• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. PENUTUP

B. Saran

Pada bagian ini dipaparkan beberapa saran untuk meningkatkan pemahaman sakramen baptis dan konsekuensinya dalam hidup menggereja bagi kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor. Beberapa saran tersebut adalah:

1. Bagi kaum muda

a. Membiasakan diri untuk selalu ikut kegiatan OMK.

b. Saling mengingatkan antar anggota OMK untuk selalu mengikuti kegiatan di Gereja.

c. Kaum muda yang aktif diharapkan selalu mengajak teman-teman kaum muda yang masih kurang aktif dalam kegiatan di Gereja.

2. Bagi pendamping OMK

a. Pendamping OMK harus bisa lebih memahami situasi anak muda pada zaman sekarang.

b. Pendamping OMK harus lebih bisa bersikap terbuka dalam mendampingi. c. Pendamping OMK perlu menambah refrensi untuk membuat

kegiatan-kegiatan yang menarik.

d. Berusaha selalu datang dan mendampingi dalam kegiatan-kegiatan kaum muda.

DAFTAR PUSTAKA

Adrilamadua. http://adrilamadua.wordpress.com/kelas-xi/tugas-tugas-gereja/ accessed on April 2017.

Arikunto Suharsimi. (1997). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Dapiyanta, F.X. (2008). Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di Sekolah. Buku Ajar Mahasiswa IPPAK semester IV, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Didik Bagiyowinandi, F.X. (2003). Menghidupi Tradisi Katolik. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara.

Kitab Hukum Kanonik (Codex Iuris Canonici). (2006). Edisi I Resmi Bahasa Indonesia. Bogor: Grafika Mardi Yuwana.

Komkat KAS. (1996). Mengikuti Yesus Kristus 1: Buku Pegangan Calon Baptis. Yogyakarta: Kanisius.

_________ . (2012). Katekese Inisiasi: Gagasan Dasar dan Silabus. Yogyakarta: Kanisius.

Konferensi Waligereja Indonesia. (1996). Iman Katolik: Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta: Kanisius.

Madya Utama, L. (2015). Sakramentologi. Diktat Mata Kuliah Sakramentologi untuk Mahasiswa Semester VI, Program Studi IPPAK, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Mangunhardjana, A. M. (1986). Pendampingan Kaum Muda: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius.

Martasudjita, E. (2003). Sakramen-sakramen Gereja. Yogyakarta: Kanisius. Moleong, Lexy J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Komisis Liturgi KWI (Ed.). Kumpulan Dokumen liturgi: Pedoman Pastoral Inisiasi Kristen. Jakarta: Obor, 1988.

Prasetya, L. (1999). Panduan untuk Calon Baptis Dewasa. Yogyakarta: Kanisius. Prasetyo, David.

http://davidprasetyo.comasemanisblog.blogspot.com/2010/08/4-kegiatan-pokok-dalam-agama-katolik.html. accesed on Januari, 2017 Shelton, Charles M. (1988). Menuju Kedewasaan Kristen. Yogyakarta: Kanisius. Sugiyono, Dr. (2012). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif,

kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumarno Ds, M. (2012) Pengantar PAK Paroki. Diktat Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Agama Katolik Paroki, untuk Mahasiswa Semester III, Program Studi IPPAK, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharama Yogyakarta.

_________ . (2013) Pendidikan Agama Katolik Paroki, Diktat Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Agama Katolik Paroki, untuk Mahasiswa Semester IV, Program Studi IPPAK, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Sumarno Ds, M. (2015) PPL PAK Paroki. Diktat Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Agama Katolik Paroki untuk Mahasiswa semester VI, Program Studi IPPAK, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

(3) Lampiran 3: Kuesioner Penelitian

INSTRUMEN PENELETIAN

“PERANAN SAKRAMEN BAPTIS DALAM HIDUP MENGGEREJA BAGI KAUM MUDA DI PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS KELOR

GUNUNGKIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA”

IDENTITAS

Nama : ………...

Wilayah : ……….

Petunjuk Mengerjakan :

Berilah Cheklis (√) sesuai dengan pemahaman anda pada pernyataan di bawah ini.

