BAB II GAMBARAN UMUM SEKRETARIAT JENDERAL
G. Umpan Balik
Berdasarkan soal evaluasi dan soal latihan diatas, coba periksa kembali apakah jawaban Anda sudah benar atau belum. Apabila Anda telah menjawab dengan benar maka Anda telah memahami dan mampu menjelaskan dinamika perkembangan dan perubahan kedudukan, tugas pokok, peran dan fungsi serta struktur organisasi dan tata laksana sekretariat jenderal dari sejak berdiri sampai saat ini. Namun apabila belum benar, coba pelajari kembali materi tersebut.
BAB III
SASARAN STRATEGIS DAN PELAYANAN SEKRETARIAT JENDERAL
Setelah membaca Bab II, peserta diharapkan mampu menjelaskan visi misi dan sasaran strategis organisasi, serta pelayanan internal administratif
Di bab ketiga ini akan didiskusikan mengenai visi misi dan sasaran strategis organisasi serta pelayanan internal administratif dari sekretariat jenderal kementerian hukum dan hak asasi manusia sebagaimana yang tersaji di bawah ini.
A. Visi Misi dan Sasaran Strategis Organisasi
Dalam Rencana Strategis (Renstra) sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 33 Tahun 2020 tanggal 23 Desember 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2020-2024 disebutkan bahwa strategi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menitik beratkan pada :
1. Terpenuhinya peraturanperundang-undangan yang sesuai dengan azas pembentukan peraturan perundang-undangan.
2. Mengoptimalkan peran dalam penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM.
3. Memastikan pelayanan publik di bidang hukum sesuai dengan asas penyelenggaraan pelayananpublik.
4. Memastikan penegakanhukum yang mampu menjadi pendorong inovasi dankreatifitas dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
5. Ikut berperan serta dalam menjaga stabilitas keamanandan kedaulatan NKRI.
28 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
6. Meningkatkan kesadaranhukum masyarakat.
7. Meningkatkan kompetensi strategis Sumber Daya Manusia di Bidang Hukum dan HAM.
8. Membangun budaya kerja yang berorientasi kinerja organisasi yang berintegritas, efektif dan efisien.
Dengan bersandar pada Visi Kementerian Hukum dan HAM yaitu
“Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang Andal, Profesional, Inovatif, dan Berintegritas dalam Pelayanan Kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.
Lalu Misi Kementerian Hukum dan HAM yaitu ;
1. Membentuk Peraturan Perundang-Undangan yang Berkualitas dan Melindungi Kepentingan Nasional,
2. Menyelenggarakan Pelayanan Publik di Bidang Hukum yang Berkualitas,
3. Mendukung Penegakan Hukum di Bidang Kekayaan Intelektual, Keimigrasian, Administrasi Hukum Umum, dan Pemasyarakatan yang Bebas Dari Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya
4. Melaksanakan Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia yang Berkelanjutan
5. Melaksanakan Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat
6. Ikut Serta Menjaga Stabilitas Keamanan Melalui Peran Keimigrasian dan Pemasyarakatan
7. Melaksanakan Tata Laksana Pemerintahan yang Baik Melalui Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan
Guna melaksanakan Misi Kementerian Hukum dan HAM tersebut maka kegiatan Kementerian Hukum dan HAM dipandu dengan nilai-nilai Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif (PASTI). Diharapkan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu :
1. Mewujudkan peraturan perundang-undangan yang harmonis yang sejalan dengan kebutuhan hukum masyarakat dan kebijakan pemerintah; dan terciptanya ketertiban dan keamanan dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Mewujudkan layanan Kementerian Hukum dan HAM yang Prima.
