• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah dan Perkembangan Permainan Interaktif Dunia

memungkinkan tindakan bermain berumpan balik dan memiliki

1.2 Sejarah dan Perkembangan Permainan Interaktif

1.2.1 Sejarah dan Perkembangan Permainan Interaktif Dunia

Sejarah dan perkembangan permainan interaktif dunia diawali dengan permainan interaktif yang dimainkan menggunakan sinar katoda pada akhir tahun 1940-an. Tipe permainan ini bertahan cukup lama hingga perkembangan teknologi memungkinkan jenis-jenis permainan interaktif baru yang lebih canggih untuk turut berkembang. Secara umum, perkembangan permainan interaktif dunia dapat dirunutkan menjadi sembilan era perkembangan, yaitu: era permainan PC (mulai tahun 1947), era permainan arcade (mulai tahun 1966), era permainan konsol (mulai tahun 1972), era permainan online (mulai tahun 1978), era permainan handheld (mulai tahun 1976), era permainan mobile (mulai tahun 1997), era permainan di media sosial (mulai tahun 2007), era periode permainan cloud computing (mulai tahun 2009), dan era permainan mikro konsol (2013–sekarang).

Era Permainan PC (mulai tahun 1947). Permainan interaktif pertama dikembangkan pada tahun 1947 dan dimainkan menggunakan layar CRT (cathode ray tube). Permainan ini dirancang oleh Thomas T. Goldsmith Jr. dan Estle Ray Mann dan dipatenkan pada 14 Desember 1948. Permainan ini dimainkan dengan cara menembak target menggunakan peluru. Untuk memainkan permainan ini, disediakan beberapa knop untuk mengatur kurva dan kecepatan titik (peluru). Karena pada waktu itu grafik belum bisa dibuat, target penembakan digambarkan pada sebuah lapisan yang kemudian ditempelkan pada CRT.

Perkembangan permainan interaktif pada komputer pribadi berlanjut pada tahun 1961 dengan dirilisnya sebuah permainan bernama Spacewar. Permainan ini dikembangkan oleh mahasiswa MIT (Massachusetts Institute of Technology) yaitu Martin Graetz, Alan Kotok dan Steve Russell. Perkembangan teknologi memberikan dampak positif pada permainan interaktif pada komputer pribadi dengan semakin banyak dirilisnya permainan interaktif dengan fitur dan tampilan grafis yang lebih canggih.

Era Permainan Arcade (mulai tahun 1966). Pada awal tahun 1966, SEGA memperkenalkan sebuah permainan elektro-mekanis bernama Periscope. Permainan ini merupakan sebuah simulator sederhana tentang sebuah kapal selam yang harus menenggelamkan sejumlah kapal selam lain milik musuh. Cara bermainnya sederhana yang dikombinasikan dengan permainan cahaya dari tabung-tabung lampu elektris ini ternyata mampu membuat para penggemarnya terkesima. Karena itu tidak heran jika permainan ini pun berhasil menuai sukses di kawasan Amerika, Eropa dan Jepang.

Seolah tak mau kalah, Taito mencoba peruntungan dengan meluncurkan Crown Special Soccer pada tahun 1967. Crown Special Soccer merupakan permainan arcade pertama yang dimainkan oleh lebih dari satu pemain. Permainan bergenre olahraga ini meniru cara bermain pinball yang telah dimodifikasi. Meski kurang mendapatkan tanggapan seperti halnya Periscope, namun

permainan ini membuka jalan untuk merintis permainan dengan sistem multipemain bagi mesin-mesin arcade.

Pada tahun 1971, beberapa mahasiswa dari Stanford University menciptakan permainan video

arcade pertama bernama Galaxy Game. Permainan ini juga merupakan perintis lahirnya

permainan arcade pertama yang menggunakan koin untuk memainkannya (atau biasa disebut

coin-op). Pada saat itu sistem permainan interaktif video masih menjadi teknologi yang rumit

untuk dikembangkan karena membutuhkan pemrograman khusus. Oleh karenanya, tidak mengherankan apabila kemunculan permainan ini menarik perhatian banyak pihak, khususnya para perusahaan pengembang permainan interaktif.

Setahun kemudian, salah satu perusahaan baru bernama Atari didirikan dan langsung menggebrak pasar arcade dengan merilis Pong. Pong langsung meraih kesuksesan karena meski dikembangkan dengan teknologi yang canggih namun Pong tetap menyenangkan untuk dimainkan karena memiliki cara bermain yang sederhana. Bahkan, Pong juga memiliki komunitas pemain sendiri yang berkompetisi untuk memainkannya di arcade center. Kesuksesan yang diraih Atari melalui Pong bahkan membuat beberapa pengembang permainan interaktif lain semakin berusaha lebih serius lagi dalam menyusun sebuah arcade video game.

