BAB V PENUTUP
B. Saran
1. Pelaksaaan budaya religius hendanya lebih meningkatkan fasilitas yang ada untuk digunakan sebagai penunjang dalam proses kegiatan keagamaan yan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Harbi Pabalutan, sehingga peserta didik nantinya dapat mengikuti kegiatan budaya religius dengan baik, sehingga pelaksaaan kegiatan budaya religius dapat berjalan dengan baik
2. Diharapkan pihak sekolah lebih memperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan budaya religius, yautu dengan melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan sebelunya, sehingga dapar mendorong peserta didik untuk menikuti kegiatan budaya religius tanpa adar rasa paksaan dari diri peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Afrizal. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Ahmadi, Rulam. 2014. Metode penelitian Kualitatif. Yogyakarta. Ar-Ruzz Media Ali, Imron. 2012. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Malang: Bumi
Aksara
Andang. 2014. Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Annisa. 2017. Manajemen peserta didik berbasis kecerdasan Spiritual pendidikan islam. Vol.5
Asmendri. 2012. Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah/Madrasah. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press
. 2014. Manajemen Peserta Didik. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press
Badrudin. 2014. Manajemen Peserta Didik. Jakarta: Indeks
Chotimah, Muhammad. 2014. Komplemen Manajemen Pendidikan Islam. Yogyakarta: Teras
Departemen Pendidikan Indonesia. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia: Balai Pustaka
Prihatin, Eka. 2011. Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Engkoswara dan Komariah, 2015. Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta Faturrohman, Muhammad. 2015. Budaya Religius dalam Peningkatan Mutu
Pendidikan. Yogyakarta: Kalimedia
Fazis, Muhammad. 2014. Manajemen Organisasi. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press
Helnawati. 2014. Meningkatkan Kinerja Kepala Sekolah/ Madrasa Melalui Managerial Skills. Jakarta. Rineka Cipta.
Kurniadin, Didin dan Imam Machail, 2012. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: AR-Ruz Media
Hikmat. 2014. Manajemen Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia
Manullang. 2012. Dasar-Dasar Manajemen. Yogyakarta: Gajah Mada Unuversity Press
Pasrizal, Himyar. 2015. PengantarManajemen. Yogyakarta: STAIN Batusangkar Press
Prihatin, Eka. 2011. ManajemenPesertaDidik. Bandung: Alfabeta
Qomar, Mujamil. 2007. Manajemen Pendidikan Islam. Malang: Erlangga
Sahlan, Asmaun. 2010. Mewujudkan Budaya Religius di Sekolah. Malang: UIN Maliki PRESS
Sugiyono. 2015. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung. Alfabeta ________. 2014. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta Sujanto, Bedjo. 2007. Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah. Jakarta
Sukring. 2013. Pendidik dan Peserta Didik dalam Pendidikan Islam. Yogyakarta: Graha Ilmu
Suryati, E. Y. 2018. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Religius. ISSN Cetak: 2622-1276).
Supran. 2015. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara
Syafruddin. 2005. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press Yunus. 2018. Manajemen Berbasis B udaya Religius Dalam Meningkatkan
Profesionalisme Guru. ISSN: 2620-6692 Vol. 01
Zakaria Firdaus, 2017. Pengaruh Pendidikan Agama Islam dan Budaya Religius Sekolah Terhadap Kecerdasan Emosional dan Spritual Siswa. Vol.5:49
Pedoman Wawancara
Manajemen Peserta Didik Berbasis Budaya Religius di MTsS Pondok Pesantren Al-Harbi Pabalutan
No Masalah Pertanyaan Responden
1 Manajemen Peserta Didik
1. Apakah ibu sebagai kepala madrasah membuat
perencanaan sebelum melaksanakan manajemen peserta didik berbasis budaya religius?
2. Seperti apa bentuk
perencanaan yang ibu lakukan dalam melaksanakan
manajemen peserta didik berbasis budaya religius? 3. Siapa saja yang terlibat dalam
perencanaan manajemen peserta didik
4. Bagaimana cara ustazah dalam melaksanakan manajemen peserta didik berbasis budaya religius?
5. Apakah pelaksanaan
manajemen peserta didik sudah sesuai dengan perencanaan sebelumnya ustazah? 6. Apakah ustazah melakukan
evaluasi setelah melaksanakan peserta didik berbasis budaya religius?
