i
LAPORAN
PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN I
DI SMA NEGERI 1 BATANG
Disusun oleh :
Iqbal Tajuddin,dkk
ii
PENGESAHAN
Laporan PPL I ini telah disusun sesuai dengan Pedoman PPL Unnes. Hari : Senin
Tanggal : 29 Agustus 2016
Disahkan oleh;
Koordinator dosen Pembimbing
Dr. Ir. Ananto Aji, M.S. NIP.19630527 198811 1 001
Koordinator Pusat Pengembangan PPL dan
Labschool UNNES
KATAPENGANTAR
iii
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayahNYa, sehingga Laporan Praktik Pengalaman Lapangan I (PPL I) di SMA Negeri 1 Batang dapat terselesaikan dengan baik.
Sehubungan dengan telah terlaksananya PPL I ini, maka dalam kesempatan ini diucapkan terimakasih kepada;
1. Rektor Universitas Negeri Semarang
2. Koordinator PPL Universitas Negeri Semarang
3. Dr. Ir. Ananto Aji, M.S. koordinator Dosen Pembimbing PPL di SMA Negeri 1 Batang
4. Siti Ismuzaroh, S.Pd, M.Pd, Kepala SMA Negeri 1 Batang
5. Segenap staf guru, karyawan, serta siswa siswi SMA Negeri 1 Batang
6. Semua pihak yang tidak tersebutkan yang telah membantu terlaksananya PPL I ini, sehingga dapat berjalan dengan baik. Akhirnya, semoga Laporan Praktik Pengalaman Lapagan I ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Batang, Agustus 2016
4
DAFTARISI
HALAMAN JUDUL ……….. i
HALAMAN PENGESAHAN ……… ii
KATA PENGANTAR ……… iii
DAFTAR ISI ……….. iv
DAFTAR LAMPIRAN ……….. v
BAB I PENDAHULUAN ……….. 1
A. Latar Belakang ………... 1
B. Kerangka dan Sistematika Penyajian ……….. 1
C. Tujuan Observasi ………. 2
D. Manfaat Observasi………... 2
BAB II HASIL PENGAMATAN ……….. 3
A. Keadaan Fisik Sekolah ……… 3
B. Keadaan Lingkungan sekolah ……… 6
C. Fasilitas Sekolah ………. 8
D. PenggunaanSekolah ……….. 11
E. Keadaan Guru dan Siswa ……… 11
F. Interaksi Sosial……… 12
G. Tata Tertib dan Pelaksanaannya ……… 13
H. Bidang Pengelolaan dan Administrasi ……… 14
BAB III PENUTUP ……… 16
A. Simpulan ……….. 16
B. Saran ……… 16
5
DAFTAR LAMPIRAN
1. Daftar presensi mahasiswa PPL
2. Struktur organisasi laboratorium kimia 3. Tata tertib laboratorium kimia
4. Struktur organisasi laboratorium fisika 5. Struktur Organisasi laboratorium Biologi
6. Daftar urut kepangkatan tenaga pendidik dan kependidikan SMAN 1 Batang 7. Pembagian Tugas Guru
8. Struktur organisasi SMAN 1 Batang
9. Struktur organisasi tenaga kependidikan SMA N 1 Batang 10.Struktur organisasi OSIS
11.SK Pengurus Komite Satuan Pendidikan SMAN 1 Batang 12.Daftar wali kelas dan keadaan siswa
13.Nama guru dan karyawan 14.Jadwal Mata Pelajaran 15.Proker Ekstra
6
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Praktik Pengalaman Lapangan adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan sebagai pelatihan untuk menerapkan teori-teori yang diperoleh di semester-semester sebelumnya agar memperoleh pengalaman dan keterampilan lapangan di sekolah atau tempat latihan yang lain yang di khususkan untuk mahasiswa Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang (Menurut peraturan rector Universitas Negeri Semarang nomor 22 tahun 2008).
PPL dilaksanakan selama 3 bulan dalam satu kali penerjunan yang dibagi atas
Dalam rangka mempersiapkan diri agar dapat mengajar secara professional dan mengoptimalkan tenaga kependidikan mahasiswa Universitas Negeri Semarang, maka mahasiswa juga harus mendapatkan pengalaman yang sebenarnya dilapangan serta menerapkan teori-teori yang didapat di bangku kuliah. Oleh sebab itu dilaksanakannya PPL, dalam PPL 1 meliputi observasi mengenai keadaan fisik sekolah, sarana dan prasarana sekolah dan observasi kelas sebagai pembekalan untuk praktikan dalam mengembangkan kemampuan prkatek mengajar.
Tugas tersebut praktikan laksanakan dalam bentuk laporan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan prosedur yang di tetapkan di SMA Negeri 1 Batang.
B. Kerangka dan Sistematika Penyajian
Laporan Observasi PPL 1 ini kami susun menurut sistematika sebagai berikut: BAB I Pendahuluan
BAB II Hasil Pengamatan BAB III Penutup
7
C. Tujuan Observasi
Adapun tujuan observasi dan penyusunan laporan ini adalah:
1.Untuk memenuhi tugas terstruktur PPL 1 bagi mahasiswa semester VII 2. Sebagai bekal pengalaman pada praktik mengajar yang sebenarnya
3. Untuk menfokuskan pada pengenalan keadaan fisik, sarana prasarana sekolah, dan sistem administrasi di SMA Negeri 1 Batang
D. Manfaat Observasi
Manfaat dari observasi sekaligus PPL 1 ini adalah: Bagi mahasiswa praktikan
1. Mahasiswa praktikan dapat mengetahui keadaan fisik, sarana dan prasarana, system administrasi dari SMA Negeri 1 Batang dengan sebenar- benarnya. 2. Mahasiswa praktikan akan mengetahui bagaimana hubungan yang baik,
dengan seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Batang, baik dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru-guru, karyawan TU, serta siswa- siswanya.
8
BAB II
HASIL PENGAMATAN
A. Keadaan Fisik Sekolah
1. Luas tanah
SMA Negeri 1 Batang mempunyai luas tanah seluruhnya12.800 m2 2. Jumlah Ruang Kelas
SMA Negeri 1 Batang pada saat ini sedang dalam proses pembangunan. Adapun jumlah ruang kelas yang akan disediakan berjumlah 33 ruang kelas, hal ini didasarkan pada jumlah siswa yang ada dan dikelompokkan menjadi 27 kelas, dengan pembagian kelas sebagai berikut :
a. Kelas X = 9 kelas b. Kelas XI = 9 kelas c. Kelas XII = 9 kelas
Dalam hal ini keadaan ruang kelas sudah sesuai untuk tempat belajar mengajar siswa yang rata-rata ada 32 siswa/kelas.
3. Fasilitas Sekolah a. Mading
SMA Negeri 1 Batang terdapat 5 buah papan mading yang dikelola oleh ekskul madding. Madding ini berfungsi sebagai sarana menyalurkan kreatifitas siswa dalam hal tulis menulis. Mading ini keluar setiap 2 minggu sekali. Mading ini hasil karya siswa sendiri dengan kreatifitas mereka membuat artikel, cerita bersambung, puisi, serta foto-foto. Organisasinya sendirimempunyai 20 anggota dengan pertemuan rutin setiap hari juma‟at. Dengan didampingi oleh seorang Pembina, mereka juga membuat kegiatan seperti worksop mading untuk SMP setiap bulan Mei. Setiap siswa disekolah ini juga diperbolehkan mengirimkan artikelnya tentunya setelah diseleksi oleh pengurus
b. Lapangan Olahraga
9
11 bola basket, 4 bola sepak, 5 bola futsal, 10 lembing, matras senam, tiang lompat tinggi, dan net voli tersimpan di gudang olahraga.
c. Kantin
Kantin di sekolah ini miliki 4 buah kantin yang dikelola oleh orang luar dan 1 buah kantin kejujuran yang dikelola oleh Osis. Kantin kejujuran disini tidak memiliki penjaga, siswa diperkenankan untuk mengabil barang sendiri dan membayar ke kotak yang telah disediakan (system self service) dengan adanya kantin kejujuran ini siswa dilatih untuk memiliki karakter yang jujur.
d. Parkir
Parkir di SMA Negeri 1 Batang kurang memadai karena parkir untuk siswa sangat sempit dan kurang teratur.
e. Papan Informasi
Papan informasi di sma 1 batang terdapat 2 buah terletak didepan runag guru. Papan informasi ini berfungsi sebagai tempat pengumumna atau info mengenai event-event disekolah.
f. AC
AC hanya berada di kantor kepala sekolah, ruang multimedia, ruang BK, dan kantor guru.
g. Toilet
Di SMAN 1 Batang terdapat 12 toilet bagi siswa, dan 2 toilet untuk guru. Kondisinya cukup bersih, setiap toilet terdapat 1 buah bak, 1 buah gayung dan 1 buah toilet jongkok.
