BAB V PENUTUP
5.3.3 Saran untuk Pengembang Materi Pembelajaran
Saran untuk pengembang materi pembelajaran yaitu sebagai berikut.
1. Pengembangan materi harus didasarkan pada hasil analisis kebutuhan siswa. Hal ini perlu dilakukan supaya materi pembelajaran yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan siswa.
2. Pengembangan materi hendaknya memperhatikan karakteristik siswa, ketepatan informasi, dan kejelasan tujuan agar materi yang dikembangkan dapat bermanfaat untuk siswa
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Yunus. 2013. Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan
Karakter. Bandung: Refika Aditama.
Ambarwati, Y. et al. 2015. “Basastra: Pembelajaran Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi”. Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya. 3 (2), 3-15.
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Pedoman Pengembangan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta.
David A, Jacobsen. Eggen, P. Dan Kauchak, D. 2009. Methods for
Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hamdayama, Jumanta. 2014. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif
dan Berkarakter. Bogor: Ghalia Indonesia.
Harjanto. 2006. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Imron, Ali. 1996. Belajar & Pembelajaran. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.
Keraf, Gorys. 2007. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kurnia, Deka. 2011. Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis
Argumentasi dengan Menggunakan Metode Jigsaw pada Siswa Kelas XB SMA Islam 1 Gamping Sleman Yogyakarta. Yogyakarta:
Skripsi. UNY.
Kusdiningsih, Erni Zakia. 2016. Pengembangan LKPD Berbasis
Kemampuan Argumentasi dengan Menggunakan Model Problem Solving untuk Meningkatkan Literasi Sains. Lampung: Tesis. Unila.
Mulyati. 2014. Terampil Berbahasa Indonesia. Palembang: Prenadamedia Group.
Nurgiantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa dan
Sastra. Yogyakarta: BPFE.
Nurudin. 2007. Dasar-dasar Penulisan. Malang: UPT Universitas Muhammadiyah Malang.
Parmin, E. Perniati. 2012. Pengembangan Modul Mata Kuliah Strategi
Belajar Mengajar IPA Berbasis Hasil Penelitian Pembelajaran.
Puskur. 2003. Model Pelatihan dan Pengembangan Silabus. Jakarta: Balitpang Depdiknas.
Putera, Nusa. 2011. Penelitian Kualitatif: Proses dan Aplikasi. Jakarta: Indeks.
Prastowo, Andi. 2011. Memahami Metode-Metode Penelitian. Jogjakarta: AR-Ruzz Media.
Rakasihwi, Adetya. 2013. Kemahiran Menulis Paragraf Argumentasi
dengan Media Gambar Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Swasta Bintan Tanjungpinang Tahun ajaran 2012/20113. Journal. [5
November 2016].
Rusman. 2010. Model-model Pembelajaran. Bandung. Rajawali Pers. Said, A. dan Budimanjaya, A. 2015. 95 Strategi Mengajar Multiple
Intelligences. Jakarta: Prenadamedia Group.
Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitaif & Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Septiani, Tika. 2011. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan
Deskripsi Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Concept Sentence dengan Teknik Pengamatan Objek Langsung Pada Siswa Kelas XA SMA Negeri Wangon Kabupaten Banyumas. Skripsi:
Pragram S1 Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susanto, H. 2015. Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi. Tersedia https://bagawanabiyasa.wordpress.com/2015/12/12/keterampilan-menulis-karangan-argumentasi/. [30 Maret 2017].
Syaifudin, Ahmad. 2012. Pengembangan Model Pembelajaran Menulis Argumentasi Siswa SMA Melalui Dukungan ICT. Semarang: Skripsi. UNS.
Tegeh, I Made, dkk. 2014. Model Penelitian Pengembangan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Wahyudi, Eko. 2011. Pengembangan Pembelajaran Menulis Menggunakan Metode Active Learning dan Media Gambar Berseri
Untuk Kelas X Semester 1 SMA Sang Timur Yogyakarta.
Yogyakarta: Skripsi. USD.