7. Apa bentuk evaluasi yang ustazah lakukan?
8. Bagaimana teknik evaluasi yang ustazah lakukan setelah melaksanakan manajemen peserta didik berbasis budaya religius?
9. Apakah kendala yang ustazah hadapi saat melakukan
evaluasi manajemen peserta didik berbasis budaya religius?
Kepala madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan
2 Budaya Religius
1. Apa saja langkah ustazah sebagai kepala madrsah dalam
menanamkan dan meningkatkan budaya religius?
2. Sejauh mana keseriusan peserta didik dalam menerapkan budaya religius? 3. Bagaimana cara ustazah dalam mempertahankan penanaman budaya religius terhadap peserta didik? 4. Apa bentuk budaya
religius dan kapan waktu pelaksanaan kegiatan budaya religius itu dalakukan? 5. Apa saja masalah yang
dihadapi saat
melaksanakan budaya religius?
6. Apa saja sanngsi yang dilakukan
pendidik/guru jika siswa tidak
melaksanakan budaya religius di Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan? Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, staf TU, siswa
KISI-KISI PEDOMAN WAWANCARA PENELITIAN
Manajemen Peserta Didik Berbasis Budaya Religius di MTsS Pondok Pesantren Al-Harbi Pabalutan
Masalah Indikator Deskrpsi Nomor
Manajemen Peserta Didik Berbasis Budaya Religius 1. Perencanaan Manajemen Peserta didik Berbasis Budaya Religius di MTsS Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan
10. Apakah ibu sebagai kepala madrasah membuat perencanaan sebelum melaksanakan manajemen peserta didik berbasis budaya religius? 11. Seperti apa bentuk
perencanaan yang ibu lakukan dalam melaksanakan manajemen peserta didik berbasis budaya religius? 12. Siapa saja yang
terlibat dalam perencanaan manajemen peserta didik berbasis budaya religius? 1,2,3 2. Pelaksanaan Manajemen Peserta didik Berbasis Budaya Religius di MTsS Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan 1. Bagaimana cara ustazah dalam melaksanakan manajemen peserta didik berbasis budaya religius? 2. Apakah pelaksanaan manajemen peserta didik sudah sesuai dengan
perencanaan sebelumnya ustazah?
3. Apa saja langkah ustazah sebagai kepala madrsah
4,5,6,7, 8,9,10, 11
dalam menanamkan dan meningkatkan budaya religius? 4. Sejauh mana keseriusan peserta didik dalam menerapkan budaya religius? 5. Bagaimana cara ustazah dalam mempertahankan penanaman budaya religius terhadap peserta didik? 6. Apa bentuk budaya
religius dan kapan waktu pelaksanaan kegiatan budaya religius itu dalakukan? 7. Apa saja masalah
yang dihadapi saat melaksanakan budaya religius? 8. Apa saja sanngsi yang dilakukan pendidik/guru jika siswa tidak melaksanakan budaya religius di Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan? 3. Evaluasi manajemen peserta didik berbasis budaya religius di MTsS Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan 1. Apakah ustazah melakukan evaluasi setelah melaksanakan peserta didik berbasis budaya religius? 2. Apa bentuk evaluasi yang ustazah lakukan? 3. Bagaimana teknik evaluasi yang 12,13,1 4,15
ustazah lakukan setelah melaksanakan manajemen peserta didik berbasis budaya religius? 4. Apakah kendala yang ustazah hadapi saat melakukan evaluasi manajemen peserta didik berbasis budaya religius?
Transkip Wawancara Kepala Sekolah
No : 1
Hari/Tanggal : Kamis 27 Juni 2019
Tempat : Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan Pukul : 08.30
Informan : Ustazah “Syafnita, S.Pd.I” Kepala Madrasah
Peneliti Informan
Assalamu’alaikum ustazah Wa’alaikumussalam Maaf mengganggu waktu
ustazah,
Iya, tidak apa-apa, silahkan duduk, ada yang bisa dibantu
Baik, terimakasih ustazah, maksud kedatangan saya kesini ingin wawancara dengan ustazah mengenai manajemen peserta didik di Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan?
Iya, langsung saja
Apakah ustazah sebagai kepala Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan membuat perencanaan sebelum melaksanakan manajemen peserta didik berbasis budaya religius?