h. Tempat Ibadah (Masjid)
Di masjid SMA 1 terdapat 1 buah rak, 1 buah almari kitab, dan 1 buah almari mukena, 1 buah microfon, dan 1 buah pengeras suara.
i. Wi-Fi
Di SMAN 1 batang terdapat 4 buah Wi-Fi yang terdapat di ruang TIK, ruang kepala sekolah, ruang multimedia dan di perpustakaan.
j. Almari Piala
10
lemari piala, diantaranya yaitu di depan ruang guru berjumlah 4 almari dan 3 almari di loby.
k. Maket Master Plan Pengembangan
Di SMAN 1 Batang terdapat maket master plan pengembangan SMAN 1 batang yang telah dilaksanakan sejak 6 tahun yang lalu sampai sekarang. l. Kelas Baru
SMAN 1 Batang diabangun 6 ruang kelas baru yang telah selesai pengerjaannya, dan sudah digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
m. Laboratorium
Prosedur penggunaan ruang laboratorium yaitu guru menghubungi pengurus laboratorium mininal 3-7 hari sebelum digunakan untuk praktek. Pada hari-H, siswa mengambil kartu pinjam perkelompok 1 kartu peminjaman. Semua anak yang melakukan praktek diwajibkan menggunakan baju praktek yang sudah disediakan oleh koperasi sekolah dan wajib mematuhi ketentuan Standar Operasional Praktikum (SOP). Fasilitas serta ketersediaan alat dan bahan untuk praktikum sudah memadai. Pengadaan alat untuk praktek yaitu dana dari pusat, BOS, serta dari dinas dan pembelian alat biasanya di Ruko yang khusus menjual alat-alat kedokteran. Sedangkan bahan-bahan untuk praktek dibeli sendiri oleh sekolah dengan menggunakan uang dari komite sekolah, alurnya yaitu: jika bahan-bahan kimia untuk praktek habis maka petugas laboratorium mengajukan ke ketua laboratorium, kemudian diajukan lagi ke bendahara sekolah setelah itu petugas laboratorium memesan bahan-bahan kimia di “Indrasari” Semarang
n. Perpustakaan
11
kelas X 229 siswa, kelas XI 296 siswa, kelas XII 290 siswa serta guru dan karyawan 91. Pengunjung perpustakaan pada tahun 2015-2016 berjumlah 7.005 orang. Program jangka panjang perpustakaan yaitu: pegawai di perpustakaan berjumlah 4 orang. Sumber dana siswa yiatu dari Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (APBS).
o. Koperasi Sekolah
Koperasi SMAN 1 batang bernama “KOPERASI HARAPAN SEJAHTERA”. Koperasi ini buka setiap hari kerja dari jam 6.30-13.30 WIB. Koperasi ini menyediakan alat tulis, LKS, buku paket pelajaran, baju praktek laboratorium, seragam sekolah khususnya batik dan topi, serta berbagai macam minuman. Koperasi ini juga merupakan koperasi simpan pinjam khususnya bagi para anggota koperasi. Anggotanya berjumlah 104 yang terdiri dari guru dan karyawan serta 2 petugas koperasi (1 dari TU dan 1 adalah pengurus dari guru).
p. BK (Bimbingan Konseling)
BK berfungsi untuk membantu mengatasi masalah siswa. Di SMAN 1 Batang terdapat jam khusus untuk pelajaran BK yang alokasi waktunya adalah 1 jam, hal ini sesuai dengan PP no. 14. Fungsi dari BK yaitu: pengumpulan data siswa, pengaplikasian ilmu BK, bimbingan konseling, pemahaman terhadap individu. Untuk siswa yang terlambat sekolah tidak diberi hukuman oleh guru BK tetapi oleh STP2K (Satuan Tugas Pelaksana Pembinaan siswa), ketua STP2K adalah Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan petugas lapangannya adalah anggota OSIS serta yang bertanggung jawab adalah sekolah.
B. Keadaan Lingkungan Sekolah
SMA Negeri 1 Batang terletak di Jalan Garuda No 1 Dracik, Batang. Keadaan lingkungan SMA Negeri 1 Batang secara rinci adalah sebagai berikut :
1. Jenis bangunan yang mengelilingi sekolah
12
c. Sebelah Selatan : SMK Bhakti Praja d. Sebelah Timur : Pemukiman warga 2. Tingkat Kebersihan
SMA Negeri 1 Batang merupakan sekolah yang terjaga kebersihannya karena setiap pagi dan istirahat siang petugas membersihkan lingkungan sekolah, petugas, selain itu siswa pada tiap kelas dibagi menjadi beberapa regu kerja yang bertugas membersihkan ruang kelas masing-masing sehingga sekolah terlihat bersih dan rapi. Disetiap depan ruangan terdapat tempat sampah dan memiliki tempat yang berasal dari luar seperti suara bising dari kendaraan umum,walaupun pada saat pagi dan jam pulang sekolah agak sedikit bising karena berada di kompleks sekolah dan perumahan, sehingga KBM tetap berjalan dengan baik dan tenang.
4. Jalan Penghubung dengan Sekolah
Jalan penghubung dengan sekolah dalam kondisi baik, lancar dan mudah diakses karena letaknya yang strategis dekat dengan jalan raya dan berada di tengah kota, berada dikomplek kampus sehingga lokasi sekolah mudah dijangkau misalnya dengan transportasi angkutan ,sepeda motor ataupun yang lain.
5. Masyarakat sekitar
Masyarakat sekitar SMA Negeri 1 Batang sebagian besar bekerja sebagai dan wiraswasta yang kebanyakan bekerja di pabrik, berdagang dan ada pula yang bekerja sebagai pegawai, yang dapat dilihat dengan adanya home industry dan pertokoan. Contoh beberapa jarak dari satu pusat ke pusat yang lain adalah :
a. Jarak dari lapangan ke sekolah adalah 7 meter b. Jarak dari lapangan ke SMP Negeri 3 adalah 7 meter
13
C. Fasilitas Sekolah
Fasilitas SMA Negeri 1 Batang meliputi: 1. Ruang Kepala Sekolah
Ruang kepala sekolah SMA Negeri 1 Batang terletak disebelah barat ruang aula atau serbaguna. Luas ± 4 x 5 meter dengan fasilitas yang ada didalamnya yaitu terdapat satu ruang tamu yang terletak di bagian depan ruangan, terdapat satu meja dan kursi yang digunakan oleh kepala sekolah, terdapat satu komputer yang terletak disebelah kanan meja kepala sekolah, terdapat satu lemari kaca dan satu lemari kayu yang digunakan untuk menempatkan dokumen-dokumen, terdapat satu AC yang terletak di belakang atas meja kepala sekolah, terdapat satu dispenser yang terletak di sebelah kiri pintu masuk ruang tersebut, terdapat satu TV yang terletak disebelah kiri meja kepala sekolah, terdapat satu CCTV yang terletak diatas sebelah kanan meja kepala sekolah, terdapat satu kamar mandi yang terletak di sebelah kiri meja kepala sekolah. Tata ruang kepala sekolah terlihat rapi karena dokumen-dokumen dan buku-buku tertata rapi.
2. Ruang Guru
Ruang guru SMA Negeri 1 Batang terletak disebelah utara masjid sekolah. Luas ruang guru tersebut ± 11 x 7 meter dengan fasilitas yang ada di dalamnya yaitu terdapat satu LCD, CCTV, dan TV.
Tata ruang guru SMA Negeri 1 Batang kurang tertata dengan rapi, karena meja guru yang satu dengan meja guru yang lain jaraknya setengah meter saja sehingga terlihat sangat berdekatan. Kemudian fentilasi udaranya juga kurang baik sehingga di dalam ruangan terlihat pengap walaupun sudah terdapat AC disana. Dokumen-dokumen guru yang terdapat diatas meja guru mengakibatkan ruangan tersebut terlihat kurang rapi, seharusnya disana terdapat lemari khusus untuk menempatkan dokumen-dokumen guru tersebut.
3. Ruang BK
14
yang terletak di bagian belakang atas meja guru BK, terdapat satu LCD dan satu papan tulis yang terletak di meja bundar untuk rapat, terdapat dua komputer dan satu printer yang terletak disebelah LCD, terdapat satu lemari yang terletak disebelah komputer dan printer.Tata ruang BK SMA Negeri 1 Batang terlihat rapi dan baik, karena penataan ruangan dan dokumen-dokumen sudah tertata rapi.
4. Ruang TU
Ruang TU SMA Negeri 1 Batang terletak di sebelah timur ruang guru. Luas ruang TU ± 5 x 7 meter yang terdapat fasilitas di dalamnya yaitu ruang tamu yang terletak di depan ruang TU, terdapat 9 meja untuk karyawan TU, terdapat 7 lemari besi yang digunakan untuk menempatkan dokumen-dokumen, terdapat 6 lemari kayu yang digunakan untuk menempatkan dokumen-dokumen, terdapat satu AC yang terdapat di belakang ruang tamu, terdapat satu kipas angin, terdapat satu lemari es, terdapat dua komputer, dua printer dan dua alat scan, terdapat satu TV.
