• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Guru disarankan untuk menciptakan pola interaksi multi arah dalam setiap pembelajaran agar siswa berkesempatan untuk menuangkan ide/inisiatifnya.

2. Penulis menyarankan dalam setiap pengajaran membaca puisi anak di kelas rendah haruslah menyenangkan dan tidak membosankan siswa, guru harus memiliki prinsip ”bermain sambil belajar” karena menurut ilmu psikologi, masa kanak-kanak adalah masa mencari kesenangan dengan bermain (tahap mainan) sehingga guru sesekali memasukan permainan yang tidak melenceng dari materi pembelajaran ke dalam pengajaran sastra

DAFTAR PUSTAKA

Aftaruddin, Pesu. 1983. Pengantar Apresiasi Puisi. Bandung: Angkasa.

Ahmad, dkk. 2017. “Teacher-Student Interactions, Learning Commitment, Learning Environment and Their Relationship with Student Learning Comfort”. Journal Turkish Science Education. Volume 4 Nomor 8.

Arief, Nur Fajar. 2015. Tindak Tutur Guru dalam Wacana Kelas. Malang:

Worlwide Riders.

Aslinda & Leni Syafyahya. 2007. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung:

Refika Aditama.

Chaer, Abdul dan Leonie Agustin. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal.

Jakarta: Rinaka Cipta.

Chaudron, C. 1993. Second Language Classroom: Research on Teaching and Learning. New York: Press Syndicate of The University of Cambridge.

Damono, Sapardi Djoko. 1978. Sosiologi Sastra: sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pustaka Pembinaan dan Pengembangan Bahasa: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dewi, Dkk. 2016. “Analisis Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 1 SDN 1 Nawa Kerti”. E-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD Vol: 4 No: 1 Tahun: 2016.

Djajasudarma, Fatimah.2012. Wacana dan Pragmatik. Bandung:Rafika Aditama.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar.

Jakarta: Rineka Cipta.

Flanders, Ned A. 1970. Analyzing Teaching Behavior. Reading, Mass, AddisonWesley Pub.

Grice, H.P. 1975. Logic and Conversation. New York: Oxford University Press.

Helena, dkk. 2014. “Real-Time Teacher-Student Interactions: A Dynamic SystemsApproach”. Journal of Teaching and Teacher Education.Volume 12 Nomor 7.

Herskovitz, dkk. 2015. “Teacher-Student Calssroom Interaction: A Computational Approach. Proceedings of the 8th International Conference on Educational Data Mining.

Huck, Charlote. Dkk. 1987. Children Literature in the Elementary School.

Chicago: Rand McNally College Publishing Company.

Hurlock, Elizabeth B. 2002. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

Khaeruddin, E. A. 2006. Metodologi Penelitian. Makassar: CV. Berkah Utami.

Leech,Geoffrey.2011.Prinsip-PrinsipPragmatik.Jakarta:Universitas Indonesia.

Luz, Fredson Soares. 2015. “The Relationship between Teachers and Students in the Classroom: Communicative Language Teaching Approach and Cooperative Learning Strategy to Improve Learning”.

“Journal of Teaching and Research.Volume 12 Nomor 5.

Majid, A. Halim. 2017. “Interaksi Kelas dalam Pengajaran Bahasa Inggris Bagi Pemula”. Jurnal Abulyatama. SEMDI UNAYA-2017, 255-263.

Meilani. 2015. “Pengaruh Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran dan Fasilitas belajar Tehadap Prestasi Belajar Ekonomi pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 3 Klaten Tahun Ajaran 2014-2015”.

Tesis.Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Miles, M.B & Huberman A.M. 1984.Analisis Data Kualitatif.Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. 1992. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Moleong, Lexy J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi).

Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Nasrulloh, Muhammad Ilyas. 2013. “Teacher Student Interaction in a Project Based Learning Classroom”. E-journal on English Education.Department of English Education.Indonesia University of Education.

Nurgiayanto, Burhan. 2005. Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak.Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nuryani, R. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press

Pulungan, dkk. 2014. “Interaksi Sosial Antara Guru dan Siswa dalam Proses Pembelajarandi Sekolah Dasar”. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 9.

