BAB IV HASIL PENELETIAN DAN PEMBAHASAN
C. Sejarah dan Perkembangan
1. Sejarah Berdirinya Rumah Tahfidz di Yogyakarta … 67
b. Rumah Tahfidz sebagai sarana penggerak di tengah masyarakat dalam pelaksanaan ibadah yang wajib dan sunnah yang terangkum dalam Daqu Method.
4. Prinsip Program
Rumah Tahfidz dalam melaksanakan aktivitasnya bersifat independen dan tidak berpihak pada kepentingan politik, Rumah Tahfidz ada untuk semua golongan dengan kepentingan dakwah al-Qurán.
C. Sejarah dan Perkembangan Rumah Tahfidz di Yogyakarta
mengumumkandan mengajak masyarakat untuk bersama-sama membuka rumah tahfidz. Seminggu kemudian, banyak orang yang ingin mendaftarkan untuk mendirikan rumah tahfidz. Saat itu, Pengurus Daqu kebingungan, karena tim masih terbatas. Akhirnya Ustadz Yusuf menyerahkan kembali agar membangun rumah tahfizhnya secara mandiri. Mas Jodi salah satu pengusaha yang menyambutnya dan langsung mendirikan rumah tahfidz hingga pada tanggal 17 November 2009 langsung meresmikannya.8
Tarmizi As Shidiq dalam artikelnya “ Sembilan Tahun Rumah Tahfidz “ menceritakan bawah program rumah tahfidz pertama kali tercetus terjadi diskusi yang panjang dan hangat antara Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Ahmad Jamil, Ustadz Anwar Sani dan Tarmizi As Shidiq. Di saat yang sama Daarul Qurán sedang berusaha mewujudkan pesantren dengan impian mencetak 100 ribu penghafal al-Qurán. Pada faktanya saat itu susah juga, bahkan nyari santri saja kita harus masuk ke dalam-dalam kampung dan susah dapatnya.9
Diskusi saat itu karena program rumah tahfizh mau kita luncurkan secara terbuka. Siapa saja bisa membuatnya, siapa saja bisa menarik donasi. Jadi kita bangun konsepnya, kita bangun kurikulumnya lalu siapa saja bisa menggunakan.
Ini gimana? kita buat program tapi programnya bisa dipakai orang lain, disaat banyak lembaga menutup sekaligus melindungi asetnya. Namun, Kyai Yusuf Mansur punya pandangan berbeda. Menurutnya, mencetak banyak penghafal
8 Wawancara dengan M. Anwar Sani, Ketua Yayasan Daarul Qurán Nusantara, 24 Jan 2019
9 Tarmizi As-Shidiq, Sembilan Tahun Rumah Tahfidz, https://Daqu.sch.id/2018/12/22/sembilan-tahun-rumah-tahfzih/
Alquran ini harus melibatkan banyak unsur masyarakat, tidak hanya internal Daarul Qur’an.10
Ajakan ini medapat respon yang luar biasa. Panggilan telpon ke kantor PPPA banyak sekali, sementara SDM terbatas. kita sampai kerepotan karena sistem sedang kita buat tapi ajakan ustad sudah direspon oleh masyarakat. Tapi kita melihat ini sebagai sebuah tantangan dan proses. Kita bersyukur gerakan ini diterima masyarakat.11
Pada 17 November 2009, ditengah kami menggodok konsep rumah tahfizh ini, Kyai Yusuf menelpon dan meminta ustadz Tarmizi As Shidiq, Ustadz Sani dan Ustadz Jamil ke Yogkarta untuk ikut launching rumah tahfizh Deresan yang dibangun oleh Mas Jody Brotosuseno dan istri. Saat itu Kyai Yusuf melihat Mas Jodey berhasil menangkap apa yang dimaksud olehnya. Kitapun belajar dengan Mas Jody, malah kini rumah tahfzih Deresan yang kemudian berganti nama menjadi RumahtahfizhQu telah menjadi pesantren.12
Yogyakarta menjadi pilihan karena ada kedekatan antara Ustadz Yusuf Mansur dengan Mas Joedy. Konsep sedekah yang dilakukan mas Joedy setelah bertemu Ustadz Yusuf Mansur juga luar biasa. Ia langsung membangun rumah tahfidz dengan papan nama bertuliskan Daarul Qur'an. Setelah itu dilaunching dan sejak itu menjadi inspirasi, dan portofolio awal berdirinya rumah tahfidz. hingga
10 Ibid
11 Ibid
12 Ibid
Mas Jody dan tim membuat pedoman dan petunjuk cara membangun rumah tahfidz. Sejak itu satu persatu tumbuh dan berdirinya rumah tahfidz. 13
Jody Brotosuseno dan istri merupakan seorang pengusaha, Jody Brotosuseno (39) sudah mencoba berbagai usaha. Peruntungan berbuah di usaha kuliner dengan tulang punggung pada Waroeng Steak and Shake. Kini, ia punya 50 gerai Waroeng Steak and Shake di sejumlah kota. Ia juga memiliki belasan gerai untuk unit usaha lainnya. Paling sedikit 1.000 pekerja mendapatkan kegiatan sekaligus penghasilan dari seluruh unit usahanya. 14
Konsentrasinya membawa hasil menggembirakan. Kini, ia mengelola 50 gerai Waroeng Steak and Shake di sejumlah kota. Ia juga membuka gerai aneka makanan dengan bendera Festival Kuliner. Bisnis kulinernya dilengkapi dengan Waroeng Penyetan dan Bebaqaran serta delapan gerai waralaba merek lain. Ia juga merambah bisnis olahraga dengan membuka arena futsal.15 Namun, hasil tersebut tidak semua dinikmati sendiri oleh Jody. Salah satu gerainya di kawasan Gejayan, Yogyakarta, didedikasikan untuk kegiatan amal.
