BAB 5. KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN...................................................... 97-111
5.3. Saran
5.3.2. Saran praktis
1. Pada hasil kategorisasi psychological well-being pada penelitian ini menunjukkan bahwa hasil sebaran paling banyak berada pada kategori rendah. Memperhatikan kondisi fisik dan menjaga kesehatan psikologis adalah suatu keharusan. Memperhatikan kondisi fisik adalah dengan makan teratur dan bernutrisi, olahraga teratur, atau bahkan ambil cuti dan waktu berlibur jika benar-benar diperlukan. Untuk menjaga kesehatan psikologis, bisa dilakukan dengan berbagi kepada orang-orang terdekat, menulis, dan membaca buku.
2. Guna menjaga agar jurnalis tidak stres atau trauma dengan liputan yang dilakukan, para jurnalis harus mampu menjaga kesehatan psikologis, dengan berolahraga, istirahat yang cukup, berbagi pengalaman dengan orang lain dan supervisi pekerjaan secara reguler. Bila perlu melakukan konsultasi kepada profesional kesehatan mental, apabila membutuhkan ruang untuk curhat tanpa dievaluasi.
3. Bagi para pembaca, perlu diketahui bahwa pentingnya psychological well-being adalah agar manusia dapat menjalankan hidupnya dengan bahagia,
tenang, dan mampu mengatasi segala masalah maupun tekanan yang datang. Cara untuk menjaga kesehatan fisik yang sekaligus akan berdampak pada kesehatan psikologis, antara lain: cukup istirahat, pola makan yang baik, olahraga,mendapatkan sinar matahari yang cukup setiap hari, berinteraksi sosial, serta batasi alkohol dan menghindari rokok.
DAFTAR PUSTAKA
Aghababaei, N., & Arji, A. (2013). Well-being and the HEXACO model of personality. Personality and Individual Differences, 56, 139-142. Retrieved from http://dx.doi.org/10.1016/j.paid.2013.08.037
Alwisol. (2009). Edisi revisi: Psikologi kepribadian. Malang: UMM Press.
Anastasi, A., & Urbina, S. Psychological testing, seventh edition. Tes psikologi, edisi ketujuh. Robertus Hariono S. Imam (terj). 2007. Jakarta: PT Indeks.
Ari. (2012). Forwakes akan adakan, diskusi psikologi jurnalisme. http://medan.tribunnews.com/2012/01/31/forwakes-akan-adakan-diskusi-psikologi-jurnalisme (Diakses pada Senin, 19 Agustus 2013)
Bambani, A., Rahardjo, A., Dwiyanto, I., Saefullah, A., & Wulandari, C.R. (2013). Laporan tahunan (Aliansi Jurnalis Independen) AJI 2013, etika media di tahun politik. Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.
Bartram, D., & Boniwell, I. (2007). The science of happiness: Achieving sustained psychological well-being. Positive Psychology, In Practice, 29, 478-482.
Caprio. (1996). How to develop your sense of humor (221-227). Dubuque, IA: Kendal & Hunt.
Chaplin, J.P. Dictionary of psychology. Kamus lengkap psikologi. Kartini Kartono (terj). (2005). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Chatters, L., & Taylor, R. (1994). Religious involvement among older African Americans. Dalam J.S. Levin (ed). Religion in aging and health. Newbury Park CA: Sage Publications.
Costa, P.T., & McCrae, R.R. (1992). Normal personality assessment in clinical practice: The NEO personality inventory. Psychological Assessment, 4 (1), 5-13. DOI: 10.1037/1040-3590.4.1.5.
De Vries, R.E. (2011). No evidence for a general factor of personality in the HEXACO personality inventory. Journal of Research in Personality, 45, 229-232. DOI: 10.1016/j.jrp.2010.12.002.
Feinstein, A., Owen, J., & Blair, N. (2002). A hazardous profession: War, journalist, and psychopathology. (Am J Psychiatry; 159: 1570-1575). London: Department of Psychiatry, University of Toronto and Sunnybrook
and Women’s College Health Sciences Centre; and the Freedom Forum
European Centre.
Friedman, H.S., & Schustack, M.W. Personality: Classic theories and modern research (3rd edition). Kepribadian: Teori klasik dan riset modern (edisi ketiga) jilid 1. Fransiska D.I., Maria H., Andreas P.P. (terj). (2006). Jakarta: Erlangga.
