BAB VII SIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa saran sebagai berikut :
1. Masyarakat
a. Masyarakat diharapkan mengetahui dan mengurangi tempat penampungan air yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti khususnya pada dispenser.
b. Masyarakat diharapkan menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali dengan menyikat dinding tempat penampungan air menggunakan sabun.
76
c. Masyarakat segera menutup rapat kembali tempat penampungan air dan mengurangi tenpat perindukan nyamuk dalam hal ini barang bekas dengan menangani sampah padat melalui teknik yang efektif dan ramah lingkungan seperti mengubur atau dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recovery).
2. Puskesmas Benda Baru
a. Meningkatkan koordinasi antara masyarakat, kader juru pemantau jentik dan puskesmas dalam pengecekan jentik nyamuk Aedes aegypti secara rutin.
b. Memberikan informasi serta praktik penggunaan abate pada tempat penampungan air seperti tampungan air dispenser kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang masih belum mempraktikkan penggunaan abate sesuai prosedur.
3. Peneliti Lain
a. Peneliti lain disarankan untuk mempertimbangkan waktu dalam pelaksanaan penelitian, yakni sebaiknya tidak pada musim kemarau (kering).Akan tetapi, saat pergantian musim atau musim penghujan. b. Peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian dengan
menggunakan studi intervensi agar dapat mengetahui hubungan sebab akibat yang lebih kuat dibandingkan dengan studi cross sectional.
77
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi,Umar Fahmi. 2012. Dasar - Dasar Penyakit Berbasis Lingkungan. Jakarta: Rajawali Pers.
Anggara. 2005. Hubungan 3M dan 3M plus dengan keberadaan larva aedes aegypti di wilayah Kerja Puskesmas Dahlia Kota Makassar Tahun 2005. Skripsi tidak diterbitkan FKM Unhas.
Badrah & Hidayah. 2011. Hubungan Antara Tempat Perindukan Nyamuk Aedes Aegypti Dengan Kasus Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Penajam Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. J. Trop. Pharm. Chem. (Indonesia), 2011. Vol 1. No. 2. (online) (http://isjd.lipi.go.id/admin/jurnal/1211153160_2087-7099.pdf, Daikses 12 November 2012).
Benvie. 2005. Hubungan 3M dan 3M plus dengan Demam Berdarah Dengue di wilayah Puskesmas Maricayya Selatan. Skripsi tidak diterbitkan FKM Unhas.
Brahim, R dan Hasnawati. 2010.Demam Berdarah Dengue. Buletin Jendela Epidemiologi. Vol.2. Agustus 2010.
Booroto dkk. 2013. Hubungan Antara Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Sp. Di Lingkungan I Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea Kota Manado. Bidang Minat Kesehatan Lingkungan, FakultasKesehatanMasyarakat, Universitas Sam Ratulangi
CDC. 2009. Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever.Puerto Rico : US Departement of Health and Human Services.
Depkes RI. 2004a. Buletin Harian Perilaku dan Siklus Hidup NyamukAedes aegpty Sangat Penting Diketahui dalam Melakukan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Termasuk Pemantauan Jentik Berkala. Jakarta : Ditjen P2M & PL.
Depkes RI. 2004b. Pedoman Ekologi dan Aspek Perilaku Vektor. Jakarta : Departemen Kesehatan
Depkes RI. 2005.Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Ditjen PP & PL. Jakarta.
Desniawati, F. 2014. Pelaksanaan 3M Plus Terhadap Keberadaan Larva Aedes Aegpty Di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Kota Tangerang Selatan Bulan Mei-Juni Tahun 2014. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dinkes Tangerang Selatan. 2013. Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Tangerang
Selatan tahun 2013.
Ditjen PPM & PLP. 1996. Petunjuk Bagi Kader dan Tokoh Masyarakat Pada Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Ditjen P2PL. 2008. Modul Pelatihan Bagi Pelatih Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD) Dnegan PendekatanKomunikasi Perubahan Perilaku (Comunication For Behavioral Impact). Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ditjen P2PL. 2014. Petunjuk Teknis Jumantik – PSN Anak Sekolah. Jakarta:
79
Hadi, U.K, Sigit S, Agustina E. 2006. Habitat Jentik Aedes aeigypti pada Air Terpolusi di Laboratorium. Jurnal Kesehatan Fakultas Kedokteran Hewan: Institut Pertanian Bogor;. 2006.
