• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Sejarah Singkat Kota Pematangsiantar

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Pematangsiantar merupakan Daerah

kerajaan. Pematangsiantar yang berkedudukan di Pulau Holing dan raja terakhir dari dinasti ini

adalah keturunan marga Damanik yaitu Tuan Sang Nawaluh Damanik yang memegang

kekuasaan sebagai raja tahun 1906.

Di sekitar Pulau Holing kemudian berkembang menjadi perkampungan tempat tinggal

penduduk diantaranya Kampung Suhi Haluan, Siantar Bayu, Suhi Kahean, Pantoan, Suhi Bah

Bosar, dan Tomuan. Daerah-daerah tersebut kemudian menjadi daerah hukum kota

Pematangsiantar yaitu:

1. Pulau Holing menjadi Kampung Pematang

2. Siantar bayu menjadi Kampung Pusat Kota

3. Suhi Kahean menjadi Kampung Sipinggol-pinggol, Kampung Melayu, Martoba,

Sukadame, dan Bane.

4. Suhi Bah Bosar menjadi Kampung Kristen, Karo, Tomuan, Toba dan Martimbang.

Setelah Belanda memasuki Daerah Sumatera Utara, Daerah Simalungun menjadi daerah

kekuasaan Belanda sehingga pada Tahun 1907 berakhirlah kekuasaan raja-raja. Kontroleur

Belanda yang semula berkedudukan di Perdagangan, pada tahun 1907 dipindahkan ke

Pematangsiantar. Sejak itu Pematangsiantar berkembang menjadi daerah yang banyak dikunjungi

pendatang baru, Bansa Cina mendiami kawasan Timbang Galung dan Kampung Melayu.

yang mempunyai otonomi sendiri. Sejak januari 1939 berdasarkan Stad Blad No. 717 berubah

menjadi Gemente yang mempunyai Dewan.

Pada zaman Jepang berubah menjadi Siantar State dan Dewan dihapus. Setelah

Proklamasi kemerdekaan Pematangsiantar kembali menjadi daerah Otonomi. Berdasarkan

Undang-undang No.22/ 1948 Status Gemente menjadi Kota Kabupaten Simalungun dan

Walikota dirangkap oleh Bupati Simalungun sampai tahun 1957.

Berdasarkan UU No.1/ 1957 berubah menjadi Kota Praja Penuh dan dengan keluarnya

Undang-undang No.18/ 1965 berubah menjadi Kota, dan dengan keluarnya Undang-undang

No.5/ 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di dearah berubah menjadi Kota Daerah Tingkat

II pematangsiantar sampai sekarang.

4.1.1. Lokasi dan Keadaan Geografis

Kota Pematangsiantar terletak pada garis 2o 53 20 – 3o 01’00 Lintang Utara dan 99o 1 00

99o 6 35 Bujur timur, berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Simalungun.

Luas daratan Kota Pematangsiantar adalah 79,971 Km2 terletak 400-500 meter di atas

permukaan laut. Berdasarkan luas wilayah menurut kecamatan, kecamatan yang terluas adalah

kecamatan Siantar Sitalasari dengan luas wilayah 22,723 Km2 atau sama dengan 28,41 persen

dari total luas wilayah Kota Pematangsiantar. Luas wilayah untuk masing-masing kecamatan

dapat dilihat dari tabel 1.1.2.

Secara administrasi wilayah Kota Pematangsiantar terbagi menjadi 8 (delapan)

kecamatan yaitu:

1. Kecamatan Siantar Marihat 2. Kecamatan Siantar Marimbun

3. Kecamatan Siantar Selatan 4. Kecamatan Siantar Barat 5. Kecamatan Siantar Utara 6. Kecamatan Siantar Timur 7. Kecamatan Siantar Martoba 8. Kecamatan Siantar Sitalasari

4.1.2. Iklim

Karena terletak garis khatulistiwa, Kota Pematangsiantar tergolong ke dalam daerah tropis dan

daerah datar, beriklim sedang dengan suhu maksimum rata-rata 30,0 oC dan suhu minimum

rata-rata 21,0 oC pada tahun 2009.

Selama tahun 2009 kelembaban udara rata-rata 84 persen. Rata-rata tertinggi pada bulan

Januari dan Maret yang mencapai 87 persen, sedangkan curah hujan rata-rata 257 mm dimana

curah hujan tertinggi terjadi pada bulkan September yang mencapai 465 mm.

4.1.3. Pemerintahan

Administrasi Pemerintahan Kota Pematangsiantar pada tahun 2009 terdiri atas 8 (delapan)

kecamatan dan 43 kelurahan, dengan tipe Swasembada.

Sementara itu jumlah Pegawai Negeri Sipil untuk instansi vertikal di Kota Pematangsiantar ada

sebanyak 881 orang, yang terdiri dari Golongan I sebanyak 1 orang, Golongan II sebanyak 233

orang, Golongan III sebanyak 561 orang serta Golongan IV 86 orang.

