• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebagai Pendukung Operasional diPertambangan Batubara

(12 pt)

Raden Heru Prasetio, Heru Santoso B Rocharjo

Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada J1. Grafika No.2, Yogyakarta 55281

E-mail : [email protected]

Intisari

Perkembangan industri pada dunia pertambangan terutama dipertambangan batu bara pada saat ini (berkisar antara tahun 1997 sampai 2008) sedang menarik perhatian banyak investor yang berminat untuk terjun ke dunia bisnis tersebut, dikarenakan akan kebutuhan batu bara yang semakin meningkat. Oleh dikarenakan meningkatnya kebutuhan akan batubara tersebut maka banyak bermunculan industri – industri tambang dengan skala kecil maupun industri yang menawarkan jasa kontraktor penambangan diarea atau lahan yang memiliki kapasitas batu bara lebih besar (seperti di kepulauan wilayah Kalimantan yaitu Kaltim, Kalsel, dan bagian lainnya).

Penelitian ini akan menganalisa seberapa besar pengaruh sistem yang dibuat untuk effisiensi operasional di pertambangan. Ketika dapat mengetahui dan memonitoring kondisi pertambangan, maka akan memudahkan untuk menentukan keputusan berikutnya dalam hal ini adalah rencana pergerakan penambangan (perpindahan dan mobilisasi alat berat, perubahan bentuk akses jalan, dan kondisi tambang seperti front loading area, dumping area (area pembuangan overburden ataupun area penempatan Top soil sementara), road maintenance dan rencana keputusan yang lainnya). Selain daripada itu dalam penentuan pembuatan dan pemilihan system dilakukan beberapa analisa (Proses, quantitative, dan qualitative) sehingga mematangkan dalam pengambilan keputusan

.

Kata kunci: front loading area, dumping area, overburden, top soil

Pendahuluan

Berbagai industri pertambangan membutuhkan manajemen sistem terutama pada divisi operasional, adanya sistem tersebut adalah untuk memonitor perkembangan dan perubahan yang terjadi pada area tambang (PIT) dikarenakan perubahan model, jalur akses, dan yang lainnya maka dipertambangan membutuhkan pengawasan (monitoring) yang setiap saat dapat memberikan informasi guna mengambil keputusan.

Effisiensi dan margin sangat perlu diperhatikan karena semakin kecil area tambang maka semakin sedikit hasil dan margin yang didapat, terutama para perusahaan kontraktor yang mengerjakan aktifitas pertambangan tersebut, pasti akan lebih terhimpit dengan permasalahan margin.

Berdasarkan uraian di atas maka perumusan masalah adalah bagaimana strategi dalam merancang dan mengimplementasikan manajemen sistem informasi dengan indikator atau variabel yang ada dalam industri pertambangan terutama pada operasionalnya selain itu guna untuk meningkatkan target produksi dan nilai performa alat melalui adanya kontrol dan monitor pada sistem.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu design sistem manajemen pertambangan yang gunanya agar dapat mengontrol dan me-monitoring kondisi dan posisi alat-alat berat pada operasional pertambangan terutama untuk kepentingan perawatan sehingga dengan menggunakan program dan sistem yang dibuat dan dibantu dengan fasilitas radio komunikasi dapat mendukung kegiatan perawatan.

Adapun manfaat yang diharapkan dengan melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Mahasiswa

a. Meningkatkan pemahaman teori yang diperoleh selama masa kuliah dengan mengaplikasikannya pada kasus nyata.

b. Memenuhi salah satu prasyarat kelulusan yang sesuai dengan kurikulum di Program Studi Teknik Mesin, Pascasarjana Program Studi Magister Sistem Perawatan Peralatan Industri UGM Yogyakarta.

2. Bagi Perusahaan atau Industri

a. Dapat memberikan sumbangan pemikiran dan bahan pertimbangan terhadap sistem manajemen operasional di perusahaan kontraktor penambangan terutama pada PT. Darma Henwa Tbk.

b. Informasi tentang metode yang paling tepat untuk perencanaan kebutuhan bahan baku. 3. Bagi Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan

a. Memberikan sumbangan informasi yang berguna untuk perkembangan ilmu pengetahuan.

b. Penelitian ini berguna sebagai bahan referensi maupun informasi dalam penelitian lebih lanjut.

Metodologi

Sebagai langkah awal dari penelitian ini dilakukan studi pendahuluan yaitu mempelajari sistem produksi operasional tambang batubara. Tujuan studi pendahuluan ini adalah untuk mengetahui kegiatan sistem operasional tambang termasuk didalamnya strategi teknologi, strategi informasi yang diterapkam. Studi pendahuluan ini sangat penting dalam usaha melihat permasalahan secara langsung dari berbagai sudut pandang, sehingga dapat dibangun kerangka berpikir yang tepat dalam memecahkan permasalahan yang timbul.