Seluruh keuntungan dari gerai itu dipakai untuk mendanai rumah tahfidz, pesantren penghafal al-Quran dengan santri hampir 2.000 orang. Selain dari gerai itu, Jody juga menyumbangkan sebagian keuntungan dari unit usaha lainnya untuk mendanai tujuh rumah tahfidz yang dikelolanya. 16
Dalam buku Kun Fayakuun For Bussiness, Jody mengutarakan bahwa rahasia lain dalam konsep spritual company mas jody adalah sedekah. Sebagian
13Wawancara dengan M. Anwar Sani, Ketua Yayasan Daarul Qurán Nusantara, 24 Jan 2019
14https://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/08/08323684/Gagal.Jadi.Arsitek..Sukses.Berbisnis.Steik.
15 http://eprints.walisongo.ac.id/7146/4/BAB%20III.pdf
16 Ibid
rezeki usahanya disalurkan untuk medidik ratusan generasi belia penghafal al-Qura. Keluarga Jody kini mengelola 6 rumah tahfidz di Yogyakarta yang tersebar di Deresan, Muja muju, dan Pogun Lor. 17
Setelah rumah tahfidz Derasan berdiri, Jody Brotosuseno dan istri membentuk tim untuk membuat panduan berdirinya rumah tahfidz yang dibuat dengan panduan yang sederhana dan saat ini telah disempurnakan disempurnakan oleh RTC (Rumah Tahfidz Center). Rumah tahfidz yang awalnya dinamakan rumah tahfidz Deresan berubah menjadi Rumah Tahfidz Qu. Saat ini, Rumah Tahfidz QU sudah berdiri 7 (Tujuh) rumah tahfidz yang tersebar dalam 3 komplek di daerah Yogyakarta : 18
a. Rumah TahfidzQu Deresan Putra (Jl. Deresan 3 No. 24)
b. Rumah TahfidzQu Deresan Putri (Jl. Nusa Indah CTX VII/ 136 H) c. Rumah TahfidzQu Dewasa Putra (Jl. Deresan 3 No. 22
d. Rumah TahfidzQu Dewasa Putri (Jl. Deresan 2 No. 5)
e. Rumah TahfidzQu Aduhai Qur`an, di desa Pogung Lor Sleman Yogyakarta.
f. Rumah TahfidzQu WaroengGroup (Jl. Balirejo 1
g. Rumah TahfidzQu Badminton (Jl. Ganesha II No. 54 B Timoho Yogyakarta)
17Yusuf Mansur & Tim Penyusun PPPA Daarul Qur’an, Kun Fayakuun For Business, Bandung : Sygma Cretaive Media Corp, 2014), Cet. Ke-1, hlm. 32-33
18 http://tahfidzqu.com/profil/
Setelah berdirinya rumah tahfidz Deresan, pada akhir tahun 2009 rumah-rumah tahfidz di Yogyakarta mulai berdiri dan bergabung dalam binaan PPPA Daarul Qur’an dan pada akhirnya tahun 2010, Ustadzah Irya bermitra dengan Ibu Supardi di Kota Gede yang juga pengusaha catering untuk mendirikan rumah tahfidz Zulfa Qurrota A'yun dengan diawali 5 orang santri. Setelah berjalan 6 (enam) bulan jumlah santri rumah tahfidz bertambah menjadi 300 orang. Pada bulan Juni 2010 rumah tahfidz ini diresmikan oleh Ustadz Yusuf Mansur yang dihadiri sekitar 5000. Dan pada tahun yang sama mulai diadakan wisuda tahfidz dan membentuk Majelis Hufadz Rumah Tahfidz (MRT).