4.1.4 Penduduk dan Tenaga Kerja a. Penduduk

Pada dasarnya penduduk adalah merupakan modal dasar pembangunan, oleh karena itu data

statistik kependudukan mutlak diperlukan untuk kepentingan perencanaan pembangunan dengan

segala aspeknya. Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan

kerja, mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran.

Pada tahun 2009 penduduk Kota Pematangsiantar mencapai 250.997 jiwa dengan

kepadatan penduduk 3.146 jiwa per km2. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk Kota

Pematangsiantar pada tahun 2009 sebesar 0,40 persen.

Pendudu perempuan di Kota Pematangsiantar lebih banyak dari penduduk laki-laki. Pada

tahun 2009 penduduk Kota Pematangsiantas yang berjenis kelaimn perempuan berjumlah

127.516 jiwa dan penduduk laki-laki 123.481 jiwa. Dengan demikian sex ratio penduduk Kota

Pematangsiantar sebesar 96,84.

b. Ketenagakerjaan

Pertumbuhan tenaga kerja di Kota Pematangsiantar sejalan dengan pertumbuhan penduduk.

Namun pertumbuhan ini tidak sebanding dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan sehingga

mengakibatkan tingginya jumlah pengangguran.

Pada tahun 2009, jumlah pencari kerja yang terdaftar pada Dinas Tenaga Kerja Kota

Pematangsiantar sebanyak 1.422 orang, dimana pencari kerja terbesar dari tingkat pendidikan

S-1 sebanyak 489 atau sekitar 34 persen dari total pencari kerja.

4.1.5 Pendidikan

Peningkatan partisipasi sekolah penduduk tentunya harus diimbangi dengan penyediaan sarana

fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai. Tabel 5.1.1 hingga tabel 5.1.18

memberikan gambaran yang jelas mengenai jumlah sekolah, kelas maupun guru pada tahun

pendidikan Taman kanak-kanak (TK), jumlah sekolah pada tahun 2009 ada sebanyak 23 buah

dengan jumlah guru sebanyak 162 orang dan murid sebanyak 2.574 orang.

Jumlah Sekolah Dasar (SD) ada sebanyak 159 sekolah dengan jumlah guru 1.801 orang

dan jumlah murid sebanyak 32.025 orang. Sementara jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP)

ada sebanyak 40 sekolah dengan jumlah guru 1.368 dan jumlah murid sebanyak 19.394 orang.

Pada tahun yang sama jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) ada sebanyak 30 sekolah dengan

jumlah guru 1.257 orang dan murid 16.259 orang.

4.1.6 Kesehatan dan Keluarga Berencana

Ketersediaan saran kesehatan berupa rumah sakit merupakan faktor utama dalam menunjang

perbaikan kualitas hidup. Tbel 5.2.1 menunjukkan jumlah rumah sakit yang ada di Kota

Pematangsiantar ada sebanyak 7 buah dengan kapasitas tempat tidur 704 buah.

Puskesmas di Kota Pematangsiantar tahun 2009 berjumlah 17 unit dan Puskesmas

Pembantu 10 unit sedangkan Balai Pengobatan Umum (BPU) swasta sebanyak 19 unit dan

Posyandu ada sebanyak 241 unit.

Jumlah Praktek Dokter Umum tahun 2009 sebanyak 95 orang, dokter gigi 29 orang dan

dokter spesialis 42 orang. Sedangkan tenaga medis bidan tersedia sebanyak 195 orang, perawat

704 orang.

4.1.7 Tanaman Bahan Makanan

Perkembangan luas panen tanaman padi sawah di Kota Pematangsiantar pada tahun 2009

pada tahun 2009. Produksi padi sawah pada tahun 2009 sebesar 20.119 ton atau turun dibanding

tahun 2008 yang sebesar 23.133 ton.

Untuk ketela pohon, luas panen sebesar 350 ha dengan produksi 6.216 ton. Sedangkan

untuk kacang tanah, luas panen 555 ha dengan produksi 59 ton.

4.1.8 Peternakan

Jumlah ternak sapi di Kota Pematangsiantar pada tahun 2009 ada sebanyak 269 ekor dan ternak

kebau sebanyak 166 ekor. Untuk unggas, populasi ayam kampung sebanyak 117.853 ekor, ayam

pedaging sebanyak 17.360 ekor dan itik sebanyak 8.757 ekor.

4.1.9 Industri Kecil

Jumlah industri kecil di Kota Pematangsiantar pada tahun 2009 ada sebanyak 501 buah. Jika

dibandingkan dengan tahun 2008 jumlah industri kecil di Kota Pematangsiantar mengalami

kenaikan sebesar 2,66 persen. Industri kecil yang terbanyak di Kota Pematangsiantar ada pada

kelompok industri makanan, minuman dan tembakau sebnayak 166 buah. Disusul kemudian

industri barang-barang dari logam, mesin dan perlengkapannya sebanyak 141 buah.

Sementara penyerapan tenaga kerja terbanyak pada kelompok industri makanan,

minuman dan tembakau sebnayak 1.615 disusul industri barang-barang dari logam, mesin dan

perlengkapannya, yang menyerap tenaga kerja sebanyak 808.

Dokumen terkait