• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MESUJI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERATURAN DAERAH KABUPATEN MESUJI"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MESUJI

NOMOR 08 TAHUN 2020 TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN INDUSTRI KABUPATEN MESUJI TAHUN 2021-2040

PEMERINTAH KABUPATEN MESUJI

TAHUN 2020

(2)

BUPATI MESUJI PROVINSI LAMPUNG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MESUJI NOMOR 08 TAHUN 2020

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN INDUSTRI KABUPATEN MESUJI TAHUN 2021-2040

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MESUJI,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 11 Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, perlu mentapkan Peraturan Daerah Kabupaten Mesuji tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Mesuji Tahun 2021-2040.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

2. Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji di Provinsi Lampung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 186, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4933);

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6398);

4. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 4,Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 5492);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

(3)

Pemrintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional ( Lembaran Negara Repubik Indonesia Tahun 2017 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6042)

7. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5671);

8. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 199);

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 157);

10. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 110/M- IND/PER/12/2015 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1917);

11. Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Lampung Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2029 (Lembaran Daerah Provinsi Lampung Tahun 2010 Nomor1);

12. Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Provinsi Lampung tahun 2016-2035 (Lembaran Daerah Provinsi Lampung Tahun 2016 Nomor 13);

13. Peraturan Daerah Kabupaten Mesuji Nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mesuji Tahun 2011-2031 (Lembaran Daerah Kabupaten Mesuji Tahun 2012 Nomor 6);

14. Peraturan Daerah Kabupaten Mesuji Nomor 7 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Mesuji Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Mesuji Tahun 2012 Nomor 7)

(4)

15. Peraturan Daerah Kabupaten Mesuji Nomor 11 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mesuji Tahun 2017-2022 (Lembaran Daerah Kabupaten Mesuji Tahun 2017 Nomor 11).

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MESUJI dan

BUPATI MESUJI

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN INDUSTRI KABUPATEN MESUJI TAHUN 2021-2040.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Mesuji.

2. Pemerintah Daerah adalah Bupati Mesuji sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah otonom.

3. Bupati adalah Bupati Mesuji.

4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mesuji.

5. Perindustrian adalah tataran dan segala kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan industri.

6. Industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri.

7. Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Mesuji Tahun 2021-2040, selanjutnya disingkat RPIK 2021-2040 adalah kerangka arahan dasar pembangunan industri di Kabupaten Mesuji.

BAB II

PENETAPAN, JANGKA WAKTU DAN SISTEMATIKA Pasal 2

(1) Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Mesuji Tahun 2021-2040 ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun.

(2) Sistematika Rencana Pembangunan Industrik Kabupaten sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mencakup :

a. Pendahuluan;

b. Gambaran Kondisi Daerah terkait Pembangunan Industri;

c. Visi dan Misi Pembangunan Daerah, serta Tujuan dan Sasaran Pembangunan Industri Daerah;

d. Strategi dan Program Pembangunan Industri Kabupaten Mesuji;

e. Penutup.

Pasal 3

(1) RPIK sejalan dengan Rencana Pembangunan Industri Nasional, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Recana Pembangunan Jangka Menengah Daerah,Rencana Tata Ruang Daerah, serta keserasian dan keseimbangan dengan kegiatan ekonomi, daya dukung lingkungan dan proyeksi penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan lahan untuk industri.

(5)

(2) RPIK menjadi pedoman bagi Daerah dan pelaku industri dalam melaksanakan pembangunan industri di Kabupaten Mesuji.

Pasal 4

(1) Bupati menunjuk pejabat yang membidangi urusan perindustrian untuk melaksanakan Pembangunan Industri Kabupaten Mesuji sesuai RPIK.

(2) RPIK dapat ditinjau kembali setiap 5 (lima) tahun.

BAB III

PENGAWASAN DAN EVALUASI Pasal 5

(1) Bupati melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPIK 2021-2040 dan Kebijakan Industri Daerah.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengawasan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Bupati.

BAB IV

KETENTUAN PENUTUP Pasal 6

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Mesuji.

Ditetapkan di Mesuji

pada tanggal 30 Desember 2020 BUPATI MESUJI,

Diundangkan di Mesuji

pada tanggal 30 Desember 2020

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN MESUJI,

SYAMSUDIN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MESUJI TAHUN 2020 NOMOR 08

NOMOR REGISTER PERATURAN DAERAH KABUPATEN MESUJI PROVINSI LAMPUNG : 08/1088/MSJ/2020

(6)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN DAEARAH KABUPATEN MESUJI NOMOR 8 TAHUN 2020

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN INDUTRI KABUPATEN MESUJI TAHUN 2021-2040 1. UMUM

Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Peindustrian telah meletakan industri sebagai salah satu pilar ekonomi dan memberikan peran yang cukup besar kepada pemerintah daerah untuk mendorong kemajuan industri secara terencana.

Peranan tersebut diperlukan dalam mengarahkan perekonomian daerah Mesuji untuk tumbuh lebih cepat dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain yang lebih dahulu maju.

Sebagai bentuk upaya untuk memperkuat dan memperjelas peranan Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji dalam pembangunan industri di daerah, perlu disusun perencanaan pembangunan industri Daerah Kabupaten Mesuji yang sistematis, komprehensif, dan futuristic dalam wujud Rencana Induk Pembangunan Indutri Kabupaten Mesuji tahun 2018-2035, yang disusun dengan tujuan untuk menjawab kebutuhan dan perkembangan akibat perubahan lingkungan strategis dan sekaligus mempu menjadi landasan hukum bagi tumbuh, berkembang, dan kemajuan Industri di Kabupaten Mesuji.

Penyusunan Rencana Pembangunan Idustri Kabupaten Mesuji tahun 2018-2035 selain dimaksudkan untuk melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015- 2035 dan kenentuan Pasal 8 dan Pasal 11 Peraturan Menteri Perindustriaan Nomor : 110/M-IND/PER/12/2015 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota, juga dimaksud untuk mempertegas keseriusan pemerintah Kabupaten Mesuji dalam mewujudkan Kabupaten Mesuji yang maju dan sejahtera.

II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1

Cukup jelas Pasal 2

Ayat (1)

Cukup Jelas Ayat (2)

Cukup Jelas Pasal 3

Ayat (1)

Cukup Jelas Ayat (2)

Cukup Jelas

(7)

Pasal 4 Ayat (1)

Cukup Jelas Ayat (2)

Cukup jelas Pasal 5

Ayat (1)

Cukup Jelas Ayat (2)

Cukup jelas Pasal 6

Cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MESUJI NOMOR : 08

(8)

LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KABUPATEN MESUJI NOMOR : 08 TAHUN 2020

TANGGAL : 30 DESEMBER 2020

RENCANA PEMBANGUNAN INDUSTRI KABUPATEN MESUJI TAHUN 2021-2040

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan yang direncanakan dengan baik diharapkan dapat mencapai tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan. Perencanaan yang baik harus berdasarkan hasil evaluasi program dan kegiatan yang telah dilakukan, kondisi internal dan eksternal organisasi serta peluang dan hambatan yang dihadapi. Perencanaan pembangunan daerah diupayakan memanfaatkan semua potensi yang dimiliki sebagai kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi unggulan daerah guna mencapai tujuan pembangunan daerah dan pembangunan nasional secara umum.

Pengolahan sumber daya lokal yang baik akan meningkatkan produktivitas wilayah secara umum sehingga merangsang pertumbuhan ekonomi wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan ekonomi Indonesia menunjukkan perubahan struktur perekonomian Indonesia dari berbasis pertanian ke sektor industri. Hal ini ditunjukkan dengan kontribusi sektor pertanian terhadap PDB yang menurun dari 56.3% pada tahun 1962 menjadi 5,07% untuk PDB Indonesia. Pada periode tesebut, sektor industri baik manufaktur maupun non manufaktur mengalami peningkatan dari 11,9% pada tahun 1962 menjadi sekitar 25 % pada tahun 2017. Walaupun kecenderungan terjadi demikian, pada saat krisis moneter pada akhir 1990-an menunjukkan bahwa sektor berbasis sumber daya lokal, antara lain sektor pertanian, terbukti mampu bertahan terhadap krisis yang terjadi.

Terjadinya pergeseran pembangunan ekonomi berbasis agraris ke industri

(9)

ditandai dengan memproses barang ekstraktif (bahan baku menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi) melalui tahap pengolahan yang menghasilkan keluaran berupa barang yang memiliki nilai tambah (value added). Perencanaan Pembangunan dengan target untuk menciptakan struktur ekonomi yang mandiri, sehat dan kukuh dengan menempatkan pembangunan industri sebagai penggerak utama, mutlak dilaksanakan dalam pembangunan ekonomi. Globalisasi dan liberalisasi disisi lain khususnya di bidang industri membawa dinamika perubahan yang sangat cepat dan berdampak luas bagi perekonomian nasional. Negara- negara maju cenderung lebih mampu memanfaatkan kesempatan dibandingkan dengan negara-negara berkembang dan sedang berkembang.

Guna mempercepat proses industrialisasi untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional sekaligus mengantisipasi dampak negatif globalisasi dan liberalisasi ekonomi dunia dan perkembangan di masa datang diperlukan suatu arahan dan kebijakan yang jelas.

Pembangunan industri ke depan sebaiknya dititik beratkan agar sektor industri dapat tumbuh lebih cepat sehingga dapat berperan lebih besar dalam penciptaan nilai tambah yang berujung pada peran sektor industri pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Walaupun demikian, pada saat ini sektor industri mengalami kecenderungan menurun yang antara lain disebabkan oleh kelesuan ekonomi global, pelemahan kurs rupiah, naiknya tarif listrik dan naiknya upah buruh. Penurunan pertumbuhan sektor industri lebih banyak dialami oleh industri minyak dan gas (migas) karena turunnya harga minyak di tingkat internasional, namun industri non migas justru tumbuh positif dan memberi kontribusi lebih dari 72% terhadap PDB sektor industri. Kontribusi industri non migas di tengah kelesuan ekonomi nasional dan global selama tiga tahun terakhir tumbuh positif rata-rata 1,3% pertahun.

Provinsi Lampung merupakan daerah agraris dengan struktur perekonomian daerah dominan berbasis pertanian. Persoalannya, struktur perekonomian berbasis pertanian ternyata tidak memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi dan sudah berlangsung sangat lama.

Kondisi ini telah diupayakan diperbaiki melalui peningkatan produktivitas pertanian, namun tidak memiliki nilai tambah tinggi

(10)

karena keterbatasan teknologi pengolahan yang menjadi kebutuhan pasar. Teknologi pengolahan guna meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian bisa dilakukan melalui proses industrialisasi hasil pertanian.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian telah meletakkan industri sebagai salah satu pilar ekonomi dan memberikan peran yang cukup besar kepada pemerintah untuk mendorong kemajuan industri nasional secara terencana. Peran tersebut diperlukan dalam mengarahkan perekonomian nasional untuk tumbuh lebih cepat dan mengejar ketertinggalan dari negara lain yang lebih dahulu maju.

Untuk memperkuat dan memperjelas peran pemerintah dalam pembangunan industri nasional, pemerintah telah menyusun perencanaan pembangunan industri nasional yang sistematis, komprehensif, dan futuristik dalam wujud Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035 yang selanjutnya disebut RIPIN 2015-2035 yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2015 menjadi acuan bagi bupati untuk menyusun Rencana Pembangunan Industri Kabupaten(RPIK) sebagaimana Pasal 4huruf b.

Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Mesuji Tahun 2021-2040 mengacu pada Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 dan Kebijakan Industri Nasional dalam rangka mewujudkan visi pembangunan industri nasional “Indonesia Menjadi Negara Industri Tangguh”. Dalam Rencana Pengembangan Industri Provinsi (RPIP) Lampung, Kabupaten Mesuji telah ditetapkan masuk dalam Klaster Bagian Timur: Kawasan Industri Pengolahan dan Manufaktur.

Kabupaten Mesuji dengan ibu kota Wiralaga Mulya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang. Kabupaten Mesuji terbentuk sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 49 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji di Provinsi Lampung.

(11)

Kabupaten Mesuji memiliki luas wilayah mencapai 2.184,00 km2 (sebesar 11,12 % dari luas Provinsi Lampung. Secara administratif Kabupaten Mesuji terdiri dari 7 kecamatan dengan batas-batas wilayah adalah :

Sebelah Utara

Sebelah Timur

Sebelah Selatan

Sebelah Barat :

:

:

:

Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

Berbatasan dengan Kecamatan Rawa Jitu Selatan dan Kecamatan Penawar Tama Kabupaten Tulang Bawang, serta Kecamatan Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan posisi geografis, Kabupaten Mesuji merupakan wilayah penghubung ke daerah-daerah di Pulau Sumatera. Jalan Raya lintas Ti- mur dan Jalan Tol Trans – Sumatera (JTTS), keberadaan jalan ini membuat Kabupaten Mesuji menjadi daerah lintasan strategis, ditambah dengan adanya 2 (dua) Gerbang Tol yaitu Gerbang Tol Way Kenanga yang terletak di Desa Bumi Harapan Kecamatan Way Serdang dan Gerbang Tol Simpang Pematang yang terletak di Desa Agung Batin Kecamatan Sim- pang Pematang yang sangat menunjang lalu lintas barang, hasil pertanian secara umum (Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, Peternakan dan Perikanan) dan orang dari dan ke daerah-daerah di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Peta Administratif Kabupaten Mesuji terdapat pada Gambar 1.1.

