PENGEMBANGAN HANDOUT KETERAMPILAN DASAR
MENGAJAR PADA MATAKULIAH PENGEMBANGAN PERANGKAT
PEMBELAJARAN MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI
Retno Mustika Dewi
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya
[email protected]
Muhammad Abdul Ghofur
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya
[email protected]
ABSTRAK
Mata kuliah Pengembangan Perangkat pembelajaran 3 merupakan mata kuliah yang mempersiapkan peserta didik dalam program pengalaman lapangan (PPL). Kegiatan pembelajaran mata kuliah tersebut adalah praktek mengajar. Berkaitan dengan hal tersebut, peserta didik perlu dibekali keterampilan dalam mengajar (teaching skills). Dalam mengajar terdapat dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu: (1) menguasai bahan materi atau bahan ajar yang akan diajarkan (what to teach) dan (2) menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya (how to teach). Adapun keterampilan dasar mengajar meliputi (delapan (8) keterampilan. Model pengembangan bahan ajar keterampilan dasar mengajar yang mengadaptasi dari pengembangan model 4-D oleh Thiagarajan yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (desseminate). Kurikulum yang digunakan dalam penelitian ini adalah kurikulum Program studi pendidikan Ekonomi 2015. Peserta didik yang dijadikan sebagai subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi angkatan 2013 yang berjumlah 87 mahasiswa. Berdasarkan hasil validasi yang juga dilakukan oleh ahli materi dan ahli media diperoleh diperoleh hasil bahwa pada materi diperoleh skor 21 dengan kriteria layak dan pada media diperoleh skor 18 dengan kriteria layak. Kata kunci: Pengembangan, Handout, Pendidikan Ekonomi
ABSTRACT
Learning courses 3 Development Kit is a subject that prepares students in the field experience program (PPL). The learning activities for the course is teaching practice. In this regard, learners need to be equipped with skills in teaching (teaching skills). In teaching, there are two basic capabilities that must be mastered by a faculty member, namely: (1) master the material or teaching materials that will be taught (what to teach) and (2) master the methodology or how to membelajarkannya (how to teach). The basic skills taught include (eight (8) skills. Model material development of basic skills teaching is adapted from the development model 4-D by Thiagarajan comprising the step of defining (define), stage design (design), stage of development (develop), and the deployment phase (desseminate). the curriculum used in this study is the curriculum of educational studies Economics Program 2015. students who serve as research subjects are students of class S1 Economic Education 2013, which amounted to 87 students. Based on the results of the validation are also performed by a material and media experts obtained the result that the material obtained a score of 21 with the criteria are eligible and the media obtained a score of 18 with the criteria of decent.
Keywords: Development, Handout, Economics Education
PENDAHULUAN
Mata kuliah Pengembangan Perangkat pembelajaran 3 merupakan mata kuliah yang mempersiapkan peserta didik dalam program
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 9. No. 2
180 keterampilan dalam mengajar (teaching skills). Keterampilan dasar mengajar tersebut bersifat khusus yang harus dimiliki oleh guru, dosen, atau instruktur agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien, dan profesional (Gilcman, 1991).
Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Dalam mengajar terdapat dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu: (1) menguasai bahan materi atau bahan ajar yang akan diajarkan (what to teach) dan (2) menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya (how to teach). Secara umum mengajar bukan hanya sekedar menyampaikan materi saja, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan dan nilai- nilai. Adapun keterampilan dasar mengajar meliputi (1) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, (2) keterampilan menjelaskan, (3) keterampilan bertanya, (4) keterampilan menggunakan variasi, (5) keterampilan memberi penguatan, (6) keterampilan mengelola kelas, (7) keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, dan (8) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan bahan ajar yang secara khusus membahas tentang keterampilan- keterampilan dasar mengajar untuk dijadikan pedoman dan bekal peserta didik dalam mengajar pada kegiatan program pengalaman lapangan (PPL) maupun pada saat berprofesi sebagai pendidik.
