• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

C. Saran

Dari hasil pengamatan peneliti di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center Sawah Baru Ciputat tentang Implementasi Bimbingan Agama dalam Meningkatkan Pemahaman Beribadah Muallaf, peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Lebih meningkatkan bimbingan dan pembinaan muallaf dengan memperbanyak serta mengoptimalkan pembimbing agama dengan mengikuti pekatihan-pelatihan yang berkaitan dengan bimbingan agama. 2. Perlu adanya perhatian dari pemerintah khususnya

Kementrian Agama dan juga dari masyarakat khususnya organisasi masyarakat (Ormas) Islam terhadap

72

keberadaan Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center agar mendapat perhatian lebih dari segi bimbingan agama dan juga dukungan secara riil maupun materil.

3. Memperbanyak buku-buku serta bacaan-bacaan yang berkaitan tentang keagamaan agar para muallaf dapat belajar diluar jam bimbingan agama

73

DAFTAR PUSTAKA

Al Manar, Abduh. 1999. Ibadah Da Syari‟ah, Surabaya: PT. Pamator. Cet. Ke-1.

Ardani, Prof. Dr. H. Moh. Fikih Ibadah Praktis. Jakarta: PT. Mitra Cahaya Utama.

Arief, Armai. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press. Cet. Ke-1.

Arifin, M. 1979. Pokok-pokok Pikiran Bimbingan dan Penyuluhan

Agama. Jakarta: Bulan Bintang.

Ash Shiddieqy, M. Hasbi. 1954. Kuliah Ibadah. Jakarta, Bulan Bintang.

Dahlan, Abdul Aziz. 1993. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: PT. Pradaya Pramita.

Darajat, Zakiyah. 1975. Pendidikan Agama Dalam Pembinaan

Mental. Jakarta: Bulan Bintang. Cet. Ke-3.

Darajat, Zakiyah. 1995. Ilmu Fiqih. Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Wakaf. Cet. Ke-1.

Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Cet ke-3.

Djumhur dan Moh. Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung: CV. Ilmu, 1985).

74

Faqih, Aunur Rahim. 2001. Bimbingan dan Konseling Islam. Yogyakarta: UII Press.

Farid, Imam Sayuti. 2007. Pokok-pokok Bahasan Tentang

Bimbingan Penyuluhan Agama Sebagai Teknik Dakwah.

Jakarta: Bulan Bintang.

Gunawan, Imam. 2013. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan

Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Hadi, Sutrisno. 1989. Metodologi Research. Yogyakarta : Andi Offset.

Jalaludin. 1998. Psikologi Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Cet ke-3.

Lutfi, M. 2008. Dasar-Dasar Bimbingan dan Penyuluhan

(Konseling Islam). Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif

Hidayatullah.

Melong, Lexy J. 2001. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Cet. Ke-15.

Nasution , Harun dkk. 1992. Esiklopedi Islam Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Nasution, Harun. 1985. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Cet. Ke-5.

Nasution, Lahmudun. 1999. Fiqh Ibadah. Jakarta: Logos Acara Ilmu.

Nata, Abudin. 2005. Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur‟an. Jakarta: UIN Jakarta Press. Cet. Ke-1.

Puspito, D. Hendro. 1983. Sosiologi Agama. Yogyakarta: Kanisius. Qardhawi, Yusuf. 2000. Konsep Ibadah dalam Islam. Surabaya:

Central Media.

Roestandi, Achmad. 1993. Ensiklopedi Dasar Islam. Jakarta: PT. Pradaya Pramita.

Sabiq, Sayyid. 1996. Fikih Sunnah. Penerjemah Mahyuddin Syarif. Bandung: Al-Ma‟arif.

Saliyo, Farida. 2018. Teknik layanan Bimbingan Konseling Islam. buku daros kudus.

sartono, H. M. Umar. 1998. Bimbingan dan Penyuluhan. Bandung: CV Pustaka Setia. Cet. KE-1.

Socrates. 1994. Menepis Impian. Yogyakarta: Media Abadi. Jilid 2. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.

Bnadung: CV. Alfabeta. Cet. Ke-8.

