BAB V PENUTUP
5.2. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah disampaikan penulis, maka penulis ingin memberikan saran-saran yang diharapkan berguna bagi perusahaan sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaannya.
Adapun saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan biaya segmentasi yang dilakukan PT. Kreasi Cipta Luire terbukti sangat efektif dalam meningkatkan volume penjualannya, maka PT. Kreasi Cipta Luire diharapkan untuk memperluas segmentasinya agar volume penjualan terus meningkat, misalnya dengan menjadikan wanita berpenghasilan menengah ke bawah menjadi segmen pasarnya juga.
2. PT. Kreasi Cipta Luire harus lebih teliti lagi dalam menentukan kebijakan segmentasi yang dilakukan. Dalam hal ini, PT. Kreasi Cipta Luire harus mampu memilih daerah yang memiliki potensi cukup besar untuk memasarkan produknya, yaitu daerah dengan perekonomian dan tingkat kesejahteraan penduduk yang relatif tinggi. Setelah itu, PT.
Kreasi Cipta Luire juga harus menentukan lokasi yang strategis sebagai lokasi outlet penjualannya, yaitu tempat yang mudah dijangkau oleh konsumen, baik itu pelanggan ataupun calon pembeli agar kegiatan penjualan tidak mengalami kendala di kemudian hari.
3. PT. Kreasi Cipta Luire harus mampu menciptakan kreativitas tiada henti terhadap produk-produk yang dihasilkan untuk terus menarik calon-calon pembeli dan mempertahankan pelanggan atau segmen pasarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Amstrong dan Kotler. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran, Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Assauri, Sofjan. 2014. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kotler, Philip dan Keller. 2009. Manajamen Pemasaran, Jilid 1. Jakarta: PT.
Gelora Aksara Pratama.
Radiosunu. 2000. Manajemen Pemasaran: Suatu Pendekatan Analisis, Perencanaan dan Pengendalian. Jakarta: Erlangga
Radiosunu. 2001. Manajemen Pemasaran: Suatu Pendekatan Analisis.
Yogyakarta: UGM Press.
Singarimbun. 1995. Metodologi Penelitian Survey. Jakarta: LP3S.
Situmorang, Syafrizal Helmi, dan Paham Ginting. 2008. Filsafat Ilmu dan Strategi Pemasaran. Medan: USU Press.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Suyanto, Bagong. 2005. Metode Penelitian Bisni: Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Prenada Media.
Swastha, Basu DH. 2004. Azas-Azas Marketing, Edisi Ketiga. Yogyakarta:
Liberty.
Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Wien's, Anorga. 2004. Kamus Istilah Ekonomi, Edisi Pertama. Bandung: M2S.
Skripsi:
Ahmad Bahari Ilmi. 2013. Pengaruh Segmentasi Pasar Terhadap Keputusan Pembelian Produk Telkom Speedy di PT. Telekomunikasi Indonesia Cabang Kediri
Mutmainnah Jafar. 2012. Pengaruh Segmentasi Pasar Terhadap Peningkatan Penjualan Pada PT. Rajawali Jaya Sakti di Makassar.
Yonatan. 2004. Peranan Segmentasi Pasar Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Pada PT. Medal Queenindo.
