• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran-saran untuk perbaikan di masa mendatang sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini sebagai berikut:

1. Guru biologi diharapkan lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Melaksanakan pembelajaran dengan model creative problem solving dengan argument mapping dapat diterapkan dengan memperhatikan waktu agar tahapan-tahapan dapat terlaksana dengan baik.

2. Peserta didik sebaiknya berperan aktif dalam pembelajaran dan pengerjaan peta argumen agar dapat lebih berkembang dan meningkatkan skill berargumentasi.

3. Peneliti perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sebesar apa penggunaan model pembelajaran creative problem solving dengan argument mapping pada konsep biologi lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ades, Sanjaya. 2011. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Agnah, Siti Mulya, Rusdi, Yanti Herlanti. 2018. Pengaruh Metode Peta Argumen dan Efikasi Diri terhadap Kemampuan Berpikir Kritis. Edusains. Vol. 10 No. 02.

Arikunto, Suharsimi. 2019. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: Rineka Cipta.

Atika, Amelia dan Kamaruzzaman. 2014. Hubungan Keterampilan Kognitif dengan Kemampuan Mewujudkan Gagasan pada Mahasiswa Semester Pendek Program Studi BK STKIP-PGRI Pontianak Tahun 2011/2012.

Jurnal Pendidikan Sosial. Vol.1 No. 1.

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2010. Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI. Jakarta: BSNP.

Campbell, Neil. l dan Jane B. Reece. 2008. Biologi edisi 8 jilid 3. Jakarta:

Erlangga.

Erfawan, Nurhayati. 2014. Keefektifan Model Creative Problem Solving Berbantuan Buku Saku pada Hasil Belajar Kimia. Chemistry In Education.

Farida. 2017. Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Nasional.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Gautama, Made dan Emirensia. Ati. 2018. Peningkatan Keterampilan Memecahkan Masalah Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Kimia. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia. Vol. 2.

Haidir, Salim. 2019. Penelitian Pendidikan Metode, Pendekatan, dan Jenis.

Jakarta: Kencana.

Hanifah, Ummu. 2016. Pengaruh Skill Argument Mapping terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA Melalui Model Discovery Learning. Skripsi Universitas Lampung.

Herlanti, Yanti. 2014. Analisis Argumentasi Mahasiswa Pendidikan Biologi pada Isu Sosiosaintifik Konsumsi Genetically Modified Organism (GMO).

Jurnal Pendidikan IPA Indonesia.

Herlanti, Yanti. 2014. BLOGQUEST+: Pemanfaatan Media Social pada Pembelajaran Sains Berbasis Isu Sosiosaintifik untuk Mengembangkan Keterampilan Beragumentasi dan Literasi Sains. Bandung: Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Isaksen, Scott, Brian Dorval, Donald Treffinger. 2011. Creative Approaches to Problem Solving: A Framework for Innovation and Change. California:

Sage Publication.

Isrok’atun. 2012. Creative Problem Solving (CPS) Matematis, Prosiding Lumbung Pustaka Universitas Negeri Yogyakarta.

Koestiarti, Karina. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep Virus. Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kurniawan, Asep. 2018. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Malisa, Shella, Iriani Bakti, dan Rilia Iriani. 2018. Model Pembelajaran Creative

Problem Solving (CPS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. Jurnal Vidya Karya.

Mardhiyana, Dewi, Endah Octaningrum. 2016. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Rasa Ingin Tahu Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Artikel Pendidikan Matematika.

Matondang, Zulkifli, Ely Djulia, Sriadhi, Janner Simarmata. 2019. Evaluasi Hasil Belajar. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Maulana, Guntur, Ari Septian, Mastika Insani. 2018. Penggunaan Model Pembelajaran Creative Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika.

Mitchell, William and Thomas Kowalik. 1989. Creative Problem Solving.

Genigraphics Inc.

Mulya, Siti, Rusdi, Yanti Herlanti. 2018. Penerapan Metode Peta Argumen terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA. Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya. Vol. 13 No. 1.

