GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
2. Gambaran Umum Desa
2.5. Sarana dan prasarana
No Bentuk Rumah Jumlah 1. Permanen 632 rumah 2. Semi Permanen 486 rumah 3. Non Permanen 17 rumah
Jumlah 1734 rumah Sumber: Data Statistik desa Tanjung Jati 2007
Berkat fasilitas transportasi yang telah dibangun oleh Pemerintah daerah setempat maka jalan utama yang menghubungkan antar dusun sangat lancar. Meskipun jalan-jalan desa belum diaspal secara keseluruhan. Jalan-jalan yang belum diaspal pada saat musim hujan akan sangat banjir akibat dari tergenangnya air hujan yang tidak serta merta mengalir lancar ke selokan yang ada. Untuk mengatasi masalah banjir tersebut penduduk sekitar menimbunnya dengan batu-batu kerikil sehingga jalanan tersebut terlihat keras dan padat sehingga ketika hujan datang air tidak akan tergenang terlalu lama, dengan demikian jalanan juga terlihat sangat bagus untuk dilalui. Pada tepi jalan besar pada umumnya ditanami pepohonan rindang seperti pohon mahoni, pohon asam jawa, juga pohon kelapa sawit, sedangkan untuk alat transportasinya tersedia angkutan umum dan becak mesin.
2.5. Sarana dan prasarana
Sarana dan Prasana yang mendukung dapat meningkatkan kehidupan sosial masyarakat dalam segala bidang. Adapun sarana dan prasarana yang tersedia di Desa ini antara lain: Sarana Transportasi darat, Sarana Pendidikan, Sarana Peribadatan, Sarana Kesehatan, Sarana Komunikasi dan Sarana Olah Raga.
2.5.1. Sarana Transportasi
Sarana transportasi yang tersedia di Desa ini cukup memadai dalam menunjang segala aktifitas masyarakat. Desa ini memiliki sarana jalan yang cukup baik. Hampir seluruh jalan telah diaspal secara keseluruhan. Sarana transportasi masyarakat untuk keluar desa, selain angkutan umum banyak pula tersedia truk dan mobil yang dapat pula mengangkut penumpang, bus besar dan kecil, becak mesin dan sepeda. Sarana angkutan seperti truk dan mobil merupakan sarana angkutan milik PTPN II dimana sarana ini merupakan sarana pendukung aktifitas perusahaan terutama untuk pendistribusian hasil perkebunan dan kelancaran kerja para karyawan.
2.5.2. Sarana Pendidikan
Sarana untuk mendukung pendidikan masyarakat Tanjung Jati dapat dikatakan cukup memadai walaupun hanya sarana pendidikan dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) saja. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan Perguruan Tinggi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikannya harus ke Kota Binjai karena untuk tingkatan tersebut Desa ini tidak memilikinya. Jarak yang harus ditempuh oleh masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikannya ke kota Binjai adalah berkisar 10 km.
Di Desa ini terdapat 2 gedung TK. 4 gedung SD dan 2 gedung SLTP. Sarana pendidikan di Desa ini dapat dilihat pada tabel beriku:
Tabel 10: Sarana Pendidikan
No Sarana Pendidikan Jumlah 1. Taman Kanak-kanak (TK) 2 buah 2. Sekolah Dasar (SD) 4 buah 3. Sekolah Lanjutan Tingkat
Pertama (SLTP)
3 buah
Jumlah 9 buah
Sumber: Data Statistik desa Tanjung Jati tahun 2007.
2.5.3. Sarana Peribadatan
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya mayoritas penduduk didesa ini adalah beragama Islam yaitu 97% oleh karena itu sarana peribadatan yang ada di Desa ini semuanya adalah sarana peribadatan untuk agama Islam berupa Mushala dan Mesjid saja. Dan untuk saran untuk agama Kristen dan agama lainnya tidak tersedia di Desa ini. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 11: Sarana Peribadatan
No Sarana Peribadatan Jumlah
1. Mesjid 3 buah
2. Mushala 11 buah
Jumlah 14 buah
Sumber: Data Statistik desa Tanjung Jati 2007. 2.5.4. Sarana Kesehatan
Sarana kesehatan di Desa ini sudah cukup memadai. Masyarakat yang menderita penyakit ringan dapat langsung di obati bila tiba-tiba mereka menderita sakit. Dokter atau ahli pengobatan pun sudah cukup memadai dengan kemampuan atau pengetahuan pengobatan yang sudah tidak perlu diragukan lagi
kemampuannya. Di Desa ini tersedia 5 balai pengobatan, 2 Posyandu, dan 3 tempat praktek pengobatan (Tabib). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 12: Sarana Kesehatan
No Sarana Kesehatan Jumlah
1. Poliklinik 5 buah
2. Posyandu 2 buah
3. Praktek Pengobatan (Tabib) 3 buah
Jumlah 10 buah
Sumber: Data Statistik desa Tanjung Jati tahun 2007.