Setelah Ustadz Yusuf Mansur menginisiasi rumah tahfidz di Yogyakarta mulai berdiri 50rumah tahfidz pada 20 lokasi. Dengan banyaknya bermunculan rumah tahfidz, makan pada tahun 2010 dibentuklah PPPA Daarul Qurán Yogyakrta, selain menjadi lembaga pengelola sedekah juga bertugas untuk membina rumah tahfidz yang berada di Yogyakrta, per 31 Desember 2018 rumah tahfidz di Yogyakarta berjumlah 42 rumah tahfidz, menyusut secara kuantitas tetapi jumlah santri dan penerima manfaatnya meningkat ada sekitar 2911 santri di 42 rumah tahfidz di wilayah Yogyakarta. 19
Dan tahun 2011 mulai diadakan juga Jambore Tahfidz Nasional, program jambore tidak bisa dilakukan setiap tahun dikarenakan terkedala dana.
Pada tahun 2011 jumlah rumah tahfidz Yogyakarta berjumlah 150, jumlah ini kian berkurang disebabkan kedala dana operasional rumah tahfidz yang diberikan PPPA Daarul Qur’an berangsur-angsur disesuaikan dengan prestasi hafalan santri
19 Wawancara dengan Maulana Kurnia Putra, Kepala Cabang PPPA Daarul Qurán Yogyakarta, Senin 31 Desember 2018
rumah tahfidz sehingga menyebabkan rumah-rumah tahfidz yang santri-santri tidak mencapai target hafalan dan hasil belajar tidak baik tidak mendapatkan subsidi anggaran dari PPPA Daarul Qur’an.
Di Bantul, berdiri rumah tahfidz di Rumah Sakit Nur Hidayah yang dikelola oleh yayasan milik Dr Sagiran Sp.B., M.Kes. Beliau di tunjuk sebagai ketua PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta dan mendapat amanah untuk membuka 50 Rumah Tahfidz Yogyakarta. Pada awalnya rumah tahfidz Nur Hidayah hanya membuka kelas untuk remaja karena rumah rahfidz di Yogyakarta kebanyakan diisi oleh anak-anak dan orang tua. Dr.Sagiran memilih mendirikan rumah tahfidz karena amal jariyah yang berkelanjutan.
Rumah tahfidz Nur Hidayah terus berkembang hingga pada tahun 2014 akhir dapat membebaskan tanah untuk membangun Rumah Tahfidz dengan rencana 3 lantai. Dana untuk membangun itu didapat dari donatur, para wali dan masyakat yang mulai bersedekah. Sedekah pembangunan rumah tahfidz Nur Hidayah juga melibatkan karyawan Rumah Sakit. Selain menjadi donator, karyawan Rumah Sakit juga menjadi santri di rumah tahfidz melalui program LBQ (Liburan Bersama Qur’an) dan JASKU (Jadilah Sahabat Qur’an).
2. Perkembangan Rumah Tahfidz di Yogyakarta 20
Menurut data Rumah Tahfidz Center (RTC) PPPA Daarul Qur’an, jumlah rumah tahfidz bulan Desember 2018 berjumlah 1,027 dengan jumlah santri 50.178 di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah rumah tahfidz di Yogyakarta
20 Sumber Data base RTC yang diberikan oleh Abdur Rohman ( Manager Pengembangan Ruham Tahfidz) yang diberikan pada bulan 28 Desember 2018
berjumlah 42 dan dengan jumlah santri 3.387, berikut grafik perkembang rumah tahfidz tahun 2016, 2017 dan 2018
a. Data Jumlah Rumah Tahfidz di seluruh Indonesia.
1). Data Rumah Tahfidz Indonesia Tahun 2018
No Keteranga Jumlah Keterangan Jumlah 1
2 3
Rumah Tahfidz Mandiri Rumah Tahfidz Mitra Rumah Tahfidz Daqu
830 181 16
Santri Mukim Santri Non Mukim
6.351 43.286
Jumlah Total 1.027 Jumlah Total 50.178
2). Data Rumah Tahfidz Indonesia Tahun 2017
No Keteranga Jumlah Keterangan Jumlah 1
2 3
Rumah Tahfidz Mandiri Rumah Tahfidz Mitra Rumah Tahfidz Daqu
769 47 28
Santri Mukim Santri Non Mukim
3.282 21.706
Jumlah Total 844 Jumlah Total 24.988
3). Data Rumah Tahfidz Indonesia Tahun 2016
No Keteranga Jumlah Keterangan Jumlah 1
2 3
Rumah Tahfidz Mandiri Rumah Tahfidz Mitra Rumah Tahfidz Daqu
702 47 28
Santri Mukim Santri Non Mukim
2.282 17.403
Jumlah Total 777 Jumlah Total 19.685
b. Data Perkembangan Rumah Tahfidz Yogyakarta
No Keteranga Jumlah Keterangan Jumlah 1
2 3
Rumah Tahfidz Mandiri Rumah Tahfidz Mitra Rumah Tahfidz Daqu
22 18 2
Santri Mukim Santri Non Mukim Santri Non Mukim
1.656 1.285 446 Jumlah Total 42 Jumlah Total 3.387
3. Hubungan Rumah Tahfidz Yogyakrta dengan Rumah Tahfidz