• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

SKPD Penanggung

4.4 Sasaran Pembangunan Daerah

Selanjutnya dalam upaya mewujudkan prioritas pembangunan untuk mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Seluma Tahun 2016-2021, maka perlu disusun penjelasan program prioritas daerah yang akan dilaksanakan pada tahun 2018. Perumusan program prioritas tahun 2018 ini dilandaskan pada permasalahan yang ada di Kabupaten Seluma guna memastikan perubahan dan pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah. Upaya ini sesuai dengan tahapan pembangunan pada tahun 2018 yang diharapkan memiliki dampak nyata dan langsung bagi keberlanjutan pembangunan.

Berdasarkan prioritas dan fokus pembangunan Kabupaten Seluma Tahun 2018, maka upaya pencapaiannya dijabarkan secara lebih sistematis melalui Program Prioritas Daerah Tahun 2018 yang bersifat strategis, berdampak luas pada pencapaian sasaran, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, dengan indikator kinerja sasaran pembangunan yang jelas, sederhana, terukur dan dapat tercapai dalam kurun waktu pelaksanaan yang telah ditentukan.

Indikator dan target capaian sasaran pembangunan di Kabupaten Seluma disusun sebagai bagian dari capaian terhadap kinerja sasaran pembangunan daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam RPJMD Tahun 2016-2021. Indikator kinerja sasaran pembangunan Daerah dalam RPJMD ditetapkan sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU), yang harus selaras dan memiliki interkoneksi dengan sasaran maupun indikator sasaran Organisasi Perangkat Daerah (RKPD). Makna selaras dan sejalan bahwa sasaran dan indikator sasaran daerah atau IKU Kota didalam Organisasi Perangkat Daerah (RKPD). menjadi acuan didalam penyusunan sasaran dan indikator sasaran Rencana Strategis Organisasi Perangkat Daerah (RKPD). yang didalam perhitungan indikator Renstra OPD memuat angka-angka yang memiliki hubungan linier maupun komposit dengan indikator kinerja utama RPJMD.

Pencapaian sasaran pembangunan tersebut selanjutnya dijabarkan melalui pelaksanan program dan kegiatan prioritas daerah. Pada tahun 2018 orientasi perencanaan dan penganggaran Pemerintah Kabupaten Seluma bergeser dari money follow function menuju money follow priority program, yaitu alokasi anggaran

diarahkan pada Program Prioritas Pembangunan Daerah guna mememenuhi target sasaran RPJMD dan SPM yang telah ditetapkan, sehingga tidak perlu semua tugas dan fungsi (tusi) harus dibiayai secara merata. Oleh karena itu, pendekatan sistem perencanaan dan penganggaran program prioritas daerah disusun berdasarkan aspek holistik, tematik, integratif dan spasial.

Tabel 4.9.

Indikator sasaran RKPD Tahun 2018 berdasarkan focus pembangunan

No Focus Pembangunan

Kinerja

Sasaran Target

1 2 3 4

1 Pengembangan sektor unggulan pertanian, pariwisata dan perikanan

Jumlah kelompok usaha pemuda produktif yang dibina dan dikembangkan

5 kelompok

Jumlah Pemuda kader, pemuda pelopor dan pemuda wirausaha, Pramuka tingkat Kabupaten

70 orang

Persentase Jumlah Balai Benih Ikan, Pokdakan yang bersertifikat CBIB

20%

Jumlah Armada Tangkap Berukuran 5 GT Ke bawah 237 unit Produksi Perikanan Tangkap 1,771 ton Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia Perikanan: Penyuluh, Pembudidaya, Nelayan, Pengolah 200 orang Pengembangan kawasan kampung nelayan terpadu 2 kawasan Produksi Perikanan Budidaya 236 ton Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia Perikanan: Penyuluh, Pembudidaya, Nelayan, Pengolah 200 orang

Rata-rata lama tinggal 1 hari Jumlah Wisatawan Mancanegara 25 orang Jumlah Wisatawan Nusantara 75 orang Persentasi Tingkat hunian hotel 5%

No Focus Pembangunan

Kinerja

Sasaran Target

1 2 3 4

Jumlah Penumbuhan Desa Mandiri Pangan

6 desa

Jumlah Penyuluh 64 penyuluh jumlah desa rawan

pangan dengan prioritas 1 dan 2

40 desa

Jumlah Desa Mandiri Pangan yang dibina

6 desa

Jumlah kawasan mandiri pangan yang

dikembangkan

1 kawasan

Jumlah kawasan mandiri pangan yang

dikembangkan

1 kawasan

jumlah desa rawan pangan dengan prioritas 1 dan 2

40 Desa

Jumlah gapoktan untuk pengembangan

packaging beras

10 Gapoktan

Jumlah Desa Mandiri Benih yang dibangun

6 desa

Jumlah puskeswan yang terbangun

5 unit

Jumlah Penumbuhan Desa Mandiri Pangan

6 Desa

Jumlah kawasan mandiri pangan yang

dikembangkan

1 Kawasan

Jumlah Desa Mandiri Pangan yang dibina

6 Desa

Jumlah Desa Mandiri Benih yang dibangun

6 Desa

Produksi Kelapa Sawit 66,807 ton Produksi Kelapa 1,311 ton Rasio jalan sentra

produksi

2,220 Meter / Ha

Produksi Kedelai 1,271 ton Produksi Jagung 1,746 ton Produksi Karet 26,136 ton Produksi Jagung 1,746 Ton Jumlah cetak sawah

yang akan di perluas

100 hektar

Produksi Tanaman Padi 59,461 ton

Jumlah cetak sawah yang akan di perluas

No Focus Pembangunan

Kinerja

Sasaran Target

1 2 3 4

Produksi Tanaman Padi 59,461 Ton

Produksi Kedelai 1,271 Ton

Tenaga IB 10 orang

Jumlah Sentra Peternakan Rakyat (SPR)

