• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : URAIAN TEORITIS

3.1 Sejarah Berdirinya Hotel Inna Dharma Deli Medan

Hotel Dharma Deli adalah unit hotel dari PT.Hotel Inna Dharma Deli Medan yang merupakan persero pemerintah dibawah lingkungan Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia, yang bergerak dalam bidang jasa perhotelan dan restaurant.

Berdasarkan peraturan pemerintah No.4 Tahun 1973 diberitahukan dalam lembaran Negara Republik Indonesia pada tahun 1973 No.6, Ex Unit Wisata Deli dan Ex. Unit Hotel Dharma Bakti(yang kemudian kedua unit ini digabungkan

menjadi satu unit yaitu Hotel Dharma Deli), dimaksudkan atau diserahkan

oleh pemerintah, sebagai modal Negara Republik Indonesia pada PT. Hotel Inna Dharma Deli Medan.

Sebelum penggabungan Hotel Dharma Deli terdiri dari dua unit yaitu masing-masing merupakan unit PT. Natour yang terpisah pengelolaannya, yaitu Ex. Hotel Wisma Deli dan Ex. Hotel Dharma Bakti. Sejarah atau kepemilikan kedua unit serta perkembangan operasionalnya dapat diuraikan sebagai berikut :

A. Ex Hotel Wisata Deli

Hotel Wisata Deli didirikan dan kemudian diresmikan pada tanggal 29 Juni tahun 1965, dimana pada waktu itu berada di bawah lingkungan

Departemen Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi dan Pariwisata yang kemudian pada tahun 1973 oleh Departemen Perhubungan Darat Direktorat Jendral Pariwisata, berdasarkan PP No. 4 Tahun 1973 diikutsertakan sebagai modal Negara pada PT. Natour dan menjadi salah satu unit usaha. Hotel Wisma Deli pada mulanya merupakan tempat akomodasi yang fungsinya adalah sebagai

mess dengan jumlah kamar 12 (dua belas) dan ditambah dengan outlet restoran

dan bar. Namun melihat perkembangan baik dari segi ekonomi maupun tingkat kebutuhan akan fasilitas akomodasi, secara bertahap Hotel Wisma Deli dapat memperluas opersionalnya. Hal ini dapat dilihat dari dengan adanya penambahan 3 (tiga) ditambah ground floor sehingga menjadi 24 (dua puluh empat) kamar.

Kemudian pada tahun 1975 terjadi perluasan dengan pembangunan gedung bertingkat 2 (dua) dengan jumlah 10 (sepuluh) buah kamar. Tahap demi tahap telah dilewati sehingga dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun Hotel Wisma Deli dapat berkembang jumlah 49 (empat puluh Sembilan) kamar, dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya seperti restaurant, bar,

laundry and dry cleaning sevice dan banquet service. Seluruh kamar yang ada

dilengkapi dengan kamar mandi, air panas dan dingin, air conditioning (AC), telepon, televisi dan fasilitas lainnya.

Dengan pimpinan Bapak Zein Badrun, dibantu para staff karyawan yang jumlahnya 39 orang, Hotel wisma telah dapat memberikan mutu, baik fasilitas maupun service sebagai hotel yang berstandar baik dan telah mendapat tempat di hati para langganan atau pengunjung hotel pada saat itu.

Perkembangan hasil usaha unit dapat dilihat dari hasil penilaian direksi pada Natour yang dinyatakan dan telah mendapat penghargaan secara berturut-turut sejak tahun 1973 sampai dengan tahun 1976 dalam penilaian :

• Hasil usaha

Tingkat huni kamar (Occupancy)

• Tingkat efisien

B. Ex Hotel Dharma Bakti

Hotel Dharma Bakti sebelumnya adalah milik perusahaan Belanda dengan nama N.V. Hotel Mij De Boer, yang didirikan dan dioperasikan sekitar tahun 1911. Hotel ini pada masa dahulu pernah mengalami zaman keemasan, sebagai hotel yang paling baik yang merupakan akomodasi bagi para tuan kebun dan pembesar-pembesar Pemerintah Belanda.

Pada tahun 1957 dalam rangka nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda N.V. Hotel Mij De Boer diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia, kemudian oleh pemerintah pengelolaannya dimasukkan ke dalam lingkungan Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.

Pada tahun 1962 dari Departemen Perdagangan diserahkan kepada Departemen Perhubungan Darat, Pos Telekomunikasi dan Pariwisata. Kemudian pada tahun 1973 sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 4 oleh Departemen Perhubungan Darat, Direktorat Jendral Pariwisata diserahkan sebagai modal Negara pada PT. Natour menjadi salah satu unit usaha.

B. Penggabungan

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Natour No. 22272/SK/76 yang berlaku sejak tanggal 1 April 1976 maka Hotel Dharma Bakti dan Hotel Wisma Deli digabungkan menjadi satu unit usaha dengan nama Hotel Dharma Deli.

