REFLEKSI DIRI
7. Saran pengembangan bagi sekolah latihan dan UNNES
Demi kemajuan SMA Negeri 1 Batang penulis memberikan saran sebagai berikut, yang pertama potensi yang dimiliki siswa SMA Negeri 1 Batang sangatlah besar jika dibandingkan dengan SMA lain disekitar maka dari itu kualitas pembelajaran dan sarana pembelajaran lebih ditingkatkan. Kemudian untuk pembelajaran geografi, SMA Negeri 1 Batang hendaknya bisa memeberikan fasilitas belajar yang lebih berupa laboratorium geografi mengingat dalam pembelajarannya banyak membutuhkan alat dan media, sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengatahuannya saja akan tetapi juga keterampilan dari ilmu geografi.Sedangkan saran untuk UNNES adalah pada sistem penilaian yang melalui sistem online sering mengalami masalah dan keterlamabatan informasi sehingga hal tersebut membingungkan bagi sekolah praktikan dan mahasiswa praktikan. Maka dari itu kualitas dari sistem tersebut harus ditingkatkan.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
Iqbal Tajuddin NIM.3201413064
32
REFLEKSI DIRI
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah salah satu mata kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa program kependidikan S1 Universitas Negeri Semarang (UNNES), yaitu semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam semester-semester sebelumnya, sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan agar mahasiswa memperoleh pengalaman dan keterampilan lapangan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah atau di tempat latihan lainnya. Kegiatan PPL 1 meliputi observasi dan orientasi lingkungan tempat latihan, praktik mengajar, praktik administrasi, praktik bimbingan dan konseling serta kegiatan yang bersifat kurikuler dan ekstrakurikuler yang berlaku di sekolah atau tempat latihan.
Kegiatan PPL I yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batang yang berlokasi di Jalan Garuda no 1. mulai 1 – 13 Agustus 2016. Banyak pengetahuan mengenai cara mengajar dan hal baru yang diperoleh praktikan di sekolah tersebut. Berikut adalah beberapa simpulan yang dapat praktikan simpulkan dari kegiatan PPL 1.
1. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Geografi
a. Kekuatan Mata Pelajaran Geografi
Berdasarkan observasi yang dilakukan, kekuatan mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Batang terdapat pada keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan pembentukan karakter yang diintregasikan ke dalam mata pelajaran Geografi. Siswa dengan bimbingan guru dituntut untuk bisa mengemukakan pendapat melalui pertanyan yang diajukan oleh guru. Setelah materi pelajaran tersampaikan, guru memberikan pembelajaran pembentukan karakter melalui video pembelajaran yang ditampilkan melalui LCD projector.
b. Kelemahan Mata Pelajaran Geografi
Berdasarkan observasi yang terlah dilakukan, kelamahan mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Batang terdapat pada pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, bisa di buktikan pada saat guru memberikan evaluasi, rata - rata kemampuan siswanya masih dibawah KKM yang ditentukan.
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Batang sudah cukup lengkap. Hal ini dapat terbukti dengan adanya beberapa media yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar seperti unit LCD yang dipakai tiap kelas , 1 unit televisi dan CD Player yang terdapat pada ruang multimedia ( yang terletak di perpus) yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar semua mata pelajaran atau hanya pelajaran tertentu saja yang menggunakan media tersebut. Kondisi lingkungan sekolah, ruang kelas, perlengkapan belajar mengajar seperti white board, black board buku pegangan siswa, dan buku pegangan guru sudah tersedia dengan baik. Gedung sekolah kondisinya baik dan dengan tambahan gedung baru untuk pengadaan ruang kelas XII. Selain itu perpustakaan sekolah juga menyediakan beberapa buku yang dapat digunakan sebagai referensi untuk mendukung pembelajaran geografi walaupun masih terbatas.
