Lingkungan merupakan tempat kesatuan ruang dan waktu menjadi satu kesatuan yang utuh, yang memberikan dampak positif dan manfaat kepada keberlangsungan maupun untuk wilayah sekitarnya.
Pembangunan merupakan salah satu pemanfaat lingkungan yang
digunakan untuk menopang perkembangan industri Kabupaten Mesuji. Pengelolaan Lingkungan Kabupaten Mesuji menurut Mesuji dalam Angka 2020 meliputi pengelolaan dalam sektor Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Perindustrian, Perdagangan,dan Pariwisata.
Pengelolaan lingkungan dalam sektor pendidikan yang dilihat dengan perkembangan pembangunan sekolah di kabupaten mesuji dapat dilihat pada Tabel 2.22.
Tabel 2.22.
Data sumber daya bahan baku
No
Tingkat
Pendidikan Jumlah Sekolah
1 SD 134
2 SMP 49
3 SMA 14
4 SMK 18
Total 182
Sumber : Mesuji Dalam Angka, 2020
Pengelolaan lingkungan dalam sektor kesahatan yang dilihat dengan perkembangan pembangunan sarana kesehatan di Kabupaten Mesuji dapat dilihat pada Tabel 2.23.
Tabel 2.23.
Sarana Kesahatan di Kabupaten Mesuji
No Kecamatan Rumah
Sakit Puskesmas Praktek Dokter
Praktek
Bidan Posyandu Balai Pengobatan
1 Way Serdang 0 2 3 12 32 1
2 Simpang Pematang 1 1 4 18 19 3
3 Panca Jaya 0 1 4 6 14 0
4 Tanjung Raya 1 2 5 9 26 1
5 Mesuji 0 4 6 16 20 0
6 Mesuji Timur 0 2 5 25 36 0
7 Rawajitu Utara 0 2 3 14 25 3
Jumlah 2 14 30 100 172 8
Sumber : Mesuji Dalam Angka, 2020
Pengelolaan lingkungan dalam sektor pertanian yang dilihat dengan perkembangan pembangunan sarana pertanian di Kabupaten Mesuji meliputi areal pertanian Tanaman Pangan dapat dilihat pada Gambar 2.24. dan areal perkebunan dapat dilihat pada Gambar 2.25.
Tabel 2.24.
Luas Panen Sawah di kabupaten Mesuji Tahun 2018
Kecamatan
Sawah/Wet Lond Tanah Kering (Dry land)
Sawah Irigasi
Sawah Tadah Hujan
Sawah Rawa Pasang
Surut
Sawah Rawa Lebak
Tidak di-usaha
kan
Ladang/
Huma
Tegal/
Kebun
Tidak di-usahaka
n
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Way Serdang 0
73 0 0 163 0
2,078 38
2 Simpang Pematang 0
925 0 0 0 0
8,759 372
3 Panca Jaya 0
426 0 0 40 0
1,248 0
4 Tanjung Raya 0
1,171 0 315 64 0
3,792
2,738
5 Mesuji 0
1,445
10,212 0 0 0
108
616
6 Mesuji Timur 0
3,758
3,450 0 258 0
600
3,346
7 Rawajitu Utara 0 0
9,865 0 0 0
4,842
2,289
Jumlah/total 0
7,798
23,527 315 525 0
21,42
6
9,399
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji (Mesuji Dalam Angka 2018)
Tabel 2.25.
Luas Areal Tanaman Perkebunan Rakyat Menurut jenis Tanaman Per Kecamatan di Kabupaten Mesuji Tahun 2019
Luas Area (Ha) /Area (Ha)
Kecamatan District
Kelapa Sawit Palm Oil
Karet Rubber
Kopi Coffe
Lada Papper
Kakau Cacoa
Kelapa Lokal Coconut
Kelapa Hybrida Hubrida Coconut
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Way serdang 6.781 6 516 36 2. 38 470 2 Simpang
Pema-tang 3.772 4 282 8 1 9 252 3 Panca Jaya 1.227 4 505 18 - 18 38
4 Tanjung Raya 3.626 5.756 15 - 49 158 5 Mesuji 687 1.522 4 2 - 41 6 Mesuji Timur 4.638
4,771
- 1 23 194 7 Rawajitu Utara 1.100 243 2 - 30 119 Jumlah/Total 21.831 27,513 83.00 6 167 1,272 Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji - Mesuji Dalam Angka 2020
Pengelolaan lingkungan dalam sektor industri yang dilihat dengan perkembangan pembangunan unit usaha di Kabupaten Mesuji dapat dilihat pada Tabel 2.26.