Keterangan :

SS : bila anda sangat setuju dengan pernyataan yang tersedia

S : bila anda setuju dengan pernyataan yang tersedia

RR : bila anda ragu-ragu dengan pernyataan yang tersedia

KR : bila anda kurang setuju dengan pernyataan yang tersedia

(4)

1. PEMAHAMAN TENTANG SAKRAMEN BAPTIS

No Pernyataan SS S RR K

R

TS

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Sakramen Baptis adalah sakramen inisiasi yang berfungsi untuk memasukkan seseorang sebagai anggota Gereja

2 Dengan menerima sakramen baptis saya merasa lebih tenang karena mendapat pengampunan dosa

3 Materi utama yang digunakan dalam sakramen baptis adalah air

4 Dalam sakramen baptis air digunakan sebagai lambang kehidupan dan kebersihan

5 Orang yang baptis dewasa lebih bisa mengahayati tugas-tugas sebagai anggota Gereja

6 Sakramen baptis sebagai ikatan kesatuan ekumenis

7 Sakramen baptis merupakan sakramen yang diterima dan diakui oleh semua Gereja

8 Sakramen baptis mempersatukan orang beriman dengan Tritunggal

9 Sakramen baptis adalah sakramen pertama dan utama dalam Perjanjian Baru

10 Baptis hanya dapat diterimakan secara sah dengan pembasuhan air yang sungguh-sungguh dan dengan rumus kata-kata yang diwajibkan

2. PENGERTIAN KAUM MUDA

No Pernyataan SS S RR KR TS

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

11 Kaum muda adalah mereka yang berusia 14 sampai 21 tahun

12 Kaum muda adalah muda-mudi yang sudah melewati umur kanak-kanak dan belum menikah

(5) generasi penerus

14 Ciri khas kaum muda adalah

pertumbuhan fisik dan perkembangan mental

15 Pertumbuhan fisik merupakan gejala yang paling mencolok pada kaum muda

3. PEMAHAMAN TENTANG HIDUP MENGGEREJA

No Pernyataan SS S RR K

R

TS

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

16 Hidup menggereja adalah hidup yang menampakkan iman kepada Kristus 17 Hidup menggerjea adalah perwujudan

iman dalam hidup sehari-hari

18 Hidup menggereja juga hidup dimasyarakat

19 Saya tahu dan paham lima tugas Gereja 20 Melaksanakan dengan tulus dan

tanggung jawab adalah salah satu sikap hidup menggereja

21 Saya paham arti Koinonia 22 Saya paham arti Kerygma 23 Saya paham arti Martyria 24 Saya paham arti liturgia 25 Saya paham arti diakonia

4. KETERLIBATAN KAUM MUDA DALAM HIDUP MENGGEREJA

No Pernyataan SS S RR KR TS

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

26 Saya selalu ikut kegiatan OMK di Gereja

27 Selain kegiatan OMK saya juga ikut kegiatan-kegitan Gereja yang lain 28 Terlibat dalam hidup menggereja berarti

memberikan seluruh tenaga, waktu dan pikiran demi kemajuan Gereja

29 Dengan mengikuti kegiatan Gereja bisa menambah wawasan, pengalaman dan banyak teman

(6) semakin bisa menghayati Sakramen Baptis

31 Saya ikut kegiatan kaum muda jika acaranya menarik

32 Saya lebih suka kegaitan-kegiatan seperti kemah rohani, ziarah, dan rekoleksi

33 Saya semakin bisa menghayati sakramen baptis di dalam hidup menggereja

34 Di dalam kegiatan hidup menggereja saya semakin diteguhkan akan panggilan sebagai seorang katolik 35 Terlibat dalam hidup menggereja

membantu saya untuk belajar berorganisasi

5. PERANAN SAKRAMEN BAPTIS DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM MUDA

No Pernyataan SS S RR KR TS

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

36 Sakramen Baptis membawa seseorang untuk ikut terlibat dan mengalami hidup kristiani

37 Dengan sakramen baptis saya semakin percaya akan keselamatan Kristus 38 Saya selalu terdorong untuk terlibat

dalam hidup menggereja

39 Saya selalu mengikuti kegiatan di lingkungan

40 Untuk mewujudkan sakramen baptis saya salalu berdoa

41 Menerima sakramen baptis berarti siap menjadi saksi Kristus

42 Saya selalu berpartisipasi untuk menjadi petugas saat perayaan-perayaan di Gereja

43 Saya sudah mewujudkan buah-buah sakramen baptis

44 Sakramen baptis membawa saya semakin menyadari akan panggilan menjadi orang katolik

(7) kewajiban-kewajiban saya sebagai seorang katolik

46 Saya melaksanakan tugas-tugas gereja dengan penuh tanggung jawab

47 Saya semakin aktif dalam kegiatan Gereja

48 Saya semakin siap mewartakan kabar gembira kepada orang lain

49 Saya sadar dan menerima akan keselamatan yang saya terima

50 Saya selalu meluangkan waktu untuk membaca Kitab Suci

(13)

