• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I : PENDAHULUAN

B. Saran

Saran-saran yang akan penulis ajukan selama menyusun skripsi ini dan selama melaksanakan penelitian di LAZIS Muhammadiyah adalah sebagai berikut :

1. Pengenalan layanan jemput zakat lebih dipromosikan secara luas lagi, karena pengetahuan masyarakat yang berada di kota-kota kecil, contohnya seperti di Bogor, sangat kecil untuk mengetahui tentang layanan berdonasi melalui layanan jemput zakat

2. Hubungan komunikasi antara para donatur dan pihak LAZIS Muhammadiyah harus tetap dipertahankan, karena hal ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempertahankan kesetiaan para donatur.

3. Walaupun tingkat efektifitas layanan jemput zakat kecil, tetapi diharapkan layanan ini dapat terus diupayakan untuk tetap dipertahankan dan dikembangkan, karena menurut penulis

layanan jemput zakat mempunyai ciri khas tersendiri bila dibandingkan dengan layanan-layanan yang lain.

Demikianlah saran-saran yang dapat penulis kemukakan. Semoga dapat membantu memecahkan masalah yang terjadi di Lembaga-lembaga Amil Zakat, khususnya di LAZIS Muhammadiyah.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Buny D, Ahmad. Problematika Harta & Zakat. (Yogyakarta: Yayasan Pendidikan al-Qur’an, 1975).

Ali, Mohammad Daud. Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf. (Jakarta: Universitas Indonesia, 1988).

Amirullah dan Cantika, Sri Budi. Manajemen Strategi. (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2000).

Amsari, Fuad. Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia. (Bandung: Mizan, 1990).

Assauri, Sofjan. Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep, dan Strategi

(Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004).

Asyarie, Sukmadjaja dan Yusuf, Rosy. Indeks Al-Qur’an. (Bandung: Pustaka, 2000).

Bariadi, Lili, dkk. Zakat dan Wirausaha. (Jakarta: Center For Enterpreneurship Development, 2005).

David, Fred R. Manajemen Strategi Konsep. (Jakarta: Prenhalindo, 2002).

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka, 1997).

Hidayati, Nurul. Metodelogi Penelitian Dakwah (Dengan Pendekatan Kualitatif), Cetakan I. (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta Press, 2006).

Kardiman, A.M. Pengantar Ilmu Manajemen. (Jakarta: Pronhallindo, t.t.).

Keraf, Gorys. Komposisi, Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Cetakan X, (Flores: Nusa Indah, 1994).

Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian, Edisi ke-8. Di Indonesiakan

oleh Ancella Anitawati Hermawan SE, MBA (Jakarta: Salemba Empat, 1995).

LAZIS Muhammadiyah. Profil LAZIS Muhammadiyah. (Jakarta: LAZIS Muhammadiyah: 2008).

——————————. Job Discription Fundraising 2010 (Jakarta: LAZISMU, 2010).

——————————. Matrix Perencanaan Program dan Kegiatan Fundraising LAZIS Muhammadiyah/ Tahun Program 2010-2012. (Jakarta: LAZISMU, 2010).

——————————. Termo Reference (TOR) Program dan

Kegiatan Divisi Cuctomer Care (Jakarta: LAZISMU, 2010). Lupiyoadi, Rambat dan Hamdani, A. Manajemen Pemasaran Jasa,

Edisi ke-2. (Jakarta: Salemba Empat, 2006).

Moleong, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, 2002).

Nasuhi, Hamid. dkk. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi). (Jakarta: CeQDA UIN, 2007).

Nawawi, Hadari. Manajemen Strategi Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan dengan Ilustrasi di Bidang Pendidikan,

(Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press, 2000).

Norton, Michael. Menggalang Dana. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2002).

Permono, Hadi. Sumber-sumber Penggalian Zakat. (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1992).

Purnomo, Setiawan Hari dan Zulkieflimansyah. Manajemen Strategi Sebuah Konsep Pengantar. (Jakarta: Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi UI, 1999).

Salim, Peter. ’s Ninth Collegiate Indonesia-English Dictionary, (Jakarta; Modern English Press, 2000).

Setyarso, Iqbal. Manajemen Zakat Berbasis Korporat, Kiprah Lembaga Pengelola Zakat Pulau Sumatera. (Jakarta: Khairul Bayan, 2008).

Siagian, S. P. Manajemen Modern. (Jakarta: Masagung, 1994).

Soejono Dan Abdurrahman, Metode Penelitian Suatu Pemikiran Dan Penerapan, (Jakarta : Rineka Cipta, 2005 ).

Stainer, George dan Minner, John. Manajemen Strategik. (Jakarta: Erlangga, t.t).

Stoner, J.A.F. dan Freeman, R.E. Manajemen, Jilid I. (Jakarta: Intermedia, 1994).

Suharsimi, Ari Kunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis

(Jakarta: Bina Aksara,1985).

Syamsudin, Din. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani, (Jakarta: logos, 2000).