Tabel 2.26.
Banyaknya Unit Usaha,Tenaga Kerja dan Nilai Produksi di Kabupaten Mesuji Tahun 2019
Kelompok Industri Jumlah Unit Usaha
Tenaga Kerja
Nilai Produksi (milyar Rupiah)
Laki-laki Perempuan
1 2 3 4 5
A
INDUSTRI MENEN-GAH/BESAR
1 Industri Logam, Mesin dan Kimia
2 Industri Hasil Pertanian
dan Kehutanan 3 6.881 83 Rp 2.664, 31
3 Aneka Industri B INDUSTRI KECIL
1
Industri Logam, Mesin, dan Kimia
2
Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan
3 Aneka Industri
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Mesuji
Pengelolaan lingkungan dalam sektor perdagangan yang dilihat dengan perkembangan pembangunan sarana perdagangan di Kabupaten Mesuji dapat dilihat pada tabel 2.27.
Tabel 2.27.
Banyaknya Pasar di Rinci Menurut Kondisi bangunan di Kabupaten Mesuji tahun 2019
Kecamatan District
Jumlah Pasar Number of Market
Kondisi/ Condi-tion
Baik Cukup
Ku-rang
1 2 3 4 5
1 Way Serdang 5 1 0 4
2 Simpang Pematang 3 0 1 2
3 Panca Jaya 4 1 0 3
4 Tanjung Raya 5 0 2 3
5 Mesuji 4 0 1 3
6 Mesuji Timur 6 0 4 2
7 Rawajitu Utara 1 1 0 0
Jumlah /total 28 3 8 17
Sumber : Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Mesuji (Mesuji Dalam Angka 2019)
Pengelolaan lingkungan dalam sektor pariwisata yang dilihat dengan perkembangan pembangunan sarana pariwisata di Kabupaten Mesuji
Tabel 2.28 Banyak dan jenis Objek Wisata Menurut Kecamatan di Kabupaten Mesuji Tahun 2019
Kecamatan District
Jumlah total
Jenis Objek Wisata Type of Tourist
Destination
Objek Wisata Tourist
1 2 3 4
1 Way Serdang 3 Wisata Tirta Pemancingan, Dayung Perahu
2 Simpang
Pematang 2 Wisata Tirta Pemancingan, Dayung Perahu
3 Panca Jaya 1 Wisata Tirta Water Boom 4 Tanjung
Raya
4 Wisata Tirta Pemancingan, Dayung Perahu
5 Mesuji 5 Wisata
Alam,wisata Bu-daya dan wisata sejarah/Alam
Sungai, Puncak wiral-aga, kebun Buah wiralaga, Tari-tari dan pemakaman Tokoh adat Mesuji
6 Mesuji Timur 1 Wisata Bahari Pemancingan, Dayung Perahu
7 Rawajitu
Utara 1 Wisata Tirta Water Boom
Sumber : Disporapar Kab. Mesuji (Mesuji Dalam Angka Tahun 2020)
2. Lahan Industri Berupa Kawasan Industri dan/ atau Kawasan Peruntukan Industri
Berdasarkan Pasal 27 Peraturan Daerah Kabupaten Mesuji nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mesuji Tahun 2011 -2031, disebutkan pembagian kawasan industri, yaitu Kawasan Industri Besar Pengolahan Hasil Perikanan, Kawasan Industri Besar Pengolahan Hasil Perkebunan, Kawasan Industri
Menengah Pengolahan Hasil Perkebunan, Kawasan Industri Kecil Pen-golahan Hasil Perikanan dan Industri Kecil PenPen-golahan Hasil Pertanian.
(1) Kawasan Industri Besar Pengolahan Hasil Perikanan di kecamatan Rawajitu Utara.
(2) Kawasan Industri Besar Pengolahan Hasil Perkebunan di Kecamatan Way Serdang.
