliau adalah Bapak Purwadi,S.Pd. Beliau mendapat tugas mengajar mata pelajara Fisika kelas XI MIPA A sampai XI MIPA F. Beliau memberikan pengarahan kepada kami mengenai teknik pengendalian kelas, cara penyampaian materi dan memberikan masukan, motivasi-motivasi yang sangat berharga bagi kami.
b. Dosen pembimbing
Dosen pembimbing adalah dosen UNNES dari jurusan fisika. Beliau selalu memberikan pengarahan kepada praktikan, agar praktikan bisa lebih optimis dalam mengajar. Beliau juga berusaha membantu praktikan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi selama PPL berlangsung.
4. Kualitas Pembelajaran
Kualitas pembelajaran di SMA N 1 BATANG sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari proses pembelajaran yang berlangsung kondusif dan berjalan lancar. Penerapan moving class yang sudah berjalan 4 tahun ini tidak membuat siswa kesulitan, justru memudahkan siswa dalam mendapatkan pelajaran. Keterampilan guru dalam pengelolaan kelas juga cukup baik. Interaksi yang positif antara guru dan siswa juga sudah terjalin dengan baik.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Praktikan di bangku kuliah telah menempuh 110 sks dan mengikuti mata kuliah MKDU (mata kuliah dasar umum) dan MKDK (mata kulia asar kependidikan). Selain itu praktikan juga telah berhasil melaksanaka peerteaching dan pembekalan PPL. Meskipun telah mendapat bekal yan cukup memadai dari ilmu yang diperoleh di kampus, praktikan merasa masih harus banyak belajar, menambah pengalaman dan yang lebih penting adalah bagaimana menerapkan apa yang telah dipelajari dan didapatkan dari bekal tersebut. Praktikan membutuhkan banyak
pengalaman di lingkungan sekolah tempat kita PPL karena bagaimanapun juga pengalaman adalah guru yang terbaik.
6. Nilai Tambah yang Diperoleh Praktikan setelah Melaksanakan PPL I
Setelah melaksanakan PPL I, praktikan merasakan besarnya manfaat yang didapatkan. Praktikan dapat mengetahui cara-cara mengajar, cara
46
menyampaikan materi, penguasaan/pengendalian kelas dan strategi dalam mengejar. Selain itu praktikan juga mengetahui karakter siswa-siswa dikelas tempat praktikan melakukan observasi. Dari kegiatan PPL I ini memacu praktikan untuk mempersiapkan diri lebih baik untuk melaksanakan PPL II.
7. Saran Pengembangan bagi Sekolah
Saran praktikan untuk SMA N 1 BATANG adalah mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menggali dan meningkatkan potensi siswa, mengembangkan sarana prasarana guna untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran. Kemudian, pihak Unnes dan SMA N 1 BATANG diharapkan selalu bekerjasama dengan baik agar terjalin hubungan simbiosis mutualisme dalam berbagai hal diantara kedua belah pihak.
Demikian uraian refleksi diri dari praktikan setelah melakukan observasi dan berbagai kegiatan selama PPL 1 di SMA N 1 BATANG.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
Maghfirotul Fitriyah NIM. 4201413028
47
REFLEKSI DIRI
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program wajib yang dilaksanakan oleh mahasiswa program kependidikan Universitas Negeri Semarang berkaitan dengan kegiatan kurikuler, baik intra maupun ekstrakulikuler di sekolah latihan. Kegiatan PPL ini dilaksanakan sebagai bentuk latihan menerapkan ilmu dan teori yang telah diperoleh praktikan selama perkuliahan. Hal ini bertujuan untuk memberikan bekal dalam memperoleh pengalaman dan keterampilan praktik di lapangan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran makro di sekolah, juga sebagai upaya untuk mendidik mahasiswa praktikan agar menjadi calon tenaga kependidikan yang profesional.
Pada PPL I ini, mahasiswa praktikan melaksanakan observasi dan orientasi berkaitan dengan keadaan fisik sekolah, keadaan murid dan guru, tata tertib sekolah dan melakukan pengamatan model – model pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru pamong. Proses tersebut terjadwal mulai tanggal 1 Agustus sampai 13 Agustus 2016. Selama waktu tersebut, praktikan melakukan observasi tentang kondisi SMA Negeri 1 Batang, baik secara fisik maupun nonfisik sebagai pengenalan pra-KBM dalam kelas. Berdasarkan hal di atas, praktikan menyusun refleksi diri yang berisi catatan singkat tentang tanggapan praktikan secara umum terkait pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran kimia.