33
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
a. Guru pamong
Guru pamong mata pelajaran Geografi adalah Drs hj. Elmiati,S.Pd. Setelah melakukan observasi, beliau adalah seorang guru yang berpenampilan baik, berwibawa, menjunjung kedisiplinan. Beliau menguasai konsep tentang mata pelajaran Geografi. Ibu hj. Elmiati,S.Pd. berpendapat bahwa Geografi juga harus berperan dalam mencerdaskan bangsa. Hal ini dibuktikan dengan adanya misi pembentukan karakter bangsa yang dibangun melalui pembelajaran geografi di dalam kelas, beliau berusaha agar pemberntukan karakter ini tersampaikan kepada siswa seiring dengan penyampaian materi pelajaran geografi. Baliau juga sabar dalam menghadapi siswa yang ramai dikelas dan terbilang buru yang humoris.
b. Dosen Pamong
Dosen pamong mata pelajaran Geografi adalah Dr ir Ananto Aji Ms setelah melakukan observasi beliau bertanggung jawab sebagai dosen pamong juga sebagai kordinator sekolah yang mewakili Universitas Negeri Semarang di SMA Negeri 1 Batang. Beliau sudah hadir ke sekolah sebanyak 2 kali selama PPL 1 berjalan. Pada pertemuan pertama beliau menyerahkan secara resmi mahasiswa yang akan PPL di SMA Negeri 1 Batang, sedangkan yang kedua beliau hadir untuk melihat dan menilai proses kegiatann belajar dan mengajar mahasiswa Geografi. Beliau memberikan banyak masukan sebagai saran dan juga mengkritik hal yang belum sesuai agar mahasiswa dapat menjadi guru yang baik selama PPL berlangsung.
4. Kualitas Pembelajaran di Sekolah Latihan
Setelah melaksanakan kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Batang praktikan dapat menyimpulkan bahwa kualitas pembelajaran Geografi sudah cukup baik dan proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Pembelajaran yang dilakukan berpedoman pada Kurikulum 2013 yang sudah di revisi yang menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Metode pembelajaran yang diterapkan banyak menuntut keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan pembentukan karakter yang diintregasikan ke dalam mata pelajaran Geografi.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Dalam menjalankan perannya sebagai seorang guru praktikan masih kurang berkompeten / masih banyak kekurangan. Hal ini mengingat pengalaman diri praktikan yang masih kurang. Akan tetapi dengan berbekal ilmu yang praktikan peroleh di bangku kuliah permasalahan-permasalahan tersebut dapat teratasi. Untuk terjun langsung ke sekolah latihan praktikan telah menempuh beberapa mata kuliah yang berkaitan dengan profesionalisme guru. Adapun mata kuliah tersebut meliputi , Strategi Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, dan mata kuliah lain yang berkaitan dengan pendidikan. Akan tetapi menurut praktikan, dengan berbekal teori saja tidak cukup, sehingga perlu mendapatkan bimbingan dari guru pamong yang menekankan praktik langsung untuk menjadi seorang guru. Praktikan masih harus belajar dari pengamatan secara langsung mengenai model pembelajaran yang ada di sekolah latihan, serta data dan pengalaman saat observasi. Dengan begitu, praktikan menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan tugas sebagai guru praktikan di SMA Negeri 1 Batang.
34
6. Nilai Tambah yang diperoleh Mahasiswa Setelah Melaksanakan PPL I
Dengan adanya kegiatan PPL I kemampuan diri praktikan untuk menjadi seorang guru menjadi bertambah. Hal ini karena dalam kegiatan PPL I, praktikan melihat secara langsung kondisi siswa dan melihat cara guru pamong mengelola siswa di dalam kelas di dalam kelas. Berdasarkan observarsi tersebut, praktikan mendapatkan keterampilan yang meliputi memahami karakter siswa, kemampuan mengajar, dan mengelola kelas dalam proses pembelajaran.
7. Saran Pengembangan Bagi Sekolah Latihan dan UNNES
Kepada sekolah latihan yaitu SMA Negeri 1 Batang, agar lebih memantapkan pelaksanaan tata tertib dan kegiatan lain yang mendukung kegiatan pembelajaran. Tidak lupa pula kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Batang agar terus giat dan rajin belajar untuk meraih prestasi, baik bidang akademik maupun non akademik demi mewujudkan siswa yang prima dalam prestasi dan santun dalam perilaku. Kepada UNNES supaya terus menjalin kerjasama yang baik dengan semua instansi yang terkait dengan kegiatan PPL, khu susnya dengan SMA Negeri 1 Batang. Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan, Aditya Pribadi NIM.3201413084
35
REFLEKSI DIRI
PPL merupakan semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan demi memperoleh pengalaman. Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan SI kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sehingga dapat memperoleh pengakuan tenaga pendidik profesional, yang mampu beradaptasi dan melaksanakan tugas profesi pendidik yang unggul, bermartabat, dan dibanggakan lembaga pendidikan pengguna, masyarakat dan bangsa Indonesia.
Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan dalam 2 tahap secara simultan, yang meliputi PPL 1, dan PPL 2. Program PPL 1 di lembaga pendidikan meliputi kegiatan observasi dan orientasi yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan mahasiswa dengan lembaga pendidikan yang menjadi tempat PPL.
Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batang, pada tanggal 28 juli 2016 – 22 Oktober 2016. SMA Negeri 1 Batang merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Sekolah ini terletak di Jalan Garuda No 1 Dracik, Batang.
Hasil dari kegiatan PPL 1 yang dilakukan oleh praktikan adalah sebagai berikut:
1. Kelebihan Pembelajaran Sosiologi dan Kelemahan Pelajaran Sosiologi
Mata pelajaran sosiologi merupakan mata pelajaran yang membahas tentang masyarakat. Sehingga guru bisa dengan mudah menyampaikan materi dan mudah pula di terima oleh siswa karena yang di pelajari merupakan keseharian siswa dalam masyarakat. Metode yang digunakan oleh Bapak/Ibu guru sosiologi di SMA Negeri 1 Batang adalah ceramah bervariasi dan diskusi yang dilakukan didalam kelas dengan tujuan agar siswa lebih aktif saat didalam kelas. Tidak hanya itu guru juga melontarkan pertanyaan yang sekiranya bisa merangsang siswa untuk ingin mengetahui lebih lengkapnya.
Pelajaran sosiologi sama halnya dengan pelajaran sosial lain, pelajaran ini menuntut banyak hafalan sehingga membuat siswa malas mengikutinya. Sosiologi juga merupakan bagian dari IPS (ilmu pengetahuan sosial), dimana seringkali siswa mengangap bahwasanya mata perlajaran IPS (ilmu pengetahuan sosial) itu merupakan pelajaran yang mudah,
sehingga tidak perlu serius atau sungguh-sungguh mempelajarinya. Sehingga seakan-akan pelajaran IPS terutama sosiologi seringkali diabaikan atau di sepelekan kerena dianggap mudah.
2. Sarana dan Prasana
Sarana dan prasarana yang ada di SMA Negeri 1 Batang bisa dibilang sudah memadai terutama untuk proses pembelajaran, contohnya saja setiap kelas terdapat berbagai perangkat LCD untuk media pembelajaran mereka. Untuk beberapa laboratorium yang ada di SMA Negeri 1 Batang juga sudah memadai yang dimana Lab Fisika, Lab Kimia, Lab Biologi juga beberapa alatnya sudah memenuhi standar.
36
Mushola yang ada di SMA Negeri 1 Batang juga merupakan mushola yang bersih dan tersusun rapi, yang dimana terdapat beberapa mukena, dan Al-Quran juga tertata rapi di dalam lemari. Kebersihan yang ada di mushola juga sangat bersih, dan untuk para siswanya sendiri juga sangat disiplin ketika siswi memakai mukena dikembalikan lagi mukena di tempat biasa yang sudah disediakan. Namun pada beberapa hari yang lalu mushola dibongkar karena akan dilakukan renovasi oleh pihak sekolah.
Kantin yang ada di SMA Negeri 1 Batang juga termasuk kantin yang tertata rapi walaupun tempatnya agak kurang memadai untuk dikatakan bersih namun dapat dibilang layak. Begitu pula koperasi siswa, koperasi siswa juga sangat rapi dan bersih hanya saja tempatnya terlalu sempit sehingga ketika jam istirahat sekolah siswa harus berdesak-desakan ketika berkunjung untuk membeli sesuatu.