Sutoyo, Anwar. 2007. Bimbingan dan Konseling Islami (Teori dan

Praktik). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tim Penyusun Kamus. 1995. Pusat Pembinaan dan Pengembangan,

Kamus Besar Bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan sudah diwawancara oleh saudara Rohman Safi‟i Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, saat ini sedang melakukan penelitian di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center Sawah Baru Ciputat, tentang implementasi bimbingan agama dalam meningkatkan pemahaman beribadah muallaf, untuk memenuhi tugas akhir perkuliahan yaitu skripsi untuk memenuhi persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos.)

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Ustadz Syamsul Arifin Nababan

Usia : 53 tahun

Jenis Kelamin : laki-laki

Alamat : Sawah baru Ciputat

Dengan ini saya menyatakan bahwa jawaban ini saya jawab dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Tangerang Selatan, 21 Desember 2019

Yang bersangkutan Peneliti

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan sudah diwawancara oleh saudara Rohman Safi‟i Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, saat ini sedang melakukan penelitian di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center Sawah Baru Ciputat, tentang implementasi bimbingan agama dalam meningkatkan pemahaman beribadah muallaf, untuk memenuhi tugas akhir perkuliahan yaitu skripsi untuk memenuhi persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos.)

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Ustadz Dwi Hafizh

Usia : 27 tahun

Jenis Kelamin : laki-laki

Alamat : Sawah Baru Ciputat

Dengan ini saya menyatakan bahwa jawaban ini saya jawab dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Tangerang Selatan, 10 Februari 2020

Yang bersangkutan Peneliti

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan sudah diwawancara oleh saudara Rohman Safi‟i Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, saat ini sedang melakukan penelitian di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center Sawah Baru Ciputat, tentang implementasi bimbingan agama dalam meningkatkan pemahaman beribadah muallaf, untuk memenuhi tugas akhir perkuliahan yaitu skripsi untuk memenuhi persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos.)

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Ustadz Dwi Zana

Usia : 23 tahun

Jenis Kelamin : laki-laki

Alamat : Sawah Baru Ciputat

Dengan ini saya menyatakan bahwa jawaban ini saya jawab dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Tangerang Selatan, 18 Februari 2020

Yang bersangkutan Peneliti

Pedoman Wawancara Ketua Yayasan

1. Kapan dan dimana bimbingan agama dilakukan? 2. Bagaimana proses bimbingan agama di yayasan ini?

3. Metode apa yang digunakan pembimbing dalam bimbingan agama di sini?

4. Apa manfaat dilaksanakan bimbingan agama di yayasan ini? 5. Apakah ada kesulitan atau hambatan selama melakukan

bimbingan agama di sini?

6. Bagaimana tingkat pemahaman beribadah pada mualaaf di sini, apakah sudah mencapai target?

7. Apa saran untuk para muallaf di sini dan juga yang baru mau masuk?

Pedoman Wawancara Pembimbing

1. Sudah berapa lama menjadi pembimbing muallaf di yayasan An Naba‟ Center?

2. Apa yang dirasakan selama menjadi pembimbing muallaf? 3. Bagaimana proses implementasi bimbingan agama di sini? 4. Tujuan bimbingan dilakukan?

5. Apa saja materi yang disampaikan selama bimbingan berlangsung?

6. Apa materi khusus tentang ibadah?

7. Metode apa yang anda gunakan selama bimbingan?

8. Faktor pendukung dan penghambat yang dirasakan selama melakukan bimbingan?

9. Bagaimana pendapat anda tentang tingkat pemahaman beribadah para muallaf setelah adanya bimbingan?

10. Harapan pembimbing untuk muallaf setelah dilakukan bimbingan?

CATATAN LAPANGAN

07 Nopember 2019

Sekitar pukul 10.00 WIB, saya tiba di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center di daerah Sawah lama Ciputat Tangerang Selatan dengan tujuan melakukan survei demi kepentingan penelitian yang akan saya lakukan.

Sesampainya di sana saya bertemu dengan seorang santri bernama ismail, lalu saya menanyakan apakah pimpinan yayasan ada di tempat namun sayang beliau sedang tidak ada di tempat. Kemudian pada akhirnya saya berbincang-bincang dengan Ismail menanyakan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, sebelum mengakhiri perbincangan saya meminta nomor telepon pimpinan yayasan yaitu Ustadz Syamsul Arifin Nababan.