Nursiami, Siti dan Soeprodjo. 2015. Keefektifan Model Pembelajaran Creative Problem Solving Berbantuan Flash Interaktif terhadap Hasil Belajar. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia. Vol. 9 No.1.

Ostwald, James. 2017. Argument Mapping for Critical Thinking. Article Teaching Excellence.

Pratiwi, Sri Maryati, Suharno, Bambang S. 2013. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Pratiwi, Intan, Nurbaya, Sri Indawati. 2016. Pengaruh Strategi Creative Problem

Solving terhadap Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi Siswa Kelas X SMA Srijaya Negara Palembang, E-Journal FKIP UNSRI. Vol 3 No 1.

Redhana, I Wayan. 2010. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Peta Argumen terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Topik Laju Reaksi, Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, Jil.43.

Riduwan. 2012. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesional Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sofyan, Ahmad, Tonih Feronika, Burhanudin Milama. 2006. Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi. Jakarta: UIN Jakarta Press.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sujarweni, Wiratna . 2014. SPSS untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Syahputra, Edy. 2020. Snowball Throwing Tingkatkan Minat dan Hasil Belajar.

Sukabumi: Haura Publishing.

Totiana, Fian, Elfi Susanti, Tri Redjeki. 2012. Efektivitas Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) yang Dilengkapi Media Pembelajaran Laboratorium Virtual terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Materi Pokok Koloid Kelas XI IPA Semester Genap SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2011/2012, Jurnal Pendidikan Kimia. Vol. 1 No. 1.

Treffinger, Donald, Scott Isaksen, dan Brian Dorval. 2010. Creative Problem Solving (CPS Version 6.1) A Contemporary Framework for Managing Change. Creative Problem Solving Group.

Twardy, Charles R.. 2004. Arguments Maps Improve Critical Thinking. Article In Teaching Philosophy.

Uloli, Ritin, Probowo, Tjipto Prastowo. 2016. Kajian Konseptual Proses Berpikir Kreatif dan Pemecahan Masalah, Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek,.

Wardani, Rahmatih, Sriwarthini, dan Nurwahidah. 2020. Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving terhadap Hasil Belajar Siswa.

Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains.

Widodo, Ari . 2005. Taksonomi Tujuan Pembelajaran. Didaktis. 4(2).

Wijayanti, Tutik Fitri. 2016. Potensi Model Pembelajaran Problem Solving Disertai Argument Mapping untuk Meberdayakan Berpikir Kritis. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan. Vol.1 No 1.

Yuliati, Yuyu. 2017. Literasi Sains dalam Pembelajaran IPA. Jurnal Cakrawala Pendas. Vol. 3 No.2.

Zulfiani, Tonih Feronika, Kinkin Suartini. 2009. Strategi Pembelajaran Sains.

Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta.

LAMPIRAN

Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA/MA Mata Pelajaran : IPA Biologi Kelas/Semester : XI MIPA/ Ganjil Materi Pokok : Sistem Sirkulasi Pertemuan ke- : 1

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. TUJUAN

Setelah mengikuti proses pembelajaran melalui tahapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) : Mess Finding, Data Finding, Problem Finding, Idea Finding, Solution Finding, dan Acceptance Finding, peserta didik diharapkan dapat menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia serta menyajikan tulis tentang kelainan pada struktur dan fungsi darah, jantung, pembuluh darah yang menyebabkan gangguan sistem sirkulasi manusia serta kaitannya dengan teknologi melalui studi literatur

B. KOMPETENSI INTI (KI)

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),

santun, responsif, dan pro aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

C. KOMPETENSI DASAR (KD) 1. KD pada KI-1

1.1 Mengagumi, menjaga, melestarikan keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang ruang lingkup objek dan permasalahan Biologi menurut agama yang dianutnya.

