BAB III METODE PENELITIAN
3.7. Teknik Analisis Data
Teknik analisa data yang digunakan oleh penulis akan dilakukan sesuai dengan teknik analisa data kualitatif menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2012:91), analisa data kualitatif akan dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu:
1. Reduksi Data
Reduksi data merupakan proses merangkum data-data yang telah dikumpulkan di lapangan selama waktu penelitian. Data-data yang diperlukan dan berhubungan dengan permasalahan akan dipilih, sementara yang tidak diperlukan akan dipisahkan oleh peneliti.
2. Penyajian Data
Penyajian data yang telah direduksi secara kualitatif akan dilakukan dengan menggunakan teks yang bersifat naratif.
3. Kesimpulan/Verifikasi
Pada tahapan ini, peneliti akan melakukan penarikan kesimpulan yang dilakukan dengan melihat kembali data yang sudah direduksi sebelumnya. Tahapan ini akan menghubungkan antara seluruh data, fakta dan informasi yang ditemukan dengan nalar peneliti dengan mempertimbangkan makna dari data yang sudah dianalisis dengan implikasinya berdasarkan pertanyaan-pertanyaan dalam perumusan masalah tersebut..
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian
4.1.1. Sejarah Singkat dan Profil PT. Kreasi Cipta Luire
PT. Kreasi Cipta Luire adalah salah satu jenis usaha yang bergerak di bidang fashion, yang menjual produk-produk kebutuhan sandang, khususnya pakaian wanita. PT. Kreasi Cipta Luire berlokasi di Jalan Condet Raya No. 7, RT. 001/03, Kelurahan Bale Kambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Daerah ini dilalui oleh berbagai transportasi darat, baik transportasi pribadi seperti mobil dan sepeda motor maupun transportasi umum seperti angkutan umum.
Pemilik PT. Kreasi Cipta Luire adalah seorang designer yang bernama Raden Sirait. Pada awalnya, Raden Sirait memiliki keinginan untuk berwirausaha, selain itu, ia juga memiliki kesenangan (hobby) untuk membuat wanita tampil lebih cantik. Kesenangan tersebut membuatnya berkeinginan untuk menjadi seorang designer. Keinginannya yang begitu kuat membuat ia merelakan segala aktivitas dan pekerjaan yang dijalaninya selama ini. Tahun 1995 merupakan titik awal Raden Sirait merintis usahanya di bidang fashion dengan brand “LUIRE” bersama kakaknya Rospita Sirait dengan menjual baju rancangannya kepada teman-teman dengan modal yang relatif kecil, usaha tersebut terus ia lakukan dengan penuh perjuangan hingga akhirnya pada tahun 2000, label LUIRE mampu memasuki pasar Metro Departement Store.
Bulan Juni tahun 2004 merupakan momen dimana Raden Sirait mewujudkan impiannya menjadi seorang designer kelas dunia yang mampu membawa desain
Indonesia ke kancah fashion dunia dengan menggelar beberapa fashion show.
Berbagai kesempatan indah telah ia raih, misalnya menjadi wardrobe para Putri Indonesia untuk acara-acara yang mereka ikuti. Kepercayaan Yayasan Putri Indonesia begitu kuat sehingga mereka mempercayakan Raden Sirait untuk menjadi wardrobe Lindi Cistia (Runner Up Putri Indonesia 2005) mengikuti kontes Miss World di Sanya-China, kemudian dikenakan oleh Kristania Virginia Besouw (Miss Indonesia 2006) untuk mengikuti kontes Miss World di Warsawa-Polandia.
Target pasar utama PT. Kreasi Cipta Luire adalah wanita. Lebih tepatnya ialah wanita berpenghasilan menengah ke atas dengan gaya hidup yang konsumtif.
Produk yang dijual oleh PT. Kreasi Cipta Luire memiliki kualitas yang baik dan di desain oleh Raden Sirait sendiri. PT. Kreasi Cipta Luire selalu melakukan inovasi ataupun perubahan-perubahan terhadap produk yang dihasilkan agar dapat menarik dan memuaskan para konsumennya. Adapun jenis-jenis produk yang dihasilkan ialah gaun, busana muslim, kebaya, bolero, dalaman dan selendang.
Pendapatan yang diperoleh PT. Kreasi Cipta Luire setiap tahunnya sekitar Rp.
10.000.000.000 sampai dengan Rp. 25.000.000.000. Pendapatan tersebut merupakan gabungan pendapatan dari seluruh outlet penjualan yang ada, baik pada departement store maupun non-departement store. PT. Kreasi Cipta Luire juga sering megadakan bazar untuk memperluas segmen pasarnya.
4.1.2. Visi dan Misi PT. Kreasi Cipta Luire
Keberadaan visi dan misi dari suatu perusahaan sangat membantu perusahaan, yaitu sebagai acuan ataupun pedoman dalam melakukan segala aktivitas perusahaan demi mencapai tujuannya. Visi dan misi PT. Kreasi Cipta Luire adalah sebagai berikut:
1. Visi
Visi PT. Kreasi Cipta Luire ialah menjadi perusahaan fashion designer Indonesia yang menginspirasi semua orang di seluruh dunia dengan cinta dan kasih.
2. Misi
Misi PT. Kreasi Cipta Luire ialah memberikan karya terbaik untuk semua orang dengan harga terjangkau demi kepuasan dan kebahagiaan seluruh pelanggan dan konsumen.
4.1.3. Struktur Organisasi PT. Kreasi Cipta Luire
Struktur organisasi dari suatu perusahaan adalah susunan jabatan, wewenang dan tanggung jawab dari setiap anggota perusahaan. Dalam menjalankan aktivitas perusahaan, diperlukan koordinasi yang baik antara satu bagian dengan bagian ataupun posisi lain yang ada dalam perusahaan tersebut. Dalam menjalankan hak dan kewajiban harus memiliki keseimbangan yang baik demi mencapai visi, misi dan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun struktur organisasi PT. Kreasi Cipta Luire ialah sebagai berikut:
GAMBAR 4.1
STRUKTUR ORGANISASI PT. KREASI CIPTA LUIRE
Sumber: PT. Kreasi Cipta Luire, 2016
4.1.4. Uraian Tugas dan Wewenang 1. Presiden Direktur
a. Memimpin dan mengawasi segala kegiatan perusahaan
b. Memiliki hak untuk mengatur dan membuat kebijakan pada PT. Kreasi Cipta Luire demi mencapai tujuan
c. Mewakili perusahaan dalam membuat perjanjian kerja dengan pihak swasta maupun pemerintah
d. Menerima laporan tahunan setiap tahunnya.
2. Direktur Keuangan
a. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kas perusahaan
b. Mengelola hasil data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan perusahaan
3. Direktur SDM
a. Membuat SOP Perusahaan
b. Mengawasi proses seleksi penerimaan tenaga kerja
c. Melakukan perencanaan, pengembangan dan implementasi strategi dalam pengelolaan dan pengembangan SDM
d. Menyusun laporan pertanggungjawaban.
4. Direktur Produksi
a. Menentukan standar kontrol kualitas produk
b. Melakukan perencanaan dan pengorganisasian jadwal produksi
c. Menyusun laporan pertanggungjawaban.
5. Direktur Pemasaran
a. Menyusun dan menetapkan renacana dan konsep umum perusahaan dalam bidang pemasaran
b. Melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan pemasaran perusahaan
c. Melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen pemasaran d. Merumuskan standar harga jual
e. Menyusun laporan pertanggungjawaban.
