• Tidak ada hasil yang ditemukan

Risma Haris1, Nurlina Subair2, Rahmawati3, Marlina4& Syahban Nur.5 1,4Program Studi Kesehatan Masyarakat Pascasrjana Universitas Indonesia Timur

2,5Program Studi Pendidikan Sosiologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Makassar

3Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur

[email protected]

Abstract— Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia khususnya di Kota Makassar Sulawesi Selatan adalah masalah perilaku hidup bersih dalam mencuci tangan, terutama pada wilayah yang padat penduduk. Wabah Virus Corona kian hari kian meningkat jumlah orang yan tertular, selain itu angka kematian masih terus bertambah, jika dibiarkan akan makin banyak jumlah pasien covid 19. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya kesadaran akan budaya mencuci tangan sebagai perilaku hidup bersih di masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk melatih atau membiasakan diri mencuci tangan pada tempat yang telah disediakan.

Saat ini solusinya melibatkan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan perilaku hidup bersih dengan cuci tangan sesering mungkin menggunakan alat cuci tangan higienis yaitu Bascov-19 di lingkungan sekitar. Lokasi sosialisasi dan edukasi berada di 3 kecamatan di Kota Makssar yaitu Tamalate, Mamajang, dan Rappocini. Alat ini merupakan inovasi sederhana, yang terjangkau secara ekonomi hasil kerjasama antara Universitas Indonesia Timur, Makassar Cancer Care Community (MC3) dan pihak swasta Arima Art sebagai pendesain produk. Alat tersebut mudah diaplikasikan tanpa sentuhan tangan yang dikendali oleh pedal di kaki sehingga steril dari virus dan bakteri dalam mencuci tangan. Untuk mendorong masyarakat dilingkungan sekitar mau mencuci tangan, diperlukan media yang berfungsi menyampaikan informasi. Media memaparkan cara mencuci tangan yang sesuai standar WHO. Informasi cuci tangan berfungsi sebagai media sosialisasi dan surveilans, agar masyarakat mengetahui cara mencuci tangan yang benar dan tergerak untuk mau mencuci tangan. Manfaat program adalah terbentuknya generasi muda Indonesia yang peduli dalam berperilaku hidup bersih bebas covid 19.

Kata kunci— Cuci tangan, Perilaku Hidup Bersih, Covid 19

I. PENDAHULUAN

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa pada tanggal 31 Desember 2019 terdapat kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian yang kemudian diketahui berasal dari Coronavirus. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat (Zendrato, W. 2020). Penyakit ini termaksud jenis baru yang

belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada tanggal 30 Januari 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)/ Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia (KKMMD). Pada tanggal 12 Februari 2020, WHO resmi menetapkan penyakit novel coronavirus pada manusia ini dengan sebutan Coronavirus Disease (COVID19). Selanjutnya pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.

Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percikan dahak (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19. Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dinilai mampu mencegah penyebaran virus (Amar, 2019). Selain melalui droplet penderita, penyebaran virus juga sering terjadi melalui tangan (Zendrato, 2020). Karena membiasakan diri cuci tangan pakai sabun merupakan langkah paling mudah dan tanpa biaya, yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus. Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) tentang Sosialisasi Inovasi Cuci Tangan Higienis Bascov 19 Sebagai Bentuk Edukasi PHBS Bebas Covid-19 Di Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang kami lakukan untuk mendorong kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan alat cuci tangan higienis Bascov.19 tanpa sentuhan tangan serta terdapat media informasi panduan mencuci tangan.

138 | R i s m a H a r i s

II. METODE PELAKSANAAN

Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi melalui media stiker tentang pedoman cuci tangan yang benar dan demonstrasi penggunaan alat Bascov.19. pemberian edukasi dan demonstrasi alat dilakukan dimulai dengan memberikan pengetahuan cuci tangan yang benar dan pemahaman dasar-dasar penggunaan alat cuci tangan tanpa sentuhan tangan (Bascov.19) hingga sampai mitra mampu melakukannya secara berkelanjutan (Subair, N., & Haris, R.,2018). Diharapkan mitra akan memperoleh nilai tambah ketika telah menggunakan alat Bascov.19 tersebut seperti memiliki keinginan untuk selalu mencuci tangannya, mengajak semakin banyak orang yang ikut mencuci tangan dan mengerti cara cuci tangan yang benar serta mencegah dari virus corona (Sagan, 2018).

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Pemberian Edukasi dan Penerapannya

Sosialisasi dilakukan untuk mengedukasi mitra terkait penggunaan alat Bascov.19 yang higienis tanpa sentuhan tangan. Selain itu, untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan mitra tentang Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penerapan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Sosialisasi meliputi informasi pentingnya perilaku PHBS dimasa pandemik , bagaimana cara mencuci tangan pakaia sabun (CTPS) menggunakan pedoman cuci tangan 6 langkah sesuai dengan protokol kesehatan dan bagaimana penggunaan alat cuci tangan tanpa sentuhan tangan (Marisa&Amaliyah, 2019).

Kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan mitra tentang perilaku PHBS dan CTPS serta penerapan Bascov.19 (Grafik)

Grafik 1. Hasil kegiatan Sosialisasi Kepada Mitra

Demonstrasi Penggunaan Alat dan Penerapannya

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi dengan mitra. Pada pelaksanaan kegiatan demonstrasi penggunaan alat dimulai dengan memberikan pengetahuan cuci tangan yang benar dan pemahaman dasar-dasar penggunaan alat cuci tangan tanpa sentuhan tangan (Bascov.19) hingga sampai mitra mampu menerapkannya secara berkelanjutan.

Grafik 2. Rekapitulasi Peningkatan Pemahaman dan Penerapan pada Mitra

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, peningkatan pengetahuan mitra terbesar ada pada pengetahuan cuci tangan yang benar, yaitu sebesar 32% (yang semula pemahaman mitra sebesar 34 %, meningkat ke 66%). Kemudahan yang diperoleh dan pentingnya memahami pedoman cuci tangan 6 langkah khususnya di masa pandemic virus corona, memaksa mitra untuk dapat cepat memahami karena dilakukan sesering mungkin. Peningkatan dan pemahaman berikutnya, diikuti oleh pemahaman dasar-dasar penggunaan alat cuci tangan tanpa sentuhan tangan (Bascov.19), yaitu sebesar 72%. Menurut mitra, memepelajari penggunaan alat Bascov.19 dengan metode demonstrasi dan praktek langsung lebih mudah dimengerti dan diingat. Hal ini menyebabkan mitra lebih cepat paham dengan materi yang diberikan peningkatan pemahaman sebesar 44%.

Gambar 1. Demonstrasi penerapan Alat Cuci Tangan Bascov.19

Dampak kegiatan secara kongkret terhadap masing-masing mitra adalah adanya peningkatan kebiasaan mencuci tangan dengan benar dan higienis. Walaupun tidak signifikan, namun telah terjadi kebiasaan bagi mitra. Untuk mendorong masyarakat dilingkungan sekitar mau mencuci tangan, diperlukan media yang berfungsi menyampaikan informasi (Husni&Ramadany, 2019). Media memaparkan cara mencuci tangan yang sesuai standar WHO. Informasi cuci tangan berfungsi sebagai media sosialisasi dan surveilans, agar masyarakat mengetahui cara mencuci tangan yang benar dan tergerak untuk mau mencuci tangan. Adanya penerapan penerapan teknologi inovasi Bascov.19 mencegah mitra untuk lebih aman dari penularan virus corana walaupun telah mencuci

tangan, dikarena inovasi alat tersebut yang tanpa sentuhan tangan.

IV. KESIMPULAN

Pelaksanaan kegiatan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitra dalam penerapan alat inovasi Bascov.19. Selain itu Bascov.19 memberikan kemudahan mitra dalam menerapkan penggunaan cuci tangan 6 langkah secara benar karena adanya pedoman cara mencuci tangan. Mitra merasa bukan hanya bersih, namun merasa aman dari penularan virus yang menempel pada benda. Sehingga manfaat kegiatan adalah terbentuknya generasi muda Indonesia yang peduli dalam berperilaku hidup bersih bebas covid 19.

UCAPAN TERIMA KASIH

Program pengabdian yang dilaksanakan merupakan skema pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM), tim pengabdian mengucapkan terimakasih kepada Makassar cancer Care Community, yang telah mendanai pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Indonesia Timur (UIT) yang telah mengkoordinir pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, Arima Art Desain sebagai mitra dalam program PKM yang telah mendesain dan membuat alat Bascov.19 serta telah secara aktif ikut berpartisipasi dalam program pengabdian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Amar, R. Y. (2019). Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa SD Negeri 101893 Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

Husni, E., & Ramadany, S. (2019). Praktek cuci tangan pakai sabun pada siswa sekolah Dasar 05 Nagari Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota. Buletin Ilmiah Nagari Membangun, 2(4), 443-449.

Mariza, A., & Amaliah, F. (2019). PENYULUHAN PENTINGNYA CUCI TANGAN 6 LANGKAH DI PAUD PELANGI KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2019. JURNAL PERAK MALAHAYATI, 1(1).

Sagan, C. (2018). The Demon-Haunted World. Kepustakaan Populer Gramedia. Subair, N., & Haris, R. (2018, August). Partisipasi Masyarakat Perkotaan

Dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Sebagai Pertanian Urban, Makassar, Indonesia (Studi kasus Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate). In Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M).

Zendrato, W. (2020). GERAKAN MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI TERHADAP PANDEMI COVID-19. JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, 8(2), 242-242.Trianto, 2009. Mendesain Model pembelajaran Inovatif Progresif . Surabaya.

Nilai-Nilai Ajaran Islam Tentang Pemeliharaan

Garis besar

Dokumen terkait