• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Singkat Bank Negara Indonesia

Dalam dokumen DEMOGRAFI NASABAH SEBAGAI VARIABEL MODER (Halaman 183-189)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN

5.1. Sejarah Singkat Bank Negara Indonesia

sejarah panjang pembentukan Bank Negara Indonesia (BNI) yang berdiri sejak 1946. Bank BNI merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Bank Negara Indonesia (BNI) mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.

Penunjukan De Javsche Bank merupakan warisan dari pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949. Pemerintah membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri. Dampak penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih baik dan puas bagi sektor usaha nasional.

Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir

tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai 'BNI 46'. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat - 'Bank BNI' - ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988.

Tahun 1992 status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996. Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.

Pada tahun 2004 identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan 'Bank BNI' dipersingkat menjadi 'BNI', sedangkan tahun pendirian - '46' - digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada akhir tahun 2012, Pemerintah Republik Indonesia memegang 60 % saham BNI, sementara sisanya 40% dimiliki oleh pemegang saham publik baik individu maupun institusi, domestik dan asing. Saat ini BNI adalah bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. BNI menawarkan layanan jasa keuangan terpadu kepada nasabah, didukung

oleh perusahaan anak: Bank BNI Syariah, BNI Multi Finance,

BNI Securities dan BNI Life Insurance.

Di akhir tahun 2013, jumlah aset yang dimiliki BNI tercatat sebesar Rp 386,7 triliun dan jumlah pegawai sebanyak 26.100 orang. Jaringan layanan BNI tersebar di seluruh Indonesia melalui ke-1.693 outlet domestik dan di luar negeri melalui cabang-cabang di New York, London, Tokyo, Hongkong, Singapura dan Osaka. Jaringan ATM BNI saat ini tercatat sebanyak 11.163 unit ATM milik sendiri. Layanan BNI juga tersedia melalui 42.000 EDC, Internet Banking, dan SMS Banking.

Profil Bank Negara Indonesia (BNI) diawali dengan rumusan visi Bank Negara Indonesia (BNI) yaitu: “Menjadi bank yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam layanan dan kinerja”. Pernyataan visi Bank Negara Indonesia (BNI) berupaya menjadi Bank yang menunjukkan kinerja unggul untuk memberikan nilai investasi yang memuaskan bagi para pemegang saham, menjadi the bank of choice dengan menyajikan kualitas layanan yang terbaik, serta menjadi dominant player (market leader) dengan menyajikan produk/jasa bernilai tinggi di segmen pasar yang dilayani Misi BNI, yaitu:

1. Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah, dan selaku mitra pillihan utama (the bank choice)

2. Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.

3. Menciptakan kondisi terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi.

4. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

5. Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik.

Values Bank Negara Indonesia (BNI), yaitu

Kenyamanan dan Kepuasan. Filosofi Logo Baru Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai identitas baru BNI merupakan hasil desain ulang untuk menciptakan suatu identitas yang tampak lebih segar, lebih modern, dinamis, serta menggambarkan posisi dan arah organisasi yang baru. Identitas tersebut merupakan ekspresi brand baru yang tersusun dari simbol “46” dan kata “BNI” yang selanjutnya dikombinasikan dalam suatu bentuk logo baru BNI.

Huruf “BNI” dibuat dalam warna turquoise baru, untuk mencerminkan kekuatan, otoritas, kekokohan, keunikan dan citra yang lebih modern. Huruf tersebut dibuat secara khusus untuk menghasilkan struktur yang orisinal dan unik. Simbol Angka “46” merupakan simbolisasi tanggal kelahiran BNI, sekaligus mencerminkan warisan sebagai sebagai bank pertama di Indonesia. Dalam logo ini, angka “46” diletakkan secara diagonal menembus kotak berwarna jingga untuk menggambarkan BNI baru yang modern.

Palet warna korporat telah didesain ulang, namun

tetap mempertahankan warna korporat yang lama, yakni

turquoise dan jingga. Warna turquoise yang digunakan pada

logo baru ini lebih gelap, kuat mencerminkan citra yang lebih stabil dan kokoh. Warna jingga yang baru lebih cerah dan kuat, mencerminkan citra lebih percaya diri dan segar. Logo “46” dan “BNI” mencerminkan tampilan yang modern dan dinamis. Sedangkan penggunaan warna korporat baru

memperkuat identitas tersebut. Hal ini akan membantu BNI melakukan diferensiasi di pasar perbankan melalui identitas yang unik, segar dan modern.