Indikator :

1.1.1 Selalu bersyukur dalam setiap kegiatan pembelajaran.

1.1.2 Mengagumi keteraturan Tuhan tentang keanekaragaman hewan, struktur tubuh dan peranannya dalam kehidupan.

1.1.3 Menjaga keanekaragaman hewan dari kepunahan dengan tindakan yang bersifat preventif.

2. KD pada KI-2

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.

Indikator :

2.1.1 Berperilaku ilmiah dalam setiap kegiatan observasi dan eksperimen.

2.1.2 Bekerja sama dengan baik dalam setiap kegiatan kelompok.

2.1.3 Sopan santun dalam berkomunikasi baik dalam mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan argumen/kesimpulan.

3. KD pada KI-3

3.6 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia.

Indikator :

3.6.1 Membedakan komponen-komponen darah manusia dikaitkan dengan penyakit leukimia, anemia, hemofilia.

3.6.2 Membedakan ciri-ciri dan fungsi eritrosit, leukosit, dan trombosit.

3.6.3 Menguraikan penggolongan darah berdasarkan golongan darah sistem ABO.

3.6.4 Menjelaskan aturan dalam melakukan transfusi darah.

3.6.5 Menjelaskan definisi pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).

4. KD pada KI-4

4.6 Menyajikan karya tulis tentang kelaianan pada struktur dan fungsi darah, jantung, dan pembuluh darah yang menyebabkan gangguan sistem sirkulasi manusia serta kaitannya dengan teknologi melalui studi literatur.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari sistem sirkulasi, peserta didik diharapkan mampu:

1. Menentukan ciri-ciri, tempat pembentukannya, dan fungsi komponen darah.

2. Membedakan sel darah eritrosit, leukosit, dan trombosit.

3. Menganalisis peranan negatif jika kekurangan atau kelebihan sel darah bagi kehidupan manusia.

4. Mengaitkan golongan darah dan transfusi darah.

5. Menentukan solusi yang dapat dilakukan terkait penyebab penyakit yang berhubungan dengan komponen darah.

6. Mengetahui definisi pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena)

E. MATERI AJAR

Peta konsep

F. METODE PEMBELAJARAN

Pendekatan : Saintifik terintegrasi argument mapping Model : Creative Problem Solving

Metode : Diskusi, tanya jawab

G. MEDIA PEMBELAJARAN

Media : Video pembelajaran sistem peredaran darah

Alat : Laptop

H. SUMBER BELAJAR

- Irnaningtyas, Sri Ayu. 2013. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Jakarta:Erlangga.

- Pratiwi, Sri maryati, dkk. 2017. Biologi untuk SMA/MA kelas XI.

Jakarta:Erlangga

I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan I

Sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, guru memberikan pretest kepada peserta didik untuk mengukur kemampuan awal peserta didik.

Kegiatan Awal (5 menit) Langkah

pembelajaran

Kegiatan pembelajaran Alokasi

Waktu

Guru Peserta didik

Pendahuluan Sinkronus

 Guru masuk kelas maya (melalui whatsapp grup) tepat waktu dan menyapa peserta didik serta mengajak peserta didik untuk mengakses zoom.

Apersepsi Sinkronus

 Guru memberikan apersepsi dengan menanyakan hal yang berhubungan tentang komponen darah dalam kehidupan sehari-hari.

Sinkronus

 Peserta didik menjawab pertanyaan guru dan memperhatikan

tayangan yang ditampilkan mengenai pembekuan darah.

 Peserta didik sistem peredaran darah dalam kehidupan.

Kegiatan Inti (100 menit) Tahapan

Creative Problem Solving

Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu

Guru Peserta Didik

Mess finding peserta didik menjadi 6 kelompok.

 Guru meminta peserta didik membuka lembar kerja 1 yang sudah

dapat digunakan argumen (argument mapping) sebagai hasil dari diskusi.

penyakit pada artikel yang disajikan.

peristiwa pada artikel dan gambar sehingga anemia, dan hemofilia (eksperimen/eksplora melalui deskripsi dari konteks. literatur seperti buku peserta didik, internet,

kemungkinan tersebut dapat terjadi.