6. Manajer Keuangan
a. Menyusun dan menyiapkan laporan anggaran dan laporan keuangan
b. Mengomunikasikan dan menjalankan kebijakan perusahaan c. Mengelola anggaran
d. Melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawan di divisi keuangan
7. Manajer SDM
a. Melakukan perekrutan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan
b. Menangani isu-isu ketenagakerjaan
c. Mengkoordinir dan mengawasi pekerjaan para pegawai d. Menjadi penghubung antara manajemen dan karyawan 8. Manajer Produksi
a. Mengawasi proses produksi
b. Mengawasi pekerjaan staf di bidang produksi
c. Mengorganisir perbaikan dan pemeliharaan peralatan produksi
9. Manajer Pemasaran
a. Merumuskan target penjualan
b. Menciptakan, menumbuhkan dan memelihara hubungan yang baik dengan konsumen dengan menanggapi permasalahan terkait dengan keluhan pelanggan jika tidak mampu ditangani oleh bawahannya
c. Melakukan pengendalian terhadap rencana-rencana yang sudah disusun untuk menjamin bahwa sasaran yang ditetapkan dapat terwujud, misalnya: volume penjualan
d. Merumuskan langkah antisipatif dalam menghadapi penurunan order
e. Melakukan analisa perilaku pasar (konsumen) dalam menentukan kegiatan pemasaran
f. Melakukan penilaian terhadap kinerja staf pemasaran 10. Staf Bag. Keuangan
a. Membuat, memeriksa dan mengarsip faktur
b. Membuat, menginput dan mengarsip pemasukan dan pengeluaran
c. Menyusun dan mengaudit laporan keuangan 11. Staf Bag. SDM
a. Membantu pelaksanaan recruitment karyawan
b. Mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan kantor dalam rupa peralatan kerja dan sarana prasarana
c. Menangani hubungan yang berkaitan dengan vendor atau supplier yang dipakai oleh perusahaan
d. Mengurus administrasi personalia, jamsostek, asuransi karyawan dan pajak pph
12. Staf Bag. Produksi
a. Menjalankan proses produksi secara efektif dan efisien b. Menyusun dan memastikan rencana deadline proses produksi c. Melakukan pencatatan terhadap persediaan bahan baku 13. Staf Bag. Pemasaran
a. Menyusun rencana penjualan untuk memenuhi target
b. Mencatat jumlah pemesanan atau faktur penjualan c. Menanggapi setiap keluhan pelanggan
d. Menetapkan cara untuk mempromosikan produk kepada pelangan
4.2. Penyajian Data
Pada bab ini, penulis akan menyajikan data yang diperoleh dari lapangan ketika melaksanakan penelitian. Berdasarkan metode penelitian yang telah ditentukan sebelumnya, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi (pengamatan langsung) yang merupakan salah satu cara untuk memperoleh data primer dari sebuah penelitian. Adapun hasil penelitian yang diperoleh ialah hasil wawancara secara mendalam kepada Raden Sirait sebagai informan kunci, Fiesta Florida dan Trianingsih sebagai informan utama dan konsumen sebagai informan tambahan. Berikut merupakan daftar informan dalam penelitian ini:
TABEL 4.1
INFORMAN DARI PIHAK INTERNAL PERUSAHAAN
No. Nama Jenis Kelamin Jabatan
1. Raden Sirait Laki-laki Presiden Direktur 2. Fiesta Florida Perempuan Direktur Pemasaran 3. Trianingsih Perempuan Manajer Pemasaran Sumber: Hasil Penelitian, 2016
TABEL 4.2
INFORMAN DARI PIHAK EKSTERNAL PERUSAHAAN (KONSUMEN) No. Nama Usia (Tahun) Jenis Kelamin Pekerjaan
1. Audren Marselin 27 Perempuan Pegawai BUMN
2. Ainun Nasution 43 Perempuan PNS
3. Clara Claudia 19 Perempuan Mahasiswa
4. Dewi M. 40 Perempuan PNS
5. Evawati 38 Perempuan Ibu Rumah Tangga
6. Fanny Dwi Utami 25 Perempuan Pegawai BUMN 7. Indah Sari Lubis 40 Perempuan Wiraswasta 8. Kartini Sembiring 45 Perempuan Wiraswasta
9. Sri Astuti 35 Perempuan Ibu Rumah Tangga
10. Yemima Aritonang 28 Perempuan PNS
Sumber: Hasil Penelitian, 2016
Penulis melakukan wawancara kepada pihak internal perusahaan untuk mengetahui segmentasi yang dilakukan beserta peranannya dalam meningkatkan volume penjualan PT. Kreasi Cipta Luire. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara kepada pihak eksternal, yaitu konsumen untuk mengetahui bagaimana penerapan segmentasi yang dilakukan perusahaan, apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan atau malah sebaliknya.