Tata ruang TU SMA Negeri 1 Batang terlihata kurang tertata rapi dan agak sumpek karena ruangannya kecil dengan meja yang kurang tertata rapi serta lemari-lemari yang kurang tertata dengan rapi, sehingga ruang TU tersebut terlihat sempit. 5. Ruang OSIS
Ruang OSIS SMA Negeri 1 Batang terletak di sebelah barat perpustakaan sekolah. Luas ± 6 x 7 meter dengan fasilitas didalamnya tidak terdapat kursi dan meja yang seharusnya digunakan untuk rapat anggota OSIS. Tata ruang OSIS terlihat kurang rapi karena tidak terdapat lemari, meja dan kursi sehingga barang-barang dan dokumen-dokumen yang ada di dalam ruang OSIS terlihat kurang rapi.
6. Ruang Aula atau Serbaguna (Multimedia)
15
7. Perpustakaan
Ruang Perpustakaan SMA Negeri 1 Batang terletak disebelah barat koperasi sekolah. Luas ± 8 x 13 meter dengan fasilitas didalamnya yaitu terdapat delapan komputer untuk siswa dan guru, terdapat dua komputer yang digunakan untuk karyawan perpustakaan, terdapat satu kipas angin yang terletak didepan ruang karyawan perpustakaan, terdapat dua AC yang terletak disebelah selatan ruang perpustakaan, terdapat 15 lemari yang digunakan untuk menempatkan buku-buku mata pelajaran, terdapat lima meja panjang, tiga meja panjang yang digunakan untuk membaca buku dan dua meja yang digunakan untuk menempatkan buku-buku mata pelajaran, terdapat meja dan kursi tamu yang terletak dibelakang ruang perpustakaan. Tata ruang perpustakaan terlihat kurang rapi karena banyak buku-buku yang masih terdapat diatas meja karena jumlah lemari yang kurang memadai.
8. Laboratorium Bahasa
Laboratorium Bahasa SMA Negeri 1 Batang terletak disebelah utara laboratorium komputer. Luas ± 8 x 9 meter dengan fasilitas didalamnya yaitu terdapat satu LCD yang terletak didepan ruang bahasa, terdapat 40 kursi siswa dan headphone, terdapat satu kursi guru yang terletak didepan sebelah kiri, terdapat dua AC yang terletak disebelah kanan dan kiri ruangan, ruangan tersebut kedap suara dan lantai ruangan yang beralaskan karpet biru serta tata ruang laboratorium terlihat rapi. 9. Laboratorim Komputer
Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Batang terletak disebelah selatan laboratorium komputer. Luas ± 8 x 9 meter dengan fasilitas didalamnya yang berfungsi dengan baik, dan terdapat 20 komputer dengan 40 kursi yang digunakan untuk para siswa dan terdapat dua lemari kaca yang digunakan untuk menempatkan dokumen-dokumen. Tata ruang laboratorium terlihat kurang rapi karena terdapat komputer-komputer yang sudah tidak digunakan namun diletakkan didepan ruang komputer sehingga terlihat mengganggu.
10.Laboratorium Fisika
16
lemari yang tidak digunakan namun masih didalam ruangan laboratorium tersebut sehingga ruangannya terlihat sempit.
11.Laboratorium Kimia
Laboratorium kimia SMA Negeri 1 Batang terletak disebelah timur masjid sekolah dan di depan laboratorium fisika. Luas ± 14 x 7 meter. Tata ruang laboratorium kimia terlihat rapi namun agak berantakan karena alat-alat praktikum terletak di meja tidak pada tempatnya (lemari). Fasilitas untuk kegiatan pembelajaran sangat memadai.
12.Laboratorium Biologi
Laboratorium biologi SMA negeri 1 Batang terletak di sebelah selatan laboratorium komputer. Luas 9 x 7 meter dan terdapat satu gudang laboratorium yang digunakan untuk menempatkan alat-alat praktikum. Tata ruang laboratorium biologi terlihat rapi karena semua alat, bahan dan dokumen sudah diletakkan pada lemari dan gudang.
D. Penggunaan Sekolah
SMA Negeri 1 Batang merupakan sekolah kategori mandiri yang memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai. Setiap harinya gedung SMA Negeri 1 Batang digunakan sebagai ruang belajar bagi siswa. Pelajaran dimulai setiap hari Senin s/d Sabtu yaitu pada pukul 07.00-13.45 WIB untuk hari Senin s/d Kamis dan Sabtu. Sedangkan pada hari Jumat dimulai pukul 07.00-11.00. Di sini tidak ada pembagian jam belajar karena tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Hanya saja untuk mengatasi kekurangan ruang kelas, SMA Negeri 1 Batang menerapkan sistem moving class. Gedung SMAN 1 Batang tidak hanya digunakan untuk sekolah saja, akan tetapi pada setiap hari Sabtu dan Minggu SMAN 1 Batang juga digunakan sebagai ruang kuliah Universitas Terbuka (UT).
E. Keadaan Guru dan Siswa
1. Jumlah guru dan sebarannya menurut mata pelajaran. Terlampir
2. Jumlah siswa dan sebarannya tiap kelas. Terlampir
3. Jumlah staf TU dan tenaga kependidikan lainnya. Terlampir
17
F. Interaksi Sosial di Sekolah
1. Interaksi sosial antara Kepala Sekolah dengan Guru
Pada interaksi yang terjalin antara kepala sekolah dengan guru menurut pengamatan yang kami lakukan, tim PPL Unnes melihat adanya jalinan interaksi sosial yang baik diantaranya. Kontak sosial dan komunikasi yang menjadi dasar interaksi sosial pun terjalin dengan sangta baik diantara kepala sekolah dengan guru-guru yang ada. Perbedaan yang ada dianggap sebagai hal yang wajar dan tidak dipermasalahkan, sehingga hubungan yang terjalin antar Kepala sekolah dengan guru dapat searah dan dekat tanpa menghilangkan profesionalitas masing-masing.
2. Interaksi sosial guru dengan guru
Interaksi sosial antara guru dengan guru sudah menunjukkan interaksi yang baik, tidak ada pembedaan diantaranya baik guru senior maupun dengan guru yang masih baru (junior) semuanya dianggap sama tidak ada suatu yang dibeda-bedakan walaupun secara status mereka berbeda. Dalam hubungan interaksi ini kami melihat bahwasanya guru muda memberikan salam, menyapa, dan berjaba tangan dengan seniornya jika berjumpa, begitu pula sebaliknya.
Selain itu juga diantara interaksi sosial yang terjadi diantara sesama guru di SMA N 1 Batang, layaknya seperti sebuah keluarga, mereka juga menjaga sikap keprofesionalitas-nya sebagai guru di sekolah dan sebagai warga masyarakat di luar sekolah.
3. Interaksi Sosial Antara Guru dengan Siswa
18
kekeluargaan. Suasana nyaman yang tercipta antara guru dengan siswa membantu proses pembelajaran berlangsung dengan baik.
4. Interaksi Sosial antara Siswa dengan Siswa
Hubungan antara siswa dengan siswa juga terjalin dengan baik meskipun ada sebagian diantara siswa yang dapat dikatakan sulit berinteraksi dengan baik terutama dengan kakak kelasnya tetapi juga ada yang tidak menghiraukan tentang status di sekolah yang menganggap semuannya itu sama yang membedakan hanyalah tingkatan yang terjalin baik yang dapat menggambarkan suatu kerukunan yang terjalin diantara para siswa.
Dalam pergaulan antar siswa di dalam sekolah, kami melihat hubungan mereka berjalan dengan baik tidak ada konflik ataupun pertikaian yang merugikan. Hubungan mereka seperti halnya anak remaja di usia mereka sebagai teman atau bahkan sebagai saingan dalam berprestasi di sekolah.
5. Interaksi Sosial antara Guru dengan Staf TU
Interaksi yang antara guru dengan bagian tata usaha (TU) terjalin sangat baik. Dalam hubungan ini dimana guru sangat membutuhkan bantuan dari bagian tata usaha demi melancarkan tugasnya sebagai tenaga pendidik. Bagian dari tata usaha juga harus bersikap profesional terhadap tugasnya, namun hubungan dari keduanya terjalin dengan baik saling menghormati, tidak ada suatu pembeda, dan bersikap profesional.
6. Interaksi Sosial secara Keseluruhan
Berdasarkan hasil observasi di atas tentang interaksi sosial yang terjalin antara kepala sekolah dengan guru, diantara para guru, guru dengan siswanya, guru dengan staf tata usaha (TU), dan siswa dengan dengan siswa dapat kami simpulkan bahwa hubungan interaksi sosial yang terjalin sangat baik, saling menghormati, bersikap profesional, dan semuanya dapat berinteraksi dengan baik yang nantinya dapat menciptakan rasa dan suasana kekeluargaan yang tumbuh diantara sumua personal SMA Negeri 1 Batang.
