A. Topik Permasalahan : Perasaan Tertekan B. Bidang Bimbingan : Pribadi
C. Jenis Layanan : Bimbingan kelompok
D. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengembangan E. Tujuan Layanan :
7. Siswa mampu mengatasi perasaan tertekan.
8. Siswa mampu menerapkan cara – cara mengatasi perasaan tertekan. F. Sasaran Kegiatan : Siswa kelas XI IPS 3 SMA Kristen Purwodadi. G. Uraian Kegiatan :
a. Tahap Pembentukan
i. Salam dan ucapan terima kasih ii. Permainan/ selingan
b. Tahap Peralihan
i. Menjelaskan kembali kegiatan kelompok ii. Menanyakan kesiapan anggota
c. Kegiatan Inti
i. Mengutarakan topik yang akan dibahas oleh kelompok ii. Pembahasan tentang topik permasalahan
iii. kesimpulan d. Tahap Pengakhiran
i. Mengakhiri bimbingan kelompok ii. Laiseg
iii. Tindak Lanjut Kegiatan
iv. Salam penutup dan ucapan terima kasih
10’
30’
5’
Sumber :
http://blog.arinboutique.com/2011/03/mengatasi-rasa-tertekan-atau-stress.html,
H. Metode : ceramah dan diskusi,. I. Pertemuan : Pertemuan V
K. Waktu/ Tanggal : 45 menit / 30 November 2011 L. Penyelenggara Layanan : peneliti
M. Pihak yang Disertakan : -
N. Alat dan Perlengkapan : alat tulis, kertas, bangku. O. Rencana Penilaian :
- Laiseg : Menilai kesungguhan siswa saat mengikuti layanan. - Menilai laporan hasil diskusi siswa.
P. Tindak lanjut : Jika terdapat siswa yang memiliki masalah dalam materi layanan maka akan dilakukan layanan konseling perorangan/konseling kelompok.
Mengetahui, Purwodadi, 30 November 2011 Pembimbing, Pemberi layanan,
Materi 5
PERASAAN TERTEKAN
Perasaan tertekan merupakan perasaan seseorang yang bukan dari individu melainkan dorongan / tuntutan dari orang lain maupun lingkungan. Perasaan tertekan terjadi karena Anda merasa tidak mampu mengendalikan situasi dan kondisi. Kehilangan arah dan pegangan, visi yang jelas. Selain itu juga karena makanan yang berkecenderungan menstimulasi hormon-hormon penyebab stress. Jagalah hidup Anda, dengan hidup dalam lingkungan yang lebih mudah Anda kendalikan, konsumsilah makanan yang membuat Anda lebih rendah stress
Dalam hidup banyak hal yang kita jumpai, banyak pilihan yang harus kita pilih, banyak faktor yang dapat menimbulkan kebimbangan sehingga muncul yang dinamakan stress atau rasa tertekan. Stress biasanya timbul karena apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan pencapaian yang kita terima, selain itu faktor dari lingkungan, keluarga, tempat kerja atau lingkungan kita dalam bermasyarakat yang tidak bersahabat atau tidak sesuai dengan karakter kita juga dapat memicu timbulnya rasa tertekan atau stress. Jika rasa tertekan atau stress itu muncul biasanya akan merubah pola pikir atau cara pandang kita (menjadi lebih sempit) dalam menghadapi persoalan
yang ada. Orang yang mengalami rasa tertekan akan cenderung mudah sekali marah atau tersinggung (sensitif), malas beraktivitas atau kinerja nenurun bahkan untuk sebagian orang ada yang nekat mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka hadapi tanpa memperdulikan akibat yang ditimbulkannya. Sebenarnya jika kita mau berfikir sedikit tenang dan jernih permasalahan-permasalahan yang dapat menimbulkan stress itu dapat kita atasi, berikut ini beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi rasa tertekan atau stress:
1. Kenali hal-hal yang dapat memicu stres dan lakukan sesuatu untuk mengatasinya. misalnya : stres karena selalu gagal memenuhi tuntutan kerja, atasi dengan memperbaiki manajemen waktu, stres karena lingkungan yang tidak sesuai, atasi dengan memperbaiki pergaulan dan berusaha lebih terbuka dengan orang lain.
2. Bicarakan keadaan atau kesulitan yang sedang kita hadapi pada orang lain yang kita percaya. Dengan berbagi cerita atau kesulitan kita kepada orang lain akan mengurangi stres yang kita rasakan. Selain karena didengarkan, sering kali dengan bercerita kita akan mendapatkan masukan terhadap permasalahan yang sedang kita alami, sehingga solusi yang kita cari dapat kita temukan. Atau hanya sekedar mengetahui bahwa masalah seperti itu bukan hanya kita yang alami, sehingga timbul rasa optimisme dalam diri kita.
3. Selalu berfikir positif, ingatlah bahwa kemampuan atau kesuksesan kita mengatasi masalah-masalah sulit dimasa lalu yang menjadikan kita masih bertahan di masa sekarang. Selain itu dengan berfikir positif akan membuat kita lebih bijak dalam menghadapi permasalahan yang ada.