Permainan Pong Sumber : www.gizmodo.com.au

Tergiur dengan kesuksesan Atari, salah satu raksasa penghasil permainan arcade konvensional yakni Taito, mencoba peruntungan dengan merilis sebuah permainan berbasis arcade dengan nama Space Invaders pada tahun 1978. Space Invaders merupakan sebuah permainan dengan pemain tunggal yang bertemakan peperangan luar angkasa. Dalam permainan ini, pemain akan mengendalikan sebuah pesawat yang ditempatkan di bagian bawah layar, dan berusaha

mendistribusikannya di kawasan Eropa dan Amerika. Dalam waktu singkat, permainan ini menjadi populer di berbagai negara. Taito mampu meraup keuntungan hingga mencapai lebih dari 2,7 miliar dolar AS Amerika dalam jangka waktu dua tahun semenjak Space Invaders dirilis ke pasaran. Selain itu, bentuk para alien yang unik dan khas dengan desain pixel 8 bitnya mampu menjadi ikon pop dunia hingga saat ini. Space Invaders juga menjadikan persaingan dunia permainan arcade menjadi lebih sengit.

Permainan Space Invaders Sumber : www.laurasheppard.com

Era Permainan Konsol (mulai tahun 1972). Generasi pertama permainan konsol dan arcade ditandai dengan hadirnya Pong yang dimainkan pada sebuah mesin konsol bernama Odyssey pada tahun 1972. Awalnya, konsol ini sangat mencuri perhatian hingga Atari mengeluarkan versi

arcade dari Pong. Semenjak saat itu, orang-orang mulai meninggalkan Pong versi konsol dan

beralih pada versi arcade. Hal ini mengakibatkan Magnavox menghentikan produksi Odyssey pada tahun 1975 dan memilih mengikuti jejak Atari dengan memproduksi mesin arcade dengan nama Odyssey 100 yang khusus menyajikan permainan Pong.

Pada tahun 1976, VES (video entertainment system) dirilis oleh Fairchild. Meski pada generasi pertama, permainan interaktif tipe konsol sudah ada, namun VES adalah mesin pertama yang disebut konsol, yang menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. Konsep ini kemudian diikuti oleh beberapa produsen lain seperti Atari, Magnavox dan RCA. Meski demikian, menurunnya minat penggemar permainan interaktif terhadap permainan konsol membuat Fairchild dan RCA mengalami kebangkrutan satu tahun kemudian. Di tengah kondisi sulit tersebut, Atari meluncurkan Atari 2600 yang berhasil meraih popularitas di tengah kalangan penggemar permainan interaktif. Kesuksesan Atari diikuti oleh produsen-produsen konsol lain dengan menciptakan permainan konsol dengan Atari 2600 sebagai konsep dasarnya. Namun, hal tersebut pun tidak dapat bertahan

lama seiring kurang kreatifnya permainan-permainan konsol yang dikembangkan dan semakin canggihnya permainan interaktif menggunakan komputer pribadi.

Pada tahun 1983, perusahaan asal Jepang yaitu Famicom membuat gebrakan baru dengan merilis sebuah konsol yang bernama NES (Nintendo Entertainment System). Konsol ini merupakan konsol pertama yang menampilkan gambar dan animasi dengan resolusi tinggi. Setelah mendapatkan sambutan hangat di Jepang, Famicom memperluas pemasarannya ke Amerika. Puncak kesuksesan Famicom, adalah dikembangkannya permainan legendaris Super Mario Brothers, dengan karakter fenomenalnya yang tetap eksis hingga kini yaitu Mario.

Pada tahun 1988, perusahaan bernama Sega dengan konsolnya yang bernama Sega Mega Drive, atau dikenal juga dengan nama Sega Genesis, mulai muncul di pasaran. Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibandingkan dengan NES. Pada tahun 1990, Nintendo kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan SNES (Super Nintendo

Entertainment System). Meskipun sebenarnya terdapat produsen-produsen konsol lain seperti

