• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sasaran Strategis Terkelolanya anggaran secara optimal

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL (Halaman 41-44)

AKUNTABILITAS KINERJA

B. Analisis Capaian Kinerja

4. Sasaran Strategis Terkelolanya anggaran secara optimal

Nilai capaian untuk sasaran strategi “Terkelolanya anggaran secara optimal”

adalah 99,28%. Nilai ini didukung oleh 1 (satu) IKU, yaitu Presentase Penyerapan DIPA. Pencapaian IKU tersebut sebagai berikut:

a. Indikator Kinerja 13 (tiga belas): Presentase Penyerapan DIPA

Tahun 2014, KKP mengelola anggaran sebesar Rp6.168.627.392.000 (enam triliun seratus enam puluh delapan miliar enam ratus dua puluh tujuh juta tiga ratus sembilan puluh dua ribu rupiah). Saat ini realisasi anggaran KKP Tahun 2014 sebesar Rp5.641.613.846.181 (lima triliun enam ratus empat puluh satu miliar enam ratus tiga belas juta delapan ratus empat puluh enam ribu seratus delapan puluh satu rupiah) atau 91,46% dari alokasi anggaran. Nilai ini masih lebih rendah dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp6.564.191.941.374 (enam triliun lima ratus enam puluh empat miliar seratus sembilan puluh satu juta sembilan ratus empat puluh satu ribu tiga ratus tujuh puluh empat rupiah) atau 93,53% dari alokasi anggaran.

Angka penyerapan DIPA tahun 2014 masih akan mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan antara lain: (i) belum semua SPM terakhir dapat diinput, termasuk realisasi anggaran untuk kegiatan PHLN SKIPI sebesar Rp241.375.460.529 (dua ratus empat puluh satu miliar tiga ratus tujuh puluh lima juta empat ratus enam puluh ribu lima ratus dua puluh sembilan rupiah) dan INDESO sebesar Rp74.667.760.575 (tujuh puluh empat miliar enam ratus enam puluh tujuh juta tujuh ratus enam puluh ribu lima ratus tujuh puluh lima rupiah) yang baru terbit SP3 PHLN dari Kementerian Keuangan; (ii) masih terdapat beberapa Satker di unit kerja Eselon I lingkup KKP yang mengalami pagu minus (iii) masih terdapat pagu PHLN Tahun 2014 yang belum dicantumkan dalam

Keuangan No.S-182/PB/2015 tanggal 9 Januari 2015 tentang Perpanjangan Batas Waktu Revisi DIPA dan Pengesahan/Pencatatan Hibah Langsung Bentuk Uang/Barang/Jasa/Surat Berharga serta Pengesahan Pendapatan/Belanja BLU dalam rangka Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2014, maka beberapa Satker terkait melakukan usulan revisi melalui Kantor Wilayah Perbendaharaan setempat.

Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya realisasi anggaran KKP Tahun 2014 adalah:

1) Terlambatnya penetapan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran untuk dana Dekonsentrasi oleh Gubernur dan terlambatnya usulan perubahan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran oleh satker Dana Tugas Pembantuan;

2) Terbitnya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tanggal 19 Mei 2014 tentang Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga dalam rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014.

Penghematan dan pemotongan diarahkan pada kegiatan yang bersumber dari belanja bantuan sosial seperti Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) pada Ditjen Perikanan Tangkap, Perikanan Budidaya, P2HP, serta Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PDPT) pada Ditjen KP3K, serta kegiatan yang bersifat fisik pada Satker Tugas Pembantuan yang belum terikat kontrak;

3) Terlambatnya persetujuan revisi Drop loan dari Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan untuk proyek Pengembangan Pelabuhan Perikanan Belawan Ditjen Perikanan Tangkap;

4) Terlambatnya Surat Keputusan Penerima Bantuan Sosial, mengingat ada permintaan dari Komisi Pemberatasan Korupsi untuk menangguhkan pembayaran bansos setelah Pemilihan Legislatif;

5) Terlambatnya penerbitan SP3HLN untuk Proyek Indeso dan SKIPI;