4.2.1. Hasil Wawancara
Peneliti tidak menyajikan seluruh hasil wawancara dari 13 orang informan, melainkan hanya memilih 5 dari 13 jawaban informan yang dianggap mewakili
dan mampu untuk menjawab pertanyaan rumusan masalah. Banyaknya jawaban serupa yang diberikan oleh para informan membuat penulis melakukan reduksi jumlah transkrip wawancara guna mengurangi duplikasi data.
4.2.1.1. Konsep Segmentasi Pasar PT. Kreasi Cipta Luire
Perkembangan perekonomian di Indonesia saat ini sungguh pesat. Pertumbuhan yang semakin maju di berbagai bidang menyebabkan persaingan bisnis juga semakin meningkat. Persaingan yang terjadi menyebabkan para pelaku bisnis harus memutar otak untuk menarik pembeli dan mempertahankan pelanggannya demi eksistensi usaha tersebut di tengah para pesaing. Salah satu strategi yang dapat dilakukan ialah segmentasi pasar. Segmentasi tersebut dilakukan guna memusatkan perhatian perusahaan terhadap segmen-segmen yang dituju.
Segmentasi pasar juga sangat bermanfaat bagi setiap perusahaan yang menerapkannya karena mampu membuat kinerja pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien. Dikatakan lebih efisien karena perusahaan hanya perlu melakukan kegiatan pemasaran kepada segmen pasarnya, yang artinya penghematan terhadap biaya pemasaran, yang kemudian akan berujung pada peningkatan volume penjualan. Hal-hal itulah yang menjadi alasan PT. Kreasi Cipta Luire memilih dan menggunakan strategi segmentasi pasar. PT. Kreasi Cipta Luire mulai menjalankan strategi segmentasi tersebut pada tahun 2011. Selanjutnya, penulis akan memaparkan jawaban dari pertanyaan wawancara yang berkaitan dengan produk, harga, tempat dan implementasinya dalam strategi segmentasi yang dilakukan oleh PT. Kreasi Cipta Luire.
1. Produk
Produk merupakan salah satu dari unsur utama yang dapat mempengaruhi tingkat penjualan suatu perusahaan. Kebijakan mengenai produk harus disesuaikan dengan target pasar yang menjadi segmen pasar yang dituju. Produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar tidak akan diterima sehingga akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu, PT. Kreasi Cipta Luire memiliki strategi yang tepat untuk mengetahui respon pasar terhadap produk yang mereka hasilkan, yaitu dengan melakukan bazar di berbagai tempat.
a. Keragaman Produk
Keragaman produk adalah kumpulan dari seluruh jenis produk atau barang yang ditawarkan kepada pembeli. Hubungan antara keragaman produk dan perilaku konsumen dalam melakukan keputusan pembelian sangat erat kaitannya, keragaman produk yang disediakan oleh perusahaan merupakan salah satu kunci uatama dalam menarik minat pembelian dari para pelanggan, yang bertujuan untuk memenangkan persaingan pasar.Oleh karena itu, PT. Kreasi Cipta Luire selalu berusaha untuk melakukan perubahan ataupun inovasi yang terbaik terhadap produk-produk yang dihasilkannya, yang tentunya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan para konsumennya.
Berikut merupakan kutipan wawancara dengan Bapak Raden Sirait yang berkaitan dengan produk yang dihasilkan PT. Kreasi Cipta Luire:
"Produk yang kami hasilkan di PT. Kreasi Cipta Luire adalah pakaian, lebih tepatnya pakaian wanita dengan banyak pilihan sehingga para pembeli dapat memilih produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka masing-masing. Jenis produk yang kami jual yaitu berbagai jenis gaun seperti gaun dengan motif batik, gaun malam dan gaun cocktail, busana muslim dengan mode yang terbaru dan eksklusif, bukan hanya itu, kami juga menghasilkan kebaya
dengan berbagai macam mode. Demi kepuasan pelanggan, pakaian-pakaian tersebut saya desain sendiri, kemudian saya beri merk Luire."
b. Kualitas dan Desain Produk
Bapak Raden Sirait menuturkan bahwa semua produk didesain dan diproduksinya sendiri. Ia menjelaskan bahwa desain dari produk Luire sangat bervariasi, baik dari segi bentuk dan motifnya. Ia mengatakan bahwa salah satu kelebihan yang dimiliki oleh produknya ialah desain dan warna payet yang selalu berbeda pada setiap produknya meskipun pada jenis produk yang sama. Ia menjelaskan bahwa proses produksinya masih bersifat tradisional, karena proses produksi tersebut sangat membutuhkan keterampilan tangan dan ketelitian yang tinggi. Beliau juga mengatakan bahwa ia selalu memilih supplier yang memiliki bahan baku dengan kualitas yang sangat baik sehingga mampu menghasilkan produk yang sangat baik pula. Pernyataan ini diperkuat oleh hasil wawancara kepada beberapa pelanggan mengenai kualitas dan desain dari produk Luire, yaitu sebagai berikut:
"Desain produk-produknya sangat eksklusif karena barangnya gak banjir di pasaran." - Clara Claudia, 2016.
"Kualitas produknya sangat bagus, bahannya halus dan lembut, potongan dan jahitan bajunya juga rapi." - Fanny Dwi Utami, 2016.
"Pakaiannya bagus, desainnya unik dan eksklusif, ukurannya juga lengkap jadi gak perlu khawatir." - Audren Marselin, 2016.
Pernyataan dari beberapa informan di atas menjelaskan bahwa kualitas dan desain produk Luire mendapat respon positif dari para pelanggannya. Para informan tersebut merasa sangat puas, bahkan mereka juga mengaku memiliki kebanggaan tersendiri ketika membeli dan menggunakan produk Luire.
2. Harga
Harga merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan keputusan pembelian. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis yang baik untuk melakukan penetapan harga agar sesuai dengan kualitas produk yang ditawarkan. Pada merk Luire, penetapan harga yang dilakukan sesuai dengan kualitas barang, biaya selama proses produksi, dan berbagai faktor lainnya. Berikut ini adalah petikan wawancara mengenai strategi penetapan harga oleh Ibu Fiesta selaku direktur pemasaran.
"Penetapan harga dari produk kami dihitung berdasarkan modal dari produk itu sendiri, yaitu modal bahan dasar dan biaya produksi. Secara keseluruhan juga ditambah dengan gaji karyawan, biaya akomodasi dan transportasi saat membeli bahan bakunya. Logikanya kalau harga bahan baku semakin tinggi, penetapan harga juga akan semakin tinggi, karena harga produk yang kami berikan selalu sesuai dengan kualitas produk yang kami hasilkan".
Ibu Fiesta mengakui bahwa penetapan harga untuk produk Luire memang cukup tinggi. Hal tersebut didasari oleh berbagai faktor seperti kualitas bahan baku, biaya produksi, modal, dan lain-lain. Penetapan harga ini juga dipengaruhi oleh segmentasi pasar PT. Kreasi Cipta Luire yang memang membidik wanita berpenghasilan menengah ke atas sebagai segmen pasarnya. Ibu Fiesta juga mengatakan bahwa mereka melakukan penetapan harga tersebut dengan harapan para pembeli atau pelanggan merasa puas dan tidak kecewa dengan hasil dan kualitas yang diterima dari produk-produk Luire tersebut.