Studi pendahuluan juga dilaksanakan dalam rangka merangkum berbagai persepsi yang timbul dari berbagai pihak yang berkepentingan di perusahaan, sehingga permasalahan mendasar dapat ditentukan. Hal ini perlu dilakukan untuk mencari pokok permasalahan yang sesungguhnya dan sebagai usaha pencegahan agar pemecahan masalah yang diselesaikan dari penelitian ini tidak timbul kembali dan bisa diaplikasikan dan memberi manfaat kedepan untuk perusahaan.

GambarII. Struktur metodologi

Hasil dan Pembahasan

Hasil dari data yang didapat pada akhir tahun 2006 September sampai awal tahun 2007 Januari terjadi perubahan pada jumlah kesalahan dalam record (input data). Pada data ini dapat dilihat bahwa waktu operasional unit atau alat berat yang melebihi dari 20 Jam kerja alat. Setelah dilakukan adanya manajemen sistem untuk memonitoring perubahan terjadinya kesalahan tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan dapat dilihat pada tabel dibawah.

Tabel1. Data summary dari jumlah kesalahan input data.

Kejadian Tahun

Kesalahan 2006 2007

(hari) Sept Oct Nov Dec Jan Total 815 530 1518 1508 2

Avg 27.17 17.10 50.60 48.65 0.06

Max 50 86 79 96 1

Min 3 0 7 4 0

PARETO PENYEBAB TERJADINYA KESALAHAN DATA

0 10 20 30 40 50 60 Ke ja d ia n (E v e n t) Frekuensi 30 15 6 5 Kumulatif 30 45 51 56

Fasilitas Sistem Radio Krodit Others Human Error

Hasil keputusan untuk pemilihan tools sistem yang akan digunakan untuk mensupport aktivitas dilapangan tersebut dilakukan dengan analisa proses, quantitative, dan qualitative. Dengan menggunakan beberapa kriteria dan subkriteria yang sudah disepakati, maka didapat hasil seperti yang ditampilkan pada gambar grafik dibawah.

GambarIV. Hasil perancangan proses yang diharapkan

GambarV. Grafik AHP – Performance sensitivity GambarVI. Grafik AHP – Head to head

GambarVII. Grafik AHP – Two dimensional GambarVIII. Grafik AHP – Dynamic sensitivity

Kesimpulan

Analisa sistem telah menunjukan hasil bahwa pembuatan dan pengunaan sistem semi dispatch dengan MineEqc adalah lebih baik dari pada penggunaan sistem Dispatch Modular. Pada analisa quantitative dengan menggunakan NPV, IRR dan Pay Back Period menunjukan hasil bahwa penanaman capital atau investasi dalam jangka waktu 5 tahun akan mendapatkan hasil yang lebih besar dan impact terhadap perubahan dari jumlah kesalahan data semakin berkurang. Pada analisa qualitative dengan menggunakan metode AHP yang memodelkan struktur analisa value dan risk sebagai kriteria, NPV dan cost sebagai subkriteria dari kriteria value, duration time dan usage sebagai subkriteria dari kriteria risk dan sebagai alternatif adalah CDP (MineEqc) dan Dispatch modular, memberikan hasil pembobotan 64% : 36% untuk CDP (MineEqc). Sehingga CDP (MineEqc) layak untuk dilakukan dan di aplikasikan.

Daftar Pustaka

Dr. Billy Tunas, M.Sc. NIMAS MULTIMA 2007, Memahami dan Memecahkan Masalah dengan

Pendekatan Sistem, 2nd Edition, Jakarta.

Dr. Muhammad Muslich, M.B.A. BUMI AKSARA 2009, Metode Pengambilan Keputusan Kuantitatif, Jakarta.

Ir. Arman Hakim Nasution, M. Eng. ANDI 2006, Manajemen Industri, Yogyakarta.

Ir. Iman Soeharto, ERLANGGA 1995, Manajemen Proyek ”Dari Konseptual sampai Operasional”, Jakarta.

Lena Ellitan, Ph.D & Lina Anatan, M.Si. Sistem Informasi Manajemen, 1st Edition, Bandung.

O’Brien, James A. Mc Graw Hill 2005, 1975 - 2003, Introduction to Information System, 12th Edition,

New york.

Render, Barry & Haizer, Jay - Prentice Hall 2001, 1995 - 1997, Production & Operations

Management, 12th Edition, NewYork.