Lampiran 5: Daftar Pertanyaan Wawancara Pelengkap Penelitian

1. Bagaimana gambaran situasi kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor?

2. Bagaimana gambaran kaum muda Katolik di Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor yang berada di sekitar pusat Paroki?

3. Menurut pengertian anda apa yang dimaksud dengan kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor?

4. Bagaimana keberadaan kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor? 5. Berapa jumlah kaum muda yang ada di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor?

Dan berapa jumlah kaum muda yang aktif di kegiatan Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor?

6. Kegiatan apa saja yang ada di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor sebagai wadah kaum muda?

7. Kegiatan apa saja yang pernah diikuti oleh kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor Gunungkidul selama setahun terakhir?

8. Menurut anda apa yang dimaksud dengan hidup menggereja?

9. Menurut anda apakah hidup menggereja sudah sepenuhnya melekat dalam hidup kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor? Mengapa?

10. Menurut anda apa yang dimaksud dasar-dasar hidup menggereja? 11. Menurut anda macam-macam hidup menggereja itu seperti apa?

12. Bagaimana peran kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor dalam hidup menggereja?

13. Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat bagi kaum muda dalam hidup menggereja di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor? Mengapa?

(14)

Lampiran 6: Hasil Wawancara dengan Pendamping OMK Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor

a. Pelaksanaan

Waktu Wawancara : 10 Juli 2017

Tempat Wawancara : Pendopo Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor Responden : Pendamping OMK

b. Pokok-pokok pertanyaan dan jawaban

1. Bagaimana gambaran situasi kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor?

Paroki St. Petrus dan Paulus kelor adalah salah satu paroki dari tiga paroki yang ada di Gunungkidul. Letak paroki St. Petrus dan Paulus Kelor berada di desa Kelor, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul. Meskipun paroki St. Petrus dan Paulus Kelor terletak di desa, namun perkembangan kaum muda berjalan dengan baik, meskipun setiap tahunnya terkadang mengalami pasang surut. Kaum muda yang ada di paroki St. Petrus dan Paulus Kelor dulunya terkumpul dalam suatu wadah yang dinamakan mudika sebelum akhirnya diganti dengan nama OMK atau orang muda katolik yang kita kenal sampai sekarang ini.

2. Bagaimana Gambaran Kaum Muda Katolik di Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor yang Berada di Sekitar Pusat Paroki?

Kaum muda adalah mereka yang berumur 14 tahun sampai mereka yang belum menikah. Kaum muda yang berada di sekitar pusat paroki kelor berjumlah sekitar 70 orang. dari jumlah 70 orang tersebut terbagi dalam tiga wilayah yang berada disekitar pusat paroki yaitu wilayah Kelor, Jaranmati dan Wiladeg. Berdasarkan dari data yang ada jumlah kaum muda di wilayah Kelor berjumlah 35 orang dengan jumlah laki-laki 20 orang dan perempuan 15 orang. wilayah jaranmati berjumlah 20 orang dengan jumlah laki-laki 9 orang dan perempuan 11 orang. sedangkan wilayah wiladaeg berjumlah 15 orang dengan jumlah laki-laki 8 orang dan perempuan 7 orang. jumlah tersebut terdiri dari kaum muda yang duduk di bangku kelas 9 sampai dengan mereka yang belum menikah. Dari jumlah tersebut kaum muda yang berumur 14-21 tahun berjumlah sekitar 40 orang dan yang berumur 22 sampai belum menikah sekitar 30 orang. Dari keseluruhan jumlah kaum muda yang berada ditiga Wilayah tersebut semuanya belum bisa terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan yang ada di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor, kaum muda yang aktif kurang lebih sekitar 40 orang.

