Ketut Mahendra Kuswara
Dosen Konstruksi Jalan Raya Pend. Teknik Bangunan PTK FKIP Undana [email protected]
Abstract— Pembangunan jalan disuatu wilayah akan berdampak terhadap meningkatnya jumlah penduduk, dan peningkatan jumlah penduduk akan diikuti dengan peningkatan jumlah timbulan sampah. Peningkatan jumlah penduduk dan timbulan sampah apabila tidak dikendalikan dengan baik dapat merusak lingkungan itu sendiri, oleh sebab itu sangat diperlukan strategi-strategi pengendalian baik untuk penduduk maupun timbulan sampah.
Peningkatan jumlah penduduk terjadi dengan adanya pembangunan jalan lingkar luar kota kupang yang melewati daerah kelurahan fatukoa, jumlah penduduk di kelurahan fatukoa sebelum jalan tersebut dibuat yaitu tahun 2011 sebesar 2,30% per tahun, dan pada tahun 2019 tingkat pertumbuhannya menjadi sebesar 5,3% per tahun.
Strategi pengendalian penduduk yang dilakukan pemerintah kota kupang adalah dengan program KB yaitu sebesar 0,7009, dengan BKKBN sebagai dinas pelaksanaan kegiatan pengendalian dengan nilai 0,7411, dan scenario pengendalian adalah dengan meningkatkan pengetahuan dengan nilai 0,5352.
Peningkatan jumlah penduduk akan dibarengi dengan peningkatan timbulan sampah, hal ini terbukti pada tahun 2019 dengan jumlah penduduk 3.865 orang menghasilkan sampah sebesar 289.411 kg per tahun, dan pada tahun 2034 jumlah penduduknya seebsar 8.386 orang dan timbulan sampahnya sebasar 627.973 kg per tahun.
Strategi pengendalian sampah yang diambil pemerintah kota, yaitu pada level stakeholder dinas kebersihan menjadi ujung tombak untuk mengendalikan timbulan sampah dengan nilai 0,5961, dan pada level strategi pengolahan recycler mendapatkan nilai tertinggi yaitu sebesar 0,7188, diikuti oleh reue 0,0428, dan reduce sebesar 0,0187.
Keywords— Pembangunan Jalan, Penduduk, Timbulan sampah, dan Strategi Pengendalian
I. PENDAHULUAN
Konsep pembangunan berkelanjutan yang dilaksanakan secara bersama-sama antara pemerintah dengan komponen-komponen masyarakat memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berkesinambungan, yaitu dengan melakukan pembangunans sarana dan prasarana fisik serta meningkatkan sumberdaya manusia.
Suatu pembangunan adalah suatu proses dengan tujuan untuk dapat mengubah kehidupan manusia yang melibatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat, dimana pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan lingkungan hidup menjadi sarana untuk mencapai keberhasilan pembangunan dan jaminan kesejahteraan hidup di masa depan.
Pembangunan Infrastruktur adalah katalis pembangunan yang memberikan pengaruh pada peningkatan akses masyarakat terhadap sumberdaya alam sehingga meningkatkan akses produktivitas yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi, hal ini ditunjukkan dengan indikasi bahwa wilayah yang memiliki kelengkapan sistem infrastruktur yang baik, biasanya mempunyai tingkat kesejahteraan sosial dan kualitas lingkungan serta pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pula.
Pembangunan infrastrusktur dalam hal ini jalan (transportasi), selain menghasilkan dampak positif, juga dampak negatif, yaitu pembangunan jalan mengakibatkan berkurangnya luasan peresapan air, berkurangnya luasan hutan, timbulnya pencemaran lingkungan, kebisingan, perubahan tata guna lahan (dari lahan produktif yaitu pertanian menjadi perumahan) atau menjadi industri bisnis baru, adanya alih fungsi lahan (konversi lahan) secara terus menerus, serta terjadi peningkatan pertumbuhan penduduk, pertumbuhan penduduk disertai tingginya permintaan hunian yang dapat menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan, seperti longsor, erosi, penurunan penutupan lahan (vegetasi), dan sedimentasi dan lain-lain.
