• Tidak ada hasil yang ditemukan

JUMLAH TENAGA KERJA

4.2.4 Sarana dan Prasarana

Dalam perkembangannya, kegiatan pariwisata di Kabupaten Subang ditunjang oleh keberadaan dan kegiatan usaha pariwisata yang meliputi hotel atau tempat penginapan, restoran dan rumah makan. Sehingga keberadaan usaha kegiatan pariwisata sangat berperan penting dalam menunjang perkembangan pariwisata di suatu daerah.

Sari Ater Resort merupakan sebuah objek wisata alam yang menonjolkan sumber air panas alamnya. Objek wisata alam ini berada di punggung gunung Tangkuban Perahu dan dikelilingi oleh perkebunan teh. Sarana dan prasarana yang lengkap merupakan salah satu keunggulan objek wisata Sari Ater Resort, sarana dan prasarana tersebut dapat dikatakan mengikuti perkembangan jaman serta trend yang muncul disesuaikan juga dengan kondisi alam yang ada, maka dari itu objek wisata Sari Ater Resort terus berkembang sehingga produk wisata yang dibuat juga bertambah. Berikut perkembangan sarana dan prasarana objek wisata Sari Ater Resort setelah dilakukannya Restrukturisasi Organisasi :

Tabel 4.5

Perkembangan Sarana dan prasarana objek wisata Sari Ater Resor tahun 1994-2008 setelah dilakukannya Restrukturisasi Organisasi

No Tahun Sarana & Prasarana

1 1994 - 2008 Diteruskan pengembangan sarana prasarana secara menyeluruh, seperti :

1. Kolam rendam 3 unit 2. Kolam rendam Imas (kaki)

3. Kolam rendam Pulosari dan Water Slider, dsb.

2 1998 Dibangun kolam rendam air panas dengan nama Pulosari 3 1999 Dibangun kolam rendam air panas Wangsadwipa

4 2000 Dibangun Multi Function Room Dayang Sumbi 5 2001 – 2008 Dibangun fasilitas Sport & Leisure, antara lain :

1. Taman rekreasi 2. Wall Climbing 3. Flying Fox 4. Paint Ball

5. ATV Adventure, dsb.

6 2007 Dibangun kolam rendam air panas Leuwisari 7 2008 Dibangun Hotel Standar Room sebanyak 80 kamar

Sumber: diolah dari data Selayang Pandang Sari Ater Hot Spring Resort Hotel, Convention and Recreation (2004: 10-11) dan Laporan Tahunan Sari Ater Resort (2008: 48-57).

Dari data di atas dapat peneliti analisis bahwa perkembangan sarana dan prasarana Sari Ater Resort tahun 1994 – 2008 setiap tahunnya terus ditambah dan dikembangkan. Pembangunan sarana dan prasarana besar-besaran sudah dilakukan dari tahun 1968 sampai 1990an, sehingga tahun 1994 sampai 2008 hanya dilakukan penambahan dan pengembangan saja. Sarana dan prasarana yang ada di objek wisata ini sampai pada tahun 2008 masih tetap dipelihara penataannya dan pembenahanpun terus dilakukan, seperti halnya sarana pemandian kondisinya semakin tertata dan lebih permanen selain itu dengan pembangunan sarana dan prasarana pendukung terus dilakukan seperti dengan dibangunnya fasilitas sport & leisure membuat wisatawan yang datang

berkunjung ke Sari Ater Resort semakin nyaman berlama-lama menghabiskan waktu kunjungan rekreasinya di objek wisata Sari Ater Resort.

Perkembangan kegiatan pariwisata disuatu daerah sangat ditunjang oleh ketersediaan sarana dan prasarana serta usaha kegiatan pariwisata yang ada. Sesuai perkembangan, maka sarana dan prasarana serta paket wisata yang ada di Sari Ater Resort juga berkembang sesuai dengan kebutuhan wisatawan yang akan datang, perusahaan terus berupaya menyajikan segala kemudahan dan fasilitas bagi pengunjung baik wisatawan Nusantara maupun wisatawan Mancanegara. Fasilitas dan kemudahan tersebut yang tersedia antara lain:

1) Kemudahan transportasi, dari pusat kota Bandung sebagai gerbang Jawa Barat hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit dengan kendaraan melalui jalan darat ke Ciater dengan jarak 32 Km ke arah subang, sedangkan dari Jakarta hanya memerlukan waktu 2,5 jam jalan darat (berdasarkan hasil wawancara dengan dengan Bapak Awwaludin tanggal 16 Januari 2012),

2) Suasana alam pegunungan yang asri dengan kebun teh yang menghampar hijau sepanjang jalan menuju lokasi kawasan wisata Sari Ater Resort.