SNK dan NEC, namun produsen yang menonjol pada periode ini adalah Nintendo dan Sega. Kedua produsen tersebut sama-sama memiliki karakter unggulan, yaitu Nintendo dengan Mario Brothers sebagai ikonnya dan Sega Mega Drive dengan Sonic the Hedgehog. Meski Sega cukup dapat memberi tekanan pada Nintendo, namun NES tetap mampu meraih angka penjualan tertinggi. Persaingan antara Nintendo dan Sega terus berlanjut hingga Sony merilis PlayStation. Kehadiran PlaySation semakin menegaskan posisi Sony sebagai penguasa pasar permainan konsol. Meski Nintendo dan Sega berusaha menyaingi Sony dengan GameCub dan Sega Dreamcast-nya, namun hal tersebut tetap tidak dapat menundukkan Sony dengan PlayStation 2-nya. Bahkan, akhirnya Sega terpaksa mengundurkan diri dari pasar permainan konsol. Pesaing PlayStation 2 adalah Xbox keluaran Microsoft. Meski Xbox memiliki tampilan visual yang sangat tajam dan lebih berkualitas, namun hanya satu permainan pada Xbox yang populer yaitu permainan Halo. Hal ini disebabkan karena Halo memanfaatkan fasilitas unggulan milik Microsoft yaitu Xbox Live.

Pada tahun 2005, posisi Sony dan Microsoft justru berbalik. Meski Xbox dapat dibilang terlambat selangkah dibandingkan PlayStation, namun Microsoft dapat dengan cepat memperbaiki kesalahan tersebut. Pada saat Sony masih melakukan riset untuk konsol PlayStation 3 yang menggunakan teknologi Blu-Ray, Microsoft telah mengambil langkah lebih cepat dengan meluncurkan Xbox 360 dengan teknologi HD-DVD. Xbox 360 menawarkan sejumlah fitur yang istimewa mulai dari grafis hingga nama-nama permainan yang terkenal. Ditambah lagi, penyempurnaan yang terus menerus dilakukan oleh Microsoft terhadap Xbox 360 menjadikannya semakin digemari oleh para pecinta permainan interaktif. Sony berusaha menyaingi Xbox 360 dengan PlayStation 3, namun hal tersebut juga tidak membawa hasil yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena Xbox 360 sudah telanjur mendapat tempat di hati para penggemar permainan interaktif. Ditambah lagi, satu minggu setelah PlayStation 3 diluncurkan, Nintendo juga merilis Nintendo Wii yang menawarkan inovasi pada stick control mereka yang memiliki fitur motion sensitive. Saat ini, persaingan pasar permainan konsol didominasi oleh Play Station 4 dan Xbox One.

Era Permainan Online (mulai tahun 1978). Pada awalnya, permainan interaktif daring (dalam jaringan) dikembangkan sebagai sebuah permainan yang melibatkan banyak pemain. Namun seiring berjalannya waktu, permainan daring telah berkembang dengan memasukkan server permainan daring dan genre permainan ini berubah menjadi massal-multiplayer game online. Permainan yang melibatkan banyak pemain diawali dengan dikembangkannya Plato pada tahun 1972. Plato merupakan proyek bersama antara Universitas Illinois dengan Control Data Corporation. Plato memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan terminal lain untuk tujuan pendidikan dan pembelajaran dengan bantuan komputer. Pada tahun yang sama pula sebuah antarmuka baru, yang memungkinkan siswa mengembangkan permainan interaktif sendiri, mulai diperkenalkan. Hal tersebut sekaligus membuka jalan bagi lahirnya permainan yang melibatkan banyak pemain. Pada tahun 1978, dirilislah permainan daring pertama yang bernama MUD. Kehadiran MUD menjadi pembuka jalan bagi munculnya permainan interaktif dengan genre MMORPG. Permainan MMORPG pertama di dunia adalah MAD yang dirilis pada tahun 1984. Kesuksesan MAD berlangsung hingga dua tahun.

Pada periode tahun 1997 hingga 2001, kejayaan pertama permainan daring bermula. Ultima Online, EverQuest, dan Asheron’s Call merupakan penguasa pasar permainan daring. Kesuksesan mereka menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain untuk ikut mengembangkan permainan daring mereka sendiri. Hal tersebut membawa dampak buruk bagi EverQuest dan Asheron’s Call yang mengalami penurunan drastis. Bahkan Ultima Online kehilangan pelanggannya. Hal ini disebabkan karena sejumlah permainan daring baru memasuki pasar dengan keunikannya masing-masing.

Pada periode tahun 2002 hingga 2004, pasar permainan daring mengalami penurunan. Meski sebenarnya peluang pasar daring terus meningkat pada tahun 2002 dan 2003 namun persaingan di dalamnya juga semakin ketat. Dalam periode ini, banyak permainan daring yang dalam perkembangannya terpaksa ditunda atau bahkan dibatalkan. Permainan daring yang sempat masuk ke pasar pun tidak mampu mencapai target, bahkan beberapa perusahaan pengembang permainan daring terpaksa menutup usahanya. Meski terdapat sedikit titik cerah dengan hadirnya Final Fantasy XI, RuneScape, Eve Online, dan City of Heroes, namun tingkat perkembangan pasar kurang dari 8%. Apalagi di sepanjang 2004, pertumbuhan pasar menurun drastis hingga hanya tinggal 2%.