Bahan ajar ini diperlukan mengingat belum adanya bahan ajar yang secara khusus membahas tentang keterampilan dasar mengajar yang dikemas sebagai buku pedoman. Bahan ajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah handout. Penggunaan hand out ini diperlukan karena peserta didik dapat mengetahui dasar- dasar serta poin poin yang penting pada materi yang sedang dipelajari.
Berdasarkan Rumusan masalah, maka tujuan penelitian dalam kegiatan ini adalah (1) Mendeskripsikan pengembangan handout Keterampilan Dasar Mengajar pada tahap pendefinisian, (2) Mendeskripsikan pengembangan handout Keterampilan Dasar Mengajar pada tahap perancangan. (3) Mendeskripsikan pengembangan handout Keterampilan Dasar Mengajar pada tahap pengembangan, dan (4) Mendeskripsikan kelayakan pengembangan handout keterampilan dasar mengajar.
Bahan ajar dalam penelitian ini adalah berupa handout yang berisi materi 8 (delapan) keterampilan dasar mengajar yang meliputi : (1) keterampilan dasar membuka dan menutup pelajaran, (2) keterampilan menjelaskan, (3) keterampilan bertanya, (4) keterampilan mengadakan variasi, (5) keterampilan memberi penguatan, (6) keterampilan mengelola kelas, (7) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, dan (8) keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.
181 contoh penerapan keterampilan tersebut berupa skenario dan ilustrasi. Di samping itu, handout juga akan disertai gambar.
Menurut National Center For Competency Based Training (2007),bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instuktur dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas.Bahan yang dimaksud bisa berupa tertulis maupun tak tertulis. Menurut Darwyn Syah ,dkk sebagaimana dikutip oleh Zainuddin Arif,Bahan pembelajaran merupakan salah satu sumber belajar yang berisikan pesan dalam bentuk-bentuk, konsep, prinsip, definisi, kontes, data, fakta, proses, nilai, dan keterampilan.
Menurut Chomsin S. Widodo dan Jasmadi, bahan ajar adalah seperangkat sarana yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi dan subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.
Berdasarkan beberapa pandangan mengenai pengertian bahan ajar tersebut dapat kita pahami bahwa bahan ajar merupakan segala bahan (baik informasdi,alat maupun teks) yang disusun secar sistematis yang menampilkan sosok utuh dari komptensi yang akan dikuasai oleh peserta didik yang digunakan dalam proses pembelajar dengan tujuan perencanaan dan penelaan implementasi pembelajaran. Misalnya ,buku pelajaran, modul atau make,bahan ajar audio, bahan ajar interaktif dan sebagainya.
Jenis Bahan Ajar antara lain (1) Bahan Ajar pandang (visual) terdiri atas bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku,
modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed), seperti model/maket, (2) Bahan Ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. (3) Bahan Ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film, dan (4) Bahan Ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials).
Bahan ajar dalam penelitian ini adalah Handout. Handout termasuk media cetak yang meliputi bahan-bahan yang disediakan di atas kertas untuk pengajaran dan informasi belajar. Biasanya diambil dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan/kompetensi dasar dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Istilah Handout memang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Handout biasanya merupakan bahan ajar tertulis yang diharapkan dapat mendukung bahan ajar lainnya atau penjelasan dari guru. Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik.
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 9. No. 2
182 berbeda-beda untuk hal/topik yang berbeda.
Handout disusun atas dasar kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Dengan demikian maka penyusunan handout harus diturunkan dari kurikulum. Handout biasanya merupakan bahan tertulis tambahan yang dapat memperkaya pengetahuan peserta didik dalam belajar untuk mencapai kompetensinya. Langkah-langkah menyusun Handout adalah sebagai berikut: (a) Melakukan analisis kurikulum, (b) Menentukan judul Handout, disesuaikan dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan dipelajari, (c) Mengumpulkan referensi sebagai bahan penulisan, (d) Menulis Handout dengan kalimat yang singkat, padat, jelas, (e) Mengevaluasi hasil tulisan dengan cara dibaca ulang untuk menemukan kemungkinan adanya kekurangan-kekurangan, (f) Menggunakan berbagai sumber belajar yang dapat memperkaya materi Handout misalnya buku, internet, majalah, dan jurnal hasil penelitian.
