BAB III SASARAN STRATEGIS DAN PELAYANAN
A. Visi Misi dan Sasaran Strategis Organisasi
Dalam Rencana Strategis (Renstra) sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 33 Tahun 2020 tanggal 23 Desember 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2020-2024 disebutkan bahwa strategi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menitik beratkan pada :
1. Terpenuhinya peraturanperundang-undangan yang sesuai dengan azas pembentukan peraturan perundang-undangan.
2. Mengoptimalkan peran dalam penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM.
3. Memastikan pelayanan publik di bidang hukum sesuai dengan asas penyelenggaraan pelayananpublik.
4. Memastikan penegakanhukum yang mampu menjadi pendorong inovasi dankreatifitas dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
5. Ikut berperan serta dalam menjaga stabilitas keamanandan kedaulatan NKRI.
28 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
6. Meningkatkan kesadaranhukum masyarakat.
7. Meningkatkan kompetensi strategis Sumber Daya Manusia di Bidang Hukum dan HAM.
8. Membangun budaya kerja yang berorientasi kinerja organisasi yang berintegritas, efektif dan efisien.
Dengan bersandar pada Visi Kementerian Hukum dan HAM yaitu
“Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang Andal, Profesional, Inovatif, dan Berintegritas dalam Pelayanan Kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.
Lalu Misi Kementerian Hukum dan HAM yaitu ;
1. Membentuk Peraturan Perundang-Undangan yang Berkualitas dan Melindungi Kepentingan Nasional,
2. Menyelenggarakan Pelayanan Publik di Bidang Hukum yang Berkualitas,
3. Mendukung Penegakan Hukum di Bidang Kekayaan Intelektual, Keimigrasian, Administrasi Hukum Umum, dan Pemasyarakatan yang Bebas Dari Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya
4. Melaksanakan Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia yang Berkelanjutan
5. Melaksanakan Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat
6. Ikut Serta Menjaga Stabilitas Keamanan Melalui Peran Keimigrasian dan Pemasyarakatan
7. Melaksanakan Tata Laksana Pemerintahan yang Baik Melalui Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan
Guna melaksanakan Misi Kementerian Hukum dan HAM tersebut maka kegiatan Kementerian Hukum dan HAM dipandu dengan nilai-nilai Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif (PASTI). Diharapkan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu :
1. Mewujudkan peraturan perundang-undangan yang harmonis yang sejalan dengan kebutuhan hukum masyarakat dan kebijakan pemerintah; dan terciptanya ketertiban dan keamanan dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Mewujudkan layanan Kementerian Hukum dan HAM yang Prima.
3. Mendorong inovasi kreativitas masyarakat melalui peningkatan permohonan kekayaan intelektual, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui kemudahan pemberian ijin pendirianbadan usaha, sekaligus memenuhi hak-hak warga binaanpemasyarakatan serta membentuk Warga Binaan Pemasyarakatanagar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan,memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperandalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab serta memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan yang ditahan serta keselamatandan keamanan benda-benda yang disita untuk keperluan barang bukti dan benda-benda yang dinyatakan dirampas untuk negara danmencegah penyalahgunaan dokumen keimigrasian oleh WNI dan WNA yang melintas dan tinggal di Indonesia.
4. Terlindunginya hak asasi manusia.
5. Meningkatkan nilai-nilai dan sikap kesadaranhukum masyarakat serta akses keadilan.
6. Menciptakan wilayahperbatasan yang aman dari perlintasan WNA/WNI yang tidak mempunyai dokumen sesuai prosedur dan menciptakan keamanandan ketertiban di seluruh Lapas/Rutan.
7. Mewujudkan ASN Kementerian Hukum dan HAM yang kompeten dan terlaksananya reformasi Birokrasi di Kementerian Hukum dan HAM.