Wirata, I Made. Pedoman Penelitian, Skripsi, dan Tesis. (Yogyakarta: Andi, 2006).

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Kelengkapan Dokumentasi Penelitian

1. Surat Pengajuan Judul Skripsi 2. Surat Penelitian dan Wawancara 3. Surat Permohonan Bimbingan Skripsi

4. Surat Keterangan Penelitian dari LAZIS PP Muhammadiyah (LAZISMU)

5. Surat Ujian Skripsi 6. Transkip Nilai

Kelengkapan Dokumentasi dari LAZIS PP Muhammadiyah (LAZISMU)

1. Daftar Pertanyaan (Wawancara) dengan Narasumber:

a. Bapak Nanang Q. el-Ghazal Bagian Fundraising Manager

b. Ibu Upik Rahmawati Bagian Financial Director

2. Presentase Donatur Melalui Kas

3. Cover Majalah Media Profil LAZIS Muhammadiyah 4. Manivesto LAZIS Muhammadiyah

5. Sekilas Profil LAZIS Muhammadiyah 6. Struktur Organisasi LAZIS Muhammadiyah 7. Artikel Zakat Creative

8. Program-program Pendayagunaan LAZIS Muhammadiyah 9. Spanduk Ajakan Untuk Layanan Jemput Zakat Kilat 10.Tabel Jenis dan Bentuk Layanan Donasi

11.Visi dan Misi LAZIS Muhammadiyah 12.Cetak Biru LAZIS Muhammadiyah

13.Program dan Aktivitas Program Fundraising LAZISMU

14.Matrix Perencanaan Program dan Kegiatan Fundraising LAZISMU 15.Pengorganisasian Divisi Fundraising LAZISMU

16.Job Discription Fundraising LAZISMU

17.Termo Reference (TOR) Program dan Kegiatan Divisi Costumer Care

Pada Tanggal 23 Februari 2010

Dengan Initials N = Bapak Nanang dan P = Putri

P: “Bagaimana latar belakang dari layanan jemput zakat?“

N: “Layanan jemput zakat berdiri sejak tahun 2002, yang merupakan pelayanan strategi fundraising LAZIS Muhammadiyah dan berkaitan dengan karakteristik donatur yang mempunyai kebutuhan seperti;

1. Mereka ingin berzakat dan memastikan bahwa zakat mereka betul-betul diterima kepada yang berhak menerima, sehingga ingin bertemu dengan pihak LAZIS Muhammadiyah.

2. Mereka yang mempunyai kebebasan waktu dirumah, biasanya dalam konteks ini; ibu-ibu rumah tangga.

3. Mereka yang belum akrab dengan layanan LAZIS

Muhammadiyah yang lain.“

Dan disinilah layanan jemput zakat ini berperan dalam kehidupan mereka.

P: “Apakah tujuan dan dasar hukum dari program layanan jemput zakat?”

secara aman, nyaman, lifestyle dan mudah.”

P: “Bagaimanan sich rencana kerja layanan jemput zakat?“

N: “Rencana kerjanya yaitu melayani penjemputan donatur untuk wilayah di daerah Jakarta dan sekitarnya, seperti; Tanggerang, Bekasi, dan Depok.“

P: “Mengapa layanan ini hanya melayani di daerah Jakarta saja?“ N: “Karena terkait dengan waktu, dan jangkauan yang jauh, sehingga

lebih baik di transfer via rekening atau auto debet.“

P: “Untuk menggunakan layanan jemput zakat, dalam berdonasi, dibataskan tidak berapa jumlah yang harus didonasikan?“

N: “Dulu dibatasi untuk jemput zakat minimal satu juta rupiah, tetapi dua tahun terakhir ini ada pemikiran, walaupun ini memakan waktu tetapi layanan selalu diutamakan dalam jemput zakat, berapapun jumlah donasi itu, akan dijemput.“

P: “Lalu... sistem kerja dari layanan jemput zakat itu bagaimana?“ N: “mekanisme kerja dari layanan jemput zakat itu;

1. Muzaki menghubungi customer service di LAZISMU, untuk menentukan waktu, kapan, dan dimana tempatnya.

2. Dari pihak LAZISMU akan mengutus staf yang akan menjemput.

berapa jumlah donasi yang akan dizakatkan. Hal ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan antara pihak LAZISMU dan muzaki.

4. Setelah proses transaksi, pihak muzaki akan mendapat kwitansi, dan dari pihak amil juga akan melaporkan hasil penjemputan zakat itu kepada kasir customer service LAZISMU.