Hasil wawancara terhadap beberapa konsumen juga menyatakan bahwa harga dari produk-produk Luire memang tergolong tinggi, namun hal tersebut tidak menjadi masalah besar karena harga tersebut sebanding dengan kualitas yang diterima oleh para konsumen.
TABEL 4.3
JENIS DAN HARGA PRODUK PT. KREASI CIPTA LUIRE
No. Jenis Produk Harga
1. Gaun Rp. 800.000,00 s.d. Rp. 6.000.000,00 2. Busana (Gaun) Muslim Rp. 600.000,00 s.d. Rp. 2.000.000,00 3. Kebaya Rp. 900.000,00 s.d. Rp. 8.000.000,00 4. Baju Ponco Rp. 130.000,00 s.d. Rp. 1.000.000,00 5. Bolero Rp. 130.000,00 s.d. Rp. 200.000,00 6. Dalaman Rp. 100.000,00 s.d. Rp. 200.000,00 7. Selendang Rp. 100.000,00 s.d. Rp. 170.000,00 Sumber: PT. Kreasi Cipta Luire, 2016
3. Tempat (Distribusi)
Tempat (distribusi) merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk menempatkan dan menjual produk-produknya serta berguna untuk melancarkan kegiatan penyaluran produk kepada konsumen. Berdasarkan fakta tersebut, PT.
Kreasi Cipta Luire memilih untuk membuka outlet-outlet penjualannya di berbagai kota besar, baik di departement store maupun non-departement store.
Namun, PT. Kreasi Cipta Luire lebih memilih untuk membuka outlet-outlet penjualannya di departement store karena dianggap lebih efektif dalam menjangkau para konsumen dan calon pembeli. Berikut keterangan dari Ibu Fiesta mengenai tempat yaitu outlet penjualan yang dimiliki PT. Kreasi Cipta Luire:
"Kami telah membuka banyak outlet penjualan untuk produk-produk yang kami miliki. Keberadaan outlet-outlet tersebut ada di departement store dan juga non-departement store. Hal ini kami lakukan dengan harapan mampu menarik dan
memperoleh konsumen baru dan juga memudahkan para pelanggan untuk menemukan dan membeli produk-produk kami."
Ibu Fiesta menjelaskan bahwa PT. Kreasi Cipta Luire selalu mimillih lokasi yang strategis dan baik untuk menjadi lokasi outlet penjualannya, yang kebanyakan berada di departement store. PT. Kreasi Cipta Luire melakukan hal tersebut dengan tujuan untuk memudahkan kegiatan pemasarannya, yaitu memudahkan para calon pembeli dan para pelanggan untuk dapat menemukan, melihat dan membeli produk-produk Luire. Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan jawaban para konsumen, yaitu sebagai berikut:
"Outlet Luire semakin hari semakin banyak, jadi makin mudah untuk belanja produk Luire". - Fanny Dwi Utami, 2016.
"Tempatnya nyaman dan mudah dijangkau karna outletnya berada di departement store". - Clara Claudia, 2016.
4.3. Analisis Data
Berdasarkan hasil temuan di lapangan, wawancara yang dilakukan penulis terhadap para informan dan data dari PT. Kreasi Cipta Luire, penulis menganalisis informasi dan data yang diperoleh untuk menjawab rumusan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penulis akan menjelaskan penerapan segmentasi yang dilakukan oleh PT. Kreasi Cipta Luire dan bagaimana pertumbuhan volume penjualan selama penerapan segmentasi tersebut. Penulis juga mendukung tulisannya dengan menyajikan data penjualan PT. Kreasi Cipta Luire selama lima tahun terakhir (2011-2015) sebagai data yang mampu menjawab bagaimana peranan strategi segmentasi yang dilakukan oleh PT. Kreasi Cipta Luire terhadap peningkatan volume penjualannya.