Karakteristik yang harus dimiliki oleh handout adalah padat informasi dan dapat memberikan kerangka pemikiran yang lebih utuh. Sebagai media pengajaran penjelasan yang lebih rinci tentang isi handout masih harus diberikan oleh guru yang mengadakan pembelajaran. Handout diberikan pada awal atau sebelum pelajaran dimulai dan merupakan catatan tambahan bagi siswa.
Penggunaan handout dalam pembelajaran dapat memiliki beberapa fungsi. Seperti yang disampaikan oleh Steffen dan Peter Ballstaedt dalam Prastowo (2013: 80) bahwa fungsi handout antara lain adalah: Membantu peserta didik agar tidak perlu mencatat, Sebagai
pendamping penjelasan pendidik, Sebagai bahan rujukan pesertadidik, Memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar, Pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan, Memberi umpan balik, dan Menilai hasil belajar
Bentuk handout dapat bervasiasi, diantaranya:
a. Bentuk catatan
Handout ini menyajikan konsep-konsep, prinsip, gagasan pokok tentang suatu topik yang akan dibahas.
b. Bentuk diagram
Handout ini merupakan suatu bagan, sketsa atau gambar, baik yang dilukis secara lengkap maupun yang belum lengkap. c. Bentuk catatan dan diagram
Handout ini merupakan gabungan dari bentuk pertama dan kedua.
183 menambah daya tarik serta memperlancar pemahaman informasi yang disampaikan, (d) Lebih ekonomis dan mudah terdistribusi
Adapun kelemahan handout sebagai media cetak (Arsyad, 2000) adalah (a) sulit menampilkan gerak dan suara, (b) bagian-bagian pelajaran harus dirancang sedemikian rupa, (c) cepat rusak atau hilang, dan (d) Umumnya keberhasilannya hanya ditingkat kognitif.
Fungsi handout sebagai pelengkap materi ajar. Meskipun pelengkap, tidak berarti handout dapat dikembangkan begitu saja. Ada rambu-rambu yang harus diikuti jika kita ingin mendapatkan handout yang baik. Manfaat utama handout adalah melengkapi kekurangan materi, baik materi yang diberikan dalam buku teks maupun materi yang diberikan secara lisan. Handout dapat berisi penjelasan singkat dan atau elaborasi tentang suatu materi bahasan, menjelaskan kaitan antartopik, memberi pertanyaan dan kegiatan pada para pembacanya, dan juga dapat memberikan umpan balik dan langkah tindak lanjut.
Keterampilan bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi.
Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok atau komponen, yaitu : – Variasi dalam cara mengajar guru, meliputi : penggunaan variasi suara (teacher voice), Pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak
(eye contact and movement), gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru, dan pergantian posisi guru dalam kelas dan gerak guru ( teachers movement). – Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran.
Ketrampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar.
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 9. No. 2
184 kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Selanjutnya, Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan secara fisik merupakan bentuk pengajaran yang berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa.
METODE PENELITAN
Model pengembangan bahan ajar keterampilan dasar mengajar yang dikembangkan mengadaptasi dari pengembangan model 4-D oleh Thiagarajan dalam (Trianto, 2009) yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (desseminate).