Widharyanto, B, dkk. 2003. Student Active Learning sebagai salah Satu
Pendekatan Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Yogyakarta:
Pusat Penelitian Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. PBSID.FKIP.USD.
Wijaya, Prima Ibnu. 2013. Pengembangan Materi Menulis Karangan
Narasi dengan Menggunakan Media Gambar Karikatur untuk Siswa Kelas X Semester 1. Yogyakarta: Skripsi. USD.
Wiyani, Novan Ardy. 2013. Desain Pembelajaran Pendidikan. Yogyakarta: AR-Ruzz Media.
Lembar Kuesioner untuk Siswa Kelas X SMA PL Sedayu Yogyakarta
Analisis Kebutuhan Siswa
Petunjuk Pengisian:
Berilah tanda centang () pada kolom yang sesuai dengan pendapat Anda.
NO BUTIR PERNYATAAN YA TIDAK
1. Siswa memahami tujuan dan manfaat pelajaran menulis karangan argumentasi pada saat proses belajar mengajar.
2. Materi pembelajaran menulis yang dipelajari sesuai dengan kebutuhan hidup sehari-hari.
3. Materi pembelajaran menulis yang dipelajari mudah dipahami dan menarik.
4. Siswa selalu memiliki kesempatan bertanya pada saat pembelajaran menulis karangan argumentasi.
5. Proses belajar mengajar menggunakan media pembelajaran seperti teks.
6. Latihan menulis karangan argumentasi selalu diberikan saat proses pembelajaran.
7. Saya merasa terbantu jika pelajaran menulis disertai dengan model pembelajaran yang mendukung.
8. Saya pernah mengalami proses belajar menggunakan
teknik jigsaw.
9. Saya masih mengalami kesulitan ketika menulis suatu karangan argumentasi.
10. Saya tertarik untuk mempelajari materi menulis suatu karangan argumentasi.
Nama : No Absen : Kelas :
Petunjuk Pengisian:
Berilah tanda centang () pada pilihan yang sesuai dengan pendapat Anda. Anda dapat memilih lebih dari satu.
1. Apakah Anda menyukai pembelajaran menulis karangan argumentasi? (...) tidak suka
(...) cukup suka (...) suka (...) suka sekali (...) __________
2. Menurut Anda apakah pembelajaran menulis karangan argumentasi sulit dipahami? (...) sangat sulit (...) sulit (...) mudah (...) biasa saja (...) __________
3. Apakah pembelajaran menulis karangan argumentasi di kelas sudah menarik? (...) belum menarik (...) cukup menarik (...) menarik (...) sangat menarik (...) __________
4. Faktor apakah yang menjadi penghambat dalam pembelajaran menulis? (...) penyampaian materi sulit dipahami
(...) model pembelajaran yang digunakan kurang menarik (...) saya masih kurang berlatih dalam menulis karangan (...) kurangnya ide untuk menulis
(...) __________
5. Desain materi pembelajaran yang diinginkan yaitu? (...) materi pembelajaran yang disertai banyak latihan (...) materi pembelajaran dengan sedikit latihan
(...) materi pembelajaran berupa teks dan tugas-tugas yang menunjang pembelajaran
6. Teknik yang sering digunakan dalam menulis karangan argumentasi yaitu (...) diskusi
(...) observasi (...) wawancara (...) __________
7. Penyampaian materi yang saya sukai yaitu (...) diskusi kelompok
(...) guru ceramah (...) bermain peran (...) __________
8. Topik yang saya inginkan saat pembelajaran menulis karangan argumentasi yaitu (...) pendidikan (...) kesehatan (...) wisata (...) lingkungan sekitar (...) __________
9. Yang saya lakukan ketika kesulitan membuat karangan argumentasi yaitu (...) bertanya kepada guru
(...) bertanya kepada teman sekelas (...) mencari sumber lain
(...) __________
10. Pembelajaran yang saya sukai (...) serius
(...) santai
(...) serius tapi santai (...) __________
Pedoman Wawancara Guru SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakrta
1. Adakah keterampilan berabahasa yang sangat diminati siswa kelas X SMA PL Sedayu?
2. Adakah kesulitan yang Ibu alami saat mengajarkan materi pembelajaran menulis kepada siswa serta bagaimana cara yang digunakan untuk mengatasinya?
3. Apakah siswa kelas X SMA PL Sedayu masih mengalami kesulitan untuk menulis sebuah karangan dan bagaimana cara mengatasinya?
4. Teknik pembelajaran seperti apa yang Ibu gunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran menulis karangan argumentasi?
5. Apakah Ibu pernah menggunakan teknik jigsaw saat pembelajaran menulis karangan argumentasi?
6. Bagaimana reaksi yang ditimbulkan siswa saat pembelajaran menulis karangan argumentasi?
7. Tema apa yang paling disukai oleh siwa kelas X SMA PL Sedayu saat pembelajaran menulis karangan argumentasi?
8. Sumber belajar apa saja yang Ibu gunakan dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi?
9. Bentuk latihan seperti apa yang ibu berikan kepada siswa berkaitan dengan materi pembelajaran menulis karangan argumentasi?
10. Adakah saran yang dapat Ibu berikan kepada peneliti guna penelitian yang lebih lengkap?
BIODATA
Y. Eko Saputro, lahir di OKU Timur pada tanggal 20 Juli 1995. Mengawali pendidikan dasar di SD Charitas 01 Belitang, lulus tahun 2007. Setelah itu, melanjutkan pendidikan di SMP Charitas 01 Belitang, lulus tahun 2010. Selanjutnya menempuh sekolah lanjutan menengah atas di SMA Xaverius 01 Belitang, dan lulus tahun 2013. Terakhir, melanjutkan studi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tugas akhir ditempuh dengan menulis skripsi berjudul “Pengembangan Materi Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi
Menggunakan Teknik Jigsaw Pada Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta.”
Materi Pembelajaran
Menulis Karangan Argumentasi
Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
untuk Kelas X SMA
disusun oleh:
Y. Eko Saputro
Semangat Belajar
&
i
Yogyakarta, 26 September 2017
Penulis
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Mahakasih atas segala Berkat-Nya dapat tersusun Modul Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi Bahasa Indonesia untuk SMA Kelas X Semester II. Modul pembelajaran ini disusun sedemikian rupa guna memenuhi kebutuhan siswa dalam proses belajar, terkhusus untuk mengembangkan salah satu aspek keterampilan berbahasa yaitu menulis karangan argumentasi. Aspek keterampilan menulis dalam modul ini terdapat serangkaian tema yang saling berkaitan dan disesuaikan dengan analisis kebutuhan siswa. Berkaitan dengan hal tersebut, modul ini tentunya dilengkapi dengan materi yang relevan dalam pembelajaran dan disertai latihan menulis pada setiap temanya. Modul ini juga dilengkapi dengan refleksi sehingga siswa dapat mengetahui sejauh mana siswa memahami materi.
Modul ini memberikan pelatihan menulis pada setiap tema yaitu menulis karangan argumentasi di dalam kelompok. Pelatihan ini diberikan agar siswa lebih memahami materi yang terdapat dalam modul. Pada setiap pelatihannya, siswa akan membentuk dalam
kelompok asal dan kelompok ahli (teknik jigsaw). Pembentukan
kelompok tersebut dilakukan agar siswa mampu bertanggungjawab secara mandiri dalam kelompok, khususnya dalam menulis. Demi terlaksananya tujuan tersebut, modul ini telah memaparkan materi menulis karangan argumentasi yang telah dikembangkan dan diharapkan dapat mengembangkan keterampilan menulis karangan argumentasi oleh siswa
Penulis juga tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang menggunakan modul ini. Pada akhirnya, penulis selalu berharap dengan tersedianya modul ini, pembelajaran dan pengajaran di sekolah semakin terinspirasi dan termotivasi, khususnya dalam menulis karangan argumentasi.
ii
Modul pembelajaran ini dilengkapi dengan:
1. Tahukah Anda? Menyajikan pengetahuan tambahan tentang materi yang telah dipelajari ataupun materi yang akan ditemui.
2. Ayo Mencoba Memberikan latihan dalam bentuk kelompok jigsaw.
3. Ayo Berlatih Memberikan latihan secara mandiri dalam kelompok. Latihan-latihan tersebut berupa menulis karangan.
4. Rangkuman Menyajikan pokok bahasan materi yang telah dipelajari dan dianggap paling bermanfaat.
5. Refleksi Diri Memberikan beberapa pernyataan kepada siswa agar siswa mengetahui sejauh mana materi yang telah dipelajari.
6. Glosarium Menunjukan beberapa arti atau istilah penting selama proses pembelajaran.
7. Daftar Pustaka Berisi daftar rujukan yang digunakan dalam penulisan modul.
iii
Halaman Awal
Kata Pengantar ... i Kelengkapan Modul ... ii Daftar Isi ... iii Peta Konsep Pembelajaran Menulis ... v Pengantar ... 1 Unit 1 Lingkungan Sekitar... 4 1. Peta Konsep ... 5 2. Tujuan Pembelajaran ...5 3. Pengertian Menulis ... 6 4. Menulis Karangan Argumentasi ... 6 5. Contoh Karangan Argumentasi ... 7 6. Tahukah Anda? ... 9 7. Langkah-langkah Strategi Jigsaw ... 10 8. Ayo Mencoba ... 11 9. Ayo Berlatih Menulis Karangan ... 15 10. Ringkasan ... 16 11. Refleksi ... 16 Unit 2 Wisata... 17
1. Peta konsep ... 18 2. Ciri Karangan Argumentasi ... 19 3. Struktur Karangan Argumentasi ... 19 4. Langkah-langkah Menulis Karangan ... 20 5. Contoh Karangan Argumentasi ... 22 6. Tahukah Anda ... 25 7. Ayo Mencoba ... 25 8. Berlatih Menulis Karangan Argumentasi ... 30 9. Ringkasan ... 31 10. Refleksi ... 31 11. Glosarium ... 31
iv
Unit 3 Pendidikan ... 32 1. Peta Konsep ... 33 2. Tujuan Pembelajaran ... 33 3. Pola Karangan Argumentasi ... 34 4. Menentukan Topik Karangan Argumentasi ... 37 5. Menyunting Karangan Argumentasi ... 38 6. Tahukah Anda ... 39 7. Ayo Mencoba ... 39 8. Ringkasan ... 41 9. Latihan Mendalam ... 41 10. Rubrik Penilaian ... 46 11. Refleksi ... 48 12. Glosarium ... 48 Daftar Pustaka ... 49
v
MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI
Standar Kompetensi: mengungkapkan informasi
melalui penulisan paragraf dan teks pidato
Lingkungan Sekitar Kompe-tensi Dasar: menulis gagasan untuk mendu-kung suatu penda-pat dalam bentuk argumen tatif Indikator: menulis karangan argumenta- si dengan memperha-tikan pola pengemba-ngannya Wisata Kompe-tensi Dasar: menulis gagasan dalam bentuk argumen tasi Indikator: menunjuk kan ciri karangan argumen-tasi, menemu-kan struktur karangan argumen-tasi, mengem-bangkan kerangka karangan argumen-tasi, menulis karangan argumen-tasi Pendidikan Kompe-tensi Dasar: menulis gagasan untuk mendu-kung pedapat dalam bentuk karanga n argumen tasi Indikator: memahami pola penulisan karangan argumentasi, memahami contoh-contoh karangan argumentasi sesuai dengan polanya, menentukan topik dalam penulisan karangan argumentasi, menyunting hasil menulis karangan argumentasi, menulis karangan argumentasi berdasarkan polanya dengan teknik jigsaw
PETA KONSEP PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI
1 Pengantar
Sebelum kita memasuki setiap unit pembelajaran, mari kita ketahui beberapa materi yang akan dipelajari. Pada proses pembelajaran ini, kita akan menemui tiga subtema tentang menulis karangan argumentasi yaitu tentang lingkungan sekitar, wisata, dan pendidikan. Setiap subtema tersebut terdapat beberapa materi yang harus dipelajari. Setelah Anda mempelajari setiap subtema, Anda akan berlatih menulis bersama kelompok dan mandiri. Pembentukan kelompok akan menggunakan teknik jigsaw. Apa itu teknik jigsaw? Mari kita pelajari secara berurutan pada subtema yang akan dijumpai.