3. Mendorong inovasi kreativitas masyarakat melalui peningkatan permohonan kekayaan intelektual, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui kemudahan pemberian ijin pendirianbadan usaha, sekaligus memenuhi hak-hak warga binaanpemasyarakatan serta membentuk Warga Binaan Pemasyarakatanagar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan,memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperandalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab serta memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan yang ditahan serta keselamatandan keamanan benda-benda yang disita untuk keperluan barang bukti dan benda-benda yang dinyatakan dirampas untuk negara danmencegah penyalahgunaan dokumen keimigrasian oleh WNI dan WNA yang melintas dan tinggal di Indonesia.
4. Terlindunginya hak asasi manusia.
5. Meningkatkan nilai-nilai dan sikap kesadaranhukum masyarakat serta akses keadilan.
6. Menciptakan wilayahperbatasan yang aman dari perlintasan WNA/WNI yang tidak mempunyai dokumen sesuai prosedur dan menciptakan keamanandan ketertiban di seluruh Lapas/Rutan.
7. Mewujudkan ASN Kementerian Hukum dan HAM yang kompeten dan terlaksananya reformasi Birokrasi di Kementerian Hukum dan HAM.
Berkenaan dengan hal itu, Sekretariat Jenderal merumuskan tugasnya sebagaimana tertuang dalam Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor SEK.1-PR.01.04-310 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2020-2024, sasaran rencana strategis organisasi yakni :
1. Meningkatnya kepercayaan stakeholder terhadap pelayanan internal Sekretariat Jenderal
30 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
2. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan pola hubungan kerja yang dinamis dan berorientasi pada pelayanan prima
3. Meningkatnya akuntabilitas dan pengendalian internal secara berkelanjutan
4. Meningkatnya kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi 5. Meningkatnya Intensitas dan kualitas publikasi kinerja
6. Terwujudnya ASN yang berkompeten, professional dan berintegritas 7. Perencanaan dan pengelolaan anggaran yang efisien efektif dan
akuntabel
Adapun visi, misi dan indikator kinerja Sekretariat Jenderal dapat dilihat pada tabel (data) dibawah ini :
Tabel 3.1
Indikator Kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM
VISI: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang Andal, Profesional, Inovatif, dan Berintegritas dalam Pelayanan Kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”
MISI: 1. Membentuk Peraturan Perundang-Undangan yang Berkualitas dan Melindungi Kepentingan Nasional, 2. Menyelenggarakan Pelayanan Publik di Bidang Hukum
yang Berkualitas,
3. Mendukung Penegakan Hukum di Bidang Kekayaan Intelektual, Keimigrasian, Administrasi Hukum Umum, dan Pemasyarakatan yang Bebas Dari Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya
4. Melaksanakan Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia yang Berkelanjutan 5. Melaksanakan Peningkatan Kesadaran Hukum
Masyarakat
6. Ikut Serta Menjaga Stabilitas Keamanan Melalui Peran Keimigrasian dan Pemasyarakatan
7. Melaksanakan Tata Laksana Pemerintahan yang Baik Melalui Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan
Values :
a. Perspektif Pemangku Kepentingan Eksternal b. Perspektif Bisnis Proses Internal
c. Perspektif Bisnis Proses Internal
SASARAN SEKRETARIAT JENDERAL
1. Terpenuhinya Peraturan Perundang-undangan yang sesuai dengan azas pembentukan
peraturan perundang-undangan
a) Meningkatnya kepercayaan stakeholder terhadap pelayanan internal oleh Sekretariat Jenderal
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
Indeks kepuasan layanan internal di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM
2. Mengoptimalkan peran dalam penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM
a) Meningkatnya kualitas kelembagaan dan pola hubungan kerja yang dinamis dan berorientasi pada pelayanan prima
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
1) Persentase Satker yang melaksanakan pola hubungan kerja yang dinamis.
2) Persentase Satker yang mempunyai dan
mengimplementasikan standar pelayanan publik.
3) Persentase Satuan Kerja yang terselesaikan penataan kelembagaannya sesuai analisa beban kerja.
32 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
3. Memastikan pelayanan publik di bidang hukum sesuai dengan azas penyelenggaraan pelayanan publik
a) Meningkatnya akuntabilitas dan pengendalian internal secara berkelanjutan
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
Persentase satuan kerja yang memiliki Nilai LAKIP minimal BB.