Hadinegoro & Satari. 2002. Demam Berdarah Dengue. Balai Penerbit FK UI: Jakarta.
Hasyimi M, Soekirno M. 2004. Pengamatan tempat perindukan Aedes aegypti pada tempat penampungan air rumah tangga pad masyarakat pengguna air olahan. Jurnal Ekologi Kesehatan; 2004; 3;37-42
Hasyimi dkk (2009). Tempat-Tempat Terkini Yang Disenangi Untuk Perkembangbiakan Vektor Demam Berdarah Aedes Sp. Media Litbang Kesehatan Volume XIXNomor 2 Tahun 2009.
Jaya dkk. 2013. Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk (Psn) Dbd Dengan Keberadaan Larva Aedes Aegypti Di Wilayah Endemis Dbd Kelurahan Kassi-Kassi Kota Makassar.Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNHAS, Makassar
Kemenkes, RI. 2010. Demam Berdarah DengueBuletin Jendela Epidemiologi. Jakarta: Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi.
Kemenkes, RI. 2011. Permenkes Nomor 374/Menkes/Per/III/2011 Tentang Pengendalian Vektor.
Kemenkes, RI. 2012. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2012. Jakarta.
Kemenkes, RI. 2013b. Pengendalian demam berdarah dnegue untuk pengelola program DBD Puskesmas. Jakarta : Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Laila, dkk. 2014. Pengamatan Kontainer yang Potensial sebagai Tempat Perkembangbiakan Nyamuk Aedes aegypti di Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Jurnal Ilmiah Biologi, ISSN : 9772303342002, Volume 2 Nomor 1 April 2014
Lintang, dkk. 2010. Perbedaan praktik PSN 3M Plus di kelurahan percontohan dan non percontohan program pemantauan jentik rutin Kota Semarang. Jurnal Entomologi Indonesia, ISSN: 1721-6781.
Nugroho, FS. 2009. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di RW IV Desa Ketitang Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Nomitasari dkk (2012). Perbedaan praktik PSN 3M Plus di kelurahan percontohan dan non percontohan program pemantauan jentik rutin kota Semarang. Jurnal Entomologi Indonesia. April 2012, Vol. 9 No. 1, 32-37. ISSN: 1829-7722
Puskesmas Benda Baru. 2014. Profil Kesehatan Puskesmas Benda Baru tahun 2014.
Puskesmas Benda Baru. 2015. Laporan Bulanan Puskesmas Benda Baru bulan Januari-Maret tahun 2015.
Ridha, dkk. 2013. Hubungan kondisi Lingkungan dan kontainer dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di daerah endemis demam
81
berdarah dengue di kota Banjarbaru. Banjarmasin. Jurnal Buski Vol. 4, No. 3, Juni 2013, Hal. 133 - 137
Rosa, E. 2004. Pengaruh Jenis Tempat Penampungan Air (TPA) terhadap Jumlah Peletakan Telur Nyamuk Aedes Aegypti L. Lampung. FMIPA Universitas Lampung. J. Sains Tek., Desember 2004, Vol. 10, No. 3
Safar R. 2010.Parasitologi Kedokteran: Nurhayati N, editor. Protozoologi Helmintologi dan Entomologi. Balai penerbit Yrama Widya, Bandung. Sari dan Darnoto. 2012. Hubungan Breeding Place dan Perilaku Masyarakat
dengan Keberadaan Jentik Vektor DBD di Desa Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Surakarta. Jurnal Kesehatan, ISSN 1979- 7621, Vol. 5, No. 2, Desember 106 2012: 103 - 109.
Sari dan Kurniawan. 2012.Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku PSN dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Di Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Surakarta. Jurnal Kesehatan, ISSN 1979- 7621, Vol. 5, No. 1, Juni 2012: 66-73.
Silalahi, L. 2004. Demam Berdarah , Penyebaran dan Penanggulannya.Jakarta : Litbang Departemen Kesehatan RI
Sulistyawati, I.H. 2011. Hubungan Letak, Jenis, Dan Kondisi Tempat Penampungan Air (TPA) Dengan Kepadatan Larva Aedes Aegypti Di Kelurahan Rappocini Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Skripsi tidak dipublikasikan. Makassar SI Kesehatan Masyarakat. Ubiversitas Hasanuddin.