Hasanat, N.U. & Subandi. (1998). Pengembangan alat kepekaan terhadap humor. Jurnal Psikologi, XXV (1), 45-52.
Herzog, T.R., & Strevey, S.J. (2008). Contact with nature, sense of humor, and psychological well-being. Environment and Behavior, 40 (6), 747-776. DOI: 10.1177/0013916507308524.
Hidayat, F., & Prakosa, H. (1997). Motivasi berprestasi dan stres kerja wartawan republika. Anima, XIII (49).
Hight, J., & McMahon, C. (2006). Dart center for journalism and trauma. Meliput trauma: Panduan dart centre untuk para wartawan, redaktur dan manajer. Universitas Washington, Seattle: Dart Centre Europe for Journalism & Trauma.
Hodgkinson, L. (1991). Smile therapy: How smiling and laughter can change your life (245-247). London: McDonald & Co. Pub., Ltd.
Horn, J.E.V., Taris, T.W., Schaufeli, W.B., & Schreurs, P.J.G.. (2004). The structure of occupational well-being: A study among Dutch teachers. Journal of Occupational and Organizational Psychology, 77, 365-375.
Hurlock, E.B. Developmental psychology: A life-span approach, fifth edition. Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan, edisi kelima. Istiwidayanti, Soedjarwo, Ridwan M.S. (terj). (1980). Jakarta: Erlangga.
Indra, N. N. (2013). Pengaruh psychological well-being dan dukungan sosial terhadap tingkat stres petugas pemadam kebakaran di DKI Jakarta. Skripsi. Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah.
Ishwara, L. (2005). Catatan-catatan jurnalisme dasar. Jakarta: Kompas.
John, O.P., Robins, R.W., & Pervin, L.A. (2001). Handbook of personality: Theory and research (3rd edition). New York: The Guilford Press.
John, O.P., & Srivastava, S. (1999). Chapter four: The big five trait taxonomy: History, measurement, and theoretical perspectives. Dalam Lawrence A. Pervin, Oliver P. John (ed). Handbook of personality: Theory and research - 2nd ed. (102-138). New York: The Guilford Press
Kelly, W.E. (2002). An investigation of worry and sense of humor. Journal of Clinical Psychology, 136, 657-666.
Lee, K., & Ashton, M.C. (2002). Six independent factors of personality variation: A response to saucier. European Journal of Personality, 16, 63-75. DOI: 10.1002/per.433.
Lee, K., & Ashton, M.C. (2007). Empirical, theoretical, and practical advantages of the HEXACO model of personality structure. The Society for Personality and Social Psychology, Inc. PSPR, 11 (2), 150-166. DOI: 10.1177/1088868306294907.
Manan, A. (2011). Upah layak jurnalis: Survey upah layak AJI di 16 kota di Indonesia. Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen.
Martin, R.A. (1998). Approaches to the sense of humor: A historical review. Dalam W. Ruch (ed). The sense of humor: Explorations of a personality characteristic (15-60). New York: Mouton de Gruyter.
Martin, R.A. (2001). Humor, laughter, and physical health: Methodological issues and research finding. Psychological Bulletin, 127 (4), 504-519. DOI: 10.1037//0033-2909.127.4.504.
Martin, R.A. (2003). Sense of humor. Dalam S.J. Lopez & C.R. Snyder (ed). Positive psychological assessment: A handbook of models and measures (313-326). Washington, DC: American Psychological Association.
Martin, R.A., Doris, P.P., Larsen, G., Gray, J., & Weir, K. (2003). Individual differences in uses of humor and their relation to psychological well-being: Development of the humor styles questionnaire. Journal of Research in Personality, 37, 48-75.
Martin, R.A. (2007). The psychology of humor: An integrative approach. Burlington, MA: Elsevier Academic Press.
Muflih, I. (1997). Kecenderungan perilaku pengambilan risiko dan pemberitaan pada wartawan surat kabar harian. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Munandar, A.S. (2001). Psikologi industri dan organisasi. Jakarta: UI-Press. Nurhayati, H. (2010). Pengaruh big five personality terhadap psychological
well-being remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Madiun. Skripsi. Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim.