Pembangunan infrastruktur jalan disuatu daerah akan memunculkan bangkitan terhadap infrastruktur perumahan, peningkatan jumlah rumah yang terbangun akan menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk dan akan dibarengi peningkatan timbulan sampah, semakin banyak jumlah penduduk maka semakin tinggi pula timbulan sampahnya.
Tujuan pembangunan infrastruktur salah satunya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun pembangunan itu sendiri disertai dengan meningkatnya
78 | K e t u t M a h e n d r a
pertumbuhan penduduk yang juga akan dibarengi dengan timbulan sampah yang semakin banyak. Pertumbuhan penduduk dan timbulan sampah yang semakin tinggi apa bila tidak dibarengi dengan strategi kebijakan-kebijakan untuk mengendalikannya, maka akan terjadi degradasi lingkungan, yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat itu sendiri, oleh sebab itu sangat diperlukan prediki-prediksi pertumuhan penduduk dan timbulan sampah, serta strategi kebijakan pengendaliannya akibat pembangunan infrastruktur itu sendiri (Tampayuk, 2016).
Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, mendefinisikan sampah sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. A. Neolaka (2008), sampah adalah segaala sesuatu yang tidak diperluan lagi oleh pemiliknya.
Pengertian sampah menurut Soemirat (2011), adalah segala sesuatu yang tidak lagi dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat. Pengertian sampah kota menurut SNI 19-2454-2002 tentang tata cara teknik operasional pengelolaan teknik sampah perkotaan, sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri atas bahan organik dan bahan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan yang timbul di kota.
Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan dengan adanya pembangunan jalan adalah 1). Bagaimana prediksi pertumbuhan penduduk 15 tahun kedepan di kelurahan Fatukoa 2). Bagaimana prediksi timbulan dan jenis sampah 15 tahun kedepan akibat pertumbuhan penduduk di Kelurahan Fatukoa, dan 3). Bagaimana prioritas strategi kebijakan pengendalian pemerintahan Kota Kupang dalam hal tingkat pertumbuhan penduduk, dan Timbulan Sampah.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1). Mengetahui prediksi pertumbuhan penduduk 15 tahun di kelurahan Fatukoa akibat adanya pembangunan infrastruktur, 2). Mengetahui prediksi timbulan dan jenis sampah 15 tahun akibat pertumbuhan penduduk di kelurahan Fatukoa, dan 3). Merancang strategi kebijakan pemerintah Kota Kupang dalam penurunan pertumbuhan penduduk, dan timbulan sampah akibat adanya pembangunan infrastruktur.
II. METODE PELAKSANAAN
Metode untuk menentukan lokasi penelitian adalah dengan metode area sampling, lokasi penelitian berada dalam Wilayah Kota Kupang, yaitu Kelurahan Fatukoa Kecamatan Maulafa, dengan pertimbangan bahwa posisi jalan alternatif lingkar luar berada pada kelurahan tersebut dan keberadaan jalan alternatif lingkar luar tersebut memicu pertumbuhan penduduk dan timbulan sampah.
Menurut A. Suprihatin (1996), timbulan sampah penting untuk diketahui sehingga pengelolaan sampah yang dipilih dapat berjalan secara efektif dan efisien, data timbulan sampah sangat erat kaitannya dengan elemen-elemen
pengelolaan sampah seperti pemilihan peralatan, perencanaan rute pengangkutan, fasilitas untuk daur ulang serta luas dan jenis TPA. Besarnya timbulan sampah dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain letak geografis, klimatologi, karakteristik populasi, jenis aktivitas yang terjadi pada sumber timbulan, frekuensi pengumpulan sampah dan kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah.
Sumber data yang digunakan unutk mendapatkan data timbulan sampah adalah data primer dan sekunder, data primer disini yaitu dengan pengamatan, pengukuran jumlah sampah, dan komposisi jenis sampah yang juga dilengkapi dengan wawancara baik dengan penduduk maupun dengan Dinas Kebersihan. Data sekunder disini adalah data jumlah penduduk untuk setiap kelurahan kajian penelitian yang didapat dari BPS, kecamatan, dan kelurahan.
