UPACARA TEDHAK SITEN
5. Pemimpin Upacara
3.4. Tahap-tahap Upacara
4.1.5. Tahap Memandikan Anak Dengan Air Bunga Setaman
Tahap yang terakhir adalah si Anak dimandikan dengan air bunga setaman. Dalam adat Jawa ketika seseorang memasuki babak baru dalam kehidupannya, akan selalu dilakukan aktifitas untuk mensucikan diri, turun tanah atau Tedhak Siten merupakan babak baru dalam kehidupan anak. untuk memasuki
alam yang baru tersebut perlulah kiranya anak disucikan secara simbolis dengan cara memandikannya.
Tahap memandikan anak mempunyai makna agar dimasa yang akan datang ia lepas dari segala hal yang bersifat kotor, sehingga anak tetap dalam keadaan sehat membawa nama harum bagi kedua orang tuanya, seperti yang terdapat pada ungkapan mikhul duwor mendhem jero. Yang artinya menjunjung tinggi kehormatan orang tuanya.
Adapun dalam tahapan ini menggunakan beberapa perlengakapan yang mempunyai makna sebagai berikut:
a. Ember atau Baskom
Ember atau baskom merupakan wadah untuk air bunga setaman yang digunakan untuk membasuh atau memandikan anak.
b. Air
Air yang digunakan pada upacara Tedhak Siten adalah air biasa. Bisa air sumur atau air lainnya yang bersih dan tidak berbau. Air tersebut mempunyai makna pensuci atau membuat sesuatu menjadi suci tanpa noda. Air tersebut akan dipergunakan untuk membersihkan sekaligus untuk mensucikan anak yang akan memasuki tahap hidup baru.
c. Kembang Setaman
Bunga atau Kembang setaman yang dipergunakan dalam memandikan anak berasal dari berbagai jenis bunga. Bunga yang dipergunakan disini adalah bunga-bunga yang biasanya ditanam dihalaman rumah dan biasanya berwarna cerah dan tidak berbahaya bagi tubuh, seperti bunga mawar, melati, bunga kenanga dan sebagainya. Bunga ini dicampur dengan air yang
digunakan untuk memandikan anak. Bunga setaman ini mempunyai makna keharuman yang dimiliki oleh serangkaian bunga tersebut akan meresap dalam tubuh si anak yang disiram sehingga dengan demikian akan selalu memberi nilai-nilai yang sesuai dengan nilai-nilai yang dapat mengharumkan nama baik keluarganya.
4. 1. 6. Makna perlengkapan Sesaji
Selain perlengkapan-perlengkapan dalam tahapan upacara didalam upacara Tedhak Siten juga terdapat benda-benda atau perlengkapan lain yang diwujudkan melalui bentuk sesajian. Sesajen adalah segenap unsur-unsur makanan dan bunga yang disediakan pada tempat seperti cething (cowek) yaitu piringan yang terbuat dari tanah liat yang khusus dipersembahkan bagi mahkluk-mahkluk halus yang berdiam pada tempat-tempat tertentu. Selain itu juga untuk memohon berkah dan memohon perlindungan yang Kuasa agar terhindar dan dijauhkan dari gangguan mahkluk halus lainnya. Unsur-unsur sesajian dalam upacara Tedhak Siten antara lain:
- Tumpeng
Tumpeng merupakan nasi yang dibentuk kerucut yang ditempatkan diatas piring atau tampah dilengkapi dengan kembang, cabai merah (Lombok Abang) yang ditusuk lidi dan ditancapkan pada tumpeng. Hal ini mempunyai makna menolak bala dan gangguan. Diseputar bawah tumpeng dilengkapi dengan lauk pauk seperti ikan kering (gereh), kerupuk, sayuran urap, Sego golong, telur dan ayam Ingkung.Tumpeng mempunyai makna permohonan kedua orang tua si Anak kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
agar si Anak kelak menjadi anak yang berguna bagi keluarganya. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, bentuk tumpeng yang kerucut atau seperti gunung kecil bermakna tempat yang tinggi dari kalangan masyarakat yang tinggi merupakan tempat bersemayamnya dewa atau makhluk halus yang selalu dihoramati dan dimintai berkahnya.