Iya, kami melakukan perencanaan sebelumnya, dalam merencanakan sesuatu itu butuh pandangan kedepan, untuk memrmbuat perencanaan peserta didik berbasis budaya religius saya tidak bekerja sendiri tetapi kerjasama dengan wakil kesiswaan, guru-guru dan staf untuk melakukan musyawarah dan merumuskan perencanaan, yaitu mulai dari apa-apa saja budaya religius yang harus ditanamkan pada peserta didik, bagaimana cara penanaman budaya religius agar dalam
pelaksanaan nantinya dapat terlaksana dengan baik dan dapat membentuk budaya religius dari peserta didik tersebut
Seperti apa bentuk perencanaan yang ustazah lakukan dalam melaksanakan manajemen peserta didik berbasis budaya religius?
Perencanaan yang kami lakukan yaitu ada dua bentu yaitu, perencanaan jangka pendek dan perencanaan jangka panjang, perencanaan ini dilakukan dengan menyusun kegiatan yang bersifat keagamaan dan melakukan rapat atau musyawarah dengan seluruh majelis guru dan staf dalam ranngka membuat perencanaan kegiatan
keagaamaan di Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan yaitu mulai dari kegitan fornis, sholat
berjama’ah, sholat duha, anjuran untuk berpuasa pada setiap hari senin kamis, muhadoroh, muhasabah, mengadakap pelajaran PPI, dan tahfiz Al-Qur’an Siapa saja yang terlibat dalam
perencanaan manajemen peserta didik berbasis budaya religius ?
Yang terlibat dalam perencanaan yaitu kepala sekolah, wakil kesiswaan, seluruh majelis guru dan staf TU di Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan
Bagaimana cara ustazah dalam melaksanakan manajemen peserta didik berbasis budaya religius?
Dalam pelaksanaan peserta didik berbasis budaya religius dengan menerapkan kegiatan keagamaan kepada peserta didik, yang mana pelaksananyya ada yang dilaksanakan setaphari dan ada juga yang
dilaksanakan perminggu, yang mana kegiatannya, yaitu mulai dari kegitan fornis, sholat berjama’ah, sholat duha, anjuran untuk berpuasa pada setiap hari senin kamis, muhadoroh, muhasabah, asmaul husna,
mengadakan pelajaran PPI, dan tahfiz Al-Qur’an
Apakah pelaksanaan manajemen peserta didik berbasis budaya religius sudah sesuai dengan perencanaan sebelumnya ustazah?
Dalam pelaksanaan peserta didik berbasis budaya religius itu sudah mencapai 80 persen, yang artinya semua kegiatan budaya religius yang sudah direncanakan sebelumnya telah terlaksana namun belum tercapai sepenuhnya
Apakah ustazah melakukan evaluasi setelah melaksanakan peserta didik berbasis budaya religius?
Ada, karena melakukan evaluasi itu bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi dan pembuktian yang akan menunjukkkan sejauh manan tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan peserta didik berbasis budaya religius dan mengetahui program apa saja yang masih belum terlaksana, dan untuk melihat apap-apa saja kendala-kendala yang ada saat melaksanakan budaya religisu tersebut.
Apakah bentuk evaluasi yang ustazah lakukan?
Evaluasi yang ustazah buat yaitu dengan mencatat kendala-kendala yang
ada, dan merapatkan kembali dengan seluruh majelis guru dan staf Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan, yang bertujuan untuk mendapatkan solusi dari kendala-kendala yang dihadapi saat melaksanakan peserta didik berbasis budaya religious Bagaimana teknik evaluasi yang
ustazah lakukan setelah melaksanakan peserta didik berbasis budaya religius?
Teknik atau cara yang ustazah lakukan yaitu dengan meriviu ulang kembali kendala-kendala yang ada, dan menjadikan kendala-kendala tersebut sebagai bahan yang harus diperhatikan untuk masa yang akan datang agar tidak terulang kembali kesalahan yang sama.
Apakah kendala yang ustazah hadapi saat melakukan evaluasi peserta didik berbasis budaya religius?
Tidak ada kendala nya, karena ustazah dan seluruh majelis guru, staf saling bekerjasama dalam melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan peserta didik berbasis budaya religius, dan melakukan musyawarah apabila ada menmendapat kendala pada waktu pelaksanaan peserta didik berbasis budaya religius.
Apa saja langkah ustazah sebagai kepala Madrasah dalam
menanamkan dan meningkatkan budaya religius?