Oktaviani, K. (2011). Ini dia profesi yang rentan perceraian. http://wolipop.detik.com/read/2011/01/21/114029/1551547/857/ini-dia-profesi-yang-rentan-perceraian?w992202858 (Diakses pada Senin, 19 Agustus 2013)
Peterson, C., & Seligman, M.E.P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification. American Psychological Association, New York: Oxford University Press.
Perez, J.A. (2012). Gender difference in psychological well-being among Filipino college student samples. International Journal of Humanities and Social Science, 2 (13), 84-93.
Pratiwi, K. (2013). Catatan jurnalistik online Khestin Pratiwi. Perempuan & Jurnalistik. http://khestin.blogspot.com/2013/04/artikel.html (Diakses pada Minggu, 21 September 2014)
Rahadi, F. (2014). AJI: Gaji wartawan di Jakarta di bawah standar. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/30/mm2oka-aji-gaji-wartawan-di-jakarta-di-bawah-standar (Diakses pada Minggu, 21 September 2014)
Rahayu, M.A. (2008). Psychological well-being pada istri kedua dalam pernikahan poligami (studi kasus pada dewasa muda). Skripsi. Fakultas Psikologi UI.
Rahmanadji, D. (2007). Sejarah, teori, jenis, dan fungsi humor. Bahasa dan Seni, Tahun 35, Nomor 2. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.
Rathus, S.A. (2010). Psychology: Concepts and connections (10th edition). United States: Wadsworth Cengage Learning.
Robbins, S.P., & Judge, T.A. Organizational behavior (12th ed). Perilaku organisasi, edisi 12, buku 1. Diana A., Ria C., Abdul R. (terj). (2008). Jakarta: Salemba Empat.
Roeckelein, J.E. (2002). Psychology of humor: A reference guide and annotated bibliography. United States: Greenwood Press.
Rosadi, D. (2014). Mayoritas perusahaan media gaji wartawan Rp3 juta per bulan. http://suara.com/news/2014/04/30/174307/mayoritas-perusahaan-media-gaji-wartawan-rp3-juta-per-bulan/ (Diakses pada Minggu, 21 September 2014)
Rumondor, P.C.B. (2007). Hubungan dimensi humor styles dengan stres pada mahasiswa tahun pertama. Skripsi. Fakultas Psikologi UI.
Ryff, C.D., & Keyes, C.L.M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69 (4), 719-727.
Ryff, C.D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57 (6), 1069-1081.
Ryff, C.D. (1989a). Beyond ponce de leon and life satisfaction: New directions in quest of successful ageing. International Journal of Behavioral Development, 12 (1), 35-55. DOI: 10.1177/016502548901200102.
Ryff, C.D., Keyes, C.L.M., & Shmotkin, D. (2002). Optimizing well-being: The empirical encounter of two traditions. Journal of Personality and Social Psychology, 82 (6), 1007-1022. DOI: 10.1037//0022-3514.82.6.1007.
Ryff, C.D. & Singer, B. (2002). From social structure to biology. Dalam C.R. Snyder & S.J. Lopez. Handbook of positive psychology (541-555). Oxford: Oxford University Press.
Ryff, C.D. (1994). Psychological well-being in adult life. Current directions in
psychological science. Retrieved from
http://midmac.med.harvard.edu/bullet3.html
Ryff, C.D. & Essex, M.J. (1992). The interpretation of life experience and well-being: The sample case of relocation. Psychology and Aging, 7 (4), 507-517.
Sarafino, E.P. & Smith, T.W. (2011). Health psychology: Biopsychosocial interactions (7th edition). New York: John Wiley & Sons, Inc.
Schaefer, C.E. (2002). Play therapy with adults. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Setianikusumah, R.W. (2013). Pengaruh sense of humor dan beban kerja terhadap stres kerja karyawan PLN. Skripsi. Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah.
Sugiyono. (2010). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta. Suryabrata, S. (2010). Psikologi kepribadian. Jakarta: Rajawali Press.
Susanto, A. (2009). Waspadai burn-out bagi para pekerja.
http://female.kompas.com/read/2009/02/09/1228352/waspadai.burn-out.bagi.para.pekerja (Diakses pada Minggu, 21 September 2014)
Sutanto, D. (2013). Di Asia Tenggara, gaji jurnalis Indonesia paling rendah.
http://www.merdeka.com/peristiwa/di-asia-tenggara-gaji-jurnalis-indonesia-paling-rendah.html (Diakses pada Minggu, 21 September 2014) Thorson, J.A. & Powell, F.C. (1993). Sense of humor and dimensions of
personality. Journal of Clinical Psychology, 49 (6), 799-809.