1. Kekuatan dan kelemahan pembelajaran mata pelajaran kimia
a. Kekuatan pembelajaran mata pelajaran kimia
Materi yang ada dalam pelajaran kimia merupakan gabungan dari teori dan hitungan. Oleh karena itu kimia lebih mudah dipahami dibanding pelajaran eksakta dengan dominasi hitungan lainnya. Pembelajaran kimia di SMA Negeri 1 Batang bermanfaat guna membentuk karakter siswa terutama dalam penerapan kurikulum 2013. Siswa yang telah mengikuti pembelajaran kimia tersebut akan mendapatkan serta nilai-nilai etika yang juga disematkan dalam pembelajaran, sesuai dengan tujuan kurikulum 2013 yang menekankan pada 4 poin penilaian yaitu spiritual, sosial, afektif, dan keterampilan khususnya laboratorium. Pembelajaran kimia mengutamakan agar siswa diberikan materi berupa pengamatan langsung dengan diperlihatkan contoh benda secara nyata sebagai alat peraga.
b. Kelemahan pembelajaran mata pelajaran kimia
Kelemahan dari pembelajaran kimia adalah materi kimia yang mikroskopis dan makroskopis akan sulit ditransfer kepada siswa apabila model dan media pembelajarannya tidak cocok. Dalam kegiatan pembelajaran kimia khususnya kelas X pada bab awal yang sebagian besar mencakup teori dasar yang harus diajarkan karena merupakan pondasi untuk seterusnya. Mata pelajaran kimia tidak cukup apabila siswa hanya diberikan materi di dalam kelas, karena ilmu kimia sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran kimia kelas X khususnya semester 1 tidak memungkinkan untuk melakukan keterampilan laboratorium secara mendalam.
2. Ketersediaan sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana yang tersedia di SMA Negeri 1 Batang cukup menunjang proses pembelajaran kimia. Hal ini ditandai dengan tersedianya ruang kelas yang nyaman, kondusif dan lengkap dengan LCD sebagai tempat berlangsungnya pembelajaran kimia. Selain itu sekolah tersebut juga dilengkapi sarana dan prasarana penunjang proses
48
pembelajaran yang lain seperti adanya laboratorium kimia, perpustakaan, ruang multi media dan juga internet. Dengan adanya sarana dan prasarana tersebut proses pembelajaran kimia di sekolah tersebut dapat berlangsung secara optimal.
3. Kualitas guru pamong dan dosen pembimbing
Guru pamong praktikan PPL di sekolah latihan yaitu SMA Negeri 1 Batang, yaitu Ibu Dhakiroh, S.Pd. Beliau adalah seorang guru yang penuh kesabaran dalam menghadapi siswa dan siswi kelas X yang tergolong sangat aktif. Sifat tegas dan disiplin juga diterapkan pada anak didiknya agar menjadi generasi penerus bangsa yang bisa diandalkan nantinya. Metode diskusi dan tanya jawab sering digunakan dalam pembelajaran sehingga dapat membuat siswa berperan aktif. Adapun dosen pembimbing yakni Bapak Agung Tri Prasetya, S.Si, M.Si adalah dosen pembimbing skripsi, dosen wali, serta dosen yang mengampu mata kuliah Kimia Analisis Instrumen, Kimia Komputasi, Program Komputer Pembelajaran Kimia, dan Pengelolaan Laboratorium Kimia. Beliau yang memiliki karakter sosok yang mampu mengarahkan mahasiswa praktikan untuk menjadi guru yang professional dan memberi pengarahan kepada mahasiswa pratikan dalam mengatasi permasalahan.