(3) Kawasan Industri Menengah Pengolahan Hasil Perkebunan di Kecamatan Simpang Pematang dan di Kecamatan Tanjung Raya.
(4) Kawasan Industri Kecil Pengolahan Hasil Perikanan dan Industri Kecil Pengolahan Hasil Pertanian di Kecamatan Mesuji
secara lengkap dapat dilihat pada Gambar 2.1
Gambar 2.1. Peta Kawasan Industri Kabupaten Mesuji
3. Fasilitas Jaringan Energi dan Kelistrikan
Jaringan listrik di Kabupaten Mesuji dikelola oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT PLN telah melayani seluruh ibukota Kecamatan dan beberapa desa terdekat, pada Tahun 2018, PT PLN juga telah membangun Gardu Induk Mesuji, yang berlokasi di Kecamatan Simpang Pematang dengan Kapasitas 60 MVA.
Pada tahun 2010 jumlah rumah tangga yang menjadi pelanggan PLN berjumlah 1.844 unit, non-PLN berjumlah 28.100 unit, dan non-listrik berjumlah 15.844 unit. Namun angka tersebut sudah sangat meningkat, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Mesuji pada tahun 2019 tercatat yang menjadi pelanggan PLN berjumlah 49.277 KK, non-PLN berjumlah 13.923 KK, dan warga yang non-listrik berjumlah 608 KK. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah pelanggan PLN dan non-PLN di Kabupaten Mesuji dapat dilihat pada Tabel 2.29.
s.d 2.31.
Tabel 2.29.
Jumlah Rasio Elektrik diKabupaten Mesuji Tahun 2017 s/d 2019
Sumber : Kecamatan dalam angka (BPS), 2019 (data diolah)
Tabel 2.30.
Jumlah KK Menggunakan Listrik PLN dan Non PLN per Kecamatan diKabupaten Mesuji Tahun 2019
Nomor Kecamatan Jumlah Desa
Jumlah KK PLN Non PLN 1 Way Serdang
20 12.342 0
2 Simpang Pematang
13 7.486 359
3 Panca Jaya
7 5.176 40
4 Tanjung Raya
21 11.640 812
5 Mesuji
11 4.769 2.406
No Uraian
2017 2018 2019
Jumlah KK
Rasio Electrik
Jumlah KK
Rasio Electrik
Jumlah KK
Rasio Electrik 1 Total Jumlah 63.200 100 63.200 100 63.200 100%
2 KK PLN 42.865 67,82% 46.862 74,15% 49277 68%
3 Non PLN 20.335 32,18%
%
16.338 25,85% 13923 22%
6 Mesuji Timur
20 5.412 4.762
7 Rawajitu Utara
13 2.452 5.544
TOTAL 105 49.277 13.923
Sumber : Kecamatan dalam angka (BPS), 2019 (data diolah)
Tabel 2.31.
Persentase rumah tangga menurut sumber penerangan di Kabupaten Mesuji Tahun 2019
Sumber Penerangan Jumlah
Listrik PLN 77,23%
Listrik Non PLN 21,82%
Petromak/aladin/pelita/sentir/obor/lainnya 0,95%
Jumlah 100,00
Sumber : Kecamatan dalam angka (BPS), 2019 (data diolah)
Kabupaten Mesuji pada tahun 2019 berdasarkan data dari PT.PLN UID Bandar Lampung, daya terpasang 31.365 KVA, produksi listrik 88,99 juta KWh, dengan listrik terjual sebesar 67,70 juta KWh dalam kurun 1 tahun. Gardu induk (GI) Mesuji berkapasitas 60 MVA, mampu memenuhi kebutuhan listrik seluruh wilayah di Kabupaten Mesuji, bahkan lebih dari cukup karena kebutuhan energi ditahun 2019 masih dibawah 10 MVA, jadi sangat memungkin untuk pem-bangunan dan mengembangkan wilayah atau kawasan industri.