Sumantri A. 2010. Kesehatan Lingkungan & Perspektif Islam. Jakarta : Kencana
Soeroso T, Umar IA. 2002. Epidemiologi dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia Saat Ini. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Sungkar. 2010.
Suyasa, dkk. 2007. Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan. ECOTROPHIC 3 (1) : 1 - 6. ISSN: 1907-5626.
Trpis, dkk. 1971. Aedes aegypti and Aedes simpsoni Breeding in Coral Rock Holes on the Coast of Tanzania. Switzerland.
World Health Organization. 2005. Pencegahan dan Pengendalian Dengue dan Demam Berdarah Dengue. Cetakan I. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
WHO. 2009. Dengue: guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control- New edition. France : WHO Press.
Widagdo, dkk. 2008. Kepadatan Jentik Aedes Aegypti Sebagai Indikator Keberhasilan Pemberantasan Sarang Nyamuk (3m Plus): Di Kelurahan Srondol Wetan, Semarang. Semarang.MAKARA, KESEHATAN, VOL. 12, NO. 1, JUNI 2008: 13-19.
Widoyono, dkk. 2008. Penyakit Tropis; Epidemiologi, Penularan, Pencegahan & Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.
Yudhastuti, dkk. 2005. Hubungan Kondisi Lingkungan, Kontainer, dan Perilaku Masyarakat Dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Di Daerah
83
Endemis Demam Berdarah Dengue Surabaya.JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN, VOL.1, 171 NO.2, JANUARI 2005
Zubaedah,dkk. 2014. Kepadatan jentik aedes sp pada kontainer di dalam dan di luar rumah di Kelurahan Surgi Mufti Banjarmasin tahun 2014. Banjarmasin. Jurnal Buski Vol. 5, No. 2, Desember 2014, halaman 95- 100.
84
85
DOKUMENTASI HASIL OBSERVASI
Bak Penampungan Air Tempat Penampungan Air Dispenser
Bak Mandi Responnden Kolam ikan Responden
No Responden
Tanggal Pengisian :
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA HUBUNGAN TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK DANPERILAKU
PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DENGAN KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN BENDA
BARU TAHUN 2015
Assalamu’alaikum wr. wb.
Saya Ika Amalia Putri mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan bermaksud untuk melakukan penelitian mengenai Hubungan Tempat Perindukan Nyamuk danPerilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti di Kelurahan Benda Baru Tahun 2015. Adapun penelitian ini dalam rangka menyelesaikan tugas akhir untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM).
Dengan demikian, saya mohon kesediaan saudara untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur, lengkap dan jelas. Semua informasi yang Saudara berikan terjamin kerahasiannya. Kejujuran Saudara dalam menjawab setiap pertanyaan sangat diharapkan demi kevalidan dan kebenaran data.
Atas kesediaan dan kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih.
Dengan ini saya bersedia mengikuti penelitian dan bersedia mengisi lembar kuesioner yang telah disediakan dibawahini dengan sadar tanpa paksaan.
Benda Baru , September 2015
87
Petunjuk Pengisian Kuesioner :
a. Isilah terlebih dahulu identitas responden dengan lengkap dan jelas b. Bacalah dengan seksama setiap pertanyaan, sebelum menjawab. c. Berilah tanda checklist (√) pada jawaban yang anda pilih.
Kode Pertanyaan Jawaban Diisi Oleh
Peneliti A. Identitas Responden A1 Nama A2 Usia A3 Alamat A4 No Telp/HP A5
Pendidikan Terakhir : 1. Tidak Sekolah 2. Tidak Tamat SD 3. Tamat SD
4. Tamat SMP /sederajat 5. Tamat SMA / sederajat 6. Tamat Perguruan Tinggi /
Akademi
[ ]
B. Menguras Tempat Penampungan Air B1
Apakah keluarga anda menguras tempat penampungan air dirumah?
1. Ya
2. Tidak Lanjut ke pertanyaan C1
[ ]
B2
Jika Ya, berapa kali anda menguras tempat penampungan air tersebut?
1. Seminggu sekali 2. Dua minggu sekali 3. Satu bulan sekali
[ ]
B3
Bagaimanakah cara anda menguras tempat penampungan air ?