Penelitian pengembangan ini akan menghasilkan produk yang berupa bahan ajar yaitu handout. Berdasarkan pada batasan masalah penelitian, prosedur penelitian pengembangan yang akan dilakukan berakhir pada tahap pengembangan. Adapun penjelasan untuk masing- masing tahapan penelitian pengembangan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. (a) Tahap pendefinisian, Pendefinisian dilakukan melalui analisis kebutuhan- kebutuhan yang diperlukan sebelum merancang penelitian pengembangan meliputi analisis kurikulum, analisi peserta didik, analisis tugas, analisis konsep, dan analisis tujuan
pembelajaran, (b) Tahap perancangan, Merancang bahan ajar berupa handout yang meliputi pemilihan bahan ajar, desain awal, dan penyusunan bahan ajar , dan (c) Tahap pengembangan, Menyusun dan memvalidasi bahan ajar berupa handout keterampilan dasar mengajar
Teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui teknik dokumentasi, dan kuesioner. Berikut ini dijabarkan masing- masing teknik pengumpulan data.
Tabel 3. Tabel teknik pengumpulan data Teknik Instrumen Luaran
yang dicapai
Telaah
Dokumentasi Silabus matakuliah Hasil telaah kurikulum
Kuesioner Instrumen telaah ahli dan lembar validasi
Telaah ahli dan validasi oleh ahli materi
Lembar telaah bahan ajar handout dan lembar validasi dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memberikan gambaran dan saran yang telah diberikan terkait kekurangan bahan ajar. Lembar telaah bahan ajar tersebut terdiri dari penilaian Ahli Materi Mata Kuliah dan penilaian Ahli Media.
185 mengemas kembali informasi (information repackaging atau text transformation) dan (3) menata informasi (compilation atau wrap around text).
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian
Kegiatan dalam penelitian ini merupakan kegiatan penelitian pengembangan dengan menggunakan tahapan pengembangan model 4D oleh Thiagarajan (dalam Trianto, 2009). Tahapan pengembangan tersebut terdiri dari 4 tahap yaitu, tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (dessiminate). Akan tetapi dalam kegiatan penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap pengembangan (develop).
Dalam penelitian ini, bahan ajar yang akan dikembangkan adalah berupa handout. Handout tersebut berisi tentang materi keterampilan dasar mengajar. Pengembangan handout tersebut dilatarbelakangi adanya tidak adanya bahan ajar khusus yang membahas tentang keterampilan dasar mengajar. Pemilihan materi keterampilan dasar mengajar dikarenakan materi tersebut dapat dijadikan pedoman bagi para mahasiswa yang akan melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah maupun ketika mereka menjadi seorang pengajar.
Pada tahap ke-dua, yaitu tahap pengembangan, dibuat rancangan handout, lembar kritik, kuis dan kuesioner sehingga menghasilkan apa yang disebut “desain” yaitu desain handout, desain lembar kritik, desain kuis dan desain kuesioner. Desain-desain tersebut selanjutnya diserahkan kepada para ahli. Setelah
dilakukan review oleh para ahli akan didapat konsep handout, konsep tersebut yang akan digunakan pada tahap ke-tiga, yaitu tahap uji coba yang selanjutnya dilakukan proses diseminasi.
Tahap Pendefinisian (define)
Tahap pendefinisian bertujuan untuk mengidentifikasi kurikulum, peserta didik, dan tujuan pembelajaran. Komponen tersebut diguankan sebagai dasar untuk menyusun bahan ajar yaitu handout keterampilan dasar mengajar yang akan dikembangkan. Komponen tersebut dijabarkan sebagai berikut.
a. Analisis Kurikulum, Kurikulum yang digunakan dalam penelitian ini adalah kurikulum Program studi pendidikan Ekonomi 2015.
Tabel Rumusan Kompetensi Dasar pada materi Keterampilan Dasar Mengajar Pertem
uan Kompetensi Akhir Indikator 3-10 Menguasai
keterampilan-keterampilan dasar mengajar
Mahasiswa dapat menguasai dan mengaplikasikan keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan
menjelaskan,
keterampilan bertanya, keterampilan
memberikan variasi, keterampilan memberi penguatan, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 9. No. 2
186 b. Analisis Peserta Didik, Peserta didik yang dianalisis dalam penelitian pengembangan ini adalah peserta didik yang merupakan subjek penelitian. Berkaitan dengan kurikulum yang digunakan dalam penelitian ini, maka peserta didik yang dijadikan sebagai subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi angkatan 2013. Berdasarakan data Kasubag akademik Fakultas Ekonomi Unesa, mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2013 berjumlah 87 mahasiswa yang terbagi dalam dua (2) kelas yaitu kelas PE 2013 A dan kelas PE 2013 B yang masing masing berjumlah 43 mhasiswa dan 44 mahasiswa.