Sebelum meninggalkan yayasan, saya menyempatkan menelpon Ustadz Syamsul Arifin Nababan dengan maksud meminta izin untuk melakukan penelitian skripsi. Dan Alhamdulillah setelah berbicara via telepon, saya diizinkan untuk melakukan penelitian di tempat beliau.

02 Desember 2019

Pada hari itu sekitar pukul 10.00 WIB, saya menuju lokasi yang akan dijadikan tempat penelitian yaitu Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center. Bertujuan untuk mengantarkan surat izin penelitian.

Sesampainya di sana, yayasan dalam keadaan sepi dikarenakan para santri muallaf sedang melaksanakan kegiatan

masing-masing seperti sekolah, maupun kuliah. Kemudian saya menyambangi kantor yayasan tapi hasilnya pun sama saja, dan akhirnya saya bertemu santri yang bertanggung jawab untuk mengurus asrama dan ia bersedia untuk diamanahkan menitipkan surat yang saya bawa untuk disampaikan kepada pimpinan yayasan. 21 Desember 2019

Berangkat dari rumah pada pagi hari pukul 06.00 demi menghindari kemacetan jalanan, karena saya sudah membuat janji untuk bertemu dengan pimpinan yayasan yaitu Ustadz Syamsul Arifin Nababan pada pukul 08.00 untuk melakukan wawancara terkait penelitian.

Sesampainya di sana tepat pukul 08.00, namun saya masih harus menunggu dikarenakan beliau belum datang dan setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya beliau datang. Kemudian saya menghampirinya dan memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud tujuan saya. Beliau pun mengajak saya ke rumahnya, dan di rumahnya lah saya melakukan wawancara dengan beliau.

Wawancara berlangsung lancar dan berdurasi sekitar kurang lebih satu jam, di sesi wawancara pun beliau banyak bercerita mengenai pengalamannya dari muallaf sampai pada akhirnya bisa membangun pesantren khusus muallaf. Ada beberapa fakta yang saya dapatkan salah satunya adalah mengenai kegiatan bimbingan, bimbingan agama di yayasan tersebut berlangsung pada sore dan malam hari lebih tepatnya setelah ashar dan isya. Maka dari itu beliau menyarankan saya kalau mau melakukan aktifitas penelitian datang tepat setelah ashar dikarenakan pada pagi sampai sore hari

para santri muallaf melakukan kegiatan di luar pesantren seperti sekolah dan kuliah.

17 Januari 2020

Hari itu merupakan hari pertama saya melakukan observasi lapangan, tiba lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Sesampainya di sana saya bertemu beberapa santri yang sedang bersantai sembari menunggu ashar kemudian saya menghampiri mereka dan bertanya di mana pengurus asrama, kemudian mereka menunjukkan kamar para pengurus asrama. Setelah sampai di depan kamar pengurus dan mereka keluar menemui saya, saya menyampaikan maksud dan tujuan saya dan memberi tahu bahwa saya sudah dapt izin dari Ustadz Nababan untuk penelitian.

Kegiatan pertama yang saya amati dan ikuti adalah sholat berjamaah, karena ibadah ini merupakan kewajiban yang paling utama seorang muslim. Setelah sholat ashar ada bimbingan yang akan dilakukan, pada sore hari yang biasa dilakukan adalah belajar bahasa arab dan yang mengajar adalah Ustadz Dwi Zana seorang pengurus sekaligus pembimbing para muallaf dan ia adalah mahasiswa sastra arab UIN Jakarta semester tujuh. Dan menurut beliau pelajaran bahasa arab sangat penting karena dapat menunjang pemahaman muallaf dari segi bacaan-bacaan dan pelafalan dalam beribadah maupun dalam membaca Al-Quran. Sesi ini berakhir pada pukul 17.00 WIB. Pada saat pukul 17.00 sampai menjelang magrib para santri muallaf dibebaskan untuk mandi atau sekedar berolahraga di halaman asrama.

29 Januari 2020

Pada tanggal 29 Januari, saya kembali melakukan observasi di yayasan An Naba Center. Sampai di sana setelah ashar dan para santri muallaf sudah memulai kegiatan bimbingannya. Setelah bimbingan selesai, saya berbincang dengan pengurus sekaligus pembimbing muallaf ia adalah Ustadz Dwi Hafizh, dan membuat janji dengan beliau untuk melakukan wawancara.