Lahan parkir yang terdapat di sekolahan sangat minim yang mana sebagian siswa membawa motor, dengan lahan parkir yang sempit itu juga memaksa siswa untuk memarkir motor berdesak-desakkan.
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Di tempat SMA 1 Batang praktikan mendapat bagian mengajar di kelas XI IPS H dan XI IPS I yang dimana kelas tersebut juga ada pembagian kelas lintas minat. Guru pamong Sosiologi praktikan di SMA Negeri 1 Batang yang membimbing adalah bapak Tri Tunggal P.S.U, S.Pd. Beliau selalu terbuka kepada praktikan, saat praktikan berkonsultasi tentang pembelajaran. Beliau juga banyak memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi praktikan dan banyak memberikan pelajaran bagaimana menghadapi siswa saat dikelas.
Sedangkan dosen pamong praktikan yaitu Dra. Rini Iswari. Beliau sangat berkompeten dalam membimbing mahasiswanya. Beliau telah melakukan kunjungan kepada praktikan disekolah latihan dan mengarahkan praktikan dengan sangat baik.
4. Kualitas pembelajaran
Kualitas pembelajarn di SMA Negeri 1 Batang dapat dikatan sudah baik. Hal tersebut karena sudah didukung oleh ketersediaan media pembelajaran yang ada di setiap ruang kelas yaitu LCD, proyektor dan juga papan tulis. Adanya penunjang buku-buku paket yang ada diperpustakaan juga membuat pembelajaran semakin baik dan siswa juga dapat mengakses sumber pembelajaran lain seperti melalui internet dengan wifi yang disediakan pula oleh sekolah.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Pada semester – semester yang telah dijalani, praktikan telah menempuh 110 sks dan mengikuti mata kuliah MKU dan MKK. Selain itu, praktikan juga telah melakukan
microteaching dan pembekalan PPL di Universitas sebelum diterjunkan kesekolah latihan
Selama Praktik Pengalaman Lapangan 1 (PPL1) di SMA Negeri 1 Batang, praktikan masih dalam proses belajar, sehingga mempunyai kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang masih sangat terbatas. Dengan adanya bimbingan dari guru pamong secara intensif serta
37
praktik langsung maka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan diri peserta praktikan menjadi tenaga pendidik yang profesional.
6. Nilai tambah yang diperoleh setelah melaksanakan PPL 1
Setelah melaksanakan PPL I, praktikan merasakan besarnya manfaat yang didapatkan. Praktikan dapat mengetahui cara-cara mengajar, cara menyampaikan materi ,penguasaan/pengendalian kelas dan strategi dalam mengejar yang baik. Selain itu praktikan juga mengetahui karakter siswa-siswa dikelas tempat praktikan melakukan observasi. Dari kegiatan PPL I ini memacu praktikan untuk mempersiapkan diri lebih baik untuk melaksanakan kegiatan PPL II.
7. Saran pengembangan bagi Sekolah dan UNNES
a. Bagi pihak Sekolah
Saran dari praktikan untuk sekolah adalah agar SMA Negeri 1 Batang selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi siswa. Kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang sudah baik, namun harus terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan jaman sehingga mampu bersaing di tengah arus globalisasi. Perbaikan sarana-prasara juga perlu diperbaiki lagi guna menunjang siswa dalam memenuhi proses pembelajaran selama disekolah. Potensi-potensi yang ada pada diri siswa juga harus dikembangkan secara optimal. Namun proses belajar mengajar juga tidak melupakan penenamanan karakter dan nilai-nilai luhur bangsa.
b. Bagi pihak UNNES
Bagi pihak UNNES sebaiknya tetap menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan sekolah-sekolah tempat pelaksanaan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) terutama dengan SMA Negeri 1 Batang. Hubungan yang baik diharapkan dapat meningakatkan frekuensi kerjasama bukan hanya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) saja tetapi kerjasama lain yang sangat menguntungkan kedua belah pihak.