Berdasarkan analisis mahasiswa berdasar-kan jenis kelamin, mahasiswa angkatan 2013 di dominasi oleh mahasiswa berjenis kelamin perempuan. Dari 87 mahasiswa, 68 diantaranya adalah mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan dan 19 sisanya lagi adalah mahasiswa berjenis kelamin laki- laki. Usia rata- rata mahasiswa tersebut adalah antara 18- 19 tahun. Berdasarkan hasil penilaian di kelas baik berupa kognitif, afektif, dan psikomotorik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang mencolok diantara mahasiswa. Dalam hal ini kemampuan akademik subjek penelitian rata rata sama atau homogen. Sehingga tidak ada heterogenitas yang tinggi.
Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran di kelas, pada materi keterampilan dasar mengajar pada saat praktek keterampilan dasar mengajar, mahasiswa kurang bisa mampu menerapkan keterampilan dasar mengajar secara holistik (menyeluruh). Artinya tidak semua langkah- langkah pada setiap keterampilan dasar mengajar yang terdiri dari 8 (delapan)
keterampilan dasar mengajar dipraktekkan oleh mahasiswa. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa mahasiswa, alasan mereka belum mampu mempraktekkan langkah- langkah keterampilan dasar mengajar diantaranya adalah (1) belum memahami langkah- langkah keterampilan dasar mengajar, (2) tidak memiliki pedoman atau bahan ajar yang secara khusus membahas keterampilan dasar mengajar, (3) mereka mengetahui bahwa ada keterampilan dasar dalam mengajar, akan tetapi dalam prakteknya masih mengalami kebingungan dalam mengintrepetasikan maksud langkah- langkah yang ada di dalam keterampilan dasar mengajar, (4) belum memahami strategi pembelajaran yang digunakan dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar.
c. Analisis Konsep, analisis konsep dalam kegiatan pengembangan ini diperlukan untuk menentukan konsep yang dibutuhkan peserta didik dalam mencapai komptensi akhir pembelajaran. Berdasarkan tabel sebelumnya, maka rumusan konsep atau bahan kajian dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut.
Tabel. Ruang lingkup konsep dalam materi keterampilan dasar mengajar
Kompetensi
Dasar Indikator Materi Pokok Menguasai
keterampilan-keterampilan dasar
mengajar
Mahasiswa dapat menguasai kegiatan membuka dan menutup pelajaran
187
d. Analisis Tugas
Menurut Thiagarajan dalam Trianto (2009) analisis tugas bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan keterampilan utama yang akan dikaji oleh peneliti dan menganalisisnya kedalam himpunan keterampila tambahan yang mungkin diperlukan. Analisis ini memastikan ulasan yang menyeluruh tentang tugas dalam materi pembelajaran. Penentuan tugas dalam perkuliahan ini, kegiatan pembelajaran diarahkan dengan praktek pengajaran. Sebelum mempraktekkan keterampilan dasar mengajar, peserta didik mengidentifikasi materi dan menyusun skenario pembelajaran.
Tabel kegiatan belajar dalam pembelajaran materi keterampilan dasar mengajar
Kompetensi
Dasar Indikator Kegiatan Belajar
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 9. No. 2
e. Analisis tujuan pembelajaran, tujuan pengembangan bahan ajar handout dalam penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta didik dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar. Berkaitan dengan tujuan tersebut, maka rumusan indikator dalam materi ini adalah berada pada tingkatan Taksonomi Bloom C3 dan C4.