(12)

Gambar 1.1

Peta Administratif Kabupaten Mesuji

(13)

Jumlah Penduduk Kabupaten Mesuji berdasarkan Mesuji dalam Angka Tahun 2020, jumlah registrasi penduduk Mesuji pada tahun 2019 ada sebanyak 230.373 jiwa dengan jumlah keluarga 77.170 KK, rata-rata kepadatan penduduk di wilayah Kabupaten Mesuji yaitu 89 jiwa/km2. Distribusi kepadatan penduduk tidak merata tiap-tiap kecamatan, yaitu kisaran kepadatan 100 – 221 jiwa/km2. Untuk Kabupaten Mesuji secara keseluruhan Tingkat kepadatannya sebesar 118,76. Lebih jelas mengenai jumlah perkembangan penduduk wilayah Kabupaten Mesuji sebagaimana terlihat pada Tabel 1.1

Table 1.1

Perkembangan Penduduk

No Perkembangan Penduduk Proyeksi Ta- hun 2017

Proyeksi Ta- hun 2018

Registrasi Tahun 2019 1. Jumlah Penduduk Kabu-

paten Mesuji 198.092 199.168 230.373,00

2. Kepadatan Penduduk

(Jiwa/KM²) 90,7 92 118,76

3. Jumlah Kepala Keluarga

(KK) - - 77.170,00

Sumber : Mesuji dalam angka 2020/BPS (data diolah)

Berdasarkan komposisi distribusi sektor-sektor terhadap PDRB Kabupaten Mesuji diketahui bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan merupakan sektor dengan kontribusi tertinggi sebesar 40,16% pada tahun 2019 Artinya, perekonomian di Kabupaten Mesuji sangat didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan meskipun trend perkembangannya menurun seiring dengan kemajuan sektor-sektor lainnya. Sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, kontruksi, Penyediaan Akomodasi, Transportasi dan Makan Minum merupakan sektor-sektor yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, meskipun kontribusinya terhadap PDRB masih relatif kecil. Kontribusi PDRB Kabupaten Mesuji atas dasar harga konstan menurut lapangan usaha tahun 2019 dapat dilihat pada Gambar 1.2.

(14)

Gambar 1.2.

Grafik Distribusi Persentase PDRB tahun 2019

Sebagai daerah berbasis agraris, Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung sudah sepantasnya menyiapkan regulasi jangka panjang berupa strategi industrialisasi berbasis pertanian. Hal ini terlihat dari nilai PDRB Kabupaten Mesuji Menunjukan 5,29% lebih tinggi dibanding PDRB Provinsi Lampung sebesar 5,27% dan PDRB Nasional sebesar 5,02%

dengan distribusi yang didominasi oleh sektor pertanian sebesar 42,27%

pada tahun 2019. Selain itu strategi Industrialisasi Berbasis pertanian diharapkan dapat meningkatkan kembali kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang menunjukan kecenderungan penurunan, persentase pertumbuhan PDRB dapat dilihat di tabel 1.2

Tabel 1.2.

Persentase Pertumbuhan PDRB Kabupaten Mesuji dan Prov Lampung Tahun 2015 – 2019

Uraian 2015 2016 2017 2018 2019

Kabupaten Mesuji 5,23 5,10 5,20 5,31 5,29

Provinsi Lampung 5,13 5,14 5,16 5,25 5,27

Total

Sumber: Mesuji Dalam Angka 2020.

(15)

Kabupaten Mesuji terus berupaya mengoptimalkan potensi yang ada dalam rangka menarik peluang investasi. Potensi unggulan Kabupaten Mesuji sangat beragam berupa sumber daya pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, pariwisata, industri rumah tangga dan sumber daya mineral yang sangat mendukung dalam menciptakan dan meningkatkan kehidupan masyarakat yang maju dan sejahtera. Berbagai potensi sumberdaya alam yang dimiliki Mesuji antara lain :

1. Perkebunan Sawit terluas di Provinsi Lampung, Perkebunan Karet, Singkong, Tebu, Tanaman Padi ,Perikanan dan Peternakan.

2. Potensi Minyak Bumi, Gas Alam, Batu Bara dan Pasir.

3. Industri kecil dan menengah meliputi : industri pengolahan hasil peri- kanan, aneka makanan olahan, industri anyaman dan kerajinan, industri pengolahan hasil pertanian dan peternakan, industri hasil kayu olahan, industri pembuatan bahan bangunan.

4. Potensi pariwisata : Wisata Tirta, Wisata Bahari, Wisata Alam,wisata Budaya dan wisata sejarah yang tersebar di 7 Kecamatan Sekabupaten Mesuji.

Berbagai produk sektor-sektor perekonomian yang dihasilkan Kabupaten Mesuji masih diperdagangkan dalam bentuk produk primer, sehingga nilai tambah produk belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat Mesuji.

Pembangunan sektor industri yang ditujukan untuk memperluas lapangan/kesempatan kerja, meningkatkan nilai tambah sumberdaya lokal, serta mengembangkan ekonomi kerakyatan masih dihadapkan pada berbagai permasalahan. Permasalahan tersebut antara lain:

a. Permasalahan di sektor industri meliputi, belum adanya industri pen- golahan lanjutan hasil pertanian dan perikanan sedangkan bahan baku yang melimpah, rendahnya inovasi teknologi, , rendahnya akses permodalan, keterampilan tenaga kerja masih minim, dan daya saing produk.

b. Sarana dan prasarana perhubungan dan sistem transportasi masih belum memadai untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi yang cepat.

(16)

c. Permasalahan pada aspek ketenagakerjaan meliputi penyediaan lapan- gan kerja, rendahnya kompetensi calon tenaga kerja, sarana dan prasa- rana latihan kerja dan sistem informasi ketenagakerjaan.

d. Permasalahan pada aspek investasi perlu mendapat perhatian besar seperti promosi investasi, perbaikan iklim investasi dan penyediaan lahan usaha.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan di atas maka sangat penting adanya Perencanaan Pembangunan Industri Kabupaten Mesuji yang menjadi dasar dan pedoman dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan pembangunan industri di Kabupaten Mesuji.

B. DASAR HUKUM

Dasar hukum penyusunan RPIK Kabupaten Mesuji adalah:

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

2. Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji di Provinsi Lampung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 186, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4933);

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234) sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6398);

4. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 4,Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 5492);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemrintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

(17)

6. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional ( Lembaran Negara Repubik Indonesia Tahun 2017 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6042)

7. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5671);

8. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 199);

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 157);

10. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 110/M-IND/PER/12/2015 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1917);

11. Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Lampung Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2029 (Lembaran Daerah Provinsi Lampung Tahun 2010 Nomor 1);

12. Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Provinsi Lampung tahun 2016- 2035 (Lembaran Daerah Provinsi Lampung Tahun 2016 Nomor 13);

13. Peraturan Daerah Kabupaten Mesuji Nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mesuji Tahun 2011-2031 (Lembaran Daerah Kabupaten Mesuji Tahun 2012 Nomor 6);

14. Peraturan Daerah Kabupaten Mesuji Nomor 7 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Mesuji Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Mesuji Tahun 2012 Nomor 7)

15. Peraturan Daerah Kabupaten Mesuji Nomor 11 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mesuji Tahun 2017-2022 (Lembaran Daerah Kabupaten Mesuji Tahun 2017 Nomor 11).

(18)

C. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika RPIK Mesuji tahun 2021-2040 mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 110/M-IND/PER/12/2015 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota, dengan susunan sebagai berikut :

I. Pendahuluan A. Latar Belakang

Menguraikan secara kualitatif mengenai aspek geografi, demografi, ekonomi, industri, potensi dan permasalahan utama pembangunan industri dan pentingnya rencana pembangunan industri provinsi.

B. Dasar Hukum

Menguraikan dasar hukum dalam penyusunan RPIK Mesuji.

C. Sistematika Penulisan

Menguraikan sistematika dalam penyusunan RPIK Mesuji.

II. Gambaran Kondisi Daerah Terkait Pembangunan Industri A. Kondisi Daerah

Menguraikan secara kuantitatif aspek geografi, aspek demografi serta aspek infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, air, listrik dan jaringan telekomunikasi, aspek pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan dan kontribusi sektor industri, kontribusi masing-masing sektor industri, jumlah unit usaha setiap sektor industri, ekspor dan impor produk industri (minimal tiga tahun terakhir).

B. Jumlah Unit Usaha Setiap Sektor Industri

Menguraikan jumlah unit usaha setiap sektor industri yang terbagi menjadi 16 sub sektor

C. Sumber Daya Industri

Menguraikan sumber daya manusia sektor industri, sumber daya alam sebagai bahan baku dan energi, lembaga diklat dan litbang serta pembiayaan industri.

(19)

D. Sarana dan Prasarana

Menguraikan pengelolaan lingkungan, lahan Industri berupa Kawasan Industri dan/atau kawasan peruntukan Industri, fasilitas jaringan energi dan kelistrikan, fasilitas jaringan telekomunikasi, fasilitas jaringan sumber daya air, fasilitas sanitasi, fasilitas jaringan transportasi dan infrastruktur penunjang seperti lembaga uji, kawasan berikat, kawasan pergudangan

E. Produk Unggulan Daerah

Menguraikan Produk Unggulan Daerah yang menjadi prioritas in- dustri unggulan.

III. Visi Dan Misi Pembangunan Daerah, Serta Tujuan dan Sasaran Pembangunan Industri Daerah

A. Visi dan Misi Pembangunan Daerah

Uraian Visi dan Misi Pembangunan Industri Kabupaten Mesuji dengan mengacu dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mesuji Tahun 2017-2022. RPIK Mesuji ini merupakan implementasi dari visi dan misi pembangunan daerah.

B. Tujuan Pembangunan Industri Kabupaten

Menguraikan tujuan Pembangunan Industri Kabupaten Mesuji, sebagai penjabaran lebih lanjut, visi dan misi pembangunan Kabupaten Mesuji dalam bidang industri.

C. Sasaran Pembangunan Industri Kabupaten

Meliputi Pertumbuhan sektor industri, Kontribusi industri non migas terhadap PDRB, Nilai ekspor produk industri, Jumlah tenaga kerja di sektor industri, Nilai Investasi sektor industri.

(20)

IV. STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN INDUSTRI KABUPATEN

A. Strategi Pembangunan Industri

Pernyataan yang mengintegrasikan pendekatan dan langkah- langkah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan industri melalui program-program indikatif.

B. Program Pembangunan Industri

1. Penetapan, Sasaran dan Program Pengembangan Industri Unggulan Kabupaten. Penentuan industri unggulan kabupaten berdasarkan pendekatan kompetensi inti industri daerah dan mengacu kepada industri prioritas nasional, serta sasaran dan program pengembangan Industri Unggulan Kabupaten.

2. Pengembangan Perwilayahan Industri

Program-program yang terkait dengan pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri, Kawasan Peruntukan Industri, Kawasan Industri, dan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah.

3. Pembangunan Sumber Daya Industri

Program-program yang terkait pengembangan sumber daya manusia industri, pemanfaatan sumber daya alam untuk industri, pengembangan teknologi industri, pengembangan inovasi dan kreativitas industri, serta dukungan pembiayaan industri.

4. Pembangunan Sarana dan Prasarana Industri

Program–program yang terkait pengembangan pengelolaan lingkungan, lahan Industri berupa Kawasan Industri dan/atau kawasan peruntukan Industri, fasilitas jaringan energi dan kelistrikan, fasilitas jaringan telekomunikasi, fasilitas jaringan sumber daya air, fasilitas sanitasi, fasilitas jaringan transportasi, sistem informasi industri, serta infrastruktur penunjang standardisasi industri.

5. Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah.

Program–program yang terkait pengembangan IKM mencakup perumusan kebijakan dan pengembangan kelembagaan, penumbuhan wirausaha baru dan pemberian fasilitas bagi IKM.

V. PENUTUP

Menguraikan ringkasan keterkaitan Bab I s/d Bab IV dan harapan- harapan dalam menyukseskan Implementasi Rencana Pembangunan Industri Kabupaten selama dua puluh tahun ke depan.

(21)

BAB II

GAMBARAN KONDISI DAERAH TERKAIT PEMBANGUNAN INDUSTRI

A. Kondisi Daerah 1. Aspek Geografi

Kabupaten Mesuji, dengan ibu kota Wiralaga Mulya, terletak di wilayah Provinsi Lampung dan terbentuk sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang. Secara yuridis formal, Kabupaten Mesuji terbentuk sejak diberlakukannya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji di Provinsi Lampung. Secara geografis wilayah Kabupaten Mesuji terletak pada 3˚45’ – 4˚ 40’ arah Utara-Selatan dan 106˚15’ – 107 ˚00’ arah Timur-Barat. Kabupaten Mesuji mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:

• Sebelah Utara

Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

• Sebelah Timur

Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

• Sebelah Selatan

Berbatasan dengan Kecamatan Rawa Jitu Selatan dan Kecamatan Penawar Tama Kabupaten Tulang Bawang, serta Kecamatan Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat.

• Sebelah Barat

Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

Luas Kabupaten Mesuji sesuai dengan Undang-undang pembentukannya yaitu 2.184 km2 Kabupaten Mesuji yang terdiri atas 7 kecamatan dan 105 desa.

2. Aspek Demografi

a. Perkembangan Penduduk

Berdasarkan Kabupaten Mesuji Dalam Angka Tahun 2020, Penduduk Kabupaten Mesuji berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2019 sebanyak 200.198 jiwa yang terdiri atas 104.606 jiwa

(22)

penduduk laki-laki dan 95.592 jiwa penduduk perempuan.

Sedangkan jumlah registrasi penduduk Mesuji 2019 ada sebanyak 230.373 jiwa. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin berdasarkan hasil proyeksi tahun 2019 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 109,43. Lebih jelas mengenai jumlah perkembangan penduduk wilayah Kabupaten Mesuji sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1.