Thorson, J.A., Powell, F.C., Schuller, I.S., & Hampes, W.P. (1997). Psychological health and sense of humor. Journal of Clinical Psychology, 53 (6), 605-619.
Utomo, U.H.N. (2007). Peran teknologi media iklan dalam internalisasi nilai-nilai pemahaman arti dan manfaat humor. Seminar Nasional Teknologi 2007 (SNT 2007). ISSN : 1978 – 9777. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan.
Winarno, H.H. (2014). Hari pers nasional dan kekerasan terhadap jurnalis. http://www.merdeka.com/peristiwa/hari-pers-nasional-dan-kekerasan-terhadap-jurnalis.html (Diakses pada Senin, 19 Agustus 2013)
Witchel, E. (2005). To receive dangerous assignments and support CPJ.
Retrieved from
Kepada Yth. Responden Penelitian Assalammualaikum Wr, Wb.
Saya Irliene Febriana adalah mahasiswi Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sedang mengadakan penelitian tentang psychological well-being jurnalis dalam rangka untuk memenuhi tugas akhir (skripsi).
Oleh karena itu, saya mengharapkan kesediaan Saudara untuk menjadi responden dalam penelitian ini dan mengisi kuesioner sesuai dengan keadaan pada diri Saudara. Dalam kuesioner ini tidak ada jawaban benar atau salah. Adapun informasi dan data Saudara akan sangat bermanfaat bagi penelitian saya dan akan dijamin kerahasiaannya serta hanya digunakan untuk kepentingan pengumpulan data.
Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terimakasih.
Hormat saya,
Usia : ….... Tahun
Jabatan :
Reporter / Fotografer / Kameramen / Editor / Lainnya, Sebutkan ! ...
Lama Bekerja : ...
- 5 juta – 7 juta - > 7 juta
Berapa jam dalam sehari Anda harus bekerja ?
- 5 – 11 jam/hari - 12 – 18 jam/hari - 19 – 24 jam/hari
Apakah menjadi jurnalis adalah pekerjaan yang Anda minati ? Ya / Tidak.
Apakah Anda bahagia selama bekerja menjadi jurnalis ? Ya / Tidak. Sebutkan alasannya secara singkat ! ...
Apakah Anda mencapai kepuasan hidup dengan bekerja sebagai jurnalis ? Ya / Tidak.
Jika Anda memiliki kesempatan, apakah Anda ingin mencari pekerjaan lain ? Ya / Tidak.
Jika Ya, pekerjaan apa yang ingin Anda tekuni selain menjadi jurnalis ? ...
Apakah menjadi jurnalis merupakan pekerjaan pokok Anda ? Ya / Tidak.
Jika Ya, apakah Anda memiliki pekerjaan sampingan ? Sebutkan ! ... Jika Tidak, apakah pekerjaan pokok Anda ? ...
PETUNJUK PENGISIAN SKALA
1. Bacalah dan pahami setiap pernyataan yang ada dengan teliti
2. Beri tanda checklist () pada kolom di sebelah kanan Anda pada setiap pernyataan yang
PALING SESUAI DENGAN KEADAAN SAUDARA.
3. Dalam hal ini TIDAK ADA JAWABAN BENAR ATAU SALAH. Semua jawaban adalah baik.
Contoh :
Jika jawaban Anda Sesuai :
No. PERNYATAAN STS TS S SS
2. Saya yakin dengan pendapat saya meskipun berbeda dengan pendapat kebanyakan orang.
3. Saya menilai diri saya lebih penting dari orang lain. 4. Secara keseluruhan saya bertanggung jawab atas keadaan
dimanapun saya berada.
5. Tuntutan karena deadline sebuah berita sering membuat saya tidak bersemangat.
6. Saya cukup baik dalam mengelola tanggung jawab saya dalam akurasi sebuah berita saat pekerjaan sehari-hari. 7.
Saya pikir sangat penting untuk memiliki pengalaman baru yang menantang cara saya untuk berpikir tentang diri saya dan dunia.