1. Menggunakan sabun 2. Menggunakan sikat 3. Menggunakan sikat dan
sabun
4. Tidak menggunakan sikat dan sabun
[ ]
C. Menutup Tempat Penampungan Air
C1
Apakah tempat penampungan air keluarga anda ditutup dengan rapat dirumah?
1. Ya 2. Tidak
[ ]
D. Mengubur barang bekas D1
Apakah anda mengubur barang bekas yang berada di sekitar rumah Anda seperti ban bekas dan kaleng?
1. Ya 2. Tidak
[ ]
E. Penggunaan Abate E1
Apakah anda memberikan bubuk abate pada tempat penampungan air?
1. Ya
2. Tidak Lanjut ke pertanyaan F1
[ ]
E2 Jika Ya, berapa kali anda memberikan bubuk abate pada
1. Dua bulan sekali 2. Empat bulan sekali
Kode Pertanyaan Jawaban Diisi Oleh Peneliti tempat penampungan air tersebut? 3. Satu tahun sekali
E3
Berapakah jumlah takaran bubuk abate yang anda berikan pada tempat penampungan air?
1. < 1sdm yang diaratakan untuk 100 ltr 2. 1sdm yang diratakan untuk 100 ltr 3. > 1sdm yang diratakan untuk 100 ltr [ ]
F. Memelihara ikan pemakan jentik F1
Apakah anda memelihara ikan pemakan jentik pada tempat penampungan air ?
1. Ya 2. Tidak
[ ]
F2
Jika ya, apakah jenis ikan pemakan jentik yang anda pelihara pada tempat penampungan air? (Boleh menjawab lebih dari )
1. Ikan kepala hitam 2. Ikan guvi 3. Ikan cupang 4. Ikan nila
[ ]
Terima kasih atas partisipasinya
89
No Responden
Tanggal Pengisian :
LEMBAR OBSERVASI
SURVEI JENTIK AEDES AEGYPTI
Tempat Perindukan Nyamuk Artificial Jentik Ada Tidak a. Bak mandi b. Ember c. Dispenser d. Vas bunga e. Botol/Kaleng bekas f. Ban bekas g. Kolam/akuarium
Tempat Perindukan Nyamuk Natural
Jentik
Ada Tidak
a. Tempurung Kelapa b. Pelepah daun
OUTPUT ANALISIS UNIVARIAT
A. KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI
Statistics keberadaan_jentik
N Valid 128
Missing 0
keberadaan_jentik
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid ADA JENTIK 27 21.1 21.1 21.1
TIDAK ADA JENTIK 101 78.9 78.9 100.0
Total 128 100.0 100.0
B. TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK
Statistics INDUK
N Valid 128
Missing 0
INDUK
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid ARTIFICIAL 112 87.5 87.5 87.5
ARTIFICIAL DAN NATURAL 16 12.5 12.5 100.0
Total 128 100.0 100.0
Bak_mandi
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ada 119 93.0 93.0 93.0 tidak 9 7.0 7.0 100.0 Total 128 100.0 100.0 Ember
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ada 125 97.7 97.7 97.7 tidak 3 2.3 2.3 100.0 Total 128 100.0 100.0 dispenser
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ada 107 83.6 83.6 83.6 tidak 21 16.4 16.4 100.0 Total 128 100.0 100.0 Vas Bunga
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ada 12 9.4 9.4 9.4 tidak 116 90.6 90.6 100.0 Total 128 100.0 100.0 botolkaleng
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
91 Valid ada 24 18.8 18.9 18.9 tidak 103 80.5 81.1 100.0 Total 127 99.2 100.0 Missing System 1 .8 Total 128 100.0 ban_bekas
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ada 11 8.6 8.7 8.7 tidak 116 90.6 91.3 100.0 Total 127 99.2 100.0 Missing System 1 .8 Total 128 100.0 kolam_akuarium
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ada 17 13.3 13.4 13.4 tidak 110 85.9 86.6 100.0 Total 127 99.2 100.0 Missing System 1 .8 Total 128 100.0 tempurung_kelapa
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ada 3 2.3 2.3 2.3 tidak 125 97.7 97.7 100.0 Total 128 100.0 100.0 pelepah_daun