Jumlah dan Perkembangan Penduduk Kabupaten Mesuji 2015 – 2019

NO KECAMATAN 2015

Proyeksi

2016

Proyeksi

2017

Proyeksi

2018

Proyeksi

2019

Registrasi

Kenaikan/

Penurunan %

1. Way Serdang 43.096 43.437 43.768 44.075 46.246 0,38%

2. Simpang Pematang 25.055 25.387 25.713 26.029 29.776 1,11%

3. Panca Jaya 15.698 15.730 15.759 15.778 18.772 -7,33%

4. Tanjung Raya 35.865 36.172 36.468 36.747 45.806 0,23%

5. Mesuji 20.453 20.489 20.519 20.538 23.231 -1,88%

6. Mesuji Timur 30.700 30.820 30.931 31.025 38.846 -0,30%

7. Rawajitu Utara 24.815 24.878 24.934 24.976 27.746 -0,03%

JUMLAH 195.682 196.313 198.092 199.168 230.373 0,66%

Sumber: Data diolah Tahun 2020

*) Mesuji Dalam Angka 2017 *) Mesuji Dalam Angka 2019

*) Mesuji Dalam Angka 2018 *) Mesuji Dalam Angka 2020

*) Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mesuji, data semester II tahun 2019

Jumlah penduduk Kabupaten Mesuji berdasarkan jenis kelamin per kecamatan tahun 2018 dan tahun 2019 ditampilkan pada tabel berikut.

Tabel.2.2.

Jumlah Penduduk Kab Mesuji berdasarkan Jenis Kelamin

No Kecamatan 2018 2019

Laki- laki

Wanita Total Laki- laki

Wanita Total

1. Way Serdang 22 995 21 080 44075 23.857 22.389 46.246 2. Simpang Pematang 13 555 12 474 26029 15.316 14.460 29.776 3. Panca Jaya 8 304 7 474 15778 9.688 9.034 18.722 4. Tanjung Raya 19 144 17 603 36747 23.674 22.132 45.806 5. Mesuji 10 726 9 812 20538 12.012 11.219 23.231 6. Mesuji Timur 16 321 14 704 31025 20.173 18.673 38.846 7. Rawajitu Utara 13 049 11 927 24976 14.360 13.386 27.746 JUMLAH 104.094 95.074 199.168 119.080 111.293 230.373

(23)

Sumber: *) Mesuji Dalam Angka 2019 dan 2020, (Data diolah)

*) Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mesuji, data semester II tahun 2019

b. Jumlah Kepala Keluarga

Berdasarkan data kependuduk tahun 2019, jumlah penduduk Kabupaten Mesuji adalah 230.373 jiwa, dan jumlah keluarga 77.170 KK. Jumlah penduduk dan kepala keluarga per kecamatan secara lengkap ditampilkan pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3.

Jumlah Penduduk dan Kepala Keluarga di Kabupaten Mesuji Tahun 2019

No Kecamatan Jumlah

Desa Jumlah

Penduduk Jumlah KK

1 MESUJI 11 23.231 7.844

2 MESUJI TIMUR 20 38.846 13.078

3 RAWAJITU UTARA 13 27.746 9.388

4 WAY SERDANG 20 46.246 15.531

5 SIMPANG PEMATANG 13 29.776 9.580

6 PANCA JAYA 7 18.722 6.393

7 TANJUNG RAYA 21 45.806 15.356

KABUPATEN MESUJI 105 230.373 77.170

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mesuji, data semester II tahun 2019

c. Kepadatan Penduduk

Berdasarkan data BPS Kabupaten Mesuji rata-rata kepadatan penduduk di wilayah Kabupaten Mesuji yaitu 89 jiwa/km2. Distribusi kepadatan penduduk tidak merata tiap-tiap kecamatan, yaitu kisaran kepadatan 100 – 221 jiwa/km2. Untuk Kabupaten Mesuji secara keseluruhan Tingkat kepadatannya sebesar 118,76.

lebih jelas mengenai tingkat kepadatan penduduk wilayah Kabupaten Mesuji sebagaimana terlihat pada Tabel 2.4.

Tabel 2.4.

Kepadatan Penduduk di Wilayah Kabupaten Mesuji Tahun 2019 No Kecamatan Desa Luas

km2 Penduduk

(Jiwa) Kepadatan (jiwa/km2)

1 Mesuji 11 300,06 23.231 77,42

2 Tanjung Raya 21 395,81 38.846 98,14 3 Rawajitu Utara 13 203,85 27.746 136,1 4 Mesuji Timur 20 810,20 46.246 57,07

(24)

5 Simpang

Pematang 13 133,73 29.776 222,65

6 Way Serdang 20 241,27 18.722 77,59

7 Panca Jaya 7 98,68 45.806 464,18

Kabupaten Mesuji 105 2.184 230.373 105,42

Sumber :Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil 2019, (Data Diolah)

Dari data di atas, kecamatan terpadat adalah Kecamatan Panca Jaya dengan kepadatan 464,18 jiwa/km2 dan kecamatan terjarang adalah Kecamatan Mesuji Timur dengan jumlah penduduk 57,07 jiwa/km2.

3. Aspek Infrastruktur

Dengan adanya program Strategis Nasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) merupakan jaringan jalan tol sepanjang 2.818 km yang menghubungkan kota-kota di pulau sumatera, dari Provinsi Lampung hingga Provinsi Aceh, menjadikan Kabupaten Mesuji menjadi daerah lintasan strategis, ditambah dengan adanya 2 (dua) Gerbang Tol yaitu Gerbang Tol Way Kenanga yang terletak di Desa Bumi Harapan Keca- matan Way Serdang dan Gerbang Tol Simpang Pematang yang terletak di Desa Agung Batin Kecamatan Simpang Pematang, 2 (dua) Gerbang Tol tersebut terletak di wilayah Kecamatan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri Perkebunan Besar dan Menen- gah Kabupaten Mesuji, dengan adanya gerbang Tol tersebut akan san- gat menunjang lalu lintas atau mobilisasi bahan baku (Sawit, Karet, Singkong, Tebu, Padi ,Perikanan, Peternakan dan lainnya) bahan baku pendukung dan pendistrubusian hasil industri dari dalam mau- pun dari luar Kabupaten Mesuji.

Pembangunan ekonomi di Kabupaten Mesuji didukung juga oleh tersedianya infrastruktur antara lain jalan, pelabuhan, , air, listrik dan jaringan telekomunikasi.

a. Jalan

Jaringan Jalan dan Jembatan

Jalan yang ada di wilayah Kabupaten Mesuji dilihat dari wilayah pengerasannya sudah beraspal, berbatu, dan tanah. Fungsi jalan saat ini memiliki 2 (dua) fungsi jalan arteri primer yaitu jalan negara dan provinsi, serta jalan lokal sekunder yaitu jalan kabupaten.

(25)

a) Jaringan Jalan Arteri Primer (Jalan Negara dan Provinsi) Jaringan jalan arteri atau primer yaitu jaringan jalan yang menghubungkan Kabupaten Mesuji dengan wilayah diluarnya. Kabupaten Mesuji dapat dicapai dari Ibukota Kabupaten Tulang Bawang, Kota Menggala, melalui jalan Lintas Timur Sumatra. Rute yang ditempuh adalah Kota Menggala–Simpang Pematang menggunakan prasarana jalan Regional Lintas Timur Sumatra, kemudian dilanjutkan ke arah Timur dengan rute Simpang Pematang–Brabasan–

Wiralaga, yang disebut Jalan Poros dan merupakan jalan berstatus jalan provinsi.