4. Fasilitas Jaringan Telekomunikasi
Telekomunikasi memegang peranan penting dalam mendorong percepatan arus informasi. Cepatnya arus informasi ini sangat dipengaruhi oleh revolusi tehnologi dalam dua bidang penting yakni moderenisasi, transportasi, dan telekomunikasi. Semakin pesatnya pembangunan telekomunikasi, khususnya telekomunikasi nirkabel, semakin ningkat pula pembangunan infrastruktur prasarana pendukung seperti menara telekomunikasi.
Dengan berkembangnya telekomunikasi seluler di Kabupaten Mesuji,pembangunan menara telekomunikasi meningkat dengan pesat pada tahun 2019 berjumlah 65 menara. Sedangkan untuk fasilitas Kantor Pos belum tersedia secara merata di Kabupaten
Mesuji. Secara lebih rinci data Sarana telekomunikasi yang ada di Kabupaten Mesuji dapat dilihat pada Tabel 2.32. dan Table 2.33.
Table 2.32.
Sarana Prasarana Telekomunikasi Tahun 2017 s/d 2019
NO SARANA/PRASARANA TELEKOMUNIKASI
TAHUN 2017
TAHUN 2018
TAHUN 2019 JUMLAH JUMLAH JUMLAH
1. Kantor Pos 2 2 2
2. Menara Seluler 40 44 65
Sumber : Dinas Perhubungan, Komuniasi dan Informatika Kab.Mesuji Tahun 2019 (data diolah)
Tabel 2.33.
Data Menara Telkomunikasi
No DESA Jumlah
Menara 1. Desa Wiralaga, Kecamatan Mesuji 4 2. Desa Bukoposo Kec. Way Serdang 3 3. Desa Bumi Harapan Kec. Way Serdang 1 4. Desa Labuhan Baru Kec. Way Serdang 2 5. Desa Hadimulyo, Kec. Way Serdang 1 6. Desa Pancawarna Kec. Way Serdang 1 7. Desa Agung Batin Kec. Way Serdang 1 8. Desa Penangkis Makmur Kec.RJU 1 9. Desa Panggung Jaya Kec. RJU 2 10. Desa Sidang Iso Mukti Kec. RJU 1 11. Desa Sidang Gunung Tiga Kec. RJU 2 12. Desa Simpang Pematang Kec. Simpang
Pematang 4
13. Desa Budi Aji Kec. Simpang Pematang 2 14. Desa Wirabangun Kec. Simpang
Pematang 1
15. Desa Brabasan Kec. Tanjung Raya 2 16. Desa Muara Tenang Kec. Tanjung Raya 1 17. Desa Harapan Mukti Kec. Tanjung Raya 3 18. Desa Gedung Ram Kec. Tanjung Raya 1 19. Desa Fajar Baru Kec. Panca Jaya 1 20. Desa Tanjung Menang Kec. Mesuji
Timur 1
21. Desa Tanjunga Mas Kec. Mesuji Timur 1 22. Desa Bujung BuringKec.Tanjung Raya 1 23. DesaWira Jaya Kec.Tanjung Raya 1 24. Desa Gedung Boga Kec. Way Serdang 2 25. Desa Mergo Rahayu Kec. Simpang
Pematang 1
26. Desa Gedung Sri Mulyo Kec. Way
Serdang 1
27. Desa Jaya Sakti Kec. Simpang Pematang
1 28 Desa Eka Mulya Kec. Mesuji Timur 1 29 Desa Sungai Badak Kec. Mesuji 3 30 Desa Kebun Dalam Kec. Way Serdang 2
31 Desa Tirtalaga Kec. Mesuji 1
32 Desa Pangkal Mas Mulya Kec. Mesuji
Timur 1
33 Desa Wonosari Kec. Mesuji Timur 1 34 Desa Margo jadi Kec. Mesuji Timur 1 35 Desa Mukti Karya Kec. Panca Jaya 2 36 Desa Mekar Jaya Kec. Tanjung raya 1 37 Desa Rejo Mulyo Kec. Way Serdang 3 38 Desa Adi Luhur Kec. Panca Jaya 1 39 Desa Margo Bakti Kec. Way Serdang 2 40 Desa Karang Mulya Kec. Way Serdang 1
Tot al
40 Desa 65 Menara
Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, 2019
5. Fasilitas Jaringan Sumber Daya Air
Fasilitas Sistem Jaringan Sumber Daya Air kabupaten Mesuji menurut Perda Kabupaten Mesuji Nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mesuji Tahun 2011-2031 bahwa sistem jaringan sumber daya airmeliputi:
a. wilayah sungai (WS);
b. cekungan air tanah (CAT);
c. jaringan irigasi;
d. jaringan air baku untuk air minum; dan e. sistem pengendalian daya rusak air.