Idea Finding didik berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan

permasalahan yang paling penting mengapa kasus tersebut dapat terjadi. gagasan-gagasan atau ide yang dapat digunakan untuk

Berusaha untuk kelompok secara acak untuk

mempresentasikan hasil diskusi dalam bentuk

peta argumen

(argument mapping) yang telah dibuat secara bergantian.

Kegiatan Akhir (5 menit) Langkah

pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Alokasi

Waktu

Guru Peserta didik

Evaluasi Sinkronus

 Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini, serta mendorong peserta didik untuk selalu bersyukur atas kebesaran Tuhan.

Penutup Sinkronus

 Memberikan reward berupa pujian kepada

kelompok yang

berkinerja baik.

 Mengakhiri pertemuan tatap muka melalui

Sinkronus

 Menerima reward dari guru dengan senang hati

dan mengucap

terimakasih.

 Perwakilan peserta didik memimpin doa

1 menit

zoom dengan doa dan berpesan untuk mempelajari materi selanjutnya.

untuk menutup

pembelajaran.

J. PENILAIAN

No Teknik Penilaian Instrumen Pedoman

Penskoran

1. Tes Soal Pilihan Ganda

(Pre test dan post test) Terlampir

2. Produk Lembar Kerja Peserta

didik

Depok, 18 Januari 2021

Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Biologi Peneliti SMAN 5 Depok

Rahmawati SP.d Azka Hasya Zharfani

NIP. NIM.11150161000046

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA/MA Mata Pelajaran : IPA Biologi Kelas/Semester : XI MIPA/ Ganjil Materi Pokok : Sistem Sirkulasi Pertemuan ke- : 2

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. TUJUAN

Setelah mengikuti proses pembelajaran melalui tahapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) : Mess Finding, Data Finding, Problem Finding, Idea Finding, Solution Finding, dan Acceptance Finding, peserta didik diharapkan dapat menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia serta menyajikan karya tulis tentang kelainan pada struktur dan fungsi darah, jantung, pembuluh darah yang menyebabkan gangguan sistem sirkulasi manusia serta kaitannya dengan teknologi melalui studi literatur

B. KOMPETENSI INTI (KI)

a. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

b. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan

lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

c. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

d. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

C. KOMPETENSI DASAR (KD) a. KD pada KI-1

1.2 Mengagumi, menjaga, melestarikan keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang ruang lingkup objek dan permasalahan Biologi menurut agama yang dianutnya.

Indikator :

1.2.1 Selalu bersyukur dalam setiap kegiatan pembelajaran.

1.2.2 Mengagumi keteraturan Tuhan tentang keanekaragaman hewan, struktur tubuh dan peranannya dalam kehidupan.

1.2.3 Menjaga keanekaragaman hewan dari kepunahan dengan tindakan yang bersifat preventif.

b. KD pada KI-2

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.

Indikator :

2.1.4 Berperilaku ilmiah dalam setiap kegiatan observasi dan eksperimen.

2.1.5 Bekerja sama dengan baik dalam setiap kegiatan kelompok.

2.1.6 Sopan santun dalam berkomunikasi baik dalam mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan argumen/kesimpulan.

5. KD pada KI-3

5.6 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia.

Indikator :

5.6.1 Membedakan ciri-ciri dan fungsi pembuluh darah vena dan pembuluh darah arteri.

5.6.2 Menjelaskan fungsi bagian-bagian dan cara kerja jantung.

5.6.3 Menentukan solusi penyakit yang terjadi pada jantung dan pembuluh darah dikaitkan dengan teknologi sistem peredaran darah.