Total panjang jalan Negara adalah 41,07 km dengan kondisi seluruhnya beraspal. Sedangkan jalan provinsi dari total panjang 40,03 km, sebanyak 11,4 km rigid pavement dan beraspal 28,63 km . Secara lengkap ditampilkan pada Tabel 2.5. Perkembangan Jalan Kabupaten Mesuji

Tabel 2.5.

Perkembangan Jalan di Kabupaten Mesuji Tahun 2018 – 2019

KEADAAN

STATUS JALAN

JALAN NEGARA JALAN PROVINSI 2018 2019 2018 2019

I.

JENIS

PERMUKAAN

a. Rigid Pavement 11,4 11,4

b. Aspal 41,07 41,07 28,63 28,63

c. Kerikil - - - -

d. Tanah - - - -

e. Tidak Dirinci - - - -

JUMLAH 41,07 41,07 40,03 40,03 II. KONDISI JALAN

a. Baik - - 40,03 11,4

b. Sedang 41,07 41,07 - 20,28

c. Rusak - - - 8,38

(26)

KEADAAN

STATUS JALAN

JALAN NEGARA JALAN PROVINSI 2018 2019 2018 2019

d. Rusak Berat - - - -

JUMLAH 41,07 41,07 40,03 40,03 III. KELAS JALAN

a. Kelas I - - - -

b. Kelas II - - - -

c. Kelas III - - - -

d. Kelas III A 41,07 41,07 - -

e. Kelas III B - - 40,03 40,03

f. Kelas III C - - - -

g. Kelas Tidak

Dirinci - - - -

JUMLAH 41,07 41,07 40,03 40,03

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mesuji, 2019

Berdasarkan informasi yang diperoleh pemerintah daerah, kerusakan jalan poros tersebut terutama dikarenakan beban kendaraan yang melintasi jalan tersebut umumnya melebihi kemampuan jalan. Jalan poros merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan perkebunan dan perkebunan rakyat ke lokasi industri pengolahan, sehingga setiap hari truk pengangkut menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut hasil perkebunan ke pabrik pengolahan.

b) Jaringan Jalan Lokal Sekunder (Jalan Kabupaten)

Jaringan jalan lokal sekunder yaitu jaringan jalan yang menghubungkan antar wilayah di Kabupaten Mesuji.

Jaringan jalan lokal terdapat di Kabupaten Mesuji umumnya merupakan jaringan jalan yang dibuka pada saat pembukaan kawasan transmigrasi yang merupakan daerah rawa, maka pada saat pembukaan lahan dilakukan pembangunan saluran-saluran air dimana jaringan jalan

(27)

yang dibangun pada saat itu adalah mengikuti saluran- saluran tersebut.

Kondisi jaringan jalan lokal dalam kondisi rusak sebanyak 453,46 km sehingga perjalanan antar kecamatan menuju pusat Kabupaten Mesuji membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam. Panjang prasarana jalan lokal (jalan kabupaten) memiliki panjang 563,14 km, sebagaimana terlihat pada Tabel 2.6.

Tabel 2.6.

Perkembangan Jalan di Kabupaten Mesuji Tahun 2018 – 2019

KEADAAN STATUS JALAN

JALAN KAB/KOTA

2018 2019

I. JENIS PERMUKAAN

a. Lean Concrete/Diaspal 69,42 91,85

b.Batu/Kerikil 17,83 17,83

c. Tanah 475,89 453,46

d. Tidak Dirinci - -

JUMLAH 563,14 563,14

II. KONDISI JALAN

a. Baik 69,42 91,85

b. Sedang 17,83 17,83

c. Rusak 475,89 453,46

d. Rusak Berat -

JUMLAH 563,14 563,14

III. KELAS JALAN

a. Kelas I - -

b. Kelas II - -

c. Kelas III - -

d. Kelas III A - -

e. Kelas III B 563,14 563,14

f. Kelas III C - -

g. Kelas Tidak Dirinci - -

JUMLAH 563,14 563,14

Sumber: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mesuji, 2019

Jembatan di wilayah Kabupaten Mesuji umumnya sudah banyak yang diperbaiki, terdapat juga jembatan baru yang dibangun untuk menghubungan antar wilayah. Saat ini sudah terdapat 160 jembatan yang tersebar di tujuh kecamatan.

(28)

b. Pelabuhan

Sampai saat ini di Kabupaten Mesuji sudah terdapat lima Pelabuhan/dermaga, tiga diantaranya dibangun oleh Pemerintah Provinsi Lampung terdapat di Wiralaga, KTM dan Sungai Sidang, juga terdapat dermaga yang merupakan aset PT Wahyuni Mandira dan Pratama Nusantara Sakti, terakhir dermaga di Tanah merah desa sidang muara jaya yang juga merupakan aset PT Wahyuni Mandira, Kapal perintis ini beroperasi pada tahun 2017 dengan akses pelayanan dari Sungai Sidang ke Sungai Top Wali dan Sungai Sunda Kelapa, jakarta Utara. Kehadiran kapal ini berdampak transportasi lebih efektif dan efisien. Jika jalur darat dari Kabupaten Mesuji menuju Jakarta membutuhkan waktu sekitar 14 jam, nanti jika menggunakan kapal perintis hanya butuh waktu tujuh jam.

Berdasarkan Dinas Perhubungan Kabupaten Mesuji, angkutan sungai yang aktif terdiri dari :

1. Kapal Motor ukuran 20 Gt ke bawah : 80 buah

2. Speed boat : 100 buah

c. Fasilitas Jaringan Sumber Daya Air

Fasilitas Sistem Jaringan Sumber Daya Air kabupaten Mesuji menurut Perda Kabupaten Mesuji Nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mesuji Tahun 2011-2031 bahwa sistem jaringan sumber daya airmeliputi:

a. wilayah sungai (WS);

b. cekungan air tanah (CAT);

c. jaringan irigasi;

d. jaringan air baku untuk air minum; dan e. sistem pengendalian daya rusak air.

d. Listrik

Jaringan listrik di Kabupaten Mesuji dikelola oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT PLN telah melayani seluruh ibukota Kecamatan dan beberapa desa terdekat, pada Tahun 2018, PT PLN

(29)

juga telah membangun Gardu Induk Mesuji, yang berlokasi di Kecamatan Simpang Pematang dengan Kapasitas 60 MVA.

Pada tahun 2010 jumlah rumah tangga yang menjadi pelanggan PLN berjumlah 1.844 unit, non-PLN berjumlah 28.100 unit, dan non-listrik berjumlah 15.844 unit. Namun angka tersebut sudah sangat meningkat, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Mesuji pada tahun 2019 tercatat yang menjadi pelanggan PLN berjumlah 49.277 KK, non-PLN berjumlah 13.923 KK, dan warga yang non-listrik berjumlah 608 KK. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah pelanggan PLN dan non-PLN di Kabupaten Mesuji dapat dilihat pada Tabel 2.7 s.d 2.8.

Tabel 2.7.

Jumlah Rasio Elektrik diKabupaten Mesuji Tahun 2017 s/d 2019

Sumber : Kecamatan dalam angka (BPS), 2019 (data diolah)

Tabel 2.8.