4. Memastikan penegakan hukum yang mampu menjadi pendorong inovasi dan kreativitas dalam pertumbuhan ekonomi nasional
a) Meningkatnya kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
Persentase satuan kerja yang mengimplementasikan area perubahan Reformasi Birokrasi
5. Ikut berperan serta dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan NKRI
a) Meningkatnya Intensitas dan kualitas publikasi kinerja.
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
1) Persentase opini positif terhadap pemberitaan Kementerian Hukum dan HAM di media.
2) Persentase publikasi Kementerian Hukum dan HAM yang terintegrasi
6. Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat a) Terwujudnya ASN yang berkompeten,
profesional dan berintegritas
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
Prosentase pegawai yang memperoleh hak-hak yang terdapat di dalam UU ASN mulai dari Recruitment sampai dengan Retirement
7. Meningkatkan kompetensi strategis Sumber Daya Manusia di bidang Hukum dan HAM a) Perencanaan dan pengelolaan anggaran yang
efisien efektif dan akuntabel.
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
1) Persentase Satuan Kerja yang memiliki
Perencanaan Penganggaran berorientasi pada hasil (SMART).
2) Persetase satuan kerja yang mendapatkan Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Kementerian di atas 93.
3) Persentase satuan kerja yang mempunyai laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)
Dengan demikian sebagai bagian penting dalam organisasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, maka Sekretariat Jenderal memiliki tata nilai, tujuan, dan sasaran pelaksanaan tugas yang mengacu pada Visi dan Misi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Dengan Misi Kementerian yang terkait langsung dengan Sekretariat Jenderal yaitu melaksanakan tatalaksana pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi dan kelembagaan.
Bersandar pada tata nilai yang dipedomani Sekretariat Jenderal dalam mengemban tugas adalah Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif (PASTI).
Profesional adalah aparat yang bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang tugasnya, menjunjungtinggi etika dan integritas profesi.
Akuntabel adalah setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.
Sinergi adalah komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku
34 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas.
Transparan adalah menjamin akses atau kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai.
Inovatif adalah kreativitas dan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya.
B. Pelayanan Internal Administratif
Sebelum mengurai dan menjelaskan tentang fungsi pelayanan dari Sekretariat Jenderal, kiranya perlu disinggung sedikit tentang pengertian pelayanan. Secara konseptual, ada dua istilah yang perlu diketahui, yaitu melayani dan pelayanan.
Pengertian melayani adalah
“membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan seseorang”.
Sedangkan pengertian pelayanan adalah “usaha melayani kebutuhan orang lain”
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1995).
Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen (customer/yang dilayani), yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Sementara untuk membedakan bentuk pelayanan, Gonroos (1990) membaginya ke dalam tiga kelompok, yaitu :
a. Core Service
core service adalah pelayanan yang ditawarkan kepada pelanggan, yang merupakan produk utamanya. Misalnya untuk hotel adalah penyediaan kamar dan untuk penerbangan adalah transportasi udara. Perusahaan mungkin mempunyai beberapa core service, misalnya perusahaan penerbangan menawarkan penerbangan dalam negeri dan penerbangan luar negeri.
b. Facilitating Service
facilitating service adalah fasilitas pelayanan tambahan kepada pelanggan, misalnya pelayanan “front office” pada hotel atau pelayanan “check in” pada transportasi udara. Facilitating service ini merupakan pelayanan tambahan tetapi sifatnya wajib.
c. Supporting Service
seperti pada facilitating service, supporting service merupakan pelayanan tambahan (pendukung) untuk meningkatkan nilai pelayanan atau untuk membedakan dengan pelayanan-pelayanan dari pihak “pesaingnya”.
Misalnya hotel Restoran pada suatu hotel. Supporting adalah pelayanan tambahan tetapi tidak wajib dan disediakan untuk meningkatkan daya saing.
