• Tidak ada hasil yang ditemukan

SASARAN STRATEGIS 3

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 (Halaman 40-45)

Tersedianya sarana dan prasarana yang dapat diakses oleh kelompok marginal

- Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

- - Laporan evaluasi program

tahun 2016

- - Kampanye Sosial - - Pembuatan lagu dan Video

Clip Narkoba

- - Peningkatan kapasitas tokoh

agama dalam penanggulangan penyalahgunaan NAPZA

-

- Koordinasi antar instansi - - Koordinasi antar instansi

dalam kota

- - Pelaksanaan kegiatan Dit.

RSKP NAPZA melalui dana dekonsentrasi

-

- Bintek ekonomi kreatif -

SASARAN STRATEGIS 3

Jumlah K/L, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintah Kab./Kota, Dunia Usaha/Masyarakat yang sudah memiliki sarana

LI

- Verifikasi ekotif -

- Monitoring dan evaluasi ekotif -

- Penyusunan perencanaan program dan anggaran dekonsentrasi tahun 2017

-

- Penyusunan perencanaan program dan anggran Dit. RSKP NAPZA 2017

-

- Asistensi penyusunan dan pelaksanaan UPT - - Pembekalan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) -

- Perencanaan Prograam Dit RSKP NAPZA melalui Aplikasi Arsitektur Dan Informasi Kinerja (ADIK)

-

- Honor Petugas Dit. RSKP NAPZA

- - Operasional perkantoran - - Kendaraan bermotor - - Pengadaan peralatan mesin - - Pengadaan sarpras PIE - - Pengadaan printer - - Pengadaan Sarpras IPWL - - Sarpras PIE - - Pengembangan gedung dan

bangunan IPWL

-

- Pengembangan gedung dan bangunan PIE - - - - - - - - - - -

LII Analisis atas capaian indikator-indikator kinerja sasaran ini adalah:

Jumlah K/L, yang memiliki sarana dan prasarana yang dapat diakses oleh kelompok marginal 1. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKAIP)

Kegiatan ini dengan capaian 71,5 %. atau Rp. 63.300.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 88.500.000 sisa anggaran sebesar Rp. 25.200.000,- (28,5 %)

2. Laporan Peningkatan Kinerja Petugas

Kegiatan ini dengan capaian 95,2 %. atau Rp. 229.760.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 241.327.000 sisa anggaran sebesar Rp. 11.567.000,- (4,8 %)

3. Pameran dan publikasi

a. Persiapan Kampanye sosial

Pelaksanaan kegiatan dengan capaian 0 %. atau Rp. 0,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 18.100.000 sisa anggaran sebesar Rp. 0,- (0 %) dikarenakan adanya penghematan (Self Blocking) sebesar Rp. 18.100.000,-

b. Kampanye sosial dalam rangka hari Narkotika

Pelaksanaan Kampanye sosial dengan capaian 7,6 %. atau Rp. 65.000.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 850.350.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 785.350.000,- (92,4 %) dikarenakan adanya penghematan (Self Blocking) sebesar Rp. 803.450.000 c. Pembuatan Lagu dan Video Clip Narkoba

Pelaksanaan Kampanye sosial dengan capaian 98,5 %. atau Rp. 177.285.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 180.000.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 2.715.000,- (1,5 %)

d. Peningkatan kapasitas tokoh agama dalam penanggulangan penyalahgunaan NAPZA Pelaksanaan kegiatan dengan capaian 91,8 %. atau Rp. 829.800.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 904.124.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 74.324.000,- (8,2 %)

4. Koordinasi Antar instansi

Kegiatan ini dengan capaian 99,9 %. atau Rp. 805.867.362,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 806.000.000 sisa anggaran sebesar Rp. 132.638,- (0,10 %)

5. Koordinasi Antar Instansi Dalam Kota

Kegiatan ini dengan capaian 99,7 %. atau Rp. 29.900.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 30.000.000 sisa anggaran sebesar Rp. 1000.000,- (0,30 %),

6. Pelaksanaan kegiatan Dit.RSKP NAPZA dana dekonsentrasi

Kegiatan ini dengan capaian 56,5 %. atau Rp. 6.303.700,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 11.155.000 sisa anggaran sebesar Rp. 4.815.300,- (43,5 %)

7. Laporan Monitoring dan Evaluasi a. Bimbingan teknis ekonomi kreatif

Kegiatan ini dengan capaian 87,1 %. atau Rp. 130.260.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 149.600.000 sisa anggaran sebesar Rp. 19.340.000,- (12,9 %)

LIII b. Verifikasi

Kegiatan ini dengan capaian 100 %. atau Rp. 87.000.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 87.000.000 sisa anggaran sebesar Rp. 0,- (0 %)

c. Monitoring dan Evaluasi

Kegiatan ini dengan capaian 99,7 %. atau Rp. 86.726.300,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 87.000.000 sisa anggaran sebesar Rp. 273.700 (0,3 %)

8. Penyusunan Perencanaan Program dan Anggaran Dekonsentrasi bidang NAPZA tahun 2017

Kegiatan ini dengan capaian 96,2 %. atau Rp. 449.930.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 467.520.000 sisa anggaran sebesar Rp. 17.590.000,- (3,8 %)

9. Penyusunan Perencanaan Program dan Anggaran Dit. RSKP NAPZA tahun 2017

Kegiatan ini dengan capaian 93 %. atau Rp. 89.500.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 96.250.000 sisa anggaran sebesar Rp.6.750.000,- (7 %)

10. Asistensi Penyusunan dan Pelaksanaan Anggaran UPT

Kegiatan ini dengan capaian 73,8 %. atau Rp. 92.416.700,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 125.240.000 sisa anggaran sebesar Rp. 32.823.300,- (26,2 %)

11. Pembekalan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)

Kegiatan ini dengan capaian 98,7 %. atau Rp. 204.000.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 206.700.000 sisa anggaran sebesar Rp. 2.700.000,- (1,3 %)

12. Perencanaan Program Dit. RSKP NAPZA melalui Aplikasi Arsitektur dan Informasi (ADIK) Kegiatan ini dengan capaian 0 %. atau Rp.0,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 76.313.000 sisa anggaran sebesar Rp. 0,- (0 %) dikarenakan adanya program aplikasi massih dalam penyempurnaan

13. Penyelenggaran Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran

Kegiatan ini dengan capaian 95,7 %. atau Rp. 438.068.414,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 457.650.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 29.581.586,- (4,31%) dikarenakan adanya sisa pengembalian jamuan tamu

14. Pengadaan Sarana dan Prasarana Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL)

Provinsi Sulawesi Tengah untuk pengadaan kendaraan ditiadakan karena adanya penghematan (Self Blocking) sebesar Rp. 252.500.000, sehingga target realisasi 0

Pengadaan Peralatan dan Mesan

a. Provinsi Sulawesi Tengah pengadaan peralatan dan mesin IPWL ditiadakan karena adanya penghematan (Self Blocking) sebesar Rp. 1.200.000.000, sehingga target realisasi 0 b. Provinsi Jawa Timur pengadaan peralatan dan mesin PIE ditiadakan karena adanya

penghematan (Self Blocking) sebesar Rp. 400.000.000, sehingga target realisasi 0

c. Pengadaan printer ID Card IPWL, dengan capaian 99,7 %. atau Rp. 99.660.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 100.000.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 340.000,- (60,30%) dikarenakan adanya sisa

15. Pembangunan Gedung IPWL/PIE

Pengadaan sarana dan prasarana IPWL di provinsi Kalteng, Bali, Babel dan Sulteng ditiadakan karena adanya penghematan (Self Blocking) sebesar Rp. 13.658.410.000, sehingga target