Tahap Perencanaan ( Design)
Tahap perencanaan atau design
merupakan tahapan untuk merancang bahan ajar berupa handout. Handout yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah handout yang memuat materi keterampilan dasar mengajar. Handout keterampilan dasar mengajar tersebut berisi tentang keteramplan- keterampilan dasar mengajar yang meliputi (1) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, (2) keterampilan menjelaskan, (3) keterampilan bertanya, (4) keterampilan mengadakan varasi, (5) keterampilan memberi penguatan, (6) keterampilan mengelola kelas, (7) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, dan (8) keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil.
Menurut Aprisia (2015) Struktur handout keterampilan dasar mengajar meliputi halaman sampul, identitas handout ( nama fakultas, kode mata kuliah, judul handout, kompetensi yang akan dicapai) , kata pengantar, daftar isi, isi handout (kompetensi hasil/ tujuan pembelajaran, uraian materi, kesimpulan, referensi, tugas/ soal latihan). Dengan demikian keseluruhan materi yang dikembangkan dijadikan satu dalam bentuk handout.
Tahap Pengembangan (develop)
Tahap pengembangan (develop) bertujuan untuk mengembangkan handout yang berisi materi keterampilan dasar mengajar yang terdiri dari 8 (delapan) keterampilan dasar mengajar. Tahap pengembangan terdiri atas tiga tahapan yaitu review, validasi, dan uji coba terbatas.
a. Hasil telaah dan revisi handout b. Hasil validasi handout
189 Pembahasan
Tahap Pendefinisian
Analisis yang dilakukan pada tahap pendefinisian meliputi analisis kurikulum, analisis peserta didik, analisis materi/ konsep, analisis tugas, dan analisis tujuan pembelajaran. Analisis kurikulum merupakan proses penjabaran kompetensi dasar menjadi indikator dan materi pokok. Adapun alur penjabaran dalam analisis kurikulum dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar. Mekanisme analisis kurikulum
Berdasarkan gambar indikator diatas, bahwa dalam materi keterampilan dasar mengajar, peserta didik harus mampu menguasai ke delapan keterampilan dasar mengajar tersebut, penulisan indikator dalam gambar tersebut bukan sebagai urutan indikator prioritas mana yang harus dikuasai terlebih dahulu atau indikator indikator tersebut bersifat sejajar dan indikator- indikator tersebut menggambarkan delapan keteramapilan dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik secara integral.
Selanjutnya, materi keterampilan dasar mengajar meliputi materi keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengelola kelas, keterampilan membimbing diskusi
kelompok kecil, dan keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil.
Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran ini adalah peserta didik mampu menguasi ke delapan keterampilan dasar mengajar. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diadakan kegiatan pengembangan bahan ajar berupa handout.
Tahap Perencanaan (Design)
Tahap perencanaan atau design merupakan tahapan untuk merancang bahan ajar. Bahan ajar yang dikembangkan adalah handout yang dapat digunakan mahasiswa atau peserta didik sebagai pedoman dalam memahami, menguasai dan mempraktekkan keterampilan- keterampilan dasar mengajar. Handout yang dikembangkan dalam penelitian pengembangan ini meliputi materi yang berisi delapan (8) keterampilan dasar mengajar yang memiliki kedudukan sejajar. Struktur dalam pengembangan handout ini adalah halaman sampul, identitas handout ( nama fakultas, kode mata kuliah, judul handout, kompetensi yang akan dicapai) , kata pengantar, daftar isi, isi handout (kompetensi hasil/ tujuan pembelajaran, uraian materi, kesimpulan, referensi, tugas/ soal latihan). Judul handout dalam penelitian ini adalah “Pengembangan Handout Keterampilan Dasar Mengajar”. Rumusan indikator dan materi dalam handout ini dapat dilihat pada tabel berikut.
