penting dari peperangan laut modern saat ini.
P
eperangan Anti Kapal Selam masih menjadi bagian krusial yang harus dapat dikuasai guna mencapai keunggulan dan keberhasilan pada setiap Operasi Tempur Laut. Perkembangan kekuatan Angkatan Laut negara-negara di kawasan terutama peningkatan kemampuan dan teknologi Kapal Selam yang dianggap berpotensi memberikan ancaman terhadap kekuatan kapal permukaan satuan kawan ditanggapi dengan analisa yang terukur, salah satunya dengan merumuskan konsep sinergitas dalam melaksanakan Operasi Peperangan Anti Kapal Selam yang tepat dengan pemanfaatan aset yang dimiliki, baik Kapal Permukaan ataupun Kapal Selam, Pesawat Udara maupun Pangkalan.Komandan Pusat
Penerbangan TNI Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja S., S.H., secara khusus kepada Majalah Cakrawala mengatakan, sebagai
bagian dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), pesawat udara TNI Angkatan Laut harus memiliki kemampuan Fleet Air Arm yang mampu memberikan daya deteksi dan intelijen, daya pukul, daya gerak dan pengamanan bagi KRI serta Marinir dalam melaksanakan manuver, baik di masa damai (OMSP) atau di masa perang (OMP) dengan optimal.
Dalam mengaplikasikan Fleet Air Arm tersebut, Puspenerbal selaku pembina unsur-unsur Pesud TNI Angkatan Laut mengemban enam fungsi yaitu Pengintaian Udara Taktis, Anti Kapal Permukaan, Anti Kapal Selam, Pendaratan Pasukan Pendarat (Pasrat) Lintas Helikopter, Dukungan Logistik Cepat dan Pengamatan Laut.
Saat itu beberapa helikopter yang dimiliki TNI Angkatan Laut yang berkemampuan Striking Force sebagai Fungsi Anti Kapal Selam hanya terbatas pada kemampuan Weapon Carrier, sehingga belum optimal dalam melaksanakan fungsi asasinya.
“Kemampuan Helikopter Anti Kapal Selam merupakan kerinduan kita semua agar mampu mendukung Tugas Pokok TNI Angkatan Laut dalam mengamankan dan menegakkan kedaulatan laut NKRI. Besar harapan kita akan kebutuhan alutsista tersebut dapat dipenuhi agar dapat diintegrasikan dengan operasional kekuatan KRI yang ada”, ujar Danpuspenerbal.
Berjalannya waktu Puspenerbal pada tanggal 28 Januari 2019 menerima 5 unit Helikopter
PEMBANGUNAN KEKUATAN MATRA LAUT
Anti Kapal Selam (AKS) Panther AS565 MBe yang merupakan hasil dari proses pengadaan Mabesal dan Kemenhan RI melalui salah satu industri pertahanan binaan Kementerian BUMN yaitu PT.
Dirgantara Indonesia (Persero).
Dengan demikian Puspenerbal telah menerima 10 unit Helikopter AKS Panther AS565 Mbe dari 11 unit pengadaan. Pada 2017 menerima 2 unit dan 2018
menerima 3 unit dan tinggal 1 unit masih berada di PT Dirgantara Indonesia.
Helikopter jenis Panther tipe AS565 MBe ini hasil kerjasama PT Dirgantara Indonesia dan perusahaan Perancis, Airbus Helicopters, merupakan yang pertama di Indonesia. Namun, untuk fase integrasi AKS sejak didesain hingga perakitan sepenuhnya hasil karya PT Dirgantara Indonesia.
Dengan diterimanya 5 unit Helikopter AKS Panther AS565 MBe dari PT Dirgantara Indonesia (Persero) ke Puspenerbal, akan menambah kekuatan Penerbangan TNI Angkatan Laut sebagai upaya menghadirkan kekuatan yang handal dan berdaya pukul tinggi guna menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi ancaman Kapal Selam ke depannya.
TNI Angkatan Laut telah memilih Helikopter AKS Panther AS565 MBe yang akan digunakan untuk melaksanakan taktik-taktik pencarian dan penghancuran pada Peperangan Anti Kapal Selam secara handal dan efektif.
Selain itu Puspenerbal juga menerima satu unit Pesawat
CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA). Pesawat tersebut dapat digunakan untuk berbagai misi seperti patroli perbatasan dan
Zona Ekonomi Esklusif (ZEE), pengawasan pencurian ikan dan pencemaran laut, pengawasan imigrasi, penyelundupan narkoba serta penyelamatan korban bencana.
Pesawat udara CN235-220 MPA dapat lepas landas dengan jarak yang pendek dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput. Juga mampu terbang selama 10 -11 jam dengan system abiotic full glass cockpit yang lebih modern, autopilotnya dan adanya winglet diujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.
“Kami warga Penerbangan senantiasa bersyukur dan akan merawat serta memeliharanya dengan baik. Untuk itu, marilah kita senantiasa berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT agar senantiasa
melimpahkan petunjuk, bimbingan dan perlindungan-Nya kepada kita sekalian di dalam meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia”, kata Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja S., S.H.