LIV realisasi 0; dan Pengadaan sarana dan prasarana PIE di provinsi Jawa Timur ditiadakan karena adanya penghematan (Self Blocking) sebesar Rp. 100.000.000, sehingga target realisasi 0 16. Pengembangan Gedung dan Bangunan IPWL

dilaksanakan di Provinsi : a. Kalimantan Selatan

Kegiatan ini dengan capaian 99,9 %. atau Rp. 6.466.596.400,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 6.466.646.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 49.600,- (0,1 %)

b. Kalimantan Barat

Kegiatan ini dengan capaian 99,8 %. atau Rp. 3.058.711.800,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 3.036.712.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 5.000.200,- (0,2 %)

c. Jambi

Kegiatan ini dengan capaian 99,9 %. atau Rp. 2.019.136.000- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 2.019.391.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 255.000,- (0,1%) dikarenakan adanya sisa selalang pengiriman kendaraan dan sisa pembangunan gedung

d. Maluku Utara

Kegiatan ini dengan capaian 99,5 %. atau Rp. 2.518.896.300,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 2.531.525.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 12.628.700,- (0,5%) dikarenakan adanya sisa selalang pengiriman kendaraan dan sisa pembangunan gedung e. Sulawesi Utara,

Kegiatan ini dengan capaian 100 %. atau Rp. 5.780.212.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 5.780.212..000,- sisa anggaran sebesar Rp. 0,- (0%)

f. Sumatera Selatan

Kegiatan ini dengan capaian 100 %. atau Rp. 662.750.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 662.750.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 0,- (0%)

g. Jawa Timur

Kegiatan ini dengan capaian 99,9 %. atau Rp. 504.492.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 504.692.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 200.000,- (0,1%) dikarenakan adanya sisa selalang pengiriman kendaraan dan sisa pembangunan gedung

17. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pusat Informasi dan Edukasi dilaksanakan di Provinsi :

a. Kalimantan Tengah

Kegiatan ini dengan capaian 99,9 %. atau Rp. 1.356.183.560,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 1.356.185.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 1.440,- (0,1 %) dikarenakan adanya sisa lelang gedung dan bangunan serta pengadaan peralatan dan mesin

b. Jawa Timur

Kegiatan ini dengan capaian 99,4 %. atau Rp. 288.428.252,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 290.200.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 1.771.748,- (0,6 %) dikarenakan adanya sisa lelang gedung dan bangunan serta pengadaan peralatan dan mesin

c. DI Jogjakarta

Kegiatan ini dengan capaian 99,1 %. atau Rp. 188.480.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 190.200.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 1.720.000,- (0,9 %) dikarenakan adanya sisa lelang gedung dan bangunan serta pengadaan peralatan dan mesin

LV Kegiatan ini dengan capaian 99,6 %. atau Rp. 189.350.000,- dari dana RKAKL/Lembar Kerja sebesar Rp. 190.200.000,- sisa anggaran sebesar Rp. 850.000,- (0,4 %) dikarenakan adanya sisa lelang gedung dan bangunan serta pengadaan peralatan dan mesin

Output Sasaran Strategis 3:

Terselesaikannya dokumen dan laporan Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA tepat waktu

Output Sasaran Strategis 3:

Tersedianya data dokumen dan laporan pertanggungjawaban Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA

Indikator Kinerja (IKU) Target Realisasi Capaian

(%)

Meningkatnya Lembaga yang terakreditasi dalam

penyelenggaraan

kesejahteraan sosial bidang rehabilitasi sosial.

- Biaya Dukungan fasilitas institusi penerima wajib lapor (IPWL) baru

- 0

- Biaya operasional lembaga kesejahteraan sosial (LKS) bidang NAPZA Non IPWL

- Standarisasi LKS Bidang NAPZA

100

Standarisasi LKS Bidang NAPZA - Standarisasi LKS Bidang NAPZA

100

Lembaga rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA yang berkualitas dalam mendukung kepulihan dan kemandirian

Analisis atas capaian indikator-indikator kinerja sasaran ini adalah:

1. Bantuan yang diberikan kepada 44 (empat puluh empat) IPWL/Non IPWL/LKS milik masyarakat sebesar Rp. 795.000.000,- masing-masing @ Rp. 15.000.000,- dengan capaian 71,7 % (Rp. 570.000.000.000) Rp. . Dengan rincian :

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 (Halaman 40-45)

Dokumen terkait