LAMPIRAN
HASIL WAWANCARA TERHADAP PIHAK INTERNAL
PROFIL USAHA
1. Bagaimana sejarah berdirinya PT. Kreasi Cipta Luire?
PT. Kreasi Cipta Luire adalah salah satu jenis usaha yang bergerak di bidang fashion, yang menjual produk-produk kebutuhan sandang, khususnya untuk wanita. Pendiri dan pemiliknya adalah seorang designer yang bernama Raden Sirait. PT. Kreasi Cipta Luire berlokasi di Jalan Condet Raya No. 7, RT. 001/03, Kelurahan Bale Kambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pada awalnya, Raden Sirait memiliki keinginan untuk berwirausaha, selain itu, ia juga memiliki kesenangan (hobby) untuk membuat wanita tampil lebih cantik. Kesenangan tersebut membuatnya berkeinginan untuk menjadi seorang designer, keinginannya yang begitu kuat membuat ia merelakan segala aktivitas dan pekerjaan yang dijalaninya selama ini. Tahun 1995 merupakan titik awal Raden Sirait merintis usahanya di bidang fashion dengan brand “LUIRE” bersama kakaknya Rospita Sirait dengan menjual baju rancangannya kepada teman-teman dengan modal yang relatif kecil, usaha tersebut terus ia lakukan dengan penuh perjuangan, hingga akhirnya pada tahun 2000, label LUIRE mampu memasuki pasar Metro Departement Store dan terus mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga saat ini.
2. Bagaimana perkembangan usaha PT. Kreasi Cipta Luire sampai saat ini?
PT. Kreasi Cipta Luire mengalami perkembangan yang begitu pesat. Usaha ini dimulai pada tahun 1995, yaitu dengan menjual baju rancangan saya kepada teman-teman. Perjuangan itu terus berlanjut hingga pada tahun 2000, produk Luire mampu memasuki pasar departement store, yaitu Metro Departement Store. Perkembangan ini adalah langkah awal saya untuk mengetahui respon dan minat konsumen terhadap produk kami. Setelah itu, outlet penjualan produk Luire terus meningkat setiap
tahunnya. Hingga saat ini, PT. Kreasi Cipta Luire telah memiliki 71 outlet penjualan.
PRODUKSI
1. Apa saja macam produk yang dihasilkan oleh PT. Kreasi Cipta Luire?
Produk yang kami hasilkan di PT. Kreasi Cipta Luire adalah pakaian, lebih tepatnya pakaian wanita dengan banyak pilihan sehingga para pembeli dapat memilih produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka masing-masing. Jenis produk yang kami jual yaitu berbagai jenis gaun seperti gaun dengan motif batik, gaun malam dan gaun cocktail, busana muslim dengan mode yang terbaru dan eksklusif, bukan hanya itu, kami juga menghasilkan kebaya dengan berbagai macam mode.
Demi kepuasan pelanggan, pakaian-pakaian tersebut saya desain sendiri, kemudian saya beri merk Luire.
2. Apakah yang menjadi kelebihan dari produk yang dihasilkan oleh PT.
Kreasi Cipta Luire?
Yang menjadi kelebihan dari produk kami ialah desainnya, yaitu warna-warnanya yang berani tampil beda, desainnya selalu yang terbaru dan bervariasi, serta pilihan warna payet yang berbeda untuk setiap produknya, sehingga setiap produk memiliki perbedaan meskipun pada macam produk yang sama.
3. Apakah alat yang digunakan untuk memproduksi sudah mengikuti kecanggihan teknologi?
Alat produksi yang digunakan di PT. Kreasi Cipta Luire masih bersifat tradisional karena proses produksinya sendiri sangat memerlukan keahlian dan keterampilan tangan serta ketelitian yang tinggi demi menghasilkan produk yang berkuallitas dan mampu memuaskan para konsumen.
PERSAINGAN
1. Apakah peran pesaing bagi PT. Kreasi Cipta Luire?
Bagi kami, para pesaing merupakan peluang yang menjadi tolak ukur untuk menjadi lebih baik. Dengan adanya para pesaing, kami menjadi lebih bersemangat untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap produk dan outlet penjualan kami.
2. Bagaimana strategi PT. Kreasi Cipta Luire dalam menyikapi keberadaan para pesaingnya?
Strategi yang kami lakukan untuk menghadapi para pesaing ialah dengan cara melakukan inovasi yang tiada henti terhadap produk yang kami miliki, baik dari segi macam bentuk dan desainnya. Strategi tersebut kami lakukan demi memuaskan pelanggan serta menarik minat para konsumen baru.