2.5.5. Sarana Komunikasi
Sarana komunikasi yang mendukung kelancaran masuknya informasi di desa ini sudah cukup memadai pula. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses segala bentuk informasi melalui beberapa media massa yang telah ada semenjak beberapa tahun terakhir. Media massa yang beredar di Desa tersebut berupa Surat Kabar dan Majalah. Media elektronik juga sudah sangat familiar di kalangan masyarakat desa. Hampir semua rumah warga telah memiliki pesawat Televisi dan Radio sendiri sehingga mereka dapat dengan mudah melihat, mendengar dan menikmati berbagai informasi dengan cepat. Dan untuk berkomunikasi melalui telepon, di Desa tersebut memiliki beberapa jasa wartel (Warung Telekomunikasi), serta beberapa warga yang kemampuan ekonominya telah berada ditingkat menengah ke atas mereka memiliki jaringan telepon rumah sendiri. Selain itu, untuk jaringan selular atau yang biasa disebut dengan Handphone (HP) sudah dapat dinikmati pula oleh para warga desa. Perkembangan
para pengguna layanan Handphone di desa Tanjung Jati sangat pesat. Dimana untuk dua tahun terakhir para warga yang menggunakan Handphone di desa Tanjung Jati sudah hampir 60% banyaknya. Hal ini terlihat dengan seringnya warga yang selalu menggunakan layanan Handphone di beberapa tempat atau di keramaian.
2.5.6. Sarana Olah Raga
Kegiatan olah raga masyarakat sangat terdukung dengan baik. Hal ini terlihat dari banyaknya sarana olah raga yang dibangun oleh pemerintah setempat. Sedikitnya ada 4 buah lapangan bola kaki, 12 buah lapangan bola voli, 9 buah lapangan bola takraw, 21 buah lapangan bulu tangkis. Untuk lebih jelasnya mengenai sarana Olah Raga ini dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 13: Sarana Olah Raga
No Sarana Olah Raga Jumlah 1. Lapangan Bola Kaki 4 buah 2. Lapangan Bola Voli 12 buah 3. Lapangan Bola Takraw 9 buah 4. Lapangan Badminton 21 buah
Jumlah 46 buah
Sumber: Data Statistik desa Tanjung Jati tahun 2007. 2.6. Aktifitas Sosial Budaya
Aktifitas sosial budaya di desa ini diwarnai dengan aktifitas kejawen (aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat Jawa) dimana upacara selametan menjadi aktifitas utamanya. Bentuk-bentuk upacara selametan biasanya meliputi upacara daur hidup, tolak bala, meruwat dan lain-lain. Dengan diadakannya
upacara ini masyarakat dapat mengambil bagian dalam interaksi sosial atau ikut andil dalam pelaksanaan upacara tersebut sehingga dia dapat dikenal oleh warga yang lain. Partisipasi tersebut bukanlah sekedar hadir saja akan tetapi juga mengambil bagian dalam meringankan biaya operasional upacara tersebut, hal ini dimaksudkan agar warga yang melakukan hajatan tersebut menjadi terbantu dan tidak terlalu terbebani dengan biaya upacara yang sangat tinggi.
Selain itu, masyarakat desa Tanjung Jati juga memiliki kesenian yang cukup beragam. Diantaranya adalah kesenian Kuda Kepang, pentas musik tradisional jawa dan pentas musik keyboard yang sering dilakukan bila ada kegiatan atau pelaksanaan hajatan oleh warga. Pentas musik keyboard adalah pentas musik yang paling populer dan banyak diminati oleh masyarakat desa tersebut. Musik keyboard adalah pentas musik moderen yang sering dilakukan bila ada warga yang melakukan hajatan berupa pesta perkawinan/sunatan pertunjukkan keyboard menjadi salah satu bagian yang ada didalamnya.
Selain pertunjukkan musik, ada juga kegiatan yang berbau keagamaan. Seperti halnya pengajian remaja yang dilakukan oleh kelompok remaja-remaja Mesjid pada setiap malam minggu. Seperti yag dikatakan oleh seorang ulama didesa ini, bahwa diadakannya pengajian pada malam minggu adalah untuk menghindari para remaja dalam pergaulan bebas. Selain itu ada juga aktifitas perwiritan yang dilakukan baik untuk para wanita ataupun para laki-laki. Biasanya perwiritan tersebut diadakan pada hari kamis bagi wanita dan malam jum’at untuk kaum laki-lakinya.