Data Teknis dan Kemampuan Helikopter AKS Panther AS565 MBe.
a. Panjang Pesawat : 12.11 m (39.73 ft).b. Lebar Pesawat : 2.03 m (6.66 ft).
c. Diameter M/R Blade tidak terlipat : 11.94 m (39.19 ft).
d. Tinggi Pesawat : 3.808 m (12.49 ft).
e. Diameter Pesawat : 13.684 m (44.89 ft).
f. Lama terbang : 2.5 jam.
g. Berat lepas landas max : 4500 kg.
h. Kecepatan Jelajah : 130 Kts.
i. Jarak tempuh : 325 Nm.
j. Senjata : Torpedo AS 244 s dan MOD3.
k. Sensor : Sonar Helras.
l. Kemampuan Operasional : Siang dan Malam (VFR/IFR).
m. Kelengkapan Tambahan : Hoist Perlengkapan dan SAR Laut.
Kemampuan Helikopter AKS Panther AS565 MBe.
a. Airframe/Rangka sudah dilengkapi dengan Anti Corrosion Protection sehingga aman untuk dioperasikan di laut.
b. HelikopterAKS Panther AS565 MBe merupakan helikopter yang dirancang untuk keperluan Anti Kapal Selam (AKS) yang dilengkapi dengan Dipping Sonar dan Torpedo AS 244 S Mod 3 Carrying and
Gambar Rangka/Airframe Helikopter Panther AS565 MBe.
Launching Installation. Design dan proses pemasangan Dipping Sonar merupakan kerjasama antara PT.DI, Eurocopter dan Helras.
Helikopter AKS Panther AS565 MBe merupakan pengembangan dari helikopter Panther AS565 MB.
c. Ketahanan terbang/Endurance dengan 3 Crew (2 Pilot + 1 operator
sonar), peralatan Dipping Sonar dan 1 Torpedo A244S Mod 3 mencapai 2,4 jam dengan radius operasi mencapai lebih dari 100 NM.d. Dimensi dan berat Maximum Take Off Weight yang mencapai 4,500 kg sangat memungkinkan Helikopter Panther AS565 MBe
untuk dioperasikan di KRI jenis kombatan, Landing Ship Tank (LST) ataupun Landing Platform Dock (LPD).
e. Sistem penggerak menggunakan 2 (dua) mesin penggerak tipe TURBOMECA ARRIEL A2N dengan kemampuan Take Off Power sebesar 985 SHP yang lebih besar
dari generasi sebelumnya AS565 MB serta memiliki Full Authority Digital Engine Control System (FADEC) sehingga menjamin faktor keamanan dan keselamatan terbang.
f. Kemampuan manuver dan pendaratan di kapal sampai dengan Sea State 4 skala Beaufort.
g. Avionic. Helikopter AKS Panther AS565 MBe, secara garis besar memiliki Avionic dengan teknologi terkini yang sama dengan jenis Helikopter Cougar EC725 yaitu berupa Full Glass Cockpit di mana seluruh instrument baik Engine Instrument, Flight Instrument maupun sensor sudah berbentuk
Digital Display dengan layar LCD.
Instrument analog tetap ada sebagai Stby Backup apabila terjadi Electrical Failure.
h. Pengendalian / Control helikopter dengan Dual Flight Instrument dan kendali ganda/Dual Flight Control serta dapat dikendalikan secara otomatis menggunakan sistem 4 (four) Axis Auto Pilot dengan Automatic Flight Control System (AFCS), sehingga mampu melaksanakan penerbangan dalam segala cuaca baik siang maupun malam hari.
i. Sistem pendaratannya menggunakan roda pendaratan yang dapat dimasukkan atau dilipat ke dalam (Retractable Gear) dan Shock Absorber serta dilengkapi
Gambar Deck Mooring Point dengan Hydraulic Harpoon Grid.
Gambar Design Penempatan Dipping Sonar.
dengan Flotation Gear.
j. Sistem Compresor Wash sederhana sehingga dapat mencegah terjadinya korosi pada Compresor Blades dan Turbin Blades.
k. Deck Mooring Point disiapkan untuk menggunakan Hydraulic Harpoon Grid (FIx Part) guna menjamin keamanan selama helikopter berada di atas geladak kapal.
l. Saat ini helikopter Panther AS565 MBe, belum ada negara yang mengoperasikannya. Negara Uni Emirat Arab (UEA) dan beberapa negara lain mengoperasikan helikopter Panther AS565 MB yang belum dilengkapi dengan kemampuan Dipping Sonar.
Angkatan Laut Perancis sendiri tidak menggunakan Helikopter Panther AS565 MBe yang
dilengkapi dengan kemampuan Dipping Sonar karena mereka menggunakan Helikopter NH90 untuk keperluan Anti Kapal Selam sudah dilengkapi Dipping Sonar.
Di situs naval-technology.com (2/1/2014) dengan judul “The World’s 10 Best Anti Submarine Helicopters” diulas tentang 10 jenis helikopter AKS terbaik berdasarkan elemen perangkat AKS, jangkauan terbang dan endurance. Dua elemen yang disebut terakhir menjadi kunci keunggulan helikopter yang beroperasi di laut lepas. Apalagi peran ekstra heli AKS yakni mendukung misi SAR.
Meski bersifat subyektif,
peringkat 10 helikopter AKS terbaik versi naval-technology adalah sebagai berikut: 1) Sikorsky MH-60R Romeo, 2) NH90 NFH (Naval Frigate Helicopter), 3) Kamov Ka-28/Ka-27, 4) AgustaWestland AW159 Wildcat, 5) AgustaWestland Super Lynx 300, 6) Sikorsky S-70B Seahawk, 7) Harbin Z-9EC ASW, 8) AgustaWestland AW101, 9) Kaman SH-2G Super Seasprite dan 10) Airbus Helicopters AS565 MB Panther.©
Gambar Dimensi Helikopter Panther AS565 MBe.