8. Bagi saya, kehidupan adalah proses untuk terus belajar, berubah, dan berkembang.
9. Saya menyerah untuk mencoba melakukan perubahan yang lebih baik dalam kehidupan karir saya sebagai jurnalis. 10. Mempertahankan hubungan yang baik cukup sulit bagi saya
dan membuat saya frustasi. 11.
Orang-orang akan menilai saya sebagai pemberi info suatu berita dan bersedia untuk berbagi dengan teman-teman sesama jurnalis lainnya.
12. Saya tidak mempunyai hubungan yang baik dan saling percaya dengan orang lain.
13. Saya hidup hanya untuk hari ini dan tidak berpikir untuk masa depan.
14. Saya adalah orang yang memiliki tujuan hidup. 15. Saya kadang merasa sudah melakukan semua yang ada
untuk karir saya sebagai jurnalis.
16. Ketika saya melihat kehidupan saya, saya senang dengan hal-hal yang telah berubah.
17 Saya menyukai sebagian besar aspek dari kepribadian saya. 18. Dalam banyak hal, saya merasa kecewa dengan pencapaian dalam hidup saya, terutama pada karir saya sebagai jurnalis.
2. Menurut orang lain, saya mengatakan hal-hal yang lucu. 3. Saya memiliki ide yang cemerlang untuk membuat lelucon. 4. Saya bisa mengatakan hal-hal yang lucu untuk membuat orang
lain tertawa.
5. Terkadang saya memikirkan lelucon atau cerita lucu. 6. Saya cukup mahir/terampil untuk mengucapkan hal-hal yang
membuat orang lain takjub.
7. Saya yakin bahwa saya dapat membuat orang lain tertawa. 8. Orang lain memperhatikan saya karena saya dapat membuat
mereka kagum.
9. Saya menggunakan humor untuk menghibur teman saya saat liputan.
10. Saya dapat merubah situasi yang tegang ketika liputan dengan mengatakan sesuatu yang lucu.
11. Dengan humor saya dapat mengkontrol berbagai situasi tertekan saat liputan.
12. Saya dapat menceritakan hal-hal yang lucu, hingga orang lain mengalami sakit di leher dikarenakan tertawa.
13. Memanggil seseorang dengan sebutan “pelawak” sebenarnya adalah penghinaan.
14. Saya suka lelucon yang bagus.
15. Ketika orang lain membuat lelucon, saya merasa tidak nyaman. 16. Saya tidak suka cerita humor.
17. Saya menghargai orang-orang yang humoris. 18. Dengan humor, saya merasa nyaman.
19. Saya dapat mencairkan suasana dengan hal-hal yang lucu. 20. Mengatasi situasi dengan melucu sebenarnya adalah suatu
kebodohan.
21. Humor membantu saya mengatasi tekanan karena deadline. 22. Humor adalah penyelesaian masalah yang buruk ketika saya
tertekan akibat deadline.
23. Humor membantu saya mengatasi situasi yang sulit saat liputan.
24. Humor adalah cara terbaik dan elegan untuk menyesuaikan diri saat liputan di tempat baru dengan orang-orang baru.
2. Saya merencanakan dan mengatur suatu hal diawal sebagai bentuk antisipasi.
3. Saya jarang menyimpan dendam, walaupun pada orang yang pernah menganiaya saya.
4. Secara keseluruhan, saya merasa cukup puas dengan diri saya saat ini.
5. Saya merasa takut saat harus melakukan liputan dalam kondisi cuaca buruk.
6.
Saya tidak akan menggunakan sanjungan untuk mendapatkan kenaikan gaji atau promosi di tempat kerja, bahkan jika saya pikir itu akan berhasil.