3. Menurut pengertian anda apa yang dimaksud dengan kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor?

Kaum muda di paroki St. Petrus dan Paulus Kelor adalah mereka orang muda katolik yang masih berusia antara 14 tahun sampai dengan 30 tahun dan

(15)

belum menikah. Selain itu kaum muda dapat diartikan mereka yang masih dalam usia belajar (siswa SMP, siswa SMA) dan mereka yang masih kuliah.

4. Bagaimana keberadaan kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor?

Keberadaan kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor cukup mendapat tempat. Hal ini bisa kita lihat dari adanya kegiatan-kegiatan sebagai wadah bagi kaum muda misalnya, PIA, PIR, dan OMK.

5. Berapa jumlah kaum muda yang ada di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor? Dan berapa jumlah kaum muda yang aktif di kegiatan Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor?

Dilihat dari data buku lustrum Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor tahun 2016 jumlah kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor 553 orang. Jumlah orang muda katolik yang berada di tiga wilayah disekitar pusat Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor berjumlah sekitar 70 orang. Dari jumlah tersebut kaum muda yang aktif dikegiatan paroki sekitar 40 orang.

6. Kegiatan apa saja yang ada di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor sebagai wadah kaum muda?

Kegiatan-kegiatan yang ada di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor yang digunakan sebagai wadah bagi OMK yaitu menjadi pengurus OMK, Misdinar, Koor, Lektor, dan Parkir.

7. Kegiatan apa saja yang pernah diikuti oleh kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor Gunungkidul selama setahun terakhir?

a) Jalan Sehat

1) Jenis : Jalan Sehat 2) Waktu pelaksanaan : 10 Juli 2016

3) Peserta : Umat Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor 4) Kegiatan : Jalan Sehat

b) Temu kangen OMK Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor 1) Jenis : Temu kangen OMK

2) Waktu pelaksanaan : 7 Mei 2017 3) Peserta : OMK se-Paroki Kelor

4) Kegiatan : Kegiatan di awali dengan perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan sarasehan, pentas seni, dan syaring tentang kehidupan OMK di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor.

c) Kemah Rohani

1) Jenis : Kemah Rohani

(16)

3) Peserta : Kaum muda Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor 4) Kegiatan : Kemah rohani ini dilaksanakan selama 2 hari.

Bentuk kegiatannya antara lain sarasehan, outbond, perayaan Ekaristi, pentas seni dan lain-lain.

d) Pertemuan rutin OMK

1) Jenis : Rapat

2) Waktu Pelaksanaan : Setiap sebulan sekali 3) Peserta : Pengurus OMK

4) Kegiatan : Dalam acara ini biasanya saling menyapa satu sama lain dan membahas jika ada acara-acara kaum muda

e) Pertemuan rutin OMK Wilayah

1) Jenis : Pertemuan rutin OMK Wilayah 2) Waktu Pelaksanaan : Dua minggu sekali

3) Peserta : Masing-masing OMK Wilayah

4) Kegiatan : Acara ini biasanya dikemas dalam bentuk sarasehan, latihan koor dan doa bersama pada bulan-bulan tertentu.

f) Re-organisasi pengurus OMK

1) Jenis : Pemilihan pengurus OMK 2) Waktu pelaksanaan : Setiap dua tahun sekali

3) Peserta : Semua OMK Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor 4) Kegiatan : kegiatan ini diadakan sehari semalam. Isi dari

kegiatan ini biasanya berupa sarasehan dengan pengurus OMK lama, bernyanyi, renungan, outbond, dan ditutup dengan pemilihan pengurus baru. 8. Menurut anda apa yang dimaksud dengan hidup menggereja?

Hidup menggereja adalah kehidupan yang memancarkan karya-karya Yesus di dalam kegiatan sehari-hari, dengan kata lain kegiatan yang dilakukan diterangi dengan semangat Yesus.

9. Menurut anda apakah hidup menggereja sudah sepenuhnya melekat dalam hidup kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor? Mengapa?

Menurut saya belum sepenuhnya hidup menggereja melekat dalam hidup kaum muda. Karena masih banyak kaum muda yang belum bisa terlibat aktif dalam hidup menggereja dan masih banyak mementingkan kepentingannya sendiri.