Saat ini kita akan membentuk kelompok. Siswa dikelompokan menggunakan teknik jigsaw.
Cermati ketentuan berikut!
1. Setiap siswa membentuk kelompok beranggotakan dua orang atau disebut kelompok asal.
2. Setiap siswa diberi tanggungjawab untuk membahas materi yang diberikan oleh kelompoknya sesuai dengan nomor materi yang diberikan.
3. Setelah setiap siswa mendapat materi, silahkah bergabung dengan teman lain yang memiliki bahasan materi sama atau memiliki nomor materi yang sama.
4. Setelah itu, kembalilah ke kelompok asal untuk menjelaskan bahasan dalam kelompok ahli!
2
Bagaimanakah tulisan yang baik?
Tulisan yang baik sangat diperlukan untuk kejelasan bagi pembaca. Nurudin (2007: 39-46) mengungkapkan ciri-ciri tulisan yang baik sebagai berikut.
1. Kejelasan
Kejelasan yang dimaksud adalah tulisan harus dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Hal ini termasuk apa yang dimaksudkan penulis tidak disalahartikan atau salah tafsir oleh pembaca.
2. Keringkasan
Keringkasan yang dimaksud adalah kalimat yang disusun tidak hanya pendek-pendek tetapi jangan menggunakan ungkapan-ungkapan yang berlebihan atau tidak mudah dipahami. 3. Ketepatan
Ketepatan yang dimaksud adalah suatu penulisan harus dapat menyampaikan butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan seperti yang dimaksudkan penulisnya. Hal ini berarti apa yang diinginkan penulis sama persis oleh pembaca.
4. Kesatupaduan
Kesatupaduan merupakan adanya suatu gagasan dalam satu alenia. Satu alenia sebisa mungkin memiliki satu pokok pemikiran atau beberapa pokok pemikiran penjelas.
5. Pertautan
Pertautan adalah adanya bagian yang bertautan dalam alenia atau kalimat. Penulis harus teliti dan mengerti topik apa yang sedang dibahas dalam sebuah alenia. Kata perangkai antaralenia bisa mengatasi hambatan ketidaktautan ini.
6. Penegasan
Penegasan sangat bergantung pada keahlian penulis. Seorang penulis yang mahir akan dapat menyebar penekanan pada setiap bagian. Penulis pemula juga bisa melakukannya dengan cara membuat sub bahasan dari sebuah tulisan.
3 Setelah Anda selesai berdiskusi dengan kolompok mengenai dua bahasan tersebut, silahkan Anda presentasikan bersama kelompok Anda!
Pada pembelajaran berikut ini Anda akan memasuki setiap unit pembelajaran. Pembelajaran menulislah yang harus Anda pelajari secara bersama-sama sampai Anda bisa menulis karangan argumentasi.
Apa manfaat menulis?
Menulis sangat bermanfaat untuk siapa saja yang terus berlatih. Menurut Komaidi (2007:12-13) ada berbagai manfaat dalam menulis seperti: 1) kalau kita ingin menulis pasti menimbulkan rasa ingin tahu (curiocity) dan melatih kepekaan dalam melihat realitas di sekitar, 2) kegiatan menulis mendorong kita untuk mencari referensi seperti buku, majalah, koran, jurnal, dan sejenisnya, 3) aktivitas menulis melatih seseorang untuk menyusun pemikiran dan argumen kita secara runtut, sistematis dan logis, 4) menulis secara psikologis akan mengurangi tingkat ketegangan dan stres kita, 5) dengan menulis di mana hasil tulisan kita dimuat oleh media massa atau diterbitkan oleh suatu penerbit kita akan mendapatkan kepuasan batin karena tulisannya dianggap bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, juga memperoleh honorarium (penghargaan) yang membantu kita secara ekonomi, dan 6) dengan menulis, tulisan kita dibaca oleh orang banyak (mungkin puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan) membuat sang penulis semakin populer dan dikenal oleh publik pembaca.