Jumlah KK Menggunakan Listrik PLN dan Non PLN per Kecamatan diKabupaten Mesuji Tahun 2019

Nomor Kecamatan Jumlah

Desa Jumlah KK

PLN Non PLN

1 Way Serdang 20 12.342 0

2 Simpang

Pematang 13 7.486 359

3 Panca Jaya 7 5.176 40

4 Tanjung Raya 21 11.640 812

5 Mesuji 11 4.769 2.406

6 Mesuji Timur 20 5.412 4.762

7 Rawajitu Utara 13 2.452 5.544

TOTAL 105 49.277 13.923

Sumber : Kecamatan dalam angka (BPS), 2019 (data diolah) No Uraian

2017 2018 2019

Jumlah KK

Rasio Electrik

Jumlah KK

Rasio Electrik

Jumlah KK

Rasio Electrik 1 Total Jumlah 63.200 100 63.200 100 63.200 100%

2 KK PLN 42.865 67,82% 46.862 74,15% 49277 68%

3 Non PLN 20.335 32,18%

% 16.338 25,85% 13923 22%

(30)

Tabel 2.9.

Persentase rumah tangga menurut sumber penerangan di Kabupaten Mesuji Tahun 2019

Sumber Penerangan Jumlah

Listrik PLN 77,23%

Listrik Non PLN 21,82%

Petromak/aladin/pelita/sentir/obor/lainnya 0,95%

Jumlah 100,00

Sumber : Kecamatan dalam angka (BPS), 2019 (data diolah)

Kabupaten Mesuji pada tahun 2019 berdasarkan data dari PT.PLN UID Bandar Lampung, daya terpasang 31.365 KVA, produksi listrik 88,99 juta KWh, dengan listrik terjual sebesar 67,70 juta KWh dalam kurun 1 tahun. Gardu induk (GI) Mesuji berkapasitas 60 MVA, mampu memenuhi kebutuhan listrik seluruh wilayah di Kabupaten Mesuji, bahkan lebih dari cukup karena kebutuhan energi ditahun 2019 masih dibawah 10 MVA, jadi sangat memung- kin untuk pembangunan dan mengembangkan wilayah kawasan industri.

e. Jaringan Telekomunikasi

Telekomunikasi memegang peranan penting dalam mendorong percepatan arus informasi. Cepatnya arus informasi ini sangat dipengaruhi oleh revolusi tehnologi dalam dua bidang penting yakni moderenisasi, transportasi, dan telekomunikasi. Semakin pesatnya pembangunan telekomunikasi, khususnya telekomunikasi nirkabel, semakin ningkat pula pembangunan infrastruktur prasarana pendukung seperti menara telekomunikasi.

Dengan berkembangnya telekomunikasi seluler di Kabupaten Mesuji,pembangunan menara telekomunikasi meningkat dengan pesat pada tahun 2019 berjumlah 65 menara. Sedangkan untuk fasilitas Kantor Pos belum tersedia secara merata di Kabupaten Mesuji. Secara lebih rinci data Sarana telekomunikasi yang ada di Kabupaten Mesuji dapat dilihat pada Tabel 2.10. dan Table 2.11

(31)

Table 2.10.

Sarana Prasarana Telekomunikasi Tahun 2017 s/d 2019

NO SARANA/PRASARANA TELEKOMUNIKASI

TAHUN 2017

TAHUN 2018

TAHUN 2019 JUMLAH JUMLAH JUMLAH

1. Kantor Pos 2 2 2

2. Menara Seluler 40 44 65

Sumber : Dinas Perhubungan, Komuniasi dan Informatika Kab.Mesuji Tahun 2019 (data diolah)

Tabel 2.11.

Data Menara Telkomunikasi

No DESA Jumlah

Menara 1. Desa Wiralaga, Kecamatan Mesuji 4 2. Desa Bukoposo Kec. Way Serdang 3 3. Desa Bumi Harapan Kec. Way Serdang 1 4. Desa Labuhan Baru Kec. Way Serdang 2 5. Desa Hadimulyo, Kec. Way Serdang 1 6. Desa Pancawarna Kec. Way Serdang 1 7. Desa Agung Batin Kec. Way Serdang 1 8. Desa Penangkis Makmur Kec.RJU 1 9. Desa Panggung Jaya Kec. RJU 2 10. Desa Sidang Iso Mukti Kec. RJU 1 11. Desa Sidang Gunung Tiga Kec. RJU 2 12. Desa Simpang Pematang Kec. Simpang

Pematang 4

13. Desa Budi Aji Kec. Simpang Pematang 2 14. Desa Wirabangun Kec. Simpang

Pematang

1 15. Desa Brabasan Kec. Tanjung Raya 2 16. Desa Muara Tenang Kec. Tanjung Raya 1 17. Desa Harapan Mukti Kec. Tanjung Raya 3 18. Desa Gedung Ram Kec. Tanjung Raya 1 19. Desa Fajar Baru Kec. Panca Jaya 1 20. Desa Tanjung Menang Kec. Mesuji

Timur 1

21. Desa Tanjunga Mas Kec. Mesuji Timur 1 22. Desa Bujung BuringKec.Tanjung Raya 1 23. DesaWira Jaya Kec.Tanjung Raya 1 24. Desa Gedung Boga Kec. Way Serdang 2 25. Desa Mergo Rahayu Kec. Simpang

Pematang

1 26. Desa Gedung Sri Mulyo Kec. Way

Serdang

1 27. Desa Jaya Sakti Kec. Simpang

Pematang 1

28 Desa Eka Mulya Kec. Mesuji Timur 1 29 Desa Sungai Badak Kec. Mesuji 3 30 Desa Kebun Dalam Kec. Way Serdang 2

31 Desa Tirtalaga Kec. Mesuji 1

(32)

32 Desa Pangkal Mas Mulya Kec. Mesuji

Timur 1

33 Desa Wonosari Kec. Mesuji Timur 1 34 Desa Margo jadi Kec. Mesuji Timur 1 35 Desa Mukti Karya Kec. Panca Jaya 2 36 Desa Mekar Jaya Kec. Tanjung raya 1 37 Desa Rejo Mulyo Kec. Way Serdang 3 38 Desa Adi Luhur Kec. Panca Jaya 1 39 Desa Margo Bakti Kec. Way Serdang 2 40 Desa Karang Mulya Kec. Way Serdang 1

Tot

al 40 Desa 65 Menara

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, 2019

4. Aspek Pertumbuhan Ekonomi a. PDRB per kapita

Tingkat kesejahteraan masyarakat secara umum bisa ditunjukkan oleh meningkatnya PDRB per kapita suatu wilayah. Semakin tinggi PDRB per kapita menunjukkan semakin tinggi pula tingkat kesejahteraannya. Sebaliknya penurunan pada PDRB per kapita menunjukkan tingkat kesejahteraan yang semakin menurun secara makro.

Bila PDRB suatu daerah dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal di daerah itu, maka akan dihasilkan suatu PDRB per kapita. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDRB per kepala atau per satu orang penduduk. Pada tahun 2019, PDRB per kapita Mesuji mencapai Rp. 52.835.340 dengan pertumbuhan sebesar 5,29 persen.