a. Wilayah Sungai (WS) sebagaimana yang dimaksud meliputi :
a) Wilayah Sungai Mesuji –Tulang Bawang yang merupakan wilayah sungai lintas provinsi yang menghubungkan Provinsi Sumatra Selatan dengan Provinsi Lampung; dan
b) Khususnya DAS Mesuji yang merupakan DAS dengan wilayahmencakup Kabupaten Way Kanan – Tulang Bawang Barat – Mesuji – Tulang Bawang – Ogan Komering Ulu TImur _ ogan Komering Hilir.
b. Cekungan air tanah (CAT) yang berada pada Kabupaten Mesuji sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 huruf b adalah sebagian CAT Metro-Kotabumi yang merupakan CAT lintas Kabupaten-Kota;
c. Pengembangan jaringan irigasi sebagaimana dimaksud adalah jaringan irigasi setengah teknis meliputi:
a) pembangunan/peningkatan, rehabilitasi, serta operasi;
b) pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan ketahanan pangan;
dan
c) pengelolaan dan pembatasan pengambilan air tanah.
d) Jaringan irigasi setengah teknis yang terdapat di Kabupaten Mesuji meliputi:
(a). sistem jaringan irigasi setengah teknis kewenangan Pemerintah tersebar di Kecamatan Rawa Jitu Utara dan Kecamatan Mesuji dengan luas kurang lebih 20.687 (dua puluh ribu enam ratus delapan puluh tujuh) hektar dan sistem jaringan irigasi setengah teknis tersebar di Kecamatan Mesuji Timur dengan luas kurang lebih 20.730 (dua puluh ribu tujuh ratus tiga puluh) hektar;
dan
(b). sistem irigasi setengah teknis kewenangan kabupaten berupa daerah irigasi setengah teknis Kecamatan Simpang Pematang dengan luas kurang lebih 332 (tiga ratus tiga puluh dua) hektar.
d. Jaringan air baku untuk air minum sebagaimana yang dimaksud meliputi:
a) pembangunan sarana air bersih di Kampung Sidomulyo di Kecamatan Mesuji dan Kampung Simpang Pematang Kecamatan Simpang Pematang;
b) pemanfaatan potensi air tanah pada Kampung Tanjung Menang dan Margojadi di Kecamatan Mesuji Timur, Kecamatan Simpang Pematang, Kecamatan Way Serdang, Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Panca Jaya, Kecamatan Rawa Jitu Utara dan Kecamatan Mesuji;
c) pemanfaatan embung di Kecamatan Simpang Pematang, Kecamatan Way Serdang, Kecamatan Panca Jaya, Kecamatan Mesuji dan Kecamatan Mesuji Timur; dan
d) rencana air bersih ke kelompok pengguna direncanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Mesuji.
e) Sistem pengendalian daya rusak air sebagaimana dimaksud terdapat di sepanjang Sungai Mesuji pada Kecamatan Simpang Pematang dan Kecamatan Mesuji Timur.
6. Fasilitas Sanitasi
Fasilitas sanitasi yang terlayani air bersih di Kabupaten Mesuji hingga tahun 2018 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 5.846 dan pembangunan MCK sampai dengan ahun 2018 sebanyak 40 unit.
Selain itu Kabupaten Mesuji melakukan pembangunan pengelolaan air limbah domistik (SPAD) sekala pemukiman /MCK standar sebanyak 4 unit yang berada di 4 desa yaitu desa sungai badak, desa nipah kuning, desa bangun jaya, desa sungai cambai berikut tabel jumlah rumah tangga yang terlayani air bersih sebagai berikut
Tabel.2.34.
Jumlah Rumah Tangga Yang Terlayani Air Bersih
No Lokasi Nilai Manfaat
1 Perluasan SPAM melalui Pemanfaatan Idle Capacity SPAM terbangun dari Sistem IKK/PDAM/Komunal
1.816
2 Pembangunan Baru Bagi Daerah yang belum memiliki layanan Air Minum
4.030 Jumlah Penerima Manfaat 5.846
7. Fasilitas Jaringan Transportasi
Sistem jaringan transportasi, merupakan sarana dan prasarana vital dalam memberikan pelayanan untuk pergerakan barang, orang dan informasi baik, dalam konteks internal wilayah ataupun dalam kaitanya
dengan daerah yang lebih luas. Melalui penyediaan jaringan jalan, diharapkan mobilitas orang, barang dan informasi dapat ditingkatkan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan wilayah. Sistem transportasi yang ada saat ini di Kabupaten Mesuji terdiri dari tranportasi darat dan sungai. Oleh
karena itu, kondisi eksisting sistem transportasi di wilayah perencanaan akan dibagi berdasarkan kedua jenis tersebut, untuk secara lengkap ditampilkan pada Gambar 2.2 .
a. Jaringan Jalan dan Jembatan
Dilihat kondisi perkerasan jalannya, jalan-jalan yang ada di wilayah Kabupaten Mesuji sudah beraspal, berbatu, dan tanah.
Fungsi jalan saat ini memiliki 2 (dua) fungsi jalan arteri primer yaitu jalan negara dan provinsi, serta jalan lokal sekunder yaitu jalan kabupaten.
a) Jaringan Jalan Arteri Primer (Jalan Negara dan Provinsi)
Jaringan jalan arteri atau primer yaitu jaringan jalan yang menghubungkan Kabupaten Mesuji dengan wilayah diluarnya.
Kabupaten Mesuji dapat dicapai dari Ibukota Kabupaten Tulang Bawang, Kota Menggala, melalui jalan Lintas Timur Sumatra. Rute
yang ditempuh adalah Kota Menggala–Simpang Pematang menggunakan prasarana jalan Regional Lintas Timur Sumatra, kemudian dilanjutkan ke arah Timur dengan rute Simpang Pematang–Brabasan–Wiralaga, yang disebut Jalan Poros dan merupakan jalan berstatus jalan provinsi.
Total panjang jalan Negara adalah 41,07 km dengan kondisi seluruhnya beraspal. Sedangkan jalan provinsi dari total panjang 40,03 km, sebanyak 11,4 km rigid pavement dan beraspal 28,63 km untuk secara lengkap ditampilkan pada Tabel 2.35 Perkembangan Jalan.Kabupaten.Mesuji.
Gambar 2.2. Jaringan Jalan Kabupaten Mesuji
Tabel 2.35
Perkembangan Jalan di Kabupaten Mesuji Tahun 2018 – 2019
KEADAAN
STATUS JALAN
JALAN NEGARA JALAN PROVINSI 2018 2019 2018 2019 I. JENIS PERMUKAAN
f. Rigid Pavement 11,4 11,4
b. Aspal 41,07 41,07 28,63 28,63
c. Kerikil - - - -
d. Tanah - - - -
e. Tidak Dirinci - - - -
JUMLAH 41,07 41,07 40,03 40,03
II. KONDISI JALAN
a. Baik - - 40,03 11,4
b. Sedang 41,07 41,07 - 20,28
c. Rusak - - - 8,38
d. Rusak Berat - - - -
JUMLAH 41,07 41,07 40,03 40,03
III. KELAS JALAN
a. Kelas I - - - -
b. Kelas II - - - -
c. Kelas III - - - -
d. Kelas III A 41,07 41,07 - -
e. Kelas III B - - 40,03 40,03
f. Kelas III C - - - -
g. Kelas Tidak Dirinci - - - -
JUMLAH 41,07 41,07 40,03 40,03
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mesuji, 2019
Berdasarkan informasi yang diperoleh pemerintah daerah, kerusakan jalan poros tersebut terutama dikarenakan beban kendaraan yang melintasi jalan tersebut umumnya melebihi kemampuan jalan. Jalan poros merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan perkebunan dan perkebunan rakyat ke lokasi industri pengolahan, sehingga setiap hari truk pengangkut menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut hasil perkebunan ke pabrik pengolahan.
b) Jaringan Jalan Lokal Sekunder (Jalan Kabupaten)
Jaringan jalan lokal sekunder yaitu jaringan jalan yang menghubungkan antar wilayah di Kabupaten Mesuji. Jaringan jalan lokal terdapat di Kabupaten Mesuji umumnya merupakan jaringan jalan yang dibuka pada saat pembukaan kawasan transmigrasi yang merupakan daerah rawa, maka pada saat
pembukaan lahan dilakukan pembangunan saluran-saluran air dimana jaringan jalan yang dibangun pada saat itu adalah mengikuti saluran-saluran tersebut.