Purwo, Bambang Kiswanto. 1990. Pragmatik dan Pengajaran Bahasa Menyimak. Yogyakarta: Kanisius

Putrayasa, Ida Bagus. 2014. Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rani, Abdul dkk.2006. Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaiannya. Malang: Bayu Media Publising.

Razak, Abd. Rahim. 2013. “Interaksi Pembelajaran Efektif Untuk Berprestasi”. Jurnal PILAR, Vol. 2, No. 2.

Rizawati, Dkk. 2017.“Hubungan Antara Interaksi Edukatif Guru dengan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri 18 Banda Aceh”.Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unsyiah Volume 2 Nomor 1, 113- 11.

Rohmadi, Muhammad. 2010. Pragmatik Teori dan Analisis. Surakarta:

Yama Pustaka.

Rusminto, Nurlaksana Eko. 2015. Analisis Wacana: Kajian Teoritis dan Praktis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sardiman, A.M. 1992. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta:

Rajawali.

Setiadi, Elly M dan Usman Kolip. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakatra:

Kencana.

Soetomo. 1993. Dasar-DasarInteraksiBelajarMengajar. Cetakan Ke-1.

Surabaya: Usaha Nasional.

Sugiyono. 2011. Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sulistyanti, Peni. 2008. “An Interaction Analysis of English Language Teaching at SPEC Magelang”. Semarang: Jurnal Penelitian Pendidikan Volume 28 Nomor 2 hal. 74-88.

Sulistyo, Edy Tri. 2013. Pragmatik Suatu Kajian Awal. Surakarta: UNS Press.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 2015. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa Bandung.

Terzi, Sedal & Celik, Abdurrahman. 2005. “Teacher-Student Interactions in Distance Leraning”. Journal The Turkish Online Journal of Educational Technology – TOJET January 2005 ISSN: 1303-6521 volume 4 Issue 1 Article 7.

Wachyudi, Kelik dkk. 2015. “Analisis Pengelolaan dan Interaksi Kelas Dalam Pengajaran Bahasa Inggris”. Jurnal ilmiah Solusi Volume 1 No. 4 Desember 2014 – Februari 2015: 40-49.

Wijana, I Dewa Putu dan Rohmadi Muhammad. 2011. Analisis Wacana Pragmatik:Kajian Teori dan Analisis. Surakarta:Yama Pustaka.

Wiyanto, Asul. 2005. Terampil Menulis Paragraf. Jakarta. Grasindo.

Wulandari, Margarita. 2007. “The Teacher and Learner Talk in The Classroom Interaction A Case of The Second Grade Students of SMA Sedes Sapientiae Semarang”. Semarang: Jurnal Penelitian Pendidikan. Volume 26, Nomor 1 halaman 123-132.

Yule, George. 2006. Pragmatik (Edisi terjemahan oleh Indah Fajar Wahyuni dan Rombe Mustajab). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yule, George. 2014. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sekolah ini bernama SD Inpres 3/77 Apala dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 403104 84.Sekolah ini didirikan pada 31 Desember 1977 dengan status kepemilikan Pemerintah Pusat.

Sekolah ini berstatus “Negeri” di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. SD Inpres 3/77 Apala berlokasi di Kelurahan Apala RT 04/RW 02, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia dengan Kode Pos 92771. Sekolah ini berdiri di atas tanah milik seluas 5058 m2. Seperti sekolah dasar pada umumnya, SD Inpres 3/77 Apala melakukan operasional kerjanya selama enam hari dalam seminggu dimulai pada pagi hari. Sekolah ini telah mendapatkan pengakuan dari International Organization for Standardization (ISO) dengan nomor 9001: 2000. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait SD Inpres 3/77 Apala atau sekadar memberikan saran, kritik, atau informasi dalam bentuk apapun dapat melakukan koordinasi melalui surel [email protected].