3) Udara pegunungan yang segar dan bebas polusi, sehingga cocok untuk menghilangkan kejenuhan dan stres akibat tekanan pekerjaan dan kesibukan kota besar.

4) Sarana akomodasi berupa bungalow berbagai macam type seperti type Sunan Suite untuk 6 orang dan type Standar Family untuk 4 orang.

5) Sarana akomodasi berupa building hotel berbagai macam type seperti type Standar Room untuk 2 orang dan type Deluxe Balcony untuk 2 orang.

6) Sarana makan dan minum dengan aneka menu mulai dari menu tradisional sampai dengan menu Eropa seperti Restaurant Kabayan dan Cafetaria Jambu.

7) Sarana pendudukung hotel seperti Ruang Meeting dan Souvenir Shop. 8) Sarana rekreasi dan hiburan seperti kolam rendam air panas Mayang

Sari dan flying fox.

9) Berbagai paket olahraga dan rekreasi wisata lainnya seperti hiburan kesenian tradisional Sisingaan.

4.2.5 Pemasaran

Untuk meningkatkan usaha pemasaran dan promosi pariwisata, disepakati bahwa pemerintah Kabupaten Subang lebih memfokuskan perhatian kepada peningkatan image pariwisata Subang, sedangkan promosi produk wisata dilaksanakan oleh para pengusaha pariwisata. Pemerintah Kabupaten Subang bersama-sama dengan pengusaha pariwisata secara terpadu merumuskan langkah-langkah pemasaran dalam upaya meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Subang khususnya ke kawasan wisata Sari Ater Resort.

Tujuannya adalah meningkatkan jumlah kunjungan dengan budget wisatawan serta meningkatkan citra positif pariwisata di Kabupaten Subang. Sasaran pasar utama wisatawan adalah wisatawan nusantara dan mancanegara.

Upaya yang dilakukan dalam usaha pemasaran terhadap wisatawan adalah melalui publikasi dan informasi mengenai obyek dan daya tarik wisata di Subang.

Suatu tempat wisata dapat berkembang melalui adanya media promosi baik yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata setempat ataupun melalui media massa dan melalui buku-buku mungil (boklet) yang menarik, selain itu objek wisata dapat berkembang dan maju apabila di tunjang oleh sarana-sarana tempat wisata yang memadai bagi wisatawan. Salah satunya yaitu adanya sarana tempat penginapan, sarana tempat menjual makanan, sarana transportasi, sarana tempat penjualan pernak-pernik dan lain-lain, yang menjadikan munculnya keinginan wisatawan tersebut untuk berkunjung ketempat wisata tersebut (Budhisantoso, 1994: 67).

Objek wisata Sari Ater Resort merupakan salah satu perusahaan yang memiliki dedikasi terhadap prestasi Kabupaten Subang dalam kancah Nasional maupun Internasional. Banyak kegiatan yang telah diikuti oleh sari Ater Resort untuk mempromosikan Kabupaten Subang dan Resortnya sendiri, hal itu menunjukan bahwa Sari Ater Resort ikut berperan aktif dalam promosi pariwisata daerah Kabupaten Subang. Kegiatan-kegiatan promosi yang dilakukan antara lain:

Tabel 4.6

Jenis Kegiatan promosi Sari Ater Resort Tahun 1994-2008 Kegiatan Promosi

Advertising.

Kegiatan advertising yang dilakukan antara lain: a. Brosur dan flyer. b. Bilboard

c. Spanduk d. Poster e. Guide Book

f. Majalah dan Koran g. Media Elektronik

Direct Marketing. Kegiatan Direct Marketing yang dilakukan oleh Sales & Marketing adalah: a. Sales Call

b. Telemarketing

Pameran atau event-event yang berhubungan dengan pariwisata.

Sumber : diolah dari data Selayang Pandang Sari Ater Hot Spring Resort Hotel, Convention and Recreation (2004: 20-23) dan Laporan Tahunan Sari Ater Resort (2008: 58 – 61).

Dari data di atas dapat peneliti analisis bahwa Sari Ater Resort selalu mempromosikan objek wisata serta produk-produk unggulan pada target pasar, salah satunya dengan mengikutsertakan pameran atau event-event tertentu yang berhubungan dengan pariwisata yang bertujuan untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan lokal maupun asing, selain itu Sari Ater Resort sendiri gencar dalam berpromosi baik melalui media cetak maupun elektronik, sehingga promosi dan pemasaran yang dilakukan berdampak baik kepada jumlah wisatawan yang berkunjung.