Tata cara mengukur timbulan sampah dapat diikuti sebagaimana dalam SK-SNI.S-04-1991-03 (tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan).
Jenis penelitian dilihat dari sisi metodologinya termasuk penelitian mixed method, pendekatan penelitian ini dilihat dari cakupannya adalah penelitian survei, berdasarkan data yang tersedia penelitian ini tergolong penelitian ex post facto. Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer berupa wawancara dan quesioner untuk mendapatkan strategi prioritas untuk mengendalikan tingkat pertumbuhan penduduk, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait dalam hal ini adalah instansi BPS dan kelurahan. Deskripsi tentang tujuan, data dan sumber data penelitian dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Deskripsi tentang tujuan, data dan sumber data
Tujuan Data Sumber Data 1. Prediksi Pertumbuhan penduduk jumlah penduduk Kepadatan Penduduk Pertumbuhan Penduduk
Data time series penduduk dari tahun 2000 – 2010
- BPS Kota Kupang - Kecamatan, - Kelurahan
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Penduduk
Tingkat pertumbuhan jumlah penduduk Kota Kupang, berdasrkan data yang didapat dari Badan Pusat Statistik Kota Kupang disebutkan bahwa pada saat pembuatan jalan lingkar luar kota kupang tahun 2011 adalah sebesar 2,30% per tahun,
dan dengan jumlah data penduduk dari tahun 2008-2019 dengan menggunakan perhitungan pertumbuhan penduduk Geometris didapatkan sebesar 5,3% per tahun, jadi dengan adanya pembangunan jalan lingkar luar membawa pengaruh terhadap peningkatan jumlah penduduk.
1. Data Existing Penduduk
Data penduduk Kelurahan Fatukoa berdasarkan Kecamatan Maulafa Dalam Angka pada tahun 2008 adalah sebanyak 2.190 penduduk dan pada tahun 2019 yakni berjumlah 3.865 penduduk, untuk lebih jelasnya jumlah penduduk dari tahun 2008 hingga tahun 2019 dapat dilihat pada Gambar 1.
Sumber : Kecamatan Maulafa Dalam Angka 2019
Gambar 1. Perkembangan Penduduk di kelurahan Fatukoa
2. Prediksi Pertumbuhan Penduduk
Berdasarkan data penduduk di Kelurahan Fatukoa dari Tahun 2008-2019, dan dengan menggunakan perhitungan pertumbuhan penduduk Geometris, didapatkan prosentase pertumbuhan penduduk Kelurahan Fatukoa sebesar 5,3% per tahun, sehingga bisa diprediksi pertumbuhan penduduk selama 15 tahun dari tahun 2020-2034, adalah sebagai berikut, di mana pada tahun 2019 jumlah penduduknya 3.865 jiwa pada tahun 2020 menjadi 4.070 jiwa, tren pertumbuhan penduduk menunjukkan peningkatan terus, hal ini dapat dilihat pada tahun 2027 jumlah penduduk Kelurahan fatukoa menjadi 5.842 jiwa dan pada tahun 2034 menjadi 8.386 jiwa, berikut tren pertumbuhan penduduk aktual dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Tren Pertumbuhan Penduduk dari Tahun 2020-2034 di Kelurahan Fatukoa Kecamatan Maulafa
B. Sampah
1. Data Existing Timbulan Sampah
Penduduk Kelurahan Fatukoa berdasarkan data Kecamatan Maulafa Dalam Angka Tahun 2019 berjumlah 4.070 jiwa, dalam aktivitasnya penduduk menghasilkan jenis sampah baik berupa sampah oranganik, kertas, pelastik, dan kaleng, berdasarkan data timbulan sampah diketahui bahwa penduduk Kelurahan Fatukoa menghasilkan timbulan sampah sebesar 208 gram/orang/hari, sehingga timbulan sampah yang dihasilkan dalam 1 tahun adalah 208 x 360 = 74.880 gram atau 74,880 kg/orang/tahun.