7. Saya tertarik untuk belajar tentang sejarah dan politik dari negara-negara lain.
8. Saya sering memberi dorongan yang kuat pada diri sendiri ketika berusaha mencapai suatu tujuan.
9. Orang-orang terkadang memberitahu saya bahwa saya terlalu kritis terhadap orang lain.
10. Saya jarang mengungkapkan pendapat saya dalam pertemuan kelompok.
11. Saya tidak mudah khawatir terhadap hal-hal kecil.
12. Jika saya tahu bahwa saya tidak akan pernah bisa tertangkap, saya bersedia untuk mencuri sepuluh miliar rupiah.
13. Saya menikmati saat-saat menciptakan karya seni, seperti novel, lagu, atau lukisan.
14. Ketika mengerjakan sesuatu, saya tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil.
15. Orang-orang kadang mengatakan bahwa saya terlalu keras kepala.
16. Saya lebih suka pekerjaan yang melibatkan interaksi sosial yang aktif daripada bekerja sendirian.
17. Ketika saya meliput kejadian yang menyakitkan, saya
membutuhkan seseorang untuk membuat saya merasa nyaman. 18. Memiliki banyak uang tidak terlalu penting bagi saya.
19. Saya berpikir bahwa memperhatikan ide-ide radikal adalah buang-buang waktu.
20. Saya membuat keputusan berdasarkan perasaan saat itu, bukan pada pemikiran yang cermat..
21. Orang menganggap saya sebagai seseorang yang temperamental.
22. Hampir setiap hari, saya merasa gembira dan optimis. 23. Saya ingin menangis ketika melihat orang lain menangis. 24. Saya berpikir bahwa saya berhak untuk lebih dihargai
dibandingkan orang pada umumnya.
25. Jika saya memiliki kesempatan, saya ingin menghadiri konser musik klasik.
dengan buruk adalah "memaafkan dan melupakan". 28. Saya merasa bahwa saya orang yang tidak terkenal. 29. Saya merasa takut ketika meliput suatu berita yang dapat
membahayakan fisik.
30. Jika saya ingin sesuatu dari seseorang, saya akan tertawa saat orang tersebut melawak walaupun tidak lucu.
31. Saya tidak pernah benar-benar menikmati saat membaca buku-buku mengenai ilmu pengetahuan.
32. Saya hanya melakukan jumlah minimum yang diperlukan dalam melakukan suatu pekerjaan.
33. Saya cenderung lemah dalam menilai orang lain. 34. Dalam situasi sosial, saya biasanya menjadi orang yang
memulai melakukan sesuatu hal pertama kali.
35. Kekhawatiran saya lebih kuat dibandingkan kebanyakan orang pada umumnya.
36. Saya tidak akan pernah menerima suap, bahkan jika itu sangat besar.
37. Orang-orang sering mengatakan kepada saya bahwa saya memiliki imajinasi yang baik.
38. Saya selalu mencoba untuk lebih teliti dalam pekerjaan saya, walaupun harus mengorbankan waktu.
39. Saya biasanya cukup fleksibel terhadap pendapat saya sekalipun ketika orang tidak setuju dengan saya.
40. Hal pertama yang saya selalu lakukan di tempat baru adalah untuk mencari teman.
41. Saya dapat menangani situasi sulit saat liputan tanpa perlu dukungan emosional dari orang lain.
42. Saya mendapatkan banyak kesenangan saat memiliki barang-barang mewah yang mahal.
43. Saya suka orang-orang yang memiliki pandangan modern. 44. Saya membuat banyak kesalahan karena saya tidak berpikir
sebelum bertindak.
45. Kebanyakan orang cenderung untuk lebih cepat marah daripada saya.
46. Kebanyakan orang pada umumnya lebih ceria dan dinamis dibandingkan saya.
47. Saya merasakan emosi yang kuat ketika seseorang yang dekat dengan saya akan pergi untuk waktu yang lama.
48. Saya ingin orang tahu bahwa saya orang penting dari status yang tinggi.
49. Saya tidak menganggap diri saya sebagai seseorang yang artistik atau kreatif.
50. Orang sering memandang saya sebagai seseorang yang perfeksionis.
51. Saya jarang mengatakan sesuatu yang negatif, walaupun saat orang lain membuat banyak kesalahan.
54. Saya tidak akan berpura-pura untuk menyukai seseorang hanya untuk mendapatkan keuntungan dari orang tersebut.
55. Menurut saya, membahas filsafat membosankan. 56.
Saya lebih memilih untuk melakukan apa pun yang muncul dalam pikiran, daripada berdasarkan atas rencana yang telah disusun.