3. Apakah keunggulan yang dimiliki oleh PT. Kreasi Cipta Luire jika dibandingkan degan para pesaingnya?
Ada banyak keunggulan dari produk yang kami miliki, dimulai dari desain payet yang berbeda pada setiap produknya meskipun pada jenis produk yang sama, warna-warnanya yang berani tampil beda, dan desain yang terbaru dan eksklusif demi memuaskan keinginan dan kebutuhan para konsumennya.
STRATEGI PEMASARAN (SEGMENTASI)
1. Segmentasi apakah yang dilakukan oleh PT. Kreasi Cipta Luire?
Segmentasi yang kami lakukan di PT. Kreasi Cipta Luire ini adalah segmentasi geografis dan segmentasi psikografis. Segmentasi geografis yang kami lakukan ialah membuka outlet penjualan di berbagai kota di Indonesia, sedangkan segmentasi psikografis yang kami lakukan ialah
menjadikan wanita berpenghasilan menengah ke atas sebagai segmen pasar.
2. Apakah alasan PT. Kreasi Cipta Luire memilih segmentasi tersebut?
Kami memilih strategi segmentasi ini karena dapat membuat kegiatan pemasaran yang ada menjadi lebih efektif. Dengan adanya segmentasi, kegiatan pemasaran di perusahaan ini menjadi lebih fokus karena sudah memiliki segmen pasar yang dituju. Bukan hanya itu, biaya pemasaran yang harus dikeluarkan juga menjadi lebih kecil.
3. Siapakah yang menjadi segmen pasar yang dituju oleh PT. Kreasi Cipta Luire?
Yang menjadi segmen pasar kami adalah wanita, lebih tepatnya wanita berpenghasilan menengah ke atas dengan gaya hidup konsumtif.
4. Apa sajakah yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan segmentasi tersebut?
Hambatan yang kami hadapi dalam menjalankan segmentasi ini adalah biaya segmentasi itu sendiri, karena semakin besar segmentasi yang dilakukan, maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan.
5. Apakah dampak yang dihasilkan dari pelaksanaan segmentasi pasar tersebut?
Dampak dari segmentasi ini ialah kepuasan para pelanggan, baik itu dari kualitas yang diterima dan kemudahan para pelanggan dalam menemukan dan membeli produk Luire.
6. Apakah manfaat yang dirasakan oleh PT. Kreasi Cipta Luire setelah melakukan segmentasi?
Manfaat yang kami rasakan dari segmentasi ini sesuai dengan yang kami harapkan, yaitu volume penjualan yang terus meningkat.
HASIL WAWANCARA TERHADAP PIHAK EKSTERNAL
PERTANYAAN JAWABAN
1. Sejak kapan anda mengenal produk Luire?
1. Audren Marselin: "Sejak tahun 2012".
2. Ainun Nasution: "Sejak Tahun 2004".
3. Clara Claudia: "Sejak awal tahun 2015".
4. Dewi M.: "Sejak tahun 2008".
5. Evawati: "Sejak tahun 2005".
6. Fanny Dwi Utami: "Sejak tahun 2013".
7. Indah Sari Lubis: "Sejak tahun 2008".
8. Kartini Sembiring: "Sejak tahun 2009".
9. Sri Astuti: "Sejak tahun 2014".
10. Yemima Aritonang: "Sejak tahun 2014".
2. Dari manakah anda mengetahui produk Luire?
1. Audren Marselin: "Tahu sendiri, saya tertarik melihat produk Luire saat sedang belanja di salah satu departement store".