G. Pelaksanaan Tata Terbit Bagi Seluruh Warga Sekolah
19
Ketika ada pelanggaran tata tertib, maka akan langsung mendapatkan sanksi sesuai dengan peraturan yang sudah disepakati secara kolektif oleh seluruh warga sekolah SMA Negeri 1 Batang.
Siswa yang melanggar peraturan akan diberikan sanksi oleh tim STP2K dan ditindak lanjuti sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Sedangkan tugas guru BK hanya memberikan saran atas pelanggaran yang dilakukan. Dalam hal ini tim STP2K lah yang berhak turun tangan sebagai algojo.
Di SMA Negeri 1 Batang sebagian kecil bahkan tidak ada yang melanggar peraturan yang merugikan orang lain seperti tawuran maupun narkoba. Hanya pelanggaran kecil yang terjadi seperti terlambat datang ke sekolah.
H. Pengelolaan dan Administrasi Sekolah
1. Struktur Organisasi Sekolah
Struktur organisasi sekolah menggambarkan struktur kepengurusan di SMA Negeri 1 Batang sebagai suatu organisasi yang dikelola dengan baik dan sistematis. Adapun struktur organisasi SMA N 1 Batang periode 2016/2017dan pembagian tugas masing-masing sebagaimana terlampir.
2. Struktur Organisasi Kesiswaan
Struktur organisasi kesiswaan menunjukkan struktur kepengurusan organisasi siswa intra sekolah (OSIS) yang ada di SMA Negeri 1 Batang dan pembagian masing-masing tugasnya. Adapun struktur organisasi kesiswaan periode 2016/2017 sebagaimana terlampir.
3. Struktur Administrasi Sekolah, Struktur Administrasi Kelas, dan Struktur Administrasi Guru.
Struktur administrasi sekolah dikelola oleh bagian Tata Usaha yang dikepalai oleh Kepala Tu dan dibantu oleh staff yang lain. Pengelolaan administrasi kelas diatur oleh masing-masing kelas, dengan bimbingan seorang wali kelas. Dalam kelas tersebut juga dibentuk suatu kepengurusan kelas yang dipimpin oleh seorang ketua kelas, yang menangani tugas masing-masing.
20
masing-masing guru bidang studi. 4. SK dan Susunan Komite Sekolah
Dalam rangka memperlancar pelaksanaan tugas dan fungsi sekolah serta memperluas dan meningkatkan mutu di SMA Negeri 1 Batang maka dibentuk susunan Komite Sekolah. Adapaun mengenai SK dan susunan komite sekolah di SMA Negeri 1 Batang periode 2016/2017 sebagaimana terlampir. 5. Kalender Pendidikan
Kalender pendidikan yang dipakai mengacu pada kalender akademik dari dinas pendidikan propinsi Jawa Tengah yang kemudian dijabarkan menjadi kegiatan semester 1 oleh pihak sekolah. Adapun keterangan lebih lanjut sebagaimana terlampir.
6. Alat Bantu Pelaksanaan Belajar Mengajar.
21
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari hasil observasi kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1. SMA Negeri 1 Batang merupakan SMA favorit di Kota Batang baik dari segi akademik maupun non akademik hal ini dipengaruhi oleh sarana dan prasarana, fasilitas, serta tidak lepas dari bimbingan para guru yang ada di SMA Negeri 1 Batang
2. Seluruh komponen sekolah berhubungan baik seperti antara Kepala Sekolah, Guru, Pegawai, dan Siswa demi mendukung tercapainya visi dan misi untuk kemajuan SMA Negeri 1 Batang
3. Pembangunan dan renovasi yang dilakukan SMA Negeri 1 Batang demi mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
B. Saran
Demi meningkatan serta mempertahankan kualitas SMA Negeri 1 Batang diperlukan hal-hal sebagai berikut:
1. Rak bukuyang memadai untuk mendukung kegiatan belajar di Perpustakaan
2. Diperlukan penambahan gudang untuk penyimpanan dokumen atau barang yang tidak dipakai
3. Wifi seharusnya dapat diakses di seluruh wilayah sekolah untuk mempermudah proses pembelajaran.
4. Perlunya perbaikan kran di kamar mandi.
5. Moving class kurang efektif dalam pembelajaran, sebaiknya ditiadakan.
22
23
REFLEKSI DIRI
Universitas negeri Semarang (UNNES) merupakan salah satu perguruan tinggi yang misi utamanya menyiapkan tenaga pendidik yang terampil serta siap bertugas dalam bidang pendidikan. Salah satu program untuk mencapai tujuan tersebut adalah pelaksanaan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).PPL merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh seorang mahasiswa praktikan ketika memasuki semester 7 dilaksanakan kurang lebih 3 bulan.
Sesuai ketentuan yang berlaku di Universitas Negeri Semarang tahun 2012, seorang mahasiswa praktikan diharuskan melakukan dua tahap PPL. PPL 1 terdiri dari Microteaching, Pembekalan, dan Orientasi serta Observasi di sekolah tempat praktikan. PPL 2 sebagai praktik mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan perkuliahan dengan menjadi pendidik di sekolah tempat praktikan.Kegiatan PPL sendiri untuk tahun ini berlangsung dari upacara penerjuan tanggal 28 Juli 2016 sampai tanggal 20 Oktober 2016.
PPL I dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus -13 Agustus 2016 di SMA Negeri 1 Batang yang terletak di Jl. Garuda No. 1 Dracik, Batang. Kegiatan pembelajaran di SMANegeri 1 Batang merupakan sekolah yang sudah menggunakan kurikulum 2013. SMANegeri 1 Batang menggunakan sistem moving class dalam pembelajaran. Dari serangkaian kegiatan Orientasi dan Observasi yang dilakukan, praktikan menemukan beberapa hal yang praktikan sampaikan dalam refleksi diri ini.
1. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Mata Pelajaran yang Ditekuni
Salah satu poin utama yang diidentifikasi dalam pelaksanaan PPL I adalah bagaimana proses belajar mengajar berlangsung. Kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 1 Batang telah menggunakan sistem moving Class serta menggunakan Kurikulum 2013, dalam hal ini guru mata pelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa Jawa, guru-guru telah menunjukkan kompetensi secara baik dalam menyampaikan materi kepada siswa, selama pembelajaran siswa pun mengikuti pelajaran dengan baik.
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana di SMANegeri 1 Batang
Sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran di SMANegeri 1 Batang sudah dapat dikatakan memadai. Hal ini dapat dilihat dari tersedianya media-media yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar seperti papan tulis, buku paket, LKS, Laboratorium serta LCD. Hampir Semua ruang kelas telah dilengkapi dengan LCD. SMA Negeri 1 Batang juga tersedia perpustakaan yang mempunyai banyak koleksi buku yang dapat digunakan sebagai referensi dalam pembelajaran.
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
24
4. Kualitas Pembelajaran Di Sekolah Latihan
SMA Negeri 1 Batang menggunakan sistem moving class pembelajaran tetap berjalan dengan tertib. Kepala sekolah memastikan bahwa dalam lima menit semua siswa sudah masuk ke dalam kelas dan kegiatan pembelajaran sudah berlangsung. Pembelajaran di dalam kelas berlangsung normal dengan tingkah laku siswa yang beragam namun masih dapat ditolerir dan guru masih dapat mengatasi hal tersebut. SMA Negeri 1 Batang menerapkan pendidikan karakter, hal ini dapat terlihat dari siswa yang selalu mengucapkan salam dan mencium tangan ketika bertemu dengan gurunya.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Dalam pelaksanaan pembelajaran, kemampuan diri praktikan masih minim, sehingga masih sangat membutuhkan arahan dan bimbingan dari guru pamong. Dengan arahan, bimbingan, dan seringnya praktikan berkonsultasi dengan guru pamong, menjadikan praktikan semakin percaya diri ketika melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas, serta menambah kemampuan praktikan dalam hal manajemen kelas.
6. Nilai Tambah yang Diperoleh Mahasiswa Setelah Melaksanakan PPL 1
Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan praktikan, yaitu (1) Memiliki teman baru, yaitu sesama praktikan di SMA Negeri 1 Batang yang selama ini memang belum kenal antara satu dengan yang lainnya; (2.) Mengikuti kegiatan yang ada di SMA Negeri 1 Batang, seperti apel pagi bersama guru-guru dan buka bersama dengan para siswa; (3) Memahami kondisi sekolah tempat latihan serta lingkungan di sekitarnya;
7. Saran Pengembangan bagi Sekolah Latihan dan UNNES
Terakhir dari refleksi ini praktikan akan memberikan beberapa saran pengembangan bagi sekolah latihan dan UNNES.
a. Bagi SMA Negeri 1 Batang
SMANegeri 1 Batang hendaknya senatiasa meningkatkan kualitas sehingga tetap menjadi sekolah unggulan di kabupaten Batang.