Di tengah kemelut yang dihadapi oleh permainan daring, ternyata terdapat satu permainan yang mampu bertahan hingga sekarang, yaitu Warcraft. Dengan dirilisnya World of Warcraft, pasar permainan daring berubah drastis. World of Warcraft tidak hanya mampu meraih kesuksesan namun juga memegang rekor tertinggi untuk permainan dengan model bisnis pay-to-play. Walaupun pada awalnya, penggemar Warcraft berasal dari Cina, namun saat ini pelanggan Warcraft di Eropa telah mencapai lebih dari 1 milyar dan di Amerika berada pada kisaran 1,5–2 milyar. Era Permainan Handheld (mulai tahun 1976). Merebaknya popularitas permainan interaktif membuat berbagai perusahaan elektronik berusaha membuat terobosan baru, di antaranya dengan mengembangkan sebuah mesin permainan interaktif berukuran kecil yang bisa dibawa ke manapun. Bahkan belakangan, konsol pun dibuat mini, serupa dengan handheld. Era permainan handheld dimulai pada periode tahun 1976–1979 ketika Mattel merilis beberapa aplikasi piranti lunak ke pasar, meski tidak begitu populer. Berbagai perusahaan terus berusaha mengembangkan permainan handheld hingga pada tahun 1984, Game Boy keluaran Nintendo menjadi permainan handheld pertama yang dapat dikatakan berhasil di pasaran. Berbagai jenis permainan handheld yang terkenal adalah Sony PSP, GamePark XGP, GamePark GP32, Atari Lynx, dan NEC TurboExpress.

Handheld Game Boy Advanced Sumber : www.killapenguin.com

Era Permainan Mobile (mulai tahun 1997). Era permainan mobile baru dimulai ketika Nokia meluncurkan Snake pada tahun 1997 untuk Nokia 6110. Sebenarnya permainan Snake sendiri sudah eksis sejak akhir tahun 1970-an melalui mesin arcade. Snake terus mengalami pembaruan hingga versi kedelapan yang khusus dikembangkan untuk platform kedua Nokia N-Gage. Permainan ular ini dimainkan oleh 400 juta orang (dicatat menurut jumlah ponsel yang dipasarkan). Tentu hal

cara bermainnya pun juga diadopsi oleh banyak permainan lain yang mengambil latar satu arena berbentuk kotak.

Generasi kedua permainan mobile ditandai dengan berkembangnya WAP (Wireless Application

Protocol) pada awal tahun 2000. WAP menjadi microbrowser standar pertama yang merupakan

versi mini dari browser Internet pada PC dan memungkinkan pengguna mengakses web melalui ponsel (telepon seluler). Melalui WAP tersebut, ponsel mampu terhubung ke internet dan menjadi satu media pemasaran bagi para pengembang permainan interaktif. Salah satu permainan populer yang lahir karena adanya WAP adalah Alien Fish Exchange. Alien Fish Exchange merupakan permainan dengan konsep yang mirip dengan Tamagotchi. Tahun 2000 juga menjadi catatan sejarah permainan mobile dunia, karena pada tahun tersebut lahirlah dua raksasa perusahaan pengembang permainan mobile yaitu Jamdat Mobile di Amerika dan Gameloft di Eropa. Pada tahun 2003, terjadi lompatan besar dalam dunia permainan mobile. Peristiwa pertama adalah mulai diproduksinya ponsel berlayar warna seperti Nokia 7650 yang dilengkapi dengan sistem operasi Symbian S60 sehingga mampu untuk memainkan permainan konsol. Peristiwa kedua adalah dirilisnya permainan mobile dalam format memory card. Dirilisnya Nokia N-Gage yang merupakan ponsel pertama yang khusus untuk bermain permainan interaktif menjadi peristiwa ketiga pada tahun ini.

Ponsel Nokia N-Gage Sumber : www.clubic.com

Tahun 2005, semakin membuktikan perkembangan permainan mobile yang semakin meningkat. Permainan dengan grafis 3D makin banyak bermunculan. Apalagi dari sisi piranti keras juga mendukung pengoperasian grafis 3D dengan cukup lancar. Namun di sisi lain, perbedaan platform dan standar yang digunakan oleh perusahaan pengembang ponsel sempat membuat bingung para pengembang permainan interaktif. Hal tersebut dikarenakan para pengembang permainan interaktif lebih berharap dapat merilis permainan buatannya pada banyak ponsel sekaligus.