P: “Lalu... setelah itu, apakah sistem kerjanya cukup sampai disitu saja?“

N: “Ya... walaupun sudah dijemput, aspek perhatian LAZISMU belum sampai disini saja, setelah mekanisme kerja yang saya sebutkan tadi, dari pihak LAZIMU akan menghubungi pihak muzaki untuk mengucapkan terimakasih, dan dari pihak muzaki sendiri akan mendapatkan penghargaan dalam bentuk ucapan terimakasih. Untuk tahap selanjutnya, pelayanan ini akan diberlakukan melalui konsep jejaring, dan melalui skema ini maka jika ada donatur yang ingin berdonasi dari luar Jakarta atau didalam atau di luar Indonesia, akan bisa kami layani. Dan sistem ini akan berjalan berulang terus sepeti ini.“

P: “Lalu... ada tidak dasar hukum yang mendasari terbentuknya layanan jemput zakat ini?“

muzaki kepada lembaga, dan ini caranya bermacam-macam, ada yang dijemput atau dengan cara lain, jelas tidak ada undang-undang yang mendasari. Dan secara agama juga, tidak... karena dalam Al-Qur’an pun tidak ada yang mengatur sistem layanan jemput zakat ini.“

P: “Lalu... strategi apa yang dipakai dalam layanan jemput zakat ini?“ N: “Disinilah tugas Muhammadiyah bagaimana agar branding

LAZISMU ini mengakar kuat di masyarakat, mulai dari menyusun berbagai macam konsep strategi sampai kepada layanan dan perhatian LAZISMU, strategi tersebut seperti;

1. Strategi umum Communication 2. Strategi komunikasi media 3. Strategi Penguatan Jejaring

4. Strategi penguatan customer service, dalam konteks ini terbagi menjadi dua, yaitu; layanan dan perhatian donatur, dari dua hal ini sehingga akan membangun komunikasi donatur.“

P: “Lalu.. proses segmentasi dari layanan jemput zakat ini seperti apa?“

N: “Secara geografis kewilayahan itu ada beberapa tahapan DKI Jakarta dan sekitarnya, dan seluruh Indonesia. Secara demografis, LAZISMU tidak memilah-milih, semua segmen demografis, semua

memang masuk kepada bagian dari strategi segmentasi LAZISMU itu masuk, dan memang itu sebetulnya tergantung kepada kewilayahan.“

P: “Lalu... Target dari layanan jemput zakat sendiri itu apa?“

N: “Dari sisi persentase, semakin tinggi persentase orang yang ingin berzakat di LAZISMU tetapi berkorelasi menurunnya orang dengan layanan yang lain, jarak mekanisme dari tahun ketahun, kesadaran pola orang berdonasidi LAZISMU itu adalah berzakat akan menurun tetapi donasimelalui skema yang lain naik, nah.. jadi keberhasilan LAZISMU itu adalah ketika layanan jemput zakat menurun tetapi dari layanan lain meningkat. Selain itu target layanan jemput zakat meliputi pelayanan kan terus juga dikembangkan dan ditingkatkan, melalui bentuk perhatian, seperti menulis tanggal lahir dari para donatur, nah... dari situ akan terlihat kapan hari ulang tahun para donatur dan dari pihak LAZISMU akan akan memberikan ucapan.“

P: “Lalu.. Posisi layanan jemput zakat ini seperti apa?“

N: “layanan jemput zakat ini merupakan sebuah pelayanan, yang merupakan aktivitas program dari program layanan donatur, dari customer care, customer care adalah satu bagian terbesar dari posisi di fundraising, yaitu layanan jemput zakat.“

Pada Tanggal 9 Maret 2010

Dengan Initials N = Bapak Nanang dan P = Putri

P: “Hal apa sich yang dilakukan agar layanan jemput zakat ini terus diminati dan berkembang, sehingga layanan jemput zakat ini nantinya bisa mengembangkan profitabilitas?“

N: “layanan jemput zakat akan terus memberikan kemudahan, kepuasan, dan komunikasi interpersonal, nah... ketiga hal ini yang akan terus kami kembengkan, sehingga hal ini semakin bisa untuk bisa dinikmati. Sehingga profitabilitasnya itu, layanan jemput zakat akan dimaksimalisasikan melalui konsep jejaring.“

P: “Lalu awal mula atau riwayatnya dalam mengenalkan layanan jemput zakat ini bagaimana?“

N: “Biasanya, disemua media promo kami, seperti iklan, media cetak, brosur, direct mail, banner, itu selalu kami cantumkan nomor telepone kantor kami, dan memberitahukan bahwa di kantor LAZISMU ada layanan yang disebut dengan layanan jemput zakat kilat.“

N: “Jadi intinya layanan jemput zakat ini akan terus kami pertahankan karena memiliki kemudahan yang berbeda dengan layanan yang lain, dan tetap komunikasi personal akan tetap kami jaga, tetapi ini

Jumlah Presentase Layanan Jemput Zakat. Pada Tanggal 17 Maret 2010

Dengan Initials U = Ibu Upik dan P = Putri

P: “Melihat dari hasil persentase ini, saya kurang mengerti dari total, ini total perolehan dari mana yach?!

N: “Och ini total dari kas dan dari bank….. Nah bisa dilihat khan dari hasil semua itu peroleh kami melalui layanan jemput zakat naik turun, dan cenderung dari layanan lain meningkat.“

Dokumen terkait