Sari Ater Resort memiliki reputasi yang baik dalam promosi pariwisata, dengan demikian Sari Ater Resort ikut membantu pembangunan Kabupaten Subang yaitu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Jumlah wisatawan yang datang ke Sari Ater Resort sangat tinggi artinya keberadaan Sari Ater Resort

sangat berpengaruh keberadaannya terhadap kondisi pariwisata di Kabupaten Subang.

Kawasan wisata Sari Ater Resort dari tahun 1994-2008 mengalami perkembangan yang pesat baik dari segi jumlah pengunjung maupun dari sarana dan prasarana penunjangnya. Hal ini dikarenakan Sari Ater Resort sebagai tempat wisata mampu memberikan banyak sekali keanekaragaman wisatanya yang pada masa sekarang wisata sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Berikut adalah jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Sari Ater Resort berdasarkan asal wisatawan.

Tabel 4.7

Jumlah Pengunjung Menurut Asal Wisatawan Tahun 1994 s/d 2008

Tahun Wisatawan Jumlah

Nusantara Mancanegara 1994 1.004.232 50.532 1.054.764 1995 1.144.691 42.724 1.187.415 1996 1.157.217 39.887 1.197.104 1997 1.180.500 22.806 1.203.306 1998 828.775 10.970 839.745 1999 1.012.357 30.658 1.043.015 2000 1.315.052 5.364 1.320.416 2001 1.274.361 3.516 1.277.877 2002 988.370 2.810 991.180 2003 1.109.639 2.572 1.112.211 2004 1.179.100 950 1.180.050 2005 1.132.344 718 1.333.062 2006 1.137.366 1.435 1.138.801 2007 1.230.538 6.630 1.237.168 2008 1.247.382 12.132 1.259.514 Total 16.941.924 233.704 17.175628

Sumber: diolah dari data Laporan Tahunan Sari Ater Resort (2008: 34-46).

Dari data di atas dapat peneliti analisis bahwa berdasarkan jumlah pengunjung Sari Ater Resort setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan,

seperti kedatangan wisatawan dari tahun ke tahun (1994-1997) mengalami kenaikan yang cukup baik, namun pada tahun 1998 mengalami sedikit penurunan yang dikarenakan krisis moneter yang melanda Negara Indonesia di tahun tersebut. Tahun 1999 kedatangan wisatawan kembali normal seperti biasanya, yaitu naik dari tahun sebelumnya. Tahun 2002 wisatawan kembali mengalami penurunan. Setelah masuk tahun 2003 sampai tahun 2008 kedatangan wisatawan terus meningkat, namun secara keseluruhan selama 14 tahun pengunjung wisata Sari Ater Resort terus mengalami peningkatan, dengan rata-rata peningkatan sekitar 5%. Jumlah pengunjung yang datang ke Sari Ater Resort mencapai 1.000.000 orang tiap tahunnya, pengeluaran pengunjung yang datang tersebut tiap orangnya sekitar Rp. 100.000 sampai Rp. 200.000 perorang dan tujuan pengeluaran tersebut digunakan untuk transfortasi, tiket masuk, makan, minum dan penginapan. Besarnya pengeluaran mereka tergantung dari tujuan mereka datang ke kawasan tersebut seperti untuk rekreasi dan berkemah, dengan demikian dapat digambarkan bahwa objek wisata Sari Ater Resort mengalami perkembangan yang cukup baik dari segi pengunjung, yang menggambarkan kebutuhan masyarakat akan pariwisata mulai meningkat, dan kebutuhan kegiatan pariwisata ini bukan lagi hanya sebagai pelengkap saja melainkan sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat Indonesia.

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan diperlukan program pemasaran yang tepat antara lain dengan melakukan kegiatan promosi meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan dan public relation. Dengan demikian promosi nerupakan salah satu faktor penentu keberhasilan program pemasaran.

Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya, konsumen tidak akaan membeli produk tersebut. Pengertian umum promosi adalah bagaimana mengkomunikasikan kebutuhan antara penjual atau penyedia dan pembeli untuk meyakinkan calon pembeli sehingga dapat membeli produk yang ditawarkan. Tujuan utama promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk serta meningingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya.

4.3 Dampak Perkembangan Kawasan Wisata Sari Ater Resort Terhadap

Dokumen terkait