Dari hasil pengusahaan yang telah dicapai dalam masa kurun waktu 1977 sampai dengan tahun 1981, di bawah pimpinan General Manager Bapak Zein Badrun, dengan didukung oleh seluruh karyawan, Hotel Dharma Deli

masih dapat mempertahankan nilai prestasi kejuaraan umum perusahaan sesuai dengan penilaian yang diberikan oleh Direksi PT.Natour. Pada bulan Juli 1981 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan kamar oleh Bapak Gubernur KDH Tingkat I Propinsi Sumatera Utara E.W.P. Tambunan. Bangunan ini terdiri dari 9 (Sembilan) lantai. Lantai pertama(Ground Floor) diperuntukkan sebagai ruangan perkantoran, rental dan lain-lain yang sifatnya konsesi maupun kontrak. Pembangunan ini juga adalah dengan bantuan kredit bank dari Bapindo BPDSU.

Dari keseluruhan pembangunan dan renovasi yang dilaksanakan maka pada bulan Juli 1983, unit Hotel Dharma Deli telah dapat beroperasi dengan kapasitas kamar sebanyak 180 kamar.

Kebijakan pembangunan ini diambil oleh direksi PT. Natour mengingat letak Hotel Dharma Bakti dan Hotel Wisma Deli berdampingan sehingga lebih efisien bila digabungkan menjadi satu unit di bawah satu pimpinan. Pada akhir tahun 1976 PT.Natour telah melaksanakan rehabilitas kamar, lobby, convention Hall dan lain-lain. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap dan diresmikan pemakaiannya pada tanggal 12 September 1977. Biaya rehabilitasi di dapat dari bantuan kredit BAPINDO dan BPDSU. Main Building dari Hotel Dharma Deli adalah Hotel Dharma Bakti.

Beberapa Hotel yang tergabung dalam PT.Natour yang berkantor pusat di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta adalah :

• Natour Bali, Denpasar

• Natour Sindhu Beach, Bali

• Natour Kuta Beach, Kuta Bali

• Natour Simpang, Surabaya

• Natour Bath Tretes, Tretes

• Natour Garuda, Yogyakarta

• Natour Dibya Puri, Semarang

• Natour Dharma Deli, Medan

• Natour Parapat, Parapat

• Natour Muara, Padang

Melihat kebutuhan akomodasi yang semakin bertambah maka pada bulan Juli tahun 1981 diadakan penambahan kamar yang direncanakan sebanyak 84 kamar yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai.

Bangunan yang baru terdiri dari 9 lantai yang beroperasional 75 kamar. Lantai pertama diperuntukan sebagai ruangan perkantoran, rental dan lain-lain yang sifatnya kontrak. Dari seluruh pembangunan dan renovasi

maka pada bulan Juli tahun 1983 Hotel Dharma Deli telah dapat dioperasikan

dengan kapasitas 176 kamar yang dilengkapi dengan fasilitas seperti :

bar, restaurant, convention hall, swimming pool, massage, outside catering,

Dengan secara bertahap telah dilaksanakan Renovasi lobby dan Bar dengan demikian setelah selesainya Lobby dan Bar, kesan untuk bangunan yang terpisah antara gedung lama dan gedung baru tidak kelihatan. Dari keseluruhan pembangunan dan renovasi yang dilaksanakan, maka pada bulan Juli 1983, unit Hotel Dharma Deli telah dapat beroperasi dengan kapasitas kamar 176 kamar siap jual. Dari pengembangan fisik yang dilakukan dengan pembangunan perluasan ini, maka unit Hotel Dharma Deli dapat menyerap tenaga kerja dengan jumlah karyawan seluruhnya 251 orang pada tahun 1984. Untuk mendapatkan tenaga yang terampil bagi karyawan baru telah diberikan pendidikan dasar perhotelan yang dilaksanakan atas kerja sama BPLP Bandung dengan PT. Natour.

Dengan perluasan dalam manajemen yang ada, unit hotel Dharma Deli telah berkembang struktur organisasinya yaitu berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Natour Nomor : 3445/SK/1983 tanggal 9 November 1983. Perluasan yang dilakukan Hotel Inna Dharma Deli telah berkembang Struktur Organisasinya yaitu berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Natour Nomor : 3664/SK-KEPEG/1985 tanggal 12 Agustus 1985.

Pada tahun 1985 terjadi penggantian pimpinan dari Bapak H. Zein Badrun kepada Bapak Drs. Mohd Rasyid. Pimpinan lama H. Zein Badrun menjadi Direktur operasi PT. Natour di kantor pusat. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Natour Nomor 3663/SK-KEPEG/1985 tanggal 4 Juli 1985 telah dibebaskan dari jabatannya selaku Manager Hotel Granada dan mengangkatnya sebagai Pjs General Manager Hotel Dharma Deli dan pada tangggal 10 Juli 1985 dilaksanakan serah terima jabatan. Sesuai dengan SK Direksi PT. Natour Nomor : 3894/SK-KEPEG/1987 tanggal 9 Maret 1987 mengukuhkan Drs. Mohd Rasyid sebagai General Manager Hotel Dharma Deli.

