BAB IV GAMBARAN UMUM
A. Sejarah Perkembangan Perusahaan
Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya dan menyandang predikat sebagai kota pelajar. Berkembangnya pariwisata dan banyaknya berdatangan mahasiswa yang bermaksud menimba ilmu di Yogyakarta menyebabkan penduduk kota Yogyakarta bertambah dengan pesat khususnya kawula mudanya. Karena itu pula pusat – pusat hiburan dan bersantai banyak berdiri, salah satunya adalah banyak berdirnya cafe shop di Yogyakarta.
Di coffeeshop ada yang sekedar duduk, minum, dan membangun komunitas. Ada pula yang suka musik dan menjadikan coffeeshop sebagai tempat menikmati musik live. Tetapi tidak sedikit pula yang hanya sekedar ikut – ikutan, terbawa arus hedonisme dan dapat pula mengangkat harkat meskipun hanya semu belaka. Coffeshop di Yogya bisa pula disikapi sebagai tempat “nongkrong” anak muda. Dalam arti positif, tentunya. Coffeeshop sebagai tempat hiburan dan bersantai telah berkembang menjadi gaya hidup masyarakat di Yogyakarta. Meskipun harus diakui Yogyakarta berbeda dengan kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Yogyakarta dipenuhi dengan anak muda yang “berkantong” terbatas dan banyak pula anak muda yang masih bergantung pada orang tua. Tetapi Yogyakarta merupakan kota pariwisata dimana disini banyak sekali mendatangkan wisatawan domestik
54
maupun asing. Coffeeshop merupakan sebuah bidang usaha yang bergerak dibidang hiburan pendukukung obyek wisata.
Pada perkembangan selanjutnya dengan banyaknya berdiri coffeeshop-coffeeshop di Yogyakarta , dan tidak mengherankan jika banyak sekali coffeeshop yang gulung tikar hal ini dikarenakan segmentasi yang kurang jelas, tidak adanya ciri tertentu dari coffeeshop tersebut yang dapat menghubungkan pelanggan dengan kepribadian atau psikografi mereka, kurangnya aktivitas komunikasi yang dilakukan pihak manajemen coffeeshop kepada konsumen ataupun prespektif konsumen. Aktivitas komunikasi yang disebut disini adalah aktivitas komunikasi pemasaran, dimana dalam komusikasi pemasaran diperlukan sebuah upaya tertentu untuk mengkomunikasikan coffeeshop, baik ciri khas coffeeshop, segmentasi konsumen ataupun target pasar yang jelas dari coffeeshop tersebut. Upaya-upaya komunikasi pemasaran tersebut dapat berupa perencanaan terhadap aktivitas komunikasi pemasaran itu sendiri dan strategi yang akan digunakan dalam aktivitas komunikasi pemasaran tersebut.
Salah satu caffeeshop yang banyak diminati oleh banyak kalangan adalah Own Cafe . Lahirnya Own Cafe tidak lepas dari hadirnya beberapa coffeeshop di jogja, seperti Rumah Kopi, kedai kopi. Meskipun disebut sebagai “follower” market tapi Own Cafe pada proses hadirnya tidak serta merta hanya menjual kopi sebagai menu utama untuk dijual, tetapi juga menawarkan fasilitas yang pada waktu itu tidak di punyai oleh competitor lain maupun leader market dari usaha coffeeshop ini yaitu Rumah Kopi.
55
Own Cafe lahir pertama kali pada tanggal 10 Desember 2005 bertempat di Plasa Seturan B6-B8 Jogjakarta, kehadirannya mampu menyedot perhatian banyak orang karena Own Cafe tampil dengan sesuatu yang “different” atau berbeda. Fasilitas Hot Spot, Peminjaman Free Laptop bagi customer yang tidak memiliki atau tidak membawa laptop, dan juga desain interior yang tampil dengan konsep minimalis dan elegan, Ruang Multi Media merupakan sederet fasilitas yang membuat Own Cafe bisa diterima di kalangan mahasiswa dan para eksekutif muda pada waktu itu.
Kesuksesan Own Cafe yang terletak di Plasa Seturan ditandai dengan hadirnya cabang baru dari Own Cafe pada tanggal 1 April 2007 bertempat di Jalan Dewi Sartika no 18 Sagan Jogjakarta. Dengan hadirnya cabang baru, Own Cafe makin memastikan mampu bertahan diantara banyak tumbuhnya coffeeshop yang meniru dari Own Cafe itu sendiri. Fasilitas Hot Spot mulai banyak digunakan oleh para competitor untuk menarik perhatian dari para konsumen. Melihat hal itu Own Cafe mulai memberi sentuhan lain dari anak cabangnya yang terletak di Sagan yaitu dengan menambahkan 3 ruang meeting untuk memenuhi keinginan dari customer.
Ternyata dari penambahan fasilitas ruang meeting tersebut membuat Own Cafe menjadi semakin luas pangsa pasarnya. Segmentasinya pun semakin beragam. Salah satunya dengan hadirnya Own Cafe di jalan Laksada Adisucipto no 48A Yogyakarta, yang berdiri pada 1 Mei 2008. Own Cafe yang terletak di Jalan Adisucipto adalah sebuah konsep coffeeshop baru yang sengaja menggabungkan konsep coffeeshop dengan resto, dan juga venue karaoke.
56
Perpaduan inilah yang membuat optimis dari management Own Cafe untuk menawarkan konsep ini kepada para pelanggan setianya, khususnya para keluarga, para pekerja kantoran dan mahasiswa atau segmen lain yang tentunya mempunyai tingkat loyalitas/tingkat komsumtif yang tinggi.
Hal itulah yang membuat Own Cafe kembali ingin membuat peremajaan atau biasa disebut dengan rejuvinate. Tujuan dari rejuvinate tersebut tak lain adalah untuk memperluas segmen pasar yang sudah ada dan menyamakan
image antara perusahaan atau produk dengan anggapan atau bayangan yang ada dalam benak konsumen. Dengan selarasnya image antar perusahaan atau produk dengan konsumen, maka diharapkan konsumen akan semakin loyal terhadap perusahaan atau produk tersebut. Rejuvinate tersebut terletak pada perubahan logo/penambahan pada logo lama dan perubahan tagline yang sudah ada sebelumnya.
Logo sebagai identitas perusahaan adalah sebagai tanda/alamat yang akan mengkomunikasikan arti dan memberikan makna yang dalam terhadap jati diri perusahaan. Logo juga sebagai jiwa yang menghidupkan dan memeberikan semangat bagi perusahaan di dalam melaksanakan misi dan mencapai tujan perusahaan.
Rebranding adalah suatu usaha yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga untuk merubah total atau memperbaharui sebuah brand yang telah ada agar menjadi lebih baik, dengan tidak mengabaikan tujuan awal perusahaan tersebut. Istilah rebranding sering diterjemahkan sebagai perubahan logo atau merk.
57
“Peoples’s meeting point” merupakan tagline yang merupakan bentuk
pesan komunikasi dari Own Cafe jalan Solo yang diharapkan positioning dari Own Cafe jalan Solo dapat terpenuhi lewat tagline tersebut. Penambahan kunci nada pun di maksudkan agar fasilitas karaoke room pun dapat tersampaikan ke benak konsumen. Keluarga, instansi, maupun eksekutif muda, inilah yang menjadi positioning dari target market dari Own Cafe Jl. Laksada Adisucipto Km. 6,4 no 48A Yogyakarta.