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid ada 13 10.2 10.2 10.2
tidak 115 89.8 89.8 100.0
Total 128 100.0 100.0
C. MENGURAS TEMPAT PENAMPUNGAN AIR
Statistics Perilaku_MengurasTPA
N Valid 128
Missing 0
Perilaku_MengurasTPA
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Ya 67 52.3 52.3 52.3
Tidak 61 47.7 47.7 100.0
D. MENUTUP TEMPAT PENAMPUNGAN AIR Statistics Menutup_TPA N Valid 128 Missing 0 Menutup_TPA
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid ya 81 63.3 63.3 63.3
tidak 47 36.7 36.7 100.0
Total 128 100.0 100.0
E. MENGUBUR BARANG BEKAS
Statistics Mengubur_barangbekas
N Valid 128
Missing 0
Mengubur_barangbekas
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ya 10 7.8 7.8 7.8 tidak 118 92.2 92.2 100.0 Total 128 100.0 100.0 F. PENGGUNAAN ABATE Statistics Perilaku_Abate N Valid 128 Missing 0 Penggunaan_abate
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid ya 42 32.8 32.8 32.8
tidak 86 67.2 67.2 100.0
Total 128 100.0 100.0
G. MEMELIHARA IKAN PEMAKAN JENTIK
Statistics Memelihara_ikan
N Valid 128
Missing 0
Memelihara_ikan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid ya 14 10.9 10.9 10.9
tidak 114 89.1 89.1 100.0
93
frek_baru * keberadaan_jentik Crosstabulation
keberadaan_jentik
Total ADA JENTIK
TIDAK ADA JENTIK
frek_baru seminggu sekali Count 6 70 76
% within keberadaan_jentik 42.9% 85.4% 79.2%
>1 minggu Count 8 12 20
% within keberadaan_jentik 57.1% 14.6% 20.8%
Total Count 14 82 96
% within keberadaan_jentik 100.0% 100.0% 100.0%
cara_menguras_baru0 * keberadaan_jentik Crosstabulation keberadaan_jentik Total ADA JENTIK TIDAK ADA JENTIK cara_menguras_baru0 0 Count 6 69 75 % within keberadaan_jentik 42.9% 84.1% 78.1% 1 Count 8 13 21 % within keberadaan_jentik 57.1% 15.9% 21.9% Total Count 14 82 96 % within keberadaan_jentik 100.0% 100.0% 100.0%
FREK_ABATE * keberadaan_jentik Crosstabulation
keberadaan_jentik
Total ADA JENTIK
TIDAK ADA JENTIK
FREK_ABATE 2 BULAN SEKALI Count 2 18 20
% within keberadaan_jentik 40.0% 62.1% 58.8%
>2 BULAN Count 3 11 14
% within keberadaan_jentik 60.0% 37.9% 41.2%
Total Count 5 29 34
% within keberadaan_jentik 100.0% 100.0% 100.0%
tak_baru * keberadaan_jentik Crosstabulation
keberadaan_jentik
Total ADA JENTIK
TIDAK ADA JENTIK
tak_baru sesuai takaran Count 5 25 30
% within keberadaan_jentik 100.0% 86.2% 88.2%
tidak sesuai takaran Count 0 4 4
% within keberadaan_jentik .0% 13.8% 11.8%
Total Count 5 29 34
% within keberadaan_jentik 100.0% 100.0% 100.0%
ikan_kepalahitam
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 3 2 1.6 66.7 66.7 4 1 .8 33.3 100.0 Total 3 2.3 100.0 Missing System 125 97.7 Total 128 100.0
ikan_guvi
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ya 4 3.1 100.0 100.0 Missing System 124 96.9 Total 128 100.0 ikan_cupang
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ya 2 1.6 40.0 40.0 tidak 3 2.3 60.0 100.0 Total 5 3.9 100.0 Missing System 123 96.1 Total 128 100.0 ikan_nila
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ya 6 4.7 100.0 100.0 Missing System 122 95.3 Total 128 100.0 barang_bekas
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid botol/kaleng bekas 19 14.8 63.3 63.3
ban bekas 11 8.6 36.7 100.0
Total 30 23.4 100.0
Missing System 98 76.6
Total 128 100.0
dispenser * Jentik_dispenser Crosstabulation Jentik_dispenser
Total
ada tidak
dispenser ada Count 12 95 107