Yaitu dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berbasis keagamaan yaitu seperti kegitan fornis, sholat berjama’ah, sholat duha, anjuran untuk berpuasa pada setiap hari senin kamis, muhadoroh, muhasabah, mengadakan pelajaran PPI, tahfiz Al-Qur’an, tata cara berpakaian, cara berteman yang baik
Sejauh mana keseriusan peserta didik dalam menerapkan budaya religius?
Keseriusan peserta didik sudah mencapai delapan puluh persen
80%,dan belum terlaksana sepenuhnya karena terkendala oleh waktu dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan dan karena sebagian siswa di pondok pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan ada yang tiggal dirumah dan ada yang tinggal di asrama, sehingga peserta didik yang masih pulang kerumah banyak yang terpengaruh dengan lingkungan luar yang kurang baik, sehingga dalam penanaman budaya
religius belum terlaksana sepenuhnya dengan baik.
Bagaimana cara ustazah dalam memepertahankan penanaman budaya religius terhadap peserta didik?
Caranya yaitu dengan mengadakan kegiatan keagamaan setiap hari dan secara berksinambungan atau secara terus menerus, guru/pendidik dan staf ikut dalam melaksanakan kegiatan keagamaan agar lebih mudah dalam penanaman budaya religius terhadap peserta didik, dan peserta didik wajib mengikuti setiap kegiatan keagamaan yang akan dilaksanakan, agar budaya religius dapat diikuti dan dilaksanakan dengan baik oleh peserta didik.
Apa bentuk budaya religius dan kapan waktu pelaksanaan kegiatan budaya religius itu dilakukan ustazah?
Dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan biasanya kami lakukan setiap hari dan dilakukan secara berkesinambungan atau secara terus menerus, dan kegiatan keagamaan yang dilakukan pada setiap hari itu berbeda beda yaitu mulai dari kegiatan fornis, anjuran untuk berpuasa pada setiap hari senin kamis, muhadoroh, muhasabah, mengadakan pelajaran PPI, tahfiz Al-Qur’an, tata cara berpakayan, cara berteman yang baik, dan ada juga yang dilakukan setiap hari seperti sholat berjamaah, dan sholat duha, yang tujuannya agar dalam penanaman budaya religius terhadap peserta didik dapat terlaksana dengan baik dan dapat membentuk aklak yang baik dari setiap peserta didik.
Apa saja masalah yang dihadapi saat melaksanakan budaya religius di MTsS Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan?
Masalah yang banyak terjadi yaitu peserta didik masih banyak yang kurang disiplin saat mengikuti kegiatan keagamaan dan ada yang bolos dan tidak mengikuti kegiatan keagamaan yang sedang dilaksanakan dan bagi peserta didik yang pulang kerumah banyak yang masih terpengaruh dengan lingkugan yang kurang baik, dan banyak yang terpengaruh dengan teman sebanya yang kurang baik.
Transkip Wawancara Waka Kesiswaan
No : II
Hari/Tanggal : Kamis 27 Juni 2019
Tempat : Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan Pukul : 08.30
Informan : Ustazah “Ramadanil Khair, S.Pd.I” Waka Kesiswaan
Peneliti Informan
Assalamu’alaikum ustazah Wa’alaikumussalam
Maaf mengganggu waktu ibuk, Iya, tidak apa-apa, silahkan duduk, ada yang bisa dibantu
Baik, terimakasih ibuk, maksud kedatangan saya ingin
wawancara dengan ibuk, apakah ustazah?
Iya benar,
Kalau boleh tau wawancara mengenai apa
Kebetulan saya kesini melakukan penelitian bapak, mengenai manajemen peserta didik berbais budaya religius
Mmmmmmhh, ya sudah silahkan
Baik buk,
Pertama saya ingin bertanya bengenai Seperti apakah ibuk selaku waka kesiswaan membuat perencanaan peserta didik berbasis budaya religius?
Baik lah, saya selaku wakail kesiswaaan membuat perencanaan, yaitu dengan membuat proker tentang kegiatan budaya religius yang akan ditanamkan kepada peserta didik, tetapi dalam membuat proker saya tidak bekerja sendiri melainkan bekerja sama dengan kepala sekolah, guru-guru dan staf untuk merapatkan tentang bentuk budaya religius yang akan ditanamkan kepada peserta didik, dan cara pelaksanaan budaya religious
Seperti apa bentuk perencanaan peserta didik berbasis budaya religius yang ada di Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan?