4. Lakukanlah kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat menghibur diri kita untuk menghilangkan rasa tertekan, misal jika kita banyak aktifitas atau kegiatan yang padat lakukanlah kegiatan kecil (meregangkan badan) sebagai selingan. 5. Perbanyak minum air putih akan membantu menghindari dehidrasi dan dapat
meningkatkan kemampuan otak untuk mengatasi stres yang sedang kita alami.
6. Lebih mendekatkan diri kita kepada-Nya. Banyak cara yang dapat kita gunakan untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya, seperti : berdzikir, berdoa, sholat, beramal, dan lain-lain. Kalau dengan bercerita kepada orang lain belum merasa cukup, berceritalah kepada Tuhan mu, utarakan semua yang menjadi keluh kesahmu dan selalu berpasrah diri kepada ALLAH Yang Maha
7. Kuasa dan Maha Penyayang dengan bertawakal. 2. Hadapi dengan senyuman, berpikir positif, dan tenang dalam menyelesaikannya. Dengan begitu, perasaan akan lebh terasa relax dan sadar bahwa masalah yang dihadapi gak’ seberat yang dibayangkan.
8. Selalu aja merasa beruntung, agar bisa terus bersyukur atas semua nikmat dari Tuhan.
9. Lakukan kegiatan positif dan berguna, lalu nikmatilah semua itu. 10. Dengarkan lagu-lagu yang disukai.
11. Kumpul bersama teman-teman, kerabat, keluarga, lalu sharing dan curhat ke mereka. Tetapi jangan sampai salah pilih orang, karena bisa makin’ runyam ntar masalahnya. Bukannya nyelesain’ tapi malah nambah, capek deh… 12. Hadapi yang akan terjadi, bukan malah menghindari dan takut. Jangan pernah
berpikir untuk lari dari masalah. Masalah yang ada bukan untuk dihindari, tetapi untuk diselesaikan. Semakin dihindari, maka ia akan makin membesar. Menghadapi tidak selalu berdampak negatif, malah kebanyakannya berdampak positif. Justru menghindar akan makin membuat pribadi kalah dan merusak diri dari segi mental.
LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI, ANALISIS, DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
4. Topik Permasalahan : Perasaan Tertekan 5. Spesifikasi Kegiatan
2.1. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi 2.2. Jenis Layanan : Bimbingan Kelompok
2.3. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengembangan
2.4. Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IPS 3 SMA Kristen Purwodadi 6. Pelaksanaan Layanan :
3.1. Waktu : Rabu,30 November 2011
3.2. Tempat : Halaman SMA Kristen Purwodadi
Deskripsi : Kegiatan layanan bimbingan kelompok dimulai dengan pemberian salam, memriksa situasi dan kondisi siswa dan lingkungan, memeriksa kehadiran siswa, Sebelum memasuki kegiatan inti, penulis mengajak siswa melakukan selingan agar siswa lebih semangat. Memasuki tahap inti, penulis memberikan informasi mengenai pengertian rasa tertekan dalam belajar, serta cara – cara mengurangi perasaan tertekan dalam belajar. Siswa kemudian diberikan kertas kosong. Siswa diminta membagikan kertas tersebut menjadi dua bagian dengan menggaris tepat di tengah kertas. Pada bagian kiri siswa menuliskan kelebihan langkah – langkah yang pernah di lakukan untuk mengurangi perasaan tertekan. Pada bagian kanan siswa diminta
menuliskan kelebihan cara –cara yang telah dilakukan serta menuliskan cara – cara yang baru yang akan diambil untuk mengurangi perasaan tertekan dalam belajar. Setelah siswa selesai mengerjakan maka hasil jawaban tersebut didiskusikan bersama. Siswa sangat antusias pada kegiatan dengan topic perasaan tertekan dalam pelajaran karena siswa sering mengalami hal tesebut. Banyak siswa yang mengutarakan permasalahannya, pendapat dan bertanya baik kepada siswa lain maupun penulis. Pada akhir kegiatan siswa diminta memilih langkah mana yang akan diambil dan akan dilakukan dikemudian hari untuk mengurangi perasaan tertekan.
7. Evaluasi
3. Cara penilaian :
d. Melakukan observasi saat kegiatan bimbingan kelompok berlangsung. e. Memberikan pertanyaan seputar topik yang telah dibahas pada anggota
kelompok.
f. Memberikan penilaian segera (laiseg). 4. Diskripsi dan komentar tentang hasil penilaian
Dari hasil kegiatan tersebut diketahui bahwa siswa sering mengalami perasaan tertekan terutama pada saat ulangan atau tes mata pelajaran tertentu seperti matematika, akutansi, dan sebagainya. Siswa menjadi tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Ada perasaan grogi dan takut pada mata pelajaran tertentu dan membuat siswa sering ceroboh dan tidak teliti dalam mengerjakan soal dan tidak konsentrasi dalam
pelaarannya. Kegiatan bimbingan kelompok ini cukup membantu siswa mencari jalan keluar yang tepat untuk mengatasi perasaan tertekan itu. Tetapi secara keseluruhan kegiatan bimbingan kelompok ini berjalan lancar dan aktif dalam prosesnya.
Mengetahui, Purwodadi,30 November 2011 Pembimbing, Pemberi layanan,
SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING