• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

1. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh ekstrak daun senggani terhadap mekanismenya sebagai bahan pengawet alami pada daging sapi segar.

2. Diharapkan dapat meminimalisir penggunaan pengawet sintesis yang dapat mengganggu kesehatan.

56

Pangan dan Gizi.

Ansel H. C, 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. Jakarta: Universitas Indonesia.

. 2005. Pengantar Sediaan Farmasi Edisi IV, Jakarta : Universitas Indonesia.

Anggraeni, E. 2012. Pengunaan Kitosan Sebagai Pengawet Alami Terhadap Terhadap Mutu daging Ayam Segar Selama Penyimpanan Suhu Ruang.

Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Badan Standarisasi Nasional. 2008. Mutu Karkas pada Daging Sapi. SNI 01-3932-2008.

Budianti E. 2002. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Buku Kedokteran. EGC.

Buckle. 2007. Mikrobiologi Terapan. Hal. 41-42. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Cahyadi, W. 2009. Analisis & Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Edisi Kedua. Jakarta Bumi Aksara.

. 2012. Analisis & Aspek Kesehatan Bahan Tambahan pangan. Edisi Kedua. Jakarta Bumi Aksara.

Cawon, M.M. 1999. Plant Products As Antimicrobial Agent. Clinical Mikrobiologi Reviews 12: 564-82

Dalimartha, S. 1999. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid I. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Dewi, F.K. 2010. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia Linnaeus.) Terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar. Skripsi. Surakarta. Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret.

Depkes RI. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Deptan. 2009. Pemilihan dan Penanganan Daging Segar. www.pustaka- deptan.go.id/agritek/lip50019.pdf - (Diakses pada tanggal 5 Desember 2014).

Gunawan, D. dan Mulyani. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) Jilid I. Jakarta; Penebar Swadaya.

Fasshi, A.R. dsn I. Kanfer. 1986. Effect of Compressibility and Powder Flow Propertis on Tablet Wight Variation. Drud Development and Industrial Pharmacy.

Hasyim, M,. M.Haman., Syahrin, A. 2006. Formalin Bukan formalitas. Buletin

CP. Edisi Januari (73) VII

Harbone, JB. 1987. Fitokimia Modern Cara Menganalisis Tumbuhan. Jakarta : ITB. Bandung.

Hardiwiyoto, S., Rahayu,S . E., Bawono,Y.I.2005. Pengawetan Daging Segar Dengan Ekstrak Metabolik Bakteri Asam Lakat dari Buah Tomat. Vol.29(1):0126-4400. Buletin Pertanian

Hustasoit, K., I Gusti K., I Ketut S. 2013. Kualitas Daging Se’i Sapi di Kota Kupang Ditinjau dari Jumlah Bakteri Coliform dan Kadar Air. Vol.02(3).

Jurnal . Indonesia Medicus Veterinus.

James , J., Colin B., Helen S. 2008. Prinsip-Prinsip Sain untuk Keperawatan. Hal. 115. Jakarta : Erlangga.

Jawetz, E, 2005. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi 20. Hal 50. Diterjemahan Widarini, N. Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Killey, A. 2013. Kitosan Sebagai Antibakteri Analisis Bahan Pangan yang Aman dan Tidak Berbahaya. Skripsi. Maluku: Universitas Patimura

Lachman, L. Teori dan Praktek Industri Farmasi Third Edition. Philadelphia: Lea and Febiger, 1986.

Nurwantoro, Abbas, S. 1997. Mikrobiologi Pangan Hewan-Nabati. Yogyakarta: Kanisius (anggota IKAPI).

Munarnis E. 1982. Pengolahan Daging. Jakarta : CV. Yasaguna.

Notoatmojo, S. 2002. Metodologi penelitian Kesehatan. Jakarta Pusat; PT Asdi Mahasatya.

Prasetyo, P. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Purwani, E., Retnaningtyas, Dyah Widowati. 2008. Pengembangan Pengawet Alami dari Ekstrak Lengkuas, Kunyit, dan Jahe pada Daging dan Ikan Segar. Laporan penelitian Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas

Muhammadiyah Surakarta.

Raharjo, S. 2010. Aplikasi Madu Sebagai Pengawet Daging Sapi Segar Selama Proses Penyimpanan. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Robinson T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tingkat Tinggi. Bandung: ITB Bandung

Syamsir, Elvira, 2008. Mikroba pada Daging Giling. www.id.shvoong.com ›

Sains › Biologi. (Diakses pada tanggal 19 Januari 2015).

Siagian, A. 2002. Mikroba Patogen Pada Makanan dan Sumber

Pencemarannya. Fakultas Kesehatan Masyarakat. USU.

http://www.library.usu.ac.id. (Diakses pada tanggal 15 Desember 2014). Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Hal 22-24. Jakarta: Papar Sinar

Sinanti.

Susilowarno, R.G., Hartono, R.S, Mulyadi, Murtiasih, T.E., Murtaningsih Ninayati. 2007. Biologi Sains dalam Kehidupan. Hal. 49,52, 57. Jakarta: Grasindo.

Soeparno. 1992. Ilmu dan Teknologi Daging. Yogyakarta : UGM Press.

Soputan, Jeanette E. M., 2004. Dendeng Sapi sebagai Alternatif Pengawetan Daging Sapi. Makalah Pribadi Pengantar ke Falsafah Sains Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Suliantri, B.S.L., Jenie M.T. Suhartono, dan A. Apriantono. 2008. Aktivitas antibakteri ekstrak sirih hijau (Piper betle L) terhadap bakteri Patogen.

Jurnal dan Teknologi Industri Pangan.Vol 19(1): 1-7

Tryana, S.T. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Hal 42-43. Malang: Djambatan. Waluyo, L. 2007. Mikrobilogi Umum. Hal 46, 47, 55. Surabaya : Penerbit

Universitas muhamadiyah Malang

Winarno F G, S Fardiaz, dan D Fardiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta : PT. Gramedia

Zakaria, Z, A., Joffry, SM. 2012. Melastoa malabathricum (L.) Smith Ethnomedicinal Uses, Chemical Constituents, and Pharmacological Properties: A Review. Vol 1(48). Jurnal. Hindawi Publising Carporation Evidance-Based Complementary and Alternative Medicine.

Lampiran 2. Alur Penelitian

Determinasi Daun Senggani

Penyiapan Simplisia

Ekstrksi Daun Senggani

Pembuatan Larutan Uji

Sterilisasi

Pengawetan Sampel

Hasil dan Pembahasan

Analisis data Pengujian Hasil Pengawetan

Lampiran 3. Proses pembuatan simplisia daun senggani

Daun senggani (Melastoma malabathricum L.)

Pencucian daun senggani

Pengeringan daun senggani

Daun senggani dihaluskan dan diayak dengan ayakan mesh 60

Lampiran 4. Proses Ekstraksi Dengan Metode Maserasi

Simplisia daun senggani dimasukkan toples kaca

Maserasi dan filtrat disaring

Penguapan hasil maserasi

Lampiran 5. Perhitungan Rendemen Ekstrak Daun Senggani 1. Susut Pengeringan Berat Basah = 3000 g Berat Kering = 560 g Susut pengeringan (%) = 81,33%

Kadar air yang telah hilang = 100 % – % susut pengeringan = 100 – 81,33

= 18,66 %

2. Berat ekstrak = Berat cawan isi – Berat cawan kosong = = 102, 22 gram. 3. Rendemen % = = = 20,44 %

Lampiran 6. Hasil Skrining Fitokimia

Saponin Flavonoid Tanin

Alkaloid

Lampiran 8. Persiapan (sampel daging sapi segar)

Daging sapi segar Penyimpanan

Pencucian Penimbangan

Lampiran 10. Perhitungan Pembuatan Media

1. Pembuatan Media LBA (Luria Bertani Agar)

Pepton = NaCl = Yeast Exstract = Agar =

2. Pembuatan Media PCA (Plate Count Agar) Yeast extract = Cesain = Glukosa = Agar = Aquades = 800 ml

Lampiran 11. Gambar Isolasi dan Inkubasi

Inkubasi

Lampiran 12. Isolasi Hari Pertama

Kontrol Positif (+) Kontrol Negatif(-)

Konsentrasi 5% Konsentrasi 10%

Lampiran 13. Isolasi Hari Kedua

Kontrol Positif (+) Kontrol Negatif (-)

Konsentrasi 5% Konsentrasi 10%

Lampiran 14. Isolasi Hari Ketiga

Kontrol Positif (+) Kontrol Negatif(-)

Konsentrasi 5% Konsentrasi 10%

Lampiran 15.Tabel Biakan Murni

No. Spesies

Bakteri Karakteristik Perlakuan

1 Spesies 1 Form Elevation Margin Colour : : : : Irreguler Lobate Flat white Kontrol (+) Kontrol (-) 2 Spesies 2 Form Elevation Margin Colour : : : : Filamentous Filamentous Flat White Kontrol (-) 3 Spesies 3 Form Elevation Margin Colour : : : : Circular Convex Undulate White Kontrol (-) 4 Spesies 4 Form Elevation Margin Colour : : : : Circular Umbonate Entire Yellow Kontrol (-) 5 Spesies 5 Form Elevation Margin Colour : : : : Circular Umbonate Curled White Kontrol (-) Daun Senggani 5% Daun Senggani 10% Daun Senggani 15% Daun Senggani 20% 6 Spesies 6 Form Elevation Margin Colour : : : : Circular Entire Umbonate White Kontrol (-) Daun Senggani 5% Daun Senggani 10% Daun Senggani 15% Daun Senggani 20% 7 Spesies 7 Form Elevation Margin Colour : : : : Circular Entire Convex White Kontrol (-)

Keterangan: Form : Bentuk Koloni Margin : Tepi Toloni Elevation : Permukaan Koloni Colour : Warna Koloni

Lampiran 16. Hasil biakan Murni dan Pewarnaan Gram Bakteri

Hasil biakan murni

Lampiran 17. Hasil Gram Bakteri

Spesies1. Bakteri basil gram negatif

Spesies 2. Bakteri kokus gram negatif

Spesies 4. Bakteri kokus gram negatif

Spesies 5. Bakteri basil gram positif

RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama Fika Maghfiroh yang dilahirkan di Malang, Jawa Timur pada tanggal 10 Agustus 1994. Penulis merupakan putri kedua dari Bapak Maskur dan Ibu Subandiah.

Penulis menempuh pendidikan resmi pertama di MI Miftahul Ulum Balearjo Pagelaran, Malang pada tahun 2000 dan ditamatkan pada tahun 2006. Penulis melanjutkan pendidikan ke MTs Nurul Hikmah Sangatta dan ditamatkan pada tahun 2009. Selanjutnya Penulis melanjutkan pendidikan ke SMK Singa Geweh Sangatta selama 3 tahun dan tamat pada tahun 2012. Penulis melanjutkan jenjang pendidikan kefarmasian di Akademi Farmasi Samarinda dari tahun 2012 hingga 2015.

Penulis pernah melaksanakan praktek kerja lapangan di RSUD Kudungga Sangatta, Puskesmas Segiri Samarinda dan Apotek Kimia Farma Imam Bonjol Samarinda pada tahun 2014 dan 2015. Penulis menyelesaikan pendidikan di Akademi Farmasi Samarinda dengan melaksanakan Tugas Akhir yaitu membuat Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 70% Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Koloni Bakteri Pada Daging Sapi’’.

Dalam dokumen UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70 DAUN SEN (Halaman 70-95)

Dokumen terkait