Kondisi jaringan jalan lokal dalam kondisi rusak sebanyak 453,46 km sehingga perjalanan antar kecamatan menuju pusat Kabupaten Mesuji membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam.
Panjang prasarana jalan lokal (jalan kabupaten) memiliki panjang 563,14 km, sebagaimana terlihat pada Tabel 2.36
Tabel 2.36.
Perkembangan Jalan di Kabupaten Mesuji Tahun 2018 – 2019
KEADAAN
STATUS JALAN JALAN KAB/KOTA
2018 2019
I. JENIS PERMUKAAN
a. Lean Concrete/Diaspal 69,42 91,85
b.Batu/Kerikil 17,83 17,83
c. Tanah 475,89 453,46
d. Tidak Dirinci - -
JUMLAH 563,14 563,14
II. KONDISI JALAN
a. Baik 69,42 91,85
b. Sedang 17,83 17,83
c. Rusak 475,89 453,46
d. Rusak Berat -
JUMLAH 563,14 563,14
III. KELAS JALAN
a. Kelas I - -
b. Kelas II - -
c. Kelas III - -
d. Kelas III A - -
e. Kelas III B 563,14 563,14
f. Kelas III C - -
g. Kelas Tidak Dirinci - -
JUMLAH 563,14 563,14
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mesuji, 2019
b. Prasarana Jembatan
Kondisi jembatan di wilayah Kabupaten Mesuji umumnya sudah banyak yang diperbaiki, terdapat juga jembatan baru yang dibangun untuk menghubungan antar wilayah. Saat ini sudah terdapat 160 jembatan yang tersebar di tujuh kecamatan.
c. Sistem Transportasi Sungai/Air
Tranportasi sungai yang ada di Kabupaten Mesuji memanfaatkan sungai-sungai besar seperti Sungai Mesuji dan Sungai Buaya, selain itu juga memanfaatkan saluran primer kawasan yang bermuara ke Sungai Mesuji. Transportasi sungai selama ini menjadi alternatif transportasi darat, terutama untuk mencapai pasar Tanjung Mas Makmur dari pemukiman sepanjang Sungai Mesuji, karena transportasi sungai ini sangat mempersingkat waktu dan jarak tempuh.
Transportasi air melalui Sungai Mesuji tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Mesuji saja, tetapi juga oleh penduduk di UPT Gajah Mati (Kabupaten OKI, Provinsi Sumatra Selatan) untuk pergerakan orang dan barang. Sampai saat ini di Kabupaten Mesuji sudah terdapat lima dermaga, tiga diantaranya dibangun oleh Pemerintah Provinsi Lampung terdapat di Wiralaga, KTM dan Sungai Sidang, juga terdapat dermaga yang merupakan aset PT Wahyuni Mandira dan Pratama Nusantara Sakti, terakhir dermaga di Tanah merah desa sidang muara jaya yang juga merupakan aset PT Wahyuni Mandira, saat ini belum beroperasi namun merupakan calon dermaga untuk kapal perintis. Kapal perintis ini beroperasi pada tahun 2017 dengan akses pelayanan dari Sungai Sidang ke Sungai Top Wali dan Sungai Sunda Kelapa, jakarta Utara.
Kehadiran kapal ini berdampak transportasi lebih efektif dan efisien. Jika jalur darat dari Kabupaten Mesuji menuju Jakarta membutuhkan waktu sekitar 14 jam, nanti jika menggunakan kapal perintis hanya butuh waktu tujuh jam.