2. Prediksi Timbulan Sampah
Penduduk Kelurahan Fatukoa pada tahun 2020 berjumlah 4.070 jiwa, di mana berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan didapatkan bahwa penduduk Kelurahan Fatukoa menghasilkan sampah sebanyak 208 gram/orang/hari, maka dalam 1 tahun menghasilkan sampah sebanyak 74.880 kg/orang/tahun sehingga dapat diprediksi timbulan sampah yang dihasilkan seluruh penduduk Kelurahan Fatuoa elama 15 tahun dari tahun 2020-2134, berikut prediksi timbulan sampah yang dihasilkan seluruh penduduk Kelurahan Fatukoa dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Prediksi Timbulan Sampah Aktual Penduduk Kelurahan Fatukoa Kecamatan Maulafa
Jumlah Timbulan
Pddk Sampah Non
Organik Kertas Pelastik Kaleng 98.3 1.7 0.2 1.1 0.4 2019 3,865 289,411 284,491 4,920 579 3,184 1,158 1 2020 4,070 304,750 299,569 5,181 609 3,352 1,219 2 2021 4,286 320,902 315,446 5,455 642 3,530 1,284 3 2022 4,513 337,910 332,165 5,744 676 3,717 1,352 4 2023 4,752 355,819 349,770 6,049 712 3,914 1,423 5 2024 5,004 374,677 368,308 6,370 749 4,121 1,499 6 2025 5,269 394,535 387,828 6,707 789 4,340 1,578 7 2026 5,548 415,445 408,383 7,063 831 4,570 1,662 8 2027 5,842 437,464 430,027 7,437 875 4,812 1,750 9 2028 6,152 460,650 452,819 7,831 921 5,067 1,843 10 2029 6,478 485,064 476,818 8,246 970 5,336 1,940 11 2030 6,821 510,772 502,089 8,683 1,022 5,618 2,043 12 2031 7,183 537,843 528,700 9,143 1,076 5,916 2,151 13 2032 7,563 566,349 556,721 9,628 1,133 6,230 2,265 14 2033 7,964 596,366 586,227 10,138 1,193 6,560 2,385 15 2034 8,386 627,973 617,297 10,676 1,256 6,908 2,512 No Tahun Jenis Sampah %
Organik Non Organik
Berdasarkan hasil analisis di atas terlihat tren timbulan sampah menunjukkan peningkatan terus, di mana pada tahun awal 2019 Kelurahan Fatukoa dengan jumlah penduduk 3.865 orang menghasilkan timbulan sampah sebanyak 289.411 kg/tahun, pada tahun 2020 dengan jumlah penduduk 4.070 orang maka sampah yang dihasilkan sebanyak 304.756 kg/tahun, pada tahun 2023 dengan jumlah penduduk 4.752 orang menghasilkan sampah sebanyak 355.819 kg/tahun, dan pada tahun 2026 jumlah penduduk 5.548 orang menghasilkan sampah sebanyak 415.445 kg/tahun, pada tahun 2029 dengan jumlah penduduk 6.478 orang menghasilkan sampah sebanyak 585.064 kg/tahun, pada tahun 2032 dengan jumlah penduduk 7.563 orang menghailkan sampah sebanyak 566.349 kg/tahun, dan pada tahun 2034 Kelurahan Fatukoa dengan jumlah penduduk 8.386 menghasilkan sampah sebanyak 627.973 kg/tahun.
Berdasarkan jenis sampah, penduduk Kelurahan Fatukoa menghasilkan sampah jenis oranganik sebanyak 98,3%, sehingga prediksi timbulan sampah jenis oranganik di tahun 2019 adalah 284.491 kg/tahun, tahun 2020 adalah 299.569 kg/tahu, tahun 2023 adalah 349.770 kg/tahun, tahun 2026 adalah 408.383 kg/tahu, tahun 2029 adalah 476.818 kg/tahun, tahun 2032 adalah 556.721 kg/tahu, dan pada tahun 2034 dengan jumlah penduduk 8.386 orang, Kelurahan Fatukoa menghasilkan sampah jenis oranganik adalah 617.297 kg/tahun.