Demikian yang dapat praktikan sampaikan, atas bimbingan dan perhatian dari guru pamong dalam proses PPL ini praktikan ucapkan terimakasih.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
Rima Ayu Riani NIM. 3401413039
38
REFLEKSI DIRI
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan wajib yang dilakukan seluruh mahasiswa Universitas Negeri Semarang program kependidikan. Hal ini terkait dengan peraturan rektor nomer 28 tahun 2015 tentang pedoman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Semarang. Sebagai lembaga pendidikan tinggi menyiapkan calon guru yang diharapkan dapat menjadi sosok guru dengan kriteria dan ahli dalam bidangnya. Memiliki pribadi disiplin, penuh tangung jawab sanggup menerima konsekuensi dan professional. Menjadi contoh yang baik bagi peserta didik, lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Kegiatan PPL terbagi menjadi dua periode, yaitu PPL I dan PPL II. PPL I merupakan kegiatan praktikan sebelum memasuki sekolah praktikan, selama diperguruan tinggi calon guru diberi pembekalan sebelum terjun kesekolah berupa
peerteaching dan pembekalan PPL. Pada PPL I dilaksanakan untuk mengumpulkan data
dengan cara observasi, dokumentasi, wawancara terhadap kepala sekolah, guru, staf TU, siswa, komite sekolah dan dengan masyarakat sekitar.
Data yang diambil meliputi keadaan fisik sekolah, lingkungan sekolah, fasilitas sekolah, penggunaan sekolah, keadaan guru dan siswa, interaksi social, tata tertib, bidang pengelolaan dan administrasi. Pada tahap PPL II melakukan pengajaran terbimbing atas bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing.
Kegiatan PPL dilaksanakan sebagai upaya menerapkan teori yang selama ini telah diperoleh di kampus sehingga mahasiswa praktikan memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Kegiatan PPL I ini memberikan manfaat yang besar kepada praktikan sebagai bekal ketika terjun dalam masyarakat, terutama dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Hasil dari pelaksanaan PPL I yang telah dilakukan oleh praktikan adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Sosiologi.
a. Kelebihan KBM
Pembelajaran sosiologi di SMA N 1 Batang khususnya XI IPS berjalan dengan baik dan kondusif. Ini terjadi karena adanya interaksi yang baik antara siswa dan guru Sosiologi yang mengampu. Keaktifan siswa membuat kegiatan belajar siswa semakin menarik karena guru pengampu sudah mencoba menerapkan pembelajaran Kurikulum 2013 revisi 2016 serta menggunakan fasilitas LCD untuk menyampaikan pelajaran. Selain itu guru pengampu juga mencoba memberikan stimulus agar siswa lebih tertarik dengan mata pelajaran yang disampaikan
b. Kekurangan KBM
Ada beberapa properti ekstrakulikuler yang diletakkan di beberapa kelas yaitu dibagian belakang kelas. Hal tersebut menyebabkan kelas terlihat kurang rapid an kotor. Penggunaan sistem moving class kurang efektif karena siswa lebih cenderung jalan-jalan keliling sebelum sampai di kelasnya. Hal ini dapat menyebabkan sesekali perhatian siswa yang sedang belajar menjadi kurang terfokus pada pembelajaran yang dapat mengakibatkan kelas menjadi gaduh. Selain itu siswa lebih cenderung diminta aktif sehingga dalam proses belajar mengajar, guru lebih aktif untuk meningkatkan semangat belajar siswa.
39
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana KBM di Sekolah
Secara umum SMA N 1 BATANG sudah sangat memperhatikan sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar pengembangan sekolah. Hal ini dapat dilihat dari ruangan-ruangan yang disediakan untuk menunjang KBM seperti fasilitas LCD, untuk membantu guru dalam menerangkan materi, maupun fasilitas free hot spot yang dapat diakses setiap siswa di lingkungan sekolah untuk menambah referensi, ruang laboratorium Fisika, Biologi, Kimia, komputer dan ruang multi media juga telah tersedia. Sarana penunjang untuk mata pelajaran olahraga telah tersedia lapangan voli dan lapangan basket.
