HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum Nagari Siguntur
1. Sejarah Nagari Siguntur
Asal nama Nagari Siguntur yakni berasal dari kata “ Buntu “, Nagari Siguntur adalah suatu Nagari yang dialiri oleh Sungai maka oleh karena itu pada Zaman dahulu ada Sungai yang tidak ditemukan muaranya, dengan arti kata ada Sungai di Nagari Siguntur tersebut Buntu, maka dari asal kata “ Buntu “ ini lah orang tua terdahulu melekatkan nama SIBUNTU, yang selanjutnya menjadi SIGUNTU dan Pada Akhir nya menjadi SIGUNTUR pada saat ini.42
Siguntur salah satu Nagari tua di Kabupaten Dharmasraya yang memiliki nilai historiz zaman kerajaan Malayapura. Kerajaan Malayapura pernah dipimpin masa kejayaan Raja Adityawarman, terletak di daerah aliran Sungai Batanghari. Nagari Siguntur ini memiliki objek-objek yang sangat nuasa historis berupa: Masjid Tua, Rumah Raja (Rumah Gadang), dan makam-makan Raja Siguntur.
Letak ketiganya merupakan satu area, makam Raja-Raja dan Mesjid Tua terletak di samping Rumah Gadang Adat, disana juga terdapat sebuah museum yang didirikan oleh keturunan kerajaan.
Alat-alat yang terdapat di museum merupakan sebagian peninggalan dahulu berupa keris, patung, dan lain sebagainya. Tak
42 Sumber: Dokumentasi Kantor Wali Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya
kalah penting peninggalan kesenian waktu dahulu berupa tarian-tarian yang selalu ditampil ketika penyambutan tamu raja dan pemandian anak raja yaitu toga. Tari ini mempunyai nilai-nilai dari segi sejarah.
Tari tersebut masih dilestarikan oleh keturunan kerajaan melalui mendirikan wadah sanggar. Hasil dari bentukan sanggar dari keturunan kerajaan tersebut telah mempunyai anak didikan sekitar 150 orang dari kaum pelajar, SMA,SMP, dan dari kalangan pemuda setempat. Jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten ke nagari Siguntur sekitar 5 Kg sekitar 10 menit perjalanan darat menggunakan mobil atau kendaraan roda dua.
Di samping itu rumah gadang selalu digunakan untuk berkumpul para niniak mamak ketika akan mengadakan kegiatan kenagarian yang berhubungan dengan adat setempat maupun belajar sejarah adat.
Pemandangan yang tak terelakkan adalah aktivitas masyarakat sepanjang sungai batang hari sebagai sumber mata pencarian di siang hari dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada disungai batang hari yakni mencari emas dengan menggunakan alat tradisional (mandulang), dan juga mencari ikan dengan mancalo.
Dimana mata pencarian masyarakat Nagari Siguntur sangat bervariasi akan tetapi kebanyakan dari masyarakat bertani seperti mengelola persawahan, betani karet, jeruk, mencari emas dan lain sebagainya. Sedangkan pada pengelolaan sawah atau perladangan masyarakat bersama-sama mengerjakannya yang disebut dengan
batoboh. Kegiatan batoboh ini dilaksanakan dengan secara bersama-sama yang diringi dengan bernyani berbersama-sama-bersama-sama dan juga sambil bekerja.43
2. Kondisi geografis nagari siguntur
a. Letak : 0 – 3 LS dan 101 BT b. Ketinggian : 120-150 MDPL c. Curah Hujan : 1948.0 mm/thn
d. Topografi : - Datar : 1.106 Ha
- Bergelombang : 276,6 Ha
e. Suhu : 26-30 C
f. Kelembaban : 4,5-5,5 3. Visi dan misi Nagari Siguntur
a. Visi
“Menciptakan Nagari Siguntur Kokoh, Berwibawa, Sejahtera Dan Mandiri”.
b. Misi
1. Mengentaskan kemiskinan.
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan.
3. Membina dan mengembangkan kawasan wisata.
4. Mengembangkan iklim usaha yang kondusif.
5. Meningkatkan sektor pertanian, perkebunan, periklanan, dan peternakan.
43 Sumber: Tokoh Masyarakat Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya
6. Meningkatkan sektor pendidikan.
7. Mempersiapkan fasilitas sosial bagi masyarakat Nagari Signtur.
8. Mempersiapkan program sumber dana tetap untuk Nagari dan Jorong.
9. Menggali kearifan lokal.
10. Menjaga dan meningkatkan singkronisasi pemerintahan dengan ninik mamak serta lembaga-lembaga dalam Nagari.
11. Menginventarisir batas Nagari.
4. Kondisi ekonomi
Dalam pelaksanaan Peningkatan Perekonomian masyarakat Nagari Siguntur, Pemerintahan Nagari berupaya mengarahkan terhadap peningkatan Perekonomian masyarakat seperti Pengembangan Sistem Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perkebunan dan peningkatan Sumber Daya masyarakat Petani dan Pekebun, dan Pemerintahan Nagari bertekad untuk menjadikan Nagari Siguntur menjadi Nagari Swasembada Beras, hal ini di Implementasikan dengan luas sawah yang ada di Nagari Siguntur sampai saat dengan tahun 2020 seluas ±1.025 Ha.
5. Potensi unggulan a. Pertanian
Potensi unggulan yang ada di Nagari Siguntur untuk meningkatkan pendapatan penduduk perkapita pada dasarnya adalah petani, dikarenakan lahan yang masih sangat luas dan subur.
Pontensial untuk untuk tanaman lahan kering (karet, sawit, kelapa, dan pinang). Tanaman buah-buahan (pisang, mangga, jeruk, durian dan lain sebagainya), sedangkan tanaman untuk lahan basah seperti sawah (padi) tetapi kondisi sawah yang ada di Nagari Siguntur masih banyak yang memanfaatkan tadah hujan dan masih banyak lagi Sumber Daya Alam yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik.
b. Pariwisata
Di bidang Pariwisata di Nagari Siguntur mempunyai aset Wisata Sejarah Dharmasraya yang tidak ternilai harganya, namun belum dikelola secara maksimal, kita semua berharap dengan potensi yang dimiliki kedepan dapat untuk lebih dikembangkan sehingga Nagari Siguntur bisa menjadi Icon Pariwisata Kabupaten Dharmasraya, berikut objek Wisata di Nagari Siguntur yaitu: Situs candi padang roco, Candi pulau sawah, Candi awang mombiak, Kerajaan Siguntur, Objek wisata pulau tonga.
c. Pertumbuhan ekonomi
Dalam hal pertumbuhan Ekonomi Masyarakat tidak terlepas dari peran Pemerintah seperti Pembangunan Infrastruktur, Pertanian dan Perkebunan seperti Pembangunan Embung dan Irigasi tetapi kurangnya debit air yang ada di dalam Embung tersebut sehingga masih banyak sawah yang ada di Nagari Siguntur memanfaatkan curah hujan yang turun.
6. Demografi
Dimana jumlah penduduk Nagari Siguntur satu berdasarkan hasil pendataan awal tahun 2021 adalah 896 jiwa yang dimana masyarakat ini beragama Islam dan sudah memiliki ktp.
7. Struktur Organisasi
Gambar 4.1
Struktur Organisasi Pemerintahan Nagari Siguntur
W WALI NAGARI
B. Profil Responden 1. Identitasa Respoden
Berdasarkan kepada perumusan masalah dan hipotesis penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empriris Pengaruh tingkat pemahaman, tingkat religuisitas tingkat pendapatan masyarakat terhadap preferensi masyarakat menabung di perbankan syariah.
Untuk menjawab dan membuktikan hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data dan informasi yang dibutuhkan.Proses pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan menyebar angket kepada responden selama 1 minggu berada di kawasan siguntur untuk memenuhi kriteria pengambilan sampel. Total jumlah angket yang didapati dari masyarakat 90 rangkap, setelah dilakukan pengumpulan kembali tidak ada angket yang hilang maupun rusak, sehingga total angket siap diolah berjumlah 90 rangkap.
Setelah seluruh data dan informasi berhasil dikumpulkan, proses klasifikasi hasil penyebaran angket dilakukan secara manual dengan bantuan program Excel yang membentuk tabulasi data setelah tahapan tersebut selesai tahapan pengolahan data dapat segera dilaksanakan.
Berdasarkan hasil penyebaran angket yang telah dilakukan dapat dikelompokkan demografis yang dimiliki responden yang berpartisipasi di dalam penelitian ini, seperti terlihat dibawah ini:
a. Karakteristik responden berdasarkan gender Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Gender Jenis kelamin Jumlah Responden Persentase %
Laki-laki 42 46,67%
Perempuan 48 53,33%
Total 90 100%
Suber: data primer, 2021
Pada tabel 4.1 diatas hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden nasabah adalah perempuan yaitu sebanyak responden 48 atau 53,78% dan sisanya sebanyak 42 responden atau 46,22% adalah responden laki-laki. Kesimpulannya adalah jumlah masyarakat Siguntur yang menabung di bank syariah adalah mayoritas perempuan.
b. karakteristik responden berdasarkan usia Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah Responden Persentase %
<20 Tahun 15 16,67%
21-30 Tahun 29 32,22%
31-40 Tahun 19 21,11%
41-50 Tahun 21 23,33%
>51 Tahun 6 6,67%
Total 90 100%
Sumber: Data Primer 2021
Pada tabel 4.2 diatas hasilnya menunjukkan bahwa responden yang mayoritas menabung di bank syariah pada usia 21-30 tahun yaitu sebanyak 29 atau 32,22%
c. karakteristik responden berdasarkan pekerjaan Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Responden Persentase %
Karyawan swasta 20 22,22%
Wiraswasta 26 28,89%
PNS 18 20,00%
Pelajar/Mahasiswa 25 27,78%
Lainnya 1 1,11%
Total 90 100%
Sumber: Data Primer 2021
Pada tabel 4.3 diatas hasilnya menunjukkan bahwa responden yang mayoritas menggunkan bank syariah yang memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta yaitu sebanyak 26 orang atau sebesar 28,89%.
d. karakteristik responden berdasarkan pendidikan Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Jumlah Responden Persentase %
Tamat SD 10 11,11%
Tamat SLTP 13 14,44%
Tamat SLTA 50 55,56%
D1-D3 7 7,78%
Sarjana/Pasca Sarjana 10 11,11%
Total 90 100%
Sumber:Data primer, 2021
Pada tabel diatas 4.4 hasilnya menunjukkan bahwa responden yang mayoritas menggunakan bank syariah dengan pendidikan terakhir sebagai tamat SLTA yaitu sebanyak 50 orang atau sebesar 55,56%.
e. Karakteristik responden berdasarkan pendapatan Tabel 4.5
Karakteristik Responden Berdasarkan pendapatan Pendapatan Jumlah Responden Persentase % Rp 500.000,00-Rp
1.000.000
14 15,56%
Rp 1.100.000,00-Rp 2.000.000,00
25 27,78%
Rp 2.100.000,00-Rp 35 38,89%
3.000.000,00
Rp > 3.000.000,00 16 17,77%
TOTAL 90 100%
Sumber:Data Primer, 2021
Pada tabel diatas 4.5 hasilnya menunjukkan bahwa terdapat responden yang mayoritas pendapatannya menggunkan bank syariah yang memiliki pendapatan yaitu sebesar Rp 2.100.000,00-Rp 3.000.000,00 atau sebesar 38,89%.
C. Hasil Uji InstrumenPenelitian 1. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun benar-benar mampu mengukur apa yang harus diukur. Uji Validitas merupakan analisis untuk mengukur valid atau tidaknya butirbutir kuesioner menggunakan metode pearson’s Product Moment Correlation. Suatu data dapat dikatakan valid apabila rhitung> rtabel. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 90 responden. Dari jumlah responden tersebut dapat diketahui besarnya rtabel adalah 0,2084 (df=N2=90-3=87) dengan taraf kesalahan sebesar 5%. Jadi butir-butir kuesioner tersebut dikatakan valid apabila nilai rhitung pada Correct ItemTotal Correlation lebih besar dari 0,2084. Berikut ini adalah hasil dari uji validitas dari masing-masing variabel.
Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas
Variabel ButirPertanyaan
R
Hitung R Tabel Keterangan
Tingkat Pemahaman (X1)
P29 .379** 0,2084 Valid
P30 .249* 0,2084 Valid
Tingkat preferensi menabung bank syariah (Y)
P31 .273** 0,2084 Valid
P32 .516** 0,2084 Valid
P33 .201 0,2084 Valid
P34 .425** 0,2084 Valid
P35 .464** 0,2084 Valid
P36 .568** 0,2084 Valid
P37 .443** 0,2084 Valid
P38 .327** 0,2084 Valid
P39 .415** 0,2084 Valid
P40 .587** 0,2084 Valid
Berdasarkan pada tabel 4.6 diatas diketahui bahwa seluruh item pernyataan dari variabel Tingkat Pemahaman (X1), Religiusitas (X2), dan tingkat pendapatan(X3) terhadap prefrensi (Y) adalah valid. Hal ini diketahui karena rhitung pada Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari pada rtabel yaitu 0,2084 yang artinya semua butir pernyataannya valid dan dapat digunakan sebagai acuan penelitian selanjutnya.