Magrib pun tiba, saya dan ustadz Dwi H menuju mushola pesantren. Kemudian setelah sholat dilakukan tadarus Al-Quran, dan di sini saya melakukan pengamatan ke para muallaf. untuk mereka yang sudah lama menjadi muallaf bacaan mereka bisa dikatakan lancar dan bahkan sudah ada yang menghafal Al-Quran.

Selepas sholat isya para muallaf kembali diberikan bimbingan yang dilaksanakan di mushola , pada waktu ini mereka diberikan materi tentang pengetahuan agama. Setiap malamnya materi yang diberikan berbeda-beda, karena pengetahuan tentang islam sangat luas. Setelah mengobservasi mereka saya lanjut menuju rumah.

10 Februari 2020

Kembali pada hari itu saya tiba sekitar pukul 16.30, karena sudah ada janji dengan Ustadz Dwi H untuk melakukan wawancara. Saya menunggu sekitar tiga puluh menit di kantor pesantren, wawancara dimulai pukul 17.00.

Hari itu saya hanya melakukan wawancara sampai sebelum magrib, setelah itu saya melaksanakan sholat magrib berjamaah dan pulang.

13 Februari 2020

Hari itu saya kembali lagi di jam yang sama yaitu pukul 15.00 WIB, setelah mengikuti sholat ashar berjamaah kembali saya melakukan observasi dengan mengamati bimbingan yang dilakukan. Seperti biasa sore itu belajar bahasa arab. Setelahnya saya berbincang-bincang dengan Ustadz Zana dan membuat janji untuk wawancara, lalu saya melihat-lihat beberapa kamar santri muallaf dan mengobrol dengan mereka sekaligus menggali informasi yang saya butuhkan.

Selanjutnya selepas isya, kembali kegiatan bimbingan dilakukan. Pada hari itu materi yang disampaikan tentang fiqih terutama yang berhubungan dengan beribadah. Para muallaf selalu antusias dan semangat setiap kali mengikuti bimbingan. Selepas itu saya melanjutkan perjalanan pulang.

18 Februari 2020

Kembali hari itu saya berangkat agak sore sekitar pukul 16.30 dari kampus, sampai di sana sekitar jam lima kurang dan saya langsung menuju kantor pesantren untuk menunggu Ustadz Zana yang akan saya wawancarai.

Tepat pukul 17.00 Ustadz Zana datang dan wawancara pun langsung saya mulai. Dari wawancara ini saya banyak sekali mendapat pengalaman serta pembelajaran bahwasanya mengurus

seseorang yang baru pindah agama merupakan hal yang tidak mudah. Dikarenakan kita harus mengerti dan tahu harus memulai dari mana. Selain itu merubah kebiasaan mereka pun harus dengan kesabaran.

19 Februari 2020

Tanggal 19 Februari 2020 saya datang agak sore sebelum magrib, sesampainya di sana saya langsung bersiap-siap sholat. Setelah sholat saya mengobrol dengan beberapa santri dengan tujuan mencari informasi dan data yang saya butuhkan untuk kepentingan skripsi saya.

Tak lama azan isya pun berkumandang, lalu kami melaksanakan sholat berjamaah. Setelah itu kembali saya melakukan observasi bimbingan agama yang diberikan. Selama melakukan observasi saya melihat bahwasanya para muallaf sangat antusias, saya bisa melihat bagaimana aktifnya mereka bertanya serta seriusnya mereka memperhatikan.

20 Februari 2020

Pada hari itu saya melakukan hal yang sama dengan hari sebelumnya. Saya datang dengan tujuan melakukan observasi pada bimbingan agama yang dilaksanakan setelah isya.

Materi yang diberikan setiap malam selalu berbeda setiap harinya. Maka dari itu para muallaf memiliki rasa ingin tahu dan antusias yang timggi ketika diadakannya bimbingan agama, karena masuk agama islam merupakan pilihan mereka sendiri bukan karena paksaan orang lain.

DOKUMENTASI FOTO

Kegiatan bimbingan agama pada malam hari

Jadwal kegiatan bimbingan harian

Jadwal kegiatan harian santri An Naba Center

Visi, Misi, dan Tujuan Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center

Foto bersama Pimpinan Yayasan An Naba Center selepas wawancara

Dokumen terkait