3 unit

Persentase jumlah ternak diobati

56%

2 Peningkatan infrastruktur desa/daerah tertinggal dan infrastruktur dasar

Pengembangan kawasan kampung nelayan

terpadu

2 kawasan

Panjang saluran Irigasi dalam Kondisi

Baik/Sedang

126 Meter

Persentase rumah tangga yang memiliki akses air bersih

24%

Persentase rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak

36%

Jumlah RDTR yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah

1 Dokumen

Prosentase rumah layak huni yang terbangun bagi korban dampak

pembangunan dan terkena relokasi

100%

Jumlah terminal yang dibangun

1 Buah

3 Peningkatan pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan

Jumlah Desa yang belum memiliki Paud

57 Desa

Jumlah perpustakaan yang ada di tingkat SD

149 Unit

Jumlah desa tertinggal yang belum memiliki SD

9 Desa

APM usia 13-15 tahun 80% Jumlah Kecamatan yang

belum memiliki minimal 2 SLTP (Kecamatan)

4 Unit

Persentase SLTP yang ter-akreditasi

55 Sekolah

APS usia 13-15 tahun 98%

Jumlah angkutan sekolah 3 Unit

No Focus Pembangunan Kinerja Sasaran Target 1 2 3 4 Jumlah PKBM 57 Unit Prosentase tenaga pendidik SMP yang sudah tersertifikasi 69% Persentase guru SD yang berpendidikan minimal S1 50%

Loket pelayanan dan ruang tunggu

1 OPD

Angka Kematian Ibu 100.000 kelahiran hidup

103 Jiwa / 100.000 Kelahiran Angka Kematian Bayi per

1.000 kelahiran

3 Jiwa / 1.000 Kelahiran Angka kematian Balita

per 1.000 kelahiran hidup

13 Jiwa / Kelahiran

Rasio anggaran program promotif terhadap total anggaran kesehatan

1%

Prosentase gizi buruk 0%

Pengawasan mutu air minum depot air minum

10 unit

Pengembangan lingkungan sehat

14

Kecamatan Jumlah puskesmas rawat

inap

11 Unit

Rasio dokter per 1.000 penduduk

0 Jiwa / 1.000 Penduduk Prosentase desa yang

memiliki bidan desa

94%

Prosentase persalinan ditolong tenaga

kesehatan terlatih

93%

Jumlah puskesmas yang terakreditasi

17 Unit

Rasio posyandu per 1.000 balita

22 Jiwa / 1.000 Balita Angka kejadian DBD per

100.000 penduduk

11 Jiwa / 100.000 Penduduk Angka kejadian malaria

per 1.000 penduduk

1 Jiwa / 1.000 Penduduk

No Focus Pembangunan

Kinerja

Sasaran Target

1 2 3 4

Prosentase kasus rabies yang sudah ditangani

100%

RSUD Tipe B 1 OPD

RSUD Tipe B 1 OPD

Jumlah Dokter 22 Orang

RSUD Tipe B 1 OPD

RSUD Tipe B 1 OPD

Prosentase penduduk yang memiliki akte kematian 60% Prosentase Penduduk yang memiliki KTP berbasis NIK 70% Prosentase Penduduk yang memiliki Akte Kelahiran

70%

Prosentase Penduduk yang memiliki Akte Nikah

85% Prosentase PPID Pembantu 80% Jumlah jenis perizinan/nonperizinan yang dilayani (jenis)

52 Dokumen

Rata-rata lama penerbitan surat

perizinan / non perizinan administrasi

2 Hari

Jumlah kecamatan yang telah menerapkan Sistim Informasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)

1 Kecamatan

Nilai IKM bidang pelayanan perizinan terpadu 50% Prosentase tindaklanjut temuan BPK 80%

Prosentase kasus yang terselesaikan

75%

Tingkat/Level Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)

2 Poin

Tingkat Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)

No Focus Pembangunan Kinerja Sasaran Target 1 2 3 4 Prosentase kesesuaian program RPJMD dan RKPD 80%

Loket pelayanan dan ruang tunggu

1 OPD

Opini atas laporan keuangan WDP

60 OPD

Loket pelayanan dan ruang tunggu 1 OPD Prosentase Guru SLTP berpendidikan minimal S1 50% Prosentase kesesuaian ASN berdasarkan pendidikan 50% Prosentase Pejabat struktural yang mengikuti diklat PIM

50%

Prosentase distribusi guru per kecematan

50%

Prosentase pembentukan kelembagaan inovasi daerah

60%

4 Focus percepatan Pembangunan Desa

Jumlah BUMDES yang dibentuk di desa

15 Unit

Persentase Aparat desa yang di tingkatkan kapasitasnya

60%

Jumlah BUMDES yang dibina dan dikembangkan di desa

BAB V