Kalau bentuk perencanaan itu ada dua yaitu perencanaan jangka pendek dan perencanaan jangka panjnag.
a) Perencanaan jangka pendek, yaitu perencanaan yang dilakukan dalam bentuk kegiatan harian, bulanan, semester dan tahunan, bentuk kegiatan religius yang kami tanamkan kepada peserta didik yaitu fornis, sholat berjama’ah, sholat duha, anjuran untuk berpuasa senin kamis, muhadoroh, asmaulhusna, muhasabah, pelajaran PPI, dan tahfiz Al-Qur’an b) Perencanaan jangka panjang, yaitu perencanaan yang disusun untuk
jangka waktu lebih dari tiga tahun sampai lima tahun
Siapa saja yang terlibat dalam perencanaan peserta didik berbasis budaya religius?
Yang terlibat dalam perencanaan budaya religius yaitu kepala sekolah, wakil kesiswaan, guru-guru dan staf TU MTsS dan bekerja sama dengan kepala sekolah, wakil kesiswaan, guru-guru dan staf TU Madrasah Aliyah di pondok pesantren alharbi pabalutan, karena bentuk penanaman budaya religius itu ditanamkan untuk peserta didik MTsS dan MAS.
Bagaimana cara ibuk dalam melaksanakan peserta didik berbasis budaya religius?
Pelaksanaan budaya religius yaitu dengan menerapkan kegiatan budaya religius yaitu kegitan fornis, sholat berjama’ah, sholat duha, anjuran untuk berpuasa pada setiap hari senin kamis, muhadoroh, muhasabah, asmaul husna, mengadakan pelajaran PPI, dan tahfiz Al-Qur’an yang yang waktu pelaksanaannya biasaya ada yang dilakukan setiap hari dan ada kegiatan yang dilakukan perminggu
Apakah pelaksanaan manajemen peserta didik berbasis budaya religius sudah sesuai dengan perencanaan sebelumnya?
Pelaksanaan peserta didik berbasis budaya religius itu sudah mencapai 80 persen, yang artinya semua kegiatan budaya religius yang sudah direncanakan sebelumnya telah terlaksana namun belum tercapai sepenuhnya karena masih ada kendala dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti waktu pelaksanaan yang masih belum optimal, dan sarana prasarana yang masih kurang memadai
Apakah ibuk melakukan evaluasi setelah melaksanakan peserta didik berbasis budaya religius?
Evaluasi perlu dilakukan karena melakukan evaluasi itu bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi dan pembuktian yang akan menunjukkkan sejauh manan tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan peserta didik berbasis budaya religius dan mengetahui program apa saja yang masih belum terlaksana, dan untuk melihat apap-apa saja kendala-kendala yang ada saat melaksanakan budaya
religisu tersebut. Bagaimana teknik evaluasi
yang ibuk lakukan setelah melaksanakan peserta didik berbasis budaya religius?
Teknik evaluasi yang kami lakukan biasanya dengan mencatat dan mengulang kembali kendala-kendala yang terjadi, dan merapatkan kembali dengan kepala sekolah, seluruh majelis guru dan staf Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan, yang bertujuan untuk mendapatkan solusi dari kendala-kendala yang dihadapi saat melaksanakan peserta didik berbasis budaya religious
Apakah kendala yang ibuk hadapi saat melakukan evaluasi manajemen peserta didik berbasis budaya religius?
Tidak ada
Apa saja langkah ibuk sebagai kepala Madrasah dalam menanamkan dan
meningkatkan budaya religius?
Kami melaksanakan kegiatan yang berbasis keagamaan, dan memberikan contoh kepada peserta diidk, misalnya guru ikut langsung dalam pelaksanaan yaitu seperti kegitan fornis, sholat berjama’ah, sholat duha, anjuran untuk berpuasa pada setiap hari senin kamis, muhadoroh, muhasabah, asmaulhusna mengadakan pelajaran PPI, tahfiz Al-Qur’an, tata cara berpakaian, cara berteman yang baik
Sejauh mana keseriusan peserta didik dalam menerapkan
budaya religius dan apa kendala yang dihadapi?