6. KD pada KI-4

4.6 Menyajikan karya tulis tentang kelaianan pada struktur dan fungsi darah, jantung, dan pembuluh darah yang menyebabkan gangguan sistem sirkulasi manusia serta kaitannya dengan teknologi melalui studi literatur.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari sistem sirkulasi, peserta didik diharapkan mampu:

7. Menentukan ciri-ciri, jenis, dan fungsi pembuluh darah.

8. Membedakan pembuluh vena dan pembuluh arteri.

9. Menjelaskan hubungan pembuluh darah dan jantung.

10. Membedakan bagian-bagian jantung dan fungsinya.

11. Mengaitkan solusi dengan teknologi sistem peredaran darah yang dapat dilakukan terkait penyebab penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung.

E. MATERI AJAR

Peta Konsep

F. METODE PEMBELAJARAN

Pendekatan : Saintifik terintegrasi argument mapping Model : Creative Problem Solving

Metode : Diskusi, Tanya Jawab

G. MEDIA PEMBELAJARAN

Media : Video pembelajaran sistem peredaran darah

Alat : Laptop

H. SUMBER BELAJAR

- Irnaningtyas, Sri Ayu. 2013. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Jakarta:Erlangga.

- Pratiwi, Sri maryati, dkk. 2017. Biologi untuk SMA/MA kelas XI.

Jakarta:Erlangga

I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan II

Kegiatan Awal (5 menit) Langkah

pembelajaran

Kegiatan pembelajaran Alokasi

Waktu

Guru Peserta didik

Pendahuluan Sinkronus

 Guru masuk kelas maya (melalui whatsapp grup) tepat waktu dan menyapa peserta didik serta mengajak peserta didik untuk mengakses zoom.

Apersepsi Sinkronus

 Guru mereview kembali materi yang sudah dipelajari pada pembelajaran

sebelumnya.

 Peserta didik didampingi oleh guru mengamati tayangan

Motivasi Sinkronus sistem peredaran darah dalam kehidupan.

Kegiatan Inti (100 menit) Tahapan

Creative Problem Solving

Kegiatan pembelajaran Alokasi

waktu peserta didik menjadi 6 kelompok yang sudah dibuat sebelumnya.

 Guru menuntun peserta didik membuka lembar kerja 2 yang sudah teknologi dalam sistem peredaran darah.

 Guru meminta peserta didik membuat peta argumen (argument mapping) sebagai hasil dari diskusi. penyakit pada artikel yang disajikan.

peristiwa pada artikel dan gambar sehingga

15 menit

mereka mengambil melalui deskripsi dari konteks. literatur seperti buku peserta didik, internet,

Idea Finding didik berdiskusi dalam kelompok menentukan permasalahan yang paling penting mengapa kasus tersebut dapat terjadi.

permasalahan dan menyepakatinya dalam gagasan tersebut pada teknologi sistem kelompok secara acak untuk

mempresentasikan hasil diskusi dalam bentuk

peta argumen

(argument mapping) yang telah dibuat secara bergantian.

Kegiatan Akhir (5 menit)

Langkah pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Alokasi

waktu

Guru Peserta didik

Evaluasi Sinkronus

 Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini, serta mendorong peserta didik untuk selalu bersyukur atas kebesaran Tuhan.

Penutup Sinkronus

 Memberikan reward berupa pujian kepada

kelompok yang

berkinerja baik.

 Mengakhiri pertemuan tatap muka melalui guru dengan senang hati

dan mengucap

terimakasih.

 Perwakilan peserta didik memimpin doa

untuk menutup

pembelajaran.

1 menit

K. PENILAIAN

No Teknik Penilaian Instrumen Pedoman Penskoran

Depok, 25 Januari 2021

Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Biologi Peneliti SMAN 5 Depok

Rahmawati SP.d Azka Hasya Zharfani

NIP. NIM.11150161000046

Lampiran 2 Lembar Kerja Kelompok Nilai : 26/30X100 = 87

LEMBAR KERJA SISWA 1 Komponen Darah

Kelompok : 1

Nama :

1. Ahmad Fahriza Rivai 2. Aisyah Ayu Wulandari 3. Amanda Ramadhanti 4. Angella Devinka Limerika 5. Aril Hisyam

6. Asyar Majid Riviera 7. Berliana Dwi Cahyani Kelas : XI MIPA 2

TUJUAN

Melalui kegiatan pengamatan, kajian literature, dan diskusi diharapkan Anda dapat:

a. Menentukan ciri-ciri dan fungsi komponen darah penyebab penyakit.

b. Membedakan sel darah eritrosit, leukosit, dan trombosit.

c. Menganalisis peranan negatif jika kekurangan atau kelebihan sel darah bagi kehidupan manusia.

d. Menentukan solusi yang dapat dilakukan terkait penyebab penyakit yang berhubungan dengan komponen darah.

PETUNJUK

Bacalah dan pahami artikel yang telah disediakan. Tentukan permasalahan yang terdapat dalam artikel tersebut yang berkaitan dengan penyakit pada komponen darah.

Kemudian diskusikanlah untuk mencari solusi bersama teman sekelompokmu.

 Peta argumen merupakan cara untuk menampilkan sebuah argumen dengan memvisualisasikannya secara terstruktur. Argumen yang ada dapat saling berhubungan serta kesimpulan utama akan didukung oleh alasan.

 Cara Membuat Peta Argumen

1. Pada kotak pertama berisi klaim/hipotesis yang merupakan pendapat yang dikemukakan.

2. Data/ground yaitu fakta yang dikemukakan untuk mendukung klaim. Pada kotak penjamin/warrant berfungsi membenarkan data ke klaim.

3. Penjamin didukung oleh pendukung/backing. Qualifer menunjukan kekuatan rasional dari pendapat seseorang.

4. Rebuttal/sanggahan menunjukan bukti atau alasan yang melemahkan atau menghancurkan klaim.

PENTING!!!

kalian akan diminta menyelesaikan permasalahan yang terdapat pada artikel dalam bentuk argument mapping atau peta argumen, maka dari

itu, kalian harus mengetahui cara membuat argumen.

Tanpa pencegahan memadai, luka seperti ini akan menyebabkan infeksi.

Pengalaman klinik

memperlihatkan bahwa tanpa pencegahan yang memadai akan menyebabkan masalah yang serius.

Backing / Pendukung:

Direkomendasikan perawatan untuk menjahit dan menutup luka, memberikan penisilin dan istirahat penuh.

Dua belas jam yang lalu, seseorang pasien terjatuh dari motor dan mendapatkan benturan keras pada kepala disertai luka kulit kepala mendalam. Dia pucat, pusing, lesu, dan demam rendah.

Claim / Hipotesis:

Warrant / Penjamin:

Ground / Data:

Bacalah artikel di bawah ini untuk menjawab soal berikutnya!

Leukemia adalah kanker darah yang berawal dalam sumsum tulang belakang, tempat sel darah dibuat. Pada leukemia, sumsum tulang belakang membuat sel darah putih yang belum matang yang disebut sel leukemik. Sel yang belum matang ini tidak berfungsi secara normal, dan mengerubungi sel yang sehat. Tidak seperti kebanyakan kanker lainnya, leukemia bisa terjadi pada orang dewasa dan anak-anak, meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa. Leukemia berpotensi untuk disembuhkan. Leukemia memiliki tingkat kesembuhan tertinggi di antara semua jenis kanker yang ganas. Ada banyak subjenis leukemia dan pengobatannya pun bervariasi.

Penyebab leukemia masih belum bisa dipahami dengan baik.

Leukemia diduga dipicu oleh satu sel yang tidak normal pada sumsum tulang, di mana gen penting yang mengendalikan bagaimana sel harus

Leukemia diduga dipicu oleh satu sel yang tidak normal pada sumsum tulang, di mana gen penting yang mengendalikan bagaimana sel harus

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh : Azka Hasya Zharfani (Halaman 94-200)

Dokumen terkait