SD Inpres 3/77 Apala didukung dengan tenaga listrik berdaya 900 (watt) dan dukungan akses internet. Tertanggal 15 Januari 2020, SD Inpres 3/77 Apala berstatus akreditasi B. SD Inpres 3/77 Apala dilengkapi dengan enam ruang belajar, satu ruang guru, satu kantor, satu perpustakaan, satu Unit KesehatanSekolah (UKS), serta sumber air sanitasi kepemilikan.

JudulPenelitian : Analisis Interaksi Kelas dalam Pembelajaran Membaca Nama Validator : _____________

Instansi : Magister PendidikanDasar, Universitas Muhammadiyah Makassar

Petunjuk!

a. Lembar validasi ini digunakan untuk mengukur validitas instrumen penelitian yang akan digunakan dalam mengumpulkan data.

b. Dimohon agar validator membaca instrumen yang telah dibuat sebagaimana terlampir dengan lembar validasi ini.

c. Setelah membaca dan memahami instrumen tersebut, validator diminta untuk memberikan penilaian berdasarkan indikator yang telah disediakan dengan cara memberikan tanda (√) pada pilihan jawaban tersedia.

d. Pada bagian akhir lembar validasi ini, validator diminta memberikan pernyataan umum dan komentar terkait bagian yang harus direvisi terkait instrumen yang divalidasi.

e. Peneliti menyampaikan terima kasih kepada validator yang telah bersedia memberikan penilaian pada instrumen ini. 1 Instrumen dilengkapi dengan bagian identitas

instrument

2 Instrumen dilengkapi dengan judul atau identitas penelitian

3 Instrumen dilengkapi dengan bagian yang menjelaskan orang yang menggunakan instrument

4 Instrumen dilengkapi dengan bagian yang menjelaskan untuk apa instrumen digunakan

5 Instrumen dilengkapi dengan bagian yang menjelaskan sasaran digunakannya instrument

6 Instrumen dilengkapi dengan bagian yang menjelaskan waktu dan tempat digunakannya instrument

7 Instrumen dilengkapi dengan keterangan atau petunjuk pemakaian instrument

8 Instrumen dilengkapi dengan keterangan tujuan atau alasan instrumen digunakan

√ 9 Komponen yang akan diamati jelas serta tepat untuk √

benar

13 Bahasa yang digunakan komunikatif √

14 Alur pikir instrumen terarah dan terstruktur √ 15 Komponen pengamatan mengarahkan penggunanya

pada proses kerja yang mudah

Penilaian Umum

a. Setelah dilakukan pemeriksaan, instrumen observasi interaksi kelas dalam pembelajaran membaca puisi ini:

1) Baik Sekali 2) Baik 3) Cukup 4) Kurang

b. Instrumen observasi interaksi kelas dalam pembelajaran membaca puisi ini:

1) Layak digunakan tanpa revisi

2) Layak digunakan dengan sedikit revisi 3) Layak digunakan dengan banyak revisi 4) Tidak layak digunakan

c. Validator dimohon menuliskan butir-butir revisi pada kolom komentar berikut ini.

Komponen10-14 perlu dilampirkan diksinya

Makassar, 10 November 2019 Validator

Dr. Rukli, M.Pd., M.Cs.

Sekolah Dasar Kabupaten Bone

MateriPelajaran Bahasa Indonesia (Membaca Puisi)

JumlahSiswa Laki-Laki = ………… Perempuan = ……….

Petunjuk 1) Instrumen ini digunakan untuk kepentingan penelitian dalam rangka penyelesaian studi akhir Program Magister Pendidikan Dasar di Universitas Muhammadiyah Makassar

2) Pengamat terlebih dulu mengisi bagian kosong yang ada di atas (Nama, Hari, Tanggal, dll.) 3) Pengamat mengamati seluruh rangkaian interaksi

belajar dalam kelas mulai dari pembukaan hingga akhir pembelajaran (penutup)

4) Pengamat mengamati secara terstruktur seluruh bentuk interaksi kelas, dan menuliskan segala bentuk informasi hasil pengamatan (baik tindakan gerak ataupun tindak tutur antar warga kelas.