Berkenaan dengan hal itu, Sekretariat Jenderal merumuskan tugasnya sebagaimana tertuang dalam Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor SEK.1-PR.01.04-310 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2020-2024, sasaran rencana strategis organisasi yakni :
1. Meningkatnya kepercayaan stakeholder terhadap pelayanan internal Sekretariat Jenderal
30 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
2. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan pola hubungan kerja yang dinamis dan berorientasi pada pelayanan prima
3. Meningkatnya akuntabilitas dan pengendalian internal secara berkelanjutan
4. Meningkatnya kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi 5. Meningkatnya Intensitas dan kualitas publikasi kinerja
6. Terwujudnya ASN yang berkompeten, professional dan berintegritas 7. Perencanaan dan pengelolaan anggaran yang efisien efektif dan
akuntabel
Adapun visi, misi dan indikator kinerja Sekretariat Jenderal dapat dilihat pada tabel (data) dibawah ini :
Tabel 3.1
Indikator Kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM
VISI: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang Andal, Profesional, Inovatif, dan Berintegritas dalam Pelayanan Kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”
MISI: 1. Membentuk Peraturan Perundang-Undangan yang Berkualitas dan Melindungi Kepentingan Nasional, 2. Menyelenggarakan Pelayanan Publik di Bidang Hukum
yang Berkualitas,
3. Mendukung Penegakan Hukum di Bidang Kekayaan Intelektual, Keimigrasian, Administrasi Hukum Umum, dan Pemasyarakatan yang Bebas Dari Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya
4. Melaksanakan Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia yang Berkelanjutan 5. Melaksanakan Peningkatan Kesadaran Hukum
Masyarakat
6. Ikut Serta Menjaga Stabilitas Keamanan Melalui Peran Keimigrasian dan Pemasyarakatan
7. Melaksanakan Tata Laksana Pemerintahan yang Baik Melalui Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan
Values :
a. Perspektif Pemangku Kepentingan Eksternal b. Perspektif Bisnis Proses Internal
c. Perspektif Bisnis Proses Internal
SASARAN SEKRETARIAT JENDERAL
1. Terpenuhinya Peraturan Perundang-undangan yang sesuai dengan azas pembentukan
peraturan perundang-undangan
a) Meningkatnya kepercayaan stakeholder terhadap pelayanan internal oleh Sekretariat Jenderal
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
Indeks kepuasan layanan internal di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM
2. Mengoptimalkan peran dalam penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM
a) Meningkatnya kualitas kelembagaan dan pola hubungan kerja yang dinamis dan berorientasi pada pelayanan prima
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
1) Persentase Satker yang melaksanakan pola hubungan kerja yang dinamis.
2) Persentase Satker yang mempunyai dan
mengimplementasikan standar pelayanan publik.
3) Persentase Satuan Kerja yang terselesaikan penataan kelembagaannya sesuai analisa beban kerja.
32 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
3. Memastikan pelayanan publik di bidang hukum sesuai dengan azas penyelenggaraan pelayanan publik
a) Meningkatnya akuntabilitas dan pengendalian internal secara berkelanjutan
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
Persentase satuan kerja yang memiliki Nilai LAKIP minimal BB.
4. Memastikan penegakan hukum yang mampu menjadi pendorong inovasi dan kreativitas dalam pertumbuhan ekonomi nasional
a) Meningkatnya kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
Persentase satuan kerja yang mengimplementasikan area perubahan Reformasi Birokrasi
5. Ikut berperan serta dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan NKRI
a) Meningkatnya Intensitas dan kualitas publikasi kinerja.
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
1) Persentase opini positif terhadap pemberitaan Kementerian Hukum dan HAM di media.
2) Persentase publikasi Kementerian Hukum dan HAM yang terintegrasi
6. Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat a) Terwujudnya ASN yang berkompeten,
profesional dan berintegritas
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
Prosentase pegawai yang memperoleh hak-hak yang terdapat di dalam UU ASN mulai dari Recruitment sampai dengan Retirement
7. Meningkatkan kompetensi strategis Sumber Daya Manusia di bidang Hukum dan HAM a) Perencanaan dan pengelolaan anggaran yang
efisien efektif dan akuntabel.
❑ Indikator Sekretariat Jenderal:
1) Persentase Satuan Kerja yang memiliki
Perencanaan Penganggaran berorientasi pada hasil (SMART).
2) Persetase satuan kerja yang mendapatkan Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Kementerian di atas 93.
3) Persentase satuan kerja yang mempunyai laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)
Dengan demikian sebagai bagian penting dalam organisasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, maka Sekretariat Jenderal memiliki tata nilai, tujuan, dan sasaran pelaksanaan tugas yang mengacu pada Visi dan Misi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Dengan Misi Kementerian yang terkait langsung dengan Sekretariat Jenderal yaitu melaksanakan tatalaksana pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi dan kelembagaan.
Bersandar pada tata nilai yang dipedomani Sekretariat Jenderal dalam mengemban tugas adalah Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif (PASTI).
Profesional adalah aparat yang bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang tugasnya, menjunjungtinggi etika dan integritas profesi.
Akuntabel adalah setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.
Sinergi adalah komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku
34 MATERI TEKNIS SUBSTANSI LEMBAGA SEKRETARIAT JENDERAL
kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas.
Transparan adalah menjamin akses atau kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai.
Inovatif adalah kreativitas dan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya.