KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan
6.2.1. Saran untuk Rumah Sakit
Kinerja rumah sakit tahun 2010-2013 umumnya cukup baik sehingga patut ditingkatkan menjadi lebih baik dengan cara meningkatkan kinerja rumah sakit secara komprehensif dari keempat perspektif dalam Balanced Scorecard. Pihak RSUD Dr. Pirngadi Medan sebaiknya menggunakan Balanced Scorecard untuk menyusun strategi bisnis dan mengevaluasi kinerjanya untuh tahun-tahun kedepan. a) Kinerja Rumah Sakit dari Perspektif Keuangan
1. Perbaikan revenue rawat inap dan rawat jalan dengan cara menerapkan business planning. Setiap instalasi harus memiliki rencana strategi dan rencana usaha menggunakan Balanced Scorecard sebagai pedoman.
2. Efisiensi Cost yang masih tinggi dapat dilakukan dengan menyelaraskan biaya pengembangan gedung rawat inap dan inventaris rumah sakit dengan kebutuhan proses bisnis. Efisiensi cost juga dapat dilakukan pada jasa kantor seperti efisiensi pemakaian listrik, air, dan telpon digunakan sesuai dengan kebutuhan operasional rumah sakit selain itu efisiensi pada bahan habis pakai (BHP) dapat dilakukan dengan membuat suatu sistem agar BHP yang disediakan sesuai dengan kebutuhan operasional kantor, tidak ada BHP yang terbuang sia-sia.
3. Perbaikan silpa dengan cara meningkatkan kemampuan bagian keuangan dalam merencanakan anggaran agar penggunaan anggaran sesuai dengan perencanaan anggaran.
b)Kinerja Rumah Sakit dari Perspektif Pelanggan
1. Kepuasan pasien di RSUD Dr. Pirngadi Medan terhadap dimensi tangible sudah baik namun dapat ditingkatkan lagi dengan cara memperbaiki gedung rawat inap, menambah fasilitas seperti nursing bell, dan meningkatkan kenyamanan dan kebersihan .
2. Kepuasan pasien di RSUD Dr. Pirngadi Medan terhadap dimensi reliability sudah baik namun dapat ditingkatkan lagi dengan cara memberikan pelatihan yang sesuai dengan kompetensi dan bidang kerja kepada seluruh pegawai selain itu meningkatkan komitmen dan disiplin pada pegawai agar melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Misalnya dokter mau dan mampu menerangkan prosedur pemeriksaan/tindakan dan pengobatan kepada pasien,
perawat melaksanakan tugasnya mengontrol kondisi pasien secara rutin, dan petugas administrasi pendaftaran mau dan mampu menjelaskan lokasi kamar perawatan, peraturan rawat inap, dan tarif perawatan.
3. Kepuasan pasien di RSUD Dr. Pirngadi Medan terhadap dimensi responsiveness sudah baik namun dapat ditingkatkan lagi dengan menumbuhkan komitmen yang tinggi pada petugas agar lebih respon terhadap kebutuhan pasien. Komitmen yang tinggi pada pegawai dapat ditingkatkan dengan memberi kesejahteraan sesuai kinerja pegawai dan menambah jumlah pegawai agar sesuai dengan jumlah pasien yang dirawat.
4. Kepuasan pasien di RSUD Dr. Pirngadi Medan terhadap dimensi assurance sudah baik namun dapat ditingkatkan lagi dengan meningkatkan keamanan di ruang perawatan agar tidak sembarang orang bisa masuk ke ruang perawatan. 5. Kepuasan pasien di RSUD Dr. Pirngadi Medan terhadap dimensi empathy
sudah baik namun harus dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi dengan cara memberikan pelatihan service quality dan menumbuhkan perasaan saling membutuhkan antara pasien dan petugas.
6. Menjaga ketersediaan obat dibagian apotek dengan membangun komitmen yang jelas diantara dokter spesialis dan manajemen rumah sakit untuk menggunakan obat sesuai formularium rumah sakit.