10. Menurut anda apa yang dimaksud dasar-dasar hidup menggereja?

Dasar-dasar hidup menggereja adalah hidup yang sesuai dengan jalan dan ajaran Yesus Kristus.

(17)

11. Menurut anda macam-macam bentuk hidup menggereja itu seperti apa? Macam-macam hidup menggereja itu misalnya seperti ikut dalam kegiatan Gereja (koor, OMK, lektor, misdinar) dan lingkungan (doa lingkungan, misa lingkungan, kerjabakti).

12. Bagaimana peran kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor dalam hidup menggereja?

Selama ini kaum muda di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor cukup ikut berperan dalam kegiatan Gereja. Salah satunya ketika hari raya Jumat Agung, kaum muda ada yang terlibat dalam pasio. Bagi saya ini adalah salah satu peran kaum muda yang ada di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor.

13. Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat bagi kaum muda dalam hidup menggereja di Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor? Mengapa?

Banyak hal yang menjadi faktor pendukung dan pengahambat bagi kaum muda Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor untuk terlibat dalam hidup menggereja.

Faktor pendukung itu antara lain : adanya kemauan dan kesadaran dari dalam diri kaum muda itu sendiri, adanya dukungan dari Dewan Paroki, banyak teman yang aktif sehingga jadi tertarik.

Faktor penghambat itu antara lain : adanya orang tua yang kurang mendukung anaknya ikut dalam kegiatan menggereja, malas, tidak tertarik, sudah merasa terbebani dengan tugas sekolah.

(18)

Lampiran 7: Daftar OMK Wilayah Jaranmati, Wilayah Kelor, dan Wilayah Wiladeg Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor

No Nama Umur Pendidikan Wilayah

1 Chandra Dwi Pamungkas 15 tahun SMP Kelor

2 Maria Yuniati 17 tahun SMA Kelor

3 Sesilia Suriani Hulu 17 tahun SMA Kelor 4 Franciska Sri Wahyuni 18 tahun SMA Kelor

5 Rosa Amelia 16 tahun SMA Kelor

6 Bernadeth Ayu 17 tahun SMA Kelor

7 Avila Bening Prahasty 16 tahun SMP Kelor 8 Brigita Lisa Prastiwi 17 tahun SMA Kelor

9 Linda Wahyuni 17 tahun SMA Kelor

10 Maria Magdalena Enik 18 tahun SMA Kelor 11 Yohana Rismaningrum 16 tahun SMP Kelor 12 Bergitha Wilwindina 17 tahun SMA Kelor

13 Aprilia 18 tahun SMA Kelor

14 Marcelinus Bambang 17 tahun SMA Kelor 15 Vendi Ari Yanto 17 tahun SMA Kelor 16 Fransiskus Tito 17 tahun SMA Kelor

17 Christian Beni 17 tahun SMA Kelor

18 Abraham Bisma 18 tahun SMA Kelor

19 Thomas Nova Wibi 17 tahun SMA Kelor 20 Fransica Septi Eka 16 tahun SMA Kelor 21 Andreas Nanda Dwi 17 tahun SMA Kelor

22 Fanesa 16 tahun SMA Kelor

23 Fransiskus asisi 17 tahun SMA Kelor

24 Wahyuni 17 tahun SMA Kelor

25 Beatrix Wilwin 15 tahun SMP Kelor

26 Merlin Oktaviani 23 tahun Mahasiswa Kelor 27 Margareth Indah 17 tahun SMA Kelor 28 Veronika Pasha 20 tahun Mahasiswa Kelor

29 Tio Adin 27 tahun Sarjana Kelor

30 Stefanus Agung Pratopo 16 tahun SMP Kelor 31 Yolanda Rika Hermawati 19 tahun Mahasiswa Kelor 32 Oktavianus Brian 24 tahun Sarjana Kelor

33 Andreas Aji 18 tahun SMA Kelor

34 Margareta Dewi Kristanti 17 tahun SMA Kelor 35 Yuliana Marga Rahayu 26 tahun Sarjana Kelor 36 Ignatius Dwi Pebriantoko 22 tahun Mahasiswa Wiladeg

37 Veronika Desi 16 tahun SMP Wiladeg

38 Sophian Pipit 15 tahun SMP Wiladeg

39 Bernadus Guruh 25 tahun Sarjana Wiladeg 40 Monica Indah Puspitasari 16 tahun SMP Wiladeg

(19)