1.) Sarana dan prasarana hendaknya lebih dikembangkan terutama wifi dan dilengkapi, hal ini disebabkan karena fasilitas sekolah yang memadai juga dapat mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran menjadi lebih baik.
b. Bagi UNNES
25
Demikian yang dapat praktikan sampaikan dalam refleksi diri ini, dari hasil pengamatan yang dilakukan selama 2 minggu ini, warga SMA Negeri 1 Batang sangat menerima dengan baik mahasiswa praktikan dari UNNES tahun 2016 ini. Salam Konservasi. . .
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
26
REFLEKSI DIRI
Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai salah satu perguruan tinggi yang mendalami pendidikan telah berperan serta dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dengan menerapkan berbagai program bagi para mahasiswa calon guru. Salah satu program tersebut adalah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang merupakan mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa program kependidikan. Dalam program PPL tersebut mahasiswa diterjunkan di sekolah-sekolah sebagai sarana latihan untuk menerapkan teori dan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh pada semester-semester sebelumnya. PPL bertujuan untuk membentuk mahasiswa praktikan agar menjaadi calon tenaga kependidikan yang menguasai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Dalam program PPL ini mahasiswa merasakan secara langsung kehidupan sekolah sebagai tenaga kependidikan serta harus mampu menguasai keempat kompetensi tersebut. Program PPL Unnes tahun 2016 dilaksanakan dalam dua tahap, yakni PPL 1 dan PPL 2 yang dilaksanakan secara berkelanjutan selama kurang lebih 3 bulan. Dalam PPL 1 merupakan rangkaian dari microteaching, pembekalan di kampus, serta observasi dan orientasi di tempat latihan. Observasi dan orientasi di sekolah atau tempat latihan dilaksanakan selama kurang lebih 2 minggu. Dimana dalam kegiatan tersebut mahasiswa praktikan dapat memahami secara mendalam semua hal yang bersangkutan dengan kegiatan pembelajaran maupaun urusan administrasi sekolah latihan. Dalam PPL 1 ini sebagai bekal yang kemudian dilanjutakan dengan PPL 2 yang mencakup komponen kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial dimana di dalamnya mencakup pula kegiatan pembelajaran sekurang-kurangnya 8 kali pertemuan oleh mahasiswa praktikan. PPL 1 yang dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus sampai 13 Agustus 2016 di SMA Negeri 1 Batang. Dalam kegiatan tersebut praktikan mengidentifikasi dan mengobservasi berbagai macam hal tentang sekolah ini.
1. Kekuatan dan Kelemahan Mata Pelajaran Bahasa Jawa
a. Kekuatan mata pelajaran Bahasa Jawa
Mata pelajaran bahasa Jawa merupakan ilmu yang mempelajari tentang bahasa dan budaya Jawa. Pelajaran bahasa Jawa merupakan pelajaran yang sangat dekat dengan kehidupan hari karena bahasa Jawa digunakan sebagai bahasa sehari-hari di SMA Negeri 1 Batang. Setiap sehari-hari kamis juga ditetapkan sebagai sehari-hari bahasa Jawa, jadi setiap hari kamis semua warga masyarakat wajib menggunakan bahasa Jawa.
b. Kelemahan mata pelajaran Bahasa Jawa
27
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana
Ketersediaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Batang teruama yang berkaitan dengan pembelajaan secara keseluruhan sudah terpenuhi. Namun sarana dan prasarana ynag berkaitan langsung dengan proses pembelajaran Sejarah belum lengkap. Ruang kelas sejarah banyak yang belum dilengkapi dengan LCD, hanya pada ruang tertentu. Jadi seluruh ruang kelas di SMA Negeri 1 Batang belum semuanya dilengkapi dengan LCD, hanya pada ruang tertentu saja. Apabila kita ingin menggunakan LCD kita dapat meminjam LCD portable.
Fasilitas lain yaitu Wifi, dapat digunakan oleh siswa. Terdapat tiga hospot area di SMA Negeri 1 Batang. Fasilitas ini dpaat dimanfaat oleh siswa untuk mengakses internet, dimana dapat memudahkan siswa untuk mencari bahan referensi lain.
Secara khususnya dapat dimanfaatnkan siswa ntuk membuka blog (khusus mata pelajaran sejarah) yang telah dibuatkan oleh salah seorang guru Sejarah. Blog sejarah ini dimanfaatkan oleh guru sejarah untuk meng-upload materi ajar, dan mengupload nilai mata pelajaran sejarah. Siswa pun dapat mengunggah tugas mata pelajaran sejarah di blog ini.
3. Kualitas Guru Pamong
Guru pamong sangat berperan besar dalam membantu praktikan melaksanakan PPL 1 di SMA Negeri 1 Batang. Praktikan sering berkonsultasi dengan guru pamong tentang berbagai masalah yang berkaitan dnegan pembelajaran dan tugas praktikan di Sekolah latihan. Guru pamong memberikan pemahaman serta bimbingan bagaimana melakukan pembelajaran yang efektif, bagaimana untuk merancang sebuah pembelajaran, serta bagaimana pengelolaan manajemen kelas yang baik. Penguasaan materi dan kelas oleh guru pamong sejarah sangatlah baik. Guru pamong bahasa Jawa adalah guru yang berpengalaman. Interekasi yang terjadi saat di kelas dengan siswa didik sangat interaktif juga diselingi humor sehingga peserta didik menyukai pelajaran bahasa Jawa. Sehingga kemampuan yang ditunjukan oleh guru pamong baik untuk dicontoh oleh praktikan.
4. Kualitas Pembelajaran
SMA Negeri 1 Batang merupakan sekolah yang unggulan di Batang. Baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Berbagai prestasi berhasil diraih oleh siswa sekolah ini. Hal ini menunjukan bahwa kualitas pembelajaran di SMA ini sangat baik. Sekolah ini telah menggunakan sistem moving class. Sistem ini dapat berjalan dengan baik. Walaupun menurut praktikan kurang efektif karena dianggap kurang efektif, terkadang ada juga peserta didik yang mampir ke kantin saat sedang moving class. Namun, pembelajaran di kelas masih berjalan normal.
5. Kemampuan Diri dan Nilai Tambah yang Diperoleh Praktikan
28
dan adanya rasa kekeluargaan diantara mahasiswa praktikan menambah kekompakan. Dengan PPL 1, praktikan dapat meningkatkan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi, sosial dan kompetensi profesional.
6. Saran Pengembangan bagi SMA Negeri 1 Batang dan Unnes
Terakhir, praktikan akan memberikan beberapa saran pengembangan bagi SMA Negeri 1 Batang dan Unnes:
a. Bagi SMA Negeri 1 Batang
Kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang cukup baik hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan PBM yang terprogram serta banyaknya prestasi yang diraih sekolah baik dari tenaga pendidik, peserta didik, maupun dari tenaga adminstrasi (Tata Usaha). Pihak sekolah juga harus senantiasa mengoptimalisasikan sarana dan prasaran yang dimiliki sekolah untuk menunjang pembelajaran yang lebih baik di kemudian hari.
b. Bagi UNNES
Bagi pihak UNNES sebaiknya tetap menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan sekolah-sekolah tempat pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) terutama dengan SMA Negeri 1 Batang. Dengan adanya jalinan kerjasama yang baik akan memperlancar UNNES dalam menempatkan mahasiswanya untuk PPL di SMA Negeri 1 Batang tahun berikutnya.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
29
REFLEKSI DIRI
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah yang telah diberikan sehingga praktikan dapat melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan I (PPL1) yang telah dilaksanakan pada 1-13 Agustus 2016 yang bertempat di satu sekolah menengah atas yang ada di Kota Batang yaitu SMA Negeri 1 Batang yang terletak di Jl. Garuda No.1 Dracik.
Lokasi SMA Negeri 1 Batang sangat strategis yaitu terletak dipinggir jalan dengan situasi yang kondusif jauh dari keramaian jalan raya sehingga sangat mendukung proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Kepala sekolah beserta staf guru dan karyawannya sangat ramah serta memberikan contoh yang baik dalam hal disiplin waktu. Setiap harinya guru bergantian untuk berada di gerbang masuk dan melakukan senyum, sapa dan salam kepada siswa yang memasuki gerbang sekolah yang dilakukan pada pukul 06.30 – 07.00 WIB.
Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan untuk membekali Praktikan agar dapat membentuk karakter diri menjadi guru yang profesional dengan kualitas yang tidak di ragukan di dalam dunia pendidikan. Dengan adanya PPL 1 diharapkan mahasiswa dapat lebih mengenal kondisi sekolah yang sebenarnya agar pelaksanaan kegiatan PPL dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan. Pada pelaksanaan kegiatan PPL 1, para mahasiswa PPL telah melakukan kegiatan observasi di lingkungan SMA Negeri 1 Batang kurang lebih selama 2 minggu, untuk melakukan observasi dan orientasi yang berkaitan dengan berbagai macam hal tentang sekolah ini, antara lain:
1. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Geografi
Dalam pelaksanaan pembelajaran geografi yang terdapat di SMA Negeri 1 Batang ini memiliki kekuatan dan kelemahan. Kekuatan yang terdapat dalam pembelajaran geografi di SMA Negeri 1 Batang adalah telah menggunakan Kurikulum 2013 mulai dari kelas sepuluh, sebelas dan dua belas. Dengan adanya kurikulum 2013 ini peserta didik diharapkan menjadi lebih aktif dalam pembelajaran dikelas dan guru-guru khususnya guru geografi menggunakan metode pembelajaran yang menarik minat siswa dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa tidak cepat bosan dalam mempelajari geografi. Kelemahan yang terdapat pada pembelajaran geografi adalah pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas, kebanyakan dari siswa belum menyukai mata pelajaran geografi sehingga menganggap pelajaran geografi sulit. Adanya anggapan sulit tersebut yang membuat dalam pembelajaran siswa sulit dalam memahami materi yang disampaikan. Selain itu sarana dan alat penunjang pembelajaran geografi di SMA Negeri 1 Batang masih sangat terbatas.
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana PBM di sekolah latihan
30
Batang meliputi : Perpustakaan, mushola, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, laboratorium kimia, laboratorium biologi dan laboratorium fisika. Namun kondisi SMA Negeri 1 Batang saat ini belum semuanya tertata dengan rapi, karena sedang adanya penambahan ruang kelas dan renovasi kelas. Dengan tersedianya beberapa sarana dan prasarana yang ada maka proses belajar mengajar menjadi lebih bervariatif. Begitu pula dalam bidang geografi yang menggunakan media LCD sangat membantu proses pembelajaran mengingat pada umumnya cakupan geografi yang sebagian besar berupa gambar kenampakan fenomena yang ada di bumi.
3. Kualitas guru pamong dan dosen pembimbing
Keberadaan guru pamong dan dosen pembimbing merupakan sebagai seorang pembimbing dan pengarah bagi praktikan yang sangat membantu mengingat guru pamong dan dosen pembimbing memiliki kualitas yang sangat bagus. Guru pamong praktikan adalah Elmiati, S.Pd, Beliau memberikan pengarahan dan bimbingan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan proses belajar mengajar, materi dan perangkat pembelajaran geografi serta memberikan informasi mengenai karakter siswa, selain itu beliau juga sangat antusias dengan adanya mahasiswa praktikan pada mata pelajaran geografi, dalam pelaksanaan bimbingan beliau sangat ramah dan sabar dalam membimbing praktikan dengan tujuan menjadi guru yang profesional. Guru pamong sudah melakukan tugas sebagaimana yang telah ditentukan dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Sedangkan keberadaan dosen pembimbing yaitu Dr. Ir. Ananto Aji, MS memberikan motivasi besar bagi praktikan. Beliau sangat antusias dalam mengayomi praktikan dalam melakukan aktivitasnya di sekolah praktikan. Dosen pamong aktif dalam memberikan motivasi dan selalu memantau perkembangan dari praktikan. Selain itu beliau sangatlah terbuka dan ramah sehingga praktikan merasa nyaman dalam berkonsultasi. Beliau juga melaksanakan tugas penilaian secara profesional dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
4. Kualitas pembelajaran di sekolah latihan
Kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang sudah sangat baik. SMA Negeri 1 Batang merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), dimana dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sebagian sudah menggunakan bilingual yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selain itu, dalam penyusunan serangkaian aktivitas siswa, sudah terjadwal rapi dan sesuai dengan ketentuan yang ada serta dalam pelaksanaanya telah menerapkan pendidikan berkarakter bangsa agar dapat membentuk pribadi peserta didik yang santun dalam setiap tindakan.
5. Kemampuan diri praktikan
31
6. Nilai tambah yang diperoleh mahasiswa setelah melaksanakan PPL 1
Nilai tambah yang diperoleh penulis setelah melaksanakan PPL 1 yaitu penulis dilibatkan secara langsung dalam proses belajar mengajar, mengelolaan administrasi sekolah, dan membimbing kegiatan ekstrakurikuler, sehingga penulis menjadi paham mengenai masalah- masalah yang dihadapi dalam kegiatan pengelolaan sekolah dan kegiatan belajar mengajar. Selain itu penulis memperoleh pengetahuan bagaimana cara-cara dalam membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik. Hal ini menambah pengalaman dan bermanfaat bagi penulis karena selama pelaksanaan itu penulis tahu bagaimana proses dan prosedur untuk menghadapi dan mempersiapakan belajar mengajar agar dapat terlaksana dengan baik.
7. Saran pengembangan bagi sekolah latihan dan UNNES
Demi kemajuan SMA Negeri 1 Batang penulis memberikan saran sebagai berikut, yang pertama potensi yang dimiliki siswa SMA Negeri 1 Batang sangatlah besar jika dibandingkan dengan SMA lain disekitar maka dari itu kualitas pembelajaran dan sarana pembelajaran lebih ditingkatkan. Kemudian untuk pembelajaran geografi, SMA Negeri 1 Batang hendaknya bisa memeberikan fasilitas belajar yang lebih berupa laboratorium geografi mengingat dalam pembelajarannya banyak membutuhkan alat dan media, sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengatahuannya saja akan tetapi juga keterampilan dari ilmu geografi.Sedangkan saran untuk UNNES adalah pada sistem penilaian yang melalui sistem online sering mengalami masalah dan keterlamabatan informasi sehingga hal tersebut membingungkan bagi sekolah praktikan dan mahasiswa praktikan. Maka dari itu kualitas dari sistem tersebut harus ditingkatkan.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
32
REFLEKSI DIRI
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah salah satu mata kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa program kependidikan S1 Universitas Negeri Semarang (UNNES), yaitu semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam semester-semester sebelumnya, sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan agar mahasiswa memperoleh pengalaman dan keterampilan lapangan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah atau di tempat latihan lainnya. Kegiatan PPL 1 meliputi observasi dan orientasi lingkungan tempat latihan, praktik mengajar, praktik administrasi, praktik bimbingan dan konseling serta kegiatan yang bersifat kurikuler dan ekstrakurikuler yang berlaku di sekolah atau tempat latihan.
Kegiatan PPL I yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batang yang berlokasi di Jalan Garuda no 1. mulai 1 – 13 Agustus 2016. Banyak pengetahuan mengenai cara mengajar dan hal baru yang diperoleh praktikan di sekolah tersebut. Berikut adalah beberapa simpulan yang dapat praktikan simpulkan dari kegiatan PPL 1.
1. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Geografi
a. Kekuatan Mata Pelajaran Geografi
Berdasarkan observasi yang dilakukan, kekuatan mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Batang terdapat pada keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan pembentukan karakter yang diintregasikan ke dalam mata pelajaran Geografi. Siswa dengan bimbingan guru dituntut untuk bisa mengemukakan pendapat melalui pertanyan yang diajukan oleh guru. Setelah materi pelajaran tersampaikan, guru memberikan pembelajaran pembentukan karakter melalui video pembelajaran yang ditampilkan melalui LCD projector.
b. Kelemahan Mata Pelajaran Geografi
Berdasarkan observasi yang terlah dilakukan, kelamahan mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Batang terdapat pada pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, bisa di buktikan pada saat guru memberikan evaluasi, rata - rata kemampuan siswanya masih dibawah KKM yang ditentukan.
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana
33
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
a. Guru pamong
Guru pamong mata pelajaran Geografi adalah Drs hj. Elmiati,S.Pd. Setelah melakukan observasi, beliau adalah seorang guru yang berpenampilan baik, berwibawa, menjunjung kedisiplinan. Beliau menguasai konsep tentang mata pelajaran Geografi. Ibu hj. Elmiati,S.Pd. berpendapat bahwa Geografi juga harus berperan dalam mencerdaskan bangsa. Hal ini dibuktikan dengan adanya misi pembentukan karakter bangsa yang dibangun melalui pembelajaran geografi di dalam kelas, beliau berusaha agar pemberntukan karakter ini tersampaikan kepada siswa seiring dengan penyampaian materi pelajaran geografi. Baliau juga sabar dalam menghadapi siswa yang ramai dikelas dan terbilang buru yang humoris.
b. Dosen Pamong
Dosen pamong mata pelajaran Geografi adalah Dr ir Ananto Aji Ms setelah melakukan observasi beliau bertanggung jawab sebagai dosen pamong juga sebagai kordinator sekolah yang mewakili Universitas Negeri Semarang di SMA Negeri 1 Batang. Beliau sudah hadir ke sekolah sebanyak 2 kali selama PPL 1 berjalan. Pada pertemuan pertama beliau menyerahkan secara resmi mahasiswa yang akan PPL di SMA Negeri 1 Batang, sedangkan yang kedua beliau hadir untuk melihat dan menilai proses kegiatann belajar dan mengajar mahasiswa Geografi. Beliau memberikan banyak masukan sebagai saran dan juga mengkritik hal yang belum sesuai agar mahasiswa dapat menjadi guru yang baik selama PPL berlangsung.