7. Retensi pelanggan dapat dilakukan dengan memberi pelayanan yang baik, cepat tanggap, tepat, dan sesuai kebutuhan pasien.
8. Pemanfaatan sistem informasi yang ada guna meningkatkan pelayanan kepada pasien. Dukungan software yang online antar bagian terkait, misalnya bagian pendaftaran menginput data pasien secara online sehingga bagian lain dapat melihat langsung data pasien, dokter bisa melihat obat apa saja yang tersedia di farmasi, dan bagian gizi klinik dapat mengetahui secara online mengenai status kesehatan pasien sehingga dapat menyediakan menu yang sesuai keadaan pasien.
c) Kinerja Rumah Sakit dari Perspektif Bisnis Internal
1. Jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan yang cukup banyak harus tetap ditingkatkan dengan memberikan pelayanaan yang lebih baik bagi pasien dan selalu dipertimbangkan penambahan SDM seiring meningkatnya beban kerja pegawai akibat pertumbuhan jumlah kunjungan pasien.
2. Proses bisnis internal yang masih rendah pada indikator pelayanan rawat inap dikoreksi melalui perencanaan yang tepat pada saat melakukan penambahan tempat tidur dan meningkatkan ikatan kerja sama dengan perusahaan agar permintaan tempat tidur meningkat.
3. Perbaikan mutu layanan di ruang rawat inap diupayakan pada penurunan nilai NDR dan GDR. Peningkatan mutu diupayakan pada pembentukan satuan Gugus Kendali Mutu pada setiap pelayanan.
4. Segmentasi pasar bagi pasien umum dan IKS dapat diperluas dengan promosi dan pemasaran produk unggulan dan peralatan berteknologi canggih di rumah
sakit pada perusahaan-perusahaan dan memasarkan melalui situs online milik rumah sakit.
d)Kinerja Rumah Sakit dari Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
1. Kepuasan rendah terhadap gaji dapat diperbaiki dengan cara menyesuaikan jumlah jasa medis dan insentif dengan kinerja dan beban kerja pegawai serta pembayaran pendapatan yang tepat waktu.
2. Ketidakpuasan terhadap promosi dapat ditingkatkan dengan membuat sistem promosi jabatan yang lebih transparan dan penyesuaian jabatan terhadap kemampuan, kinerja, dan kompetensi pegawai. Sistem promosi yang telah dibuat hendaknya disosialisasikan kepada pegawai bagaimana cara memperoleh promosi kenaikan pangkat, baik berdasarkan pendidikan, lama bekerja maupun dengan melihat kemampuan pegawai tersebut.
3. Kepuasan yang tinggi terhadap pekerjaan senantiasa ditingkatkan melalui pelatihan maupun pendidikan berkelanjutan yang mendukung kemahiran bekerja.
4. Kepuasan yang tinggi terhadap atasan patut dipertahankan dan ditingkatkan dengan cara selalu membuat pola hubungan kerja yang baik, saling menghormati dan menghargai, menciptakan suasana kekeluargaan, dan saling membutuhkan. Pemberian reward pada pegawai yang berprestasi baik berupa finansial ataupun non finansial.
5. Kepuasan terhadap rekan kerja tinggi perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui acara-acara keakraban diluar jam kerja seperti arisan, pengajian
kantor, atau berdarmawisata. Perlu ditanamkan bahwa pencapaian visi misi rumah sakit bisa dilakukan dengan kinerja tim yang baik, yang saling mendukung dan bekerja sama dalam memberikan pelayanan kepada pasien. 6. Kegiatan pelatihan telah cukup baik namun perlu ditingkatkan karena belum
seluruh pegawai pernah mendapatkan pelatihan. Pelatihan yang diberikan hendaknya sesuai dengan kompetensi dan bidang kerja pegawai masing-masing, serta seluruh pegawai perlu mendapatkan pelatihan customer care. 7. Turn over yang rendah perlu dipertahankan dengan cara memenuhi
faktor-faktor ketidakpuasan yang timbul dalam diri pekerja terutama ketidakpuasan terhadap gaji dan promosi jabatan.