Adapun Customer (pelanggan) yang dimaksudkan didalam modul ini dapat berupa individu (perorangan), kolektif (organisasi), maupun masyarakat dalam arti luas. Sehingga, pelanggan dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu :
1. Pelanggan internal (internal customer) adalah pelanggan yang berasal dari dalam organisasi (instansi) itu sendiri. Pelanggan internal dapat dibagi kedalam dua bagian, yaitu a) pelanggan internal organisasi dan b) pelanggan internal pemerintah. Pelanggan internal dapat dilihat dari dalam lingkungan organisasi, sehingga meskipun bagian/unit kerja kita berbeda, namun masih dalam lingkungan organisasi, maka pelanggan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggan internal.
2. Sedangkan pelanggan internal pemerintah adalah pelanggan yang walaupun instansi kita berbeda, namun instansi pelanggan itu adalah instansi pemerintah, pelanggan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggan internal pemerintah (pelanggan internal dalam skala makro).
Mengacu dari pengertian konseptual di atas, dapat dipahami bahwa kedudukan Sekretariat Jenderal dalam pelayanan lebih mengarah pada bentuk pelayanan administratif. Karena core service (produk utama pelayanan) dari Sekretariat Jenderal menitikberatkan pada fungsi administrasi umum agar dapat mendukung kelancaran dan optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia secara menyeluruh dalam lingkup internal kelembagaan baik secara vertikal maupun horisontal.
Dalam hal ini, fungsi dan peran pelayanan Sekretariat Jenderal dalam rangka supervisi, fasilitasi dan koordinasi kegiatan unit-unit eselon 1, kantor wilayah serta satuan kerja di bawahnya (UPT/ Unit Pelaksana Teknis). Pengertian ini telah menempatkan jenis dan karakteristik pelayanan yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal lebih dominan pada pelayanan internal.
36 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
Meskipun dalam konteks tertentu fungsi pelayanan internal pemerintah (eksternal) juga menjadi tanggung jawabnya, misalnya dalam hubungan koordinasi, kerjasama dan fasilitasi dengan lembaga tinggi negara seperti Kejaksaan, Kepolisian, KPK, DPR, MA maupun Kementerian/ LND dan instansi vertikal lainnya ataupun organisasi pemerintah negara- negara lain (asing) serta organisasi non pemerintah seperti partai politik, media massa, LSM (NGO), organisasi profesi, dan sebagainya.
Sebagaimana yang tercantum dan diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomoro 41 Tahun 2021 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia bahwa Sekretariat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dan untuk melaksanakan tugas tersebut, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi :
1) Koordinasi kegiatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
2) Koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
3) Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip dan dokumentasi Kementerian hukum dan Hak Asasi Manusia;
4) Pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana dan fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi;
5) Koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan advokasi hukum;
6) Penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara dan pelayanan pengadaan barang/jasa; dan
7) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Untuk mendukung tugas-tugas tersebut, Sekretariat Jenderal dipimpin oleh satu orang Sekretaris Jenderal yang kedudukan adalah unsur pembantu Menteri dan merupakan pejabat birokrat tertinggi di lingkungan Kementerian yang berada
di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.
Sejauh ini jika dicermati, fungsi pelayanan tersebut relatif cukup berjalan dengan baik, meskipun dalam beberapa sisi masih banyak ditemui kekurangan dan masalah terutama menyangkut aspek citra dan pelayanan kelembagaan di tengah hiruk pikuk tuntutan dan kebutuhan soal penegakan hukum dan reformasi birokrasi di Indonesia. Selain itu, persoalan koordinasi baik secara internal maupun eksternal masih perlu untuk ditingkatkan terus, sebab seringkali timbulnya masalah pada suatu kegiatan karena terhambat dalam masalah koordinasi antar unit organisasi.