- Urap Sayur
Urap sayur terdiri dari sayur kacang panjang, bermakna agar umur si Anak berumur panjang, sayur kangkung bermakna dimanapun anak hidup ia akan mampu tumbuh dan berkembang sedangkan sayur kecambah mempunyai makna kesuburan.
- Telur Ayam
Telur ayam mempunyai makna kebulatan dari berbagai sifat atau tujuan sebab telur terdiri dari:
a. Hitam pada kulit luarnya mempunyai makna keteguhan hati dan keteguhan cita-cita si Anak.
b. Merah pada kulit lunak telur mengandung arti keberanian. c. Putih pada lapisan putih telur mengandung arti kesucian hati.
d. Kuning pada lapisan kuning telur bermakna kepandaian, kebijaksanaan, dan kewibawaan.
e. Hijau pada lapisan terdalam atau titik telur bermakna kesenangan. - Ayam Ingkung
Di dalam tumpeng juga disertakan Ayam Ingkung yang mempunyai makna kemandirian yakni agar Anak ketika dewasa nantinya dapat hidup mandiri.
- Sego Golong
Sego golong merupakan nasi yang dibungkus dengan daun pisang dengan bentuk kecil-kecil. Makna dari Sego Golong ini adalah Golongin Ati (kebulatan hati) hati yang menyatu antara orang tua dan anaknya.
- Jajanan Pasar
Jajanan pasar (Tukon Pasar) merupakan makanan yang dijual dipasar-pasar terutama yang dijual didipasar-pasar setempat. Jajanan dipasar-pasar mempunyai makna agar orang tua si Anak selama bekerja dimanapun selalu mendapat keselamatan, ketenteraman selama-lamanya.
- Pisang Raja Setangkep (satu sisir)
Pisang Raja adalah pisang yang banyak dimanfaatkan untuk acara ritual khususnya masyarakat Jawa. Pisang ini banyak digunakan untuk acara selametan atau acara-acara lain yang berkaitan dengan upcara adat Jawa yang dijadikan sebagai sesaji. Dalam upacara Tedhak Siten pisang raja setangkep ini mempunyai makna ketangguhan atau kebesaran jabatan anak dikemudian hari dan di hormati bagaikan raja dan pandai memimpin “Bala Omah” (Rumah Tangga) dan masyarakat.
- Pala Pendem
Pala penden (aneka umbi-umbian) mempunyai makna akan sifat manusia yang baik, manusia diumpamakan sebagai tanah atau bumi diinjak-injak diberi kotoran dan sebagainya tidak pernah marah ataupun sakit hati tetapi tetap saja memberi rejeki berupa hasil bumi. Jadi seorang anak nantinya diharapkan bisa menjadi seperti bumi berbuat baik bagi sesamanya (kejahatan dibalas dengan kebaikan).
- Bubur Merah dan Bubur Putih (Sengkolo)
Bubur merah dan bubur putih mempunyai makna darah (bubur merah) dan air mani (bubur putih). Bubur merah dan bubur putih ini di persembahkan untuk saudara batin yang ngemong anak (yang melindungi Anak).
Semua unsur-unsur atau perlengkapan upacara Tedhak Siten masing-masing mempunyai makna tersendiri. Semua makna yang terkandung dalam tahap-tahap beserta perlengkapannya tersebut masing-masing berisi nasehat atau pesan-pesan yang harus ditanamkan dan dijadikan pedoman hidup. Semua nasehat dan pesan-pesan yang terkandung dalam tahapan dan perlengkapan upacara tersebut, tentunya sangat bermanfaat bagi anak dan orang tua juga umumnya bagi masyarakat dalam menjalankan kehidupan diatas bumi ini.