Tabel 2.12.

Pertumbuhan PDRB PerKapita Kabupaten Mesuji dan Prov Lampung Tahun 2015 - 2019

Uraian 2015 2016 2017 2018* 2019**

Kabupaten

Mesuji 37.373,59 41.185,00 45.089,16 49. 011,13 52.835,34 Provinsi

Lampung 31.153,72 34.053,97 36.998,32 39.862,79 42.693,52 Total

Sumber: PDRB Kab. Mesuji Menurut Lapangan Usaha, 2020 *Angka Sementara

*Angka Sangat Sementara

(33)

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mesuji tiap tahunnya semakin meningkat. Hal ini diperoleh karena adanya upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah baik pembangunan- pembangunan yang dilakukan pada sektor infrastruktur maupun sektor lainnya, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Namun perlu diketahui bahwa indikator PDRB per kapita tidak sepenuhnya menggambarkan tingkat kesejahteraan per kapita penduduk. Indikator ini lebih tepat digunakan untuk menilai apakah upaya pembangunan ekonomi disuatu wilayah mampu meningkatkan capaian nilai tambah bagi masyarakat melalui hasil kreatifitas usaha dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia, dengan segala keterbatasannya, indikator PDRB per kapita dapat menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

b. Laju Inflasi Kabupaten Mesuji

Laju inflasi untuk Kabupaten Mesuji secara riil belum dapat dipastikan karena sampai dengan saat ini Badan Pusat Statistik sebagai lembaga yang mempunyai otoritas untuk menghitung laju inflasi hanya menetapkan 2 kota di Provinsi Lampung yang dihitung laju inflasinya. Adapun Kota yang dihitung laju inflasinya untuk Propinsi Lampung yaitu Metro dan Bandar Lampung.

Untuk pendekatan yang lebih ideal Pemerintah Kabupaten Mesuji menggunakan data asumsi inflasi berdasarkan Inflasi Provinsi Lampung dan disandingkan dengan data nasional. Adapun data inflasi Provinsi Lampung yang digunakan sebagai pendekatan data inflasi Mesuji adalah sebagai berikut :

Tabel 2.13.

Inflasi Provinsi Lampung dan Nasional NO INDIKATOR Tahun

2017

Tahun 2018

Tahun 2019 1 Inflasi

Lampung 3,02% 2,73% 3,44%

2 Inflasi

Nasional 3,61% 3,13% 2,72%

Sumber: Laporan Perekonomian BPS Prov Lampung, 2019

(34)

c. Pertumbuhan dan Kontribusi Sektor Industri Ekonomi Makro Regional

Kondisi pertumbuhan ekonomi Nasional sangat berpengaruh terhadap pertmbuhan ekonomi di Kabupaten mesuji yang cenderung melemah namun Kabupaten Mesuji dapat tetap tumbuh sekitar 5% yaitu sebesar 5,29%. Pertumbuhan ekonomi ini tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yaitu 5,31%. Penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut tercermin dari sisi produksi maupun sisi permintaan.

Dari sisi produksi pertumbuhan ekonomi terjadi pada kategori industri pengolahan yang mampu tumbuh sebesar 5,29% pada tahun 2019, dari sisi permintaan akhir pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh pertumbuhan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) yang menyumbang lebih dari separuh PDRB. Berikut tabel pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mesuji.

Tabel 2.14.

Persentase Pertumbuhan PDRB Kabupaten Mesuji dan Prov Lampung Tahun 2015 – 2019

Uraian 2015 2016 2017 2018 2019

Kabupaten Mesuji 5,23 5,10 5,20 5,31 5,29

Provinsi Lampung 5,13 5,14 5,16 5,25 5,27

Total

Sumber: Mesuji Dalam Angka 2020.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mesuji pada sektor Pertanian dan sektor industri pengolahan berdampak baik pada nilai PDRB Pertanian dan industri pengolahan. Pada tahun 2019 sektor Pertanian dan industri pengolahan menyumbang kontribusi ke PDRB Kabupaten Mesuji sebesar 40,16% dan 25,19%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Pertumbuhan Riil PDRB Kabupaten Mesuji Tahun 2015-2019 di bawah ini

(35)

Tabel 2.15.

Laju Pertumbuhan Riil PDRB Menurut Lapangan Usaha 2015-2019 (%)

Lapangan Usaha

2015 2016 2017 2018* 2019**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

A Pertanian, Kehutanan, Perikanan

45,54 43,8

8 42,37 41,7

7

40,1 6 B Pertambangan

dan Penggalian

0,5

8 0,60 0,62 0,62 0,61

C Industri Pengolahan

22,14 22,8

8 24,07 24,4

8

25,1 9 D Pengadaan

Listrik dan Gas

0,0

8 0,10 0,11 0,10 0,11

E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

Limbah dan Daur Ulang

0,0

3 0,03 0,03 0,03 0,03

F Konstruksi 7,6

4 7,63 8,06 8,21 8,36

G Perdagangan Besar dan Eceran;

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

10,71 11,0

9 10,95 11,0

9

11,7 4

H Transportasi dan

Pergudangan 1,6

8 1,75 1,77 1,76 1,79

I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

0,9

6 1,01 1,00 1,00 1,05

J Informasi dan Komunikasi

1,8

8 2,02 2,06 2,04 2,05

K Jasa Keuangan dan Asuransi

0,3

8 0,38 0,37 0,36 0,35

L Real Estate 2,37 2,41 2,51 2,49 2,51

M,N Jasa

Perusahaan

0,02 0,02 0,02 0,02 0,02

Referensi

Dokumen terkait

Daya dukung aksial terkecil, P = 514.29 kN Diambil daya dukung aksial tiang pancang, P ijin = 510.00 kN. Berdasarkan hasil uji SPT (Meyerhoff) Berdasarkan hasil uji sondir

Pada model tersebut, terdapat lima variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kejahatan yaitu tipe daerah perkotaan atau bukan, tingkat upah rata-rata,

Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diatas, perlu adanya perancangan proses fraksinasi Minyak Sereh Wangi dan isolasi Sitronelal yang tidak

Oleh karena itu, penulis ingin mencari solusi terbaik dalam hal strategi pemasaran yaitu menjual produk tangan kedua pada pemasaran media sosial dalam rangka

Kemudian apabila ada bangunan atau gedung sekolah yang rusak, maka kami segera menganggarkan untuk malkukan perbaikan atau rehab sedang maupun rehab berat." " selanjutnya yang

Untuk seleksi mikrob pelarut fosfat dilakukan kegiatan sebagai berikut a pembuatan ekstrak tanah, ekstrak suspensi tanah dibuat dan diencerkan dengan konsentrasi mencapai 106

Abidin (2000) menyatakan bahwa jika perusahaan-perusahaan mengacu pada perkembangan yang ada, yaitu manajemen yang berbasis pengetahuan, maka perusahaan-perusahaan di Indonesia

Melalui pendidikan yang berkualitas seseorang akan mendapatkan bekal pengetahuan, pemahaman dan keterampilan serta banyak contoh praktik bagaimana bersikap dan berperilaku baik