Pengembangan handout dalam penelitian ini terdiri dari materi materi yang meliputi delapan (8) keterampilan dasar. Kedelapan keterampilan tersebut dapat dilihat pada tabel diatas.
Kompeten
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 9. No. 2
190 Tabel Rumusan Indikator pada handout Keterampilan Dasar Mengajar
Judul Handout Indikator
Handout Keterampilan Dasar
Mengajar
Mahasiswa dapat menguasai kegiatan membuka dan menutup pelajaran
Mahasiswa dapat menguasai kegiatan menjelaskan pelajaran
Mahasiswa dapat menguasai kegiatan bertanya
Mahasiswa dapat menguasai kegiatan memberikan penguatan
Mahasiswa dapat menguasai kegiatan mengadakan variasi
Mahasiswa dapat menguasai kegiatan membimbing diskusi kelompok kecil
Mahasiswa dapat menguasai kegiatan mengelola kelas
Mahasiswa dapat menguasai kegiatan mengajaran perorangan dan kelompok kecil
Tahap Pengembangan (Develop)
Berdasarkan hasil telaah dan revisi ahli media (draft 1) oleh validator ahli media Riza Yonisa Kurniawan, S.Pd,M.Pd diperoleh gambaran bahwa cover kurang menarik, materi cukup baik, gambar perlu ditambahkan, ukuran
huruf perlu diperbesar dari ukuran fontz 10 menjadi fontz 12, dan penjilidan sudah bagus.
Selanjutnya, berdasarkan hasil telaah dan revisi ahli materi oleh validator ahli materi Durinda Puspasari, S.Pd,M.Pd diperoleh gambaran bahwa judul sudah sesuai dengan isi handout, sudah terdapat kesesuaian antara konsep- konsep kunci dan isi materi, pada konsep teori keterampilan membuka dan menutup pelajaran perlu dijeskan masing- masing komponen keterampilan yang bersangkutan, tujuan pembelajaran sudah teroperasional dengan baik, antara tujuan pembelajaran dan paparan materi sudah sesuai, materi sudah dipaparkan secara jelas, contoh- contoh dalam penjelasan sudah terilustrasi dengan baik, perlu ditambahakan tabel, bagan, gambar/ ilustrasi pada materi, daftar pustaka perlu ditambah.
Hasil validasi handout
Berdasarkan hasil validasi yang juga dilakukan oleh ahli materi dan ahli media diperoleh diperoleh hasil bahwa pada materi diperoleh skor 21 dengan kriteria layak dan pada media diperoleh skor 18 dengan kriteria layak.
DAFTAR PUSTAKA
Wadjie, Fareid .2005. Praktik Mengajar, “modul Diklat Calon Widyaiswara”. Jakarta; LAN
Harjati, Purwiro. 2008. Keterampilan Dasar Mengajar (Online), (http://www.purjatifis. blogspot.com, diakses 1 Mei 2008).
191 Jalal, Fasli & Musthafa, Bahrudin. 2001.
Education Reform, in the Context of
Regional Autonomy: the Case of Indonesia. Jakarta: Ministry of National Education.
Martiningsih. 2007. Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan (Online), (http:// martiningsih.blogspot.com/2007/11/bagai mana-menciptakan-pembelajaran.html, diakses 1 Mei 2008).
Rosmini. 2007. Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan (Online), (htttp://duniaguru.com/index.php?option=c om_content&task=view&id=411&Itemid= 28, diakses 1 Mei 2008).
Sofa. 2008. Keterampilam Dasar Mengajar (Online), (http://massofa.wordpress.com/ 2008/01/25/keterampilan-dasar-mengajar, diakses 1 Mei 2008).
Triluqman, Heri. 2008. Pendidikan Profesi dan Sertifikasi: Upaya Meningkatkan Kualitas
Guru di Tengah Keterpurukan Dunia
Pendidikan (Online), (http://heritl. blogspot.com/2008/02/pendidikan-profesi-dan-sertifikasi.html, diakses 1 Mei 2008).
Usman, Moh. Uzer. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.