6) Terbitnya Surat Menteri Keuangan Nomor : S-667/MK.02/2014 tentang Pengendalian dan Penghematan Perjalanan Dinas dan Meeting/Konsinyering dalam APBN-P Tahun 2014 yang ditindaklanjuti dengan penghematan atau self blocking terhadap perjalanan dinas dan meeting/konsinyering KKP;

7) Terhambatnya pelaksanaan kegiatan belanja modal pada 4 (empat) unit Eselon I yaitu pembangunan Gedung Mina Bahari IV pada Sekretariat

Jenderal, pengadaan sarana dan prasarana budidaya pada DJPB, pengadaan kapal pengawasan SKIPI pada DJPSDKP, serta pengadaan sarana dan prasarana pengolahan/pemasaran pada DJP2HP; serta

8) Adanya beberapa Satker Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan kegiatan Tugas Pembantuan karena adanya pekerjaan fisik yang mengalami penghematan/

pemotongan, adanya gagal lelang dan penyelesaian pekerjaan yang tidak tepat waktu.

Disamping itu, beberapa hal penting terkait proses pengadaan barang/jasa juga mempengaruhi rendahnya realisasi anggaran KKP yaitu:

1) Adanya kebijakan pimpinan pada tahun berjalan berupa penundaaan pelaksanaan kegiatan, revisi anggaran atau penghematan;

2) Adanya keterbatasan SDM yang memiliki sertifikat PBJ atau pun yang melaksanakan kegiatan;

3) Adanya pergantian pejabat struktural terutama di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi atau pun Kabupaten yang menyebabkan pergantian Pejabat Pengelola Keuangan;

4) Adanya keterlambatan/perubahan/Usulan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Keuangan;

5) Adanya keterlambatan pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) di daerah, keterlambatan Satker untuk mengumumkan paket pekerjaan ke ULP, gagal lelang dan sanggah banding diterima.

Langkah-langkah Percepatan penyerapan anggaran yang dilakukan:

1) SE Menteri Kelautan dan Perikanan No. 71/SJ/PL.420/I/2014 tanggal 29 Januari 2014 perihal Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa TA 2014;

2) SE Sekretaris Jenderal No. B.768/SJ.3/RC.410/III/2014 tanggal 28 Maret 2014 perihal Realisasi Penyerapan Anggaran Tahun 2014 khususnya untuk Dana Dekonsentrasi (01);

3) SE Sekretaris Jenderal No. 489/SJ/KU.510/IV/2014 tanggal 30 April 2014 perihal Langkah-Langkah Percepatan Penyerapan Anggaran dan Revisi Anggaran TA 2014 di Lingkungan KKP;

4) SE Sekretaris Jenderal No. 824/SJ/VIII/2014 tanggal 7 Agustus 2014 perihal Langkah-Langkah Percepatan Penyerapan Anggaran Triwulan III TA 2014 di Lingkungan KKP;

5) Surat Sekjen ke Dirjen Perimbangan Keuangan dan Dirjen Perbendaharaan No. B.1221/SJ/X/2014 tanggal 23 Oktober 2014 perihal Percepatan Penyerapan Anggaran Tahun 2014 yang bersumber dari PHLN untuk Proyek Indeso sebesar Rp63,35 miliar dan SKIPI sebesar Rp53,37 miliar.

Upaya perbaikan yang dilakukan Sekretariat Jenderal sebagai pembina pelaksanaan anggaran KKP melalui pemantauan ke daerah dan mendorong:

1) Setiap Satker turut aktif dalam pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan target yang telah ditetapkan;

2) Setiap Satker melaporkan perkembangan realisasi keuangan, fisik dan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ke pusat secara tertib setiap bulan sebagai bahan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran;

3) Peningkatan Kinerja Tim Monitoring dan Evaluasi di unit kerja Eselon I lingkup KKP atas pelaksanaan kegiatan dan anggaran;

4) Percepatan pelaksanaan proses lelang dengan menugaskan Pokja Pengadaan Barang/Jasa supaya lebih fokus dalam proses lelang;

5) Setiap Satker melakukan pembayaran dengan segera terhadap pekerjaan/kegiatan yang sudah diselesaikan;

6) Percepatan proses revisi anggaran terkait pergeseran pagu belanja, pagu minus dan drop loan dengan Kementerian Keuangan.

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL (Halaman 41-44)