Untuk lengkapnya seperti apa bentuk dan detail pelayanan yang dilaksanakan oleh Sekretariat Jenderal berikut ini terurai dalam tugas dan fungsi unit-unit eselon II, III, dan IV yang berada di bawah lingkup sekretariat jenderal yang terdiri dari:
1. BIRO PERENCANAAN
Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, kelembagaan, ketatalaksanaan, koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi, serta penyusunan evaluasi dan pengendali laporan Kementerian berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ditinjau dari tugas ini, biro ini memiliki atau menyelenggarakan fungsi:
a. Koordinasi dan pengolahan data perencanaan dan anggaran Kementerian Hukum dan HAM;
b. Penyusunan rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah dan rencana tahunan;
c. Penyusunan program dan Nota Keuangan/Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), Rencana Kerja (Renja), Rencana Kerja dan Anggaran, perubahan/revisi Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L);
d. Pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan kementerian Hukum dan HAM;
e. Pelaksanaan pembinaan kelembagaan di lingkungan kementerian Hukum dan HAM;
38 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
f. Pelaksanaan pembinaan ketatalaksanaan di lingkungan kementerian Hukum dan HAM;
g. Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi reformasi birokrasi di lingkungan kementerian Hukum dan HAM;
h. Penyusunan dan evaluasi serta pengendali laporan kementerian Hukum dan HAM; dan
i. Pelaksanaan urusan ketatausahaan dan Biro Perencanaan.
2. BIRO KEPEGAWAIAN
Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan di bidang perencanaan kebutuhan pegawai, pembinaan dan pengembangan karir, penilaian kinerja, pemberian perizinan, jaminan sosial, perlindungan, dan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, terdiri dari: Bagian Perencanaan, dan Sistem Informasi Kepegawaian dan Tata Usaha, Bagian Pengembangan Karir Pegawai, dan Kelompok Jabatan Fungsional.
Dalam melaksanakan tugasnya Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan rencana dan program Biro Kepegawaian;
b. koordinasi dan penyusunan rencana kebutuhan pegawai;
c. penyelenggaraan seleksi penerimaan pegawai, seleksi alih golongan, pengangkatan, dan penempatan pertama pegawai;
d. pembinaan dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian;
e. pengelolaan data arsip kepegawaian;
f. penyelenggaraan pembinaan karir pegawai yang meliputi mutasi, kepangkatan, pemberhentian, dan pensiun;
g. penyusunan rencana pengembangan kompetensi pegawai;
h. penyusunan rencana pengembangan karir pegawai;
i. penyusunan kebijakan dan pengendalian penilaian kinerja pegawai;
j. penyelenggaraan pembinaan penegakan disiplin dan kode etik pegawai;
k. penyelenggaraan pemberian penghargaan pegawai;
l. penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi perizinan
kepegawaian;
m. penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan jaminan sosial pegawai;
n. penyelenggaraan pelayanan dan pengelolaan administrasi, ketatausahaan, persuratan, kearsipan, dan kerumahtanggaan di lingkungan Biro Kepegawaian; dan
o. penyusunan bahan evaluasi, monitoring dan pelaporan di lingkungan Biro Kepegawaian.
3. BIRO KEUANGAN
Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengelolaan, koordinasi, dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Kementerian berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terdiri dari: Bagian Pelaksanaan Anggaran dan Tata Usaha, Bagian Akuntansi dan Pelaporan, dan Kelompok Jabatan Fungsional.
Tugas Biro Keuangan sangat erat hubungannya dengan Biro Perencanaan, bahkan pada tahun-tahun sebelumnya bagian ini juga melakukan penyusunan anggaran, saat ini koordinasi dilakukan menyangkut pencairan dan pertanggungjawaban anggaran. Tugas masing-masing bagian juga saling berkaitan.
Dalam melaksanakan tugas ini, Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi-fungsi pelayanan meliputi :
a. penyusunan rencana dan program Biro Keuangan;
b. penyiapan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
c. koordinasi, pembinaan, pengelolaan terhadap pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
d. penyusunan dan perumusan pelaksanaan daftar isian pelaksanaan anggaran di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
e. penyusunan revisi daftar isian pelaksanaan anggaran di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
f. koordinasi dan pembinaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
40 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
g. pelaksanaan pengeluaran keuangan di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
h. pelaksanaan pembinaan dan penatausahaan pengelolaan rekening dan penerimaan hibah di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
i. pelaksanaan dan pengujian surat permintaan pembayaran dan penerbitan surat perintah membayar Sekretariat Jenderal;
j. pelaksanaan urusan perbendaharaan;
k. pelaksanaan penatausahaan administrasi keuangan di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
l. pelaksanaan konsolidasi dan penyusunan laporan keuangan tingkat Sekretariat Jenderal sebagai satuan kerja, Sekretariat Jenderal sebagai eselon I, dan tingkat kementerian;
m. pelaksanaan pembinaan dan monitoring serta evaluasi akuntansi dan pelaporan sesuai standar akuntansi pemerintahan;
n. pelaksanaan pengelolaan dan analisa data laporan keuangan di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
o. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis tentang akuntansi dan penyusunan laporan keuangan;
p. pelaksanaan pendampingan prarekonsiliasi data laporan keuangan tingkat kantor wilayah;
q. pelaksanaan rekonsiliasi nasional data laporan keuangan tingkat pusat dan kantor wilayah;
r. pelaksanaan koordinasi tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Inspektorat Jenderal di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
s. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan;
t. pelaksanaan penyelesaian kerugian negara; dan
u. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro Keuangan.
4. BIRO PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA
Biro Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan barang milik negara, serta menyelenggarakan dukungan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Atas dasar itu Biro Pengelolaan Barang Milik Negara memiliki fungsi:
a. penyusunan rencana dan program Biro Pengelolaan Barang Milik Negara;
b. pengaturan dan pembinaan pengelolaan barang milik negara;
c. pembinaan informasi dan dokumentasi serta kebijakan pengelolaan barang milik negara;
d. pembinaan dan penyusunan, evaluasi dan pelaporan rencana kebutuhan barang milik negara;
e. penyiapan kebijakan, pengelolaan data informasi perencanaan kebutuhan barang milik negara;
f. pengembangan kerjasama penyediaan barang milik negara;
g. pengelolaan pengadaan barang/jasa;
h. pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik dan data informasi pengadaan barang/jasa;
i. pemberian bimbingan teknis jabatan fungsional pengadaan barang/
jasa dan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa;
j. pelaksanaan pendampingan, konsultasi, dan/atau bimbingan teknis pengadaan barang/jasa;
k. pengadaan barang/jasa guna memenuhi kebutuhan unit kerja secara tepat sesuai rencana kebutuhan barang milik negara;
l. pembinaan penatausahaan dan penyusunan laporan barang milik negara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
m. pelaksanaan pembinaan penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, dan penertiban barang milik negara;
n. pelaksanaan pembinaan administrasi pemindahtanganan, pemusnahan dan penghapusan barang milik negara;
o. pengawasan dan pengendalian pengelolaan barang milik negara; dan p. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro
Pengelolaan Barang Milik Negara.
42 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
Sehingga dapat dikatakan Biro ini memberi pelayanan dan mengatur penyediaan kebutuhan Kementerian, sarana dan prasarana seperti pengadaan pakaian dinas, kendaraan pegawai, rumah dinas, ATK untuk seluruh biro dan sebagainya. Sebagian besar kegiatan terkait pengadaan barang dan jasa tiap tahunnya dalam alokasi yang cukup besar.
Sehingga dapat dikatakan Biro ini memberi pelayanan dan mengatur penyediaan kebutuhan Kementerian, sarana dan prasarana seperti pengadaan pakaian dinas, kendaraan pegawai, rumah dinas, ATK untuk seluruh biro dan sebagainya. Sebagian besar kegiatan terkait pengadaan barang dan jasa tiap tahunnya dalam alokasi yang cukup besar.