Mari kita beranikan diri untuk menulis. Khususnya dalam pembelajaran ini kita akan berlatih menulis karangan argumentasi.
2
4
Unit 1
Lingkungan Sekitar
Sumber: kompas print.com
Lingkungan merupakan segala sesuatu yang berada di sekitar kehidupan manusia dan dapat mempengaruhi perkembangan hidup manusia.
Mari Memasuki Unit 1
5 Tema •Lingkungan sekitar Kompetensi Dasar •Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk argumentati f Indikator •Mendiskusi kan tulisan argumentas i •Menerang-kan contoh karangan argumentas i •Menulis karangan argumentas i dengan teknik jigsaw Tujuan Pembelajaran
1. Setelah mengamati contoh karangan argumentasi, siswa
mampu mendiskusikan karangan argumentasi dengan baik dan benar.
2. Setelah mempelajari contoh karangan argumentasi, siswa mampu menerangkan contoh karangan argumentasi di dalam kelompok dengan benar.
3. Setelah berdiskusi dalam kelompok, siswa mampu menulis
karangan argumentasi melalui teknik pembelajaran
jigsaw dengan baik dan benar.
6 Lingkungan sekitar dapat dijadikan tema dalam menulis sebuah karangan. Khususnya dalam menulis karangan argumentasi dapat mengangkat topik-topik yang berada di lingkungan sekitar. Hal tersebut dapat memudahkan siswa dalam membuat karangan argumentasi karena mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Manusia memiliki berbagai kemampuan dalam proses belajar. Dari berbagai macam kemapuan yang dimiliki setiap manusia tentu ada kemampuan khusus yang ingin terus dipelajari. Kemampuan khusus tersebut seperti menulis. Menulis menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan bagi orang-orang yang ingin terus belajar. Menulis membuat seseorang lebih kreatif dan dapat menuangkan ide-idenya. Tulisan-tulisan yang dibentukpun dapat menjadi sebuah karangan yang dapat berguna bagi pembaca lain karena dengan tulisan tersbut dapat memberikan informasi, meyakinkan ataupun menghibur.
Sederhananya, menulis dan mengarang menjadi bagian yang sama karena menulis berarti mengarang (Nurjamal, 2011:69). Setiap penulisan tentunya memiliki gagasan sebagai langkah awal untuk mengembangkan pemikirannya menjadi sebuah paragraf ataupun karangan. Lebih singkatnya, menulis berarti menuangkan ide, perasaan, dan pemikiran-pemikirannya kepada pembaca melalui media tulis.
Penuangan-penuangan ide dalam setiap kalimat yang tersusun dapat menjadi sebuah karangan. Beberapa gabungan paragraf yang menjadi karangan terdapat satu unit pemikiran yang didukung oleh rangkaian-rangkaian kalimatnya. Rangkaian kalimat tersebut mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama, kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup.
Argumentasi bertujuan untuk menyampaikan suatu pendapat, konsepsi, atau opini tertulis kepada pembaca (Nasucha, 2009:50). Gagasan yang disampaikan penulis disertai dengan bukti, contoh, dan alasan yang mendukung agar sulit terbantahkan sehingga pembaca meyakini gagasan penulis.
A. Lingkungan Sekitar
B. Pengertian Menulis
7 Contoh 1
Rusaknya Lingkungan Akibat Permasalah Sampah
Sampah sudah menjadi masalah yang klasik bagi setiap negara di seluruh dunia. Hampir semua negara memiliki masalah dalam mengatasi timbunan sampah yang jumlahnya terus meningkat setiap hari. Masalah ini menjadi fokus utama karena berkaitan dengan kondisi lingkungan suatu negara. Oleh karena itu, saat ini banyak negara yang telah memulai program re-use dan
re-cycle atas sampah-sampah yang ada untuk menanggulangi masalah ini.