2. Ainun Nasution: "Dari teman saya".
3. Clara Claudia: "Tidak dari siapa-siapa, saya tahu sendiri. Saat berbelanja, saya melihat produk Luire".
4. Dewi M.: "Dari teman saya".
5. Evawati: "Dari anak saya".
6. Fanny Dwi Utami: "Saya melihat produknya saat berbelanja di departement store di mall".
7. Indah Sari Lubis: "Dari teman saya".
8. Kartini Sembiring: "Dari saudara saya".
9. Sri Astuti: "Saya tahu sendiri, saya melihat produk Luire saat berbelanja".
10. Yemima Aritonang: "Saya melihatnya sendiri ketika saya sedang berjalan-jalan di mall".
3. Apakah anda merasa kesulitan dalam mencari produk Luire?
1. Audren Marselin: "Tidak".
2. Ainun Nasution: "Tidak".
3. Clara Claudia: "Tidak".
4. Dewi M.: "Tidak".
5. Evawati: "Tidak".
6. Fanny Dwi Utami: "Tidak".
7. Indah Sari Lubis: "Tidak".
8. Kartini Sembiring: "Tidak".
9. Sri Astuti: "Tidak".
10. Yemima Aritonang: "Tidak".
4. Bagaimana pendapat anda tentang produk Luire?
1. Audren Marselin: "Pakaiannya bagus, desainnya unik dan eksklusif, ukurannya juga lengkap jadi gak perlu khawatir."
2. Ainun Nasution: "Agak mahal, tapi
3. Clara Claudia: "Desain produk-produknya sangat eksklusif karena barangnya gak banjir di pasaran."
4. Dewi M.: "Desainnya bagus-bagus."
5. Evawati: "Kualitas produknya sangat bagus, sesuai dengan harganya."
6. Fanny Dwi Utami: "Kualitas produknya sangat bagus, bahannya halus dan lembut, potongan dan jahitan bajunya juga rapi."
7. Indah Sari Lubis: "Produknya bagus-bagus dan terbaru, sesuai dengan kebutuhan."
8. Kartini Sembiring: "Produknya gak pasaran, bagus."
9. Sri Astuti: "Desain produknya sangat eksklusif."
10. Yemima Aritonang: "Kualitas produknya bagus, bahannya nyaman dipakai."
5. Apakah kriteria dari produk Luire sesuai dengan penampilan anda?
1. Audren Marselin: "Sangat sesuai."
2. Ainun Nasution: "Pastinya sesuai."
3. Clara Claudia: "Sangat sesuai."
4. Dewi M.: "Sangat sesuai."
5. Evawati: "Sangat sesuai."
6. Fanny Dwi Utami: "Sangat sesuai."
7. Indah Sari Lubis: "Sesuai dong."
8. Kartini Sembiring: "Sesuai."
9. Sri Astuti: "Sesuai."
10. Yemima Aritonang: "Sesuai."
6. Apakah harga dari produk Luire sesuai dengan kualitas yang anda peroleh?
1. Audren Marselin: "Agak mahal sih, tapi masih sesuailah."
2. Ainun Nasution: "Sejauh ini masih sesuai."
3. Clara Claudia: "Kalau menurut saya sih masih sesuai."
4. Dewi M.: "Masih sesuai kok."
5. Evawati: "Setaralah dengan kualitasnya."
6. Fanny Dwi Utami: "Sejauh ini masih sesuai."
7. Indah Sari Lubis: "Harga dan kualitasnya sesuai kok."
8. Kartini Sembiring: "Sesuai."
9. Sri Astuti: "Sesuai."
10. Yemima Aritonang: "Masih sesuai kok."
7. Adakah saran atau kritik yang ingin anda sampaikan?
1. Audren Marselin: "Kalau dari segi produk sih sudah bagus, kalau bisa harganya saja yang diturunkan, hehe."
2. Ainun Nasution: "Kalau bisa jenis produknya lebih banyak lagi."
3. Clara Claudia: "Desainnya lebih banyak lagi, biar makin banyak pilihannya."
4. Dewi M.: "Kalau bisa desainnya lebih bervariasi lagi."
5. Evawati: "Desainnya lebih banyak lagi."
6. Fanny Dwi Utami: "Kalau boleh dikasih diskon dong, biar belanjanya bisa lebih banyak."
7. Indah Sari Lubis: "Supaya desainnya lebih bervariasi."
8. Kartini Sembiring: "Desainnya lebih bervariasi lagi."
9. Sri Astuti: "Kalau bisa desainnya lebih bervariasi lagi."
10. Yemima Aritonang: "Pilihan jenis pakaiannya diperbanyak lagi."