Pengamat juga dapat memanfaatkan alat rekam 5) Pengamat dilarang keras melakukan kontrol atau

kendali pada aktivitas belajar yang berdampak pada situasi interaksi yang disengaja (Tidak alami).

6) Ada sepuluh katagori yang harus diamati dalam interaksi kelasyaitu; (1) rasa menerima, (2) pujian (pemicu), (3) menggunakan ide siswa, (4) bertanya, (5) mengajar, (6) mengarahkan, (7) hak mengkritik, (8) respon siswa, (9) inisiatif siswa, (10) diam atau ramai

Kegiatan yang Diamati HasilPengamatan Rasa Menerima

Pujian (Pemicu)

Bertanya

Mengajar

Mengarahkan

HakMengkritik

ResponSiswa

DiamatauRamai

Bone, ……..Oktober 2019 Pengamat

(____________)

RANGKUMAN DATA HASIL PENGAMATAN

Guru sangat menghayati perannya sebagai seorang guru, orang yang tahu banyak hal, serta teladan bagi siswa-siswanya. Guru sangat akrab dengan siswa, mengerti dan mengenal dengan baik setiap siswa, serta memahami permasalahan belajar dengan baik masing-masing siswa

Pujian (Pemicu)

Guru memahami dan melaksanakan strategi membangkitkan gairah siswa dalam belajar yaitu dengan cara memberi apresiasi untuk setiap hal positif yang dilakukan siswa. Namun, apresiasi ini tidak bersifat permanen dan dilakukan terus menerus. Hanya pada poin-poin kejadian tertentu saja.

Mengguna kan Ide Siswa

Sebenarnya guru sangat mampu dalam hal ini. Hanya saja di awal kelas seperti tercipta suasana canggung. Mungkin karena adanya pengamat dalam kelas dan itu merupakan hal baru bagi siswa sehingga sangat minim mereka dalam berbicara. Mereka cenderung menerima dan melaksanakan segala informasi dan intrupsi dari guru

Bertanya Untuk interaksi ini, guru cukup memanfaatkan momen-momen belajar untuk saling memahami satu sama lain. Guru bertanya seputar materi pelajaran kepada siswa, seputar hal-hal yang menarik perhatian mereka, atau bahkan hal-hal diluar pelajaran seperti kegiatan apa yang dilakukan di rumah atau di luar rumah ketika kembali dari sekolah

Mengajar Interaksi ini yang paling sering dilakukan oleh guru dan siswa.

Guru menjelaskan materi dan siswa mendengar lalu kemudian mencatat materi itu. Jika ada hal yang tidak dimengerti guru menjelaskan kembali materi yang tidak dimengerti oleh siswa dalam waktu yang singkat. Guru berkeliling kelas, berinteraksi dengan setiap siswa, bertanya apa kesulitan dari masing-masing siswa

Mengarah kan

Membuat puisi lalu kemudian membacanya di depan kelas bagi siswa kelas rendah bukanlah perkara yang mudah. Terbukti hampir semua siswa mengalami kesulitan. Namun, guru mampu memosisikan diri dengan menjalin interaksi kelas berupa tindakan pengarahan bagi siswa yang menghadapi kendala atau masalah dalam hal mencipta dan membaca puisi. Guru memberikan contoh secara langsung di papan tulis dan memberikan contoh pembacaan puisi. Kemudian meminta seluruh siswa membaca

Hak Mengkritik

Interaksi kelas berupa hak mengkritik kiranya merupakan suatu kejadian yang baik ketika proses pembelajaran dilangsungkan.