4. Kualitas pembelajaran di sekolah latihan
Kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang cukup bagus. Pada saat mengajar, guru sangat menguasai materi yang diajarkan, walaupun terkadang tidak mengikuti RPP yang telah dibuat oleh guru yang bersangkutan. Guru – guru di SMA Negeri 1 Batang juga sudah menggunakan metode – metode pembelajaran yang bervariasi, mulai dari ceramah, diskusi, tanya jawab, dan games, sehingga siswa–siswanya tidak merasa bosan. Guru juga telah menerapkan kurikulum 2013 dengan menggunakan pendekatan saintifik dengan baik. Hal ini terlihat dari keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan penugasan kelompok yang melibatkan benda-benda di sekitar.
5. Kemampuan diri Praktikan
Sebelum mengikuti PPL I praktikan telah mendapatkan mata kuliah dasar – dasar, Pengelolaan Laboratorium Kimia, Telaah Kurikulum, Perencanaan Pembelajaran Kimia, Strategi Pembelajaran Kimia (SPK), Evaluasi Hasil Belajar, Program Komputer Pembelajaran Kimia, Media Pembelajaran Kimia, dan Manajemen Pendidikan. Praktikan juga telah melaksanakan microteaching, peerteaching dan pembekalan selama tiga hari. Praktikan sendiri masih kurang pengalaman sehingga perlu belajar dari para guru pamong yang tentunya memiliki lebih banyak pengalaman dalam mengajar mata pelajaran kimia. Praktikan juga perlu belajar dalam mengelola kelas agar dapat menciptakan suasana yang nyaman bagi siswa untuk belajar. Kegiatan – kegiatan dalam PPL 1 memberikan mahasiswa pengalaman baru yang dapat dijadikan bekal pada saat melakukan PPL 2. .
6. Nilai tambah yang diperoleh mahasiswa setelah melaksanakan PPL 1
Setelah melaksanakan PPL I, praktikan banyak mendapat ilmu terutama pengalaman langsung mengenai pendidikan sekolah dalam posisi sebagai tenaga pendidik bukan siswa. Selain itu praktikan juga dapat mengamati proses pembelajaran yang ada di kelas. Praktikan juga mendapat pengetahuan mengenai metode-metode pembelajaran dari berbagai guru mata pelajaran. Dalam proses pembelajaran praktikan dapat melihat keanekaragaman sifat siswa, maka dari itu praktikan dapat menerangkan metode pembelajaran yang tepat. Dalam
49
kegiatan PPL 1 mahasiswa memperoleh beberapa manfaat yang sangat berguna dan mendukung dalam melaksanakan PPL 2. Manfaat tersebut diantaranya : 1) mahasiswa praktikan mendapatkan pengarahan dalam menyusun silabus dan RPP, 2) cara mengelola kelas yang baik, 3) cara bersikap di depan kelas, 4) tata etika yang berlaku antar warga sekolah, 5) cara mengaplikasikan kurikulum 2013 di kelas.
7. Saran Pengembangan bagi sekolah latihan dan UNNES
Secara umum, keadaan sekolah baik dalam proses belajar mengajar dapat dikatakan baik. Namun ada beberapa hal yang perlu dibenahi terutama sarana dan prasarana dalam pembelajaran kimia yang tersedia di laboratorium untuk lebih diperhatikan. Tetapi, untuk alat dan bahan sudah cukup memadai. Sarana dan prasarana di dalam kelas juga kurang memadai, teruatam dalam pengadaan kipas angin dan LCD proyektor. Saran yang dapat mahasiswa sampaikan kepada UNNES adalah agar UNNES lebih terstruktur dalam menyusun penempatan PPL dan memfasilitasi PPL baik itu dalam hal pembekalan maupun pelaksanakan PPL.
Demikian refleksi yang dapat saya sampaikan setalah mengikuti PPL1 pada tanggal 1-13 Agustus 2016.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
Nur Santi Amalina
50
REFLEKSI DIRI
Universitas Negeri Semarang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang mempunyai program studi pendidikan dan non pendidikan. Program studi pendidikan nantinya diharapkan akan menjadi tenaga pendidik yang professional, sehingga diharuskan menempuh program wajib kependidikan yaitu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). PPL dilaksanakan sebagai upaya menerapkan teori yang selama ini telah diperoleh di kampus sehingga mahasiswa praktikan memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Kegiatan PPL terbagi menjadi dua tahap yaitu PPL 1 dan PPL 2. PPL 1 terdiri atas kegiatan peer teaching, pembekalan PPL, dan orientasi observasi. PPL 2 yang terdiri atas praktik mengajar, praktik administrasi, dan kegiatan yang bersifat kokurikuler dan ekstrakurikuler yang ada di sekolah latihan.
Salah satu sekolah latihan untuk program PPL Universitas negeri Semarang adalah SMA Negeri 1 Batang yang terletak di Jalan Garuda Nomor 1 Dracik Proyonanggan Selatan Batang dengan status akreditasi A. Sekolah ini diminati oleh mahasiswa untuk melakukan PPL karena lingkungan yang nyaman dan merupakan sekolah favorit yang dulunya merupakan RSBI. SMA Negeri 1 Batang menerapkan kurikulum 2013 dalam proses pembelajarannya.
Hasil selama kegiatan orientasi dan observasi yang diperoleh praktikan sesuai dengan bidangnya yaitu kimia di SMA Negeri 1 Batang adalah sebagai berikut :
1. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kimia SMA Negeri 1 Batang
Kelebihan :
Kondisi saat pembelajaran di kelas berlangsung secara kondusif. Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran menggunakan metode diskusi dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, sehingga siswa dituntut aktif dalam menggali informasi berkaitan dengan materi yang akan dipelajari. Siswa mendapat lembar diskusi siswa (LDS) setiap proses pembelajaran, sehingga siswa dimudahkan dan mampu mengetahui bagaimana bekerja dalam pembelajaran dengan bimbingan guru. Tersedianya bahan ajar sebagai penunjang pembelajaran yaitu disediakan buku paket dari pihak sekolah dan lembar kerja siswa (LKS). Sumber belajar didapat dari berbagai sumber yang relevan.
Kekurangan :
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada tujuh kelas yang diampu sebenarnya sudah sangat baik. Guru sangat baik ketika mengelola kelas dan sangat mengaktifkan siswa. Hanya saja memang pemahaman siswa setiap kelasnya berbeda, sehingga ketika menggunakan metode yang sama akan menghasilkan respon siswa yang berbeda-beda. Pemanfaatan media pembelajaran kurang efektif, karena terkendala LCD di ruang kelas ada yang rusak.
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana di SMA Negeri 1 Batang
SMA Negeri 1 Batang masih dalam pembangunan besar-besaran secara fisik. Bangunan yang ada di SMA Negeri 1 Batang merupakan bangunan terbaru karena bangunan yang lama sudah rusak dan di bongkar. Bangunan baru yang ada di SMA 1 Batang tersusun rapi tetapi ada beberapa titik sudut yang mengganggu pemandangan akibat bangunan yang belum jadi dan beberapa bongkahan bangunan yang belum di pindah atau dibuang.
Sarana dan prasarana yang ada di SMA Negeri 1 Batang sudah memadai contohnya saja setiap kelas terdapat berbagai perangkat LCD untuk media pembelajaran mereka di masing-masing kelas. Tetapi terdapat beberapa kelas yang LCD-nya rusak dan tidak dapat dimanfaatkan.
51
Untuk beberapa laboratorium yang ada di SMA Negeri 1 Batang juga sudah memadai, terdapat laboratorium IPA (laboratorium fisika, laboratorium kimia, dan laboratorium biologi) dan Laboratorium Bahasa.
Mushola di SMA Negeri 1 Batang masih dalam proses pembangunan. Di Mushola terdapat beberapa mukena dan Al-Quran yang tersusun rapi di dalam rak. Kebersihan yang ada di mushola juga sangat bersih, dan untuk para siswanya sendiri juga sangat disiplin ketika siswi memakai mukena dikembalikan lagi mukena di tempat biasa yang sudah disediakan.
Kantin dan koperasi SMA Negeri 1 Batang tersusun secara rapi dan bersih sehingga layak untuk dikatakan bersih untuk makanan. Di kantin tersedia makanan dan minimum. Di koperasi menyediakan alat tulis, buku tulis, buku pelajaran, jas praktikum, dan makanan.
Lahan parkir yang terdapat di sekolah sangat minim yang dimana sebagian siswa 80% membawa motor akan tetapi lahan parkir yang sempit memaksa siswa untuk memarkir motor berdesak-desakkan. Setelah masuk pembelajaran jam pertama sampai terakhir gerbang lapangan parkir ditutup dan dijaga oleh satpam. Saat waktu pulang hanya satu gerbang yang dibuka oleh satpam supaya siswa melewati gerbang yang sama, hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencurian.