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
a. Guru Pamong
Dalam ppl di SMA N I Batang ini saya bersama guru pamong yang mengampu mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS. Beliau adalah Bapak Tri Tunggal P.S.U, S.Pd. Beliau mendapat tugas mengajar mata pelajara sosiologi. Beliau memberikan pengarahan kepada kami mengenai teknik pengendalian kelas, cara penyampaian materi dan memberikan masukan, motivasi-motivasi yang sangat berharga bagi kami.
b. Dosen pembimbing
Dosen pembimbing adalah Dra. Rini Iswari yaitu dosen UNNES dari jurusan Pendidikan sosiologi dan antropologi. Beliau selalu memberikan pengarahan kepada praktikan, agar praktikan bisa lebih optimis dalam mengajar. Beliau juga berusaha membantu praktikan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi selama PPL berlangsung.
4. Kualitas Pembelajaran
Kualitas pembelajaran di SMA N 1 BATANG sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari proses pembelajaran yang berlangsung kondusif dan berjalan lancar. Penerapan moving class yang sudah berjalan 4 tahun ini tidak membuat siswa kesulitan, justru memudahkan siswa dalam mendapatkan pelajaran. Keterampilan guru dalam pengelolaan kelas juga cukup baik. Interaksi yang positif antara guru dan siswa juga sudah terjalin dengan baik.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Praktikan di bangku kuliah telah menempuh 110 sks dan mengikuti mata kuliah MKDU (mata kuliah dasar umum) dan MKDK (mata kuliah dasar kependidikan). Selain itu praktikan juga telah berhasil melaksanakan peerteaching dan pembekalan PPL. Meskipun telah mendapat bekal yang cukup memadai dari ilmu yang diperoleh di kampus, praktikan merasa masih harus banyak belajar, menambah pengalaman dan yang lebih penting adalah bagaimana menerapkan apa yang telah dipelajari dan didapatkan dari bekal tersebut. Praktikan membutuhkan banyak
pengalaman di lingkungan sekolah tempat kita PPL karena bagaimanapun juga pengalaman adalah guru yang terbaik.
40
6. Nilai Tambah yang Diperoleh Praktikan setelah Melaksanakan PPL I
Setelah melaksanakan PPL I, praktikan merasakan besarnya manfaat yang didapatkan. Praktikan dapat mengetahui cara-cara mengajar, cara menyampaikan materi, penguasaan/pengendalian kelas dan strategi dalam mengejar. Selain itu praktikan juga mengetahui karakter siswa-siswa dikelas tempat praktikan melakukan observasi. Dari kegiatan PPL I ini memacu praktikan untuk mempersiapkan diri lebih baik untuk melaksanakan PPL II.
7. Saran Pengembangan bagi Sekolah
Saran praktikan untuk SMA N 1 BATANG adalah mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menggali dan meningkatkan potensi siswa, mengembangkan sarana prasarana guna untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran. Kemudian, pihak Unnes dan SMA N 1 BATANG diharapkan selalu bekerjasama dengan baik agar terjalin hubungan simbiosis mutualisme dalam berbagai hal diantara kedua belah pihak.
Demikian uraian refleksi diri dari praktikan setelah melakukan observasi dan berbagai kegiatan selama PPL 1 di SMA N 1 BATANG.
Batang, Agustus 2016 Mahasiswa Praktikan,
Muhammad Ikvan NIM. 3401413132
41
REFLEKSI DIRI
Praktik pengalaman lapangan semester gasal tahun 2016/2017 Universitas Negeri Semarang yang berlangsung antara tanggal 1 Agustus 2016 sampai 20 Oktober 2016 di SMA Negeri 1 Batang. Kegiatan praktik pengalaman lapangan ini dibagi menjadi dua tahap yaitu PPL 1 dan PPL 2. Pada tahap PPL 1 praktikan melaksanakan observasi dan orientasi pada sekolah tempat praktik. PPL 1 ini dilaksanakan lebih kurang dua minggu setelah praktikan ditempatkan pada lokasi praktik, dari serangkain kegiatan PPL 1, praktikan menyampaikan refleksi diri terkait hal-hal yang praktikan temukan di lokasi praktik.