Jenis sampah non oranganik (Sampah kertas, pelastik dan kaleng) yang dihasilkan penduduk Kelurahan Fatukoa secara
80 | K e t u t M a h e n d r a
keseluruhan sebanyak 1,7% dengan perincian pada tahun 2019 adalah 4.920 (579/3.184/1.158) kg/tahun, tahun 2020 adalah5.181 (609/3.352/1.219) kg/tahun, tahun 2023 adalah 6.049 (712/3.914/1.429) kg/tahun, tahun 2026 adalah 7.063 (831/4.570/1.662) kg/tahun, tahun 2029 adalah 8.246 (970/5.336/1.940) kg/tahun, tahun 2032 adalah 9.628 (1.133/6.230/2.265) kg/tahun, dan pada tahun 2034 dengan jumlah penduduk 8.386 orang, Kelurahan Fatukoa menghasilkan jenis sampah non oranganik sebanyak 10.676 (1.256/6.908/2.512) kg/tahun, untuk lebih jelasnya timbulan sampah yang dihasilkan penduduk Kelurahan Fatukoa baik untuk timbulan sampah secara umum, maupun timbulan sampah berdasarkan jenisnya yaitu jenis sampah oranganik, dan non oranganik (sampah jenis kertas, pelastik, dan kaleng) dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 3. Tren Timbulan Sampah Umum, Oranganik, dan Non Oranganik (Sampah Jenis Kertas, Pelastik, dan Kaleng)
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Penduduk
Pembangunan jalan disuatu daerah berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan penduduk, dimana data penduduk sebelum pembangunan jalan yaitu tahun 2011 tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 2,3%, dan dengan dibangunnya jalan jumlah penduduk tahun 2019 menjadi
5,3%. Jumlah penduduk menunjukkan tren peningkatan, yaitu jumlah penduduk tahun 2019 sebesar 3.865 orang dan pada tahun 2034 jumlah penduduknya meningkat sebesar 8.386 orang. Strategi kebijakan yang diambil pemerintah kota kupang untuk pengendalian tingkat pertumbuhan penduduknya, dengan menggunakan AHP didapatkan pada level stakeholder BKKBN mendapatkan nilai tertinggi sebesar 0,7041. Pada level scenario pertumbahan penduduk adalah dengan meningkatkan pengetahun sebeasr 0,5352, serta pada level strategi adalah program KB dengan nilai 0,7009
2. Timbulan Sampah
Peningkatan pertumbuhan penduduk karena adanya pembangunan jalan lingkar luar kota kupang berdampak terhadappeningkatan timbulan sampahnya, hal ini dapat terlihat tahun 2019 dengan jumlah penduduk 3.865 orang menghasilkan sampah sebesar 289.411 kg/tahun, dan pada tahun 2034 jumlah penduduk8.386 orang menghasilkan ssampah sebesar 627.973 kg/tahun.
DAFTAR PUSTAKA
Agung Suprihatin, Dwi Prihanto, Michel Gelbert. 1996. Pengolahan Sampah. MALANG : PPPGT / VEDC Malang.
Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Prosentase pertumbuhan penduduk Kota Kupang.
Noelaka, A. (2008). Jenis. Sumber dan Karakteristik Sampah Rumah Tangga, Engenering, London.
SNI 19-2454- 2002. Tata Cara Teknik Operasional Sampah Perkotaan. SK SNI-M-36-1991-03, metoda pengambilan dan pengukuran contoh
timbulan komposisi sampah perkotaan.
Soemirat, J. 2011. Kesehatan Lingkungan. Revisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Tampuyak, S., Anwar, C., & Sangadji, M. N. (2016). Analisis proyeksi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan fasilitas persampahan di Kota Palu 2015-2025. Jurnal Katalogis, 4(4), 94-104.