5.1.1. Profil PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Kendari

PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Kendari diresmikan pada tanggal 06 Februari 1965 oleh pemimpin Kantor Cabang Kendari saat itu yaitu Bapak L Tondok. BNI Kantor Cabang Utama Kendari merupakan salah satu kantor yang berada dibawah supervisi Kantor Wilayah 07 (sekarang Wilayah Makassar). Sebagai bank pemerintah yang berkantor pusat di Jakarta, BNI Cabang Utama Kendari memilih lokasi kantor di daerah sekitar pelabuhan yang saat itu merupakan pusat perekonomian masyarakat kota Kendari. Setelah berpindah-pindah lokasi kantor, akhirnya BNI Cabang Utama Kendari memilih Jl. Dr. Moh. Hatta No. 69 Kendari sebagai lokasi permanen sampai dengan sekarang.

Tujuan pendirian kantor cabang di kota Kendari ini adalah untuk membantu mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan laba perusahaan dan juga dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat di Sulawesi Tenggara. Dengan dibukanya kantor cabang di kota Kendari diharapkan dapat menjadi salah satu alat kelengkapan otonomi daerah di bidang perbankan yang memiliki tugas sebagai penggerak, pendorong laju pembangunan daerah dan sebagai salah satu sumber pendapatan perusahaan dalam menjalankan usahanya sebagai bank umum.

Data terakhir yang diperoleh sampai dengan akhir tahun 2014, BNI Kantor Cabang Utama Kendari telah memiliki outlet-outlet kantor yang tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara. Outlet-outlet tersebut yaitu : 1. Kantor layanan mandonga, kantor kas anduonohu dan

kantor kas lepo-lepo dimana ketiga kantor ini menjadi penopang untuk kota kendari dan sekitarnya.

2. Kantor layanan unaaha yang terletak di Kabupaten Konawe.

3. Kantor layanan kolaka dan 4. Kantor kas pomalaa, dan 5. Kantor kas bombana.

Sedangkan untuk kantor cabang bau – bau juga telah memiliki beberapa outlet – outlet diantaranya :

1. Kantor layanan raha

2. Kantor layanan wakatobi dan 3. Kantor layanan pasar wajo

Selain outlet-outlet tersebut di atas dan dalam upaya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat Sulawesi Tenggara, BNI Kantor Cabang Utama Kendari juga telah menyebar ke beberapa titik lokasi penempatan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) baik itu di Kota Kendari maupun Kabupaten lainnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan pelayanan tiada henti kepada masyarakat meski pada hari-hari libur sekalipun.

Jumlah ATM BNI yang tersebar ke beberapa kota di Sulawesi Tenggara yaitu 68 unit untuk ATM transaksi tarik tunai (termasuk 1 unit drive thru), 4 unit untuk ATM transaksi setoran tunai dan ditambah 2 unit ATM non tunai yang berfungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat yang

ingin bertransaksi melalui ATM namun hanya sebatas transaksi pemindahbukuan. Seluruh ATM ini tersebar ke berbagai lokasi antara lain di pusat-pusat perbelanjaan, hotel, sekolah/kampus perguruan tinggi, perkantoran, outlet-outlet kantor BNI dan beberapa diantaranya ditempatkan pada jalan-jalan protokol di Kota Kendari.

5.1.2. Struktur Organisasi Profil PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Di Sulawesi Tenggara Salah satu syarat yang harus diperhatikan dalam pengelolaan BNI adalah struktur organisasi yang baik dan tersusun rapi guna melancarkan kegiatan operasional perusahaan. Dengan demikian, kejelasan struktur organisasi berarti memperjelas job specification setiap bagian atau setiap pegawai yang dapat membantu mereka agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik. Oleh karena itu, dapatlah dikatakan bahwa struktur organisasi merupakan suatu proses mengidentifikasi dan mengelompokkan pekerjaan untuk dilaksanakan, menentukan dan mendelegasikan wewenang dan tanggungjawab, serta menetapkan hubungan-hubungan untuk memungkinkan orang mau bekerja sama secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

Dalam dokumen DEMOGRAFI NASABAH SEBAGAI VARIABEL MODER (Halaman 183-189)