Sampah menjadi permasalahan yang tak kunjung menemukan penyelesaian di negeri kita sendiri. Meskipun pemerintah kita juga melaksanankan program re-use dan re-cycle, namun permasalahan lingkungan dan sampah di negeri kita ini belum juga terselesaikan. Bahkan permasalahan di negeri kita ini menjadi komplek dan menjalar ke berbagai segi lainnya sehingga memperparah kerusakan lingkungan. Berikut ini adalah permasalahan-permasalahan yang memperparah kerusakan lingkungan di Indonesia.
Permasalahan yang pertama adalah penebangan kayu liar. Indonesia memang terkenal dengan industri berbahan kayu yang bahkan kepopulerannya telah sampai ke tingkat dunia. Bahan-bahan kayu tersebut diambil dari hutan tanpa memperhatikan kelestariannya sehingga banyak hutan yang habis ditebangi. Akibatnya, hutan menjadi gundul dan kehilangan fungsi-fungsinya.
Permasalahan yang kedua adalah polusi. Indonesia dituduh sebagai salah satu negara yang bertanggung jawab dalam terjadinya global warming. Hal ini dikarenakan negeri kita memiliki tingkat polusi udara yang tinggi akibat dari banyaknya asap pabrik, kendaraan bermotor dan masih banyak lagi yang dihasilkan.
Permasalahan yang ketiga adalah kurangnya ketersediaan tempat pembuangan sampah. TPA saat ini sudah tidak bisa lagi menampung jumlah sampah yang ada. Selain itu keberadaan TPA ini sering sekali menimbulkan permasalahan karena banyak warga setempat yang menuntut untuk memindahkan TPA dari tempat mereka karena mengganggu.
Permasalahan yang keempat adalah rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya sampah yang beserakan karena mereka malas dalam membuang sampah pada tempatnya. Mereka lebih memilih membuang sampah di sungai daripada di tempat sampah yang telah disediakan. Akibatnya, sungai jadi tercemar dan dapat Baca dan pahami contoh berikut!
8 mengakibatkan banjir.
Berdasarkan penjabaran-penjabaran yang telah dibahas di atas, dapat kita simpulkan bahwa masalah lingkungan di negeri kita ini belum bisa terselesaikan bahkan semakin komplek dengan permasalahan-permasalahan seperti yang disebutkan di atas.
(Diadaptasi dari Kompasiana.com, dengan pengubahan. 10 Agustus 2017)
Karangan di atas merupakan karangan argumentasi. Penulis tersebut ingin menyampaikan bahwa permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Gagasan penulis disampaikan di bagian awal paragraf yang selanjutnya disertai bukti berupa fakta yang mendukung. Pada bagian akhir penulis menyampaikan kesimpulan mengenai permasalahan lingkungan yang sulit diatasi.
Contoh 2
Kebut Membawa Maut
Akhir-akhir ini sering sekali terjadi kecelakaan di jalan raya, terutama pada musim mudik atau menjelang lebaran. Kecelakaan-kecelakaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor kelelahan, mengantuk, kebut-kebutan, mesin yang tidak fit, dan lain-lain. Namun, dari banyaknya faktor tersebut, kebut-kebutan adalah faktor yang paling berbahaya dan harus dilarang di antara semua faktor-faktor lainnya.
Menurut data yang diperoleh dari kepolisian dan jasa raharja, pada tahun lalu terjadi 1900 kasus kecelakaan di jalan raya akibat kebutan. kebut-kebutan di jalan raya sangatlah berbahaya karena menyebabkan kerugian baik bagi diri senidri maupun orang lain. Untuk meyakinkan statement di atas, berikut ini adalah dua paragaf yang membahas tentang kerugian akibat kebut-kebutan di jalan raya.
Yang pertama adalah, kebut-kebutan bisa mencelakai diri sendiri dan orang-orang terkasih. Mengendari kendaraan di luar batas normal akan