57. Ketika orang mengatakan kepada saya bahwa saya salah, reaksi pertama saya adalah berdebat dengan mereka.
58. Ketika saya berada di suatu kelompok, saya orang yang sering berbicara atas nama kelompok.
59. Saya tetap tanpa emosi bahkan dalam situasi di mana kebanyakan orang menjadi sangat sentimental
60. Saya akan tergoda untuk menggunakan uang palsu, jika saya yakin bisa lolos dengan itu.
CFA Attitudes Toward Humor and Humorous People
Model Variables Entered Variables Removed Method 1 Usia, HH, IP1, AG, EMO, P2, Gender, SUH, ATH, CO, EX, UHC, OE, HP, P1, IP2a
. Enter
a. All requested variables entered.
Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square
Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .585a .343 .263 7.67310 .343 4.331 16 133 .000
a. Predictors: (Constant), Usia, HH, IP1, AG, EMO, P2, Gender, SUH, ATH, CO, EX, UHC, OE, HP, P1, IP2
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 4079.435 16 254.965 4.331 .000a
Residual 7830.568 133 58.876
Total 11910.003 149
a. Predictors: (Constant), Usia, HH, IP1, AG, EMO, P2, Gender, SUH, ATH, CO, EX, UHC, OE, HP, P1, IP2
HP .109 .099 .116 1.100 .273 SUH -.112 .104 -.116 -1.080 .282 ATH -.028 .097 -.024 -.290 .773 UHC .084 .089 .087 .944 .347 HH .225 .084 .217 2.667 .009 EMO .151 .086 .140 1.770 .079 EX .004 .095 .004 .045 .964 AG .038 .091 .035 .416 .678 CO .050 .094 .045 .530 .597 OE .374 .104 .337 3.594 .000 Gender -.705 1.428 -.037 -.493 .622 P1 -.180 1.965 -.010 -.091 .927 P2 -4.771 2.013 -.256 -2.370 .019 IP1 -5.237 2.302 -.294 -2.275 .025 IP2 -3.727 2.341 -.206 -1.592 .114 Usia 2.159 2.577 .063 .838 .404 a. Dependent Variable: PWB Regresi Proporsi Variables Entered/Removedb Model Variables Entered Variables Removed Method 1 CO, AG, HP, EMO, ATH, HH, EX, UHC, SUHa
. Enter 2 OEa . Enter 3 Gendera . Enter 4 P1a . Enter 5 P2a . Enter 6 IP1a . Enter 7 IP2a . Enter 8 Usiaa . Enter a. All requested variables entered.
dim ensi on0 2 .509b .260 .206 7.96533 .062 11.603 1 139 .001 3 .512c .262 .203 7.98060 .003 .469 1 138 .495 4 .536d .287 .224 7.87423 .025 4.753 1 137 .031 5 .560e .313 .248 7.75544 .026 5.229 1 136 .024 6 .571f .326 .256 7.70965 .013 2.620 1 135 .108 7 .582g .339 .265 7.66457 .013 2.593 1 134 .110 8 .585h .343 .263 7.67310 .003 .702 1 133 .404
a. Predictors: (Constant), CO, AG, HP, EMO, ATH, HH, EX, UHC, SUH b. Predictors: (Constant), CO, AG, HP, EMO, ATH, HH, EX, UHC, SUH, OE
c. Predictors: (Constant), CO, AG, HP, EMO, ATH, HH, EX, UHC, SUH, OE, Gender d. Predictors: (Constant), CO, AG, HP, EMO, ATH, HH, EX, UHC, SUH, OE, Gender, P1 e. Predictors: (Constant), CO, AG, HP, EMO, ATH, HH, EX, UHC, SUH, OE, Gender, P1, P2 f. Predictors: (Constant), CO, AG, HP, EMO, ATH, HH, EX, UHC, SUH, OE, Gender, P1, P2, IP1 g. Predictors: (Constant), CO, AG, HP, EMO, ATH, HH, EX, UHC, SUH, OE, Gender, P1, P2, IP1, IP2 h. Predictors: (Constant), CO, AG, HP, EMO, ATH, HH, EX, UHC, SUH, OE, Gender, P1, P2, IP1, IP2, Usia
Total 11910.003 149 2 Regression 3090.948 10 309.095 4.872 .000b Residual 8819.055 139 63.446 Total 11910.003 149 3 Regression 3120.789 11 283.708 4.455 .000c Residual 8789.213 138 63.690 Total 11910.003 149 4 Regression 3415.519 12 284.627 4.590 .000d