4. Kualitas Pembelajaran di Sekolah Latihan
Setelah melaksanakan kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Batang praktikan dapat menyimpulkan bahwa kualitas pembelajaran Geografi sudah cukup baik dan proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Pembelajaran yang dilakukan berpedoman pada Kurikulum 2013 yang sudah di revisi yang menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Metode pembelajaran yang diterapkan banyak menuntut keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan pembentukan karakter yang diintregasikan ke dalam mata pelajaran Geografi.
5. Kemampuan Diri Praktikan
34
6. Nilai Tambah yang diperoleh Mahasiswa Setelah Melaksanakan PPL I
Dengan adanya kegiatan PPL I kemampuan diri praktikan untuk menjadi seorang guru menjadi bertambah. Hal ini karena dalam kegiatan PPL I, praktikan melihat secara langsung kondisi siswa dan melihat cara guru pamong mengelola siswa di dalam kelas di dalam kelas. Berdasarkan observarsi tersebut, praktikan mendapatkan keterampilan yang meliputi memahami karakter siswa, kemampuan mengajar, dan mengelola kelas dalam proses pembelajaran.
7. Saran Pengembangan Bagi Sekolah Latihan dan UNNES
Kepada sekolah latihan yaitu SMA Negeri 1 Batang, agar lebih memantapkan pelaksanaan tata tertib dan kegiatan lain yang mendukung kegiatan pembelajaran. Tidak lupa pula kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Batang agar terus giat dan rajin belajar untuk meraih prestasi, baik bidang akademik maupun non akademik demi mewujudkan siswa yang prima dalam prestasi dan santun dalam perilaku. Kepada UNNES supaya terus menjalin kerjasama yang baik dengan semua instansi yang terkait dengan kegiatan PPL, khu susnya dengan SMA Negeri 1 Batang.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
35
REFLEKSI DIRI
PPL merupakan semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan demi memperoleh pengalaman. Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan SI kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sehingga dapat memperoleh pengakuan tenaga pendidik profesional, yang mampu beradaptasi dan melaksanakan tugas profesi pendidik yang unggul, bermartabat, dan dibanggakan lembaga pendidikan pengguna, masyarakat dan bangsa Indonesia.
Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan dalam 2 tahap secara simultan, yang meliputi PPL 1, dan PPL 2. Program PPL 1 di lembaga pendidikan meliputi kegiatan observasi dan orientasi yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan mahasiswa dengan lembaga pendidikan yang menjadi tempat PPL.
Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batang, pada tanggal 28 juli 2016 – 22 Oktober 2016. SMA Negeri 1 Batang merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Sekolah ini terletak di Jalan Garuda No 1 Dracik, Batang.
Hasil dari kegiatan PPL 1 yang dilakukan oleh praktikan adalah sebagai berikut:
1. Kelebihan Pembelajaran Sosiologi dan Kelemahan Pelajaran Sosiologi
Mata pelajaran sosiologi merupakan mata pelajaran yang membahas tentang masyarakat. Sehingga guru bisa dengan mudah menyampaikan materi dan mudah pula di terima oleh siswa karena yang di pelajari merupakan keseharian siswa dalam masyarakat. Metode yang digunakan oleh Bapak/Ibu guru sosiologi di SMA Negeri 1 Batang adalah ceramah bervariasi dan diskusi yang dilakukan didalam kelas dengan tujuan agar siswa lebih aktif saat didalam kelas. Tidak hanya itu guru juga melontarkan pertanyaan yang sekiranya bisa merangsang siswa untuk ingin mengetahui lebih lengkapnya.
Pelajaran sosiologi sama halnya dengan pelajaran sosial lain, pelajaran ini menuntut banyak hafalan sehingga membuat siswa malas mengikutinya. Sosiologi juga merupakan bagian dari IPS (ilmu pengetahuan sosial), dimana seringkali siswa mengangap bahwasanya mata perlajaran IPS (ilmu pengetahuan sosial) itu merupakan pelajaran yang mudah,
sehingga tidak perlu serius atau sungguh-sungguh mempelajarinya. Sehingga seakan-akan pelajaran IPS terutama sosiologi seringkali diabaikan atau di sepelekan kerena dianggap mudah.
2. Sarana dan Prasana
36
Mushola yang ada di SMA Negeri 1 Batang juga merupakan mushola yang bersih dan tersusun rapi, yang dimana terdapat beberapa mukena, dan Al-Quran juga tertata rapi di dalam lemari. Kebersihan yang ada di mushola juga sangat bersih, dan untuk para siswanya sendiri juga sangat disiplin ketika siswi memakai mukena dikembalikan lagi mukena di tempat biasa yang sudah disediakan. Namun pada beberapa hari yang lalu mushola dibongkar karena akan dilakukan renovasi oleh pihak sekolah.
Kantin yang ada di SMA Negeri 1 Batang juga termasuk kantin yang tertata rapi walaupun tempatnya agak kurang memadai untuk dikatakan bersih namun dapat dibilang layak. Begitu pula koperasi siswa, koperasi siswa juga sangat rapi dan bersih hanya saja tempatnya terlalu sempit sehingga ketika jam istirahat sekolah siswa harus berdesak-desakan ketika berkunjung untuk membeli sesuatu.
Lahan parkir yang terdapat di sekolahan sangat minim yang mana sebagian siswa membawa motor, dengan lahan parkir yang sempit itu juga memaksa siswa untuk memarkir motor berdesak-desakkan.
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Di tempat SMA 1 Batang praktikan mendapat bagian mengajar di kelas XI IPS H dan XI IPS I yang dimana kelas tersebut juga ada pembagian kelas lintas minat. Guru pamong Sosiologi praktikan di SMA Negeri 1 Batang yang membimbing adalah bapak Tri Tunggal P.S.U, S.Pd. Beliau selalu terbuka kepada praktikan, saat praktikan berkonsultasi tentang pembelajaran. Beliau juga banyak memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi praktikan dan banyak memberikan pelajaran bagaimana menghadapi siswa saat dikelas.
Sedangkan dosen pamong praktikan yaitu Dra. Rini Iswari. Beliau sangat berkompeten dalam membimbing mahasiswanya. Beliau telah melakukan kunjungan kepada praktikan disekolah latihan dan mengarahkan praktikan dengan sangat baik.
4. Kualitas pembelajaran
Kualitas pembelajarn di SMA Negeri 1 Batang dapat dikatan sudah baik. Hal tersebut karena sudah didukung oleh ketersediaan media pembelajaran yang ada di setiap ruang kelas yaitu LCD, proyektor dan juga papan tulis. Adanya penunjang buku-buku paket yang ada diperpustakaan juga membuat pembelajaran semakin baik dan siswa juga dapat mengakses sumber pembelajaran lain seperti melalui internet dengan wifi yang disediakan pula oleh sekolah.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Pada semester – semester yang telah dijalani, praktikan telah menempuh 110 sks dan mengikuti mata kuliah MKU dan MKK. Selain itu, praktikan juga telah melakukan
microteaching dan pembekalan PPL di Universitas sebelum diterjunkan kesekolah latihan
37
praktik langsung maka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan diri peserta praktikan menjadi tenaga pendidik yang profesional.
6. Nilai tambah yang diperoleh setelah melaksanakan PPL 1
Setelah melaksanakan PPL I, praktikan merasakan besarnya manfaat yang didapatkan. Praktikan dapat mengetahui cara-cara mengajar, cara menyampaikan materi ,penguasaan/pengendalian kelas dan strategi dalam mengejar yang baik. Selain itu praktikan juga mengetahui karakter siswa-siswa dikelas tempat praktikan melakukan observasi. Dari kegiatan PPL I ini memacu praktikan untuk mempersiapkan diri lebih baik untuk melaksanakan kegiatan PPL II.
7. Saran pengembangan bagi Sekolah dan UNNES
a. Bagi pihak Sekolah
Saran dari praktikan untuk sekolah adalah agar SMA Negeri 1 Batang selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi siswa. Kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang sudah baik, namun harus terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan jaman sehingga mampu bersaing di tengah arus globalisasi. Perbaikan sarana-prasara juga perlu diperbaiki lagi guna menunjang siswa dalam memenuhi proses pembelajaran selama disekolah. Potensi-potensi yang ada pada diri siswa juga harus dikembangkan secara optimal. Namun proses belajar mengajar juga tidak melupakan penenamanan karakter dan nilai-nilai luhur bangsa.
b. Bagi pihak UNNES
Bagi pihak UNNES sebaiknya tetap menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan sekolah-sekolah tempat pelaksanaan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) terutama dengan SMA Negeri 1 Batang. Hubungan yang baik diharapkan dapat meningakatkan frekuensi kerjasama bukan hanya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) saja tetapi kerjasama lain yang sangat menguntungkan kedua belah pihak.