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Guru pamong kimia praktikan di SMA Negeri 1 Batang adalah Dakhiroh S.Pd. Beliau selalu membimbing praktikan saat berkonsultasi tentang pembelajaran. Pada pembelajaran kimia, beliau dapat mengajar dengan metode yang dapat mengaktifkan siswa, menjelaskan materi dengan runtut, jelas, dan dapat mengelola kelas dengan baik sehingga siswa dengan antusias mengikuti pembelajaran kimia.
Dosen pembimbing praktikan adalah dosen UNNES dari jurusan kimia adalah Agung Tri Prasetya, M.Si. Beliau memberikan pengarahan kepada praktikan, agar praktikan bisa lebih optimis dalam mengajar. Beliau juga berusaha membantu praktikan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi selama PPL berlangsung.
4. Kualitas Pembelajaran
Kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang sudah bagus. SMA Negeri 1 Batang merupakan SMA terakreditasi A yang memberikan pelayanan pembelajaran yang baik bagi siswanya. Pembelajaran sudah berpusat pada siswa dan guru bersifat sebagai fasilitator dan motivator. Sebelum pembelajaran di kelas guru terlebih dulu membuat rencanan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dijadikan pedoman dalam mengajar. Dalam pembelajaran guru menyampaikan materi dengan jelas dan sistematis dengan metode yang dipilih berpedoman pada RPP yang disusun berdasarkan Kurikulum 2013.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Selama kurang lebih 3 tahun kuliah, praktikan telah mendapatkan materi yang sangat mendasar terkait kimia. Selama perkuliahan untuk program studi pendidikan, diajarkan mata kuliah yang dapat menunjang selama proses PPL, seperti mata kuliah kimia dasar 1 dan 2, kapita selekta sekolah menengah 1 dan 2, microteaching dan mata kuliah lain yang mendukung sehingga diharapkan nantinya mahasiswa praktikan mampu menciptakan pembelajaran di kelas menjadi lebih berkesan bagi para siswanya.
Akan tetapi, hal tersebut belum dapat terlaksana dengan baik dan konsisten. Terkait dengan kekurangan pembelajaran yang telah disebutkan, sehingga menuntut praktikan agar lebih kreatif
52
dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran kimia agar tidak membosankan. Praktikan masih kurang untuk kemampuan dalam menyampaikan materi sehingga masih perlu belajar kembali menyampaikan materi sehingga dapat dipahami siswa dengan baik.
6. Nilai Tambahan yang Diperoleh Setelah Mengikuti PPL 1
Berkenaan dengan pelaksanaan PPL 1, mahasiswa praktikan melakukan observasi di SMA Negeri 1 Batang. Mahasiswa PPL mendapat pengetahuan terkait administrasi sekolah, penyusunan serta perencanaan pembelajaran hingga evaluasi dalam dunia pendidikan secara langsung. Selain itu, praktikan tentunya mendapatkan banyak pengalaman dalam menghadapi siswa dan bagaimana cara mengajar yang baik, bagaimana sikap yang harus dimiliki guru ketika berada di dalam kelas, dapat memahami masing-masing karakteristik siswa yang pada dasarnya berbeda-beda setiap anak, dan dapat bagaimana cara menciptakan suasana kondusif selama pembelajaran berlangsung. Praktikan dapat mempraktikkan ilmu dan teori yang didapatkan selama kuliah dan belajar dari guru pamong tentang pedagogik di dunia pendidikan yang sesungguhnya. Praktikan mendapat nilai tambah setelah mengikuti PPL 1 berupa pengalaman dan pengetahuan tentang kondisi belajar mengajar yang sesungguhnya di dalam kelas.
7. Saran Pengembangan bagi SMA 1 Batang dan Universitas Negeri Semarang
Bagi pihak SMA Negeri 1 Batang
Kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang sudah baik, namun harus terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan jaman sehingga mampu bersaing di tengah arus globalisasi. Potensi-potensi yang ada pada siswa harus dikembangkan secara optimal. Proses pembelajaran harus mengedepankan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam proses