Tahun 2007 merupakan dimulainya babak baru era permainan mobile dengan diluncurkannya iPhone pada 29 Juni 2007. Bila sebelumnya, permainan mobile dijalankan menggunakan papan ketik, kini fokus sentuhan menjadi hal yang diutamakan. Ditambah lagi, dengan pemberian prioritas pada target kasual yang begitu besar di pasar blue ocean. iPhone pun dengan mudahnya berubah dari perangkat multimedia, gadget semua usia dan kalangan, hingga menjadi platform permainan mobile yang ideal bahkan menjadi sebuah gaya hidup baru.

Era Permainan di Media Sosial (mulai tahun 2007). Kemunculan permainan di media sosial tidak lepas dari mulai populernya Facebook sebagai media jejaring sosial. Permainan di media sosial awalnya dijalankan di atas browser, namun kemudian dapat pula dioperasikan pada platform seperti perangkat genggam. Permainan interaktif di media sosial pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Finlandia, yaitu Star Arcade. Permainan ini merupakan salah satu permainan yang paling populer di dunia. Bahkan beberapa permainan tipe ini memiliki jutaan pemain di seluruh dunia. Beberapa contoh permainan ini antara lain Happy Farm, YoVille, Mob Wars, City Ville dan Garden of Times.

Permainan Farm Ville 2 Sumber : wonderhack.com

Era Periode Permainan Cloud Computing (mulai tahun 2009). Pada tahun 2009, sebuah layanan

cloud computing khusus untuk permainan interaktif diluncurkan. Layanan ini memungkinkan graphic rendering dari sebuah permainan interaktif untuk dilakukan jauh dari pengguna dan video stream untuk diteruskan kepada mereka. Salah satu penyedia layanan ini adalah OnLive

Tahun 2007 merupakan dimulainya babak baru era permainan mobile dengan diluncurkannya iPhone pada 29 Juni 2007. Bila sebelumnya, permainan mobile dijalankan menggunakan papan ketik, kini fokus sentuhan menjadi hal yang diutamakan. Ditambah lagi, dengan pemberian prioritas pada target kasual yang begitu besar di pasar blue ocean. iPhone pun dengan mudahnya berubah dari perangkat multimedia, gadget semua usia dan kalangan, hingga menjadi platform permainan mobile yang ideal bahkan menjadi sebuah gaya hidup baru.

Era Permainan di Media Sosial (mulai tahun 2007). Kemunculan permainan di media sosial tidak lepas dari mulai populernya Facebook sebagai media jejaring sosial. Permainan di media sosial awalnya dijalankan di atas browser, namun kemudian dapat pula dioperasikan pada platform seperti perangkat genggam. Permainan interaktif di media sosial pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Finlandia, yaitu Star Arcade. Permainan ini merupakan salah satu permainan yang paling populer di dunia. Bahkan beberapa permainan tipe ini memiliki jutaan pemain di seluruh dunia. Beberapa contoh permainan ini antara lain Happy Farm, YoVille, Mob Wars, City Ville dan Garden of Times.

Permainan Farm Ville 2 Sumber : wonderhack.com

Era Periode Permainan Cloud Computing (mulai tahun 2009). Pada tahun 2009, sebuah layanan

cloud computing khusus untuk permainan interaktif diluncurkan. Layanan ini memungkinkan graphic rendering dari sebuah permainan interaktif untuk dilakukan jauh dari pengguna dan video stream untuk diteruskan kepada mereka. Salah satu penyedia layanan ini adalah OnLive

yang memungkinkan pengguna untuk dapat berkomunikasi dengan server milik OnLive ketika proses game rendering berlangsung. Para ahli memperkirakan layanan ini akan terus tumbuh hingga sembilan kali lipat pada tahun 2017 dengan pencapaian sebesar 8 milyar dolar AS Amerika.

Era Permainan Mikro Konsol (2013–sekarang). Ouya merupakan mikrokonsol berbasis Android yang dirilis pada pertengahan 2013 dengan harga 99 dolar AS Amerika. Konsol ini dapat menjalankan aplikasi permainan interaktif yang dapat diunduh dari toko yang terintegrasi. Permainan-permainan tersebut merupakan buatan pengembang permainan interaktif independent. Kualitas grafis yang dimiliki Ouya jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan konsol lainnya. Hal ini bertujuan untuk tetap mempertahankan harga jual Ouya yang terbilang murah. Pada tahun 2014, Amazon mengikuti jejak Ouya dengan meluncurkan Amazon Fire TV.

Mikro Konsol Ouya Sumber : www.polygon.com