Guru memiliki kemampuan ini, yaitu mampu mengkritik kegiatan belajar siswa, memberikan penjelasan hal-ahal yang dianggap keliru kemudian memberikan penjelasan mengenai hal baik apa yang dapat dilakukan. Sebaliknya, bagi siswa kelas rendah, hak mengkritik sejatinya belum dipahami dengan baik sehingga tidak ada kejadian siswa mengkritik gurunya

Respon Siswa

Di awal pembelajaran, respon siswa masih terlihat cukup canggung bahkan terkesan malu-malu. Sehingga respon-respon baik yang di harapkan ketika PBM berlangsung belum terlihat secara optimal. Namun, karena guru memiliki kemampuan manajemen dan pngelolaan kelas yang baik, serta mampu menjalin interaksi komunikasi yang akrab dengan siswa maka lambat lain kelas yang pada awalnya kakuh dan cenderung diam mendapatkan respon-respon positif dari siswa. Terlihat dari tingkat partisipasi atau keaktifan siswa dalam belajar yang semakin baik Inisiatif

Siswa

Di awal pembelajaran, sangat terasa bahwa kelas dalam keadaan canggung. Siswa belum memiliki keberanian untuk memberikan respon belajar sebagaimana yang diharapkan oleh guru. Namun, seiring PBM berlangsung, ada inisiatif yang cukup besar dari beberapa orang siswa untuk membangkitkan suasana kelas.

Inisiatif dari dua orang siswa di awal ini selanjutnya memancing siswa lainnya untuk terlibat secara aktif dalam belajar. Ketika siswa menemukan sebuah masalah dalam PBM mereka berinisiatif bertanya secara berkelompok atau secara sendiri-sendiri.

Diam atau Ramai

Di awal pembelajaran situasi cenderung diam. Sebab awal pertemuan antara siswa, guru, dan peneliti di dalam kelas belum tercipta perkenalan ataupun keakraban di antara tiga pihak tersebut. Namun, lambat laun siswa menjadi antusias akibat daya dukung guru yang kreatif. Sehingga kelas berubah menjadi ramai hingga akhir pembelajaran.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 2 0 0 7 1 5 0 1 1 1 18

2 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 5

3 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 2

4 0 0 0 0 1 1 0 37 1 1 41

5 0 0 0 5 1 5 1 0 0 1 13

6 2 0 0 9 2 2 1 7 1 39 63

7 3 0 0 0 2 9 0 0 0 0 14

8 9 3 2 13 5 14 4 0 2 2 69

9 0 0 0 2 1 2 0 0 0 0 5

10 2 2 0 3 0 5 8 24 0 51 44

18 5 2 41 13 63 14 69 5 44 274

MATRIKS DATA HASIL PENGAMATAN II DENGAN INDIKATOR FLANDERS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 2 0 0 6 0 6 0 1 0 3 18

2 1 0 0 3 3 4 1 0 0 1 13

3 0 0 0 7 1 1 1 0 0 1 11

4 0 0 0 2 2 2 0 44 6 9 65

5 0 0 0 11 0 1 0 1 0 2 15

6 1 0 0 5 1 2 0 16 3 19 47

7 2 0 0 3 0 8 1 0 1 0 15

8 8 8 8 16 5 14 7 1 2 2 71

9 3 3 3 0 1 1 2 0 0 1 14

10 1 2 0 12 2 8 3 8 2 0 38

18 13 11 65 15 47 15 71 14 38 307

Keterangan: Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan memberikan motivasi kepada siswa. Selanjutnya memberikan pengantar mengenai materi yang akan dibelajarkan

Keterangan: Guru menjelaskan materi pelajaran kepada siswa secara singkat kemudian meminta siswa memberikan pertanyaan. Guru memberikan apresiasi atas kerja positif siswa

Keterangan: Guru mengolah kelas dengan baik selama pembelajaran berlangsung dengan mengajak siswa berinetraksi dan praktik membaca puisi secara langsung. Guru menggunakan media LCD dalam mengajar

Keterangan: Peneliti melakukan pengamatan secara saksama setiap proses pembelajaran yang terjadi. Peneliti berada pada bagian belakang kelas.

Keterangan: Guru memberikan penguatan kepada siswa ketika selesai melakukan praktik dan ditemukan ada siswa yang masih kurang memahami materi. Peneliti melakukan pengamatan secara langsung dan berada di samping kelas mengamati guru dan siswa belajar

Keterangan: Foto bersama guru dan siswa ketika diakhir pengamatan pembelajaran membaca puisi anak di kelas rendah SD Inpres 3/77 Apala