Demikian yang dapat praktikan sampaikan, atas bimbingan dan perhatian dari guru pamong dalam proses PPL ini praktikan ucapkan terimakasih.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
38
REFLEKSI DIRI
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan wajib yang dilakukan seluruh mahasiswa Universitas Negeri Semarang program kependidikan. Hal ini terkait dengan peraturan rektor nomer 28 tahun 2015 tentang pedoman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Semarang. Sebagai lembaga pendidikan tinggi menyiapkan calon guru yang diharapkan dapat menjadi sosok guru dengan kriteria dan ahli dalam bidangnya. Memiliki pribadi disiplin, penuh tangung jawab sanggup menerima konsekuensi dan professional. Menjadi contoh yang baik bagi peserta didik, lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Kegiatan PPL terbagi menjadi dua periode, yaitu PPL I dan PPL II. PPL I merupakan kegiatan praktikan sebelum memasuki sekolah praktikan, selama diperguruan tinggi calon guru diberi pembekalan sebelum terjun kesekolah berupa
peerteaching dan pembekalan PPL. Pada PPL I dilaksanakan untuk mengumpulkan data
dengan cara observasi, dokumentasi, wawancara terhadap kepala sekolah, guru, staf TU, siswa, komite sekolah dan dengan masyarakat sekitar.
Data yang diambil meliputi keadaan fisik sekolah, lingkungan sekolah, fasilitas sekolah, penggunaan sekolah, keadaan guru dan siswa, interaksi social, tata tertib, bidang pengelolaan dan administrasi. Pada tahap PPL II melakukan pengajaran terbimbing atas bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing.
Kegiatan PPL dilaksanakan sebagai upaya menerapkan teori yang selama ini telah diperoleh di kampus sehingga mahasiswa praktikan memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Kegiatan PPL I ini memberikan manfaat yang besar kepada praktikan sebagai bekal ketika terjun dalam masyarakat, terutama dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Hasil dari pelaksanaan PPL I yang telah dilakukan oleh praktikan adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Sosiologi.
a. Kelebihan KBM
Pembelajaran sosiologi di SMA N 1 Batang khususnya XI IPS berjalan dengan baik dan kondusif. Ini terjadi karena adanya interaksi yang baik antara siswa dan guru Sosiologi yang mengampu. Keaktifan siswa membuat kegiatan belajar siswa semakin menarik karena guru pengampu sudah mencoba menerapkan pembelajaran Kurikulum 2013 revisi 2016 serta menggunakan fasilitas LCD untuk menyampaikan pelajaran. Selain itu guru pengampu juga mencoba memberikan stimulus agar siswa lebih tertarik dengan mata pelajaran yang disampaikan
b. Kekurangan KBM
39
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana KBM di Sekolah
Secara umum SMA N 1 BATANG sudah sangat memperhatikan sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar pengembangan sekolah. Hal ini dapat dilihat dari ruangan-ruangan yang disediakan untuk menunjang KBM seperti fasilitas LCD, untuk membantu guru dalam menerangkan materi, maupun fasilitas free hot spot yang dapat diakses setiap siswa di lingkungan sekolah untuk menambah referensi, ruang laboratorium Fisika, Biologi, Kimia, komputer dan ruang multi media juga telah tersedia. Sarana penunjang untuk mata pelajaran olahraga telah tersedia lapangan voli dan lapangan basket.
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
a. Guru Pamong
Dalam ppl di SMA N I Batang ini saya bersama guru pamong yang mengampu mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS. Beliau adalah Bapak Tri Tunggal P.S.U, S.Pd. Beliau mendapat tugas mengajar mata pelajara sosiologi. Beliau memberikan pengarahan kepada kami mengenai teknik pengendalian kelas, cara penyampaian materi dan memberikan masukan, motivasi-motivasi yang sangat berharga bagi kami.
b. Dosen pembimbing
Dosen pembimbing adalah Dra. Rini Iswari yaitu dosen UNNES dari jurusan Pendidikan sosiologi dan antropologi. Beliau selalu memberikan pengarahan kepada praktikan, agar praktikan bisa lebih optimis dalam mengajar. Beliau juga berusaha membantu praktikan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi selama PPL berlangsung.
4. Kualitas Pembelajaran
Kualitas pembelajaran di SMA N 1 BATANG sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari proses pembelajaran yang berlangsung kondusif dan berjalan lancar. Penerapan moving class yang sudah berjalan 4 tahun ini tidak membuat siswa kesulitan, justru memudahkan siswa dalam mendapatkan pelajaran. Keterampilan guru dalam pengelolaan kelas juga cukup baik. Interaksi yang positif antara guru dan siswa juga sudah terjalin dengan baik.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Praktikan di bangku kuliah telah menempuh 110 sks dan mengikuti mata kuliah MKDU (mata kuliah dasar umum) dan MKDK (mata kuliah dasar kependidikan). Selain itu praktikan juga telah berhasil melaksanakan peerteaching dan pembekalan PPL. Meskipun telah mendapat bekal yang cukup memadai dari ilmu yang diperoleh di kampus, praktikan merasa masih harus banyak belajar, menambah pengalaman dan yang lebih penting adalah bagaimana menerapkan apa yang telah dipelajari dan didapatkan dari bekal tersebut. Praktikan membutuhkan banyak
40
6. Nilai Tambah yang Diperoleh Praktikan setelah Melaksanakan PPL I
Setelah melaksanakan PPL I, praktikan merasakan besarnya manfaat yang didapatkan. Praktikan dapat mengetahui cara-cara mengajar, cara menyampaikan materi, penguasaan/pengendalian kelas dan strategi dalam mengejar. Selain itu praktikan juga mengetahui karakter siswa-siswa dikelas tempat praktikan melakukan observasi. Dari kegiatan PPL I ini memacu praktikan untuk mempersiapkan diri lebih baik untuk melaksanakan PPL II.
7. Saran Pengembangan bagi Sekolah
Saran praktikan untuk SMA N 1 BATANG adalah mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menggali dan meningkatkan potensi siswa, mengembangkan sarana prasarana guna untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran. Kemudian, pihak Unnes dan SMA N 1 BATANG diharapkan selalu bekerjasama dengan baik agar terjalin hubungan simbiosis mutualisme dalam berbagai hal diantara kedua belah pihak.
Demikian uraian refleksi diri dari praktikan setelah melakukan observasi dan berbagai kegiatan selama PPL 1 di SMA N 1 BATANG.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
41
REFLEKSI DIRI
Praktik pengalaman lapangan semester gasal tahun 2016/2017 Universitas Negeri Semarang yang berlangsung antara tanggal 1 Agustus 2016 sampai 20 Oktober 2016 di SMA Negeri 1 Batang. Kegiatan praktik pengalaman lapangan ini dibagi menjadi dua tahap yaitu PPL 1 dan PPL 2. Pada tahap PPL 1 praktikan melaksanakan observasi dan orientasi pada sekolah tempat praktik. PPL 1 ini dilaksanakan lebih kurang dua minggu setelah praktikan ditempatkan pada lokasi praktik, dari serangkain kegiatan PPL 1, praktikan menyampaikan refleksi diri terkait hal-hal yang praktikan temukan di lokasi praktik.
A. Kelebihan dan Kekurangan PBM
1. Kelebihan PBM
Proses pembelajaran berlangsung secara selaras, antara guru dan siswa terjalin hubungan timbal balik yang bermanfaat, seperti tanya-jawab. Suasana PBM menjadi kondusif dengan ditambah keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran. Kendati sarana prasarana untuk menampilkan media yang menarik sulit untuk dilakukan, namun guru mata pelajaran dapat membuat pelajaran menjadi menarik dengan mencoba memberikan stimulus agar siswa lebih tertarik dengan mata pelajaran yang disampaikan.
2. Kekurangan PBM
Minimnya sarana dan prasarana dalam kelas membuat beberapa kendala tersendiri dalam proses pembelajaran. Kekurangan yang sangat mencolok adalah terkait pemanfaatan media yang menarik dan inovatif dalam pembelajaran serta adanya sistem moving class sehingga siswa lebih cenderung jalan-jalan keliling sebelum sampai di kelasnya. Hal ini dapat menyebabkan sesekali perhatian siswa yang sedang belajar menjadi kurang terfokus pada pembelajaran yang dapat mengakibatkan kelas menjadi gaduh. Selain itu siswa lebih cenderung diminta aktif sehingga dalam proses belajar mengajar, guru lebih aktif untuk meningkatkan semangat belajar siswa.
B. Ketersediaan Sarana dan Prasarana PBM
Sarana dan prasarana pendukung PBM di SMA ini sudah cukup lengkap untuk membantu peningkatan pembelajaran fisika. Adanya LCD pada beberapa ruang kelas memudahkan pengajar untuk dapat memanfaatkanya sebagai media penyampaian materi. Selain fasilitas tersebut laboratorium, perpustakaan dan sarana wifi (hotspot) menjadi sarana untuk menambah pustaka bagi para siswa. Semua sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara baik untuk mencari pustaka terkait mata pelajaran yang ada di SMA ini.
C. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
1. Guru pamong