41 Marcelinus Danang 15 tahun SMP Wiladeg 42 Martinus Kriswanto 17 tahun SMA Wiladeg

43 Albertus Alfa 17 tahun SMA Wiladeg

44 Bagas Nurhayadi 15 tahun SMP Wiladeg 45 Yuventus Tutud 16 tahun SMA Wiladeg 46 Dhamasus Risang 17 tahun SMA Wiladeg

47 Fenateli Eka 15 tahun SMP Wiladeg

48 Agata Tesalonika 17 tahun SMA Wiladeg 49 Fransiska Mery 14 tahun SMP Wiladeg 50 Elisabet Eka Ruliayani 17 tahun SMA Wiladeg 51 Marcelinus Cahyo P 27 tahun Sarjana Jaranmati 52 Gregorius Pramudito Aji 26 tahun Sarjana Jaranmati 53 Deodatus A.K 24 tahun Sarjana Jaranmati 54 Andreas Erwin P 25 tahun Sarjana Jaranmati 55 Gregorius Salim 17 tahun SMA Jaranmati 56 Erwan Yunianto 28 tahun Sarjana Jaranmati 57 Julius Galih 27 tahun Sarjana Jaranmati 58 Stefanus Danang 17 tahun SMA Jaranmati 59 Antonius Pratomo 24 tahun Sarjana Jaranmati 60 Elisabet Dianingtyas H 17 tahun SMA Jaranmati 61 Theresia Debita 15 tahun SMP Jaranmati 62 Angelia Chyntia 24 tahun Sarjana Jaranmati 63 Margareta Arum 16 tahun SMP Jaranmati 64 Antonia Helena Rosa 23 tahun Sarjana Jaranmati 65 Bernadeta Wahyu 24 tahun Sarjana Jaranmati 66 Elissa Oktaviana 22 tahun Mahasiswa Jaranmati 67 Fransisca Dewi W 16 tahun SMP Jaranmati 68 Melania Martha 17 tahun SMA Jaranmati 69 Agnes Dian Puspita 21 tahun Mahasiswa Jaranmati 70 Monica Andini 17 tahun SMA Jaranmati

(20)

Lampiran 8: Cerita “Keinginan Menjadi Kristen Katolik”

Keinginan Menjadi Kristen Katolik

Pardi, Dikin, dan Purwo sekolah di SD Kanisius. Semua guru di SD itu beragama Katolik. Para Guru itu hidup rukun dan saling menolong, juga ramah dan dekat dengan semua murid. Melihat cara hidup para guru mereka, ketiga anak itu sangat terkesan hatinya. Mereka pun ingin hidup seperti para guru mereka. Timbullah keinginan di hati ketiga anak itu untuk mengikuti cara hidup para guru mereka dan menjadi Katolik.

Keinginan ketiga anak itu untuk menjadi Katolik, disampaikan kepada teman-temannya yang lain. Teman-temannya ada yang tetarik untuk mendengarkan cerita mereka dan ada juga yang tak ambil pusing. Melihat niat ketiga anak itu, orang tua mereka dan tetangga lainnya merasa heran. Hal ini dapat dipahami karena waktu itu, memang belum ada seseorang Katolik pun di desa mereka.

Keinginan ketiga anak itu menjadi kuat karena mereka saling merasa dekat, bersahabat, dan bercita-cita sma. Mereka tertarik menjadi Katolik karena teladan dan kesaksian cara hidup para guru mereka.

(21)

Lampiran 9: Lagu “Dengar Dia Panggil Nama Saya” dan “Nafas Iman”

“Dengar Dia Panggil Nama Saya”

Dengar dia panggil nama saya, dengar dia panggil namamu Dengar dia panggil nama saya, juga dia panggil namamu Oh giranglah, oh giranglah

Yesus amat cinta pada saya, oh giranglah Kujawab ya, ya, ya 2x

Kujawab ya Tuhan, kujawab ya Tuhan Kujawab ya, ya, ya

“Nafas Iman”

Bangunlah dada kelana, hirup nafas iman yang baru Pergilah kesudut-sudut hati

Nyanyikanlah lagu iman mu Pulanglah dengan damai sejati Nikmatilah rahmat Tuhan mu

Dokumen terkait