% within Jentik_dispenser 100.0% 81.9% 83.6%
tidak Count 0 21 21
% within Jentik_dispenser .0% 18.1% 16.4%
Total Count 12 116 128
% within Jentik_dispenser 100.0% 100.0% 100.0%
Bak_mandi * Jentik_Bakmandi Crosstabulation Jentik_Bakmandi
Total
ada tidak
Bak_mandi ada Count 13 106 119
% within Jentik_Bakmandi 100.0% 93.0% 93.7%
tidak Count 0 8 8
% within Jentik_Bakmandi .0% 7.0% 6.3%
Total Count 13 114 127
95
OUTPUT ANALISIS BIVARIAT
A. HUBUNGAN TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK DENGAN KEBERADAAN JENTIK
INDUK * keberadaan_jentik Crosstabulation
keberadaan_jentik
Total ADA JENTIK TIDAK ADA JENTIK
INDUK ARTIFICIAL Count 24 88 112
% within keberadaan_jentik 88.9% 87.1% 87.5%
ARTIFICIAL DAN NATURAL Count 3 13 16
% within keberadaan_jentik 11.1% 12.9% 12.5%
Total Count 27 101 128
% within keberadaan_jentik 100.0% 100.0% 100.0%
PVALUE (1,000) > 0,05 (TIDAK BERHUBUNGAN) Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2- sided) Exact Sig. (2- sided) Exact Sig. (1- sided) Pearson Chi-Square .060a 1 .806 Continuity Correctionb .000 1 1.000 Likelihood Ratio .062 1 .804
Fisher's Exact Test 1.000 .552
Linear-by-Linear Association .060 1 .807
N of Valid Casesb 128
a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3,38. b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for INDUK
(ARTIFICIAL / ARTIFICIAL DAN NATURAL)
1.182 .311 4.487
For cohort keberadaan_jentik =
ADA JENTIK 1.143 .388 3.365
For cohort keberadaan_jentik =
TIDAK ADA JENTIK .967 .750 1.247
N of Valid Cases 128
B. HUBUNGAN MENGURAS TEMPAT PENAMPUNGAN AIR DENGAN KEBERADAAN JENTIK
Perilaku_MengurasTPA * keberadaan_jentik Crosstabulation keberadaan_jentik Total ADA JENTIK TIDAK ADA JENTIK Perilaku_MengurasTPA Ya Count 3 64 67 % within keberadaan_jentik 11.1% 63.4% 52.3% Tidak Count 24 37 61 % within keberadaan_jentik 88.9% 36.6% 47.7% Total Count 27 101 128 % within keberadaan_jentik 100.0% 100.0% 100.0%
Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2- sided) Exact Sig. (2- sided) Exact Sig. (1- sided) Pearson Chi-Square 23.321a 1 .000 Continuity Correctionb 21.273 1 .000 Likelihood Ratio 25.618 1 .000
Fisher's Exact Test .000 .000
Linear-by-Linear Association 23.139 1 .000
N of Valid Casesb
128
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 12,87. b. Computed only for a 2x2 table
PVALUE(0,000) < 0,05 (BERHUBUNGAN) Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for
Perilaku_MengurasTPA (Ya / Tidak)
.072 .020 .256
For cohort keberadaan_jentik =
ADA JENTIK .114 .036 .359
For cohort keberadaan_jentik =
TIDAK ADA JENTIK 1.575 1.278 1.940
C. HUBUNGAN MENUTUP TEMPAT PENAMPUNGAN AIR DENGAN KEBERADAAN JENTIK
Menutup_TPA * keberadaan_jentik Crosstabulation keberadaan_jentik Total ADA JENTIK TIDAK ADA JENTIK Menutup_TPA ya Count 8 73 81 % within keberadaan_jentik 29.6% 72.3% 63.3% tidak Count 19 28 47 % within keberadaan_jentik 70.4% 27.7% 36.7% Total Count 27 101 128 % within keberadaan_jentik 100.0% 100.0% 100.0% Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2- sided) Exact Sig. (2- sided) Exact Sig. (1- sided) Pearson Chi-Square 16.676a 1 .000 Continuity Correctionb 14.891 1 .000 Likelihood Ratio 16.246 1 .000
Fisher's Exact Test .000 .000
Linear-by-Linear Association 16.546 1 .000
N of Valid Casesb 128
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 9,91. b. Computed only for a 2x2 table
97
Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for Menutup_TPA
(ya / tidak) .161 .063 .411
For cohort keberadaan_jentik =
ADA JENTIK .244 .116 .514
For cohort keberadaan_jentik =
TIDAK ADA JENTIK 1.513 1.183 1.935
N of Valid Cases 128
D. HUBUNGAN MENGUBUR BARANG BEKAS DENGAN KEBERADAAN JENTIK
Mengubur_barangbekas * keberadaan_jentik Crosstabulation keberadaan_jentik Total ADA JENTIK TIDAK ADA JENTIK Mengubur_barangbekas ya Count 3 7 10 % within keberadaan_jentik 11.1% 6.9% 7.8% tidak Count 24 94 118 % within keberadaan_jentik 88.9% 93.1% 92.2% Total Count 27 101 128 % within keberadaan_jentik 100.0% 100.0% 100.0% Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2- sided) Exact Sig. (2- sided) Exact Sig. (1- sided) Pearson Chi-Square .517a 1 .472 Continuity Correctionb .099 1 .752 Likelihood Ratio .477 1 .490
Fisher's Exact Test .439 .354
Linear-by-Linear Association .513 1 .474
N of Valid Casesb 128
a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 2,11. b. Computed only for a 2x2 table
PVALUE (0,439)>0,005 (TIDAK BERHUBUNGAN) Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for
Mengubur_barangbekas (ya / tidak)
1.679 .404 6.978
For cohort keberadaan_jentik =
ADA JENTIK 1.475 .536 4.057
For cohort keberadaan_jentik =
TIDAK ADA JENTIK .879 .580 1.332
E. HUBUNGAN PENGGUNAAN ABATE DENGAN KEBERADAAN JENTIK
Penggunaan_abate * keberadaan_jentik Crosstabulation keberadaan_jentik Total ADA JENTIK TIDAK ADA JENTIK Penggunaan_abate ya Count 8 34 42 % within keberadaan_jentik 29.6% 33.7% 32.8% tidak Count 19 67 86 % within keberadaan_jentik 70.4% 66.3% 67.2% Total Count 27 101 128 % within keberadaan_jentik 100.0% 100.0% 100.0%
PVALUE (0,819)>0,005 (TIDAK BERHUBUNGAN) Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2- sided) Exact Sig. (2- sided) Exact Sig. (1- sided) Pearson Chi-Square .157a 1 .692 Continuity Correctionb .027 1 .868 Likelihood Ratio .159 1 .690
Fisher's Exact Test .819 .440
Linear-by-Linear Association .156 1 .693
N of Valid Casesb 128
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 8,86. b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for
Penggunaan_abate (ya / tidak) .830 .330 2.089
For cohort keberadaan_jentik =
ADA JENTIK .862 .412 1.805
For cohort keberadaan_jentik =
TIDAK ADA JENTIK 1.039 .864 1.250
N of Valid Cases 128
F. HUBUNGAN MEMELIHARA IKAN PEMAKAN JENTIK DENGAN KEBERADAAN JENTIK
Memelihara_ikan * keberadaan_jentik Crosstabulation keberadaan_jentik Total ADA JENTIK TIDAK ADA JENTIK Memelihara_ikan ya Count 4 10 14 % within keberadaan_jentik 14.8% 9.9% 10.9% tidak Count 23 91 114 % within keberadaan_jentik 85.2% 90.1% 89.1% Total Count 27 101 128 % within keberadaan_jentik 100.0% 100.0% 100.0%
99 Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2- sided) Exact Sig. (2- sided) Exact Sig. (1- sided) Pearson Chi-Square .528a 1 .467 Continuity Correctionb .144 1 .704 Likelihood Ratio .495 1 .482
Fisher's Exact Test .492 .336
Linear-by-Linear Association .524 1 .469
N of Valid Casesb
128
a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 2,95. b. Computed only for a 2x2 table
PVALUE (0,492)>0,005 (TIDAK BERHUBUNGAN) Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for Memelihara_ikan
(ya / tidak) 1.583 .455 5.505
For cohort keberadaan_jentik =
ADA JENTIK 1.416 .573 3.501
For cohort keberadaan_jentik =
TIDAK ADA JENTIK .895 .634 1.262