4.3.1. Segmentasi Pasar yang Dilakukan PT. Kreasi Cipta Luire
Berdasarkan hasil penelitian, PT. Kreasi Cipta Luire menjalankan dua variabel segmentasi, yaitu:
1. Segmentasi geografis
PT. Kreasi Cipta Luire melakukan segmentasi geografis dengan cara membuka outlet penjualan di berbagai kota di Indonesia dengan tujuan memudahkan pelanggan dalam menemukan dan membeli produknya. Selain itu, penerapan segmentasi ini juga bertujuan untuk memperluas pangsa pasar yang dimilikinya.
PT. Kreasi Cipta Luire berpendapat bahwa semakin banyak outlet yang dimiliki, maka semakin besar pula peluang usaha yang dimiliki untuk memperoleh konsumen. Outlet penjualan PT. Kreasi Cipta Luire berada di departement store dan juga non-departement store. Namun lokasi dari outlet penjualan itu kebanyakan berada di departement store, hal tersebut dilakukan guna menjalankan strategi segmentasi yang telah direncanakan sebelumnya yaitu memperluas segmen pasarnya di berbagai daerah di Indonesia. Keseriusan PT. Kreasi Cipta Luire dalam menjalankan segmentasi ini terlihat sangat jelas. Hingga saat ini, PT.
Kreasi Cipta Luire sudah memiliki 71 outlet penjualan, diantaranya ialah 51 outlet penjualan di departement store, 15 outletnon-departement store, dan 5 factory outlet yang berada di Jakarta, Lampung, Balikpapan, Medan dan Surabaya.
2. Segmentasi psikografis
Segmentasi psikografis yang dilakukan oleh PT. Kreasi Cipta Luire ialah menjadikan wanita berpenghasilan menengah ke atas dengan gaya hidup konsumtif sebagai segmen pasarnya. Alasan PT. Kreasi Cipta Luire memilih segmen tersebut berawal dari kesenangan (hobby) Raden Sirait untuk membuat
wanita tampil cantik, selain itu ia juga berpendapat bahwa wanitalah yang lebih memikirkan tentang kelas sosial dan sebagainya, selain itu wanita juga memiliki sifat konsumtif yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Hal tersebut dianggap mampu menciptakan kegiatan pemasaran yang lebih efisien. Adapun cara yang dilakukan PT. Kreasi Cipta Luire untuk mempertahankan segmen pasarnya ialah dengan menghasilkan beraneka ragam produk. Produk yang dihasilkan dibuat dengan kualitas dan desain yang eksklusif sesuai dengan keinginan konsumen.
4.3.2. Volume Penjualan PT. Kreasi Cipta Luire
Volume penjualan adalah satuan program yang penting dan merupakan dasar yang banyak digunakan untuk menilai prestasi suatu bisnis dalam jangka waktu tertentu atau jangka panjang untuk melihat perkembangan suatu bisnis. Setiap perusahaan selalu mencari dan menggunakan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan volume penjualannya. Semakin besar volume penjualan, maka semakin besar pula perkembangan bisnis dari perusahaan tersebut. Secara keseluruhan, volume penjualan PT. Kreasi Cipta Luire sejak tahun 2011-2015 adalah sebagai berikut:
TABEL 4.4
VOLUME PENJUALAN PT. KREASI CIPTA LUIRE TAHUN 2011-2015
Tahun Volume Penjualan (Rupiah) Perkembangan (%)
2011 8.133.552.927 -
2012 17.210.038.291 111,59
2013 20.710.975.905 20,35
2014 26.069.730.306 25,87
2015 27.995.561.811 7,39
Total 102.119.859.240 160,65
Rata-rata 20.423.971.848 33,04
Sumber: PT. Kreasi Cipta Luire, 2016
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa PT. Kreasi Cipta Luire mengalami pertumbuhan volume penjualan yang signifikan pada setiap tahunnya, dengan
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa PT. Kreasi Cipta Luire mengalami pertumbuhan volume penjualan yang signifikan pada setiap tahunnya, dengan