Berdasarkan Dinas Perhubungan Kabupaten Mesuji, angkutan sungai yang aktif terdiri dari :
1. Kapal Motor ukuran 20 Gt ke bawah : 80 buah
2. Speed boat : 100 buah
8. Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah a. Sentra IKM
Usaha kecil dalam bentuk industri rumah tangga (home industry) adalah peluang usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang
bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan. Semakin banyak jumlah UKM akan menunjukkan semakin besar kapasitas pelayanan pendukung yang dimiliki daerah dalam meningkatkan ekonomi daerah melalui UKM.
Industri rumah tangga (home industry) pada tahun 2016 tercatat sebanyak 263 unit yang terdiri atas 7 jenis usaha. Jenis usaha terbanyak adalah industri pembuatan tempe sebanyak 62 industri, terbanyak kedua adalah pembuat batu bata dengan jumlah 60 industri, sedangkan pembuat kerupuk menjadi terbanyak ketiga dengan jumlah 49 industri. Wilayah kecamatan yang paling banyak sebagai tempat usaha industri rumah tangga adalah Tanjung Raya sebanyak 87 industri, Simpang Pematang sebanyak 55 industri dan Kecamatan Rawajitu Utara sebanyak 34 industri. Data terinci dapat dilihat pada Tabel 2.37.
Tabel 2.37.
Daftar Industri Skala Kecil (Home Industri) di Kabupaten Mesuji Tahun 2016
No Nama Industri Mesuji Mesuji
Timur Simpang
Pematang Tanjung Raya
Rawa Jitu Utara
Way
Serdang Panca Jaya 1 Pembuatan
Meubel 6 - 16 12 3 6 1
2 Produksi Tempe 1 9 9 27 6 6 4
3 Produksi Tahu 2 2 17 2 1 7 2
4 Pembuat
Kerupuk 5 7 5 14 5 2 11
5 Pembuat Batu
Bata 2 - 1 31 17 5 4
6 Anyaman Bambu - - 3 - - - -
7 Industri
Anyaman - 1 4 1 2 1 -
Total 16 19 55 87 34 27 22
Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM, 2016
Untuk sektor perdagangan, berdasarkan penerbitan surat ijin usaha perdagangan perkembangan jumlah pedagang besar (PB), pedagang menengah (PM) dan pedagang kecil (PK) tahun 2018-2019 dapat dilihat pada Tabel 2.38. dan 2.39
Tabel 2.38.
Perkembangan Jumlah Penerbitan Surat Ijin Usaha Perdagangan Tahun 2018
NO JENIS IZIN JUMLAH BERKAS
TAHUN 2018
1 Izin Pembuangan Limba Cair 5
2 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 121
3 Izin Usaha Jasa Konstruksi 5
4 Izin Reklame 4
5 Izin Usaha Simpan Pinjam 8
6 Izin Bahan Limba Berabahaya dan Beracun
(LB3K) 5
7 Izin Tanda Daftar Gudang 22
8 Izin Tanda Daftar Perusahaan 123
9 Izin Pelayanan Kesehatan Swasta 1
Jumlah 294
Tabel 2.39.
Perkembangan Jumlah Penerbitan Surat Ijin Usaha Perdagangan Tahun 2019
NO JENIS IZIN JUMLAH
BER-KAS TAHUN 2019 1 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 453
2 Izin Usaha Jasa Konstruksi 365
3 Izin Reklame 1
4 Izin Bahan Limba Berabahaya dan Beracun (LB3K) 1
5 Izin Tanda Daftar Gudang 13
6 Izin Tanda Daftar Perusahaan 85
7 Tanda Daftar Usaha Pariwisata 1
8 Izin Usaha Industri 286
9 Izin Pendirian Pogram atau Satuan Pendidikan 25
Jumlah 1.230
Sumber: DPMPTSP Kab. Mesuji 2020
b. Pusat-pusat pengembangan IKM
Kabupaten Mesuji mengembangkan pusat- pusat IKM (Industri Rumah Tangga) di kecamatan Mesuji, dengan produk unggulan hasil pengolahan perikanan, seperti kerupuk ikan, terasi dan lainnya yang berbahan baku dari ikan. Strategi pengembangan dengan memperdayakan IKM yang sudah berjalan maupun yang baru akan memulai, melalui pelatihan-pelatihan dan pemberian bantuan peralatan produksi untuk menunjang kegiatan IKM.