Sejauh ini peserta didik sudah mengikuti kegiatan keagamaan sudah mencapai 80%, dan belum terlaksana sepenuhnya karena terkendala oleh waktu dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan dan karena sebagian siswa di pondok pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan ada yang tiggal dirumah dan ada yang tinggal di asrama.
Bagaimana cara ibuk dalam memepertahankan penanaman budaya religius terhadap peserta didik?
Penanaman dengan mengadakan kegiatan keagamaan setiap hari dan secara berksinambungan atau secara terus menerus, guru/pendidik dan staf ikut dalam melaksanakan kegiatan keagamaan agar lebih mudah dalam penanaman budaya religius terhadap peserta didik
Transkip Wawancara Guru
No : III
Hari/Tanggal : Kamis 27 Juni 2019
Tempat : Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan Pukul : 08.30
Informan : Ustazah “Romi Hartati, S.Pd.I” Guru
Peneliti Informan
Assalamu’alaikum ustazah Wa’alaikumussalam
Maaf mengganggu waktu ibuk, Iya, tidak apa-apa, silahkan duduk, ada yang bisa dibantu
Baik, terimakasih ibuk, maksud kedatangan saya kesini ingin wawancara dengan ibuk, apakah ustazah benar waka kesiswaan?
Iya benar,
Kalau boleh tau wawancara mengenai apa
Kebetulan saya kesini melakukan penelitian bapak, mengenai manajemen peserta didik berbais budaya religius yang ada di Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan
Mmmmmmhh, ya sudah silahkan
Apa saja langkah ibuk sebagai guru Madrasah dalam menanamkan dan meningkatkan budaya religius?
Melaksanakan kegiatan yang berbasis keagamaan, dan memberikan contoh kepada peserta didik agar lebih mudah peserta didik untuk menuru dan mengikuti kegiatan keagamaan, misalnya guru ikut langsung dalam melaksanakan yaitu seperti kegitan fornis, sholat berjama’ah, sholat duha, anjuran untuk berpuasa pada setiap hari senin kamis, muhadoroh, muhasabah, asmaulhusna mengadakan pelajaran PPI, tahfiz Al-Qur’an, tata cara berpakaian Sejauh mana keseriusan peserta
didik dalam menerapkan budaya religius dan apa kendala yang dihadapi?
Keseriusan peserta didikdalam melaksanakan budaya religius sudah mencapai 80%,dan belum terlaksana sepenuhnya karena terkendala oleh waktu dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan
Bagaimana cara ibuk dalam memepertahankan penanaman budaya religius terhadap peserta
Mengadakan kegiatan keagamaan setiap hari dan secara berksinambungan atau secara terus
didik? menerus, guru/pendidik dan staf ikut dalam melaksanakan kegiatan keagamaan agar lebih mudah dalam penanaman budaya religius terhadap peserta didik
Apa saja bentuk kegiatan dan kapan pelaksanaan kegiatan budaya religius itu dilakukan ustazah?
Dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan biasanya kami lakukan setiap hari dan dilakukan secara berkesinambungan atau secara terus menerus, dan kegiatan keagamaan yang dilakukan pada setiap hari itu berbeda beda yaitu mulai dari kegiatan fornis, anjuran untuk berpuasa pada setiap hari senin kamis, muhadoroh, muhasabah, asmaulhusna, mengadakan pelajaran PPI, tahfiz Al-Qur’an, tata cara berpakayan, cara berteman yang baik.
Apa saja masalah yang dihadapi saat melaksanakan budaya religius di MTsS Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan?
Masalah yang banyak terjadi yaitu peserta didik masih banyak yang kurang disiplin saat mengikuti kegiatan keagamaan dan ada yang bolos dan tidak mengikuti kegiatan keagamaan yang sedang dilaksanakan dan bagi peserta didik yang pulang kerumah banyak yang masih terpengaruh dengan lingkugan yang kurang baik, dan banyak yang terpengaruh dengan teman sebanya yang kurang baik. Apa saja yang dilakukan
pendidik/guru jika siswa tidak melaksanakan budaya religius di MTsS Pondok Pesantren Modern Al-Harbi Pabalutan?
Hukuman yang biasanya diberikan oleh guru kepada siswa yang tidak mengikuti kegiatan keagamaan yaitu dengan memberikan peringatan kepada siswa peringatan dibuat sebanyak tiga kali yaitu mulai dari peringatan satu sampai tiga kali