Pada 8 September 1990 dilaksanakan pergantian pimpinan, dimana pimpinan baru dijabat oleh Bapak H. B. Panjaitan yang sebelumnya menjabat sebagai

General Manager Natour Parapat. Pimpinan lama Bapak Drs. Mohd Rasyid

mendapat tugas baru di kantor pusat PT. Natour sebagai kepala Biro Keuangan dan Akuntansi PT. Natour. Alih tugas ini berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Natour Nomor : 4297/SK-KEPEG/1990 tanggal 5 Juli 1990.

Pada tanggal 1 Februari terjadi pergantian pimpinan berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Natour Nomor : 4579/SK-KEPEG/1993 tanggal 21 Januari 1993 dimana Bapak H. B. Panjaitan pindah tugas sebagai

General Manager Natour Garuda Yogyakarta sedangkan yang menjadi

General Manager Natour Dharma Deli Medan adalah Bapak Chandra Hasan

yang sebelumnya adalah General Manager Natour Garuda Yogyakarta.

Pada tanggal 5 Februari 1996 dilakukan pergantian pimpinan dimana Bapak Chandra Hasan menjadi General Manager Hotel Indonesia di Jakarta dan Bapak M. Abbas Yunus, SE yang sebelumnya General Manager Natour Garuda di Yogyakarta menjadi General Manager Natour Dharma Deli. Alih tugas ini berdasarkan SK Direksi Nomor : 4873/ SK-KEPEG/1996 tanggal 4 Januari.

Pada tanggal 18 Februari 2000 dilakukan pergantian dimana H.M. Abbas Yunus SE, MBA, MSi mendapat tugas baru menjadi General Manager

Hotel Ambarukmo Palace Yogyakarta dan General Manager Hotel Dharma Deli yang baru adalah H. Sjafrie AS yang sebelumnya bertugas sebagai Marketing

Manager Hotel Wisata di Jakarta. Alih tugas ini berdasarkan SK. Direksi

PT. Hotel Indonesia Natour Nomor : 011/SKD/Dirut/HII-N/01/2000 tanggal 10 Januari.

Pada tanggal 5 Januari 2001 dilakukan pergantian pimpinan menjadi Bapak Edison Daulay, SE yang sebelumnya General Manager Natour Parapat. Alih tugas ini berdasarkan SK Direksi PT. Hotel Indonesia Natour Nomor : 185/KD/Dirut/HIN/12/2000 tanggal 21 Desember 2000. Dengan Peraturan Pemerintah No : 89/1989 tanggal 13 Oktober 1999 Direksi diberikan tugas untuk menggabungkan PT. Natour dengan PT. Hotel Indonesia Internasional menjadi sebuah perusahaan dengan identitas baru. Dengan Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia R.I. Nomor : C-2642 HT.0104-TH.2001 tanggal 19 Maret 2001 PT. Hotel Indonesia Natour secara Legalitas telah terwujud dan langsung dipimpin oleh Direktur Utama yakni Bapak Ir.A.M. Suseto maka dengan demikian telah terjadi perubahan nama Natour Dharma Deli menjadi :

INNA DHARMA DELI.

Untuk mempertegas dan memberikan image yang positif kepada masyarakat maka perubahan nama tersebut dibarengi pula dengan perubahan logo perusahaan sebagai identitas baru. Untuk mendukung keberadaan nama dan logo baru tersebut secara hukum maka Direksi mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : 127/KD/Dirut/08/2002 tanggal 28 Agustus 2002 tentang Penetapan Citra Baru Perusahaan Berupa Logo Baru PT. Hotel Indonesia Natour. Dengan berakhirnya masa bhakti Bapak H. Edison Daulay maka Direksi dengan surat Nomor : 84/KD/Dirut/HIN/07/2006 tanggal 19 Juli 2006 mengangkat Bapak H. Irfan M.SE. MBA sebagai General Manager Hotel Inna Dharma Deli yang sebelumnya Bapak H. Irfan M.SE. MBA menjabat sebagai General Manager Hotel Inna Muara di Padang. Dengan kepemimpinan beliau maka Inna Dharma Deli melakukan perubahan strategi secara signifikan baik dari strategi produk, harga, service,

dan personalia dalam rangka mengantisipasi tantangan yang kompetitif khususnya akan hadirnya Hotel Jaringan Internasional dengan fasilitas yang sangat fantastis dibanding Inna Dharma Deli.

Dokumen terkait